Cara Berwudhu Dengan Luka Diperban

๐Ÿ“† Senin, 28 Muharrom 1440H / 8 Oktober 2018
๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu berkata:
ุงู†ู’ูƒูŽุณูŽุฑูŽุชู’ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุฒูŽู†ู’ุฏูŽูŠู‘ูŽ ููŽุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุณูŽุญูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽุจูŽุงุฆูุฑู
“Salah satu lengan tanganku retak, maka aku tanyakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian beliau memerintahkan kepadaku agar mengusap bagian atas kain pembalut luka.” (HR. Ibnu Majah no. 657)
Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah mengatakan:
ุฃุญู…ุฏ: ุฅุฐุง ุชูˆุถุฃุŒ ูˆุฎุงู ุนู„ู‰ ุฌุฑุญู‡ ุงู„ู…ุงุกุŒ ู…ุณุญ ุนู„ู‰ ุงู„ุฎุฑู‚ุฉ. 
ูŽImam Ahmad berkata: “Jika berwudhu, dan khawatir atas lukanya terkena air, maka dibasuh dibagian permukaan perbannya.”
(Al Mughniy, 1/205)
Beliau juga berkata:
ูˆูƒุฐู„ูƒ ุฅู† ูˆุถุน ุนู„ู‰ ุฌุฑุญู‡ ุฏูˆุงุกุŒ ูˆุฎุงู ู…ู† ู†ุฒุนู‡ุŒ ู…ุณุญ ุนู„ูŠู‡. ู†ุต ุนู„ูŠู‡ ุฃุญู…ุฏ
Demikian pula jika ada olesan obat di lukanya, dan dia khawatir obatnya itu hilang, maka basuhlah atasnya. Demikian ucapan Imam Ahmad.
(Ibid)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin Rahimahullah mengatakan:
ุฅุฐุง ูˆุฌุฏ ุฌุฑุญ ููŠ ุฃุนุถุงุก ุงู„ุทู‡ุงุฑุฉ ูู„ู‡ ู…ุฑุงุชุจ :
ุงู„ู…ุฑุชุจุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ : ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู…ูƒุดูˆูุง ูˆู„ุง ูŠุถุฑู‡ ุงู„ุบุณู„ ุŒ ูููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุฑุชุจุฉ ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ุบุณู„ู‡ ุฅุฐุง ูƒุงู† ููŠ ู…ุญู„ ูŠุบุณู„ .
ุงู„ู…ุฑุชุจุฉ ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ : ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู…ูƒุดูˆูุง ูˆูŠุถุฑู‡ ุงู„ุบุณู„ ุฏูˆู† ุงู„ู…ุณุญ ุŒ ูููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุฑุชุจุฉ ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ู…ุณุญ ุฏูˆู† ุงู„ุบุณู„ .
ุงู„ู…ุฑุชุจุฉ ุงู„ุซุงู„ุซุฉ : ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู…ูƒุดูˆูุง ูˆูŠุถุฑู‡ ุงู„ุบุณู„ ูˆุงู„ู…ุณุญ ุŒ ูู‡ู†ุง ูŠุชูŠู…ู… ู„ู‡ .
ุงู„ู…ุฑุชุจุฉ ุงู„ุฑุงุจุนุฉ : ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู…ุณุชูˆุฑุง ุจู„ุฒู‚ุฉ ุฃูˆ ุดุจู‡ู‡ุง ู…ุญุชุงุฌ ุฅู„ูŠู‡ุง ุŒ ูˆููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุฑุชุจุฉ ูŠู…ุณุญ ุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ุงู„ุณุงุชุฑ ุŒ ูˆูŠุบู†ูŠู‡ ุนู† ุบุณู„ ุงู„ุนุถูˆ ูˆู„ุง ูŠุชูŠู…ู… .
“Jika terdapat luka pada salah satu anggota bersuci, maka ada beberapa tingkatan:
1. Lukanya terbuka dan tidak berbahaya jika di-ghusl (dibasahkan/mandikan/dibasuh).  Dalam hal ini maka dia wajib dibasuh jika dia merupakan anggota yang wajib dibasuh.
2. Lukanya terbuka tapi berbahaya jika di-ghusl dan tidak berbahaya jika diusap. Dalam tingkatan ini, yang diwajibkan adalah diusap, tidak dighusl .
3. Lukanya terbuka dan berbahaya jika dibasuh dan diusap. Maka jika begitu keadaannya, dia bertayammum untuk mengganti basuhan anggota wudhu tersebut.
4. Lukanya tertutup oleh perban dan semacamnya dan hal itu dibutuhkan. Dalam tingkatan seperti ini, cukup baginya mengusap di atasnya. Hal itu sudah menggantikan basuhan dan usapan di atasnya.
(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Ibnu Utsaimin, 11/121)
Wallahu a’lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐ=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=๐Ÿ’ฐ
๐Ÿ’ณ a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
๐Ÿ“ฒ Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

author
Author: 

    Related Post "Cara Berwudhu Dengan Luka Diperban"

    Hukum Vaksinasi
    Ustadz Menjawab Selasa, 09 Oktober 2018 Ustadz
    Nasib Hewan, Surga atau Neraka?
    ๐Ÿ“† Senin, 28 Muharrom 1440H / 8
    Khitbah (Meminang/Melamar) (Bag. 4)
    Ustadz Menjawab Senin, 08 Oktober 2018 Ustadz
    Siram Air Panas, Hati-Hati Kena Jin?
    ๐Ÿ“† Senin, 28 Muharrom 1440H / 8

    Leave a reply "Cara Berwudhu Dengan Luka Diperban"