Pertanyaan
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
Ustadz…
Izin bertanya.
Ketika kegiatan kemah (seperti kembara 3 hari) bertepatan hari jumat.
Dengan kondisi jauh dari masjid, pakaian lapangan, kondisi lapangan.
1- Apakah boleh kita sholat jumat berjamaah di lapangan dengan kelompok/jamaah dari peserta kemah bersama (peserta ada yang diluar kota dan ada peserta yang muqim dikota tersebut)?
2- Lebih baik mana, sholat zuhur berjamaah atau sholat jumat berjamaah?
3- Bagaimana tinjauan fiqih mazhab dan fiqih dakwah terkait kondisi sholat jumat seperti itu?
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Jawaban
Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاتة
Ijma’ ulama, bahwa musafir tidak wajib shalat Jumat. Kewajibannya gugur. Rasulullah ﷺ dan 4 Khalifah tidak pernah shalat Jumat jika safar di hari Jumat.
وقال ابن عبد البر: “وأما قوله: (ليس على مسافر جمعة) فإجماع لا خلاف فيه” (الاستذكار 2/36)
Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Adapun perkataannya: ‘Tidak ada kewajiban Jumat atas musafir,’ maka hal itu merupakan ijmak (kesepakatan ulama), tidak ada perselisihan dalam masalah tersebut.”
(Al-Istidzkar, 2/36)
Namun musafir boleh shalat Jumat dengan penduduk setempat (mukimin).
لكن المسافر إذا صلى الجمعة مع الناس أجزأته، جاء في فتاوى نور على الدرب للشيخ ابن باز: وهكذا المسافر لو صلى مع الناس الجمعة أجزأته عن الظهر، لأن المسافر ما عليه جمعة، فلو مر بلدا وهو مسافر وصلى معهم الجمعة أجزأته عن الظهر
“Namun, apabila seorang musafir melaksanakan shalat Jumat bersama orang-orang, maka shalat tersebut sudah mencukupinya. Dalam Fatawa Nur ‘ala ad-Darb karya Syekh Ibnu Baz disebutkan:
‘Demikian pula seorang musafir, apabila ia shalat Jumat bersama orang-orang, maka shalat Jumat tersebut telah mencukupinya sebagai pengganti shalat Zuhur. Sebab, seorang musafir tidak memiliki kewajiban shalat Jumat. Jadi, apabila ia melewati suatu negeri/daerah dalam keadaan musafir, lalu ia melaksanakan shalat Jumat bersama mereka, maka shalat tersebut telah mencukupinya sebagai pengganti shalat Zuhur.’”
Adapun sesama musafir, bikin shalat Jumat sendiri, ini diperselisihkan, namun mayoritas ulama mengatakan tidak sah.
ذهب جماهير أهل العلم من أتباع المذاهب الأربعة أنها لا تجب عليهم ولو سمعوا النداء؛ لأنهم غير مخاطبين به, وحكى بعضهم الإجماع عليه (انظر: البحر الرائق 2/151, الشرح الصغير 1/494, المجموع 4/485, مطالب أولي النهى 1/758)
Mayoritas ulama dari kalangan pengikut empat mazhab berpendapat bahwa shalat Jumat tidak wajib atas mereka, meskipun mereka mendengar azan/panggilan untuk shalat Jumat. Sebab, mereka tidak termasuk pihak yang dibebani kewajiban tersebut. Sebagian ulama bahkan menukil adanya ijmak mengenai hal ini.
(Lihat: Al-Bahr ar-Ra’iq, 2/151; Asy-Syarh ash-Shaghir, 1/494; Al-Majmu’, 4/485; Mathalib Uli an-Nuha, 1/758).”
Sedangkan zhahiriyah, Al Auza’i, Az Zuhri, mengatakan tetap wajib shalat Jumat walau sesama musafir.
وذهب الظاهرية إلى وجوب الجمعة على من سمع النداء ولو كان مسافراً، ويروى عن الأوزاعي والزهري (المحلى 3/252).
Mazhab Zhahiriyah berpendapat bahwa shalat Jumat wajib bagi siapa saja yang mendengar panggilan (azan), meskipun ia sedang dalam perjalanan (musafir). Pendapat ini juga diriwayatkan dari Al-Auza’i dan Az-Zuhri. (Al-Muhalla, 3/252).
Status musafir menurut jumhur berakhir jika niatnya bermukim 4 hari atau lebih. Jika sudah 4 hari, maka sudah dinilai mukimin, sehingga sah shalat Jumat.
Masalah ini lebih pada “safar”-nya, bukan masalah tempatnya. Sebab, mayoritas ulama mengatakan shalat Jumat sah dilakukan walau bukan di masjid. Baik di alam terbuka, gurun, aula, lapangan… Kecuali Malikiyah yang mengatakan wajib di masjid.
لا يشترط للجمعة أن تقام بمسجد أو جامع ، عند جمهور الفقهاء من الحنفية والشافعية والحنابلة ، خلافا للمالكية
الاسلام سؤال وجواب، رقم. ١٥٣٨٧٢
Menurut mayoritas fuqaha dari kalangan Hanafiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah, tidak disyaratkan bahwa shalat Jumat harus dilaksanakan di masjid atau masjid jami’. Berbeda dengan pendapat Malikiyah.
Kesimpulan:
– Jika statusnya masih musafir, dan dilakukan sesama musafir, maka lebih utama shalat Zuhur saja sebagaimana pendapat mayoritas. Walau sebagian ulama seperti Mazhab Zhahiri, Al Auza’i dan Az Zuhri mengatakan tetap wajib shalat Jumat.
– Namun jika shalatnya bergabung dengan penduduk setempat yang shalat Jumat maka itu tetap sah.
Demikian.
Wallahu A’lam
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :
IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_
📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130






