๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐น
๐ Pemateri : Ustadz Slamet Sentosa
Sebuah Renungan Jiwa
Hidup ini perjalanan
Bak meniti jembatan
Jangan menetap disana
Apalagi membangun istana
Dunia hanyalah perlintasan
Dalam perjalanan
Perjalanan menuju akhir
Tiada keabadian padanya
Karena ia fana’
Surga atau neraka
Disanalah keabadiaannya
Allah menenangkan Nabi-Nya Ya’kub as
Saat hatinya bersedih
Kehilangan Yusuf tercinta
Sang anak kesayangan
Dengan kata yang indah
ููุตูุจูุฑู ุฌูู ูููู
โMaka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku).โ (QS. Yusuf: 18)
Sabar yang indah
Bukan hanya menahan diri
Namun menyucikan hati
Mengazamkan tekad
Memperbaiki pandangan
Menguatkan harapan
Sabar bukan keluh kesah
Tapi doa dalam diam
Penuh kesyahduan
Menghangatkan hati
Penuh keyakinan
Kepada Yang Maha Melihat
Kepada Yang Maha Mengetahui
Sabar yang meneguhkan
Bagi hati dan kerapuhan jiwa
Wahai jiwa yang lelah
Qurโanmu, peganglah erat-erat
Saat malam sunyi sepi
Tegaklah berdiri
Menghadap Rabbil’izzati
Bercurhatlah dan mengadu
Saat dunia membelenggu
Sujudlah….
Pasti kekuatan mengalir
Menenangkan kacaunya pikiran
Mengobati rapuhnya hati
Menguatkan lemahnya langkah
Hadapilah luka dan duka
Juga derita dan nestapa
Dengan penuh ikhas dan ridha
Bukan karena kita lemah
Namun karena percaya
Allah telah menetapkannya
Dari-Nya
Tiadalah yang sia-sia
Jatuhnya air mata
Pastinya, tercatat penuh makna
Jangan tertipu gemerlap dunia
Karena kita sedang berjalan
Berjalan ya berjalan
Bukan pula menetap
Apalagi membangun istana
Kehilangan, hinaan dan kesedihan
Yang datang menerpa
Adalah tabiat jembatan
Jangan berhenti
Hanya karena terluka
Jangan menyerah
Hanya karena sepi
Jika engkau sabar
Ujung jembatan ini cahaya
Akan datang waktu
Dimana kita duduk bersama
Di bawah naungan pohon surga
Nyaman, sejuk dan damai
Tersenyum mengenang
Segala ujian yang dulu melanda
Yang kini telah berlalu
Bayangkan hari itu
Tawa senyum penuh bahagia
Bersama orang-orang tercinta
Membicarakan tema silam
Tentang dunia
Yang telah berlalu
Bukan karena penyesalan
Namun kesyukuran
Tertawa gembira
Mengingat dunia
Rupanya ia hanyalah
Lelucon singkat
Yang nyaris saja
Membuat lupa
Akan Tujuan Utama
Saudarakuโฆ
Mari kita isi perjalanan ini
Dengan dakwah, dzikir, dan cinta
Jangan biarkan dunia
Mengambil waktu terbaik kita
Karena ia hanyalah ladang
Bukan istana bersinggasana
Karena ia hanyalah kendaraan
Untuk perjalanan ini
Menuju keabadian
Dunia bukan tempat berlabuh
Apalagi cita-cita tinggi dan obsesi akhir
Satu hari nanti
Kita akan sampai
Saat hari itu datang
Kita adalah Pemenang
Bukan karena tak pernah jatuh
Tapi karena bangkit selalu bersama Allah di hati
Karena dunia jembatan
Karena dunia sementara
Karena dunia bukanlah tempat
Membangun istana untuk menetap
Karena dunia itu perlintasan
Karena kita pernah melewatinya
Dengan penuh kesabaran tentunya
Kesabaran yang indah…
๐๐๐บ๐๐๐บ๐๐
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :
IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_
๐ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
๐ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812








