CERDAS DENGAN MENGINGAT MATI (bag-1)

0
49

Pemateri: Ustadzah. DRA. INDRA ASIH

Rasulullah Saw mengingatkan kepada kita bahwa kehidupan dunia yang fana ini benar-benar sangat singkat jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal nan abadi.

Sebagaimana yang pernah diungkapkan dalam sebuah haditsnya.

عن المستورد بن شداد رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: والله ما الدنيا في الأخرة إلامثلَ ما يجعل أحد كم إصبعه في اليم فلينظر بم يرجع. (رواه مسلم)

Dari Al-Mustaurid bin syadad RA. Berkata, bahwa Rasulullah Saw. besabda:

“Demi Allah! Tidaklah perbandingan dunia dengan akhirat itu melainkan seperti salah seorang di antara kalian yang memasukkan jarinya ke dalam lautan, maka lihatlah seberapa banyak air yang ikut pada jari itu.
(HR. muslim)

Subhanallah, sungguh tidak dapat kita bayangkan singkatnya kehidupan dunia ini yang hanya berupa TETESAN AIR yang sangat sedikit di satu jari bila dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang sangat lama dan luas laksana LAUTAN.

Allah SWT. berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.”
(Al-Anbiya`: 35)

Betapa pun berkuasanya manusia di muka bumi ini dan seberapa banyaknya harta kekayaan yang ia miliki, pasti dan pasti kematian itu akan selalu menjemputnya kapan saja.

Ya..
Kematian itu tidak pernah mengenal usia, baik itu tua maupun muda.

Maka janganlah sekali-kali kita yang masih muda, yang masih mempunyai tubuh segar bugar, berwajah rupawan dan kesehatan yang terjamin, mengira akan jauh dari kematian.

Karena Allah SWT. telah mengingatkan kita, bahwa kematian itu akan menjemput kita kapan saja dan tak seorang pun mampu untuk menghalanginya.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ

Dan setiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang batas waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
(QS. Al-A’raf: 34)

Ajal setiap manusia telah ditulis oleh Allah pada saat dia masih berupa janin didalam rahim ibunya, kematian itu ditulis bersamaan dengan rizki, amal, kebahagiaan, dan kesengsaraannya.

Apabila saat ajal seseorang tiba, maka
→ia tiba tepat waktu,
→tidak mungkin ditunda atau disegerakan sedetik pun dan
→ia mencapai di belahan bumi mana pun seseorang berada, tanpa dia ketahui.

Siapapun dia orang besar atau kecil, kaya atau miskin, tua atau muda, sehat maupun sakit.

Subhanallah…

Sesuai firman Allah,

وَمَاتَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (QS. Luqman: 34).

Selanjutnya, ketika kita mampu untuk banyak MENGINGAT MATI, maka kita akan mudah untuk menunaikan hal-hal berikut:

⇨ Bersegera untuk bertaubat
⇨ Hati merasa cukup
⇨ Giat/semangat dalam beribadah.

Kita perlu terus menguatkan ketakinan kita bahwa sejatinya yang paling dekat dengan kita, BUKAN orang tua, kerabat, suami, istri atau anak, tetapi yang paling dekat dengan kita adalah KEMATIAN.

Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati

“كل نفس ذائقة الموت”

(Surah Ali-Imran:185)

Rasulullah Saw pun pernah bersabda:

“Cukuplah kematian itu sebagai nasehat.”

(HR. Thabrani dan Baihaqi).
Artinya bahwa mati atau kematian sebenarnya sudahlah cukup menjadi nasehat:

✺ Agar manusia selalu ingat dan beribadah kepada SWT.

✺ Agar manusia menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan.

✺ Agar penguasa tidak lagi melakukan korupsi yang membuat rakyat menjadi sengsara

✺ Agar hakim tidak lagi menerima suap yang membuat kasus hukum menjadi buram.

Sungguh, jika seluruh manusia menjadikan MATI sebagai NASEHAT, maka dunia ini akan tentram, damai, dan sejahtera.

Bersambung ke bag-2


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here