Kelembutan Tutur Kata Nabi Saw

๐Ÿ“† Ahad, 19 Syawal 1437H / 24 Juli 2016

๐Ÿ“š *MUAMALAH*

๐Ÿ“ Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

๐Ÿ“ *Kelembutan Tutur Kata Nabi Saw*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Hadits*

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุงุญูุดู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ู„ูŽุนู‘ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุณูŽุจู‘ูŽุงุจู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุชูŽุจูŽุฉู ู…ูŽุง ู„ูŽู‡ู ุชูŽุฑูุจูŽ ุฌูŽุจููŠู†ูู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)
Dari Anas bin Malik ra berkata; “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah bertutur kata yang keji, (tidK pernah pula) melaknat dan mencela orang lain. Dan apabila beliau hendak mencela seseorang, maka beliau akan (menyindirnya saja) dengan berkata: “Mengapa dahinya berdebu?” (HR. Bukhari)

๐Ÿ“š *Hikmah Hadits :*

โฃ1. Diantara kemuliaan Nabi Saw adalah bahwa beliau senantiasa bertutur kata yang baik, lembut dan berusaha tidak menyinggung perasaan orang lain (para sahabat). Beliau tidak pernah berkata yg kasar dan keji, tidak pernah pula melaknat atau mencela orang lain, serta senantiasa mengedepankan kasih sayang.

Maka diantara cara mengikuti sunnah Nabi Saw adalah dengan berusaha bertutur kata yg baik, lembut dan tidak mencela atau melaknat sesama muslim lainnya.

โฃ2. Kalaupun Nabi Saw tidak suka dengan perbuatan atau perangai seseorang, maka beliau hanya mengungkapkan dengan perkataan sindiran yang menunjukkan ketidaksukaan beliau terhadap orang tersebut, seperti ungkapan beliau, “Mengapa dahinya berdebu?” Dan umumnya para sahabat memahami bahwa ungkapan tersebut adalah bentuk teguran Nabi Saw.

Sungguh, betapa mulianya akhlak beliau… Allahumma shalli wasallim wabarik alaih…

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Larangan Menuduh Sesama Muslim Dengan Tuduhan Fasik Atau Kafir

๐Ÿ“† Ahad, 12 Syawal 1437H / 17 Juli 2016

๐Ÿ“š *MUAMALAH*

๐Ÿ“ Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

๐Ÿ“ *Larangan Menuduh Sesama Muslim Dengan Tuduhan Fasik Atau Kafir*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Hadits*

 ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฐูŽุฑู‘ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽู…ูุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ู…ููŠ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุจูุงู„ู’ููุณููˆู‚ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ู…ููŠู‡ู ุจูุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงุฑู’ุชูŽุฏู‘ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abu Dzar ra berkata, bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah seseorang melontarkan tuduhan kefasikan kepada orang lain, dan tidak pula ia menuduh orang lain dengan tuduhan kekufuran, melainkan (tuduhan itu) akan kembali kepada dirinya sendiri, jika ternyata orang yang dituduhnya tidak seperti itu.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ“š *Hikmah hadits*

โฃ1. Hendaknya kita berusaha untuk _menjaga lisan_, khususnya terkait dengan _hak dan kehormatan orang lain sesama muslim._

Karena bisa jadi, lisan kita bisa menodai kehormatan sesama muslim dan kita dilarang untuk mencederai kehormatan sesama muslim.

Sebagaimana sabda Nabi Saw :Seorang muslim terhadap muslim lainnya adalah haram; darahnya, hartanya dan kehormatannya… (al-hadits)

โฃ2. Diantara bentuk menjaga lisan adalah bahwa _Nabi Saw *melarang* kita saling menuduh fasik atau kufur antara sesama muslim._

Karena tuduhan fasik atau kufur sangatlah berat, dan tidak boleh dilakukan antara sesama muslim.
Dan apabila tuduhan tersebut dilakukan, maka bisa jadi tuduhan tersebut kembali kepada orang yg menuduh, yaitu bahwa yg sesungguhnya fasik dan kufur adalah orang yang menuduh.. Na’udzu billahi min dzalik.

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Setiap Kedzaliman, akan Menjadi Perkara Besar Di Hari Kiamat

๐Ÿ“† Rabu, 27 Rajab 1437 H / 4 Mei 2016 M

๐Ÿ“š MUAMALAH

๐Ÿ“ Ustadz Rikza Maulan, Lc, M.Ag

๐Ÿ“‹ Setiap Kedzaliman, Akan Menjadi Perkara Besar Di Hari Kiamat

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ู…ูŽุธู’ู„ูู…ูŽุฉูŒ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽู„ูŽู‘ู„ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุซูŽู…ูŽู‘ ุฏููŠู†ูŽุงุฑูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุคู’ุฎูŽุฐูŽ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุฎููŠู‡ู ููŽุทูุฑูุญูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang berbuat satu kedzaliman kepada saudaranya, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan.

Karena pada Hari Kiamat kelak, tidak akan bermanfaat (banyaknya) dinar dan dirham.

Dan (pada hari tersebut), setiap kezaliman akan dibalas dengan cara diberikan kebaikan (amal shalehnya) kepada saudaranya (yg didzaliminya).

Jika ia tidak mempunyai kebaikan lagi, maka kejahatan saudaranya (yang didzaliminya) akan diambil dan dipikulkan kepada dirinya.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ“šHikmah Hadits :

โฃ1. Pentingnya beramal shaleh dalam hal menjaga hubungan baik, terutama terkait interaksi dengan sesama muslim.

Karena setiap muamalah dengan sesama muslim yang baik, kelak akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat, demikian juga sebaliknya setiap keburukan atau kedzaliman terhadap orang lain, kelak akan dibalas dengan dengan keburukan yang bisa jadi kelak menjadi penghalang besar dalam menggapai keridhaan Allah Swt.

โฃ2. Seperti gambaran perbuatan dzalim dalam hadits di atas, yang harus dibayar oleh pelakunya dengan pahala amal shaleh yang dimilikinya.

Kelak amal shalehnya akan diambil oleh Allah Swt dan diberikan kepada orang yang didzaliminya.

Semakin banyak kedzaliman nya, maka akan semakin banyak pula pahala amal shalehnya yang diambil darinya.

Dan ketika pahala amal shalehnya habis, dan ia tidak lagi bisa membayar kedzalimannya, maka yang terjadi adalah dosa-dosa orang yang didzaliminya akan diambil oleh Allah Swt lalu dipikulkan ke atas pundaknya.

โฃ3. Maka setiap kedzaliman yang telah dilakukan terhadap saudaranya, hendaknya minta dihalalkan.

Apakah kedzaliman terkait hutang piutang, urusan bisnis dan perniagaan, mencederai kehormatan, atau dalam segala urusan lainnya, hendaknya ia menyelesaikannya, atau minta dimaafkan.

Karena setiap muslim terhadap muslim lainnya adalah haram; darahnya, hartanya dan kehormatan nya.

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Jangan Meremehkan Amalan Ringan

๐Ÿ“† Jumat, 22 Rajab 1437H / 29 April 2016

๐Ÿ“š MUAMALAH

๐Ÿ“ Ust. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

๐Ÿ“‹ Jangan Meremehkan Amalan Ringan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุณูŽู…ูุนูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ูŠูุฑูŽุฏู‘ูุฏูู‡ูŽุงุŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ุฌูŽุงุกูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ูŠูŽุชูŽู‚ูŽุงู„ู‘ูู‡ูŽุงุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุชูŽุนู’ุฏูู„ู ุซูู„ูุซูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abu Sa’id ra berkata, ‘bahwa ada seoseorang yang mendengar orang lain membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al-Ikhlas), ia membacanya secara berulang-ulang. Pagi harinya, laki-laki tadi menemui Rasulullah Saw dan menceritakan kisahnya, seolah-olah ia menganggap remeh bacaan (orang tersebut).

Maka Rasulullah Saw bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-NYA, sesungguhnya membaca surat Al-Ikhlas itu menyamai (pahala) sepertiga al qur’an”. (HR. Bukhari)

๐Ÿ“šHikmah Hadits:

โฃ1. Larangan menganggap remeh satu amalan ringan yang dilakukan oleh orang lain.

Karena bisa jadi amalan ringan tersebut memiliki nilai dan bobot yang sangat mulia di sisi Allah Swt. Terlebih jika amalan tersebut dilakukan secara ikhlas, kontinou dan penuh dengan kesungguhan.

โฃ2. Cara Nabi Saw yang sangat bijak dalam meluruskan kesalahan para sahabat.

Betapa beliau tidak “terbawa” oleh isu orang yang menyampaikan informasi kepada beliau, namun di sisi lain beliau juga tidak mencela sahabat yang menganggap remeh amalan yang dilakukan oleh sahabat lainnya.

Namun justru Nabi Saw lebih fokus pada substansi nilai yang lebih manfaat, yaitu penegasan tentang keutamaan membaca surat Al-Ikhlas.

โฃ3. Anjuran untuk senantiasa membaca surat Al-Ikhlas dalam segala aktivitas.

Karena surat yang sangat ringan di lisan ini memiliki bobot pahala yang berlimpah, yaitu sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.

Maka, mari kita hiasi aktivitas kita dengan dengan bacaan surat Al-Ikhlas; dalam berdzikir bada shalat, ketika keluar dari rumah dan di perjalanan, ketika memulai bekerja, ketika berdoa, ketika akan beristirahat dan dalam kondis-kondisi lainnya.

Tidakkah kita senang mendapatkan pahala yang senilai dengan sepertiga Al-Qur’an dalam setiap aktivitas kita?

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Orang-Orang Yang Dimurkai Allah SWT

๐Ÿ“† Rabu,  20 Rajab 1437 H / 27 April 2016 M

๐Ÿ“š MUAMALAH

๐Ÿ“ Ustadz Rikza Maulan, Lc, M.Ag

๐Ÿ“‹ Orang-Orang Yang Dimurkai Allah SWT

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits:

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจู’ุบูŽุถู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู…ูู„ู’ุญูุฏูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽู…ู ูˆูŽู…ูุจู’ุชูŽุบู ูููŠ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุณูู†ู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽู…ูุทู‘ูŽู„ูุจู ุฏูŽู…ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽู‚ู‘ู ู„ููŠูู‡ูŽุฑููŠู‚ูŽ ุฏูŽู…ูŽู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 “Manusia yang paling dimurkai Allah adalah tiga golongan; Orang yang melakukan pelanggaran di tanah haram, orang yang mencari-cari perilaku jahiliyah padahal telah masuk Islam, dan memburu darah seseorang tanpa alasan yang dibenarkan untuk menumpahkan darahnya. (HR. Bukhari)

๐Ÿ“šHikmah Hadits :

โฃ1. Ada perbuatan2 yang sangat dibenci oleh Allah Swt, sebagaimana digambarkan dalam hadits di atas, dan oleh karenanya perbuatan-perbuatan tersebut harus dihindarkan sejauh-jauhnya agar kita terhindar dari murka Allah Swt.

โฃ2. Yang pertama adalah melakukan pelanggaran atau melakukan perbuatan maksiat di tanah Haram, yaitu di dua kota suci Mekah dan Madinah.

Karena kedua kota tersebut adalah kota yang tanahnya diharamkan atau disucikan oleh Allah Swt, dan oleh karenanya melakukan perbuatan haram lebih ditekankan pengharamannya.

โฃ3. Kedua adalah melakukan perbuatan dan kebiasaan yang memiliki unsur kejahiliyahan, padahal ia telah diberi hidayah ke dalam dinul Islam.

Terutama perbuatan-perbuatan dan kebiasaan yang mengandung unsur kemusyrikan, mengandung unsur maksiat, atau membawa pada perpecahan umat.

โฃ4. Dan yang ketiga adalah, menumpahkan darah sesama muslim, saling tikam, saling menjatuhkan dan saling mencederai satu dengan yang lainnya.

Karena sesama muslim adalah bersaudara yang oleh karenanya haram saling menumpahkan darah, haram saling mencederai kehormatan dan haram saling mengambil harta satu dengan yang lainnya.

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Dan Nabi SAW Pun Enggan Memberikan Jabatan Kepada Yang Berambisi & Mengharapkan

๐Ÿ“† Rabu, 20 Rajab 1437 H / 27 April 2016 M

๐Ÿ“š MUAMALAH

๐Ÿ“ Ustadz Rikza Maulan, Lc, M.Ag

๐Ÿ“‹ Dan Nabi SAW Pun Enggan Memberikan Jabatan Kepada Yang Berambisi & Mengharapkan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู…ููˆุณูŽู‰ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ููŠ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽู…ูู‘ุฑู’ู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุขุฎูŽุฑู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ุง ู„ูŽุง ู†ููˆูŽู„ูู‘ูŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุฑูŽุตูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abu Musa ra berkata, aku menemui Nabi Saw bersama dua orang dari kaumku. Salah satu dari keduanya berkata ‘Wahai Rasulullah, jadikanlah kami pejabat (amir).’ Kemudian orang yang kedua juga mengatakan hal yang sama.

Maka Rasulullah Saw bersabda, “Kita tidak akan memberikan jabatan ini kepada orang-orang yang memintanya dan tidak juga kepada orang yang ambisi terhadapnya.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ“šHikmah Hadits :

โฃ1. Kecenderungan manusia umumnya suka terhadap jabatan dan kedudukan.

Karena secara lahiriyah, jabatan terlihat manis dan menyenangkan, bertaburan harta dan penghormatan, serta diwarnai dengan wibawa dan kemewahan.

Maka tidak heran, terkadang demi jabatan, banyak orang yang rela melakuka apa saja, termasuk perbuatan yang tercela, haram bahkan berbau kemusyrikan.

Atau juga sekedar lobi, datang dan sowan, kepada tokoh dan panutan, atau juga melakukan pencitraan, demi mendapatkan jabatan.

โฃ2. Sementara hakikat dari jabatan itu sendiri adalah amanah yang sangat berat dari Allah Swt, yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban dalam hisab yang panjang.

Disamping juga bahwa jabatan, penuh dengan tekanan dan jebakan, bahkan intrik saling menjelekkan dan menjatuhkan, yang apabila seseorang lemah iman, ia akan terperdaya dalam perangkap syaitan.

โฃ3. Maka Nabi Saw pun enggan memberikan jabatan kepada orang yang terperdaya dengan kemilau pesonanya, ambisi terhadap gemerlapnya, atau yang tergoda bias wibawa dan kemewahannya.

Karena mungkin umumnya orang yang ambisi, punya maksud dan niatan yang tersembunyi, yang menggelapkan niatan suci, demi semata keinginan pribadi.

โฃ4. Idealnya, jabatan dipegang oleh orang yang amanah, shiddiq dan fathanah, yang hati kecilnya menolak untuk memangkunya, namun ia ‘terpaksa’ memikulnya, karena beban dan amanah untuk dakwah, bukan karena ingin hidup mewah, namun karena amanah untuk menyelamatkan ummah…

Allah Swt berfirman,

 “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (Al-Ahzab : 72)

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Ganjaran Orang Yang Berkhianat

๐Ÿ“† Jumat, 15 Rajab 1437H / 22 April 2016

๐Ÿ“š MUAMALAH

 ๐Ÿ“Pemateri:  Rikza Maulan, Lc, M.Ag

๐Ÿ“‹Ganjaran Orang Yang Berkhianat

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููƒูู„ู‘ู ุบูŽุงุฏูุฑู ู„ููˆูŽุงุกูŒ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูŠูุนู’ุฑูŽูู ุจูู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Semua pengkhianat akan diberi tanda bendera pengkhianatannya pada hari kiamat sebagai tanda pengenalnya.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ“šHikmah Hadits:

1โƒฃ. Khianat merupakan salah satu sifat paling buruk dan paling tercela dalam pandangan Islam, serta merupakan ciri paling mendasar orang munafik.

Sedangkan orang munafik kelak akan ditempatkan Allah Swt di dalam kerak dasar paling dalam di neraka Jahanam, na’udzubillahi min dzalik.

2โƒฃ. Demikian buruknya dan dibencinya sifat khianat ini, hingga Allah Swt memberikan tanda khusus di hari kiamat bagi orang-orang yang khianat, yaitu bendera khusus sebagai tanda pengkhianatan yang pernah dilakukannya di dunia.

Dalam shahih Muslim diriwayatkan, dari Abu Sa’id ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

‘Di hari Kiamat kelak, setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya.” (HR. Muslim)

3โƒฃ. Khianat bermacam-macam bentuk dan jenisnya, diantaranya adalah khianat dalam kapasitasnya sebagai hamba, sebagai suami, istri, orang tua, pekerja, pejabat, wakil rakyat, bendahara, guru, dosen, pedagang, pengusaha, dsb.

Oleh karenanya kita harus berusaha menjaga dan menunaikan amanah sebaik-baiknya dan menghindarkan diri dari sifat khianat sejauh-jauhnya.

4โƒฃ. Bentuk khianat yang paling berat dan paling keji adalah khianat kepada Islam dan kaum muslimin.

Seperti meyakini kebenaran agama lain selain Islam, bekerja sama dengan musuh-musuh Allah Swt khususnya dalam hal-hal yang dapat merugikan kepentingan umat, menegatifkan citra Islam dan kaum muslimin, memilih atau mempropaganda umat untuk memilih non muslim sebagai pemimpin, dsb.

Allah Swt berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal : 27).

Semoga Allah Swt hindarkan kita semua dari sifat khianat ini, dan kita dimasukkan ke dalam golongan orang2 yang amanah…

Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Agar Terhindar Dari Tipuan Dalam Jual Beli

๐Ÿ“† Jumat, 15 Rajab 1437H / 22 April 2016

๐Ÿ“š MUAMALAH

 ๐Ÿ“Pemateri:  Rikza Maulan, Lc, M.Ag

๐Ÿ“‹Agar Terhindar Dari Tipuan Dalam Jual Beli

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š Hadits:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุฎู’ุฏูŽุนู ูููŠ ุงู„ู’ุจููŠููˆุนู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง  ุจูŽุงูŠูŽุนู’ุชูŽ ููŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽุง ุฎูู„ูŽุงุจูŽุฉูŽ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Dari Abdullah bin Umar ra, ‘Ada seorang laki-laki mengadu kepada Nabi saw, karena dia sering ditipu dalam jual beli.

Maka beliau bersabda: “Jika engkau melakukan jual-beli, maka katakanlah, ‘Jangan ada tipu-menipu.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ“šHikmah Hadits:

1โƒฃ. Bahwa dalam transaksi jual beli, ada potensi terjadinya tipu menipu.

Karena umumnya motivasi pedagang dalam jual beli adalah mencari keuntungan, yang terkadang motif mencari keuntungan membuat sebagian pedagang melanggar aturan halal haram dan melakukan praktik yang diharamkan, yaitu praktik tipu menipu.

2โƒฃ. Hal ini dialami juga oleh salah seorang sahabat Nabi Saw, dimana ia mengadu kepada Nabi Saw bahwa dirinya tertipu dalam jual beli. Maka Nabi Saw memberikan saran agar ia tidak lagi tertipu dalam jual beli, yaitu hendaknya ia mengatakan ketika transaksi, ‘Jangan ada tipu menipu.’

Ungkapan ini insya Allah akan dapat meredam niatan jahat orang yang berniat melakukan tipu menipu.

3โƒฃ. Jual beli menurut syariat sebenarnya dapat mendatangkan pahala dan keberkahan, apabila dilakukan dengan jujur, transparan dan memenuhi rukun dan syarat jual beli.

Sebagaimana hadits Nabi Saw,
“Maka jika keduanya (penjual dan pembeli) jujur dan transparan, maka Allah berikan keberkahan diantara keduanya.’ (HR. Bukhari)

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Larangan Talaqqi Ruqban (Mencegat Kafilah Dagang)

๐Ÿ“† Jumat,  9 Jumadil Akhir 1437H / 18 Maret 2016
๐Ÿ“š Muamalah
๐Ÿ“ Ustadz Rikza Maulan, Lc,. M.Ag
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ 
Materi sebelumnya bisa dilihat di tautan berikut
๐Ÿ“šDampak Talaqqi Rukban Pada Jual Beli
Ulama berbeda pendapat, apakah jual beli dalam kasus talaqqi rukban berkonsek wensi pada rusak (fasad) nya jual beli tersebut, ataukah jual beli tersebut tetap sah?
Sebagian ulama berpenda pat bahwa apabila dilihat dari dzahir haditsnya, maka jual beli tersebut tetap sah dan tidak rusak (fasad).
Karena larangan tersebut merupakan hal yang berada di luar substansi jual belinya, yaitu di luar rukun dan syarat jual beli. Oleh karenanya, tidak mengganggu keabsahan akad jual belinya.
Juga karena dalam hadits kedua disabdakan oleh Nabi SAW, bahwa pemilik barang (kafilah) boleh melakukan khiyar (meneruskan atau membatalkan jual beli), apabila ia sudah sampai di pasar dan mengetahui harga pasar.
Sedangkan sebagian ulama Malikiyah dan madzhab Hambali berpendapat bahwa jual belinya tidak sah dan batal. Karena larangan menunjukkan haram, dan sesuatu yang haram tidak boleh dilakukan.
๐Ÿ“šPenyebab Larangan Talaqqi Rukban
Sebab larangan talaqqi rukban atau menghadang kafilah dagang ini adalah sebagai berikut :
๐Ÿ”นPotensi adanya khidaโ€™ (tipuan) atau pengelabuan harga pasar. 
Karena penjual belum mengetahui berapa harga pasar, dan bisa jadi si pembeli sudah mengetahuinya, namun ia memanfaatkan ketidaktahuan penjual dengan memberikan informasi palsu.
๐Ÿ”นPotensi adanya dzulm (aniaya) terhadap penjual. 
Karena bisa jadi, atas adanya informasi yang tidak benar berkenaan dengan harga yang sesungguhnya, maka penjual melepas harga yang jauh lebih rendah dari harga yang seharusnya.
๐Ÿ”นPotensi hilangnya โ€œan taradhinโ€ (saling ridha), baik dari salah satu pihak, maupun kedua belah pihak, oleh karena adanya manipulasi informasi. Sementara saling ridha merupakan salah satu syarat sahnya jual beli.
๐Ÿ“šBagaimana apabila terjadi kasus, si penjual di tawar dagangannya di tengah perjalanan sebelum ia sampai ke pasar, dan si penjual benar-benar telah mengetahui harga pasaran?
Dalam hal, si penjual mengetahui harga pasar lalu dagangannya dibeli orang di tengah-tengah perjalanannya, dan ia rela serta ridha dengan harga yang ditawar oleh si pembeli, maka jual belinya sah, dan tidak termasuk dalam kategori jual beli yang dilarang.
Karena seluruh illat atau sebab larangannya menjadi tidak ada. Dan dalam hal larangannya sudah tidak ada, maka jual belinya berlaku seperti jual beli yang standar, yaitu sah nya transaksi.
๐Ÿ“šBerlaku Bagi Pedagang Yang Berkendara Atau Berjalan Kaki?
Para ulama mengemukakan, bahwa secara dzahir larangan dalam hadits di atas adalah untuk kafilah dagang yang menggunakan kendaraan. 
Karena dalam hadits disebutkan ( ุงู„ุฑูƒุจุงู† ) yang secara bahasa berarti para pengendara, atau yang mengendarai kendaraan.
Namun ulama sepakat bahwa yang dimaksud adalah bukan hanya pedagang yang mengendarai kendaraan, namun juga semua pedagang termasuk yang berjalan kaki.
Menguatkan pendapat tersebut, adalah hadits kedua riwayat Abu Hurairah ra, dimana nabi bersabda yang redaksinya (ูŠุชู„ู‚ู‰ ุงู„ุฌู„ุจ ) yang berarti menghadang barang dagangan. Tanpa menyebutkan apakah dengan berkendaraaan, atau berjalan kaki.
Sehingga kesimpulannya, menghadang atau mencegat kafilah dagang tersebut adalah haram, baik pedagangnya berkendaraan atau berjalan kaki.
๐Ÿ“šMakna Khiyar
Hadits di atas menjelaskan bahwa โ€œpemilik barang boleh melakukan khiyar, apabila ia sudah sampai ke pasar.โ€
Khiyar adalah hak pilih bagi salah satu pihak (dalam hal ini adalah bagi pedagang atau bagi pemilik barang), untuk meneruskan atau membatalkan transaksi, yang dikaitkan dengan syarat atau peristiwa tertentu.
Dalam konteks hadits di atas, pedagang atau kafilah dagang apabila telah terlanjur melepas barang dagangannya di tengah perjalanan, kepada pembeli yang membeli barangnya di tengah perjalanannya, maka ia memiliki hak khiyar yaitu hak pilih; apakah akan meneruskan transaksinya atau membatalkannya, apabila ia telah sampai di pasar dan mengetahui berapa harga pasar.
Jika penjual berkeinginan membatalkan transaksi, maka si pembeli harus mengembalikan barangnya secara keseluruhan, dan pedagang juga harus mengembalikan uangnya secara keseluruhan.
Hanya saja ulama berbeda pendapat berkenaan dengan khiyar dalam talaqqi rukban ini, apakah khiyar terjadi langsung pada saat jual beli dengan penghadang kafilah dagang tanpa di syarakatkan pada akad, ataukah ia terjadi khiyar apabila diyaratkan khiyar pada saat akad?
Jumhur ulama berpendapat bahwa khiyar langsung terjadi meskipun tidak disyaratkan sebelumnya. Karena khiyar dimaksudkan untuk menjaga kepentingan penjual dari adanya unsur tipuan dalam harga (karena ia belum mengetahui harga pasar), dan agar ia tidak merugi.
Sementara ulama lainnya berpendapat bahwa hal tersebut harus disepakati di awal akad, akan adanya khiyar.
๐Ÿ“šLarangan Berlaku Baik Bagi Pembeli Maupun Bagi Penjual
Secara dzahir, hadits di atas melarang untuk menghadang kafilah dagang lalu membeli barang dagangan mereka sementara mereka belum sampai di pasar dan atau belum mengetahui harga pasar.
Namun para ulama sepakat, bahwa larangan tersebut berlaku bukan hanya bagi calon pembeli yang menghadang para kafilah untuk membeli barang mereka, namun juga berlaku bagi penjual yang menghadang pembeli yang akan ke pasar, sebelum pembeli mengetahui harga pasar.
Karena illat (sebab) larangannya adalah untuk menjaga kemasalahatan jual beli bagi semua pihak, termasuk untuk pasar agar tercipta suasana jual beli yang baik dan saling ridha.
๐Ÿ“šHikmah Larangan Talaqqi Rukban
Islam merupakan agama yang universlal, yang ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Dan diantara cakupan ajaran Islam adalah mencakup sisi muamalah, khususnya jual beli. Sehingga Islam demikian memperhatikan sisi kemaslahatan pada jual beli, dan memberikan aturan untuk melindungi kemaslahatan umat manusia.
Dalam jual beli pun, Islam tidak hanya memperhatikan pada sisi objek akad dalam jual beli semata, akan tetapi juga sangat memperhatikan pada tatacara dan proses dalam jual belinya. Sehinga tata cara dan proses yang berpotensi menimbulkan kerugian salah satu pihak atau bahkan kedua belaih pihak menjadi dilarang.
Pentingnya kesetaraan posisi antara penjual dan pembeli, dimana keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama. Dan oleh karenanya, ketika melakukan transaksi mereka harus saling ridha satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya, Islam melarang jual beli yang tidak didasari dengan an taradhin. Maka Ijab dan Qabul merupakan representatif dari tanda keridhaan kedua belah pihak.
Informasi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam transaksi. Karena apabila transaksi yang diterima adalah salah, maka akan berdampak bisa merugikan salah satu pihak. Oleh karenanya, tidak bolehnya mencegat kafilah dagang adalah karena potensi mendapatkan informasi yang tidak tepat atau bahkan palsu, lalu merugikan pihak penjual.
Islam mengharamkan manipulasi dalam segala transaksi, apapun bentuknya. Terlebih-lebih apabila manipulasi itu dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri yang sekaligus merugikan pihak lain. Itulah sebabnya dilarangnya berbagai bentuk jual beli yang mengandung hal-hal yang manipulatif, seperti larangan jual beli najsyi, jual beli habalil habalah, jual beli urbun, dsb.
Keabsahan jual beli dan transaksi akan mendatangkan keberkahan. Keberkahan dalam rizki, insya Allah akan mendatangkan manfaat yang besar. 
Karena rizki yang halal, kecenderungannya akan mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang baik. Sebaliknya rizki yang haram, kecenderungannya akan mendorong pada perbuatan buruk dan dosa.
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู‰ ูˆุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Larangan Talaqqi Ruqban (Mencegat Kafilah Dagang)

๐Ÿ“† Rabu,  7 Jumadil Akhir 1437H / 16 Maret 2016
๐Ÿ“š Muamalah
๐Ÿ“ Ustadz Rikza Maulan, Lc,. M.Ag
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ 
ุจุงุจ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุชู„ู‚ูŠ ุงู„ุฑูƒุจุงู†
๐Ÿ“šHadits #1
ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆู’ุฏู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽุŒ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ููŽูŠูŽ ุงู„ู’ุจููŠููˆู’ุนู (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡)
Dari Ibnu Masโ€™ud ra berkata, bahwa Rasulullah SAW melarang menghadang kafilah dagang (di tengah perjalanan untuk membeli barang dagangannya).โ€™ 
(Muttafaqun Alaih)
๐Ÿ“šHadits #2
ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุจู ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽุงู‡ู ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŒ ููŽุงุจู’ุชูŽุงุนูŽู‡ู ููŽุตูŽุงุญูุจู ุงู„ุณู‘ูู„ู’ุนูŽุฉู ูููŠู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฏูŽ ุงู„ุณู‘ููˆู‚ูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุจุฎุงุฑูŠุŒ ูˆููŠู‡ ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุตุญุฉ ุงู„ุจูŠุน)
Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Nabi SAW melarang menghadang barang dagangan. Maka jika seseorang menghadangnya lalu membeli barang dagangan darinya, maka jika pemilik barang itu tiba di pasar, dia boleh memilih antara membatalkan jual beli tersebut atau melanjutkan nya.โ€™ 
(HR. Jamaah, kecuali Imam Bukhari. Hadits ini merupakan dalil sahnya jual beli tersebut).
๐Ÿ“šTakhrij Hadits
๐Ÿ”นHadits pertama, dari Ibnu Masโ€™ud ra diriwayatkan oleh :
Imam Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Al-Buyuโ€™ Bab An-Nahyi an Talaqqi Rukban wa Anna Baiโ€™ahu Mardud, Hadits no 2019.
Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Tahrim Talaqqi Al-Jalbi, Hadits no 2794.
๐Ÿ”นSedangkan hadits kedua, dari Abu Hurairah ra diriwayatkan oleh :
Imam Muslim dalam Shahihnya Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Tahrim Talaqqi Al-Jalbi, hadits no 2795.
Imam Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab Al-Buyuโ€™ an Rasulillah SAW, Bab Ma Jaโ€™a fi Karahiyati Talaqqi Al-Buyuโ€™, hadits no 1142.
Imam Abu Daud dalam Sunannya, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab fi At-Talaqqi, hadits no 2980.
๐Ÿ“šMakna Umum
Secara umum, hadits di atas menggambarkan tentang larangan menghadang kafilah dagang, dalam artian menghadang atau mencegat kafilah dagang yang akan menjual barang dagangan mereka ke pasar, untuk membeli barang-barang dagangannya, sebelum mereka sampai di pasar.
Larangan dalam hadits di atas, sesungguhnya di satu sisi dimaksudkan untuk melindungi kepentingan para kafilah dagang tersebut, yaitu supaya kafilah dagang sampai di pasar, dan mengetahui berapa harga pasar, lalu mereka menjualnya atas dasar harga dari keridhaan mereka. 
Dan di sisi lain menjaga kepentingan masyarakat, agar tetap bisa mendapatkan barang yang mereka butuhkan.
Penghadangan atau pencegatan kafilah dagang tersebut dapat merugikan para pedagang, karena berpotensi terjadinya manipulasi harga barang dari pembeli, karena pedagang belum mengetahui berapa harga barang yang sesungguhnya di pasaran.
๐Ÿ“šMakna Talaqqi Rukban
Secara bahasa, talaqqi rukban ( ุชู„ู‚ูŠ ุงู„ุฑูƒุจุงู† ) terdiri dari dua kata yaitu :
( ุชู„ู‚ูŠ ) 
yang arti dasarnya adalah menemui, yaitu menemui di pertengahan jalan. Dan dalam konteks hadits ini adalah menghadang atau mencegat.
( ุงู„ุฑูƒุจุงู† ) secara bahasa
 artinya orang yang berkendaraan. 
Dan yang dimaksudkan adalah para pedagang yang berkendaraan. Karena umumnya pedagang membawa dagangan adalah dengan menggunakan kendaraan.
๐Ÿ”บSedangkan maknanya secara istilah adalah, menemui atau menghadang rombongan kafilah dagang yang hendak berdagang menuju pasar membawa barang dagangannya, dengan maksud untuk membeli barang dagangan mereka, sebelum sampai ke pasar dan atau sebelum mereka mengetahui harga pasar.
๐Ÿ“šHukum Talaqqi Rukban
Ulama berbeda pendapat, perihal hukum talaqqi rukban :
๐Ÿ’ฆImam Syaukani mengemukakan bahwa hukum talaqqi rukban, yaitu mencegat kafilah dagang untuk membeli barang dagangan mereka sebelum mereka sampai ke pasar dan mengetahui harga pasar, adalah haram.
๐Ÿ’ฆSedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa talaqqi rukban hukumnya boleh dan menjadi makruh, apabila :
๐Ÿ”นMerugikan penduduk (masyarakat) yang menjadi tujuan para kafilah dagang.
๐Ÿ”นInformasi tentang harga pasar menjadi samar dan tidak jelas, sehingga pedagang tidak mengetahui berapa harga pasarnya.
๐Ÿ’กKesimpulannya adalah, bahwa hukum talaqqi rukban yang mengakibatkan kerugian bagi penjual (kafilah dagang), adalah haram, tidak diperbolehkan. 
Kecuali apabila pedagang mengetahui dengan pasti harga pasar, dan ia menjual dengan keridhaannya atas dasar harga pasar yang diketahuinya.
๐Ÿ“šDampak Talaqqi Rukban Pada Jual Beli
๐Ÿ”นBersambung๐Ÿ”น
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…