Allah Maha Berkehendak

Apakah Makhluk Pertama Kali Yang Allahย ๏ทปย Ciptakan?

๐Ÿ“ Pemateri: Farid Nu’man Hasan

Para ulama berbeda pendapat tetang hal ini:

Pertama. Mereka yang mengatakan Qalam adalah makhluk pertama yang Allah ๏ทป ciptakan sebelum seluruh makhluk lainnya. Inilah pendapat Imam Ibnu Jarir, Imam Ibnul Jauzi, dan selainnya. Imam Ibnu Jarir mengatakan setelah itu Allah ๏ทป menciptakan awan tipis. (Imam Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah, 1/9)

Dalilnya adalah dari โ€˜Ubadah bin Ash Shamit Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ุฅู† ุฃูˆู„ ู…ุง ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ู„ู…

Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah Al Qalam. (HR. At Tirmidzi No. 3319, katanya:hasan shahih. Abu Daud No. 4700, Ahmad No. 22705. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: shahih. Lihat Taโ€™liq Musnad Ahmad No. 22705)

Kedua. Mereka yang mengatakan โ€˜Arsy adalah makhluk pertama yang Allah ๏ทป ciptakan sebelum yang lainnya. Inilah pendapat mayoritas ulama, seperti yang dinukilkan Al Hafizh Abul โ€˜Ala Al Hamdani dan lainnya. (Al Bidayah wan Nihayah, Ibid)

Dalilnya adalah dari Abdullah bin โ€˜Amr bin Al โ€˜Ash Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽู‚ูŽุงุฏููŠุฑูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู„ูŽุงุฆูู‚ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฎู’ู„ูู‚ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ุจูุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ุณูŽู†ูŽุฉูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ูˆูŽุนูŽุฑู’ุดูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู

Allahย ๏ทปย menuliskan takdir-takdir bagi makhluk sebelum menciptakan langit dan bumi sejauh 50.000 tahun. Beliau bersabda: โ€˜Arsy-Nya di atas air. (HR. Muslim No. 2653)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan:

ูˆู‚ุฏ ุฏู„ ู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฃู† ุฐู„ูƒ ุจุนุฏ ุฎู„ู‚ ุงู„ุนุฑุด ูุซุจุช ุชู‚ุฏูŠู… ุงู„ุนุฑุด ุนู„ู‰ ุงู„ู‚ู„ู… ุงู„ุฐูŠ ูƒุชุจ ุจู‡ ุงู„ู…ู‚ุงุฏูŠุฑ ูƒู…ุง ุฐู‡ุจ ุฅู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฌู…ุงู‡ูŠุฑ. ูˆูŠุญู…ู„ ุญุฏูŠุซ ุงู„ู‚ู„ู… ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ุฃูˆู„ ุงู„ู…ุฎู„ูˆู‚ุงุช ู…ู† ู‡ุฐุง ุงู„ุนุงู„ู…

Hadits ini menunjukkan bahwa peristiwa itu terjadi setelah penciptaan โ€˜Arsy, maka telah shahih bahwa โ€˜Arys lebih dahulu dari pada Qalam, yang dengannya dituliskan takdir-takdir sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Ada pun hadits tentang Qalam, mereka menafsirkan bahwa Qalam adalah makhluk pertama di jagat raya (bukan makhluk yang pertama kali ย diciptakan, pen). (Al Bidayah wan Nihayah, ibid)

Imam Ibnu Jarir menolak pendapat ini dengan beberapa riwayat yang dia jadikan hujjah. Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan:

ู‚ุงู„ ุงุจู† ุฌุฑูŠุฑ ูˆู‚ุงู„ ุขุฎุฑูˆู† ” ุจู„ ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒูˆุฌู„ ุงู„ู…ุงุก ู‚ุจู„ ุงู„ุนุฑุด ” ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุณุฏูŠ ุนู† ุฃุจูŠ ู…ุงู„ูƒ ูˆุนู† ุฃุจูŠ ุตุงู„ุญ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ูˆุนู† ู…ุฑุฉ ุนู† ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ูˆุนู† ู†ุงุณ ู…ู† ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ู‚ุงู„ูˆุง ” ุงู† ุงู„ู„ู‡ ูƒุงู† ุนุฑุดู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุงุก (1)ุŒ ูˆู„ู… ูŠุฎู„ู‚ ุดูŠุฆุง ุบูŠุฑ ู…ุง ุฎู„ู‚ ู‚ุจู„ ุงู„ู…ุงุก ” ูˆุญูƒู‰ ุงุจู† ุฌุฑูŠุฑ ุนู† ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุงุณุญุงู‚ ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„ ” ุฃูˆู„ ู…ุง ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒูˆุฌู„ ุงู„ู†ูˆุฑ ูˆุงู„ุธู„ู…ุฉ ุซู… ู…ูŠุฒ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูุฌุนู„ ุงู„ุธู„ู…ุฉ ู„ูŠู„ุง ุฃุณูˆุฏ ู…ุธู„ู…ุงุŒ ูˆุฌุนู„ ุงู„ู†ูˆุฑ ู†ู‡ุงุฑุง ู…ุถูŠุฆุง ู…ุจุตุฑุง ” ู‚ุงู„ ุงุจู† ุฌุฑูŠุฑ ูˆู‚ุฏ ู‚ูŠู„: ” ุฅู† ุงู„ุฐูŠ ุฎู„ู‚ ุฑุจู†ุง ุจุนุฏ ุงู„ู‚ู„ู… ุงู„ูƒุฑุณูŠ. ุซู… ุฎู„ู‚ ุจุนุฏ ุงู„ูƒุฑุณูŠ ุงู„ุนุฑุดุŒ ุซู… ุฎู„ู‚ ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ ุงู„ู‡ูˆุงุก ูˆุงู„ุธู„ู…ุฉ. ุซู… ุฎู„ู‚ ุงู„ู…ุงุก ููˆุถุน ุนุฑุดู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุงุก ” ูˆุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู…

ย Ibnu Jarir dan lainnya mengatakan: โ€œBahkan Allah telah menciptakan air sebelum โ€˜Arsy.โ€ As Suddi meriwayatkan dari Abu Malik, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, dan dari Murrah, dari Ibnu Masโ€™ud, dari manusia para sahabat Nabiย ๏ทบ,ย mereka mengatakan: โ€œSesungghnya โ€˜ArsyNya ada di atas air, dan Dia belum menciptakan apa pun selain apa yang Dia ciptakan sebelum air.โ€ Ibnu Jarir menceritakan dari Muhammad bin Ishaq, dia berkata: โ€œYang pertama kali Allahย ๏ทปย ciptakan adalah cahaya dan kegelapan, lalu ย Allah memisahkan keduanya sehingga dijadikanNya kegelapan itu di malam hari dan dijadikannya cahaya itu siang hari yang terang benderang. Berkata Ibnu Jarir: telah dikatakan: โ€œSesungguhnya yang diciptakan Rabb kami setelah Qalam adalah Kursiy, lalu setelah Kursiy adalah โ€˜Arsy, lalu setelah itu udara dan kegelapan, lalu diciptakan air maka diletakan โ€˜ArsyNya di atas air.โ€ Wallahu Aโ€™lam (Al Bidayah, 1/10) Tapi, riwayat-riwayat ini tidak dijelaskan keshahihannya oleh Imam Ibnu Jarir.

Ketiga.ย Pendapat yang mengatakan bahwa yang pertama kali Allahย ๏ทปย ciptakan adalah โ€œNur Muhammad.โ€ Pendapat ini dianut oleh golongan sufi.

Dalilnya, dari Jabir Radhiallahu โ€˜Anhu bahwa Nabiย ๏ทบย bersabda:

ุฃูˆู„ ู…ุง ุฎู„ู‚ุช ู†ูˆุฑ ู†ุจูŠูƒ ูŠุง ุฌุงุจุฑ

โ€œPertama kali yang diciptakan adalah Nur Nabimu wahai Jabir!โ€ (HR. Abdurazzaq, lihat Al โ€˜Ajluni dalam Kasyful Khafa, 1/302)

Bahkan golongan ini meyakini bahwa Nur Muhammad diciptakan sebelum Lauh Mahfuzh, Qalam, surga, neraka, malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, jin dan manusia. (Ibid)

Namun pendapat ini ditentang secara keras, dan dituding sebagai pendapat yang ย menyimpang, karena dasarnya adalah riwayat yang palsu. Berikut ini keterangannya:

ูˆู‡ุฐุง ุญุฏูŠุซ ู…ูˆุถูˆุน ู…ูƒุฐูˆุจ ู„ุง ู‚ูŠู…ุฉ ู„ู‡ุŒ ูู†ุญู† ู†ุณู…ุน ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ูˆู‚ุช ูŠู‚ูˆู„ูˆู†: ูŠุง ุฃูˆู„ ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡! ูˆูŠุง ู†ูˆุฑ ุนุฑุด ุงู„ู„ู‡! ูู…ุง ู‡ูˆ ุงู„ูุฑู‚ ุจูŠู† ู‡ุฐุง ุงู„ู‚ูˆู„ ูˆุจูŠู† ู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุตุงุฑู‰: ุนูŠุณู‰ ุงุจู† ุงู„ู„ู‡ุŸ ู‡ุฐุง ุถู„ุงู„ ูˆุฐุงูƒ ุถู„ุงู„

Hadits ini palsu dan dusta, tidak ada nilainya. Kami mendengar orang-orang sekarang ย mengatakan: Wahai makhluk Allah yang pertama! Wahai cahaya โ€˜Arsynya Allah! Maka, apa bedanya perkataan ini dengan perkataan orang Nasrani: โ€œIsa adalah anak Allah?โ€ Ini sesat yang itu juga sesat. (Syaikh Hasan Abul Asybal Az Zuhri Al Mishri, Syarh Shahih Muslim, 13/97)

Sementara Syaikh Al Albani menyebut ini sebagaiย min abthalil baathilย (di antara kebatilan yang paling batil). (Mausuโ€™ah Al Albani fil โ€˜Aqidah, 3/816)

Manakah yang lebih shahih? Al Hafizh Abul โ€˜Ala Al Hamdaniย  Rahimahullah ย mengatakan ย pendapat yang paling shahih adalah yang mengatakan โ€˜Arsy sebagai makhluk pertama yang Allahย ๏ทปย ciptakan. (Al โ€˜Ajluni, Kasyful Khafa, 1/302). Dan, inilah pendapat mayoritas ulama.

Wallahu Aโ€™lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Kedudukan As Sunnah An Nabawiyah Dalam Islam (pengantar – bag. 2)

๐Ÿ“ Pemateri: Farid Nu’man Hasan, SS

Kemarin kita sudah bahas definisi As Sunnah, selanjutnya kita bahas dalil-dalil kenapa kita menggunakan As Sunnah.

Dalil-Dalil Kehujjahan As Sunnah

Berikut ini adalah dalil-dalil kenapa umat Islam menjadikan As Sunnah sebagai salah satu marjaโ€™ย  (referensi) pokok bersama Al Quran.

Dari Al Qurโ€™an:

Ayat 1:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ูˆูŽุฃููˆู„ููŠ ุงู„ุฃู…ู’ุฑู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู†ูŽุงุฒูŽุนู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุฑูุฏู‘ููˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุชูŽุฃู’ูˆููŠู„ุง

โ€œHai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnyaโ€ (QS. An Nisa (4): 59)

Dikeluarkan oleh Abdullah bin Humaid, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Hatim, dari โ€˜Atha, bahwa ayat โ€˜Taatlah kepada Allah dan Rasulโ€™ adalah mengikuti Al Kitab dan As Sunnah. (Imam Asy Syaukany, Fathul Qadir, 2/166. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)

Athiโ€™uur rasul artinya khudzuu bisunnatihi (ambillah sunahnya). (Imam Ibnu Katsir, Jilid 1, hal. 518. Darul Kutub Al Mishriyah)

Ayat kedua:

ููŽู„ูŽุง ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุญูŽูƒู‘ูู…ููˆูƒูŽ ูููŠู…ูŽุง ุดูŽุฌูŽุฑูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฌูุฏููˆุง ูููŠ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุฌู‹ุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุง

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An Nisa (4): 65)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menerangkan:

ูŠูู‚ู’ุณูู…ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู…ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูู‚ูŽุฏู‘ูŽุณูŽุฉู: ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุญูŽูƒู… ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูููŠ ุฌูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑูุŒ ููŽู…ูŽุง ุญูŽูƒูŽู…ูŽ ุจูู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุฌูุจู ุงู„ูุงู†ู’ู‚ููŠูŽุงุฏู ู„ูŽู‡ู ุจูŽุงุทูู†ู‹ุง ูˆูŽุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุงุ› ูˆูŽู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: {ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฌูุฏููˆุง ูููŠ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุฌู‹ุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุง} ุฃูŽูŠู’: ุฅูุฐูŽุง ุญูŽูƒู‘ูŽู…ููˆูƒูŽ ูŠูุทููŠุนููˆู†ูŽูƒูŽ ูููŠ ุจูŽูˆูŽุงุทูู†ูู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌูุฏููˆู†ูŽ ูููŠ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุฌู‹ุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ุญูŽูƒูŽู…ู’ุชูŽ ุจูู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‚ูŽุงุฏููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุธู‘ูŽุงู‡ูุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุงุทูู†ู ููŽูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู†ูŽ ู„ูุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุง ูƒูู„ู‘ููŠู‘ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูู…ูŽุงู†ูุนูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูุฏูŽุงููุนูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูู†ูŽุงุฒูุนูŽุฉูุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฏูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู: “ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู‡ูŽูˆูŽุงู‡ู ุชูŽุจูŽุนู‹ุง ู„ูู…ูŽุง ุฌูุฆู’ุชู ุจูู‡ู”

Allah ๏ทป bersumpah dengan diriNya yang mulia dan suci, bahwasanya tidaklah seseorang itu beriman sampai dia berhukum kepada Rasulullah ๏ทบ disemua urusan, maka apa-apa yang diputuskannya adalah kebenaran yang wajib ditaati baikย  bathin dan zhahir. Oleh karena itu firmanNya (โ€œkemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnyaโ€) yaitu jika mereka berhukum kepadamu (Muhammad) dan mentaatimu dalam bathin mereka dan mereka tidak ada kesempitan hati pada keputusanmu, dan tidak ada kontradiksi antara bathin dan zhahir mereka, maka mereka menerima secara total tanpa ada penolakan, perlawanan, dan perdebatan, sebagaimana terdapat dalam hadits: โ€œDemi yang jiwaku ada di tanganNya, tidaklah seseorang di antara kamu beriman sampai dia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa-apa yang aku bawa.โ€ (Tafsir Al Quran Al โ€˜Azhim, 2/349)

Ayat ketiga:

ู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุทูŽุงุนูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ

โ€œBarangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah…โ€ (QS. An Nisa (4): 80)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengomentari;

ูŠุฎุจุฑ ุชุนุงู„ู‰ ุนู† ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจุฃู†ู‡ ู…ู† ุฃุทุงุนู‡ ูู‚ุฏ ุฃุทุงุน ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆู…ู† ุนุตุงู‡ ูู‚ุฏ ุนุตู‰ ุงู„ู„ู‡ุŒูˆู…ุง ุฐุงูƒ ุฅู„ุง ู„ุฃู†ู‡ ู…ุง ูŠู†ุทู‚ ุนู† ุงู„ู‡ูˆู‰ุŒ ุฅู† ู‡ูˆ ุฅู„ุง ูˆุญูŠ ูŠูˆุญู‰

Allah Taโ€™ala mengabarkan tentang hamba dan RasulNya, bahwa barangsiapa yang taat kepadanya, maka itu termasuk taat juga kepada Allah, barangsiapa yang bermaksiat kepadanya maka itu termasuk bermaksiat kepada Allah, dan tidaklah hal itu melainkan bahwa apa yang dikatakannya bukan berasal dari hawa nafsunya, melainkan wahyu kepadanya. (Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 1. hal. 528)

Dan masih banyak ayat lainnya.

Wallahu A’lam

Bersambung … Insya Allah dalil-dalil As Sunnah sendiri.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Gemar Berbuat Baik

Kedudukan As Sunnah Nabawiyah dalam Islam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

๐Ÿ‘ค Ustadz Farid Nu’man Hasan

1๏ธโƒฃย Definisi

๐Ÿ“ Secara bahasa (Lughatan โ€“ Etimologis):

๐Ÿ‘‰ As Sunnah jamaknya adalah As Sunan, Al Qadhi โ€˜Iyadh mengatakan artinya Ath Thariiq (jalan/cara/metode). (Al Qadhiโ€™ Iyadh, Ikmal Al Muโ€™allim, 8/80. Lihat juga Imam Al โ€˜Aini, โ€˜Umdatul Qari, 35/436).

๐Ÿ‘‰ Lalu, Imam Abul Abbas Al Qurthubi mengatakan: Ath Thariiq Al Masluukah (jalan yang dilewati). (Imam Abul Abbas Al Qurthubi, Al Mufhim Lima Asykala Min Talkhishi fi Kitabi Muslim, 22/53)

๐Ÿ‘‰Juga bisa berarti As Siirah (peri kehidupan/perjalanan) (lihat Syaikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Hujjah As Sunnah An Nawawiyah, Hal.ย  88) Juga berarti perilaku. (Kamus Al Munawwir, Hal. 669)

๐Ÿ‘‰ Dalam Al Munjid disebutkan makna As Sunnah, yakni: As Sirah (perjalanan),ย  Ath Thariqah (jalan/metode), Ath Thabiโ€™ah (tabiat/watak), Asy Syariโ€™ah (syariat/jalan). (Al Munjid fil Lughah wal Aโ€™lam, hal. 353)

Hal ini nampak dariย  hadits berikut:

Dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

“ู„ูŽุชูŽุชู‘ูŽุจูุนูู†ู‘ูŽ ุณูŽู†ูŽู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ุดูุจู’ุฑู‹ุง ุจูุดูุจู’ุฑู ูˆูŽุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ุจูุฐูุฑูŽุงุนู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู„ูŽูˆู’ ุณูŽู„ูŽูƒููˆุง ุฌูุญู’ุฑูŽ ุถูŽุจู‘ู ู„ูŽุณูŽู„ูŽูƒู’ุชูู…ููˆู‡ู ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุตูŽุงุฑูŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ุŸ “

โ€œKalian akan benar-benar mengikuti sunan (JALAN-JALAN) orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai-sampai walau mereka melewati lubang biawak, kalian akan menempuhnya juga.โ€ Kami berkata: โ€œWahai Rasulullah, apakah mereka adalah Yahudi dan Nasrani?โ€ Beliau bersabda: โ€œYa Siapa lagi?โ€ (HR. Bukhari No. 3269, 6889, Muslim No. 2669, Ibnu Hibban No. 6703 , Ahmad No. 11800)

Disebutkan dalam sebuah hadits terkenal:

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ููŽู„ูŽู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฌู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุกูŒ ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุฉู‹ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูุฒู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽูˆูุฒู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ู ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุกูŒ

โ€œBarangsiapa dalam Islam memulaiย  KEBIASAAN baik, maka tercatat baginya pahala dan pahala orang yang mengikutinya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka yang mengikutinya. Barangsiapa dalam Islam memulai kebiasaan buruk, maka tercatat baginya dosa dan dosa orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka.โ€ (HR. Muslim, No. 1017, At Tirmidzi No. 2675, An Nasaโ€™i No. 2554, Ibnu Majah No. 203)

Imam Abul Abbas Al Qurthubi Rahimahullah mengomentari kalimat : Man sanna fil Islam sunnatan hasanah โ€ฆ, katanya:

ู…ู† ูุนู„ ูุนู„ุงู‹ ุฌู…ูŠู„ุงู‹

โ€œBarangsiapa yang mengerjakan fiโ€™l (perbuatan/perilaku) yang bagus ..โ€ (Al Mufhim, 9/33)

๐Ÿ“ Makna Secara Istilah (Ishthilahan -Terminologis):

Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al Qahthani menyebutkan makna As Sunnah:

ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุงู„ุณู†ุฉ : ุงู„ุทุฑูŠู‚ุฉ ุงู„ุชู‰ ูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆ ุฃุตุญุงุจู‡ ูˆู…ู† ุชุจุนู‡ู… ุจุฅุญุณุงู† ุฅู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

Yang dimaksud dengan As Sunnah adalah: jalan yang Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, para
sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik berada di atasnya sampai hari kiamat. (Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al Qahthani, Syarh Al โ€˜Aqidah Al Wasathiyah, Hal. 10. Mu-asasah Al Juraisi)
Selain itu dalam perkembangannya, makna As Sunnah terbagi menjadi beberapa bagian sesuai disiplin ilmu yang mengikatnya.

๐Ÿ“œ Menurut Ahli Ushul

Imam Ibnul Atsir Rahimahullah mengatakan:

ูˆุฅุฐุง ุฃุทู„ู‚ุช ููŠ ุงู„ุดุฑุนุŒ ูุฅู†ู…ุง ูŠุฑุงุฏ ุจู‡ุง ู…ุง ุฃู…ุฑ ุจู‡ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆู†ู‡ู‰ ุนู†ู‡ุŒ ูˆู†ุฏุจ ุฅู„ูŠู‡ ู‚ูˆู„ุงุŒ ูˆูุนู„ุง ู…ู…ุง ู„ุง ูŠู†ุทู‚ ุจู‡ ุงู„ูƒุชุงุจ ุงู„ุนุฒูŠุฒุŒ ูˆู„ู‡ุฐุง ูŠู‚ุงู„: ููŠ ุฃุฏู„ุฉ ุงู„ุดุฑุน ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ุฉ. ุฃูŠ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆุงู„ุญุฏูŠุซ

โ€œJika dilihat dari sudut pandang syaraโ€™, maka maksudnya adalah apa-apa yang diperintahkan dan dilarang Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, dan apa yang dianjurkannya baik perkataan, perbuatan yang tidak dibicarakan oleh Al Quran. Maka, dikatakan: tentang dalil-dalil Syaraโ€™ adalah Al Kitab dan As Sunnah, yaitu Al Quran dan Al
Hadits.โ€ (An Nihayah, 1/186)

Syaikh Abdul Qadir As Sindi Rahimahullah mengatakan:

ุนุจุงุฑุฉ ุนู…ุง ุตุฏุฑ ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ุง ุนุฏุง ุงู„ู‚ุฑุขู† ุงู„ูƒุฑูŠู… ู…ู† ู‚ูˆู„, ุฃูˆ ูุนู„, ุฃูˆ ุชู‚ุฑูŠุฑุŒ ููŠุฎุฑุฌ ู…ู† ุงู„ุณู†ุฉ ุนู†ุฏู‡ู… ู…ุง ุตุฏุฑ ู…ู† ุบูŠุฑู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุฑุณูˆู„ุง ูƒุงู† ุฃูˆ ุบูŠุฑ ุฑุณูˆู„ุŒ ูˆู…ุง ุตุฏุฑ ุนู†ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุจู„ ุงู„ุจุนุซุฉ

โ€œKeterangan tentang apa yang berasal dari Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam selain dari Al Quran Al Karim, berupa perkataan, perbuatan, atau persetujuannya. Yang tidak termasuk dari As Sunnah menurut mereka adalah apa yang selain dari Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, baik dia seorang rasul atau selain rasul, dan apa-apa yang berasal dari Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sebelum masa biโ€™tsah (masa diutusย  menjadi rasul).โ€

(Syaikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Hujjah As Sunnah An Nawawiyah, Hal.ย  88. 1975M-1395H. Penerbit: Al Jamiโ€™ah Al Islamiyah – Madinah)

Jadi, menurut para ahli ushul, As sunnah adalah semua yang datang dari Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, bukan dari selainnya dan bukan pula dari Al Quran, khususnya yang berimplikasi kepada hukum syaraโ€™, baik berupa perintah, larangan, dan anjuran.

๐Ÿ“œ Menurut Fuqaha (Ahli Fiqih)

Berkata Syaikh Abdul Qadir As Sindi:

ูู‡ูŠ ุนู†ุฏู‡ู… ุนุจุงุฑุฉ ุนู† ุงู„ูุนู„ ุงู„ุฐูŠ ุฏู„ ุงู„ุฎุทุงุจ ุนู„ู‰ ุทู„ุจู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฅูŠุฌุงุจุŒ ูˆูŠุฑุงุฏูู‡ุง ุงู„ู…ู†ุฏูˆุจ ูˆุงู„ู…ุณุชุญุจุŒ ูˆุงู„ุชุทูˆุนุŒ ูˆุงู„ู†ูู„ุŒ ูˆุงู„ุชูุฑู‚ุฉ ุจูŠู† ู…ุนุงู†ูŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู„ูุงุธ ุงุตุทู„ุงุญ ุฎุงุต ู„ุจุนุถ ุงู„ูู‚ู‡ุงุกุŒ ูˆู‚ุฏ ุชุทู„ู‚ ุนู„ู‰ ู…ุง ูŠู‚ุงุจู„ ุงู„ุจุฏุนุฉ ู…ู†ู‡ ู‚ูˆู„ู‡ู… ุทู„ุงู‚ ุงู„ุณู†ุฉ ูƒุฐุงุŒ ูˆุทู„ุงู‚ ุงู„ุจุฏุนุฉ ูƒุฐุงุŒ ูู‡ู… ุจุญุซูˆุง ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ุฉ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ุฐูŠ ุชุฏู„ ุฃูุนุงู„ู‡ ุนู„ู‰ ุญูƒู… ุดุฑุนูŠ

โ€œMaknanya menurut mereka adalahย  istilah tentang perbuatan yang menunjukkan perkataanย  perintah selain
kewajiban. Persamaannya adalah mandub (anjuran), mustahab (disukai), tathawwuโ€™ (suka rela), an nafl (tambahan). Perbedaanย  makna pada lafaz-lafaz istilah ini, memiliki makna tersendiri bagi sebagian fuqaha. Istilah ini juga digunakan sebagai lawan dari bidโ€™ah, seperti perkataan mereka: thalaq sunah itu begini, thalaq bidโ€™ah itu begini . Jadi,ย  pembahasan mereka pada apa-apa yang datang dari Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam
yang menunjukkan perbuatannya itu sebagai hukum syarโ€™i.โ€ (Ibid)

๐Ÿ“œ Menurut Muhadditsin (Ahli Hadits)

Beliau juga mengatakan:

ุงู„ุฑุฃูŠ ุงู„ุณุงุฆุฏ ุจูŠู†ู‡ู… – ูˆู„ุง ุณูŠู…ุง ุงู„ู…ุชุฃุฎุฑูŠู† ู…ู†ู‡ู… – ุฃู† ุงู„ุญุฏูŠุซ ูˆุงู„ุณู†ุฉ ู…ุชุฑุงุฏูุงู† ู…ุชุณุงูˆูŠุงู† ูŠูˆุถุน ุฃุญุฏู‡ู…ุง ู…ูƒุงู† ุงู„ุขุฎุฑ

Pendapat utama di antara mereka โ€“apalagi kalangan mutaโ€™akhirin- bahwa Al Hadits danย  As Sunnah adalah muradif (sinonim-maknanya sama), yang salah satunya diletakkan pada posisi yang lain. (Ibid)
Sedangkan hadits adalah โ€“sebagaimana dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah:

ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ู†ุจูˆูŠ ู‡ูˆ ุนู†ุฏ ุงู„ุฅุทู„ุงู‚ ูŠู†ุตุฑู ุฅู„ู‰ ู…ุง ุญูุฏู‘ูุซ ุจู‡ ุนู†ู‡ ุจุนุฏ ุงู„ู†ุจูˆุฉ : ู…ู† ู‚ูˆู„ู‡ ูˆูุนู„ู‡ ูˆุฅู‚ุฑุงุฑู‡ุŒ ูุฅู† ุณู†ุชู‡ ุซุจุชุช ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ูˆุฌูˆู‡ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ

โ€œAl Hadits An Nabawi adalah berangkat dari apa-apa yang diceritakan darinya setelah masa kenabian: berupa perkataan, perbuatan, dan persetujuannya. Jadi, sunahnya ditetapkan dari tiga hal ini.โ€ (Majmuโ€™ Al Fatawa, 18/6)

Syaikh Dr. Mahmud Ath Thahhan mendefinisikan Al Hadits:

ู…ุง ุงุถูŠู ุฅู„ู‰ ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ู‚ูˆู„ ุงูˆ ูุนู„ ุงูˆ ุชู‚ุฑูŠุฑ ุงูˆ ุตูุฉ

โ€œApa saja yang dikaitkan kepada Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berupa perkataan, atau perbuatan, atau persetujuan, atau sifatnya.โ€ (Taysirย ย  Mushthalahul Hadits, Hal. 14. Tanpa tahun)

Jadi, makna As Sunnah dalam pandangan ahli hadits adalah semua yang disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam setelah diutusnya menjadi Rasul, baik perkatan, perbuatan, persetujuan, dan sifatnya, tanpa dibedakan mana yang mengandung muatan syariat atau bukan, semuanya adalah As Sunnah.

Namun dalam pemakaian sehari-hari, istilah Al Hadits โ€“walau maknanya sama dengan As Sunnah- lebih sering dikaitkan dengan perkataan (Qaul) nabi saja. Maka, sering kita dengar manusia mengatakan sebuah kalimat:

โ€œDalam sebuah hadits nabi bersabda โ€ฆ.โ€, jarang sekali kita dengar manusia mengatakan: โ€œDalam sebuah sunah nabi bersabda โ€ฆโ€

Hal ini dikatakan oleh Prof. Dr. โ€˜Ajaj Al Khathib, dalam kitab Ushulul Hadits, sebenarnya Al Hadits merupakan sinonim dari As Sunnah, yaitu segala sesuatu yang berasal dari Rasulullah baik ucapan, perbuatan, dan taqrir.

Namun, dalam pemakaiannya Al Hadits lebih sempit maknanya, yaitu identik dengan qauliyah (ucapan) Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, sebagaimana yang ditetapkan oleh para Ahli Ushul. (Prof. Dr.Muhammad โ€˜Ajaj Al Khathib, Ushulul Hadits, hal. 8)

๐Ÿ”ˆ Bersambung…..


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678