MEWASPADAI FITNAH JABATAN

0
50

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

๐Ÿ“ Khutbah Jum’at Oleh: Ustadz Slamet Abdurrahman, S.Ag, M.Si (IKADI DIY)

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ู‡ููˆูŽ ู…ูŽุงู„ููƒู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒูุŒ ูŠูุคู’ุชููŠ ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒูŽ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกุŒ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุฒูุนู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒูŽ ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกุŒ ูˆูŽูŠูุนูุฒู‘ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกุŒ ูˆูŽูŠูุฐูู„ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกุŒ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑ
ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ุŒ ุนูŽุงู„ูู…ูŒ ุจููƒูู„ู‘ู ุนูŽุธููŠู’ู…ู ูˆูŽุตูŽุบููŠู’ุฑุŒ ูˆูŽุฌูŽู„ููŠู’ู„ู ูˆูŽุญูŽู‚ููŠู’ุฑุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ุŒ ู‡ููˆูŽ ู„ูู„ุฑู‘ูุณูŽุงู„ูŽุฉู ุฌูŽุฏููŠู’ุฑุŒ ูˆูŽู„ูู„ู’ุจูŽุดูŽุฑููŠู‘ูŽุฉู ุฃูŽู…ููŠู’ุฑ.
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุชู’ุจูŽุงุนูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุจููˆู’ุณู ู‚ูŽู…ู’ุทูŽุฑููŠู’ุฑ. ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุ›
ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูŠูŽ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููˆู’ู†ูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ยซูŠูŽุงู“ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ุงูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ุชูู…ู’ ู…ู‘ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽยป

Jamaah Jumat yang berbahagia
Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya bagi kita semua sehingga kita bisa menghadiri ibadah Jumat di masjid yang mulia ini. Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Saw., beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Perkenankan selaku khatib, kami mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah Swt., dengan cara memenuhi perintah-Nya serta berusaha sekuat tenaga meninggalkan segala larangan-Nya. Sebab ketakwaanlah bekal kita dalam menghadapi berbagai kondisi dan tantangan kehidupan. Sebagaimana firman Allah Swt.

ูˆูŽุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฏููˆุงู’ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽุงุฏู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆู†ู ูŠูŽุง ุฃููˆู’ู„ููŠ ุงู„ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู

โ€œBerbekallah, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.โ€ (Q.s. Al-Baqarah: 197).

Jamaah Jumat yang berbahagia
Hidup ini sungguh merupakan ujian. Semuanya dimaksudkan untuk menyaring di antara umat manusia sehingga akan tampak kelompok mana yang bertakwa dan mana yang ingkar. Allah Swt. berfirman,

ูˆูŽู‚ูŽุทู‘ูŽุนู’ู†ูŽูฐู‡ูู…ู’ ููู‰ ูฑู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูู…ูŽู…ู‹ุง ู…ู‘ูู†ู’ู‡ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽูฐู„ูุญููˆู†ูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุฏููˆู†ูŽ ุฐูŽูฐู„ููƒูŽ ูˆูŽุจูŽู„ูŽูˆู’ู†ูŽูฐู‡ูู… ุจูุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽูฐุชู ูˆูŽูฑู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูู€ู”ูŽุงุชู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนููˆู†ูŽ

โ€œDan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang salih dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)โ€. (Q.s. Al-Aโ€™raf: 168).

Jamaah Jumat yang berbahagia
Di antara ujian yang diberikan Allah Swt. kepada manusia adalah berupa tahta, jabatan, atau kedudukan. Sangat umum dijumpai adanya orang yang pada mulanya sebagai pribadi yang baik dan salih, tetapi seiring dengan perjalanan waktu menjadi terlena dengan fitnah tersebut. Akhirnya dia menjadi individu yang tampak โ€œgila jabatanโ€ atau โ€œgila kehormatanโ€!
Ujian dalam bidang ini sangat berbahaya, hendaknya kita berhati-hati dari fitnah tahta, jabatan, atau kedudukan. Rasulullah Saw. bersabda,

โ€Œุฅูู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ โ€ŒุณูŽุชูŽุญู’ุฑูุตููˆู†ูŽ โ€ŒุนูŽู„ูŽู‰ โ€Œุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงุฑูŽุฉูุŒ ูˆูŽุณูŽุชูŽูƒููˆู†ู ู†ูŽุฏูŽุงู…ูŽุฉู‹ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู

โ€œSesungguhnya kalian akan berambisi untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal, kekuasaan itu akan menjadi penyesalan pada hari Kiamat.โ€ (H.r. Al-Bukhari).

Dalam satu hadis dari Sahabat Abu Dzar r.a., Rasulullah Saw. mengingatkan bahwa jabatan adalah tanggung jawab yang berat. Janganlah kita mengambilnya, kecuali bagi orang yang memang memiliki kapasitas untuk menunaikannya dengan benar.

Abu Dzar pernah meriwayatkan. Suatu hari, Abu Dzar berkata kepada Rasulullah, โ€œWahai Rasulullah, tidakkah engkau memberi jabatan padaku (sebagai seorang pemimpin)?โ€ Lalu, Rasulullah memukulkan tangannya di bahuku, dan bersabda, โ€œWahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya hal ini adalah amanah, ia merupakan kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat, kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikannya (dengan sebaik-baiknya).โ€ (H.r. Muslim).

Jamaah Jumat yang berbahagia
Jabatan bagi seseorang kadang dianggap menjadi tanda kemuliaan dan kehormatan. Maka, tidak mengherankan ada sebagian orang yang berusaha mendapatkan jabatan dengan cara menabrak moral dan etika, bahkan harus dengan mengeluarkan biaya sangat mahal. Semua pelanggaran etika itu dilakukan, meski sebenarnya jabatan yang diincar hanya bersifat sosial dan tidak akan memberikan keuntungan secara materi.
Hanya saja, secara umum kita menyaksikan, jabatan memiliki implikasi keduniawian. Itulah sebabnya, hari-hari ini kita menyaksikan hingar bingar politik menuju pemilu 2024. Kita menyimak berbagai intrik yang terjadi selama masa kampanye. Dapat dipastikan, sebagian dari mereka yang berkontestasi dalam pesta demokrasi ini hanya berambisi untuk mendapatkan jabatan. Demi suatu jabatan, orang bisa melakukan penipuan, pengkhianatan, permusuhan, penyuapan, serta memanipulasi aturan dan hukum. Meskipun kita juga meyakini, ada juga orang-orang yang ikhlas ingin mengabdi kepada masyarakatt dan melakukan perubahan.

Jamaah Jumat yang berbahagia
Secara umum, jabatan atau kedudukan akan memberikan kekuasaan atau kewenangan bagi seseorang untuk melakukan tindakan yang menggambarkan orientasi dan kekuatan dirinya. Bagi orang yang tidak memiliki integritas, perkataan John Dalberg-Acton, seorang sejarawan Inggris abad ke-19, barangkali mewakili kecenderungan diri mereka: power tends to corrupt, but absolute power corrupts absolutely. Artinya, sifat kekuasaan selalu memiliki kecenderungan untuk korup (disalahgunakan) dan kekuasaan yang mutlak pasti korup (disalahgunakan).

Oleh karena itu, tidak mengherankan bila seseorang berusaha untuk mempertahankan kekuasaannya agar โ€˜langgengโ€™. Beberapa penguasa berusaha agar tetap bisa berkuasa dalam waktu yang lebih lama. Dia takut kehilangan kekuasaan dan pengaruhnya. Para penguasa demikian mengidap post power syndrom (sindrom dan ketakutan setelah tak lagi berkuasa). Kekhawatiran itu mendorong untuk mempertahankan kekuasaannya, meski harus menabrak peraturan yang legal. Sejarah peradaban manusia mencatat, para penguasa yang ambisius tidak akan langgeng. Kekuasaannya tidak akan abadi.

Jamaah Jumat yang berbahagia
Kita bangsa Indonesia sudah sangat kenyang dengan pengalaman pahit yang menimpa negeri ini. Pada masa Orde Lama, Soekarno pernah diangkat menjadi presiden seumur hidup. Sementara itu, pada masa Orde Baru, Soeharto mendominasi dalam setiap pemilu hingga beliau diangkat menjadi presiden hingga tujuh periode; yang akhirnya lengser oleh gerakan reformasi dari rakyat. Hal semacam ini jangan sampai terulang kembali.

Dalam hal ini, ada satu hadits dari Kaโ€™ab bin Malik r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

ู…ูŽุง ุฐูุฆู’ุจูŽุงู†ู ุฌูŽุงุฆูุนูŽุงู†ู ุฃูุฑู’ุณูู„ูŽุง ูููŠู’ ุบูŽู†ูŽู…ู ุจูุฃูŽูู’ุณูŽุฏูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูุฑู’ุตู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุฑูŽูู ู„ูุฏููŠู’ู†ูู‡ู

“Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.” (H.r. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Jamaah Jumat yang berbahagia
Rasulullah Saw. telah menggambarkan dengan sangat akurat bahwa rusaknya agama seseorang karena sikap rakusnya kepada harta dan kedudukan. Kerusakan ini lebih parah daripada rusaknya tubuh kambing yang dicabik-cabik oleh dua serigala lapar yang rakus. Kerakusan dan kebuasan dua serigala tersebut pasti akan segera mencabik-cabik tubuh kambing yang awalnya utuh sehingga berakhir dalam keadaan rusak binasa.

Kekuasaan atau jabatan yang dipegang oleh orang yang rakus atau tamak akan menghancurkan tatanan negara dan akhirnya meluas dalam kehidupan masyarakat. Maka kita harus berupaya, bagaimana caranya agar jabatan tertentu bisa dipegang oleh orang-orang yang amanah, jauh dari perilaku khianat.

Jamaah Jumat yang berbahagia

Jabatan kekuasaan sebenarnya merupakan ladang amal kebaikan manakala dijalankan dengan amanah. Sederhananya, jabatan merupakan amanah atau tanggung jawab yang harus ditunaikan oleh orang yang memiliki profesionalisme dan memenuhi syarat sebagai sebagai pemimpin dengan karakter: shidiq, tabligh, amanah, dan fathonah.

Jabatan harus dimaknai sebagai jalan pengabdian dan pelayanan. Bukan malah dimanfaatkan dengan slogan โ€œaji mumpung.โ€ Seseorang merasa seenaknya untuk berkuasa, bersikap semena-mena, dan bertingkah seolah raja yang memiliki kekuasaan tanpa batas.

Demikian khutbah siang ini, harapannya kita diberi kehati-hatian dalam menentukan pilihan saat pemilu yang akan dilaksanakan nanti. Semoga pemimpin yang terpilih adalah orang yang memang amanah dan jauh dari sifat khianat. Amin.

ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุขูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุชูู„ุงูŽูˆูŽุชูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู.

Khutbah Kedua

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽูˆู’ูููŠู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุงู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู‡ูŽุฏู ุฃูŽู† ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู
ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุนู’ุธููŠู’ู…ู‹ุง ู„ูุดูŽุฃู’ู†ูู‡ุŒ ูˆุฃูŽุดู‡ุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูุญู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนููŠ ุฅูู„ู‰ ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ูู‡.
ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุ›
ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ุŒ ูˆูŽุฃูŽุทููŠู’ุนููˆู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ุณู‘ูุฑู‘ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุฌู’ูˆูŽู‰.
ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ููˆุง ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‡ูŽุงุฏููŠ ุงู„ู’ุจูŽุดููŠู’ุฑุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูุฑูŽุงุฌู ุงู„ู’ู…ูู†ููŠู’ุฑุŒ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽุงุญูุจู ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠู’ุฑ. ููŽู‚ูŽุฏู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู: ยซุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ุงู‹ยป
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ุงูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ุฅู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽู€ุฌููŠู’ุฏุŒ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู€ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ุŒ ุฃูŽุจููŠู’ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ููŠู‘ุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽูŠู’ู†ุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูู…ูŽู†ู€ู‘ููƒูŽ ูˆูŽูƒูŽุฑูู…ููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ููŠู’ู†.
ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชูุŒ ุงู’ู„ุฃูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ ู‚ูŽุฑููŠู’ุจูŒ ู…ูุฌููŠู’ุจู ุงู„ุฏู‘ูŽุนูŽูˆูŽุงุชุŒ ูˆูŽูŠูŽุง ู‚ูŽุงุถููŠูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุงุช.
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุขู…ูู†ู‘ูŽุง ูููŠ ุฃูŽูˆู’ุทูŽุงู†ูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฃูŽุฆูู…ู‘ูŽุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽูˆูู„ุงูŽุฉูŽ ุฃูู…ููˆุฑูู†ูŽุง.
ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽุŒ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽุŒ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽุŒ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽุŒ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉุŒ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุจูู„ุงูŽุฏู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ.
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุนูŽุงููŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฆูู…ูŽุฉุŒ ูููŠ ุฏููŠู’ู†ูู†ูŽุง ูˆูŽุฏูู†ู’ูŠูŽุงู†ุงูŽ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู†ุงูŽ.
ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ.
ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู.
ูˆุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ.
ุฃูŽู‚ููŠู’ู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉ.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here