harta haram

Hukum Mendapat Uang dari Aplikasi VTube

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan mau nanya mengenai hukum mendapatkan uang dari aplikasi di internet…awalnya dengan mendaftar sebagai member dan menyetor sejumlah uang,kemudian setiap harinya diberikan tugas utk nge-like konten2 tertentu itu bagaimana hukumnya?jazakillah.A-36

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pertanyaan ini skemanya mirip dengan vtube yang sudah pernah kami bahas pada kesempatan yang lalu. Sebelum kita simpulkan mari kita cari tahu terlebih dahulu tentang vtube.

Vtube atau PT. Future View Tech ini telah memiliki izin pada awalnya, yaitu izin industri dan kominfo. Akan tetapi update terbaru mengatakan bahwa izin yang telah dikeluarkan oleh Kominfo sudah dihapus. Karena mengacu kepada surat edaran Satgas Waspada Investasi (SWI) pada bulan Juni 2020, yang memasukkan vtube kepada entitas investasi ilegal.

Vtube Merupakan Skema Ponzi

Skema Ponzi merupakan salah satu cara penipuan. Dimana pelaku menawarkan keuntungan dan bonus kepada korban dengan tidak wajar, dan semua yang didapatkan oleh korban merupakan uangnya sendiri atau korban baru dari ponzi.

Dimana Letak Skema Ponzi Vtube?

Walau pun memiliki pendaftaran gratis, secara jelas vtube merupakan skema ponzi. Skema ponzi vtube ditutupi dengan perpindahan uang antara member setelah pendaftaran, yaitu jual-beli VP. Dalam jual beli VP ini vtube memiliki keuntungan antara lain, harus ada VP yang ditahan dan komisi/pajak yang diterapkan vtube untuk setiap kali pencairan. VP yang ditahan sendiri atau tidak bisa ditransaksikan adalah 10 VP atau sekitar Rp.150.000. Sedangkan untuk komisi atau pajak potongan diambil dan diatur oleh vtube berbeda-beda sesuai dengan level member.

Ponzi yang kelihatan di vtube lainnya adalah ketika member membeli aktivasi level misi. Contoh untuk level bintang 6 dengan 1 paket total biaya aktivasinya adalah 10 ribu VP atau 150 juta rupiah. Dijanjikan setiap member dalam 40 hari akan mendapatkan imbal balik sebesar 3.500 VP atau 52,5 juta rupiah. Disini terlihat jelas sekali ponzinya, bahwa member ketika ingin mendapatkan hasil yang lebih maka harus membeli atau upgrade level.

Liciknya vtube, mereka membuka pendaftaran memang gratis akan tetapi member gratis tidak akan mendapatkan keuntungan. Karena dalam 40 hari menyelasaikan misi hanya bisa maksimal mendapatkan 2 VP yang bisa ditarik oleh member atau 30 ribu rupiah. Hal ini akan mendorong member untuk melakukan pembelian paket misi atau upgrade level member.

Dari uraian dan penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa vtube melakukan gharar atau penipuan dalam bisnisnya. Hal ini jelas diharamkan dalam Islam, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

“Siapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami.” (HR Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hanbal, dan al-Darimi).

Wallahualam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

harta haram

Harta Haram Buat Pembangunan WC Rumah Al Quran

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, untuk penggunaan dana non halal apakah bisa digunakan untuk pembangunan toilet santri rumah Al-Qur’an ustadz?

Jawaban

Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Uang haram, jika maksudnya adalah hasil mencuri, korupsi, mencopet, maka ini tidak boleh dimanfaatkan karena dia harus dikembalikan ke pemiliknya. Krn dia adlh harta BERTUAN, tuannya ada yaitu pemiliknya.

Uang haram, jika maksudnya adalah hasil dari zina, jual khamr, riba, maka ini haram bagi ORANG YG USAHANYA MEMANG SEPERTI ITU. Tapi, tidak haram saat dia menghadiahkan ke orang lain atau lembaga. Hakikatnya itu harta tidak bertuan, maka boleh dikembalikan kepada umat secara umum.

Demikiankah teorinya..

Oleh krn itu, Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid menjelaskan:

وأما المحرم لكسبه فهو الذي اكتسبه الإنسان بطريق محرم كبيع الخمر ، أو التعامل بالربا ، أو أجرة الغناء والزنا ونحو ذلك ، فهذا المال حرام على من اكتسبه فقط ، أما إذا أخذه منه شخص آخر بطريق مباح فلا حرج في ذلك ، كما لو تبرع به لبناء مسجد ، أو دفعه أجرة لعامل عنده ، أو أنفق منه على زوجته وأولاده ، فلا يحرم على هؤلاء الانتفاع به ، وإنما يحرم على من اكتسبه بطريق محرم فقط

Harta haram yang dikarenakan usaha memperolehnya, seperti jual khamr, riba, zina, nyanyian, dan semisalnya, maka ini haram hanya bagi yang mendapatkannya saja. Tapi, jika ada ORANG LAIN yang mengambil dari orang itu dengan cara mubah, maka itu tidak apa-apa, seperti dia sumbangkan untuk masjid dengannya, bayar gaji pegawai, nafkah buat anak dan istri, hal-hal ini tidak diharamkan memanfaatkan harta tersebut. Sesungguhnya yang diharamkan adalah bagi orang mencari harta haram tersebut. (Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 75410)

Dzar bin Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhuma bercerita:

جاء إليه رجل فقال : إن لي جارا يأكل الربا ، وإنه لا يزال يدعوني ،
فقال : مهنأه لك ، وإثمه عليه

Ada seseorang yang mendatangi Ibnu Mas’ud lalu dia berkata:

“Aku punya tetangga yang suka makan riba, dan dia sering mengundangku untuk makan.”

Ibnu Mas’ud menjawab; Untukmu bagian enaknya, dan dosanya buat dia. (Imam Abdurrazzaq, Al Mushannaf, no. 14675)

Salman Al Farisi Radhiyallahu ‘Anhu berkata:

إذا كان لك صديق
عامل، أو جار عامل أو ذو قرابة عامل، فأهدى لك هدية، أو دعاك إلى طعام، فاقبله، فإن مهنأه لك، وإثمه عليه

“Jika sahabatmu, tetanggamu, atau kerabatmu yang pekerjaannya haram, lalu dia memberi hadiah kepadamu atau mengajakmu makan, terimalah! Sesungguhnya, kamu dapat enaknya, dan dia dapat dosanya.” (Ibid, No. 14677)

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

boleh mencicipi sebelum membeli

Mencicipi Buah Sebelum Membeli

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… ingin bertanya. Bagaimana hukum mencicipi buah sebelum dibeli jika yang jualan buah membolehkan untuk mencicipi sedikit? Apakah tetap tidak boleh karena belum jadi milik kita, atau boleh karena penjualnya meridhoi?

Jawaban

Oleh: Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Mencicipi sebelum membeli buah adalah bagian dari upaya membeli buah dgn hasil yang terbaik, agar tidak gharar atau tertipu oleh pedagang buah. Jika membeli pakaian orang akan memeriksa bahan, jahitan, kenyamanan, dan ukuran dibadan dengan dipakai dulu. Itu jika beli pakaian, ada pun beli buah tentu ada caranya sendiri tidak cukup lihat-lihat dan pegang-pegang. Inilah hakikatnya, menghindari gharar dan zhulm. Ditambah lagi ini terjadi biasanya atas Ridha penjualnya.

Ada penulis yang mengatakan mencicipi tidak boleh dengan alasan belum jadi milik. Pendapat ini sah-sah saja, tapi pendapat ini berlebihan dan berbahaya.

Sebab, pendapat ini berdampak pada kita pun tidak boleh mencoba sepatu dulu saat membelinya, tidak boleh mencoba sendal saat membelinya, tidak boleh test drive mobil atau motor saat membelinya, tidak boleh mencoba baju dulu saat membelinya, .. dan lain-lain.

Kebolehan ini diperkuat oleh tradisi jual beli di masyarakat kita dari zaman ke zaman dan tidak ada yang mengingkarinya, termasuk para ulama hingga datangnya pendapat syadz (nyeleneh) yang mengharamkannya.

Dlm madzhab Syafi’i dan Hanafi, ‘Urf (tradisi) adalah salah satu sumber hukum.

Berdasarkan ucapan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu:

ما رآه المسلمون حسنا فعند الله حسن

Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin maka di sisi Allah Ta’ala juga baik. (HR. Ahmad no. 3600, hasan)

Para ulama mengatakan:

الثابت بالعرف كالثابت بالنص

Ketetapan hukum karena tradisi itu seperti ketetapan hukum dengan Nash/dalil. (Syaikh Muhammad ‘Amim Al Mujadidiy At Turkiy, Qawa’id Al Fiqhiyah, no. 101)

Syaikh Abu Zahrah mengatakan, bahwa para ulama yang menetapkan ‘Urf sebagai dalil, itu sekiranya jika tidak ditemukan dalil dalam Al Qur’an dan As Sunnah, dan itu pun tidak bertentangan dengannya. Tapi, jika bertentangan maka ‘Urf tersebut mardud (tertolak), seperti minum khamr dan makan riba. (Ushul Fiqih, Hal. 418)

Imam Al ‘Ajluniy Rahimahullah berkata:

لا بأس بالذواق عند المشتري . قال في المقاصد صحيح المعنى وقال القاري لا أصل له

TIDAK APA-APA mencicipi makanan bagi seorang pembeli. Dalam Al Maqashid dikatakan bahwa secara makna ucapan ini adalah SHAHIH, namun secara sanad tidak ada asal usulnya. (Kasyful Khafa, 2/349, no. 2985)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menuliskan:

وقال ابن عباس: لا بأس أن يذوق الطعام الخل، والشئ يريد شراءه. وكان الحسن يمضغ الجوز لابن ابنه وهو صائم، ورخص فيه إبراهيم

“Berkata Ibnu Abbas: ‘Tidak Apa-Apa mencicipi asamnya makanan, atau SESUATU YANG HENDAK DIBELINYA.’ Al Hasan pernah mengunyah-ngunyah kelapa untuk cucunya, padahal dia sedang puasa, dan Ibrahim memberikan keringanan dalam hal ini.” (Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/462)

Ucapan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma di atas ada dua pelajaran, yaitu bolehnya mencicipi makanan bagi pembeli dan bolehnya mencicipi makanan bagi yang berpuasa, selama hanya dilidah saja lalu dibuang.

Demikian. Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hijrah Itu Menguras Rasa

Hukum Menjalankan Usaha Pembayaran dari Perbankan

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, semisal kita mau buka usaha semacam B** L*** apa sama saja kita termasuk kedalam katagori memakmurkan riba ustadz?

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Lebih tepatnya “ikut memakmurkan institusi riba”. Karena B** L*** banyak fungsi, tidak selalu transaksi riba tapi juga ada non riba. Seperti orang bayar ini dan itu.

B** L*** posisinya sebagai agen-nya B**, atau wakilnya B**, agar lebih dekat dengan konsumen. Tentunya ini jenis ta’awun (saling bantu) terhadap lembaga ribawi walau kita tidak ikut dalam ribanya secara langsung.

Allah Ta’ala berfirman:

ولا تعاونوا على الإثم و العدوان

“Jangan saling bantu dalam dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2)

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Makanlah yang Halal

Bolehkah Keluarga Mustahik Menikmati Zakat Fitrah?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bagaimana hukumnya seorang nenek yang menerima zakat fitrah dari tetangga di dekat rumahnya.. Nenek ini memiliki rumah peninggalan suami yang ditempati bersama anak2nya.
Kebutuhan nenek ini dipenuhi oleh anak2nya secara sederhana karena penghasilan anak2nya hanya sekedar cukup. Dan bagaimana bila anak2nya juga menikmati/makan dari beras fitrah yang diterima nenek.. Jazakumullah..🙏🏻 (Pertanyaan member A-28)

Jawaban

Oleh: Slamet Setiawan, S,HI

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Zakat fitrah termasuk ke dalam salah satu rukun Islam. Zakat dibayarkan pada bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh seorang muslim yang telah mampu melakukannya. Zakat diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan yang disebut dengan mustahik.

Umat Islam diperkenankan untuk membayar zakat fitrah langsung kepada mustahik yang bersangkutan.

Namun, tak selamanya mustahik dapat dijumpai sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan. Karena itulah, muslim di Indonesia terbiasa membayarkan zakat fitrah melalui perantara badan amil zakat yang tersedia baik di tingkat daerah ataupun nasional.

Yang perlu dicatat, keberadaan badan amil zakat tak menghalangi orang-orang yang ingin menyampaikan zakat fitrah secara langsung pada mustahik. Keduanya sama-sama dapat membersihkan jiwa dan hati umat Islam.

Adapun beras dari memberi zakat yang diberikan kepada mustahik boleh dinikmati oleh keluarganya, selama mendapatkan Ridho dari mustahik tersebut. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

Niat Wakaf Untuk Orang Yang Sudah Wafat

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya ingin tanya tentang waqaf berupa dana untuk pembangunan masjid.

Saya ikut proyek waqaf pembangunan masjid di pedalaman seluruh Indonesia dengan nilai 2 M utk 1 masjid melalui komunitas ALMAZ 313 pimpinan GUZ Reza Syarif.

Pertanyaan saya….
Jika saya ikut waqaf ini senilai ¼ dari total dana yang direncanakan lalu saya niatkan waqaf ini utk keluarga besar orang tua saya ( Bani Slamet isa) apakah pahala jariyah nya bisa sampai ke semua anggota Bani Slamet isa ( orang tua, anak, cucu, mantu) ?
Karena dalam hadist ada yang mengatakan barang siapa membangun masjid di dunia maka Allah SWT akan membangunkan istana di surga. Nah apakah istana ini bisa dihuni oleh seluruh anggota Bani Slamet isa?
Karena kebetulan saya anak terakhir dari 6 bersaudara yang belum bisa berbakti kepada orang tua serta kakak2 selama ini, dan sekarang bapak ibu telah tiada.

Mohon penjelasannya Ustdz.

Jazakumullah Khairan Katsir.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim..

Waqaf itu bagian dari sedekah, boleh diniatkan untuk orang yang sudah wafat. Pahalanya Insya Allah tetap mengalir bagi mereka. Kebolehan ini berdasarkan Al Quran, As Sunnah, dan Ijma’.

Allah Ta’ala berfirman:

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ كُلُّ ٱمۡرِيِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٞ

Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.

(QS. Ath-Thur, Ayat 21)

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, katanya:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا

“Bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya ibuku wafat secara mendadak, aku kira dia punya wasiat untuk sedekah, lalu apakah ada pahala baginya jika aku bersedekah untuknya? Beliau menjawab: “Na’am (ya), sedekahlah untuknya.”

(HR. Bukhari No. 2609, 1322, Muslim No. 1004)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata saat menjelaskan An Najm: 39:

فأما الدعاء والصدقة فذاك مجمع على وصولهما، ومنصوص من الشارع عليهما

“Adapun doa dan bersedekah, maka keduanya telah disepakati (ijma’) akan sampai kepadanya (mayit), dan keduanya memiliki dasar dalam nash syariat.”

(Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, Juz.7, Hal. 465)

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

وَفِي هَذَا الْحَدِيث جَوَاز الصَّدَقَة عَنْ الْمَيِّت وَاسْتِحْبَابهَا ، وَأَنَّ ثَوَابهَا يَصِلهُ وَيَنْفَعهُ ، وَيَنْفَع الْمُتَصَدِّق أَيْضًا ، وَهَذَا كُلّه أَجْمَعَ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ

“Dalam hadits ini menunjukkan bolehnya bersedekah untuk mayit dan itu disunahkan melakukannya, dan sesungguhnya pahala sedekah itu sampai kepadanya dan bermanfaat baginya, dan juga bermanfaat buat yang bersedekah. Dan, semua ini adalah ijma’ (kesepakatan) semua kaum muslimin.” (Imam An Nawawi, Al Minhaj Syah Shahih Muslim, 6/20. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Demikian. Wallahu a’lam
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Makanlah yang Halal

Seluruh Bagian Dari Babi Adalah Haram

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz izin bertanya…
Di dalam Al Qur’an hanya disebutkan, “Telah diharamkan daging babi dan seterusnya“, lalu bagaimanan dengan kulitnya, lemaknya dan yang lain-lain; apakah boleh digunakan?

Jawaban

Oleh: Faisal Kunhi

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Walaupun Al Qur’an hanya menyebut daging babi, tetapi yang diharamkan adalah seluruh dari bagian babi; dalam kaidah tafsir disebutkan,

“ إطلاق الجزء وإرادة الكل “

Disebutkan sebagian tetapi yang dimaksudkan adalah seluruhnya, karena daging adalah hal yang paling dominan dimakan oleh mereka yang suka mengkonsumsinya.

Allah berfirman,

“حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ “

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al Maidah: 3).

Dr. Yusuf Al Qaradhawi berkata, “Naluri manusia yang sehat pasti menganggap babi itu kotor dan membencinya karena makanan yang paling disukai babi adalah kotoran dan benda-benda najis. Kedokteran modern telah menetapkan bahwa memakan daging babi sangat membahayakan manusia di seluruh kawasan, terutama di kawasan yang beriklim panas Sebagaimana dibuktikan oleh penelitian ilmiah bahwa memakan daging babi merupakan salah satu sebab timbulnya cacing pita yang membahayakan.”

Di antara peneliti ada yang mengatakan, “Membiasakan makan daging babi dapat melemahkan semangat terhadap hal-hal yang terhormat. Karenanya kita melihat orang-orang kafir begitu mudahnya meminumkan keras, berzina dan lain sebagainya.”

Babi tidak dipelihara oleh bangsa Arab dan dipandang kotor oleh bangsa-bangsa Phoenica, Ethiopia dan Mesir. Bagi orang Yahudi, daging babi dilarang untuk dimakan. Dr. E. A. Widmer menulis dalam “Good Healt” bahwa, “Daging babi adalah bahan makanan yang banyak dimakan tetapi dia sangat berbahaya. Tuhan tidak melarang Yahudi mengkonsumsinya, melainkan untuk menunjukkan kekuasaan-Nya.”

Babi sangat kuat dorongan sexualnya. Jantannya boleh jadi menunggangi betinanya yang sedang makan rumput. Si betina boleh jadi menempuh ratusan mil, sedang si jantan terus menungangginya; babinya juga tidak punya rasa cemburu kepada pasangannya, maka bersyukurlah kepada Allah yang mengharamkan kita untuk memakan babi; itu semua adalah rahmat-Nya untuk kita semua.

Wallahu A’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Utang

Hutang Si Mayit Kewajiban Ahli Waris?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Izin bertanya ustadz/ustadzah… hukum seorang isteri yg tdak mau membayarkan hutang suami yang sdah meninggal padahal siisteri bekerja sebagai PNS. A/19

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Tidak wajib, tidak lantas menjadi kewajiban ahli waris dengan hartanya, tapi sangat bagus jika ahli waris membayarkannya .., itu amal shalih yang besar bagi anak-anaknya..

Yang WAJIB adalah jika orang tua punya harta peninggalan (tirkah), maka dr situlah wajib dibayar hutangnya yg dieksekusi oleh ahli warisnya .. jika tidak cukup, maka sebaiknya dibantu oleh ahli warisnya, walau itu bukan kewajibannya ..

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah mengatakan:

إذا مات الميت وترك مالاً فالواجب على ورثته أن يبدؤوا بتجهيزه وتكفينه من التركة , ثم بعد ذلك يلزمهم إخراج الديون من التركة , ثم إخراج الوصايا من ثلث التركة , إن كان قد أوصى في ماله بشيء ؛ كل ذلك قبل قسمة التركة على من يستحقها من الورثة

Jika seorang wafat dan meninggalkan harta maka wajib bagi ahli warisnya mengurus jenazahnya dan mengkafaninya dengan harta tirkah (peninggalannya), kemudian melunasi hutang dengan tirkah, kemudian mengeluarkan wasiat sebanyak 1/3 dari harta tirkah, itu jika memang dia ada wasiat harta, semua hal ini dilakukan sebelum harta tirkah itu dibagikan sebagai harta waris ke ahli warisnya.

(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 200127)

Cara pembebanannya berapa bagian, tdk ada ketetapan khusus dlm syariat. Sesuai kerelaan masing2 saja dan proporsional/pantas.

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hibah yang Paling Disukai

Hibah Seluruh Harta Kepada Anak, Bolehkah?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz izin bertanya…

1. kami punya anak perempuan cuma satu, apakah boleh saya hibahkan semua harta untuk anak kami?
Hibah harus tertulis apakah cukup lisan?

2. Kalau tidak boleh, apakah adik kami yang satu bapak lain ibu juga akan menerima warisan?
Terimakasih.

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim..

Pada prinsipnya hibah orangtua kepada anak itu dibolehkan. Asalkan memenuhi prinsip adil dan proporsional, apalagi jika anaknya lebih dari satu.

Dalam hadits diceritakan sbb:

ِّ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
سَأَلَتْ أُمِّي أَبِي بَعْضَ الْمَوْهِبَةِ لِي مِنْ مَالِهِ ثُمَّ بَدَا لَهُ فَوَهَبَهَا لِي فَقَالَتْ لَا أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذَ بِيَدِي وَأَنَا غُلَامٌ فَأَتَى بِيَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ أُمَّهُ بِنْتَ رَوَاحَةَ سَأَلَتْنِي بَعْضَ الْمَوْهِبَةِ لِهَذَا قَالَ أَلَكَ وَلَدٌ سِوَاهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأُرَاهُ قَالَ لَا تُشْهِدْنِي عَلَى جَوْرٍ

Dari An Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhuma berkata, “Ibuku bertanya bapakku perihal sebagian hibahnya kepadaku dari hartanya kemudian dia ingin memberikannya semua kepadaku, maka ibuku berkata, “Aku tidak rela sampai kamu persaksikan kepada Nabi ﷺ. Maka ayahku membawaku, saat itu aku masih kecil, menemui Nabi ﷺ lalu berkata, “Sesungguhnya ibunya, binti Ruwahah, bertanya kepadaku tentang sebagian hibahku kepada anak ini”. Beliau bertanya, “Apakah kamu memiliki anak selain dia ini”. Bapakku menjawab, “Ya punya”.

Dia berkata, “Aku menduga beliau bersabda, “Janganlah engkau ajak aku dalam persaksian yang curang”.

(HR. Bukhari no. 2650)

Dalam hadits ini menunjukkan hibah itu dibolehkan, dan hibah itu mesti memenuhi prinsip adil.

Dalam Al Mausu’ah tertulis:

وَاسْتُحِبَّتِ التَّسْوِيَةُ بَيْنَهُمْ عِنْدَ أَكْثَرِ الْفُقَهَاءِ، وَيَرَى الْحَنَابِلَةُ وَمَالِكٌ فِي رِوَايَةٍ عَنْهُ وُجُوبَ التَّسْوِيَةِ، وَيُكْرَهُ عِنْدَ الْجَمِيعِ التَّفْضِيل بَيْنَهُمْ

Disukai sama rata dalam hibah menurut mayoritas fuqaha, sementara Hanabilah dan Malik dalam salah satu riwayatnya mengatakan wajib secara rata, dan semuanya mengatakan makruh melebihkan satu anak atas anak lainnya. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, jilid. 42, hal. 125)

Ada pun memberikan semua harta ke anak satu-satunya, padahal dia ahli waris juga, maka ini tidak diperkenankan. Sebab, ada hak ahli waris lainnya yang dikorbankan. Apalagi jika motivasinya memang sengaja melakukan itu agar ahli waris lainnya terhalang hak warisnya, ini motivasi yang tidak baik, dan juga terlarang.

Dalam Al Mausu’ah juga tertulis:

هِبَتِهِ حُكْمُ وَصِيَّتِهِ، فَلَهُ هِبَةُ ثُلُثِ أَمْوَالِهِ، وَفِيمَا زَادَ لاَ يَجُوزُ إِلاَّ بِمُوَافَقَةِ الْوَرَثَةِ

Hukum hibah itu sama dengan wasiat, dia boleh menghibahkan SEPERTIGA hartanya, TIDAK BOLEH lebih dari itu kecuali atas persetujuan ahli waris lainnya. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, jilid. 42, hal. 123)

2. Ya, saudara sebapak dapat bagian waris sebagai ashobah, karena dia hanya ada ada anak perempuan.

Demikian. Wallahu a’lam
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Allah Tuhan Alam

Hukum Memakai Poin Game Online di Marketplace

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Assalamu’alaikum. Maaf ibu admin MANIS, mau tanya, saya punya akun Shopee, dan ada seperti game siram-siram tanaman, terus dapat poin dan poin itu bisa dipakai buat bayar belanjaan.

Apakah itu termasuk harta yang halal?

Kemudian seperti cashback, yang nantinya berubah jadi poin, awalnya beli makanan pakai uang dapat cashback tapi bentuknya poin, dan poin itu ada jangka waktu pemakaian nya. Apakah itu juga halal? Terimakasih

A/12

Jawaban

Oleh: Ustadz Dr. Oni Sahroni, MA.

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Jawaban atas pertanyaan ini bisa kita pilah menjadi dua bagian, jika hadiah tersebut, pertama dari bagian game maka secara konsep fiqh, jika sumber hadiah tersebut dari perusahaan atau marketplace maka tidak ada masalah (dibolehkan). Tetapi Jika itu dari hasil kontribusi atau iuran para peserta game maka itu yang tidak dibolehkan karena itu bagian dari zero sum game (judi). Dalam kondisi ini, saat kita tidak mengetahui sumber pembayaran maka tidak dibolehkan ikut serta, disamping itu game seperti ini alat yang kurang mendidik.

Kedua, tetapi jika hadiahnya bersumber dari pembelian barang tertentu maka diperbolehkan karena itu bagian dari hadiah atau hibah atau dalam fiqh dikategorikan dengan merelakan hak.

Ketiga jika ada pilihan-pilihan termasuk tempat berbelanja maka pilihlah alat pembayaran atau tempat belanja atau marketplace yang prioritas, yang menyediakan fitur- fitur pembayaran syariah seperti yang menyediakan pembayaran melalui debit card bank syariah, kredit card bank syariah atau paylater syariah atau fintect payment syariah

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678