Pemimpin Buruk dan Penipu

๐Ÿ“† Selasa,  8 Shafar 1438H / 8 November 2016

๐Ÿ“š HADITS DAN FIQIH

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Dari โ€˜Auf bin Malik Al Asyjaโ€™i Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

โ€œ  ….. Seburuk-buruknya pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian melaknat mereka, dan mereka pun melaknat kalian …..โ€  (HR. Muslim No. 1855, Ahmad No. 23981, Ad Darimi No. 2839, dll)

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ูˆูŽุงู„ู ูŠูŽู„ููŠ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽุŒ ููŽูŠูŽู…ููˆุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุบูŽุงุดู‘ูŒ ู„ูŽู‡ูู…ู’ุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ

๐Ÿ“ŒTidaklah seseorang yang diberikan amanah untuk memimpin urusan kaum muslimin, lalu dia mati dalam keadaan menipu mereka (kaum muslimin), melainkan Allah haramkan surga baginya. (HR. Al Bukhari No. 7151, Muslim No. 152, dari Maโ€™qil bin Yasar. Ini lafaznya Al Bukhari)

Apa makna โ€œmenipu merekaโ€? Berkata Imam โ€˜Ali Al Qari Rahimahullah:

ุฃูŠ ุฎุงุฆู† ู„ู‡ู…ุŒ ุฃูˆ ุธุงู„ู… ู„ู‡ู…ุŒ ู„ุง ูŠุนุทูŠ ุญู‚ูˆู‚ู‡ู…ุŒ ูˆูŠุฃุฎุฐ ู…ู†ู‡ู… ู…ุง ู„ุง ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ู…

๐Ÿ“ŒYaitu mengkhianati mereka (kaum muslimin), atau berbuat zhalim kepada mereka, tidak memberikan hak-hak mereka, dan mengambil dari mereka apa-apa yang tidak wajib atas mereka untuk mengeluarkannya. (Mirqaah Al Mafaatiih, 6/2403. Cet 1, 1422H. Darul Fikr, Beirut)

Wallahu A’lam

SHOLAT JUM’AT

Ustadz Menjawab
Selasa, 08 November 2016
Ustadz Farid Nu’man Hasan
                                           
 Assalamu’alaikum ustadz/ah…sholat jumat itu apakah berlaku utk seluruh muslim (lk&pr)? trus jika laki-laki berhalangan sholat jumat krn sakit atau perjalanan apakah sholat jumat sendiri atau sholat dhuhur?

Jawaban nya
—————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu โ€˜Ala Rasulillah wa โ€˜Ala Aalihi wa Shahbihi wa Man waalah, wa baโ€™d:

Jazakillah  khairan kepada penanya โ€ฆ semoga Allah Taโ€™ala selalu menaungi antum, keluarga, dan kaum muslimin yang istiqamah dengan hidayah dan rahmatNya.

Pada dasarnya melaksanakan shalat jumโ€™at adalah kewajiban bagi setiap muslim berdasarkan firman Allah swt :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูุฐูŽุง ู†ููˆุฏููŠ ู„ูู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ู…ูู† ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ููŽุงุณู’ุนูŽูˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฐูŽุฑููˆุง ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุนูŽ ุฐูŽู„ููƒูู…ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู† ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumโ€™at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.โ€ (QS. Al Jumuโ€™ah : 9)

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ู„ู‚ูˆู… ูŠุชุฎู„ููˆู† ุนู† ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู„ู‚ุฏ ู‡ู…ู…ุช ุฃู† ุขู…ุฑ ุฑุฌู„ุงู‹ ูŠุตู„ูŠ ุจุงู„ู†ุงุณ ุซู… ุฃุญุฑู‚ ุนู„ู‰ ุฑุฌุงู„ ูŠุชุฎู„ููˆู† ุนู† ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุจูŠูˆุชู‡ู…. ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ูˆู…ุณู„ู… ุนู† ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู†ู‡

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ูˆุงุจู† ุนู…ุฑ: (ุฃู†ู‡ู…ุง ู…ุง ุณู…ุนุง ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„ ุนู„ู‰ ุฃุนูˆุงุฏ ู…ู†ุจุฑู‡ ู„ูŠู†ุชู‡ูŠู† ุฃู‚ูˆุงู… ุนู† ูˆุฏุนู‡ู… ุงู„ุฌู…ุนุงุช ุฃูˆ ู„ูŠุฎุชู…ู† ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ูˆุจู‡ู… ุซู… ู„ูŠูƒูˆู†ู† ู…ู† ุงู„ุบุงูู„ูŠู†). ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ูˆุฃุญู…ุฏ ูˆุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุงุจู† ุนู…ุฑ ูˆุงุจู† ุนุจุงุณ.

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ุงู„ุฌุนุฏ ุงู„ุถู…ุฑูŠ ูˆู„ู‡ ุตุญุจุฉ: (ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ู…ู† ุชุฑูƒ ุซู„ุงุซ ุฌู…ุน ุชู‡ุงูˆู†ุงู‹ ุทุจุน ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡). ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฎู…ุณุฉ. ูˆู„ุฃุญู…ุฏ ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฌุงุจุฑ ู†ุญูˆู‡ ุฃุฎุฑุฌู‡ ุฃูŠุถุงู‹ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ูˆุงุจู† ุฎุฒูŠู…ุฉ ูˆุงู„ุญุงูƒู… ุจู„ูุธ (ู…ู† ุชุฑูƒ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุซู„ุงุซุงู‹ ู…ู† ุบูŠุฑ ุถุฑูˆุฑุฉ ุทุจุน ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡) ู‚ุงู„ ุงู„ุฏุงุฑู‚ุทู†ูŠ ุฃู†ู‡ ุฃุตุญ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ุงู„ุฌุนุฏ.

Syarat wajib shalat jumah:
lelaki baligh yang mukim/menetap
Yang tidak wajib:
1. lelaki atau siapapun yang musafir
2. Perempuan
3. anak-anak
4. Budak
5. orang gila
6. Orang sakit.

Ancaman Allah Bagi yang Meninggalkannya
——————
Diriwayatkan dari Ibnu Masโ€™ud bahwa Rasulullah Shalallahu A’laihi wa Salam bersabda tentang orang-orang yang meninggalkan shalat jumโ€™at dengan mengatakan,

โ€Sebenarnya aku berniat memerintahkan seseorang untuk menjadi imam shalat bersama masyarakat dan aku pergi membakar rumah orang-orang yang meninggalkan shalat jumโ€™at itu.โ€
(HR. Muslim dan Ahmad)

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh dan Ibnu Umar bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah Shalallahu A’alibi wa Salam bersabda diatas mimbar bersabda,

โ€Hendaklah orang-orang itu menghentikan perbuatan meninggalkan shalat jumโ€™at atau Allah akan mengunci hati mereka kemudian mereka menjadi orang-orang yang lalai.โ€ (HR. Muslim)

Al-Ja’d radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah Shallllah  A’laihi wa Sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุฌูู…ูŽุนู ุชูŽู‡ูŽุงูˆูู†ู‹ุง ุจูู‡ูŽุง ุทูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู(ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญ ุงู„ุฌุงู…ุน)

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali dengan meremehkannya, maka Allah tutup hatinya.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami)

Ibnu Majah, no. 1126 juga meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah Shallallah  A’laihi wa Sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉู ุทูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู   (ูˆุญุณู†ู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡)

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali tanpa kebutuhan darurat, Allah akan tutup hatinya.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Ibnu Majah)

Al-Munawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud ditutup hatinya adalah Allah tutup dan cegah hatinya dari kasih sayangnya, dan dijadikan padanya kebodohan, kering dan keras, atau menjadikan hatinya seperti hati orang munafik.” (Faidhul Qadir, 6/133)

Dalam sebagian riwayat disebutkan dengan membatasi tiga kali dengan berturut-turut. Dalam musnad Thayalisi dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu  A’laihi wa Sallam bersabda,

ู…ู† ุชุฑูƒ ุซู„ุงุซ ุฌู…ุน ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุช ู…ู† ุบูŠุฑ ุนุฐุฑ ุทุจุน ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa uzur, maka Allah akan tutup hatinya.”

Dalam hadits yang lain,

ู…ู† ุชุฑูƒ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุช ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุช ู…ู† ุบูŠุฑ ุถุฑูˆุฑุฉ ุทุจุน ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡   (ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญ ุงู„ุฌุงู…ุน)

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa darurat, maka Allah akan tutup hatinya.” (Dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami)

Tertunda karena Udzur syarโ€™i
———————-
Dari Abdullah bin Fadhaalah, dari Ayahnya, katanya:
Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengajarkan saya, di antara yang pernah dia ajarkan adalah: โ€œJagalah shalat yang lima.โ€ Aku berkata: โ€œSaya memiliki waktu-waktu yang begitu sibuk, perintahkanlah kepada saya dengan suatu perbuatan yang jika saya lakukan perbuatan itu, saya tetap mendapatkan pahala yang cukup.โ€ Beliau bersabda: โ€œJagalah shalat al โ€˜ashrain. โ€œ (HR. Abu Daud No. 428, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 51, 717, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 2188, Ibnu Abi โ€˜Ashim dalam Al Aahad wal Matsaani No. 939, Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 826. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. (Al Imtaโ€™ Al Arbaโ€™in, Hal. 48), Imam Al Hakim: shahih sesuai syarat Imam Muslim. (Al Mustadrak No. 717), dan disepakati oleh Imam Adz Dzahabi. Syaikh Al Albani juga menshahihkan. (As Silsilah Ash Shahihah No. 1813) )

Dalam riwayat tersebut dijelaskan tentang shalat Al โ€˜Ashrain adalah:

ยซุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุทูู„ููˆุนู ุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณูุŒ ูˆูŽุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุบูุฑููˆุจูู‡ูŽุงยป

“Shalat sebelum terbit matahari (Shalat Subuh) dan Shalat sebelum tenggelam matahari (shalat Ashar)”. (Ibid)

Dalam hadits ini nabi mengajarkan kepada sahabatnya untuk menjaga shalat lima waktu, tetapi sahabat itu mengeluh kepada Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, tentang kesulitannya menjaga shalat lima waktu itu, lalu nabi memerintahkan dia untuk menjaga shalat subuh dan ashar. Apa maksudnya? Apakah berarti dia boleh meninggalkan shalat lainnya karena kesibukannya, dan dia cukup shalat subuh dan ashar saja? Bukan itu! Sangat mustahil nabi memerintahkan sahabat itu hanya shalat subuh dan ashar tapi meninggalkan shalat wajib lainnya. Tetapi makna hadits ini mesti diartikan bahwa dia sangat sibuk dan kesulitan untuk menjaga shalat berjamaah, maka dia dianjurkan oleh nabi untuk menjaga shalat berjamaah subuh dan ashar, bukan menjaga shalat subuh dan ashar semata-mata.

Inilah Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah, dia telah menjelaskan hadits ini dengan begitu bagus sebagai berikut:

ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุชู’ู† ุฅูุดู’ูƒูŽุงู„ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูŠููˆู‡ู… ุฌูŽูˆูŽุงุฒ ุงู„ูุงู‚ู’ุชูุตูŽุงุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŠู’ู†ู ูˆูŽูŠูู…ูƒู† ุฃูŽู† ูŠุญู…ู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉ ู„ูŽุง ุนู„ู‰ ุชูŽุฑูƒู‡ูŽุง ุฃุตู„ุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

“Pada redaksi hadits ini nampak ada hal yang membingungkan, karena seakan nabi membolehkan cukup dengan shalat al ashrain (subuh dan ashar), kemungkinan maksud hadits ini adalah tentang meninggalkan shalat berjamaah, bukan meninggalkan shalatnya itu sama sekali. Wallahu Aโ€™lam.” (Al Imtaโ€™ Al Arbaโ€™in, Hal. 48)

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah menambahkan:

“Rukhshah (keringanan) ini terjadi hanyalah karena kesibukan yang dimiliki orang itu sebagaimana keterangan dalam hadits tersebut. Wallahu Aโ€™lam.” (As Silsilah Ash Shahihah No. 1813)

Demikianlah, kesibukan apa pun yang mendatangkan kesulitan untuk shalat pada awal waktu,  atau tidak sholat jum’at berjamaah. Inilah di antara udzur syarโ€™i itu. Tetapi, ini hanya berlaku bagi kesibukan pada aktifitas yang halal dan bermanfaat bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat, bukan kesibukan karena kesia-siaan apalagi sibuk karena perkara haram dan maksiat.

Jadi, dari keterangan diatas, Khusus buat kasus saudara penanya, tentang kesulitan sholat jumat, bila memungkinkan bisa ditugaskan kepada pegawai wanita ketika jam-shalat jum’at  untuk menjaga . karena wanita tidak wajib shalat jumat. Atau jika ada yang non muslim, mungkin bisa didelegasikan dulu kepada mereka. .

Jika tidak didapatkan pengganti maka dibolehkan baginya untuk tidak melaksanakan shalat jumโ€™at dan menggantinya dengan shalat zhuhur berdasarkan keumuman firman Allah swt :

ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’

 โ€œMaka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.โ€ (QS. At Thaghabun : 16)

Wallahu A’lam

WANITA HAID MEMEGANG QUR’AN

Ustadz Menjawab
Senin, 07 November 2016
Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S

Assalamualaikum ukh.. sya ingin bertanya, berwudhu bagi orang haid, mmbaca Al Qur’an+Menyentuh dan membaca hafalan apakah diperbolehkan? Karena banyak pendapat yang mengatakan hal trs dilakukan tidak apa2, ada juga yang berpendapat hal itu dilarang. Mohon penjelasannya ukh. โ˜บ  # A 43

Jawaban:
————
ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡

Dalam pertanyaan diatas, perlu diketahui berhadats besar yaitu hadats yang disucikannya dengan ghusl (mandi), atau istilah lainnya di negeri kita adalah mandi junub, mandi wajib, dan mandi besar. Yang termasuk ini adalah wanita haid, nifas, dan orang junub (baik karena jimaโ€™ atau mimpi basah yang dibarengi syahwat).

Pada bagian ini terjadi khilaf (perselisihan) pendapat di antara ulama Islam, antara yang mengharamkan dan membolehkan.

๐ŸŒฟPara Ulama Yang Mengharamkan dan Alasannya Mereka yang mengharamkan beralasan dengan beberapa dalil berikut:Hadits dari Ali bin Abi ThalibRadhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุญุฌุฒู‡ ุดูŠุก ุนู† ุงู„ู‚ุฑุฃุกุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุฌู†ุงุจุฉ            
โ€œBahwasanya tidak ada suatu pun yang menghalanginya dari membaca Al Quran kecuali junub.โ€
(HR. Ibnu Majah No. 594)

Hadits lain dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ุงุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู†ุจ ุดูŠุฆุง ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู†        

“Janganlah wanita haid dan orang junub membaca sesuatu pun dari Al Quran.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 131, Al Baihaqi dalam Sunannya No. 1375, katanya: laisa bi qawwi โ€“ hadits ini tidak kuat. Ad Daruquthni,  Bab Fin Nahyi Lil Junub wal Haa-id โ€˜An Qiraโ€™atil Quran,No. 1)

๐ŸŒฟPara Ulama Yang Membolehkan dan Alasannya Menurut ulama lain, sama sekali tidak ada larangan yang qathโ€™i (pasti) dalam Al Quran dan As Sunnah bagi orang yang berhadats besar untuk membaca Al Quran. Ada pun dalil-dalil yang dikemukakan di atas bukanlah larangan membaca Al Quran, tetapi larangan menyentuh Al Quran. Tentunya, membaca dan menyentuh adalah dua aktifitas yang berbeda. Inilah pendapat yang lebih kuat, dan memang begitulah adanya, menurut mereka bahwa nash-nash yang dibawakan oleh kelompok yang melarang tidaklah relevan. Wallahu Aโ€™lamTetapi, ada yang merinci: wanita  HAID dan  NIFAS adalah  BOLEH, sedangkan  JUNUB adalah TIDAK BOLEH.Syaikh Abdul Aziz bin BazRahimahullah mengatakan โ€“dan ini adalah jawaban beliau yang memuaskan dan sangat bagus:

ู„ุง ุญุฑุฌ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ุงู„ุฃุฏุนูŠุฉ ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉ ููŠ ู…ู†ุงุณูƒ ุงู„ุญุฌ ูˆู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุนู„ู‰ ุงู„ุตุญูŠุญ ุฃูŠุถุงู‹ ู„ุฃู†ู‡ ู„ู… ูŠุฑุฏ ู†ุต ุตุญูŠุญ ุตุฑูŠุญ ูŠู…ู†ุน ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ู…ู† ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฅู†ู…ุง ูˆุฑุฏ ููŠ ุงู„ุฌู†ุจ ุฎุงุตุฉ ุจุฃู† ู„ุง ูŠู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู‡ูˆ ุฌู†ุจ ู„ุญุฏูŠุซ ุนู„ู‰ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ูˆุฃุฑุถุงู‡ ุฃู…ุง ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ููˆุฑุฏ ููŠู‡ู…ุง ุญุฏูŠุซ ุงุจู† ุนู…ุฑ { ู„ุง ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู†ุจ ุดูŠุฆุงู‹ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู† } ูˆู„ูƒู†ู‡ ุถุนูŠู ู„ุฃู† ุงู„ุญุฏูŠุซ ู…ู† ุฑูˆุงูŠุฉ ุงุณู…ุงุนูŠู„ ุจู† ุนูŠุงุด ุนู† ุงู„ุญุฌุงุฒูŠูŠู† ูˆู‡ูˆ ุถุนูŠู ููŠ ุฑูˆุงูŠุชู‡ ุนู†ู‡ู… ุŒ ูˆู„ูƒู†ู‡ุง ุชู‚ุฑุฃ ุจุฏูˆู† ู…ุณ ุงู„ู…ุตุญู ุนู† ุธู‡ุฑ ู‚ู„ุจ ุฃู…ุง ุงู„ุฌู†ุจ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ ุฃู† ูŠู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ุง ุนู† ุธู‡ุฑ ู‚ู„ุจ ูˆู„ุง ู…ู† ุงู„ู…ุตุญู ุญุชู‰ ูŠุบุชุณู„ ูˆุงู„ูุฑู‚ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ุฃู† ุงู„ุฌู†ุจ ูˆู‚ุชู‡ ูŠุณูŠุฑ ูˆููŠ ุฅู…ูƒุงู†ู‡ ุฃู† ูŠุบุชุณู„ ููŠ ุงู„ุญุงู„ ู…ู† ุญูŠู† ูŠูุฑุบ ู…ู† ุงุชูŠุงู†ู‡ ุฃู‡ู„ู‡ ูู…ุฏุชู‡ ู„ุง ุชุทูˆู„ ูˆุงู„ุฃู…ุฑ ููŠ ูŠุฏู‡ ู…ุชู‰ ุดุงุก ุงุบุชุณู„ ูˆุฅู† ุนุฌุฒ ุนู† ุงู„ู…ุงุก ุชูŠู…ู… ูˆุตู„ู‰ ูˆู‚ุฑุฃ ุฃู…ุง ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ูู„ูŠุณ ุจูŠุฏู‡ู…ุง ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุจูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุŒ ูู…ุชู‰ ุทู‡ุฑุช ู…ู† ุญูŠุถู‡ุง ุฃูˆ ู†ูุงุณู‡ุง ุงุบุชุณู„ุช ุŒ ูˆุงู„ุญูŠุถ ูŠุญุชุงุฌ ุฅู„ู‰ ุฃูŠุงู… ูˆุงู„ู†ูุงุณ ูƒุฐู„ูƒ ุŒ ูˆู„ู‡ุฐุง ุฃุจูŠุญ ู„ู‡ู…ุง ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ุฆู„ุง ุชู†ุณูŠุงู†ู‡ ูˆู„ุฆู„ุง ูŠููˆุชู‡ู…ุง ูุถู„ ุงู„ู‚ุฑุฃุกุฉ ูˆุชุนู„ู… ุงู„ุฃุญูƒุงู… ุงู„ุดุฑุนูŠุฉ ู…ู† ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูู…ู† ุจุงุจ ุฃูˆู„ู‰ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ูƒุชุจ ุงู„ุชูŠ ููŠู‡ุง ุงู„ุฃุฏุนูŠุฉ ุงู„ู…ุฎู„ูˆุทุฉ ู…ู† ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ูˆุงู„ุขูŠุงุช ุฅู„ู‰ ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุตูˆุงุจ ูˆู‡ูˆ ุฃุตุญ ู‚ูˆู„ู‰ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฑุญู…ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฐู„ูƒ .

โ€œTidak mengapa bagi wanita haid dan nifas membaca doa-doa manasik haji, begitu pula dibolehkan membaca Al Quran menurut pendapat yang benar. Lantaran tidak adanya nash yang shahih dan jelas yang melarang wanita haid dan nifas membaca Al Quran, yang ada hanyalah larangan secara khusus bagi orang yang junub sebagaimana hadits dari Ali โ€“ semoga Allah meridhainya dan dia  ridha padaNya. Sedangkan untuk haid dan nifas, terdapat hadits dari Ibnu Umar: โ€œJanganlah wanita haid dan orang junub membaca apa pun dari Al Quran,โ€ tetapi  hadits ini dhaif (lemah), lantaran hadits yang diriwayatkan oleh Ismail bin โ€˜Iyash dari penduduk Hijaz adalah tergolong hadits  dhaif. Tetapi membacanya dengan tidak menyentuh mushaf bagian isinya. Ada pun orang junub, tidaklah boleh membaca Al Quran, baik dari isinya atau dari mushaf, sampai dia mandi.  Perbedaan antara keduanya adalah, karena sesungguhnya junub itu waktunya sedikit, dia mampu untuk  mandi sejak selesai berhubungan dengan isterinya dan waktunya tidaklah lama, dan urusan ini ada di bawah kendalinya kapan pun dia mau mandi. Jika dia lemah kena air dia bisa tayamum, lalu shalat dan membaca Al Quran. Sedangkan haid dan nifas,  dia tidak bisa mengendalikan waktunya karena keduanya adalah kekuasaan Allah โ€˜Azza wa Jalla, ketika sudah suci dari haid dan nifasnya maka  dia baru mandi. Haid membutuhkan waktu berhari-hari begitu pula nifas, oleh karena itu dibolehkan bagi keduanya untuk membaca Al Quran agar dia tidak lupa terhadapnya, dan tidak luput darinya keutamaan membacanya, dan mengkaji hukum-hukum syariat dari kitabullah. Maka, diantara permasalahan yang lebih utama dia baca adalah buku-buku yang didalamnya terdapat doa-doa dari hadits dan ayat-ayat, dan selainnya. Inilah pendapat yang benar di antara dua pendapat ulama โ€“rahimahumullah-tentang hal ini. (Fatawa Islamiyah,  4/27. Disusun oleh Muhammad bin Abdul Aziz Al Musnid)

๐ŸŒฟBerkata Syaikh Al Albani Rahimahullah:

ูุณู‚ุท ุงู„ุงุณุชุฏู„ุงู„ ุจุงู„ุญุฏูŠุซ ุนู„ู‰ ุงู„ุชุญุฑูŠู… ูˆูˆุฌุจ ุงู„ุฑุฌูˆุน ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃุตู„ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฅุจุงุญุฉ ูˆู‡ูˆ ู…ุฐู‡ุจ ุฏุงูˆุฏ ูˆุฃุตุญุงุจู‡ ูˆุงุญุชุฌ ู„ู‡ ุงุจู† ุญุฒู… ( 1 / 77 – 80 ) ูˆุฑูˆุงู‡ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ูˆุณุนูŠุฏ ุจู† ุงู„ู…ุณูŠุจ ูˆุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ูˆุฅุณู†ุงุฏู‡ ุนู† ู‡ุฐุง ุฌูŠุฏ ุฑูˆุงู‡ ุนู†ู‡ ุญู…ุงุฏ ุจู† ุฃุจูŠ ุณู„ูŠู…ุงู† ู‚ุงู„ : ุณุฃู„ุช ุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ุนู† ุงู„ุฌู†ุจ ูŠู‚ุฑุฃ ุŸ ูู„ู… ูŠุฑุจู‡ ุจุฃุณุง ูˆู‚ุงู„ : ุฃู„ูŠุณ ููŠ ุฌูˆูู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุŸ

โ€œMaka gugurlah pendalilan dengan hadits tersebut tentang keharamannya, dan wajib kembali kepada hukum asal, yakni boleh. Inilah madzhab Daud dan sahabat-sahabatnya, Ibnu Hazm berhujah dengannya (1/77-80). Ini juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Said bin Al Musayyib, Said bin Jubeir, dan sanadnya tentang ini jayyid (baik). Telah diriwayatkan dari Hammad bin Abi Sulaiman, dia berkata: โ€œAku bertanya kepada Said bin Jubeir tentang orang junub yang membaca Al Quran, dia memandangnya tidak apa-apa, dan berkata; โ€œBukankah Al Quran juga berada di rongga  hatinya?โ€ (Tamamul Minnah, Hal. 117)

๐ŸŒฟBegitu pula Syaikh Muhammad bin Shalih Al โ€˜Utsaimin Rahimahullah, dia berkata:

ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ุญุงุฆุถ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ุญุงุฌุฉุŒ ู…ุซู„ ุฃู† ุชูƒูˆู† ู…ุนู„ู…ุฉุŒ ูุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ุชุนู„ูŠู…ุŒ ุฃูˆ ุชูƒูˆู† ุทุงู„ุจุฉ ูุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ุชุนู„ู…ุŒ ุฃูˆ ุชูƒูˆู† ุชุนู„ู… ุฃูˆู„ุงุฏู‡ุง ุงู„ุตุบุงุฑ ุฃูˆ ุงู„ูƒุจุงุฑุŒ ูุชุฑุฏ ุนู„ูŠู‡ู… ูˆุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุขูŠุฉ ู‚ุจู„ู‡ู…. ุงู„ู…ู‡ู… ุฅุฐุง ุฏุนุช ุงู„ุญุงุฌุฉ ุฅู„ู‰ ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุญุงุฆุถุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ูˆู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ู„ูˆ ูƒุงู†ุช ุชุฎุดู‰ ุฃู† ุชู†ุณุงู‡ ูุตุงุฑุช ุชู‚ุฑุคู‡ ุชุฐูƒุฑุงู‹ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ุง ูˆู„ูˆ ูƒุงู†ุช ุญุงุฆุถุงู‹ุŒ ุนู„ู‰ ุฃู† ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ู‚ุงู„: ุฅู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุญุงุฆุถ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู…ุทู„ู‚ุงู‹ ุจู„ุง ุญุงุฌุฉ.ูˆู‚ุงู„ ุขุฎุฑูˆู†: ุฅู†ู‡ ูŠุญุฑู… ุนู„ูŠู‡ุง ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ู„ุญุงุฌุฉ.ูุงู„ุฃู‚ูˆุงู„ ุซู„ุงุซุฉ ูˆุงู„ุฐูŠ ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠู‚ุงู„ ู‡ูˆ: ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุงุญุชุงุฌุช ุฅู„ู‰ ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ุชุนู„ูŠู…ู‡ ุฃูˆ ุชุนู„ู…ู‡ ุฃูˆ ุฎูˆู ู†ุณูŠุงู†ู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ุง.

โ€œDibolehkan bagi wanita haid untuk membaca Al Quran jika ada keperluan, misal jika dia seorang guru, dia membaca Al Quran untuk pengajaran, atau dia seorang pelajar dia membacanya untuk belajar, atau untuk mengajar anak-anaknya yang masih kecil atau besar, dia menyampaikan dan membacakan ayat di depan mereka. Yang penting adalah jika ada kebutuhan bagi wanita untuk  membaca Al Quran, maka itu boleh dan tidak mengapa. Begitu pula jika dia khawatir lupa maka membacanya merupakan upaya untuk mengingatkan, maka itu tidak mengapa walau pun dia haid. Sebagian ulama mengatakan: sesungguhnya boleh bagi wanita haid membaca Al Quran secara mutlak walau tanpa kebutuhan.              

Jadi, tentang โ€œOrang Berhadats Besar Membaca Al Quranโ€ bisa kita simpulkan:

๐Ÿ€ Haram secara mutlak, baik itu Haid, Nifas, dan Junub. Inilah pandangan mayoritas ulama, sejak zaman sahabat seperti Umar, Ali, Jabir,  hingga tabiโ€™in seperti Az Zuhri, Al Hasan, An Nakhaโ€™i , Qatadah, dan generasi berikutnya, seperti Sufyan Ats Tsauri, Ibnul Mubarak, Ahmad bin Hambal, Asy Syafiโ€™i, dan Ishaq.

๐Ÿ€ Haid dan Nifas adalah boleh, sedangkan junub tidak boleh. Ini pendapat Al Qadhi โ€˜Iyadh dan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

๐Ÿ€ Boleh jika ada kebutuhan seperti untuk mengajar, belajar, atau untuk menjaga hapalan. Ini pendapat Imam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Ibnu Al โ€˜Utsaimin.

๐Ÿ€Boleh secara mutlak, baik untuk Haid, Nifas, dan Junub.  Ini pendapat Ibnu Abbas, Said bin Al Musayyib, Said bin Jubeir, Bukhari, Thabarani, Daud,  Ibnu Hazm, Ibnul Mundzir, Asy Syaukani, dan lainnya. Selesai.

Wallahu a’lam.

Mulianya Pemimpin Yang Adil

๐Ÿ“† Senin,  7 Shafar 1438H / 7 November 2016

๐Ÿ“š *HADITS DAN FIQIH*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.*

Siapakah Pemimpin yang adil itu? Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan tentang pemimpin yang adil:

ูˆุฃุญุณู† ู…ุง ูุณุฑ ุจู‡ ุงู„ุนุงุฏู„ ุฃู†ู‡ ุงู„ุฐูŠ ูŠุชุจุน ุฃู…ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุจูˆุถุน ูƒู„ ุดูŠุก ููŠ ู…ูˆุถุนู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฅูุฑุงุท ูˆู„ุง ุชูุฑูŠุท

๐Ÿ“ŒTafsir terbaik tentang pemimpin yang adil adalah orang yang mengikuti perintah Allah dengan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya tanpa berlebihan dan menguranginya. (Fathul Bari, 2/145, 1379H. Darul Maโ€™rifah Beirut)

Jadi, syarat utama pemimpin adil (Al Imam Al โ€˜Aadil) adalah mengikuti perintah Allah ๏ทป, dan perintah Allah ๏ทป yang paling utama adalah iman kepadaNya, mentauhidkanNya, bukan kufur kepadaNya, dan menyembah selainNya, apalagi menista wahyuNya. Di sisi ini, maka pemimpin kafir itu tidak mungkin adil, justru Allah ๏ทป menyebut mereka sebagai orang-orang zalim, sebagaimana Allah ๏ทป berfirman:

ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ

๐Ÿ“ŒDan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah: 254)

๐Ÿ“š *Islam Memuliakan Mereka*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ูŠูุธูู„ู‘ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุธูู„ู‘ูู‡ูุŒ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ุงูŽ ุธูู„ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุธูู„ู‘ูู‡ู:ุงู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ุนูŽุงุฏูู„ู ….

๐Ÿ“ŒAda tujuh manusia yang akan Allah naungi dalam naunganNya di hari yang tidak ada naungan selain naunganNya, yaitu: pemimpin yang adil … (HR. Muttafaq ‘Alaih)

 Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ุชูุฑูŽุฏู‘ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูู‡ูู…ู’: ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููู’ุทูุฑูŽุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู

๐Ÿ“ŒAda tiga manusia yang doanya tidak ditolak, yaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang teraniaya. (HR. Ahmad No. 8043. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih. Ta’liq Musnad Ahmad No. 8043)

๐Ÿ”‘Oleh karena itu, di antara ajaran para salafus shalih adalah mendoakan para pemimpin agar tetap on the track, yaitu hidayah Allah, kebaikan, dan memimpin dengan keadilan. Dan,  sumber keadilan yang tertinggi itu adalah Al Quran dan As Sunnah.

Oleh karena itu,  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah menjelaskan dengan begitu apik:

ูŠุฌุจ ุฃู† ูŠุนุฑู ุฃู† ูˆู„ุงูŠุฉ ุฃู…ุฑ ุงู„ู†ุงุณ ู…ู† ุฃุนุธู… ูˆุงุฌุจุงุช ุงู„ุฏูŠู† ุจู„ ู„ุง ู‚ูŠุงู… ู„ู„ุฏูŠู† ูˆู„ุง ู„ู„ุฏู†ูŠุง ุฅู„ุง ุจู‡ุง . ูุฅู† ุจู†ูŠ ุขุฏู… ู„ุง ุชุชู… ู…ุตู„ุญุชู‡ู… ุฅู„ุง ุจุงู„ุงุฌุชู…ุงุน ู„ุญุงุฌุฉ ุจุนุถู‡ู… ุฅู„ู‰ ุจุนุถ ุŒ ูˆู„ุง ุจุฏ ู„ู‡ู… ุนู†ุฏ ุงู„ุงุฌุชู…ุงุน ู…ู† ุฑุฃุณ ุญุชู‰ ู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ยซ ุฅุฐุง ุฎุฑุฌ ุซู„ุงุซุฉ ููŠ ุณูุฑ ูู„ูŠุคู…ู‘ุฑูˆุง ุฃุญุฏู‡ู… ยป . ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ุŒ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ุณุนูŠุฏ ุŒ ูˆุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ .
ูˆุฑูˆู‰ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ููŠ ุงู„ู…ุณู†ุฏ ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนู…ุฑูˆ ุŒ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ยซ ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุซู„ุงุซุฉ ูŠูƒูˆู†ูˆู† ุจูู„ุงุฉ ู…ู† ุงู„ุฃุฑุถ ุฅู„ุง ุฃู…ุฑูˆุง ุนู„ูŠู‡ู… ุฃุญุฏู‡ู… ยป . ูุฃูˆุฌุจ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุชุฃู…ูŠุฑ ุงู„ูˆุงุญุฏ ููŠ ุงู„ุงุฌุชู…ุงุน ุงู„ู‚ู„ูŠู„ ุงู„ุนุงุฑุถ ููŠ ุงู„ุณูุฑ ุŒ ุชู†ุจูŠู‡ุง ุจุฐู„ูƒ ุนู„ู‰ ุณุงุฆุฑ ุฃู†ูˆุงุน ุงู„ุงุฌุชู…ุงุน . ูˆู„ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃูˆุฌุจ ุงู„ุฃู…ุฑ ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู ูˆุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ู…ู†ูƒุฑ ุŒ ูˆู„ุง ูŠุชู… ุฐู„ูƒ ุฅู„ุง ุจู‚ูˆุฉ ูˆุฅู…ุงุฑุฉ . ูˆูƒุฐู„ูƒ ุณุงุฆุฑ ู…ุง ุฃูˆุฌุจู‡ ู…ู† ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ูˆุงู„ุนุฏู„ ูˆุฅู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุญุฌ ูˆุงู„ุฌู…ุน ูˆุงู„ุฃุนูŠุงุฏ ูˆู†ุตุฑ ุงู„ู…ุธู„ูˆู… . ูˆุฅู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุญุฏูˆุฏ ู„ุง ุชุชู… ุฅู„ุง ุจุงู„ู‚ูˆุฉ ูˆุงู„ุฅู…ุงุฑุฉ ุ› ูˆู„ู‡ุฐุง ุฑูˆูŠ : ยซ ุฅู† ุงู„ุณู„ุทุงู† ุธู„ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ ยป ูˆูŠู‚ุงู„ ” ุณุชูˆู† ุณู†ุฉ ู…ู† ุฅู…ุงู… ุฌุงุฆุฑ ุฃุตู„ุญ ู…ู† ู„ูŠู„ุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุจู„ุง ุณู„ุทุงู† ” . ูˆุงู„ุชุฌุฑุจุฉ ุชุจูŠู† ุฐู„ูƒ . ูˆู„ู‡ุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุณู„ู – ูƒุงู„ูุถูŠู„ ุจู† ุนูŠุงุถ ูˆุฃุญู…ุฏ ุจู† ุญู†ุจู„ ูˆุบูŠุฑู‡ู…ุง- ูŠู‚ูˆู„ูˆู† : ู„ูˆ ูƒุงู† ู„ู†ุง ุฏุนูˆุฉ ู…ุฌุงุจุฉ ู„ุฏุนูˆู†ุง ุจู‡ุง ู„ู„ุณู„ุทุงู†

  ๐Ÿ“Œ          โ€œWajib diketahui, bahwa kekuasaan kepemimpinan yang mengurus urusan manusia termasuk kewajiban agama yang paling besar, bahkan agama dan dunia tidaklah tegak kecuali dengannya. Segala kemaslahatan manusia tidaklah sempurna kecuali dengan memadukan antara keduanya (agama dan kekuasaan),  di mana satu sama lain saling menguatkan. Dalam perkumpulan seperti inilah diwajibkan adanya kepemimpinan, sampai-sampai Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengatakan: โ€œJika tiga orang keluar bepergian maka hendaknya salah seorang mereka menjadi pemimpinnya.โ€ Diriwayatkan Abu Daud dari Abu Said dan Abu Hurairah.  

            Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dari Abdullah bin Amru, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œTidak halal bagi tiga orang yang berada di sebuah tempat di muka bumi ini melainkan mereka menunjuk seorang pemimpin di antara mereka.โ€

Rasulullah mewajibkan seseorang memimpin sebuah perkumpulan kecil dalam perjalanan, demikian itu menunjukkan juga berlaku atas  berbagai perkumpulan lainnya. Karena Allah Taโ€™ala memerintahkan amar maโ€™ruf dan nahi munkar, dan yang demikian itu tidaklah sempurna melainkan dengan kekuatan dan kepemimpinan.

Demikian juga kewajiban Allah lainnya seperti jihad, menegakkan keadilan, haji, shalat Jumat hari raya, menolong orang tertindas, dan menegakkan hudud. Semua ini tidaklah sempurna kecuali dengan kekuatan dan imarah (kepemimpinan). Oleh karena itu diriwayatkan: โ€œSesungguhnya sultan adalah naungan Allah di muka bumi.โ€

 Juga dikatakan: โ€œEnam puluh tahun bersama pemimpin zalim masih lebih baik disbanding semalam saja tanpa pemimpin.โ€ Pengalaman membuktikan hal itu. Oleh karena itu, para salaf โ€“ seperti Al Fudhail bin โ€˜Iyadh dan Ahmad bin Hambal serta yang lain- mengatakan: โ€œSeandainya kami memiliki doa yang mustajab, niscaya akan kami doakan pemimpin.โ€ (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, As Siyasah Asy Syarโ€™iyyah, Hal. 169. Mawqiโ€™ Al Islam)

Wallahu A’lam

Shalat Muslimah di Rumah Lebih Utama Di Masjid Boleh

Ustadz Menjawab
Ahad, 06 November 2016
Ustadz Farid Nu’man

Assalamu’alaikum Ustad.. sholat di masjid diutamakan untuk laki2 kah? Saya pernah baca klo sebaik2 tempat wanita adalah sholat dirumah. Mhn maaf klo salah. Terimakasih.

Jawaban:
————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wal Hamdulillah ..

Berjamaah di masjid penekananya buat kaum laki-laki. Tapi, muslimah tidak terlarang ke masjid.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูŽุง ุชูŽู…ู’ู†ูŽุนููˆุง ุฅูู…ูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู

“Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah yang wanita terhadap masjid-masjid Allah.”
(HR. Al Bukhari No. 900, dari Ibnu Umar)

Dalam hadits lain:

ูˆุฎูŠุฑ ุตููˆู ุงู„ู†ุณุงุก ุขุฎุฑู‡ุง ูˆุดุฑู‡ุง ุฃูˆู„ู‡ุง

“Sebaik-baiknya shaf bagi wnaita adalah yang paling belakang dan yang terburuk adalah yang paling depan.”
(HR. Muslim No. 440, dari Abu Hurairah)

Maka, dua hadits ini menunjukkan bahwa wanita dibolehkan shalat di masjid. Selama tetap menjaga adab-adab Islam.

Tetapi, memang lebih utama di rumah, hal ini  berlaku baik shalat wajib dan shalat sunnah, baik gadis atau yang sudah menikah.

Hal ini berdasarkan pada hadits berikut:

ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ุญูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ูŽุง ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ู…ูŽุฎู’ุฏูŽุนูู‡ูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง

โ€œShalatnya wanita di rumahnya lebih utama  daripada shalatnya di  kamar rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di ruangan lain di rumahnyaโ€
(HR. Abu Dawud 570. Al Hakim, No. 757, katanya: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Tetapi, jika sedang di Mekkah maka shalat di Masjidil Haram lebih utama di banding di rumahnya.

Abdullah bin Masโ€™ud berkata:

ู…ูŽุง ู„ูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูŽุง ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุงุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู

“Tidak ada yang lebih utama bagi shalat wanita  dibanding di rumahnya, kecuali di masjidil haram.”
(Akhbar Makkah Lil Fakihi, 1204)

Wallahu Aโ€™lam

Hai Cowok .. Yuk ke Masjid!

๐Ÿ“† Kamis, 03 Syafar 1438 H/03 November 2016

๐Ÿ“˜ Ibadah

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan

============================

Assalamu’alaikum Ustadz, Mohon Penjelasanya:

Mana lebih baik, laki-laki shalat berjamaah di masjid atau d rumah dengan istrinya, jika istrinya ada halangan untuk ikut ke masjid, misal anak bayinya tidak ada yang menemani d rumah, sementara kalau shalat di masjid pasti prosesnya lebih lama karna di tambah perjalanan dari rumah ke msjid

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Wa’alaikumussalam warahmatullah .., Bismillah wal Hamdulillah ..

Diantara kesalahpahaman adalah menemani istri dan anak berjamaah di rumah, lalu dia meninggalkan jamaah di masjid, tanpa udzur. Tidak begitu. Dia mesti ke masjid dan ajak anak laki-lakinya untuk terbiasa ke masjid.

Setelah itu dia bisa menemani istrinya atau anak wanitanya shalat berjamaah di rumah, istilahnya shalat sedekah, dan itulah yang dicontohkan oleh salaf.

Ada ulama kita yang membidโ€™ahkan shalat berjama’ah di rumah jika tanpa โ€˜udzur,  Imam Ibnu Hummam menuliskan:

ูˆูŽุณูุฆูู„ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู„ู’ูˆูŽุงู†ููŠู‘ู ุนูŽู…ู‘ูŽู†ู’ ูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนู ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงู†ู‹ุง ู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽู†ูŽุงู„ู ุซูŽูˆูŽุงุจูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ูŽุง ุŒ ูˆูŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุจูุฏู’ุนูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูŽูƒู’ุฑููˆู‡ู‹ุง ุจูู„ูŽุง ุนูุฐู’ุฑู

โ€œAl Halwani ditanya tentang orang yang kadang-kadang berjamaah dengan keluarganya (di rumah), apakah dia mendapatkan pahala shalat berjamaah?, Dia menjawab: Tidak, itu adalah bidโ€™ah dan makruh, jika tanpa โ€˜udzur.” (Fathul Qadir, 2/196)

Namun syariat Islam membolehkan bagi seseorang yang sudah selesai melaksanakan shalat wajib, kemudian dia menemani orang lain untuk shalat wajib (karena orang tersebut tidak ada teman), sedangkan bagi dia shalatnya itu dihitung sebagai shalat sunah. Inilah yang bisa dilakukan oleh suami tersebut.

Dalilnya adalah sebagai berikut:

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุนูŽุงุฐูŽ ุจู’ู†ูŽ ุฌูŽุจูŽู„ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ููŽูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ุจูู‡ูู…ู’ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ

Dari Jabir bin Abdillah, bahwa Muโ€™adz bin Jabal pernah shalat Isya terlambat bersama Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam,  kemudian dia kembali menuju kaumnya dan ikut shalat bersama kaumnya.
 
Dalam hadits ini menunjukkan bolehnya orang yang sudah selesai shalat wajib, lalu dia ikut menemani shalat wajib orang lain, dan baginya dinilai sunah sedangkan orang lain itu adalah wajib. Inilah pandangan yang dikuatkan oleh para Imam seperti Imam Ibnul Mundzir dari Athaโ€™, Al Auzaโ€™i, Imam Ahmad, Abu Tsaur, dan Sulaiman bin Harb serta Imam An Nawawi dari madzhab Syafi’i, semoga Allah Ta’ala meridhai mereka semua.

Jadi, silahkan menemani shalat-nya isteri agar istri bisa mendapatkan pahala berjamaah bersama Anda, walau anda sudah melaksanakan shalat wajib di mesjid. Bagi suami itu dinilai shalat sunah dan bagi isteri adalah wajib.

Wallahu a’lam

Kepahlawanan Para Ulama Menghadapi Pemimpin Zalim

Jumat, 4 Shafar 1438H / 4 Nopember 2016

MUAMALAH

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan

Sepenggal kisah Imam Sa’id bin Jubeir Radhiallahu ‘Anhu.
Kita putar sejarah masa silam. Masa tabi’in yang gemilang dan cemerlang.

Kisah Imam Saโ€™id bin Jubeir Radhiallahu โ€˜Anhu kepada Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi, gubernur Zalim di Iraq.

Tentang kecaman keras Sa’id bin Jubeir Radhiallahu โ€˜Anhu terhadap gubernur zalim ini, sangat terkenal, bahkan akhir hayatnya pun diujung pedang Al Hajjaj.

Beliau berkata tentang Hajjaj bin Yusuf dan pasukannya, sebagai berikut:

ุนู† ุฃุจูŠ ุงู„ูŠู‚ุธุงู† ู‚ุงู„: ูƒุงู† ุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ูŠู‚ูˆู„ ูŠูˆู… ุฏูŠุฑ ุงู„ุฌู…ุงุฌู… ูˆู‡ู… ูŠู‚ุงุชู„ูˆู†: ู‚ุงุชู„ูˆู‡ู… ุนู„ู‰ ุฌูˆุฑู‡ู… ููŠ ุงู„ุญูƒู… ูˆุฎุฑูˆุฌู‡ู… ู…ู† ุงู„ุฏูŠู† ูˆุชุฌุจุฑู‡ู… ุนู„ู‰ ุนุจุงุฏ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฅู…ุงุชุชู‡ู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงุณุชุฐู„ุงู„ู‡ู… ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†. ูู„ู…ุง ุงู†ู‡ุฒู… ุฃู‡ู„ ุฏูŠุฑ ุงู„ุฌู…ุงุฌู… ู„ุญู‚ ุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ุจู…ูƒุฉ ูุฃุฎุฐู‡ ุฎุงู„ุฏ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ูุญู…ู„ู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุญุฌุงุฌ ู…ุน ุฅุณู…ุงุนูŠู„ ุจู† ุฃูˆุณุท ุงู„ุจุฌู„ูŠ

โ€œDari Abu Al Yaqzhan, dia berkata:

Said bin Jubeir pernah berkata ketika hari Dir Al Jamajim, saat itu dia sedang berperang (melawan pasukan Hajjaj):

 โ€œPerangilah mereka karena kezaliman mereka dalam menjalankan pemerintahan, keluarnya mereka dari agama, kesombongan mereka terhadap hamba-hamba Allah, mereka mematikan shalat dan merendahkan kaum muslimin.โ€

Ketika penduduk Dir Al Jamajim kalah, Said bin Jubeir melarikan diri ke Mekkah. Kemudian dia dijemput oleh Khalid bin Abdullah, lalu dbawanya kepada Hajjaj bersama Ismail bin Awsath Al Bajali.โ€ (Imam Muhammad bin Saโ€™ad, Thabaqat Al Kubra, 6/265. Dar Al Mashadir, Beirut)

๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น

Demikianlah salah satu kecaman keras terhadap pemimpin Iraq nan zalim, oleh seorang ulama fiqih dan tafsir, salah satu murid terbaik Abdullah bin Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, yakni Imam Saโ€™id bin Jubeir Rahimallahu โ€˜Anhu.

Dia adalah imamnya para imam pada zamannya, dan manusia paling โ€˜alim saat itu.

Dia tidak mengatakan: โ€œAku akan pergi ke Al Hajjaj dan akan menasihatinya empat mata!โ€

Tidak, dan tak satu pun ulama saat itu dan setelahnya, menjulukinya sebagai khawarij, sebagaimana tuduhan segelintir manusia saat ini terhadap siapa pun yang mengkritik penguasa secara terbuka.
Lalu dengan ceroboh mereka menyamakan antara menasihati dengan pemberontakan.

Sungguh ini jauh sekali dan teramat jauh.

Tentang Imam Saโ€™id bin Jubeir, berkata Abdussalam bin Harb, dari Khushaif, katanya:

ูƒุงู† ุฃุนู„ู…ู‡ู… ุจุงู„ู‚ุฑุขู† ู…ุฌุงู‡ุฏุŒ ูˆุฃุนู„ู…ู‡ู… ุจุงู„ุญุฌ ุนุทุงุกุŒ ูˆุฃุนู„ู…ู‡ู… ุจุงู„ุญู„ุงู„ ูˆุงู„ุญุฑุงู… ุทุงูˆูˆุณุŒ ูˆุฃุนู„ู…ู‡ู… ุจุงู„ุทู„ุงู‚ ุณุนูŠุฏ ุจู† ุงู„ู…ุณูŠุจุŒ ูˆุฃุฌู…ุนู‡ู… ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ุนู„ูˆู… ุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ

โ€œYang paling tahu tentang Al Quran adalah Mujahid, yang paling tahu tentang Haji adalah โ€˜Atha, yang paling tahu tentang halal dan haram adalah Thawus, yang paling tahu tentang thalaq adalah Saโ€™id bin Al Musayyib, dan yang mampu mengkombinasikan semua ilmu-ilmu ini adalah Saโ€™id bin Jubeir.โ€ (Imam Adz Dzahabi, Siyar Aโ€™lam An Nubala, 4/341. Muasasah Ar Risalah, Beirut)

Sementara Ali Al Madini berkata:

ู„ูŠุณ ููŠ ุฃุตุญุงุจ ุงุจู† ุนุจุงุณ ู…ุซู„ ุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ. ู‚ูŠู„: ูˆู„ุง ุทุงูˆูˆุณ ุŸ ู‚ุงู„: ูˆู„ุง ุทุงูˆูˆุณ ูˆู„ุง ุฃุญุฏ.

โ€œDi antara sahabat-sahabat Ibnu Abbas tidak ada yang seperti Saโ€™id bin Jubeir.โ€

Ada yang berkata: โ€œTidak pula Thawus?โ€

Ali Al Madini menjawab: โ€œTidak pula Thawus, dan tidak pula yang lainnya.โ€ (Ibid)

Wallahu A’lam

Demontrasi

Ustadz Menjawab
Rabu, 03 November 2016
Ustadz Farid Nu’man

Asslmkum ustadz,,mohon penjelasanya apakah benar bahwa demontrasi itu tidak ada dalam islam dan hadist tentang keluarnya Rasulullah SAW bersama sahabat pada hari keislaman Umar bin Khotttob adalah hadist mungkar ??,,,,jzkllh .

Jawaban
——-
Kepada Yang Suka Menggembosi,  Perhatikahlah Fatwa Ulama negerimu, Karena Mereka Yang Tahu Situasinya, Bukan Ambil Ulama Di Luar Negerimu

Berseliweran fatwa-fatwa pengharaman demonstrasi yang mereka comot dari fatwa para ulama Kerjaaan Saudi Arabia, yang memang kultur dan hukum kerajaan tidak menghendaki adanya demonstrasi. Lalu mereka paksakan fatwa itu di negeri yang tidak sama kulturnya. Di negeri Indonesia yang membolehkan demonstrasi, dan tidak menganggapnya bughat (pemberontakan). Realita di negeri ini demonstrasi dilindungi Undang-Undang negara, bukan pemberontakan, tapi gerakan para penggembos ini tidak bosan-bosan menyebut demonstrasi adalah pemberontak (Bughat). Sungguh mengherankan, negara, TNI, kepolisian melindungi, dan tidak menganggap itu pemberontakan, justru kelompok ini menganggap itu pemberontakan karena sikap kaku mereka terhadap lembaran-lembaran yang mereka baca, dan merasa hidup di alam  dengan  situasi yang bukan situasi negeri mereka, serta taqlid dengan para masyayikhnya saja tanpa mau peduli dengan nasihat masyayikh yang bukan masyayikh mereka.

Benarlah nasihat Imam Al Qarafi Rahimahullah ketika berkata:

ูู…ู‡ู…ุง ุชุฌุฏุฏ ููŠ ุงู„ุนุฑู ุงุนุชุจุฑู‡ ูˆู…ู‡ู…ุง ุณู‚ุท ุฃุณู‚ุทู‡ ูˆู„ุง ุชุฌู…ุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณุทูˆุฑ ููŠ ุงู„ูƒุชุจ ุทูˆู„ ุนู…ุฑูƒ ุจู„ ุฅุฐุง ุฌุงุกูƒ ุฑุฌู„ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฃู‡ู„ ุฅู‚ู„ูŠู…ูƒ ูŠุณุชูุชูŠูƒ ู„ุง ุชุฌุฑู‡ ุนู„ู‰ ุนุฑู ุจู„ุฏูƒ ูˆุงุณุฃู„ู‡ ุนู† ุนุฑู ุจู„ุฏู‡ ูˆุฃุฌุฑู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุฃูุชู‡ ุจู‡ ุฏูˆู† ุนุฑู ุจู„ุฏูƒ ูˆุฏูˆู† ุงู„ู…ู‚ุฑุฑ ููŠ ูƒุชุจูƒ ูู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุญู‚ ุงู„ูˆุงุถุญ  ูˆุงู„ุฌู…ูˆุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ู†ู‚ูˆู„ุงุช ุฃุจุฏุง ุถู„ุงู„ ููŠ ุงู„ุฏูŠู† ูˆุฌู‡ู„ ุจู…ู‚ุงุตุฏ ุนู„ู…ุงุก ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ุณู„ู ุงู„ู…ุงุถูŠู†

“Bagaimanapun yang baru dari adat istiadat perhatikanlah, dan yang sudah tidak berlaku lagi tinggalkanlah. *Jangan kamu bersikap tekstual kaku pada tulisan di kitab saja sepanjang hayatmu.*

_Jika datang kepadamu seorang dari luar daerahmu untuk meminta fatwa kepadamu, janganlah kamu memberikan hukum kepadanya berdasarkan adat kebiasaan yang berlaku di daerahmu, tanyailah dia tentang adat kebiasaan yang terjadi di daerahnya dan hargailah itu serta berfatwalah menurut itu, bukan berdasarkan adat kebiasaan di daerahmu dan yang tertulis dalam kitabmu. Itulah sikap yang benar dan jelas._

Sedangkan sikap selalu statis pada teks adalah suatu kesesatan dalam agama dan kebodohan tentang tujuan para ulama Islam dan generasi salaf pendahulu.” 1]

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah, membuat pasal dalam kitabnya I’lamul Muwaqi’in, berbunyi:

ููŠ ุชุบูŠุฑ ุงู„ูุชูˆู‰ ูˆุงุฎุชู„ุงูู‡ุง ูŠุญุณุจ ุชุบูŠุฑ ุงู„ุฃุฒู…ู†ุฉ ูˆุงู„ุฃู…ูƒู†ุฉ ูˆุงู„ุฃุญูˆุงู„ ูˆุงู„ู†ูŠุงุช ูˆุงู„ุนูˆุงุฆุฏ

“Pasal tentang perubahan fatwa dan perbedaannya yang disebabkan perubahan zaman, tempat, kondisi, niat, dan tradisi.”

Lalu Beliau berkata:

ู‡ุฐุง ูุตู„ ุนุธูŠู… ุงู„ู†ูุน ุฌุฏุง ูˆู‚ุน ุจุณุจุจ ุงู„ุฌู‡ู„ ุจู‡ ุบู„ุท ุนุธูŠู… ุนู„ู‰ ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ุฃูˆุฌุจ ู…ู† ุงู„ุญุฑุฌ ูˆุงู„ู…ุดู‚ุฉ ูˆุชูƒู„ูŠู ู…ุง ู„ุง ุณุจูŠู„ ุฅู„ูŠู‡ ….

Ini adalah pasal yang sangat besar manfaatnya, yang jika bodoh terhadal pasal ini maka akan terjadi kesalahan besar dalam syariat, mewajibkan sesuatu yang sulit dan berat, serta membebankan apa-apa yang tidak pantas dibebankan …  ” 2]

Entah .., disadari atau tidak perilaku mereka itu menguntungkan kaum kuffar. Wal โ€˜Iyadzubillah!

Wallahu A’lam

Notes:

[1] Imam Al Qarafi, Al Furuq, Juz. 1, Hal. 176-177. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah. Beirut. 1418H-1989M. Tahqiq: Khalil Al Manshur

[2] Imam Ibnul Qayyim, I’lamul Muwaqi’in,   Juz. 3, Hal. 3. Maktabah Kulliyat Al Azhariyah. Kairo.

SHOLAT SYURUQ

Ustadz Menjawab
Rabu, 02 November 2016
Ustadz Farid Nu’man

Assalamualaykum…
Sholat syuruq itu apa harus di Masjid? Di rumah Boleh apa tidak? Dan definition tdk Boleh beranjak itu apa mulai selesai sholat subuh, diam di tempat dia sholat? Kalau misalnya ingin BAK/BAB bgm?
Satu lagi, mana yg lbh afdol, selesai sholat wajib langsung rawatib ba’diyah atau berdzikir berdoa dulu baru rawatib ba’diyah. ๐Ÿ…ฐ1โƒฃ3โƒฃ
Syukron

Jawaban
——-

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Silahkan membuka web ini untuk menemukan jawaban.

http://www.iman-islam.com/2015/11/shalat-isyraq.html?m=1

Wallahu a’lam.

Rambu-Rambu Bagi Yang Ikut Serta Dalam Muzhaharah Saliimah (Aksi Damai) 4 Nov 2016

Rabu, 2 Shafar 1438H / 2 Nopember 2016

MUAMALAH

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan

1. Luruskan niat untuk mencari ridha Allah, bukan untuk pujian dan obsesi pribadi-duniawi.

2. Pasang wajah yang menarik, senyum, sapa dan salam kepada saudara seperjuangan, wartawan, dan kepada pihak keamanan.

3. Berkata-kata yang baik tanpa mengurangi ketegasan, dan hindari kata-kata kotor, caci maki, sumpah serapah kepada siapa pun.

4. Tertib di jalan dan di tempat aksi, serta memberikan hak pengguna jalan lainnya.

5. Tidak merusak fasilitas umum, pepohonan, pedagang kaki lima, dan milik orang lain.

6. Tetap menjaga kebersihan dengan membawa kantong sampah kresek sendiri dan membuang pada tempatnya.

7. Tidak terpancing oleh ajakan-ajakan negatif, seperti menyerang polisi, merubuhkan pohon, pemarka jalan, dan lainnya, yang datangnya dari peserta aksi damai lainnya, yang dimungkinkan sebagai provokasi dari pihak yang ingin merusak jalannya aksi damai.

8. Tetap ikuti korlap dan komanda acara, Insya Allah tidak akan mudah terprovokasi.

9. Siapkan fisik yang prima, bawa makanan dan minuman yang cukup.

10. Tetap jaga wudhu untuk shalat,  menjaga kemungkinan sulitnya air wudhu karena banyaknya peserta aksi.

11. Akhiri aksi damai dengan kebaikan, tidak lupa mendoakan kebaikan kepada pemimpin negara agar Allah memberikan petunjuk kepadanya, serta doa untuk para ulama, guru, kiayi, habaib, mujahidin, du’at, aktifis Islam, secara khusus Indonesia .. dan umumnya bagi seluruh kaum muslimin di dunia.

12. Lalu bertawakal kepada Allah Ta’ala atas hasil usaha dari Aksi Damai ini.

13. Membubarkan diri dengan tertib dan meninggalkan tempat aksi dalam keadaan bersih dan rapi; sehingga Aksi ini mendapatkan kesan positif bagi masyarakat dan semoga  mendapatkan ridha Allah Ta’ala.

Wallahu A’lam