TEMPAAN RAMADHAN MENUJU TAKWA

0
16

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

๐Ÿ“ Khutbah Jum’at Oleh: Ust. Endri Nugraha Laksana, S.Pd.I., M.H.(IKADI DIY)

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุงูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽ ุฏููŠู’ู†ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ู„ููŠูุธู’ู‡ูุฑูŽู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูƒูู„ูู‘ู‡ู ูˆูŽ ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู’ู†ูŽ
ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุงูู„ูฐู‡ูŽ ุงูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ูŽู‘ ู…ุญูู…ูŽุฏู‘ู‹ุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ ุฎูŽุงุชูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠุขุกู ูˆูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู†ูŽ
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ูŽ
ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Tujuan Allah memerintahkan orang beriman menjalankan puasa Ramadhan adalah supaya menjadi hamba Allah yang bertakwa. Allah Swt. berfirman :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.โ€ (Q.s. Al Baqarah: 183).

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa puasa di bulan Ramadhan menempa seseorang agar meraih derajat muttaqin. Dengan demikian, seorang Muslim semestinya berkomitmen melakukan pendidikan dan latihan agar meraih derajat tersebut. Di antara bentuk pendidikan dan Latihan Ramadhan adalah sebagai berikut.
Melatih setiap muslim untuk senantiasa merasa diawasi Allah Swt.

Satu-satunya ibadah yang tidak bisa dilihat manusia adalah ibadah puasa. Akibatnya, sangat sulit orang yang berpuasa untuk pamer atau riyaโ€™ di hadapan manusia. Puasa adalah latihan seseorang agar senantiasa merasa diawasi langsung oleh Allah Swt. tanpa perlu pengawasan orang lain. Hatinya selalu merasa diawasi oleh Allah Swt. sehingga seorang hamba selalu berusaha meluruskan niat dalam ibadah: ikhlas lillaahi taโ€™ala. Gerakannya selalu merasa diawasi Allah Swt. sehingga tidak melakukan khianat dan dosa. Meskipun siang hari sepi, seorang yang berpuasa tidak akan berkhianat dengan meneguk air saat haus. Tidak akan berani seseorang minum di saat wudhu untuk shalat dzuhur atau ashar, meski hanya setetes air sekalipun.

Rasulullรขh Saw. bersabda:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ูุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ : ูƒูู„ู‘ู ุนูŽู…ูŽู„ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ูŽุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒููŠู’ ุจูู‡ู

Allah Azza wa Jalla berfirman, โ€œSemua amal perbuatan anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.โ€ (Muttafaqun โ€˜alaihi).

Al-Baidhawi rahimahullah menjelaskan tentang hadits ini dengan berkata, โ€œAda alasan mengapa ibadah puasa diistimewakan dengan kelebihan seperti ini. Yaitu, karena ibadah-ibadah lainnya dapat dilihat oleh manusia. Hal ini berbeda dengan puasa karena ia merupakan rahasia antara hamba dan Allah Azza wa Jalla. Ia melakukannya dengan ikhlas dan mengerjakannya karena mengharap ridha-Nya.โ€

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

ูŠูŽุชู’ุฑููƒู ุทูŽุนูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑูŽุงุจูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽู‡ู’ูˆูŽุชูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃุฌู’ู„ููŠู’

“Dia meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena Aku.โ€ (H.r. Muslim).

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Jika Latihan ini diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dalam semua bidang kehidupan, maka akan tumbuh jiwa amanah dan jujur setiap menunaikan pekerjaan kita.
Melatih tawadhuโ€™ dan syukur
Di dalam kitab Fiqh Puasa, Syaikh Dr. Yusuf Al-qardhawi mengutip salah satu hadits. Ketika Rasulullah Saw. mengarungi kehidupan yang sulit bersama istri tercinta โ€˜Aisyah di Madinah, beliau menuturkan,

ุนูŽุฑูŽุถูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ู„ููŠูŽุฌู’ุนูŽู„ูŽ ู„ููŠ ุจูŽุทู’ุญูŽุงุกูŽ ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽ ุฐูŽู‡ูŽุจู‹ุง , ููŽู‚ูู„ู’ุชู : ู„ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุจูู‘ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ุฃูŽุดู’ุจูŽุนู ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง , ูˆูŽุฃูŽุฌููˆุนู ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง , ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽุญู’ูˆูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ , ููŽุฅูุฐูŽุง ุฌูุนู’ุชู , ุชูŽุถูŽุฑู‘ูŽุนู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฐูŽูƒูŽุฑู’ุชููƒูŽ , ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุดูŽุจูุนู’ุชู ุญูŽู…ูุฏู’ุชููƒูŽ , ูˆูŽุดูŽูƒูŽุฑู’ุชููƒูŽ

” Sesungguhnya aku telah ditawari (apakah aku menginginkan) gunung-gunung yang ada di Makkah dijadikan emas untukku? Maka, aku pun menjawab, โ€˜Tidak! wahai Tuhanku. Aku lebih menginginkan lapar sehari, dan kenyang sehari.โ€™ Jika aku lapar, maka aku merendah kepada-Mu dan mengingat Engkau. Sedangkan ketika aku kenyang, aku memuji Engkau dan mensyukuri nikmat-Mu. (H.r. At-Tirmidzi).

Hadirin sidang Jumโ€™at yang dirahmati Allah,
Hadits di atas memiliki hikmah terkait latihan puasa, yaitu latihan tawadhuโ€™ dan syukur. Seseorang yang merasakan lapar akan merasakan kelemahan dalam dirinya dan mengakui keterbatasan dalam diri manusia. Untuk itu dia berusaha menghilangkan rasa sombong dalam dirinya dan menumbuhkan empati terhadap penderitaan orang lain. Tentunya hikmah latihan ini harus ditanamkan kuat dalam hatinya sehingga momen Ramadhan tidak hanya sekadar menahan rasa lapar dan kelemahan fisiknya.
Latihan puasa juga untuk melatih rasa syukur terhadap nikmat yang telah Allah Swt. limpahkan dalam kehidupan kita. Kenikmatan yang tengah kita alami saat ini, seringkali justru tidak akan menumbuhkan rasa syukur dalam diri kita. Puasa melatih kita mensyukuri nikmat Allah Swt. melalui berbuka puasa. Sabda Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:

ู„ูู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ููŽุฑู’ุญูŽุชูŽุงู†ู : ููŽุฑู’ุญูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ููุทู’ุฑูู‡ู ุŒ ูˆูŽููŽุฑู’ุญูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ู„ูู‚ูŽุงุกู ุฑูŽุจูู‘ู‡ู

“Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabb-nya.” (Muttafaqun โ€˜alaihi).

Makan di waktu malam hari, di luar bulan Ramadhan, adalah hal yang biasa. Karena rutinitas tersebut, maka seringkali kita tidak mampu untuk mensyukurinya. Tetapi ketika puasa, kita menunggu-nunggu saat yang berbahagia di waktu malam, yaitu berbuka puasa. Makan malam terasa sangat istimewa dan membuat kita mampu untuk mensyukurinya. Hikmah latihan Ramadhan ini juga harus kita sadari sepenuhnya dan kita tanamkan kuat di dalam batin sehingga menjadi akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kita mampu mensyukuri nikmat Allah Swt. yang hadir dalam hidup. Jangan sampai hikmah latihan ini hilang sehingga kita hanya merasa senang saja jika berbuka puasa.

Hadirin sidang Jumโ€™at yang dirahmati Allah,
Menumbuhkan kedermawanan
Ramadhan adalah saat untuk berbagi, bukan malah merawat sifat kikir, pelit, dan thamaโ€™. Ibnu Abbas r.a., menceritakan :

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ูููŠู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œNabi Saw. adalah orang yang amat dermawan dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan.โ€ (H.r. Bukhari).

Maka Rasulullah Saw. mendorong umatnya untuk banyak bersedekah di bulan Ramadhan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Sahabat Anas bin Malik r.a. pernah bertanya: 

ูŠูŽุงุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูŠู‘ู ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุงูŽูู’ุถูŽู„ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ููู‰ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œWahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?โ€ Rasul menjawab, โ€œSedekah di bulan Ramadhan.โ€ (H.r. At-Tirmidzi).

Untuk itulah Rasulullah Saw. mendorong kaum Muslim untuk bersedekah di bulan Ramadhan, di antaranya memberi buka orang yang berpuasa. Beliau bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ููŽุทู‘ูŽุฑูŽ ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

โ€œBarangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.โ€ (H.r. Tirmidzi).

Syekh M Nawawi Banten dalam Nihayatuz Zain mengatakan:

ูˆูŽูŠูุณูู†ู‘ู ุงู„ู’ุฅููƒู’ุซูŽุงุฑ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู„ูŽุง ุณููŠูŽู…ูŽุง ูููŠ ุนูŽุดู’ุฑูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู

โ€œSeseorang dianjurkan untuk memperbanyak berbagi pada bulan Ramadhan, terlebih lagi pada 10 hari terakhirnya.โ€

Puncaknya di akhir Ramadhan, Rasulullah Saw. mewajibkan kaum Muslim untuk menunaikan zakat fitrah; perintah zakat yang unik dibandingkan dengan zakat yang lainnya. Ibnu Abbas r.a. berkata:

ููŽุฑูŽุถูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฒูŽูƒูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุทูู‡ู’ุฑูŽุฉู‹ ู„ูู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽุบู’ูˆู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽููŽุซู ูˆูŽุทูุนู’ู…ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู’ู†ู

โ€œRasulullah saw mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan kata-kata kotor serta sebagai pemberian makanan bagi orang-orang miskin.โ€ (H.r. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Latihan bersedekah di bulan Ramadhan juga harus kita letakkan sebagai sebuah latihan yang sanggup menumbuhkan kebiasaan bersedekah di luar bulan Ramadhan. Dengan langkah ini,  akhlak dermawan akan melekat di dalam diri kita sehingga setiap muslim akan terhindar dari sifat kikir, pelit, dan tamak.

Hadirin sidang Jumโ€™at yang dirahmati Allah,
Semoga Allah Swt. memberi kekuatan kepada kita untuk menempa ibadah Ramadhan sampai menghantarkan kita menjadi hamba Allah yang bertakwa. Dan, semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik kita. Amin.

ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุงูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุขูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑูุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ุŒ ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ๏ป—ูŽ๏ปฎู’๏ปŸู๏ปฒู’ ๏ปซูŽ๏บฌูŽ๏บ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏ปˆู๏ปดู’๏ปขูŽ ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ู€ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู€ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ููŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู’ู‡ุŒ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุบูŽูููˆู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…

Khutbah Kedua

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽ ุฏููŠู’ู†ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ู„ููŠูุธู’ู‡ูุฑูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูƒูู„ูู‘ู‡ู ูˆูŽ ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู’ู†ูŽ
ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃู†ู’ ู„ุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆุฃุดู‡ุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนุจู’ุฏูู‡ ูˆุฑูŽุณููˆู„ูู‡.
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉ
ูŠูŽุงุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ
ุงูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ูˆูŽุญูŽุจููŠู’ุจูู†ูŽุง ูˆูŽุดูŽูููŠู’ุนูู†ูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฑููŠู’ู…ูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽูˆู’ู„ุงูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุณูŽูŠูู‘ุฏู ุงู’ู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฎูุฑููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุตูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ . ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†
ุญูŽู…ู’ุฏู‹ุง ูŠููˆูŽุงููู‰ ู†ูุนูŽู…ูŽู‡ู ูˆูŽ ูŠููƒูŽุงููุฆู ู…ูŽุฒููŠู’ุฏูŽู‡ู , ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ุงูŽ ูˆูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูˆูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบูู‰ ู„ูุฌูŽู„ุงูŽู„ู ูˆูŽุฌู’ู‡ููƒูŽ ูˆูŽ ุนูŽุธููŠู’ู…ู ุณูู„ู’ุทูŽุงู†ููƒูŽ
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชูุŒ ุงูŽู„ู’ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ ู‚ูŽุฑููŠู’ุจูŒ ู…ูุฌููŠู’ุจู ุงู„ุฏู‘ูŽุนูŽูˆูŽุงุชูุŒ ููŽูŠูŽุง ู‚ูŽุงุถููŠูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุงุชู
ุฑูŽุจู‘ูŽู†ุงูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ุงูŽ ุฐูู†ููˆู’ุจูŽู†ุงูŽ ูˆูŽ ู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ุงูŽ ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽูŠูŽุงู†ุงูŽ ุตูุบูŽุงุฑุงู‹
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู€ู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฏููŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‡ููˆูŽ ุนูุตู’ู…ูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ุงูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฏูู†ู’ูŠูŽุงู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุดูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุขุฎูุฑูŽุชูŽู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุฏูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู‹ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ูƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑูุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽ ุฑูŽุงุญูŽุฉู‹ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽุฑูู‘
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ุดูŽุจูŽุงุจูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุŒ ูˆูŽุญูŽุจูู‘ุจู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู… ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฒูŽูŠูู‘ู†ู’ู‡ู ูููŠู’ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุŒ ูˆูŽูƒูŽุฑูู‘ู‡ู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู… ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูŽ ูˆูŽุงู„ููุณููˆู’ู‚ูŽ ูˆูŽุงู„ุนูุตู’ูŠูŽุงู†ูŽ ุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ
ุฃู„ู„ู‡ู…ู‘ ุณูŽู„ูู‘ู…ู’ู†ููŠ ู„ูุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู„ููŠุŒ ูˆูŽุชูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ู’ู‡ู ู…ูู†ูู‘ูŠ ู…ูุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู‹ุง
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู‡ูู„ู‘ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ูŠูู…ู’ู†ู ูˆูŽุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ููู‰ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุจูŽู„ูู‘ุบู’ู†ูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ
ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูุฒู‘ูŽุฉู ุนูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุตููููˆู†ูŽ ูˆูŽุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ
ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู :ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชูŽุงุกู ุฐููŠ ุงู„ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุบู’ูŠู ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ
ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูƒุจุฑ

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here