KhutbahMateri Kajian Manis

MEMETIK HIKMAH DI USIA EMPAT PULUH TAHUN

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

๐Ÿ“ KHUTBAH JUM’AT Oleh: Ust. Mohamad Mufid, M.Pd.I.
(Ketua PD IKADI Kota Prabumulih Sumatera Selatan)

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู’ู†ูŽ ุฌูŽู†ู‘ูŽุงุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุนููŠู’ู…ุŒ ู…ูุชู‘ูŽูƒูุฆููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูุฑูุฑู ู…ูุชูŽู‚ูŽุงุจูู„ููŠู†ุŒ ูŠูุทูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุจููƒูŽุฃู’ุณู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุนููŠู†ู
ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ูุŒ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ูŽุงู…ูŽ ูููŠ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุชูŽู‚ู’ูˆููŠู…ูุŒ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ูŽ ุฏูุฑููˆุณู‹ุง ู„ูู„ู’ููŽู‡ู’ู…ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูŠููŠู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆููŠู….
ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุชูŽุจู’ู†ููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจูŽ ูˆูŽุชูู‚ููŠู…ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ูุŒ ุงู„ู’ุจูŽุดููŠุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุฐููŠุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู.
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูุŒ ุงู„ู’ู…ูŽุจู’ุนููˆุซู ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจููŠู†ูŽ ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽูŠูŽุงู…ููŠู†ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู….
ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏุ› ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฃููˆุตููŠูƒูู…ู’ ูˆูŽู†ูŽูู’ุณููŠ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑู ุฒูŽุงุฏู ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูููŠ ุฏูู†ู’ูŠูŽุงู‡ู ูˆูŽู…ูŽุตููŠุฑูู‡ู ููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉ. ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู: ยซูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽยป

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat yang diberikan kepada kita semua sehingga kita dapat menunaikan ibadah salat Jumat di masjid yang kita cintai ini. Selawat beriringan salam marilah kita sampaikan kepada manusia mulia Nabi Muhammad Saw. Semoga kita kelak akan mendapatkan syafaatnya di hari kiamat nanti. Amin, ya rabbalalamin.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib berpesan kepada hadirin sekalian, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah Swt., sebab dengan bekal takwa inilah sebaik-baik bekal menghadap Allah Ta’ala menuju kampung akhirat.

Dalam surah Al-Ahqaf ayat 15, Allah Swt. memberikan pelajaran berharga kepada manusia yang memasuki usia 40 tahun.

ูˆูŽูˆูŽุตูŽู‘ูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ุจููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู‹ุง ุญูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ู‡ู ุฃูู…ูู‘ู‡ู ูƒูุฑู’ู‡ู‹ุง ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนูŽุชู’ู‡ู ูƒูุฑู’ู‡ู‹ุง ูˆูŽุญูŽู…ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽููุตูŽุงู„ูู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซููˆู†ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฃูŽุดูุฏูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดู’ูƒูุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽูƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠ ูููŠ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุชููŠ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุชูุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

โ€œKami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: (Duhai Tuhanku, tunjukkanlah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhoi; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri).โ€ (Q.s. Al-Ahqaf: 15)

Pada ayat tersebut, Allah swt secara spesifik menyebutkan usia manusia 40 tahun. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya manusia memperhatikan usia 40 tahun. Penelitian ilmiah juga menyebutkan, pada usia 40 tahun inilah manusia mencapai puncak kehidupannya, baik dari segi fisik, intelektual, emosi maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Tidaklah heran jika para tokoh-tokoh pemimpin muncul pada usia 40 tahun.
Bahkan Nabi Muhammad Saw diutus Allah menjadi rasul di usia 40 tahun, seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Abbas radhiyalahu โ€˜anhu:

ุจูุนูุซูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ ูˆู‡ููˆูŽ ุงุจู’ู†ู ุฃุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹

โ€œDari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabiย ketika berusia 40 tahun.โ€ (H.r. Al-Bukhari).

Hadirin rahimakumullah,
Dari penjelasan di atas, kita sebagai kaum muslimin disuruh Allah swt untuk ber-muhasabah diri ketika memasuki usia 40 tahun. Ibarat sebuah pohon, usia 40 tahun adalah usia ketika akar dan batang pohon sudah kokoh. Tidak seperti usia pohon yang masih muda, yang masih mudah terombang-ambing angin dan hujan.

Sebaliknya, jika ada seorang muslim yang sudah memasuki usia 40 tahun atau lebih, tetapi sifat dan kepribadiannya tidak matang, masih suka bermaksiat, tidak serius menjalani kehidupannya, masih meninggalkan kewajiban ibadahnya, maka kondisi ini harus dihentikan. Sudah saatnya kita berputar haluan, introspeksi diri dan bertekad untuk berhijrah ke arah kehidupan yang lebih baik lagi.
Dengan memahami firman Allah swt dalam surat Al-Ahqaf ayat 15, paling tidak ada lima pesan yang harus kita kerjakan ketika memasuki usia 40 tahun.

Pertama, memperbanyak rasa syukur kepada Allah swt. Ketika memasuki usia 40 tahun, Allah taโ€™ala menuntun kita untuk mengawali doa dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15 yang dimulai dengan meminta taufik, petunjuk dan bimbingan.

ุฑูŽุจูู‘ ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดู’ูƒูุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽูƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ

โ€œYa Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku..โ€

Usia 40 tahun adalah saat yang tepat mensyukuri nikmat yang begitu banyak, sebab di antara tanda kematangan kedewasaan adalah banyak bersyukur, bukan banyak mengeluh. Menjadi lebih bijaksana dengan mensyukuri apa yang ada, bukan menuruti ego dengan merisaukan apa yang hilang atau tiada.
Kedua, memperbanyak amal saleh. Mengerjakan amal saleh adalah bukti nyata menunjukkan ekspresi rasa syukur kita kepada Allah swt. Jika sudah memasuki usia 40 tahun, namun nikmat usia belum juga dimaksimalkan untuk memperbanyak amal saleh, waspadah! Bisa jadi usia kita tidak berkah. Jauh dari rahmat Allah swt. Allah taโ€™ala mengajarkan doa:

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู

โ€œ…dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai..โ€

Usia 40 tahun adalah gerbang menuju fase kematangan spiritual yang lebih tinggi. Pada titik ini, Allah Swt. mengundang hamba-Nya untuk refleksi mendalam, mengukuhkan kembali komitmen ibadah, dan mengarahkan seluruh daya upaya menuju bekal terbaik bagi kehidupan abadi. Inilah saatnya untuk menjadikan keridaan-Nya sebagai poros utama segala tujuan, menyadari bahwa setiap detik yang tersisa adalah kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal yang tulus dan diterima.

Hadirin rahimakumullah,
Ketiga, memperhatikan masa depan anak dan generasi berikutnya. Perintah untuk memperhatikan masa depan anak dan generasi berikutnya dapat dipelajari dari doa yang tercantum pada surat al Ahqaf ayat 15.

ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠ ูููŠ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุชููŠ

โ€œ…dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.โ€

Pelajaran berharga bagi kita yang telah memasuki usia 40 tahun adalah betapa krusialnya momen ini untuk lebih serius memikirkan dan memastikan masa depan spiritual anak-anak kita. Ini adalah fondasi terpenting agar mereka senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam dan tidak melupakan bekal abadi di akhirat. Tanggung jawab ini tidak pudar seiring beranjaknya usia anak, bahkan ketika mereka telah dewasa dan meraih kesuksesan dunia. Seorang tua tidak boleh lelah mengingatkan buah hatinya untuk tetap memprioritaskan kehidupan akhirat. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Yaโ€™qub alaihisalam kepada putra dan keturunannya, beliau bertanya, โ€œMaa taโ€˜buduuna min baโ€˜di?โ€ (Apa yang akan kamu sembah setelahku?), bukan โ€œMaa taโ€˜kuluuna min baโ€˜di?โ€ (Apa yang akan kamu makan setelahku?).

Pesan profetik ini dengan tegas menunjukkan bahwa perhatian terhadap akidah dan bekal akhirat anak adalah prioritas utama yang harus terus-menerus ditekankan.

Keempat, segera bertaubat. Perintah bertaubat diajarkan Allah dalam firman-Nya,

ุฅูู†ูู‘ูŠ ุชูุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ

โ€œ…Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau..โ€

Potongan doa ini membawa pesan mendalam, bahwa ketika seorang hamba memasuki usia 40 tahun, inilah saatnya untuk memperbarui dan menguatkan taubatnya dengan kesungguhan hati. Usia ini menandai kematangan akal dan pengalaman hidup, sehingga selayaknya ia meninjau kembali perjalanan spiritualnya, meninggalkan segala bentuk kejahilan dan kelalaian di masa muda, serta melangkah dengan lebih berhati-hati dalam setiap sikap dan perbuatan. Sebaliknya, sungguh merugi jika di usia kematangan ini seseorang justru semakin terjerumus dalam ketidakterarahan hidup dan semakin menjauh dari Allah Swt. Taubat di usia ini menjadi pengingat akan dekatnya hari perhitungan, mendorong seorang hamba untuk kembali sepenuhnya kepada fitrah dan mencari rida Ilahi.

Hadirin rahimakumullah,
Kelima, banyak berserah diri. Perintah berserah diri ajarkan di penghujung surat Al-Ahqaf ayat 15.

ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

โ€œ…dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.โ€

Memasuki usia 40 tahun, seorang mukmin seharusnya mencapai puncak kematangan dalam berserah diri sepenuhnya kepada Allah Swt. Berserah diri di sini merupakan sebuah penerimaan yang lebih dalam terhadap setiap ketentuan-Nya, diiringi keyakinan penuh akan pertolongan-Nya. Banyak persoalan hidup yang tampak rumit dan membebani, pada hakikatnya, hanya dapat diurai melalui tawakal sejati. Namun, tawakal yang benar bukanlah kepasrahan tanpa usaha; ia justru dimanifestasikan melalui ikhtiar (upaya) maksimal yang dilandasi keyakinan teguh bahwa hasil akhir berada dalam kuasa dan kebijaksanaan Allah semata. Pada usia ini, pemahaman akan tawakal menjadi lebih mendalam, karena pengalaman hidup mengajarkan batas kemampuan manusia dan urgensi bersandar pada Dzat Yang Maha Kuasa.

Hadirin rahimakumullah,
Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing kita untuk memahami dan memaknai fase usia 40 tahun ini dengan kesadaran penuh. Hendaknya usia ini menjadi pengingat yang kuat akan singkatnya perjalanan dunia dan urgensi mempersiapkan bekal terbaik menuju akhirat. Marilah kita jadikan sisa usia kita sebagai ladang amal yang subur, diisi dengan ketaatan yang tulus, kepedulian terhadap generasi penerus, taubat yang berkesinambungan, serta tawakal yang teguh. Dengan demikian, semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang diridai, yang berhasil mengakhiri perjalanan hidup ini dengan husnul khatimah. Aamiin Yaa Rabbalโ€™alamiin.

ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ูููŠู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุขูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู‘ูุฐูƒู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ูุŒ ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ู…ูู†ู‘ููŠ ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุชูู„ุงูˆูŽุชูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู

Khutbah Kedua

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุชูŽูˆู’ูููŠู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุงูู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ู. ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูุซูŠู’ุฑู‹ุง. ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุ›
ููŽูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽุŒ ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆู’ุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽุฒูŽุฌูŽุฒ. ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุซูŽู€ู†ู‘ูŽู‰ ุจูู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุชูู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณูŽุจู‘ูุญูŽุฉู ุจูู‚ูุฏู’ุณูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰: ((ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ ูŠุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง))
ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู
ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู’ู„ู…ููˆูŽุญู‘ูุฏููŠู’ู†
ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ
ูˆูŽุฏูŽู…ู‘ูุฑู’ ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†
ย ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ุŒ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ.
ย ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฑูู†ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุชู‘ูุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูู†ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽุงุทูู„ูŽ ุจุงูŽุทูู„ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู.
ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู
ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชูŽุงุกู ุฐููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ูˆูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุจูŽุบู’ูŠูุŒ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ. ููŽุงุฐูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS :

IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D

FB: http://fb.com/majelismanis

TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812

Related Posts

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *