Silaturahim Hanya Dengan Saudara Satu Nasab?

Assalaamu’alaikum Wr Wb

Terkait dengan materi ustadz Wido Supraha tentang silaturahmi,
Saya pernah mendengar seorang ustadz lulusan Timur Tengah mengatakan bahwasanya silaturahim itu untuk saudara senasab, saudara yang mungkin ketemu di kakeknya atau ternyata saudara karena sama kakek buyutnya dst.

Dan apabila menjalin hubungan dengan yang bukan senasab tidaklah dikatakan sebagai silaturahim namun hanya berbuat baik sesama muslimin dan mu’minin.

Bagaimana menurut ustadz?

Jazaakumulloh khoiron

[Manis_A22] ————–

JAWABAN:

Ibu. Betul saya sependapat, dan dalam tulisan saya (http://supraha.com/?p=535) telah saya sebutkan makna aslinya dan kemudian mengapa saat ini banyak digunakan untuk selain nasab, karrna karena manusia mengambil inspirasi dan keteladanan dari kuatnya silaturrahim senasab. Sehingga saya tuliskan, ‘…. dan menjadi sumber inspirasi untuk dikembangkan kepada umat manusia secara umum.’

Maka manusia yang tidak senasab tiba-tiba terbangun ikatan ukhuwah yang sangat berkualitas karena mengambil ruh shilaturrahim.

Wassalam.
supraha.com

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *