Mempermudah dalam Muamalah

Membebaskan Utang

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, saya pengepul (jual beli)buah sawit biasanya para petani pinjam uang, walau ada pinjaman harga pengambil buah ke petani tidak akan dikurangi atau diturun, uang pinjaman sifatnya hanya sebagai pengikat saja, karena sesuatu hal saya berhenti jadi pengepul maka sebagian petani ada yang mengembalikan dan ada yang tdk mengembalikan, untuk sementara saya biarkan tidak sy tagih lagi kalau ybs mau byr alhamdullih sy terima dan kl tdk juga menjadi beban buat sy.
Yg ingin di tanyakan apakah sy tetap wajib mengingatkan atau membiar kewajiban pr petani ustd. Trims.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jika kita serius membebaskan mrk dari pinjaman, maka beritahukan ke orangnya. Agar jgn sampai dia menyangka masih ada hutang padahal sdh dibebaskan. Ini keutamaan besar yang membebaskan hutang.

وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Siapa yang membebaskan kesulitan seorang muslim maka Allah akan bebaskan kesulitan dia pada hari kiamat. (HR. Bukhari no. 2442)

Tapi, jika memang ingin tetap dianggap hutang tagihlah dgn baik. Jangan dibuat ngambang antara bebas atau msh berhutang.

Dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ ، وَإِذَا اشْتَرَى ، وَإِذَا اقْتَضَى

“Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih haknya (utangnya).” (HR. Bukhari no. 2076)
Demikian. Wallahu A’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Tutuplah Aib

Jika Ghibah Pahala Akan Berpindah?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, ketika kita membicarakan (ghibah) seseorang maka pahala kita akan dipindahkan ke orang yang dighibahkan. Pertanyaan: (a) Apakah pahala yang dipindahkan hanya sebagian saja atau seluruh pahala yang kita miliki? (b) Setelah melakukan ghibah apakah pahala yang akan kita dapatkan untuk kedepannya akan terus menjadi milik orang yang dighibahi?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Abdullah Haidir, Lc

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Perkara ghibah atau perkara-perkara lain yang bersifat menyakiti, menzalimi orang lain itu memang dapat berpotensi mengakibatkan kebaikan itu akan diberikan kepada mereka di akhirat nanti, meskipun tentu saja ukuran-ukurannya Allah SWT yang tahu, karena itu perkara ghaib.

Hal ini memang merujuk pada hadits Rasulullah SAW terkait dengan orang yang muflis (bangkrut), sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat tentang hal ini;

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ». قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ « إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya : “Tahukah kalian siapakah orang orang yang bangkrut itu?” Para sahabat _rodiyallahu ‘anhum_menjawab, “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat datang membawa pahala sholat, puasa, dan zakat, namun dia juga membawa dosa mencaci maki si A, menuduh zina si B tanpa bukti, memakan hartanya si C, membunuh si D, dan memukul si E. karena itu, sebagian pahala amal kebajikannya diberikan kepada mereka. Jika pahala kebajikannya sudah habis, sedangkan belum selesai urusannya maka dosa orang yang dianiaya diberikan kepadanya. Kemudian dia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim).

Maka kebaikan yang dia bawa akan diberikan kepada siapa yang dia zalimi, kalau tidak cukup, keburukan yang dimiliki oleh orang yang dia sakiti akan diberikan kepadanya. Berapa ukurannya? Tentu saja Allah SWT yang tahu, bisa jadi kebaikan yang dia bawa sekian, keburukannya sekian, maka diambil sekian. Jika kebaikan yang dimiliki sedikit, sementara orang yang dizalimi justru sangat banyak, maka bisa jadi yang terjadi justru kebaikan kita habis dan tidak cukup, kemudian keburukan orang yang disakiti itu akan diberikan kapada kita. Itulah sejatinya orang yang bangkrut berdasarkan sabda Rasulullah Saw.

Yang paling penting memang bukan melihat itu semua sebagai ukuran berapanya, tapi yang paling penting apabila semua itu dilakukan, maka segera bertaubat kepada Allah SWT, menyesali perbuatannya, berjanji tidak mengulangi perbuatan itu, menghentikan semua itu dan minta maaf kepada orang yang dighibahi. Jika takut, maka mohon kepada Allah SWT, kemudian mohonkan ampun untuk orang tadi, kemudian perbaiki nama baiknya. Misalnya orang itu baik dan sebagainya, sebagai upaya untuk menunjukkan kesungguhan kita dalam bertaubat, karena itu yang paling penting.

Jangan sampai mengukurnya misalnya dengan berkata “sholat saya banyak bisa untuk membayar dosa ghibah”, maka itu termasuk sesuatu yang bisa membuat terpedaya dan akhirnya terus dalam dosa ghibah yang bisa jadi akan memberikan keburukan yang sangat besar bagi kita.

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Membayar Zakat

Zakat Profesi

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, terkait dg zakat penghasilan.
Bagaimana penghitungannya hingga seseorang di kenai zakat penghasilan/profesi?
Apakah ada syarat2 nya?
Jika seorang PNS yg penghasilannya habis untk memenuhi kebutuhan se hari2 apakah dikenakan zakat penghasilan setiap bulannya? Jazakillah khoir 🙏 A/10

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Para ulama, seperti Syaikh Muhammad Abu Zahrah, Syaikh Abdul Wahhab Khalaf, Syaikh Abdurrahman Hasan, dan ditegaskan lagi oleh Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, di mana mereka memandang ada beberapa alasan keharusan adanya zakat profesi:

– Profesi yang dengannya seseorang menghasilkan uang, termasuk kategori harta dan kekayaan (al maal al mustafad).

– Kekayaan dari penghasilan bersifat berkembang, bertambah, dan tidak tetap, ini sama halnya dengan barang yang dimanfaatkan untuk disewakan.

Dilaporkan dari Imam Ahmad, bahwa beliau berpendapat tentang seseorang yang menyewakan rumahnya mendapatkan uang sewaan yang cukup nisab, bahwa orang tersebut wajib mengeluarkan zakatnya ketika menerimanya tanpa persyaratan setahun. Hal itu pada hakikatnya menyerupai mata pencaharian, dan wajib dikeluarkan zakatnya bila sudah mencapai satu nisab, walau tanpa haul.

– Selain itu, hal ini juga diqiyaskan dengan zakat tanaman, yang mesti dikeluarkan oleh petani setiap memetik hasilnya. Bukankah petani juga profesi?

– Dalam perspektif keadilan Islam, maka adanya zakat profesi adalah keniscayaan. Bagaimana mungkin Islam mewajibkan zakat kepada petani yang pendapatannya tidak seberapa, namun membiarkan para pengusaha kaya, pengacara, dokter, dan profesi prestise lainnya menimbun harta mereka? Kita hanya berharap mereka mau bersedekah sesuai kerelaan hati?

– Dalam perspektif maqashid syari’ah (tujuan dan maksud syariat), adanya zakat profesi adalah sah. Sebab lebih mendekati keadilan dan kemaslahatan, serta sesuai ayat:
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS. Al Baqarah (2): 267)

Bukankah zakat penghasilan diambil dari hasil usaha yang baik-baik saja? Bukankah usaha yang baik-baik itu tidak terbatas pada perniagaan dan pertanian? Inilah dasar yang kuat tentang kewajiban zakat atas penghasilan dari profesi seseorang.

– Mereka berpendapat bahwa zakat profesi ada dua pendekatan pelaksanaan, sesuai jenis pendapatan manusia.

Pertama, untuk orang yang gajian bulanan, maka pendekatannya dengan zakat pertanian, yaitu nishabnya adalah 5 wasaq, senilai dengan HARGA 653 Kg gabah kering giling (atau 520 kg beras), dan dikeluarkan 2,5%, yang dikeluarkan ketika menerima hasil (gaji), tidak ada haul.

Menurut Syaikh Al Qaradhawi, zakat penghasilan baru dikeluarkan jika sudah dikeluarkan kebutuhan POKOKnya dahulu, jika sisanya masih nishab, itulah yang dikeluarkan 2,5%. Sementara Az Zuhri, mengatakan langsung dikeluarkan tanpa dikurangi kebutuhan-kebutuhan pokok.

Kedua, bagi yang penghasilannya bukan bulanan, seperti tukang jahit, kontraktor, pengacara, dokter, dan semisalnya, menggunakan pendekatan zakat harta, yakni nishab senilai dengan 85gr emas setelah diakumulasi dalam setahun, setelah dikurangi hutang konsumtif, dikeluarkan sebesar 2,5%.

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Zakat

Zakat Rumah

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya sesuatu terkait zakat. Baru2 ini kami menjual rumah Krn mau pindah keluar kota. apakah dari hasil penjualan rumah tsb ada zakat yg harus kami tunaikan ustd?
Klo ada berapa % besarannya?

Ini rumah baru selesai dibangun, rencana mau kita tempati. Tp karena mutasi tempat kerja, maka kami jual.
Bisa disamakan dg rumah tinggal ustd.
(Nb.selama ini kami masih kontrak rumah)

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jika itu rumah yg biasa kita tempati, maka tdk ada zakat saat menjualnya. Beda halnya jika kita profesinya jual beli rumah, maka kena zakat perniagaan.

Rumah yang rencana ditempatkan, atau sdh ditempatkan.. Intinya itu rumah bukan rumah produktif yg menghasilkan harta seperti disewakan atau jual beli rumah

Syaikh Yusuf Al Qaradhawi Hafizhahullah mengatakan tentang batasan barang dagangan:

ولو اشترى شيئًا للقنية كسيارة ليركبها، ناويًا أنه إن وجد ربحًا باعها، لم يعد ذلك مال تجارة بخلاف ما لو كان يشتري سيارات ليتاجر فيها ويربح منها، فإذا ركب سيارة منها واستعملها لنفسه حتى يجد الربح المطلوب فيها فيبيعها، فإن استعماله لها لا يخرجها عن التجارة، إذ العبرة في النية بما هو الأصل، فما كان الأصل فيه الاقتناء والاستعمال الشخصي: لم يجعله للتجارة مجرد رغبته في البيع إذا وجد ربحًا، وما كان الأصل فيه الاتجار والبيع: لم يخرجه عن التجارة طروء استعماله. أما إذا نوى تحويل عرض تجاري معين إلى استعماله الشخصي، فتكفي هذه النية عند جمهور الفقهاء لإخراجه من مال التجارة، وإدخاله في المقتنيات الشخصية غير النامية

Seandainya seseorang membeli sesuatu untuk dipakai sendiri seperti mobil yang akan dikendarainya, dengan niat apabila mendatangkan keuntungan nanti dia akan menjualnya, maka itu juga bukan termasuk barang tijarah (artinya tidak wajib zakat ). Hal ini berbeda dengan jika seseorang membeli beberapa buah mobil memang untuk dijual dan mengambil keuntungan darinya, lalu jika dia mengendarai dan menggunakan mobil itu untuk dirinya, dia menemukan adanya keuntungan dan menjualnya, maka apa yang dilakukannya yaitu memakai kendaraan itu tidaklah mengeluarkan status barang itu sebagai barang perniagaan. Jadi, yang jadi prinsip adalah niatnya. Jika membeli barang untuk dipakai sendiri, dia tidak meniatkan untuk menjual dan mencari keuntungan, maka hal itu tidak merubahnya menjadi barang tijarah walau pun akhirnya dia menjualnya dan mendapat keuntungan. Begitu juga sebaliknya jika seorang berniat merubah barang dagangan menjadi barang yang dia pakai sendiri, maka niat itu sudah cukup menurut pendapat mayoritas fuqaha (ahli fiqih) untuk mengeluarkan statusnya sebagai barang dagangan, dan masuk ke dalam kategori milik pribadi yang tidak berkembang. (Fiqhuz Zakah, 1/290)

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Utang

Utang Kepada Pihak Ketiga/Paylater

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, saya dr grup Manis, Ingin bertanya seputar hutang.

Jadi, kami pernah kekurangan dana untuk beli tiket pesawat. Dan ada teman yang menawarkan pinjaman untuk beli tiket pesawat.
Setelah itu, beliau meminta data kami dan memesankan tiket pesawat.
Tanpa diduga, ternyata beliau menggunakan Paylater utk memesankan tiket kami. Dengan kata lain, beliau bukan meminjamkan uangnya kepada kami. Tapi dia membantu meminjamkan kepada pihak ke-3. Dan harus lunas bulan depan, karena kami memang berjanji di awal untuk melunaskan biaya tiket pesawat itu bulan depan. Karena tiket itu dibayar bulan depan, ada biaya administrasi yang dikenakan sebab dibayar dengan menggunakan kartu kredit. Dan di sini kami juga terkejut.
Singkat cerita, kami batal berangkat karena PPKM. Tiket yang kami pesan juga dibatalkan dan akan direfund. Tapi ternyata, uang harus ditransfer ke Paylater, tetap harus dilunasi jika tidak ada denda sebesar 5% yang ditambahkan. Padahal kami tidak jadi berangkat dan tiket juga batal dibeli.
Jadi ustadz, bagaimana sikap kami?
Apakah tetap membayar hutang itu kepada teman kami atau kami berlepas saja? Karena dari awal, kami tidak tahu menahu kalau beliau menggunakan pihak ke-3.

A/06

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Jawaban

Oleh: Ustadz DR Oni Sahroni, MA

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

1. Utang terhadap pihak ketiga atau paylater tetap harus dibayar, walaupun menggunakan skema ribawi. Kecuali jika paylater itu merelakan haknya untuk tidak dibayar, atau dibayar sekedar pokoknya saja.

2. Selanjutnya dari mana sumber pembayaran.
Itu menjadi negosisasi antara bapak/ibu (yang bertanya) dengan teman yang awalnya berniat untuk meminjamkan langsung.

3. Sebagai pelajaran.
Sebelum bertransaksi, termasuk peminjam dipastikan terlebih dahulu, siapa yang meminjam, berapa nominalnya, kepada siapa harus jelas sedari awal.

Demikian. Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Merias Wajah Pengantin

Bagaimana Islam Mengatur Riasan Pengantin Perempuan?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya. Kmaren sy share materi kajian ttg pake bulu mata palsu trs jd bnyk yg tanya niih. Gimana Islam mengatur ttg riasan pengantin perempuan? pd saat acr walimah/ akad nikah Memakai make up yg sngt tebal dn pasti pake bulu mata palsu. Tdk cuma pengantin tp saudari2 perempuan nya dn ibunya juga dirias spt pengantin. Bagi kita yg sdh faham tentu hal itu mudah ditinggalkan. Tp bagi mrk yg blm faham sngt sulit untuk kita mengingatkan. Terima kasih bnyk ustadz atas jawabannya. A/21

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Seorang wanita diciptakan oleh Allah dalam keadaan memiliki fitrah untuk berdandan, sehingga dihalalkan untuknya sebagian yang tidak dihalalkan untuk laki – laki, seperti: emas dan sutera.

Namun, ada beberapa batasan yang ditetapkan dalam syariat, yang harus diperhatikan seorang wanita ketika berdandan (baik seorang pengantin atau bukan):

1. Tidak menyerupai dandanan khusus wanita kafir dan wanita fasiq (wanita yang buruk agama dan akhlaknya), rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian kaum tersebut.”
( HR. Abu dawud: 4031).

2. Tidak menyerupai laki -laki.

Ibnu Abbas berkata:

«لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ»

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.”
( HR. Bukhari : 5885).

3. Tidak menyambung rambut, mencukur alis, mengikir gigi, bertato untuk berdandan.

Abdullah bin mas’ud berkata:

لعن اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah melaknat perempuan yang menato dan yang meminta ditato, yang menghilangkan bulu di wajahnya dan yang meminta dihilangkan bulu alisnya, yang merenggangkan giginya, (semua itu) supaya ia terlihat cantik, dengan mengubah ciptaan Allah.”
Serta beliau berkata: mengapa aku tidak melaknat wanita yang dilaknat oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”
( HR. Bukhari : 5948).

4. Tidak menampakkan dandanannya kepada laki – laki yang bukan mahram.

Allah berfirman:

وقل لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ1 أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka….“
(QS. An – Nur : 31).

Itulah aturan syariat dalam dandanan wanita beserta dalil – dalilnya dan seorang wanita yang beriman tidak akan mempertentangkan aturan Allah dengan akalnya, hawa nafsunya atau alasan adat dan sebagainya.
Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Ipar Bukan Mahram

Karena Ipar Bukanlah Mahram

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, pa betul org2 yg jd mahram kita itu boleh lihat aurat kita yg biasa basah krn wudhu? Berarti anggota wudhu boleh dilihat oleh ipar laki2 kita ya ?
Terimakasih banyak. (A/19)

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Untuk orang-orang yang boleh melihat aurat wanita, khususnya aurat mukhafafah (ringan) seperti rambut, leher, tangan sampai pangkal, betis, ini boleh nampak bagi mahram. Dalilnya sebagai berikut:

Allah Ta’ala berfirman:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur: 31)

Ada pun ipar, dia bukanlah mahram. Maka, tidak dibenarkan menampakkan aurat dihadapannya.

ْعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِر
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hindarilah oleh kalian masuk ke rumah-rumah wanita!” Lalu seorang Anshar bertanya; ‘Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang Al Hamwu (ipar, keluarga dekat dari suaminya).’ Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Bahkan itu kematian (lebih berbahaya).’

(HR. Muslim no. 2172)

Karena ipar bukan mahram, maka boleh menikahi ipar jika seseorang sdh bercerai atau wafat suami/istrinya. Sebagaimana yang dilakukan Utsman Radhiallahu ‘Anhu Saat menikahi dua putri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Awalnya menikahi Ruqayyah, lalu setelah Ruqayyah wafat, Utsman menikahi putri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang lain yaitu Ummu Kultsum.

Demikian. Wallahu a’lam
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hidup dan Mati Adalah Ujian

Mendampingi Orang Yang Sedang Sakaratul Maut

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya. Ibu kami sudah ngedrop kondisinya, sy perhatikan lidahnya sdh agak masuk tdk seperti biasa, sdh cadel, …bacaan/ doa apa yg harus kami baca… ( Bbrp hari ini kami baca surat yassin, ar ro’d, ( surat 13), al mulk, al ma’tsurat kubro, dan sdh meracau… ).. Sdh dituntun kalimat2 thoyyibah, istighfar dan syahadah…. A/44

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jika kondisinya sudah sakaratul maut, Lanjutkan saja dengan talqin laa ilaaha illalah (HR. Muslim) , secara lirih dan berikan jeda..

Sunnah pula membaca Yasin, menurut mayoritas ulama berdasarkan hadits Ma’qil bin Yassar.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Ali Imran 85

Bagaimana Hukum Tanam Bulu Mata?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, bagaimana pandangan dalam islam mengenai eyelash extension / tanam bulu mata? Apakah dibolehkan atau tidak? Dan bagaimana hukumnya?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah al Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d:

Mempercantik diri, selama dengan cara yang wajar dan tanpa merubah ciptaan Allah Ta’ala dalam diri kita, tidaklah mengapa. Namun, ketika sudah ada yang ditambah-tambahkan atau dikurang-kurangkan maka itu terlarang, sebab seakan dia tidak mensyukuri nikmat yang ada pada dirinya. Itulah yang oleh hadits disebut ‘Dengan tujuan mempercantik diri mereka merubah ciptaan Allah Ta’ala.’

Dalam sebuah riwayat:

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata: “Allah ﷻ melaknat wanita yang betato dan si tukang tatonya, wanita yang mencukur alisnya, dan mengkikir giginya, dengan tujuan mempercantik diri mereka merubah ciptan Allah ﷻ.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Sementara ada riwayat lain dengan redaksi yang agak berbeda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ

“Dari Ibnu ‘Umar, bahwa Rasulullah ﷺ melaknat wanita yang menyambung rambutnya (wig, konde, sanggul, pen) dan si tukang sambungnya, wanita yang bertato dan si tukang tatonya.” (HR. Muslim)

Jadi, ‘illat (sebab) dilaknatnya perbuatan-perbuatan ini adalah karena demi kecantikan mereka telah merubah ciptaan Allah Ta’ala yang ada pada diri mereka. Maka perbuatan apa pun, bukan hanya yang disebut dalam riwayat-riwayat ini, jika sampai merubah ciptaan Allah Ta’ala demi tujuan kecantikan adalah terlarang, seperti menggunakan bulu mata palsu (sama halnya dengan menggunakan rambut palsu alias wig, konde dan sanggul), operasi plastik, operasi silikon payudara, dan semisalnya.

Imam Ibnu Jarir Ath Thabari Rahimahullah berkata –sebagaimana dikutip Al Hafizh Ibnu Hajar:

لا يجوز للمرأة تغيير شيء من خلقتها التي خلقها الله عليها بزيادة أو نقص التماس الحسن لا للزوج ولا لغيره

Tidak boleh bagi wanita mengubah sesuatu yang telah Allah ﷻ ciptakan pada dirinya baik dengan menambahkan atau mengurangi dalam rangka mencapai kecantikan, hal itu tidak boleh baik untuk menyenangi suaminya atau alasan lainnya. (Fathul Bari, 10/377)

Sebagian ulama kontemporer (zaman ini) tegas mengatakan itu diharamkan, sebab memasang bulu mata palsu sama dengan Al Waashilah, yaitu menyambung rambut yang telah dilaknat oleh Nabi ﷺ, dan bulu mata termasuk menyambung rambut, menyambung antara yang asli dengan yang palsu.

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin Rahimahullah berkata:

أنه لايجوز تركيب هذه الرموش على العينين؛ لدخوله في وصل الشعر، فقد ثبت أن «النبي صلى الله عليه وسلم لَعَنَ الوَاصِلَة والمُسْتَوْصِلَة» ، فإذا نهي عن وصل شعر الرأس بغيره فكذلك رمش العين لا يجوز وصله

Sesungguhnya memasang bulu mata palsu di kedua mata tidak boleh, karena masuk kategori menyambung rambut. Telah shahih bahwa Nabi ﷺ melaknat penyambung rambut dan wanita ang disambung rambutnya. Maka, jika menyambung rambut kepala dilarang dengan selainnya maka demikian juga bulu mata, tidak boleh menyambungnya. (Fatawa Mauqi’ Al Aluukah no. 1723)

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah berkata:

يحرم على المرأة تركيب الرموش الصناعية ، لأنها تدخل في وصل الشعر الذي لعن رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ من فعله

Diharamkan bagi wanita memasang bulu mata palsu, sebab itu termasuk dalam menyambung rambut yang dilaknat oleh Rasulullah ﷺ bagi siapa yang melakukannya. (Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 39301)

Namun, jika untuk tujuan kesehatan dan maslahat kehidupan, untuk mengembalikan fungsi tubuh seperti sediakala, seperti cangkok jantung, kaki palsu untuk berjalan, tangan palsu untuk memegang, gigi palsu untuk mengunyah, atau operasi pelastik untuk pengobatan akibat wajah terbakar atau kena air keras, itu semua bukan termasuk merubah ciptaan Allah Ta’ala. Itu semua merupakan upaya mengembalikan fungsi organ tubuh seperti awalnya, bukan mengubah dari yang aslinya.

Demikian. Wallahu A’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Sedekah Dulu Atau Bayar Utang Dulu

Sedekah Dulu atau Bayar Utang Dulu?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya. Misal kita infaq ke mesjid atau donasi ke palestina
Tapi sebenarnya kita masih memiliki banyak hutang?
Bagaimana itu ustadz
Mohon pencerahan nya🙏🏼

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah wal Hamdulillah ..

Utang ada dua model:

1. Yang bayarnya boleh tertunda seperti kredit yang menahun.

Ini boleh saja dia bersedekah. Berkata Syaikh Utsaimin:

أما إذا كان الدين مؤجلاً، وإذا حل وعندك ما يوفيه : فتصدق ولا حرج ؛ لأنك قادر

Jika utangnya bisa ditunda pembayarannya, dan Anda punya apa-apa yang bisa dijadikan pemenuhan utang itu, maka sedekahlah dan tidak apa-apa, sebab Anda mampu. (selesai dari Asy Syarh Al Kaafiy)

2. Utang yang tidak bisa ditunda, mesti dibayar secepatnya.

Maka ini tidak boleh sedekah .. dia mesti tunaikan utangnya dulu.

Imam Al Bukhari Rahimahullah berkata:

مَنْ تَصَدَّقَ وَهُوَ مُحْتَاجٌ ، أَوْ أَهْلُهُ مُحْتَاجٌ ، أَوْ عَلَيْهِ دَيْنٌ : فَالدَّيْنُ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى مِنْ الصَّدَقَةِ وَالْعِتْقِ وَالْهِبَةِ

Barang siapa yg bersedekah, padahal dia sedang butuh, atau keluarganya butuh, atau dia punya utang, maka utang itu lebih berhak ditunaikan dulu, dibanding sedekah, memerdekakan budak, dan hibah.

(Shahih Al Bukhari, 2/112)

Menunaikan utang adalah wajib, bersedekah adalah Sunnah.

Imam Badruddin Al ‘Aini Rahimahullah menjelaskan:

فالواجب أن يقضي دينه ، وقضاء الدين أحق من الصدقة والعتق والهبة؛ لأن الابتداء بالفرائض قبل النوافل

Maka wajib menunaikan utangnya, menunaikan utang lebih berhak diutamakan dibanding sedekah, membebaskan budak, dan hibah, karena mendahulukan kewajiban sebelum yang Sunnah.

(‘Umdatul Qari, 13/327)

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678