HaditsMateri Kajian Manis

Bebagai Amalan yang Dianjurkan di Bulan Syaโ€™ban

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

ุนูŽู†ู’ ุฃูุณูŽุงู…ูŽุฉูŽ ุจู’ู†ูŽ ุฒูŽูŠู’ุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุฑูŽูƒูŽ ุชูŽุตููˆู…ู ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ ุงู„ุดู‘ูู‡ููˆุฑู ู…ูŽุง ุชูŽุตููˆู…ู ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงุงู†ูŽุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ูŠูŽุบู’ููู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุฌูŽุจู ูˆูŽุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ุชูุฑู’ููŽุนู ูููŠู‡ู ุงู’ู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ ููŽุฃูุญูุจู‘ู ุฃุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑู’ููŽุนูŽ ุนูŽู…ูŽู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ)

Dari Usamah bin Zaid ra berkata, aku bertanya kepada Rasulullah SAW, โ€˜Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa sunnah di bulan-bulan lainnya (sebanyak) engkau berpuasa di bulan syaโ€™ban?โ€™ Beliau bersabda, โ€˜Ia merupakan bulan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Padahal bulan Syaโ€™ban merupakan bulan diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT, dan aku berkeinginan ketika amalku diangkat dan dilaporkan kepada Allah, aku dalam keadaan berpuasa.โ€™ (HR. Nasaโ€™i)

ยฉ๏ธ Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Naasโ€™I dalam Sunannya, dalam Kitab As-Shiyam, Bab Shaumin Nabi SAW hadits no 2318. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, dalam Musnad Al-Anshar, hadtis Usamah bin Zaid Hubbi Rasulillah SAW, hadits no 20758.

ยฎ๏ธ Hikmah Hadits :

1. Syaโ€™ban merupakan bulan yang Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk senantiasa mewarnainya dengan berbagai macam ibadah, khususnya memperbanyak ibadah puasa sunnah. Banyak riwayat yang menggambarkan bahwa beliau SAW sangat antusias mengerjakan puasa sunnah di bulan Syaโ€™ban, bahkan digambarkan oleh Aisyah ra bahwa Nabi SAW berpuasa penuh di bulan Syaโ€™ban, kecuali beberapa hari saja yang beliau tidak berpuasa di bulan Syaโ€™ban ini. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat berikut :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽุชู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู…” (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abu Salamah ra bahwa Aisyah ra mengatakan kepadanya, โ€˜Bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa pada bulan-bulan tertentu yang melebihi daripada puasa sunnah beliau di bulan Syaโ€™ban. Beliau berpuasa penuh (full) di bulan syaโ€™banโ€ฆโ€ (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lainnya juga disebutkan :

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุฑูŽู‡ู ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ู…ูู†ู†ู’ ุดูŽู‡ู’ุฑู ู‚ูŽุทู‘ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงุงู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‚ูŽู„ููŠู„ุงู‹ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Dari Aisyah ra berkata, โ€˜Aku tidak melihat beliau berpuasa pada bulan-bulan tertentu lebih banyak di bandingkan dengan puasa beliau di bulan syaโ€™ban. Beliau berpuasa penuh di bulan syaโ€™ban, beliau berpuasa di bulan syaโ€™ban kecuali sedikit.โ€™ (HR. Muslim)

2. Adapun hikmah mengapa Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaโ€™ban adalah sebagai berikut

โ€ข Karena Syaโ€™ban merupakan bulan diangkatnya amal perbuatan seorang hamba kepada Allah SWT, sebagaimana dijelasakan dalam riwayat di atas.

โ€ข Karena Bulan Syaโ€™ban merupakan pintu gerbang menuju sebuah bulan yang agung, yaitu bulan Ramadhan. Dan amalan wajib sekaligus amalan paling utama di bulan ramadhan adalah puasa ramadhan. Oleh karenanya setiap muslim harus mempersiapkan diri untuk menghadapi โ€˜kompetisiโ€™ kebaikan di bulan ramadhan, diantaranya dengan โ€˜latihanโ€™ berpuasa sunnah di bulan syaโ€™ban.

Mengenai hal ini, Syekh Ibnu Rajab mengemukakan, (al-Wakil, 1997 : 15) : โ€œSesungguhnya puasa syaโ€™ban adalah seperti sarana latihan untuk (persiapan) puasa ramadhan. Agar seseorang tidak merasakan kesusahan dan kepayahan dalam berpuasa ramadhan, bahkan sebaliknya ia menjadi telah terbiasa dan ternuansakan dengan ibadah puasa. Dengan puasa syaโ€™ban ini jugalah, seseorang dapat merasakan manisnya puasa ramadhan. Ia pun melaksanakan kewajiban untuk berpuasa dengan kekuatan dan semangat yang tinggi.โ€

3. Selain anjuran untuk memperbanyak puasa sunnah, di bulan Syaโ€™ban kita juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qurโ€™an. Dahulu para salafuna shaleh menjadikan bulan ini sebagai bulan membaca Al-Qurโ€™an, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut :

ูˆู‚ุงู„ ุณู„ู…ุฉ ุจู† ูƒู‡ูŠู„: ูƒุงู† ูŠู‚ุงู„ ุดู‡ุฑ ุดุนุจุงู† ุดู‡ุฑ ุงู„ู‚ุฑุงุกุŒ ูˆูƒุงู† ุญุจูŠุจ ุจู† ุฃุจูŠ ุซุงุจุช ุฅุฐุง ุฏุฎู„ ุดุนุจุงู† ู‚ุงู„: ู‡ุฐุง ุดู‡ุฑ ุงู„ู‚ุฑุงุกุŒ ูˆูƒุงู† ุนู…ุฑูˆ ุจู† ู‚ูŠุณ ุงู„ู…ู„ุงุฆูŠ ุฅุฐุง ุฏุฎู„ ุดุนุจุงู† ุฃุบู„ู‚ ุญุงู†ูˆุชู‡ ูˆุชูุฑุบ ู„ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† (ู„ุทุงุฆู ุงู„ู…ุนุงุฑู ููŠู…ุง ู„ู…ูˆุงุณู… ุงู„ุนุงู… ู…ู† ุงู„ูˆุธุงุฆูุŒ ุตูุญุฉ 135)

Salamah bin Kahil berkata, Dahulu dikatakan bahwa Syaโ€™ban merupakan bulannya para pembaca Al-Qurโ€™an. Sementara Habib bin Abi Tsabit berkata, Apabila memasuki bulan Syaโ€™ban ia berkata, โ€˜Ini (Syaโ€™ban) merupakan bulannya para pembaca Al-Qurโ€™an. Kemudian Amru bin Qais Al-Malaโ€™I apabila memasuki bulan Syaโ€™ban maka ia menutup tokonya, dan fokus untuk membaca Al-Qurโ€™an. (Lathaโ€™iful Maโ€™arif Fima Limawasimil Aami Minal Wadzaโ€™if, Ibnu Rajab Al-Hambali hal 135).

4. Selain banyak berpuasa sunnah dan membaca Al-Qurโ€™an, Syaโ€™ban juga dijadikan momentum bagi salafuna shaleh untuk mengeluarkan zakat-zakat maal mereka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat dari Anas bin Malik, sebagaimana yang nuqil oleh Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam Fathul Bari :

ูƒุงู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู† ุฅุฐุง ุฏุฎู„ ุดุนุจุงู† ุฃูƒุจูˆุง ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุตุงุญู ูˆุฃุฎุฑุฌูˆุง ุงู„ุฒูƒุงุฉ

Adalah kaum muslimin apabila telah memasuki bulan syaโ€™ban, mereka membaca mushaf-mushaf mereka. Mereka juga mengeluarkan zakat-zakat mereka…(Fathul Bari Juz XIII/ hal 310 โ€“ 311/ Kitab Al-Iโ€™tisham Bil Kitabi Was Sunnah)

Diantara hikmah merngapa salafuna shaleh mengeluarkan zakat di bulan Syaโ€™ban adalah agar pada saat memasuki bulan Ramadhan, mereka telah tuntas menunaikan kewjiban Maliyah mereka berupa zakat. Sehingga di bulan Ramadhaan mereka bisa lebih maksimal untuk mengeluarkan infak dan shadaqah mereka. Karena infak shadaqah yang paling afdhal adalah infak shadaqah di bulan Ramadhan.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูุฆูู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽูŠู‘ู ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ู ู„ูุชูŽุนู’ุธููŠู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู‚ููŠู„ูŽ ููŽุฃูŽูŠู‘ู ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)

Dari Anas ra berkata, bahwa Nabi SAW ditanya tentang puasa yang paling utama setelah Ramadlan? Beliau menjawab, “(Yaitu berpuasa di) Bulan Sya’ban, untuk memuliakan Ramadlan,” Kemudian Beliau ditanya lagi, โ€œlalu Shadaqah apa yang paling utama?โ€ Beliau menjawab, “Shadaqah di bulan Ramadlan.” (HR. Tirmidzi)

5. Dianjurkan juga di bulan Syaโ€™ban untuk memperbanyak doa agar dipertemukan Allah SWT dengan bulan Ramadhan. Diriwayatkan bahwa salafus shaleh berdoa agar dapar meraih keutamaan Ramadhan sejak enam bulan sebelum Ramadhan :

ุนู† ุงู„ู…ุนู„ู‰ ุจู† ูุถู„ุŒ ูƒุงู†ูˆุง ูŠุฏุนูˆู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุณุชุฉ ุฃุดู‡ุฑ ุฃู† ูŠุจู„ุบู‡ู… ุฑู…ุถุงู†ุŒ ุซู… ูŠุฏุนูˆู†ู‡ ุณุชุฉ ุฃุดู‡ุฑ ุฃู† ูŠุชู‚ุจู„ู‡ ู…ู†ู‡ู…

Dari Al-Muโ€™alla bin Fadhl berkata, โ€œMereka berdoa kepada Allah SWT sejak enam bulan sebelum Ramadhan meminta agar Allah SWT menyamapaikan mereka ke bulan Ramadhan. Dan mereka juga berdoa kepada Allah Swt hingga enam bulan setelah Ramadham meminta agar amalan mereka di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT. (Al-Wakil, 1997 : 19)

Diantara doa yang dibaca salafuna shaleh adalah sebagai berikut :

ูˆู‚ุงู„ ูŠุญูŠู‰ ุจู† ุฃุจูŠ ูƒุซูŠุฑ ูƒุงู† ู…ู† ุฏุนุงุฆู‡ู…ุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุณูŽู„ูู‘ู…ู’ู†ููŠ ุฅูู„ู„ูŽู‰ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ู„ููŠู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุชูุณูŽู„ูู‘ู…ูู‡ู ู…ู†ู‘ูŠ ู…ูุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ุงู‹

Yahya bin Abi Katsir berkata, bahwa diantara doa yang mereka panjatkan adalah, โ€œYa Allah sampaikanlah aku ke bulan Ramadhan. Dan jadikanlah bulan Ramadhan sampai kepadaku. Dan jadikanlah kami berjumpa dengan selamat dengan bulan Ramadhan. (Lathaโ€™iful Maโ€™arif Maโ€™arif Fima Limawasimil Aami Minal Wadzaโ€™if, Ibnu Rajab Al-Hambali hal. 148)

6. Maka, di bulan Syaโ€™ban ini mari kita bersama-sama menggapai keridhaan Allah SWT dengan memperbanyak amalan sebagai berikut :

a. Memperbanyak puasa sunnah sebanyak-banyaknya. Karena Rasulullah SAW berpuasa sunnah hampir satu bulan penuh di bulan Syaโ€™ban.

b. Memperbanyak membaca Al-Qurโ€™an, karena Syaโ€™ban merupakan bulannya para pembaca Al-QUrโ€™an.

c. Mempersiapkan diri dengan membudgetkan zakat infak dan shadaqah, karena salafuna shaleh banyak mengeluarkan zakat di bulan Syaโ€™ban, agar di bulan Ramadhan bisa maksimal infak shadaqah.

d. Memperbanyak doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat, baik dan dapat menjalankan ibadah secara maksimal.

e. Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah lainnya, seperti dzikir, shalat dhuha, shalat tahajud, dsb, karena di bulan ini amalan seorang hamba akan diangkat (dilaporkan) kepada Allah SWT.

Semoga kita semua bisa meraih segala kebaikan dan keberkahan yang Allah SWT berikan di bulan ini dan semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan terbaik yang Allah berikan kepada kita semuaโ€ฆโ€ฆ
Amiin Ya Rabbal Alamiinn

Wallahu Aโ€™lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

Related Posts

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *