Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

Tipe Keluarga Akhir Zaman

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc., M.Ag.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Allah menggambarkan tipe-tipe keluarga dalam Al-Qur’an, tipe-tipe keluarga tersebut akan ada sampai akhir zaman sehingga dapat menjadi pelajaran bagi keluarga muslim dan mengambil ibroh dari setiap kisahnya.

1. Keluarga Nabi Nuh ‘alaihissalam

a. Suami beriman dan taat kepada Allah (At-Tahrim : 10)

b. Istri berkhianat dan banyak maksiat

c. Ada kegagalan dalam menyiapakan generasi/ pengaruh istri sangat kuat

d. Kebahagiaan yang semu

e. Berpisah di dunia dan di akhirat.

Keluarga Nabi Nuh adalah tipe dengan suami yang shalih namun istrinya banyak melakukan maksiat. Seshalih apapun laki-laki tanpa istri yang shalihah maka akan gagal.

Ciptakan rumah sebagai masjid dan madrasah, rumah yang dapat membawa situasi keshalihan bagi penghuninya sehingga rumah menjadi tempat yang selamat bagi semua keluarga dan melahirkan generasi-generasi yang besar.

Istri Nabi Nuh ‘alaihissalam berkhianat dan banyak melakukan maksiat. Selain itu ia memiliki peran yang dominan kepada anaknya, ia memiliki pengaruh yang kuat namun pengaruhnya dalam keburukan. Keluarga Nabi Nuh gagal menyiapkan generasi karena pengaruh kuat keburukan ibu karena ibu adalah penanam pertama kebaikan dalam diri anak.

Ingat :

√ sekecil apapun dosa kita dalam rumah tangga jangan pernah disepelekan, semakin banyak dosa semakin rumah tangga tidak harmonis/ tidak sejalan. Dosa dan maksiat dalam rumah rumah tangga adalah awal kegagalan dalam rumah tangga.

√ Semakin lemah interaksi ibu dengan Al-Qur’an semakin lemah pengaruh ibu pada anak. Maka semakin lemahlah ia dalam mendidik anak-anaknya.

√ Sebagai seorang ibu kita harus terus introspeksi diri dan memperbaiki diri agar kita menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kita. (Al-A’raf :64)

2. Keluarga Nabi Luth ‘alaihissalam

a. Suami beriman dan taat

b. Istri Berkhianat

c. Anak bisa diselamatkan

d. Berpisah di dunia dan akhirat

Keluarga Nabi Luth ‘alaihissalam dengan Nabi Luth sebagai suami yang shalih namun tidak didukung dengan keshalihan istri. Karena istrinya berkhianat kepada Nabi Luth, bukan berkhianat dalam arti berselingkuh (karena tidak ada istri nabi yang berkhianat dalam hal tersebut), namun istri Nabi Luth berkhianat dalam kemaksiatan dengan mendukung perbuatan kaumnya yang homoseksual. Saat para malaikat datang ke rumah Nabi Luth dengan rupa lelaki yang tampan, maka istri beliau memberikan isyarat kepada kaumnya bahwa ada tamu lelaki yang tampan di rumahnya.

Dua anak Nabi Luth selamat karena pengaruh keshalihan ayahnya yang masih kuat/kokoh.

Saat suami dan istri sudah tidak seirama dalam keshalihan maka hal tersebut bisa menjadi sebab berpisahnya keduanya bukan hanya di dunia namun juga di akhirat (QS. Hud : 81).

Ingat :

√ Ciptakan rumah yang senantiasa membawa suasana setiap penghuninya agar selalu berlomba dalam kebaikan. Setiap anggota keluarga berlomba dan tolong menolong dalam kebaikan.

3. Keluarga Asiyah

a. Keluarga yang didominasi kejahatan suami

b. Tidak ada peran sinergis antara suami dan istri

c. Istri beriman yang selalu terdzalimi

d. Istri yang banyak berkorban untuk menyelamatkan generasi

e. Istri yang istiqamah disiksa hingga akhir hayat.

Asiyah adalah istri yang beriman dan shalih luar biasa. Asiyah bertahan dalam rumah tangganya demi mendidik Musa dan melindungi keselamatan Musa. Musa terjaga fitrahnya karena ketegaran seorang ibu dalam keshalihannya.

Keshalihan istri adalah dengan mengokohkan diri dari sebesar apapun ujian yang dihadapinya. Karena sifat seorang ibu dapat menurun kepada anak bahkan melalui ASI ibu tersebut.

Sabar, ikhlas, dan istiqomah adalah modal kita sebagai seorang istri. Kunci seorang ibu agar dapat merasakan nikmat besar di surga adalah dengan bersabar dalam mendidik anak-anaknya.

4a. Keluarga Single Parent Karena Sebab Tertentu :

a. Karena suami meninggal

b. Karena perceraian :

1). Rumah tangga tidak bisa diselamatkan

2). Memperjuangkan kesetaraan dengan pria (tidak butuh kepemimpinan suami)

3). Single parent karena menghindar dari kepemimpinan suami :

√ Problem keluarga diatasi sendiri

√ Tidak ada figur ayah

√ Menyalahi sunnatullah (QS. An-Naba’ : 8)

√ Menyalahi sunnah Rasulullah (QS. An-Naba’ : 8)

Ingat :

Salah satu tolak ukur kekokohan rumah tangga adalah keshalihan istri karena istri adalah tiang dalam rumah tangga sebagaimana sebuah negara. Sehingga tidak heran target perusakan generasi adalah dimulai dari wanitanya. Istri yang shalihah akan menjadi tiang yang kokoh dalam keluarga.

Adapan mengenai kesetaraan, bahwasanya laki-laki dan wanita memang tidak akan bisa setara karena keduanya memiliki peran yang berbeda. Laki-laki sebagai pemimpin (qowwam) dan tugas istri adalah melayani suami, taat pada suaminya. Sehingga beban dalam rumah tangga pun memang berbeda, tidak bisa sama. Ketaatan istri kepada suami adalah mutlak kecuali dalam kemaksiatan, istri tidak wajib taat jika suami memerintahkan maksiat.

4b. Keluarga Maryam, Single Parent sebagai Mukjizat (QS. At-Tahrim :12) :

a. Sebagai mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam

b. Maryam yang suci dipercaya Allah untuk melahirkan Nabi Isa ‘alaihissalam tanpa ayah

c. Keluarga sebagai tanda kebesaran Allah

d. Sukses mendidik anak tanpa suami.

Kisah Maryam adalah kisah pengasuhan single parent sebagai mukjizat dari Allah bukan karena maksiat. Maryam adalah wanita yang suci, Maryam menjaga kesuciannya dan disucikan oleh Allah Ta’ala.

Keistimewaan maryam :

√ Menjaga kesuciannya (Silahkan baca dan pelajari lengkap kisahnya dalam Al-Qur’an)

√ Dengan kekuatan iman Maryam siap melaksanakan perintah Allah apapun resikonya. Kualitas seorang ibu ditentukan dari keimanannya.

Ingat :

Jadilah wanita yang sabar dalam keimanan dan bertahan dalam kesucian. Jangan pernah berkhianat apalagi berselingkuh pada suami (jaga kesucian diri lahir dan batin).

Dampak Keluarga Tidak Islami

Menyebabkan banyak kerusakan di muka bumi :

√ Survey Komnas Anak 2010, kepada remaja usia SMP dan SMA di 12 propinsi

a. 97% pernah melihat film porno

b. 66% bergantung pada HP

c. 93,7% pernah berciuman

d. 62,7% pernah aborsi (SMA)

√ Kompasiana.com, Dwi Noer : 62% remaja SMP/SMA tidak perawan.

√ Kompasiana.com, Rumah belajar : 63% remaja di Indonesia melakukan seks pra nikah

√ KPAI, tahun 2010 : 62,7% remaja mengaku tidak perawan

√ Survey BKKBN tahun 2010, remaja yang kehilangan keperawannya : Jabodetabek 51%, Surabaya 54%, Medan 52%, Bandung 47%, dan Yogyakarta 42%.

Tahun 2013, 64 juta remaja rentan memiliki perilaku seks bebas

√ M.cnnindonesia.com : Mayoritas remaja terancam LGBT

√ Republika.co.id : Mayoritas remaja terancam LGBT

√ www.viva.co.id, nasional : Sumatera Barat daerah terbanyak di Indonesia yang dihuni oleh kelompok lesbian.

Keluarga Islami

Contoh keluarga terbaik yang dikisahkan dalam Al-Qur’an salah satunya adalah keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam :

1. Membangun keluarga atas dasar takwa

2. Berkeluarga itu ibadah

3. Sabar mengatasi berbagai masalah (14 :37), (2 : 124), (37 : 102)

4. Memprioritaskan kebahagiaan keluarga

5. Mempersiapkan generasi terbaik

6. Menikmati keunikan keluarganya.

6. Bahagia Dunia dan Akhirat (13 : 19-24)

Suami adalah murabbi dalam keluarga, ia menjadi guru pertama bagi istrinya. Suami yang pandai mendidik istri akan menghasilkan istri yang pandai mendidik anak-anaknya.

Belajar dari keluarga Nabi Ibrahim, sebagai suami dan isti kita harus senantiasa tolong menolong dalam ketaatan dan tolong menolong dalam kebaikan.

Allah akan memberikan karunia yang besar dan luar biasa sebagai hasil dari pengorbanan kita dalam ketaatan. Sebagaimana Sarah yang mendapatkan karunia anak di usianya yang sudah tidak muda lagi sebagai buah dari kesabaran dan pengorbanannya dalam memprioritasnya kebahagiaan keluarganya. Begitu pula Hajar dan bersabar ketika ditinggalkan di padang yang tandus namun ia tetap bersabar dalam ketaatannya kepada Allah.

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam merupakan contoh dalam mempersiapkan generasi terbaik sehingga ia mendapatkan gelar sebagai bapak para nabi (Abul anbiya’). Kuncinya adalah bagaimana agar kebaikan itu harus diwariskan kepada anak keturunan kita.

Bagaimana mempersiapkan generasi tebaik :

1. Bangun keluarga dalam kerangka ibadah kepada Allah dengan dasar takwa

2. Memiliki visi dalam mendidik anak

3. Dekatkan anak dengan Al-Qur’an dimulai dari interaksi ibu dengan Al-Qur’an (mulai dari sejak awal kehamilan, minimal ibu bisa khatam 3x dalam sebulan)

4. Persiapkan anak menjadi generasi Al-Qur’an.

Mendidik anak itu cukup tumbuhkan anak rasa cinta dengan Al-Qur’an maka akan semakin mudah dalam mendidik yang lainnya.

5. Mulai keberkahan keluarga dari pagi hari, memulai aktifitas kebaikan sebelum subuh hari

6. Nikmati perbedaan/keunikan pasangan

7. Ingat : Kesenangan di akhirat diperoleh dengan banyak pengorbanan di dunia.

8. Ayah dan Ibu sebagai Qudwah. Orangtua shalih melahirkan generasi shalih (mulai dari keshalihan orang tua, QS. Ath-Thur : 21)

9. Suami dan Istri yang kuat dalam kebaikan dan melahirkan anak yang kuat dalam kebaikan (inilah warisan terbaik untuk anak).

10. Menyiapkan lingkungan yang baik dan memilih teman yang shalih

11. Mengisi waktu anak untuk berbagai kegiatan dan berkarya sejak remaja.

Wallahu a’lam..

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doa Orang Tua Atas Anaknya

SEMANGAT SEORANG IBU MELAHIRKAN ANAK YANG HEBAT

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Setiap ibu ingin melahirkan anak-anak yang hebat, anak yang selalu terdepan dalam berbuat kebaikan serta kokoh dalam beragama, cerdas, memiliki pengetahuan luas dan berwawasan, mandiri dan mapan, serta menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat luas dan mau berkhidmah untuk kemajuan agama, umat dan bangsa.

Kehebatan seorang anak tidak datang dengan sendirinya, tidak terjadi secara tiba-tiba, tidak bisa dibentuk dengan santai dan coba-coba.

Kehebatan anak itu dibentuk oleh perjuangan berat dan besar dari kedua orang tuanya terutama ibunya dari sejak anak dalam kandungan, setelah lahir hingga dewasa.

Ibu yang hebat selalu mengiringi perjuangan dalam pendidikan anak dengan :

1. Shalat fardhu tepat waktu dan selalu mengirinya dengan doa utk kebaikan anak.

2. Mengkhatamkan Alquran setiap bulan 30 juz dan selalu menyertakan doa untuk anak dalam setiap khatamnya.

3. Rajin berpuasa sunnah dan mendoakan anak di tengah puasanya.

4. Rajin melakukan shalat tahajjud di waktu malam dan selalu menyelipkan doa untuk kesuksesan anak.

5. Terus belajar untuk menambah bekal dalam pendidikan anak agar ia bisa berperan dan bersaing di zamannya.

6. Bermental kuat, tidak putus asa dan tidak mudah menyerah menghadapi masalah dan tantangan pendidikan anak.

7. Mendidik anak sesuai tuntunan agama dengan cinta, kasih sayang, kelembutan dan kesabaran.

8. Menambah taqarrub dan doa kepada Allah di waktu siang dan malam saat anak sedang ujian di sekolah atau di kampus atau sedang menghadapi masalah.

9. Menumbuhkan kecintaan anak kepada Allah SWT sebagai Tuhan, Muhammad SAW sebagai Rasulullah, Islam sebagai agama, al-Quran sebagai pedoman hidup, serta cinta ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhiratnya.

10. Menanamkan akhlak dan adab, semangat belajar, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

11. Selalu menjaga keridhaannya kepada anak sekalipun dalam kondisi tidak nyaman oleh ulah anak.

12. Saat dikecewakan lebih baik bersabar dan memberikan nasihat serta doa untuk kebaikan anak.

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Sebarkan! Raih Pahala


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Beruntung Memiliki Istri Sholihah

QANAAH ISTRI MEMBUAT KELUARGA BAHAGIA

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Sikap qanaah adalah ridha atas pemberian Allah walaupun sedikit, dan tidak berharap apalagi berambisi untuk mendapatkan apa yang dimiliki oleh orang lain.

Sikap qona’ah itu membuat seorang istri tetap berprilaku baik kepada suami , ia bisa menjaga amarah dan lisan, tidak menuntut hak nafkah yang serba cukup, tidak berselisih dan bertengkar sekalipun nafkah yang diberikan suami sedikit. Karena ia selalu merasa ridha, tenang, beruntung dan bersyukur masih mendapatkan rizki dari Allah SWT. Sesuai sabda Rasulullah SAW :

” Sungguh beruntung orang yg taat kepada Islam dan dia merasa diberi rizki dg cukup serta merasa qonaah dengan apa yg telah diberikan oleh Allah ” ( HR. Muslim ).

Sikap qanaah seorang istri itu mendatangkan keberkahan dari Allah SWT. Maka saat seorang istri bisa bersikap qanaah hatinya menjadi tenang, jiwanya sabar dan fikirannya jernih sehingga ia memiliki banyak inisiatif, inovasi dan kreatifitas untuk mengelola nafkah yang sedikit agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Rasulullah bersabda :

” Siapa yang bisa menahan diri maka Allah membuatnya bisa menjaga kehormatannya dan siapa yang berusaha merasa cukup maka Allah akan mencukupinnya dan siapa yang berusaha sabar maka Allah akan menjadikannya sebagai orang yang sabar” ” ( HR. Bukhari dan Muslim ).

Sebaliknya jika istri tidak bersikap qanaah maka saat suami tidak mampu memberikan nafkah yang cukup maka ia merasa susah dan marah, tidak bisa menahan lisan, banyak menuntut, sering berselisih. Sikap tersebut menghancurkan keharmonisan dan kebahagiaan keluarga.

Dengan demikian sikap qanaah seorang istri di tengah kesulitan ekonomi dapat menjaga keharmonisan keluarga , sehingga suami dan anak-anak mereka tetap hidup dengan tenang, nyaman dan bahagia.

“Harta itu sangat menggiurkan, bila ada orang yg mengambil banyak harta untuk berderma maka dia mendapat kelapangan, bila dia mengambil banyak untuk kesenangan diri, maka dia tidak akan mendapat keberkahan seperti orang yang makan tapi tidak merasa kenyang, dan tangan yang di atas lebih baik dari pada tangan yang di bawah” ( HR. Muttafaq ‘alaihi ).

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Sebarkan! Raih Pahala


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Sabar

KELELAHAN YANG DIRINDUKAN

📝 Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Bisa jadi, anak yang selama ini merepotkan kita dengan tangisan rewelnya di setiap malam hingga membuat kita lelah adalah tangisan indah yang kita rindukan di saat tua.

Mungkin saja, suara teriakan bising yang terjadi antara kakak dan adik saat sedang rebutan mainan, akan menjadi teriakan indah yang kita harapkan saat tubuh kita ringkih dan gigi tinggal dua.

Ada masanya kelak kita kan menangis, meratapi kondisi rumah yang nampak rapi, bersih tanpa coretan, gak berantakan, wangi, tenang tanpa teriakan. Seraya meratap pilu,

“Dulu, sering ada tumpahan air di ruangan ini. Dulu, ada anak-anak yang lari berkejaran sambil teriak histeris di rumah ini. Dulu, ada suara keributan kakak adik berebut mainan di sini. Dulu, ada yang corat-coret tembok membuat rumah tampak kusam. Dulu, ada kertas-kertas berserakan dan bekas krayon yang berhamburan.
Dulu..
Dulu..
Dulu..”
kemudian kita pun hanya bisa menangis sesenggukan 😭😭

Kita tersadar. Bahwa semua yang menyebalkan dahulu adalah kenangan manis di saat kita tua. Semua rewelan anak dahulu serasa lantunan indah yang paling berharga.

Sekiranya waktu bisa berulang maka kita ingin kembali ke masa-masa itu. Masa-masa penuh drama, masa-masa emosi berwarna warni, masa-masa kelelahan. Inilah masa-masa yang kita rindukan dan kita tangisi. Saat anak-anak masih mau merepotkan kita. Saat anak-anak masih rewel membutuhkan kita. Saat kita selalu diperebutkan oleh mereka.

Dan begitu mereka dewasa. Sudah mengenal dunia yang berbeda.
Kita tersadar, kita bukan lagi satu-satunya dunia mereka. Mereka punya teman, organisasi, hobby, pekerjaan dan obsesi yang membuat mereka sibuk. Dan kita sekadar tempat transit bagi jiwa mereka.

Teringat nasehat Syaikh Al Munawi:

لا يعرف قدرها الا بعد زوالها

Kita tak tau berharganya sesuatu kecuali setelah hilangnya sesuatu tersebut

Maka, bersyukurlah bagi kita yang saat ini masih merasakan kelelahan itu. Jangan buru-buru menyudahinya. Nikmati….Hayati…. Tersenyumlah.
Gak lama lagi. Ya, gak lama lagi. Kita akan segera kehilangan. Jangan marah, jangan kesal dengan ulah mereka. Mereka hanya ingin menorehkan kenangan indah dalam hidup kita. Kenangan yang akan selalu kita rindukan hingga nyawa lepas dari raga

Wallahu a’lam bish showab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Akhlaq Islam

MENJAGA LISAN BAGI KELUARGA SAKINAH

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Suami istri yang ingin menjaga keluarga sakinah agar terus menjadi milik mereka, maka hendaknya bisa menjaga lisan dalam kondisi suka atau benci dan dalam kondisi damai atau bertengkar sehingga mereka bisa menjaga suasana hati tetap tentram, damai dan tenang serta tidak ada yang saling menyakiti atau melukai hati dan perasaan pasangan.

Keharmonisan suami istri itu sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga lisan. Maka menjaga lisan dalam keluarga sakinah itu sangat penting sehingga suami istri harus bisa berbicara dengan lembut, bijak dan berkesan sehingga keluarga selalu harmonis dan terselamatkan dari perceraian. Rasulullah bersabda :

“Keselamatan manusia bergantung kepada lisan yang terjaga” ( HR. Bukhari ).

Suami istri juga ketika berbicara harus benar dan jujur sehingga tidak mengandung dusta dan salah. Agar kata-kata yang terucapkan selalu dipercaya dan tidak akan muncul buruk sangka, kebencian dan amarah kepada pasangann. Karena itu Allah berfirman :

” Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar” ( 33 : 70 ).

Selain itu bagi suami istri yang beriman seharusnya hati-hati dalam berbicara kepada pasangan karena mereka yakin setiap kata yang terucap selalu dicatat untuk dimintai pertanggung jawabannya di akhirat. Allah berfirman :

” Tidak ada suatu kata yang diucapkan kecuali di disinya ada Malaikat pengawas yang selalu siap ( mencatat) ” (50: 19).

Dalam kondisi suami istri sedang emosi dan sedang terjadi salah faham, mereka harus bisa mengendalikan dan mengontrol kata-kata yang diucapkan lisan. Jika tidak, maka begitu mudahnya syetan menjerumuskan pada pertengkaran yang berujung kepada perceraian. Rasulullah bersabda :

” Hendaknya kamu lebih banyak diam karena sesungguhnya itu dapat mengusir syetan dan dapat menolong kamu dalam urusan agamamu” (HR. Ahmad ).

Jika suami istri saat emosi sulit mengendalikan lisan maka sering terjadi salah faham dan timbul perselisihan.

Karena itu, saat emosi lebih baik diam, tidak bicara. Saat diam tersebut hendaknya digunakan untuk berfikir yang positif tentang pasangannya. Juga ada kesempatan melakukan evaluasi diri untuk perbaikan kepada pribadi yang lebih baik. Rasulullah bersabda:

” Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam” ( HR. Bukhari Muslim ).

Jadi dengan kemampuan suami istri bisa menjaga lisan, maka hal tersebut dapat membantu terwujudnya keluarga yang sakinah yang bisa saling menentramkan suami istri.

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doa mendapatkan anak yang salih

KAPAN SEBAIKNYA ANAK MONDOK?

📝 Pemateri : Ustadz Mohammad Fauzil Adhim,

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

⁣⁣Kapan sebaiknya anak mondok?

Menjelang baligh atau sekurangnya awal baligh. Bukankah seharusnya seorang ayah hadir saat anak mimpi basah (ihtilam)? Betul, jika ayahnya lalai menyiapkan sehingga anak tidak memiliki ilmu yang mencukupi. Tetapi jika anak telah dibekali, atau ia tinggal di tempat yang memberinya bekal sesuai tuntunan Islam, maka seorang ayah yang sedang opname di rumah sakit tidak harus pulang ketika anaknya mimpi basah; yang sedang menempuh perjalanan ke luar negeri, tidak perlu membatalkan perjalanan hanya karena anak lelakinya mimpi basah. Dan kita semua tahu, mimpi basah datang tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu sebulan atau dua bulan sebelumnya. ⁣

Mendidik anak itu jadi ribet dan sangat merepotkan ketika kita tidak menjadikan agama ini sebagai miqyasnya. Tolok ukur. Parameter. ⁣

Tetapi kemana anak-anak kita percayakan? Inilah yang sangat penting. Sebab memasukkan anak ke pesantren bukanlah semata untuk memperoleh pengetahuan. Kalau sekedar pengetahuan agama, jangankan pesantren, sekolah setengah hari saja tidak perlu. Cukup cari lewat internet. Tetapi ini bukanlah jalan ilmu. Agar anak-anak kita kokoh, memiliki sikap yang baik, pemahaman yang matang dan utuh sekaligus dienul Islam ini menjadi penggerak dalam dirinya untuk berperilaku dengan baik dan tepat, maka mereka harus menjadi penuntut ilmu di atas jalan yang selamat (مُتَعَلِّمٌ عَلَى سَبِيلِ نَجَاةٍ). ⁣

Itu sebabnya saya memilih memasukkan anak ke pesantren. Dari anak pertama, kedua, ketiga hingga anak keenam, semua masuk pesantren setelah mereka lulus SD. Saya tergelitik untuk menulis ini ketika anak saya yang ketujuh, sebentar lagi sudah harus masuk pesantren. Kenapa harus? Karena anak memang SD kelas 1 atau bahkan TK sudah ingin masuk pesantren, sedangkan sekarang dia sudah kelas 6 SD. Begitu pula anak saya nomor 6 yang sekarang kelas 9, sudah harus memutuskan kemana dia akan belajar. ⁣

Minimal setahun sekali, banyak yang bertanya kepada saya pesantren yang tepat untuk anak laki-laki maupun perempuan. Ini pertanyaan yang sulit bagi saya karena belum pernah melakukan penelitian serius mengenai hal ini. Tetapi jika saya ditanya ke pesantren mana saya mempercayakan anak saya, maka saya dapat menyampaikan bahwa semenjak anak keempat, kelima dan keenam, semuanya di Ibnu Abbas Klaten. Begitu pula anak ketujuh, in sya Allah akan belajar di Pondok Pesantren Ibnu Abbas. ⁣

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Sebarkan! Raih Pahala


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

BERPISAH UNTUK BERKUMPUL KEMBALI SELAMANYA

📝 Pemateri : Ustadz Mohammad Fauzil Adhim.

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷
⁣⁣
Sebesar apa pun kesetiaan kita pada istri, maut akan memisahkan. Begitu pula sebesar apa pun cinta seorang istri kepada suaminya, pada akhirnya akan dibatasi kematian untuk senantiasa bersama. Akan tetapi bagi orang-orang beriman keduanya beriman dan beramal shalih, ajal hanya jeda untuk menunggu perjumpaan dan berkumpul kembali di Jannah dalam keadaan gembira penuh kedamaian.⁣⁣
⁣⁣
Suami-istri yang beriman itu akan diseru:⁣⁣

ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ تُحْبَرُونَ ⁣

“Masuklah ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. (QS. Az-Zukhruf, 43: 70).⁣⁣
⁣⁣
Kemudian kita diantar secara berombongan (berapakah anggota rombongan kita saat itu?). Allah Ta’ala berfirman:⁣⁣⁣

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ⁣⁣⁣⁣

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. (QS. Az-Zumar, 39: 73).⁣⁣
⁣⁣
Begitu kita melangkah memasuki Jannah, para malaikat menyambut:⁣⁣

سَلَٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ ⁣⁣⁣⁣

“Salam sejahtera atas kamu sekalian disebabkan oleh kesabaran kalian”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. Ar-Ra’d, 13: 24).⁣⁣
⁣⁣
⁣Aku tertegun. Alangkah sedikitnya bekal. Alangkah kurangnya persiapan. Sementara dosa-dosa menggunung tinggi. ⁣⁣
⁣⁣
Hanya kepada Allah kita meminta, kepada-Nya kita memohon pertolongan seraya berusaha berbenah memperbaiki iman dan membaguskan ‘amal. Semoga Allah Ta’ala kelak himpunkan kita dengan orang-orang yang kita cintai; suami, istri, orangtua maupun keturunan kita.

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

larangan melihat aurat orang lain

Pendidikan Seksual Pada Anak dan Remaja

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Secara umum fase kehidupan manusia bermula dari kelahiran atau ketika masih balita kemudian fase anak-anak yakni ketika mereka berada di sekolah dasar. Setelah fase anak-anak orang pada umumnya mengenal fase remaja. Tapi dalam sejarah kenabian lebih tepat dengan istilah pemuda. Tapi apa pun istilahnya yang pasti ada sebuah fase antara anak-anak menuju dewasa.

Biasanya fase remaja ini antara usia 11-21 ditandai dengan mulainya baligh. Untuk perempuan dengan mulai menstruasi dan laki-laki dengan mimpi basah. Atau istilah lain adalah The Ten Years. Masa sepuluh tahun.

Mengenali perubahan dari anak-anak ke remaja atau pemuda. Sejumlah pakar mencatat akan terjadi lonjakan kondisi kejiwaan pada mereka. Beberapa tandanya antara lain:

1. Adanya keinginan untuk menyendiri atau mengisolasi diri. Dia lebih memilih teman yang dipercaya. Kita amati di sekitar ketika masa baligh tiba, dia akan cenderung dengan satu atau dua orang yang bisa memberinya ruang untuk berekspresi. Karena hanya dengan teman dekatnya merasa bisa mencurahkan apa yang dirasakannya.

2. Enggan beraktivitas atau malas melakukan sesuatu. Pada masa ini kecenderungan untuk melawan perintah orang tua muncul. Ada masa melawan dan mungkin saat ini kita kenal dengan istilah mager.

3. Mudah merasa bosan dan tak nyaman. Mereka ingin melakukan banyak kegiatan tapi terkadang tidak tahan lama atau kurang optimal sehingga mudah berganti dengan kegiatan lain.

4. Mulai menolak dan membangkang. Memang tidak mutlak keadaan ini maka sebagai orang tua harus mempersiapkan secara optimal di masa anak-anak dengan pembentukan karakter yang kuat dan memberikan lingkungan yang baik.

5. Kondisi yang terkadang mudah memuncak. Mereka sebenarnya sedang beradaptasi dengan kondisi gejolak jiwanya. Mungkin banyak waktu untuk mendengarkan luapan perasaannya dan sedikit nasihat saja untuk mereka.

6. Lebih memperhatikan masalah biologis. Ada jerawat satu dipikir, wajahku menarik tidak, sering bercermin, memikirkan penampilan. Dan sebagainya.

Hal di atas hanya sebagian ciri-ciri yang bisa kita deteksi. Masih banyak ciri lain yang terkadang munculnya tidak sama tergantung latar belakang bentukannya sejak dalam kandungan.

Berkaitan dengan pertumbuhan sexual atau kita sebagai orang tua memberikan pendampingan ketika banyak perubahan pada diri ananda di masa-masa baligh menjadi hal penting bagi kita. Sehingga kehati-hatian akan ada di masa depannya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua ketika mendampingi ananda.

1. Memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan.

2. Membudayakan adab-adab pandangan dan membiasakan izin kepada orang tua.

3. Mengatur hubungan di dalam rumah antara anak laki-laki dan perempuan.

4. Mengajarkan konsistensi menutup aurat.

5. Mengajarkan cara mandi wajib kepada mereka.

6. Meminta anak tidak malu menceritakan apa yang dialami sehingga ada arahan dari orang tua.

7. Selalu mengontrol apa yang dilihat anak-anak di media baik bacaan atau tayangan media elektronik.

8. Mengisi kekosongan waktu dengan hal bermanfaat seperti berbincang ringan sembari memberikan nilai-nilai positif. Juga menceritakan bahayanya ketika tidak bisa menjaga diri baik-baik.

9. Mengingatkan tidur dengan adab sesuai Sunnah.

10. Berusaha menciptakan suasana ibadah di rumah. Seperti gerakan Maghrib mengaji. Kultum bersama dll.

11. Membangun harapan dalam jiwa anak tentang masa depannya.

12. Mendoakan anak agar terhindar dari fitnah dunia baik yang nampak maupun tersembunyi.

13. Mengingatkan kepada anak tentang hari akhirat sehingga gemar beribadah.

14. Memberikan keteladanan secara nyata di rumah.

15. Mencarikan lingkungan yang baik dan memantau dengan siapa mereka berteman serta berkegiatan.

Demikian secara singkat yang bisa dilakukan oleh orang tua semoga kita bisa membimbing anak-anak kita meraih keberhasilannya di masa dewasa serta meraih keselamatan hingga surga.

Wallahu a’lam bisshawwab

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

MEWUJUDKAN HAKIKAT KELUARGA SAKINAH

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Keluarga sakinah itu mempersatukan suami istri dan anak dalam ikatan hubungan yang kokoh dan harmonis.

Namun, keluarga sakinah tidak hanya sekedar mempersatukan fisik saja bahkan mempersatukan juga jiwa, cara berfikir dan prilaku sehingga mereka bisa selalu bersama dan harmonis dalam segala situasi.

Karena itu, untuk membangun keluarga sakinah harus dibingkai dengan nilai-nilai agama agar fondasi keharmonisan keluarga mereka dilandasi sejak awal oleh keshalehan masing-masing suami istri.

Dengan landasan keshalehan yang melekat pada kepribadian suami istri akan memudahkan mereka mewujudkan keluarga yang selalu saling bekerja sama dalam ketaatan dan kebaikan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Rasulullah bersabda :

من رزقه الله امراة صالحة فقد اعانه على شطر دينه فليتق الله فى الشطر الباقى

” Barang siapa yang diberi rizki oleh Allah berupa wanita shalihah, maka Dia telah menolongnya terhadap setengah dari agamanya. Karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lain ” ( HR. Thabrani dan Hakim ).

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Sebarkan! Raih Pahala


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

sabar dan ikhlas

BERSABAR, BERIKHTIAR DAN BERBAIK SANGKA DALAM MENJEMPUT TAKDIR

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Pada saat suami istri sedang diuji oleh Allah dengan kemiskinan dan kesulitan, mereka hendaknya dapat saling menasihati, saling mensuport dan saling menggembirakan agar hubungan mereka tetap harmonis.

Jika suatu saat suami pulang dengan membawa kegagalan setelah berhari-hari mencari pekerjaan dalam keadaan lemas dan putus asa, ia menyampaikan keluhan tentang sulitnya mendapatkan pekerjaan maka istri tidak boleh marah kepada suami apalagi mempersalahkannya serta menambah beban dengan menuntut hak nafkahnya yang cukup.

Seharusnya istri di saat seperti itu dapat menghiburnya dengan kata-kata yang lembut dan mengingatkan suaminya agar tetap bersungguh-sungguh mencari rizki disertai dengan perasaan optimis serta berbaik sangka kepada Allah dan banyak bersyukur sekalipun dalam kondisi sulit agar dapat menjemput takdir yang baik dari sisi Allah SWT.

Bukankah dengan kerja yang sungguh -sungguh Allah akan memberikan kemudahan dan solusi yang tepat untuk mendapatkan nafkah bagi kekuarganya (29:69).

Bukankah dengan perasaan optimis dan berbaik sangka kepada Allah maka Dia akan memberikan sesuai dengan dugaan baiknya tersebut. Ingatlah dalam Hadits qudsi, Allah berfirman : ” Aku sesuai dengan apa yang disangkakan hamba-Ku kepada-Ku”.

Bukankah bersyukur dalam keadaan senang dan sulit itu dapat menambah banyak nikmat dari Allah sesuai dengan firman-Nya :
” Jika kalian bersyukur maka Aku tambahkan nikmat kepada kalian ” ( Qs.14 : 7).

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Sebarkan! Raih Pahala

Dipersembahkan oleh : manis.id

📲 Follow IG MANIS: http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678