๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐น
๐ Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP
Kisah Dua Panglima Tharif bin Malik dan Thariq bin Ziyad
Musa bin Nusayr, seorang tabi’in, tidak langsung percaya dengan cerita Count Julian tentang betapa indahnya Visigothic Iberia. Walau Julian bersumpah bahwa Roderick adalah raja yang lemah dan tidak peduli dengan penduduknya, namun sebagai Wali (gubernur) Ifriqiya, Musa bin Nusayr yang berkedudukan di Kairouan (Tunisia) ia tetap waspada.
โก๏ธ Sudah sewajarnya pemimpin Ummat Islam itu waspada terhadap segala tipu daya lawan, apalagi yang belum dia kenal dekat.
Hingga akhirnya Julian menawarkan pinjaman 4 kapal laut serta menjadi penunjuk jalan bagi Kaum Muslimin asal mereka menyerbu Iberia. Semua itu dia tawarkan sebagai bentuk kekesalan terhadap Roderick yang telah membunuh mertuanya, yaitu Raja Witiza. Nampak dendam kesumatnya juga disulut karena Roderick merenggut kehormatan Florinda; anak Julian yang juga cucu mendiang Raja Witiza.
โก๏ธ Sepertinya semua kecurangan dan keculasan akan mendapatkan balasan setimpal bahkan sejak di dunia.
Sambil mengirim utusan ke Khalifah al-Walid I bin Abdil Malik di Damaskus, gubernur Musa bin Nusayr mengutus Tharif bin Malik bersama 500* pasukan pada tahun 710 Masehi (Ramadhan 91 Hijriyah) untuk melakukan serbuan penjajakan/pengintaian (ุงูุญู ูุฉ ุงูุฅุณุชุทูุงุนูุฉ) ke Iberia. Pada waktu itu, Ummat Islam belum terlalu piawai untuk operasi kelautan. Musa bin Nusayr masih mencurigai tawaran ini, karena Count Julian sebagai gubernur Ceuta (wilayah Visigoth di Benua Afrika) selama ini belum berhasil dikalahkan. Bisa jadi, ini hanya jebakan saja.
โก๏ธ Terkadang di tengah sikap kewaspadaan, perlu juga sesekali mengambil resiko untuk mengukur keadaan.
Satu batalion kecil Tarif kembali dengan sukses pada bulan Juli 710 membawa harta rampasan yang banyak dari sekitar Algeciras. Hingga kini lokasi sekitar pendaratan pertama itu dinamakan Tarifa. Walau operasi tersebut telah membuktikan kebenaran perkataan Julian, namun Musa bin Nusayr masih skeptis begitu juga Khalifah al-Walid I menganjurkan waspada. Namun kali ini, Musa bin Nusayr mengotorisasi pendaratan kedua di bawah panglimanya Thariq bin Ziyad dengan 7.000 pasukan, hampir setara dua Resimen, pada Juli 711 (Sya’ban 92 Hijriyah). Pendaratan ini sudah dengan rencana pendudukan (ุฎุทุฉ ุงููุชุญ) sebagai bagian dari perluasan da’wah ke bumi yang akan masyhur dengan sebutan Andalusia.
โก๏ธ Pemimpin yang baik juga tidak terburu puas dengan keberhasilan kecil, namun menahan diri dengan merencanakan strategi yang lebih besar; demikianlah seharusnya bertahap.
Kali ini waktu pendaratan dipilih ketika Raja Roderick, menurut informasi dari Julian, sedang sibuk memadamkan pemberontakan di wilayah Basques, Iberia bagian utara. Tempat pendaratan Thariq bin Ziyad dikenal sebagai Jabal Thariq, gunungnya Thariq, lalu disebut sebagai Gibraltar oleh orang lokal.
โก๏ธ Pentingnya memiliki dinas intelijen yang dapat diandalkan.
Setelah pemberontakan berhasil dikuasainya, Raja Roderick mengerahkan 72.000 pasukan ke selatan untuk menumpas “pendatang Afrika”. Tanpa sepengatahuan Roderick, faksi yang loyal kepada mendiang Raja Witiza berencana untuk meninggalkan barisan ketika pertempuran berkecamuk. Mereka sepakat dengan Count Julian untuk membiarkan Roderick kalah untuk membalaskan dendam mereka. Toh, orang Afrika itu akan kembali ke negerinya setelah mendapatkan harta rampasan, pikir mereka. Faksi Julian juga nampaknya salah menduga Kaum Muslimin.
โก๏ธ Jangan bangga dengan jumlah yang banyak, karena setiap orang berangkat sesuai dengan niatnya. Jangan juga terlalu gampang menduga, karena dugaan itu hanyalah asumsi yang runtuh di lapangan.
Walau, Musa bin Nusayr sempat mengirim bantuan 5.000 suku Amazigh (Berber) namun dengan total 12.000 pasukan Thariq bin Ziyad masih kalah 6 kali lipat. Kali ini mereka terjepit di dekat Sungai Wadi al-Baqa atau Sungai Guadalete dalam catatan sejarah Visigoth. Pertempuran penentuan sudah semakin dekat.
Ketika melepas Thariq bin Ziyad bersama pasukannya, Musa bin Nusayr Rahimahullah berharu-biru. Berdasarkan catatan sejarah Ibnu al-Kardabus:
ู ูุงู ู ูุณู ุจู ูุตูุฑ ุญูู ุฃููุฐ ุทุงุฑูุง ู ูุจุง ุนูู ุงูุฏุนุงุก ูุงูุจูุงุก ูุงูุชุถุฑุน ููู ุชุนูู, ูุงูุฅุจุชูุงู ุฅููู ูู ุฃู ููุตุฑ ุฌูุด ุงูู ุณูู ูู
“Ketika Musa bin Nusayr melepas Thariq (bin Ziyad dan pasukannya) dengan penuh perasaan berdoa, menangis, serta memohon dengan sangat kepada Allah Taโala, (Musa bin Nusayr kembali) berdoa kepadaNya agar menolong Pasukan Muslimin”
โ ๏ธ Apakah benar ada pembakaran kapal seperti yang populer dikisahkan, atau itu hanya cerita bathil yang diselipkan dalam sejarah gemilang Kaum Muslimin? Nanti kita bahas pada tulisan selanjutnya, insyaAllah.
Agung Waspodo
Depok, 8 Ramadhan 1440 Hijriyah
—
Referensi:
๐ ูุตุฉ ุงูุฃูุฏูุณ ู
ู ุงููุชุญ ุฅูู ุงูุณููุท
Dr. Raghib as-Sirjani, 2011, p.39-40.
๐ The Story of the Moors in Spain, Stanley Lane-Poole, 1886, p.12-21.
* Terdiri dari 400 infanteri dan 100 kavaleri
๐๐๐บ๐๐๐บ๐๐
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :
IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_
๐ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
๐ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812







