Paranoid Ekstrim Terhadap Islam​

📌 Mereka resah dan gelisah dengan apa yang mereka katakan Islam Ideologi

📌 Hal-hal yang beraroma Islam di semua sendi hidup, mereka menggugatnya

📌 Padahal mereka ini ngakunya muslim juga .. Tapi rasa takutnya luar biasa

📌 Perumahan Islam mereka gugat, sebagai sebab intoleransi

📌 Tepuk Anak Shalih yang biasa di TK TK Islam mereka gugat, sebagai bibit radikalisme

📌 Entah .. Apakah mereka juga mau menggali kubur para pahlawan di Kalibata yang dikavling sesuai agamanya lalu dicampurkan dengan yang lain

📌 Ketakutan tingkat parah ini menunjukan sisi kebencian kepada Islam yang tingkat “Ultra”

📌 Muslim bangga dengan Islam, muslim bangga demgan budayanya .. Itu adalah hal natural .. Tapi bagi mereka itu  intoleransi

Maha Benar Allah Ta’ala ketika berfirman;

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS. An Nisaa: 61)

Sejarah dan Keutamaan Al Aqsha Serta Kewajiban Melindunginya (Bag. 4-selesai)​

📌Tempat Terjadinya Peristiwa Isra 

Surat Al Isra ayat pertama di atas menunjukkan bahwa Al Aqsha bersama Masjidil Haram-  merupakan tempat terjadinya  peristiwa Isra  (perjalanan di malam hari). Hal ini menunjukkan kedudukannya yang tinggi  sehingga dia dipilih sebagai tujuan dari Isra di dunia, dan titik tolak terjadinya Miraj ke langit tujuh.

Ada pun tentang Isra Miraj, benarkah peristiwa ini terjadi pada bulan Rajab? Atau tepatnya 27 Rajab? Jawab: Wallahu Alam. Sebab, tidak ada kesepakatan para ulama hadits dan para sejarawan muslim tentang kapan peristiwa ini terjadi, ada yang menyebutnya Rajab, dikatakan Rabiul Akhir, dan dikatakan pula Ramadhan atau Syawal. (Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7/242-243)    

 Imam Ibnu Rajab Al Hambali  mengatakan, bahwa banyak ulama yang melemahkan pendapat bahwa peristiwa Isra terjadi pada bulan Rajab, sedangkan Ibrahim Al Harbi dan lainnya mengatakan itu terjadi pada Rabi’ul Awal. (Ibid Hal. 95).

Beliau juga berkata:

و قد روي: أنه في شهر رجب حوادث عظيمة ولم يصح شيء من ذلك فروي: أن النبي صلى الله عليه وسلم ولد في أول ليلة منه وأنه بعث في السابع والعشرين منه وقيل: في الخامس والعشرين ولا يصح شيء من ذلك وروى بإسناد لا يصح عن القاسم بن محمد: أن الإسراء بالنبي صلى الله عليه وسلم كان في سابع وعشرين من رجب وانكر ذلك إبراهيم الحربي وغيره

“Telah diriwayatkan bahwa pada bulan Rajab banyak terjadi peristiwa agung dan itu tidak ada yang shahih satu pun. Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dilahirkan pada awal malam bulan itu, dan dia diutus pada malam 27-nya, ada juga yang mengatakan pada malam ke-25, ini pun tak ada yang shahih. Diriwayatkan pula dengan sanad yang tidak shahih dari Al Qasim bin Muhammad bahwa peristiwa Isra-nya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terjadi pada malam ke-27 Rajab, dan ini diingkari oleh Ibrahim Al Harbi dan lainnya.” (Lathaif Al Ma’arif Hal. 121. Mawqi’ Ruh Al Islam)  

Sementara, Imam Ibnu Hajar mengutip dari Ibnu Dihyah, bahwa: Hal itu adalah dusta.” (Tabyinul ‘Ajab hal. 6). Imam Ibnu Taimiyah juga menyatakan peristiwa Isra’ Mi’raj tidak diketahui secara pasti, baik tanggal, bulan, dan semua riwayat tentang ini terputus dan berbeda-beda.

📌 Kiblat Pertama  Umat Islam

Allah Ta’ala berfirman:

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (142) وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ (143) قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ (144)

Orang-orang yang kurang akalnya  diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.  Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami ak
an memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Baqarah (2): 142-144)

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Baitul Maqdis telah menjadi kiblat selama 16 atau 17 bulan lamanya. (HR. Bukhari No. 4488)

Ada beberapa hikmah dari ayat-ayat tahwilul qiblah di atas:

✅Ujian Keimanan dan Ketaatan untuk kaum mukminin (para sahabat saat itu).

✅Simbol persatuan dan  kebersamaan seluruh  kaum muslimin.

✅Keseragaman arah ibadah kaum muslimin

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan:

إنما شرعنا لك -يا محمد -التوجه أولا إلى بيت المقدس، ثم صرفناك عنها إلى الكعبة، ليظهر حالُ من يَتَّبعك ويُطيعك ويستقبل معك حيثما توجهتَ مِمَّن ينقلب على عَقبَيْه، أي: مُرْتَدّاً عن   دينه

“Sesungguhnya syariat kami  untukmu –wahai Muhammad- pertama-tamanya adalah mengarah  ke Baitul Maqdis, kemudian merubahmu darinya kearah Kabah, untuk menampakkan/memenangkan   keadaan orang yang mengikutimu, mentaatimu, dan berkiblat bersamamu di mana saja kamu  menghadap, terhadap orang-orang yang murtad dari agamanya. (Tafsir Al Quran Al Azhim, 1/457. Dar Lin Nasyr wat Tauzi)

✏️Lalu, Apa setelah ini?

Telah diketahui berbagai keutamaan dan kemuliaan Masjid Al Aqsha. Tulisan ini bukanlah yang pertama (dan mungkin bukan yang terakhir). Semua sudah diketahui bersama, dan keadaan Al Aqsha saat ini pun sudah diketahui bersama. Lebih setengah abad lamanya dia berada di bawah cengkraman Zionis Yahudi. Berkali-kali pula kaum muslimin di usir, dibantai, wanitanya diperkosa, rumah-rumah dirubuhkan, dan semua ini terlihat jelas di mata dunia, sampai pula di kamar-kamar kita.

Tidak cukup mengutuk, tidak cukup KTT, dan tidak cukup melakukan kajian-kajian, harus ada amal nyata, terprogram, dan massiv agar Al Aqsha kembali ke tangan kaum muslimin. Baik dilakukan oleh pribadi, lembaga, atau negara-negara muslim. Semuanya tidak boleh tinggal diam atas kewajiban ini. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan.

Dari Zaid bin Khalid Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا

“Barangsiapa yang membantu persiapan orang yang berjihad, maka dia juga telah berjihad. (HR. Bukhari No. 2688)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah menetapkan, orang yang mempertahankan harta pribadi dan membela keluarga adalah syahid, maka apalagi mempertahankan bumi yang diberkahi ini, milik kaum muslimin -bukan milik pribadi- dan segudang keutamaan lainnya.

                Dari Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

                “Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya, maka dia syahid.” (HR. Bukhari No. 2348, At Tirmidzi No. 1418I, bnu Majah No. 2580, An Nasa’i No. 4087)

                Dari Sa’id bin Zaid Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

                “Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya maka dia syahid, barangsiapa dibunuh karena agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena darahnya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena membela keluarganya maka dia syahid. (HR. At Tirmidzi No. 1421, katanya: hasan shahih, Abu Daud No. 4772, Syaikh Al Albani menshahihkan di berbagai kitabnya)

Sesungguhnya berperang membela Al Aqsha sudah wajib semampu yang kita berikan- bagi kaum muslimin. Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

متى تشرع الحرب وإذا كانت القاعدة هي السلام، والحرب هي الاستثناء فلا مسوغ لهذه الحرب – في نظر الاسلام – مهما كانت الظروف، إلا في إحدى حالتين: (الحالة الاولى) حالة الدفاع عن النفس، والعرض، والمال، والوطن عند الاعتداء. يقول الله تعالى: ” وقاتلوا في سبيل الله الذين يقاتلونكم. ولا تعتدوا إن الله لا يحب المعتدين “.

“Jika yang menjadi kaidah dasar adalah berdamai (As Salam), sedangkan perang adalah pengecualian, maka berarti menurut ajaran Islam perang sama sekali tidak dikenal; dalam keadaan bagaimana pun kecuali pada dua keadaan:

Pertama. Mempertahankan diri, nama baik, harta dan tanah air ketika diserang musuh, firman Allah taala: Dan berperanglah di jalan Allah melawan meraka yang memerangi kamu, janganlah sekali-kali kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak   menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al Baqarah (2): 190)

Lalu, Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menambahkan:

(الحالة الثانية) حالة الدفاع عن الدعوة إلى الله إذا وقف أحد في سبيلها. بتعذيب من آمن بها، أو بصد من أراد الدخول فيها، أو بمنع الداعي من تبليغها، ودليل ذلك: (أولا) أن الله سبحانه يقول: ” وقاتلوا في سبيل الله الذين يقاتلونكم ولا تعتدوا إن الله لا يحب المعتدين واقتلوهم حيث ثقفتموهم وأخرجوهم من حيث أخرجوكم والفتنة أشد من القتل ولا تقاتلوهم عند المسجد الحرام حتى يقاتلوكم فيه، فإن قاتلوكم فاقتلوهم كذلك جزاء الكافرين – فإن انتهوا فإن الله غفور رحيم – وقاتلوهم حتى لا تكون فتنة ويكون الدين لله فإن انتهوا فلا عدوان إلا على الظالمين “

“Keadaan Kedua, dalam keadaan mempertahankan dakwah ke jalan Allah. Jika ada orang yang menghentikan dakwah ini dengan jalan menyiksa orang-orang yang seharusnya terjamin keamanannya, atau dengan jalan merintangi mereka yang ingin memeluk ajaran Allah, atau melarang juru dakwah menyampaikan ajaran Allah. Allah Ta’ala berfirman:

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah (2): 190-194) (Fiqhus Sunnah, 2/613-614. Dar Al Kitab Al ‘Arabi)

Insya Allah, masa depan Al Aqsha cerah sebagaimana janjiNya kepada para pejuangNya: wa innaa jundanaa lahumul ghaalibuun – Sesungguhnya tentara-tentara Kamilah yang pasti menang.

“Israel Akan Berdiri dan Tetap Akan Berdiri, Sampai Islam yang akan menghancurkannya sebagaimana ia pernah dihancurkan sebelum ini.” (Al Ustadz Hasan Al Banna Rahimahullah)

Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
http://www.manis.id

Sejarah dan Keutamaan Al Aqsha Serta Kewajiban Melindunginya (Bag. 3)​

📌 Shalat Di Dalamnya Bernilai  Ratusan kali di masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjid An Nabawi

Sebenarnya ada beberapa riwayat yang berlainan berkenaan   keutamaan shalat di dalamnya, ada yang menyebut 1000 kali, 500 kali, dan 250 kali lebih utama dibanding masjid biasa.
Dari Abu Dzar Radhiallahu Anhu, ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kami bertanya: Lebih utama mana, shalat di masjid Rasulullah atau di masjid Al Aqsha?”

Beliau  bersabda:

صلاة في مسجدي هذا أفضل من أربع صلوات فيه

“Shalat di masjidku ini lebih utama empat kali lipat dibanding shalat di dalam masjidil Aqsha.” (HR. Al Hakim 4/509. Katanya: isnadnya shahih, dan disepakati oleh Adz Dzahabi)

Ini menunjukkan, shalat di masjid Al Aqsha adalah ¼ kali nilainya shalat di Masjid Nabawi. Jika Masjid Nabawi bernilai 1000 kali shalat di masjid biasa, maka nilai shalat di masjid Al Aqsha adalah 250 kali shalat di masjid biasa. 

Sementara dalam riwayat Maimunah disebutkan bahwa shalat di Masjid Al Aqsha sama dengan 1000 shalat di masjid biasa, ada pun dalam riwayat Abu Darda disebutkan 500 kali lipat. Syaikh Al Albani Rahimahullah mengatakan:

فيقال : إن الله سبحانه وتعالى جعل فضيلة الصلاة في الأقصى مائتين وخمسين صلاة أولا ثم أوصلها إلى الخمسمائة ثم إلى الألف فضلا منه تعالى على عباده ورحمة . والله تعالى أعلم بحقيقة الحال

“Maka disebutkan: Sesungguhnya Allah Ta’ala pada awalnya  menjadikan fadhilah shalat di Al Aqsha adalah 250 kali, kemudian menaikkannya menjadi 500 kali, kemudian menjadi 1000 kali, sebagai keutamaan dan rahmat dariNya untuk hamba-hambaNya. Allah Yang Maha Tahu  hakikat keadaannya. (Syaikh Al Albani, Ats tsamar Al Mustathab fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, Hal. 549.  Cet. 1, Ghiras Lin Nasyr wat Tauzi) 

📌Masjidil Aqsha dan Sekitarnya Adalah Diberkahi

Allah Taala berfirman:

سُبْحَانَ الذى أسرى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مّنَ المسجد الحرام إلى المسجد الاقصى الذى بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءاياتنا إنَّهُ هُوَ السميع البصير

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al Isra (17): 1)

 Berkata  Imam Ali Asy Syaukani Rahimahullah tentang makna telah Kami berkahi sekelilingnya:

بالثمار والأنهار والأنبياء والصالحين ، فقد بارك الله سبحانه حول المسجد الأقصى ببركات الدنيا والآخرة

“Dengan buah-buahan, sungai, para nabi dan shalihin, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan keberkahan di sekitar masjid Al Aqsha dengan keberkahan dunia dan akhirat. (Imam Asy Syaukani, Fathul Qadir, 4/280. Mawqi Ruh Al Islam)

Bersambung …

RAMADHAN BULAN PERTAUBATAN​

☝ ​Da’i yang Mantan Preman – Preman Kota Makkah​☝

Ramadhan adalah ​Syahrul Qur’an,​
Ramadhan juga adalah ​Syahrul Qiyam​
Ramadhan adalah ​Syahrul Tarbiyah,​
Ramadhan juga ​Syahrul Jihad​
Ramadhan juga merupakan ​Syahrul Taubat​…bulan pertaubatan
Sejarah mencatat peristiwa pasca perang Badar yg terjadi di bulan Ramadhan

Mari mencoba mengambil hikmah dari Islamnya sahabat Nabi SAW yang bernama ‘Umayr ibn Wahb (ra) yang oleh Ibnu Hisyam dicatat dengan julukan “Saythanan min Sayathini Quraysin” dalam kitabnya.

Agung Waspodo, berharap ‘ibadahnya diterima Allah SWT dan tidak dikurangi walau dipajang di medsos, ighfirlana..

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Agung Waspodo  akan membahas pertaubatan Syaithan min Syayathini Quraysin ini dalam kajian ​AUDIO​ di bawah ini.

Selamat menyimak.

link audio: https://drive.google.com/folderview?id=0Bx5YNkOteOF8eThFQ3Rfd1BNalE

Mereka berkata tentang ​Syaikh Yusuf bin Abdillah Al Qaradhawy​ Hafizhahullah

​Imam Hasan Al Banna​ berkata: “Sesungguhnya ia adalah seorang penyair yang jempolan dan berbakat.” 

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz​ mantan mufti kerajaan Saudi dan ketua Hai’ah Kibarul Ulama berkata: “Buku-bukunya memiliki bobot ilmiah dan sangat berpengaruh di dunia Islam.” 

☆☆☆☆☆

​Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albany​-ahli hadits terkemuka abad 20 berkata, “Saya diminta (al Qaradhawy) untuk meneliti riwayat hadis serta menjelaskan kesahihan dan ke dha’ifan hadis yang terdapat dalam bukunya (Halal wal Haram). Hal itu menunjukkan ia memiliki akhlak yang mulia dan pribadi yang baik. Saya mengetahui semua secara langsung. Setiap dia bertemu saya dalam satu kesempatan, ia akan selalu menanyakan kepada saya tentang hadis atau masalah fiqh. Dia melakukan itu agar ia mengetahui pendapat saya mengenai masalah itu dan ia dapat mengambil manfaat dari pendapat saya tersebut. Itu semua menunjukkan kerendahan hatinya yang sangat tinggi serta kesopanan dan adab yang tiada tara. Semoga Allah Ta’ala mendatangkan manfaat dengan keberadaannya.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abul Hasan Ali An Nadwi​ – ulama terkenal asal India berkata: “Al Qaradhawy adalah seorang ‘alim yang sangat dalam ilmunya sekaligus sebagai pendidik kelas dunia.”

☆☆☆☆☆

​Al ‘Allamah Musthafa az Zarqa’,​ ahli fiqh asal Suriah berkata: “Al Qaradhawy adalah Hujjah zaman ini dan ia merupakan nikmat Allah atas kaum muslimin.”

☆☆☆☆☆

​Al Muhaddits Abdul Fattah Abu Ghuddah​, ahli hadis asal Suriah dan tokoh Ikhwanul Muslimin berkata: “Al Qaradhawy adalah mursyid kita. Ia adalah seorang ‘Allamah.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Qadhi Husein Ahmad​, amir Jamiat Islami Pakistan berkata: “Al Qaradhawy adalah madrasah ilmiah fiqhiyah dan da’awiyah. Wajib bagi umat untuk mereguk ilmunya yang sejuk.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Thaha Jabir al Ulwani​, direktur International Institute of Islamic Thought di AS – berkata: “Al Qaradhawy adalah faqihnya para dai dan dainya para faqih.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Muhammad Al Ghazaly​- dai dan ulama besar asal Mesir yang pernah menjadi guru al Qaradhawy sekaligus tokoh Ikhwanul Muslimin berkata: “Al Qaradhawy adalah salah seorang Imam kaum muslimin zaman ini yang mampu menggabungkan fiqh antara akal dengan atsar.”

Ketika ditanya lagi tentang Al Qaradhawy, ia menjawab, “Saya gurunya, tetapi ia ustadzku. Syaikh dulu pernah menjadi muridku, tetapi kini ia telah menjadi guruku.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abdullah bin Bayah​ -dosen Univ. malik Abdul Aziz di Saudi – berkata: “Sesungguhnya Allamah Dr. Yusuf Al Qaradhawy adalah sosok yang tidak perlu lagi pujian karena ia adalah seorang ‘alim yang memiliki keluasan ilmu bagaikan samudera. Ia adalah seorang dai yang sangat berpengaruh. Seorang murabbi generasi Islam yang sangat jempolan dan seorang reformis yang berbakti dengan amal dan perkataan. Ia sebarkan ilmu dan hikmah karena ia adalah sosok pendidik yang profesional.”

Lebih dari itu, sesungguhnya Syaikh al Qaradhawy bukanlah seorang faqih yang hanya menyodorkan solusi teoritis mengenai masalah-masalah umat saat ini, masalah ekonomi, sosial dan lainnya, tetapi ia adalah seorang praktisi lapangan yang tangguh dan langsung turun ke lapangan. Ia telah menyumbangkan kontribusinya yang sangat besar dalam mendirikan pusat-pusat kajian keilmuan, universitas-universitas, dan lembaga-lembaga bantuan.

Ringkasnya, Al Qaradhawy adalah seorang Imam dari para Imam kaum muslimin masa kini dan ia adalah seorang Syaikhul Islam masa kini.

Jika anda sepakat dengannya, pasti anda akan merasakan kepuasan dengan alasan-alasan dan hujjah yang ia kemukakan. Jika tidak setuju dengannya, pasti anda akan menghormati pendapatnya karena pendapat yang ia lontarkan adalah pendapat seorang ‘alim yang takwa. Pendapat yang tidak muncul dari kebodohan dan tidak pula dari hawa nafsu. Takwa dan ilmu merupakan syarat bagi mereka yang menerjukan diri dalam fatwa agar fatwa dan kata-kata yang dikeluarkannya dihormati dan bernilai. Dua syarat itu telah terpenuhi Syaikh Yusuf al Qaradhawy.

Ia memiliki karakter yang sangat memadai untuk disebut sebagai seorang ‘alim dan Imam. Ia adalah seorang ‘alim yang berilmu

sangat luar dan dalam. Pengetahuannya multidimensi. Ia mampu menggabungkan antara naqli dan aqli, antara Alquran dan Assunnah, antara pokok (ushul) dan cabang (furu), antara sastra dan bahasa.

Di samping itu, ia pun memiliki ilmu penetahuan modern yang sangat luas. Hujjah-hujjah nya sangat jelas dan keterangan- keterangannya sangat memukau. Selain itu, ia memiliki kepribadian yang menawan, jiwa yang baik, rendah hati, lidahnya bersih dan selamat dari rasa dengki. Karangannya seringkali menjadi senjata untuk membela orang-orang sezamannya seperti yang ia lakukan untuk Syaikh Al Ghazaly. Sesungguhnya Syaikh Yusuf Al Qaradhawy adalah ulama unik yang jarang kita dapatkan di masa kini.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abdullah Al ‘Aqil​-mantan sekretari Liga Muslim Dunia-berkata: “Al Qaradhawy adalah laki-laki yang tahu langkah dakwah sekaligus sebagai faqih zaman ini.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abul Majid Az Zindan​i-dai dan tokoh harakah asal Yaman-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang ‘alim dan mujahid.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abdul Qadir Al Umari​-mantan ketua Mahkamah Syariah Qatar-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang faqih yang membawa kemudahan-kemudahan.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Muhammad ‘Umar Zubair​ berkata, “Al Qaradhawy adalah pembawa panji kemudahan dalam fatwa dan kabar gembira dalam dakwah.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh  Muhammad Fathi ‘Utsman​-seorang pemikir Islam terkenal-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang tokoh dan dai yang memiliki mata hati yang tajam dalam melihat realitas.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Adil Husein​-penulis muslim dan tokoh Partai Amal di Mesir-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang ahli fiqh moderat zaman ini.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Rasyid Al Ghanusyi​-tokoh harakah dan ketua Partai Nahdhah di Tunisia berkata, “Ia adalah Imam Mujaddid. Al Qaradhawy adalah lisan kebenaran yang memberikan pukulan keras kepada orang-orang munafik di Tunisia.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Ahmad ar Rasyuni​ – ketua Jama’ah Tauhid di Maroko berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang faqih yang mengerti maksud penerapan syariah.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Umar Nashef​ – Direktur Univ. King Abdul Aziz berkata, “Al Qaradhawy berada pada puncak pengabdiannya pada ilmu pengetahuan.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Adnan Zarzur​ -Profesor dan Ketua Dekan Fakultas ushuluddin di Univ. Qatar berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang mujaddid. Ia adalah faqih dan mujtahid zaman ini. Al Qaradhawy telah berhasil menggabungkan ketelitian seorang faqih, semangat seorang dai, keberanian seorang mujaddid dan kemampuan seorang Imam. Al Qaradhawy telah membangun dakwah Islam dalam fiqh dan ijtihad.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Isham Talimah​ mengutip perkataan seorang ulama, “Andaikata Al Qaradhawy hanya mengarang buku Fiqh Zakat, dia akan berjumpa dengan Allah Ta’ala dan telah dianggap membaktikan dirinya di bidang ilmiah untuk kepentingan Islam dan Umat Islam.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abul A’la al Maududi​ mengatakan bahwa Fiqh Zakat adalah buku zaman ini dalam fiqh Islam. Para spesialis masalah zakat mengatakan belum pernah ada satu karya pun yang menandingi Fiqh Zakat karya Al Qaradhawi.

​Semoga Allah Ta’ala menjaga Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, memberkahi usianya dan menjadikan ilmunya bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin. Amiin.​

​Maroji’​
📚 ​Syaikh Isham Talimah, Manhaj Fiqih Syaikh Yusuf Al Qaradhawi​

Wallahu a’lam

Waspada Terhadap Lawanmu & Tipudayanya

Oleh: Agung Waspodo, SE, MPP

*Tingkatkan Kesadaran akan Lingkunganmu*

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS an-Nisa, ayat 76)

Gambar menunjukkan seorang mata-mata Russia yang menyamar sebagai juru da’wah atau guru agama. Ia tertangkap dekat kota Kars di sebelah timur wilayah Anatolia oleh pasukan kekhilafahan Turki Utsmani, AND, 1915.

TARHIB RAMADHAN

Oleh: Dr. Wido Supraha

Bismillāh, Saudaraku, hari ini kita berada di bulan Sya’ban, tepatnya 14 Sya’ban 1438 H.

Perlu dipahami bahwa Sya’bān bermakna awal kelompok-kelompok manusia yang bergerak mencari air agar di bulan Ramadhān memiliki persediaan yang mencukupi. Namun, dapat dipahami juga, khususnya bagi kita di zaman ini, bahwa Sya’bān bermakna bulannya mencari sumber-sumber air ilmu agar di bulan Ramadhān, kita telah memiliki persediaan ilmu yang cukup untuk mengarungi bulan penuh kemuliaan tersebut.

Adapun terkait Ramadhān, bulan ini bermakna ‘yang membakar’, karena demikian panasnya bulan ini di Jazirah Arab, namun juga bermakna yang membakar dosa-dosa manusia, selama ia tidak mengerjakan dosa-dosa besar, insya Allah mengisinya dengan tips dan trik yang benar dan tepat, akan mengeluarkan dirinya laksana baru keluar dari rahim ibunya, bersih tanpa dosa.

Kita bukan Nabi, tidak ma’shum, hisab masih mengkhawtirkan, surga masih jauh, tentunya kita sangat membutuhkan Ramadhān ini.

_Saudaraku yang semoga dimuliakan Allah Rabb al-‘Izzati wa al-Jalālah,_

Ramadhān itu ada 30 hari, cara memandang kita akan bulan ini harus berawal dari cara pandang helicopter view. Kerinduan kepada bulan itu yang mendorong kita berdo’a, Allāhumma bāriklanā fī Sya’bān wa ballighnā Ramadhān, sehingga sangat wajar jika banyak yang begitu merindukan terkabulnya do’a ini, tatkala adzan Maghrib berkumandang di tempatnya berada, ia pun segera sujud syukur, bersyukur kepada Allah ﷻ yang telah mengabulkannya, ketika banyak manusia yang tidak dikabulkan-Nya.

Kalau Allah ﷻ mengizinkan kita memasuki Ramadhān bersama usia kita, tentunya Allah ﷻ menginginkan agar kita tidak menyia-nyiakan rahmat-Nya dengan cara tidak mengisinya kecuali dengan segala sesuatu yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya. Demikian generasi terbaik dahulu telah melewati hari-harinya ketika hendak datang bulan Ramadhan.

_Saudaraku yang semoga diberikan keistiqomahan oleh Allah ﷻ,_

30 hari itu waktu yang tidak sebentar, tapi juga akan terasa sebentar ketika kita sudah berada di akhirnya. Ketika kita melihat cara Nabi Muhammad ﷺ mengisi Ramadhan, kita akan tersadar, bahwa minimal ada 4 (empat) hal yang perlu kita siapkan, yakni:

🎯 *Persiapan Jiwa agar berbahagia menyambutnya*
✳ *Persiapan Akal agar memahami Ilmu*
🎯 *Persiapan Jasad agar kuat mengisinya hingga akhir*
✳ *Persiapan Harta agar lebih dermawan di dalamnya*

Keempat bentuk persiapan (i’dād) ini penting untuk kita perhatikan agar bukan saja melewati Ramadhan dengan melepaskan seluruh kewajiban semata, namun melewati Ramadhan dengan maksimal, penuh penghayatan, dan meraih ridha Allah ﷻ.

_Saudaraku yang semoga selalu berani, tenang dan optimis dalam mengarungi kehidupan,_

🏁 *Pertama, Persiapan jiwa agar berbahagia menyambutnya.*🏁

Berbahagia yang dimaksud adalah berbahagianya manusia karena memahami bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keutamaan (fadhilah), seperti bulan pendidikan, bulan jihad, bulan Al-Qur’an, bulan toleransi, bulan taubat, bulan diampuninya dosa, selain bahwa Ramadhan adalah bulan puasa.

Berbahagia yang berbeda mungkin dirasakan bagi sebagian manusia yang belum memiliki ilmu ketika ia mendengar Ramadhan akan hadir, ia berbahagia karena teringat dirinya akan pulang cepat di bulan Ramadhan, atau bisa tidur panjang bakda shalat Zhuhr, atau bisa punya baju baru, atau bisa pulang kampung di 10 hari terakhir, atau hal-hal lain yang bersifat mubah, tapi menunjukkan bahwa ia belum paham keutamaan Ramadhan.

Sebagian lainnya justeru mungkin bersedih ketika mendengar hadirnya Ramadhan, karena ia tidak bisa merokok, susah mencari makan dan minum, merasa tidak kuat berpuasa, merasa hidup akan menjadi sulit selama 30 hari. Wal ‘iyadzubillah.

Oleh karenanya, Bunda termasuk sosok yang perlu memanfaatkan momen strategis ini, dan menjadi sosok yang paling berbahagia, karena Allah akan mempermudah langkah Bunda dalam membina Ananda untuk dekat kepada Allah ﷻ khususnya Masjid dan Al-Qur’an, dan bisa menjadikan ini awal bagi Bunda dalam mengkondisikan rumah agar kondusif bagi tumbuh kembang jiwa seluruh penghuninya. Awalilah dengan spanduk ‘Marhaban Yaa Ramadhan’ di depan rumah, agar seisi rumah bersemangat bahkan menularkan aura positif ke tetangga yang akan berbalik memberikan aura positif kepada keluarga anda sekalian.

_Saudaraku yang semoga memiliki anak-anak penghafal Al-Qur’an 30 Juz, bukan Juz 30,_

🏁 *Kedua, Persiapan Akal agar memahami Ilmu.*🏁

Berakal dan menggunakan akal untuk berpikir adalah perintah agama. Berpikir untuk mendapatkan hikmah dari setiap proses penghayatan yang dilakukan adalah aktifitas yang dimuliakan agama. Ilmu akan membimbing manusia dari kekosongan program dan penyimpangan pilihan kehidupan. Ramadhān yang hanya 30 hari sejatinya terbagi pada 3 (tiga) periode waktu, sebagai kehidupan manusia pun terbagi pada 3 (tiga) fase kehidupan.

Pemahaman akan 3 (tiga) periode waktu ini berawal dari puncak periode yang penuh kemuliaan, sehingga Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah meninggalkannya, hingga mengqadhanya jika meninggalkannya, dialah 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadhan. Bergerak dengan memulainya dari menetapkan target pencapaian akhir akan membuat program ikutannya terukur, dan bahkan menguatkan konsep agama untuk tidak terlalu bersemengat di awal, tapi jagalah semangat, dan terus tingkatkan, hingga di fase terakhir Ramadhan, pada saat itulah Allah ﷻ ingin melihat kita ada di Rumah-Rumah-Nya, i’tikaf, meraih kemuliaan lipatan umur, dan ini semua hasil kesabaran dan pintarnya kita menjaga semangat pada 20 hari sebelumnya.

_Saudaraku yang semoga dikehendaki Allah ﷻ mudah memahami agama ini,_

🏁 *Ketiga, Persiapan Jasad agar kuat mengisinya hingga akhir.*🏁

Ramadhan termasuk ibadah yang membutuhkan kekuatan jasad, sama seperti Shalat dan Haji. Ketika Allah ﷻ menyandingkan kata Halāl dan Thayyib, bermakna jasad adalah salah satu fokus utama, karena ia telah dititipkan kepada ruh untuk dipelihara sebaik-baiknya.

Memiliki jasad yang sehat, tidak gendut tapi juga tidak terlalu kurus adalah hikmah agar mukmin dapat beribadah sempurna. Ramadhān mengingatkan kita bahwa jasad bisa lelah dalam menerima makanan, ia perlu melalui proses detoksifikasi racun-racun, sehingga idealnya, Ramadhan akan menjadikan pengeluaran mukmin semakin sedikit, dan menjadikannya lebih sehat. Jika tidak, berarti ia belum memahami poin kedua di atas, yakni ilmu yang belum memenuhi akal dan jiwanya.

Namun begitu, keutamaan Ramadhān pun membutuhkan kekuataan jasad, siang dan malam. Bagi Saudara yang punya penyakit khusus, seperti maag, asam urat, kolesterol, jantung, dan sejenisnya, tentu harus memiliki siasat sejak dini, atau kalau saat ini tidak memiliki gangguan itu, perlu memaksimalkan ikhtiar agar ketika Ramadhan tiba, Saudara berada dalam kondisi paling prima.

Memilih makanan di sisa bulan Sya’bān ini, memperbanyak olahraga, dan pemanasan dengan beberapa shaum sunnah, dan tilawah Qur’an adalah contoh persiapan yang baik dilakukan.

_Saudaraku yang semoga selalu dijaga ALlah ﷻ,_

🏁 *Keempat, Persiapan Harta agar lebih dermawan di dalamnya.*🏁

Ramadhān adalah bulan dilipatgandakannya amal, termasuk dalam hal terkait infaq dan shadaqah. Nabi Muhammad ﷺ adalah sosok dermawan setiap bulan, namun ketika datang Ramadhan, Jibril datang untuk memuraja’ah hafalan dan qira’at Nabi Muhammad ﷺ. Ketika itu, Nabi ingin ketika Jibril datang, ia dalam kondisi jauh lebih dermawan.

Kedermawanan ini adalah latihan agama. Kelaparan adalah juga latihan agama. Keduanya berpadu melahirkan sosok yang mencintai keadilan dan cinta kasih kepada orang-orang lemah. Tujuan ini harus kita dapatkan dalam proses rangkaian puasa di siang hari dan berdiri di malam hari, karena inilah tujuan besar agama.

Demikian ya pengantar dari saya, silahkan masukannya. Semoga kita semua masuk ke Jannah, dan dipanggil melalui pintu Ar-Rayyān, 1 dari 8 pintu Surga yang dikhususkan untuk pecinta Ramadhān.

AL-QUR’ĀN MENDORONG MANUSIA UNTUK MENJADI KHALIFAH SEJATI

Oleh: Dr. Wido Supraha

☝Al Fatihah : seluruh makna dan kandungan Al-Qur’an dapat ditemukan dalam Surat al-Fatihah, sehingga menjadi pembuka sekaligus kunci dalam memahami seluruh rangkaian surat dalam Al-Qur’an al-Karim.

✊Surat Al-Baqarah adalah surat pertama yang diturunkan setelah hijrah. Surat ini menjelaskan seluruh aspek yang dibutuhkan seorang pemimpin untuk menjadi khalifah dan bertanggung jawab atas tegaknya kebaikan di muka bumi.

☝Surat Ali-‘Imran memiliki tema besar agar manusia dengan jiwa kepemimpinannya sentiasa menjaga keteguhan (ats-tsabat) dalam kebenaran dan ketaqwaan dalam menegakkan kebenaran di muka bumi di atas manhaj yang lurus.

✊Surat An-Nisa mengingatkan manusia agar dalam menjalankan fungsi kekhalifahannya, memprioritaskan tegaknya keadilan dan selalu berkasih sayang kepada orang-orang lemah. Pembiasaan menegakkan keadilan dan kasih sayang itu berawal kepada istrinya dan keluarganya, dan penghayatan kepada 42 dari asmaul husna yang mendorong kepada keadilan dan kasih sayang.

☝Surat Al-Maidah menjadi satu-satunya surat yang diawali dengan Ya ayyuhalladzina amanu, 16 dari 88 untaian seruan ini terdapat dalam surat ini. Di awali dengan perintah untuk menunaikan setiap akad yang telah disetujui beserta hukum halal haram di atas bumi, agar bumi sentiasa dijaga oleh orang-orang yang menghormati janji.

✊Surat Al-An’am menjadi satu-satunya surat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw secara penuh hanya dalam waktu satu malam, dan menjadi surat pertama dalam rangkaian surat yang seluruh ayatnya diturunkan di kota Makkah setelah Al-Fatihah. Surat ini mengingatkan para khalifah di muka bumi untuk sentiasa mengokohkan kualitas tauhidnya, sehingga ayat penutup dari surat ini pun mengingatkan kembali fungsi manusia sebagai khalifah-khalifah di muka bumi, sehingga terangkai hingga ke Surat Al-Baqarah.

☝Surat Al-A’raf menjadi surat pertama yang ditutup dengan ayat sajdah, 1 dari 15 ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Surat ini mengingatkan para khalifah bahwa pertentangan antara kebenaran dan kebatilan, haq dan bathil, adalah sebuah keniscayaan, sujud adalah cara Allah Swt untuk menenangkan jiwa dan menjaga spirit perjuangan untuk teguh pada kebenaran.

✊Surat Al-Anfal menjadi surat kedua yang diturunkan secara penuh setelah Surat Al-An’am, dan menjadi surat pertama yang diturunkan setelah perang Badar, peperangan pertama yang dilakukan kaum Muslimin, Surat Yaumul Furqan, yang memisahkan antara haq dan bathil, memisahkan zaman kaum muslimin dalam fase kelemahan dan kekuatan, padahal 313 orang kaum muslimin yang tidak siap melawan 1000 orang kaum musyrikin, padahal 1 orang pejuang berkuda dari kaum muslimin melawan 3000 pejuang berkuda dari kaum musyrikin. Ada paduan unsur materi dengan keimanan di dalamnya.

☝Surat At-Taubah menjadi surat yang diturunkan setelah peperangan, namun peperang yang terakhir. Surat ini mengingatkan manusia dari sifat nifaq dan pentingnya taubat sebagai puncak interaksi hamba dengan Allah.

✊Surat Yunus mengandung pokok iman kepada Qadha dan Qadar dan dorongan agar sentiasa mengokohkan kualitasnya dalam menjalan tugas menjaga bumi dan seisinya.

***

☝Surat Hud mengajarkan keseimbangan hidup bahwa sekeras apapun tekanan dalam menjalani tugas menjaga bumi jangan sampai hilang harapan, bertindak tanpa rencana, dan bahkan pasrah memihak musuh. Keseimbangan ini muncul karena kualitas istiqomah dalam kesabaran. Surat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dalam kondisi tekanan berat dan mengandung kisah dakwah para Nabi sebelumnya dalam tekanan yang juga berat. ….. (to be continued)