Wali Hakim

Wali Nikah Anak Angkat Perempuan

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, apakah untuk seorang anak angkat perempuan yang akan menikah perlu terlebih dahulu dicari orangtua kandungnya?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim

Salah satu rukun pernikahan adalah adanya wali bagi pengantin perempuan, yang tanpanya maka pernikahan tidak sah. Itulah pendapat mayoritas ulama, kecuali Hanafiyah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لا نكاح الا بولى

Tidak ada pernikahan tanpa adanya wali. (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dll. Dihasankan Imam At Tirmidzi, sementara Imam Ibnu Hibban mengatakan Shahih)

Hadits lain:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ نُكِحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ

Wanita mana pun yang nikah tanpa izin walinya maka nikahnya batal. (HR. Ibnu Majah, Al Baihaqi, Sa’id bin Manshur, dll. Shahih)

Yang paling berhak menjadi wali adalah ayah kandung si wanita tersebut. Ada pun ayah angkat tidak berhak menjadi walinya. Oleh karena itu, sudah semestinya ayah kandung dicari keberadaannya.

Jika tidak ada ayah kandung (misal sudah wafat atau tidak bisa didatangkan karena belum ketemu atau tidak diketahui keberadaannya), maka wali bisa pamannya dari jalur ayah, jika tidak ada juga maka saudara kandungnya yang laki-laki.

Jika tidak ada juga, maka wali hakim yaitu penghulu atau petugas KUA.

Ini sesuai hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

السلطان ولي من لا ولي لها

Sultan (negara) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali. (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, dll. Hasan)
Demikian. Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jangan Menunda Pembayaran

Denda Terlambat Datang ke Pondok Pesantren

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, Kalau misalnya pondok pesantren menerapkan denda 50rb/hari krna anak pulang, dan orang tua membayarnya apakah uang tsb halal ustadz? A/01

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz DR Oni Sahroni, MA

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Halal ; Jika ada biaya karena keterlambatan tersebut, maka boleh di ambil sebagai pendapatan lembaga. Tapi jika tidak ada biaya, maka sebagai infak disalurkan untuk dhuafa dan kegiatan sosial

Untuk lebih detailnya bisa dilihat pada tulisan di link berikut ini:

Sanksi/denda (ta’zir)
https://www.instagram.com/p/CDL2prtsLEc/

Ganti rugi (ta’widh)

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Utang

Jual Rumah Untuk Melunasi Utang Pinjol

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, Saya punya pinjaman online, tapi saya tahu itu dosa besar, saya terpaksa melakukannya, sekarang malah nilai pinjamannya tambah terus, karena bunganya meningkat, saya ingin mengakhirinya.

Saya cuma punya rumah, rencana mau jual rumah buat bayar utang pinjol biar saya juga tenang saya takut dosa besar, tapi ibu saya melarang saya menjual rumah, karena ibu saya ikut tinggal sama saya.

A/42

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz DR Oni Sahroni, MA

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Intinya memilih pilihan yang minim risikonya dan tidak melanggar tuntunan syariah. Jadi bagaimana dengan pilihan tersebut itu terhindar dari kredit ribawi, tetapi juga tidak membuat utang baru atau kebutuhan mendasar keluarga jadi terbengkalai. Sebagaimana kaidah:

يُرْتَكَبُ أَخَفُّ الضَّرَرَيْنِ وَأَهْوَنُ الشَّرَّيْنِ

“Dharar (bahaya) yang lebih ringan yang harus dilakukan”.

Wallahu A’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Halal Tanpa Thoyyib

Penyaluran Dana Non Halal

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, kalau kita mendapat kan hadiah undian dari bank konvensional misanya mobil bgimana hukumnya dan misalnya tdk boleh … apakah hadiah tersebut boleh dijual dan uangnya disedekahkan? Dan kemana sedekahnya?
Dan boleh kah mobil itu kita beli dg uang kita spy mobilnya bisa kita miliki dan uang pembelian mobil td kan sdh kita beli dg uang kita terus uangnya di sedekahkan …
Terima ksh

A/28

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz DR Oni Sahroni, MA

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Iya dijadikan donasi sosial, baik yang disedekahkan adalah mobilnya ataupun dijual dan hasil penjualannya disedekahkan. Diberikan kepada mereka yang paling berhak untuk kebutuhan yang mendasar.

Untuk lebih detailnya bisa dilihat pada tulisan di link berikut ini:

Penyaluran dana non halal

Batasan dan hak fakir miskin

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menghilangkan Keraguan

Pro Kontra Hipnoterapi, Bagaimana Menyikapinya?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, soal hypnotherapy. Apa boleh muslim melakukan ini? Halalkah?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim..

Hipnoterapi adalah salah satu terapi (pengobatan) alternatif dengan menggunakan metode relaksasi, konsentrasi intens, dan perhatian yang terfokus agar terciptanya kesadaran yang lebih tinggi atau disebut juga dengan ‘trance’. Konon, hal ini untuk meningkatkan fokus seseorang, terutama agar lebih menerima sugesti dari terapisnya. Efeknya adalah tidurnya sistem syaraf, sehingga org tersebut sering tidak menyadari dan tidak merasakan apa yang dialaminya.

Sebagian orang ada yang menggunakannya untuk kejahatan seperti mencopet, menipu, dan ada juga untuk kebaikan seperti pengobatan, menghilangkan stress, dan memudahkan persalinan saat melahirkan.

Cara seperti ini mirip seperti sihir, sama-sama menghilangkan kesadaran orang yang disihir. Yg berbeda adalah metodenya. Sihir biasanya dibarengi dgn rapalan mantera dan alat-alat seperti benang, jarum, dll, dengan mendatangkan jin. Sedangkan Hipnoterapi menggunakan kata-kata yg mensugesti, dan pikiran fokus pasiennya. Oleh karena itu, Hipnoterapi dgn hipnosis sebagai dasarnya dianggap nau’un minas sihr (salah satu jenis dr sihir) menurut sebagian ulama.

Maka, muncullah pro dan kontra. Sebagian ulama mengharamkannya, baik dipakai dalam kebaikan, apalagi buat kejahatan. Sebagian lain membolehkan dgn syarat benar-benar bebas dari unsur yang mengandung dan mengundang syirik.

Jalan terbaik adalah tetap menghindarinya. Jika sebuah terapi alternatif seperti Hipnoterapi ini masih kontroversi secara fiqih, pihak yang membolehkan pun memberikan sejumlah syarat, sementara masih banyak cara lain yang jelas halal dan bolehnya, maka pakailah cara-cara yang jelas jalal dan bolehnya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

َدَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ

Tinggalkan apa-apa yang membuat kamu ragu, beralihlah kepada apa-apa yang membuat kamu tidak ragu.

(HR. At Tirmidzi no. 2518, shahih)

Dalam hadits lainnya:

فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ

Maka barangsiapa menjaga dirinya dari melakukan perkara yang meragukan, maka selamatlah agama dan harga dirinya, tetapi siapa yang terjatuh dalam perkara syubhat, maka dia terjatuh kepada keharaman. Tak ubahnya seperti gembala yang menggembala di tepi pekarangan, dikhawatirkan ternaknya akan masuk ke dalamnya.

(HR. Muslim no. 1599)

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

wanita yang paling baik

Taati Suami, Jangan Durhaka Kepada Orang Tua

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, saya menikah tahun 2020 dg duda 2 anak, selama ini kami LDM Jkt-Smg sebulan sekali kami bertemu. yg kecil ikut sy krn bth sosok ibu, sedangkan kakaknya sekolah SD menemani ayahnya disana. lambat laun kami merasa memang hrs satu atap bagaimanapun jg anak2 butuh keluarga yg lengkap. namun hal ini tidak diizinkan ibu sy sampai2 suami hrs menceraikan sy jika bersikeras sy pindah ke Jkt, alasannya krn dulu diijinkan menikah dg syarat hrs hidup di Smg. Saat ini suami tinggal dg orangtua, khawatirnya ibu saya mungkin saya kesulitan ekonomi dg sy keluar pekerjaan dan meninggalkan rumah pribadi di Smg. Sy 2 bersaudara, kakak sypun menentang sy pindah ke Jkt. Mohon pencerahannya ust/ ustadzah atas permasalahan yg sy alami, sy merasa sedih dan berserah diri kepada Alloh, namun sy msh bimbang harus bagaimana 🙏🏻

A/34

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim..

“Taati suami, jangan durhaka kepada orang tua”, ini yang perlu di jaga. Yakinkan kepada ibu dan saudara-saudara, bahwa kebersamaan dengan suami tidak akan menelantarkan ortua. Sehingga taat kepada suami dapat berjalan, dan memerhatikan ibu pun juga tidak dilupakan.

Bagaimana pun juga wanita yang telah bersuami, kewajiban kepada suami lebih besar setelah kewajiban kepada Allah Ta’ala. Ini perlu dipahami oleh semuanya.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan dan kekuatan..

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Melunasi Utang dengan Mengurangi Harga Jual Barang, Boleh?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, kalau ada yang pinjam uang, tapi mau dibayar dengan dagangan hukumnya bagaimana? Misal si A pinjam uang ke si B, kebetulan si A jualan makanan, nanti kalau si B beli makanan ke si A, si A langsung bilang potong aja utang saya bu, bagaimana hukumnya? A/15

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz : DR Oni Sahroni, MA

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pertama, boleh selama perjanjiannya terpisah. Jadi berapa harga jualnya dan berapa yang menjadi kewajiban bayar utang pedagang/debitur kepada pembeli/kreditur. Juga ini tidak diperbolehkan menjadi rekayasa. Selama tidak ada rekayasa dan pembayaran utang dari harga jual, maka diperbolehkan.

Kedua, lebih baik lagi dengan cara jualan dulu baru bayar utang, atau bayar utang dulu baru jualan.

Untuk lebih detailnya bisa dilihat tulisan terkait di link berikut:

Adab berutang

https://www.instagram.com/p/B0j6RaVnzcW/

Produk multi akad

https://www.instagram.com/p/BnYcfquBn_x/

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jaman Riba Tersebar

Hukum Memakai Kendaraan Yang Beli Secara Angsur

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, saya memiliki motor dg nama suami saya(ac) kami sedang butuh uang karena pernah pinjam ke seseorang untuk pendidikan. Sampai sekarang belum bisa mengganti padahal orang yg meminjamkan juga butuh. Saya memiliki motor tapi itu memang untuk kendaraan suami kerja. Boleh gak saya pinjam ke koprasi syariah dg aqad saya membeli motor suami saya. Jadi motor susmi saya tetap bisa di pakai kerja. Sementara saya bisa mengganti uang yg saya pinjam ke orang tersebut 8.000.000.dan pinjaman saya ke koprasi syariah sy cicil selama 10 bulan. Karena saya niat membeli motor berarti saya membayar dg ada kelebihan 2 persen. Bolehkah uztaz?

A/12

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Jawaban

Ustadz : DR Oni Sahroni, MA

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Transaksi penjualan tersebut diperbolehkan dengan syarat memenuhi semua ketentuan jual beli, diantaranya motor yang dijual kepada koperasi tersebut dimiliki secara penuh oleh koperasi.

Misalnya beberapa bukti kepemilikan seperti BPKB dan dokumen lainnya diserahkan ke koperasi dan ada kerelaan dari koperasi walaupun motor tersebut statusnya dimiliki koperasi tetapi masih tetap boleh digunakan oleh keluarga si pembeli dan sewaktu-waktu bisa digunakan oleh koperasi.

Dengan demikian akad jual beli secara angsur yang telah dilakukan itu sah.

Hal ini merujuk pada target dari jual beli adalah perpindahan kepemilikan (intiqal al-milkiyyah) dimana seluruh cicilan adalah hak koperasi, seluruh harga itu milik pembeli dan kendaraan itu milik hak penuh koperasi.

Dan ada kerelaan dari si penjual motor tersebut sementara digunakan oleh si pembeli.
Wallahu A’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Larangan Meniup Makanan dan Minuman

Larangan Meniup Makanan Dan Minuman

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Apakah hadits larangan meniup air yang mau kita minum juga dimaksudkan melarang kita untuk meniup makanan yang masih panas? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. jazakalloh khoiron katsir.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d.

Ya, hal itu dilarang, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, katanya:

نهى أن يتنفس في الإناء أو ينفخ فيه

Nabi melarang bernafas di bejana atau meniupnya (saat minum). (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, shahih)

Imam Asy Syaukani Rahimahullah menjelaskan:

أي في الإناء الذي يشرب منه ، والإناء يشمل إناء الطعام والشراب، فلا ينفخ في الإناء ليذهب ما في الماء من قذارة ونحوها ، فإنه لا يخلو النفخ غالباً من بزاق يستقذر منه ، وكذا لا ينفخ في الإناء لتبريد الطعام الحار ، بل يصبر إلى أن يبرد ، ولا يأكله حاراً ، فإن البركة تذهب منه ، وهو شراب أهل النار”

Yaitu larangan meniup di tempat air minum, dan ini mencakup tempat makanan dan minuman.

Maka, janganlah meniup air supaya hilang kotoran dan semisalnya, sebab hal itu tidak akan lepas tertiup pula air ludah yang akan mengotorinya, begitu pula jangan meniup makanan panas supaya dingin, tetapi hendaknya dia bersabar.

Dan jangan minum saat masih panas, sebab keberkahan akan hilang, dan itu minuman penghuni neraka. (Nailul Authar, 8/221)

Imam Al Munawi Rahimahullah berkata:

والنفخ في الطعام الحار يدل على العجلة الدالة على الشَّرَه وعدم الصبر وقلة المروءة

Meniup makanan panas menunjukkan ketergesa-gesaannya, yang menunjukkan kejelekannya, tidak sabar, dan sedikitnya muru’ah.
(Faidhul Qadir, 6/346)

Lalu, apa implikasi hukum larangan ini? Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah menjelaskan:

وهذا النهي عن الأمرين للكراهة ، فمن فعلهما أو أحدهما لا يأثم إلا أنه قد فاته أجر امتثال هذه التوجيهات النبوية، كما فاته أيضاً التأدب بهذا الأدب الرفيع الذي تحبه وترضاه النفوس الكاملة

Larangan dua hal ini (bernafas dan meniup bejana) adalah makruh, siapa yang melakukan keduanya atau salah satunya dia tidak berdosa. Tapi dia kehilangan mendapatkan pahala dari mengikuti arahan kenabian dalam masalah ini. Sebagaimana dia juga kehilangan nilai pendidikan dari adab yang mulai ini, yang disukai dan diridhai oleh jiwa yang sempurna. (Selesai)

Bagaimana jika memang waktu sempit, sehingga dia harus makan saat itu juga dan makanan masih panas?

Imam Al Mardawiy Rahimahullah menjelaskan;

قال الآمدي : لا يكره النفخ في الطعام إذا كان حاراً . قلت (المرداوي) وهو الصواب ، إن كان ثَمَّ حاجة إلى الأكل حينئذ

Berkata Al Amidiy: tidak dimakruhkan meniup makanan jika makanan itu panas. Aku (Al Mardawiy) berkata: Ini benar, jika di sana memang ada kebutuhan yang membuatnya harus makan saat itu juga.
(Al Inshaf, 8/328).

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Al Qur'an Nutrisi Akal dan Jiwa

Peraturan Membaca Al-Qur’an Di Kantor

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, saya bekerja di sebuah kantor, kantor saya mempunyai kebijakan kepada seluruh pekerja yaitu mengadakan meeting pagi setiap pukul 8 s.d 9, Salah satu kegiatan pada meeting pagi adalah membaca Al Quran Dan semua staff yang hadir harus membaca al-Quran bersama-sama. kebetulan seluruh pegawai adalah Muslim Dan sudah bisa membaca Al quran.

Namun ada kawan saya diperusahaan lain yang lulusan sebuah universitas Islam mengatakan bahwa hal yang dilakukan oleh perusahaan saya adalah Salah, karena hal tersebut seperti memaksa orang untuk mengaji Al Quran,

Dia mengatakan bahwa dalam Al Quran Allah berkata : , اسئلو اهل علم ان كنتم لا تعلمون

Dan dia mengatakan bahwa hal yang di lakukan oleh perusahaan saya bisa membuat orang jadi munafiq.
Karena disaat masuk kantor dia terpaksa harus mengaji karena sudah merupakan kebijakan perusahaan. Dan jika tidak mengikutinya maka akan mempengaruhi nilai kerja. Padahal waktu meeting pagi Dan mengaji itu benar-benar dihitung sebagai jam kerja

Mohon penjelasannya pak ustadz. A_11


🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apa yg dilakukan oleh kantor tersebut sudah benar dalam membangun tadayyun sya’bi, iklim keberagaman, di kantor. Jika membaca Al Quran sdh dihitung sebagai bagian jam ngantor, maka memang harus ditaati semua karyawan sebagai konsekuensi SPK (Surat Perjanjian Kerja) yg harus ditaati, dan status aktifitas membaca Al Quran tersebut menjadi sama seperti aktifitas kerja lainnya di kantor tersebut. Bukan pemaksaan.

Hal itu tidaklah ada kaitannya menjadi manusia munafiq. Sebab, munafiq itu menyimpan kekafiran, dan menampakkan keislaman. Sdgkan karyawan tersebut tdk ada satu pun yang kafir atau menyimpan kekafiran.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678