Materi Kajian ManisSiroh dan Tarikh

Seorang Mualaf, Sekelumit Kisah Energik Mengenal Sosok Pahlawan Tak Dikenal

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

📝 Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Penyerbuan Kota Thessalonica – 29 Juli 904

Penyerbuan kota Thessalonika pada tahun 904 ini dilakukan oleh angkatan laut “tidak resmi” Daulah ‘Abbasiyah pada awal abad ke-10 masehi. Armada kaum muslimin ini dipimpin oleh Leo dari Tripoli, seorang mualaf yg dianggap membelot oleh Imperium Byzantium. Sasaran awal armada ini ketika berlayar dari pesisir Syria adalah untuk menyerang ibukota Byzantium yaitu Konstantinopel.

Ketika mendekati Selat Dardanelles, armada kaum muslimin merasa sasarannya awalnya terlalu kuat sehingga mereka akhirnya sepakat untuk membelokkan arahnya menuju kota Thessalonica yg masih berada di pesisir Laut Aegean. Ternyata, diluar dugaan, perubahan sasaran ini memberikan kejutan tersendiri bagi pasukan Byzantium sehingga angkatan lautnya tidak sigap bertindak. Bahkan, didinding pertahanan kota yg menghadap ke laut masih belum diperbaiki dari konflik sebelumnya. Untuk menambah masalah, kedua komandan Byzantium di kota tersebut bahkan memberikan perintah yg saling melemahkan.

Setelah pengepungan yg pendek, pasukan muslimin ‘Abbasiyah berhasil melampaui garis pertahanan laut dan mengatasi perlawanan garnizun Thessalonica sehingga kota ini jatuh pada hari Ahad 13 Ramadhan 291 Hijriah (29 Juli 904). Kota tersebut mengalami kerusakan sebagai akibat dari perlawanan sengit penduduknya selama sepekan. Setelah seluruh perlawanan ditundukkan maka pasukan muslimin ini berlayar kembali ke pangkalan dengan membawa 60 kapal rampasan yg dijejali 4.000 muslimin yg dilepaskan dari penawanan serta tawanan dari pemimpin Thessalonica. Diantara tawanan tersebut terdapat seorang yang bernama John Kaminiates yg mencatat seluruh peristiwa hingga ia dibebaskan dengan tebusan dari negara.

Lebih jauh tentang Leo dari Tripoli, yg dalam bahasa Yunani ditulis Λέων ὸ Τριπολίτης. Ia juga dikenal dalam catatan sejarah kaum muslimin sebagai Rashīq al-Wardāmī (رشيق الوردامي) atau lebih populer dengan sebutan Ghulām Zurāfa (غلام زرافة). Ia berasal dari bangsa Yunani dengan keahlian sebagai komandan laut yang terkenal diantara mualaf pada masa Daulah ‘Abbasiyah. Salah satu catatan penting atas dirinya adalah penyerbuan atas Thessalonica ini.

Tidak banyak yg diketahui tentang Leo dari Tripoli kecuali bahwa ia lahir dekat kota Attaleia, ibukota propinsi militer maritim Cibyrrhaeot Theme. Ia tertawan ketika masih kecil dan dibawa ke Tripoli. Dalam masa tawanan itulah ia memeluk Islam dan masuk dalam ketentaraan sebagai pelaut hingga naik menjadi komandan tempur laut. Dalam sumber lain, namanya dicatat sebagai Lāwī Abū’l-Ḥāriṭ dengan julukan Ghulām Zurāfa yg berarti “hambanya” Zurāfa yg kemungkinan naman dari tuannya sebelum dimerdekakan.

Sejarawan terkenal Mas’udi pernah berjumpa dengannya dan ia mengimentari Leo dari Tripoli sebagai pelaut paling ulung pada masa itu. Ia bahkan tercatat pernah menyandang beberapa pangkat seperti komandan (qā’id), admiral (amīr al-baḥr), juga sebagai gubernur (ṣāḥib) Tripoli, serta sebagai wakil gubernur (nā’ib) Tarsus. Kedua kota tadi merupakan pusat angkatan laut kaum Muslimin pada akhir abad ke-9. Karena kedekatan jarak antara kedua kota tersebur dengan perbatasan Imperium Byzantium, maka keduanya sering dipakai sebagai titik-kumpul serta pangkalan-aju untuk serangan laut kaum Muslimin ke sasaran-sasaran Byzantium.

Pada awal tahun 904, Leo bersama pelarian Yunani lainnya yg bernama Damian dari Tarsus bekerja sama dalam sebuah misi laut Daulah ‘Abbasiyah menuju Mesir. Tugas utamanya adalah merebut Mesir dari tangan Daulah Tuluniyah dan menegakkan otoritas ‘Abbasiyaj di sana. Selama satu dekade setelah itu keduanya sering tercatat dalam misi bersama dalam menyerbu sasaran di wilayah Byzantium.

Pada musim panas tahun 904, Leo menjadi pemimpin sebuah ekspedisi militer laut bagi Daulah ‘Abbasiyah membawahi 54 kapal perang dari pangkalan laut di Syria maupun Mesir. Sasaran utamanya adalah ibukota imperium itu sendiri yaitu Konstantinopel dalam rangka mewujudkan hadits Rasul (saw) tentang Latuftahanna; kepastian takluknya kota tersebut di bawah kekuasaan kaum muslimin. Angkatan laut yg dipimpinnya ini berhasil menembus pertahanan Byzantium di sepanjang Selat Dardanelles hingga menghancurkan kota Abydos. Bahkan juga tercatat, angkatan laut Byzantium dibawah panglima utama (droubgarios) yg bernama Eustathios Argyros pun segan menghadapi armada Daulah ‘Abbasiyah tersebut. Panglima Argyros dipecat oleh Emperor Leo VI serta digantikan oleh Himerios yg lebih bertenaga. Terdapat sedikit kesalahan dalam sumber catatan muslimin bahwa yg diserbu adalah kota Attaleia, padahal yg dimaksud justru Thessalonica.

Panglima Himerios berhasil mengalahkan sebuah armada laut kaum muslimin pada tanggal 6 Oktober 906 yg dipimpin oleh seorang Leo. Tidak dapat dipastika apakah Leo ini orang yg sama. Namun, yg tidak meragukan adalah Leo dan Damian justru mengalahkan Himerios di lepas pantai Pulau Chios pada bulan April 912 ketika mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang dari kegagalan menaklukan Emirat Crete (Pulau Kreta).

Akhirnya pada bulan Februari tahun 921 tercatat bahwa armada laut Byzantium dibawah panglima utama (patrikios-droungarios) yg bernama John Rhadenos berhasil mengalahkan Leo dan ia sendiri nyaris tertangkap. Setelah itu ia semakin jarang didengar dan lambat-laun hilang ditelan hiruk-pikuk sejarah.

Agung Waspodo, menyadari bahwa begitu banyak sosok pahlawan yg sama sekali belum diangkat sejarah, bahkan mungkin tidak pernah akan diketahui orang banyak.. namun jasa-jasa mereka tidak siran begitu saja.

Depok, menjelang senja, sekitar 1.111 tahun kemudian, kurang satu hari..

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS :

IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D

FB: http://fb.com/majelismanis

TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812

Related Posts

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *