πΏπΊπππΌππ·πΉ
π Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc. M.Ag.
Mewujudkan kebahagiaan dalam keluarga harus dirasakan indah, sekalipun harus berkorban banyak.
Sehingga kita berani mempertaruhkan segala yang dimiliki untuk kebahagiaan keluarga.
Keyakinan seperti itu bisa dibentuk oleh :
1. Beriman dan bertakwa kepada Allah.
Iman dan takwa dapat membuat kita yakin bahwa dibalik pengorbanan besar dalam mewujudkan keluarga bahagia itu ada kenikmatan, keindahan, dan balasan yang indah di dunia dan di akhirat. Ketika iman sudah kita miliki, maka apapun tantangannya akan berani dihadapi. Kalau di dunia saja kita bisa melihat dan merasakan keindahan keluarga bahagia apa lagi di akhirat. Keyakinan seperti itu bisa sebagai motivasi sehingga kita bisa selalu ikhlas, bersabar, dan bersyukur.
2 Kesholihan pribadi. Kesholihan yang sudah menjadi karakter, akan membuat kita selalu ingin berbuat baik dan beramal yang terbaik. Maka kebaikan akan dibalas dengan yang lebih baik, sedangkan kejahatan tidak akan dibalas dengan kejahatan, tapi akan dibalas dengan kebaikan.
Iman dan kepribadian yang sholih inilah yang bisa mewujudkan syarat syarat kebahagiaan keluarga, yaitu :
1. Cinta karena Allah.
Kita harus mencintai suami dan anak-anak karena Allah. Cinta yang tulus itulah yang bisa memberikan pengorbanan besar untuk keluarga. Dalam kondisi apapun kita akan berkorban untuk keluarga. Ketika cinta tulus maka kita tidak memikirkan beratnya pengorbanan selama itu bisa membuat keluarga bahagia. Ketika suami dan anak-anak juga mengutamakan kebahagiaan keluarga, maka ayah, ibu dan anak-anak, semuanya akan bahagia.
Cinta yang tulus bisa membahagiakan kita dan membahagiakan semua anggota keluarga.
Allah sangat mencintai orang yang bisa membahagiakan orang lain.
2. Mewujudkan rumah sebagai surga. Seorang istri bekerja sama dengan suami dan anak-anak untuk mewujudkan rumah sebagai surga bagi semua. Sehingga suami tidak perlu mencari tempat istirahat dan hiburan di luar rumah. Istri tidak merasa jenuh dan sedih dengan kesibukan rumah tangga. Sedangkan anak-anak tidak akan keluyuran dan banyak main di luar rumah, karena sudah merasa nyaman, dan betah tinggal bersama kedua orangtuanya di dalam ramah. Inilah yang disebut oleh Rasulullah : “Rumahku adalah surgaku”
πΏπΊπππΌππ·πΉ
Cara menjadikan baiti jannati:
1. Menjadikan rumah sebagai tempat beribadah. Inilah faktor utama kesejukan di dalam rumah.
“Tidakkah dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang” (13:28)
Maka kondisikanlah semua anggota keluarga agar rajin beribadah kepada Allah.
2. Bekerja sama dalam mewujudkan kebaikan. Harus ada kondisi semua orang di dalam rumah mau menolong orang lain kepada kebaikan. Allah berfirman:
“Saling tolong menolonglah dalam kebaikan” (5:2).
3. Menjaga dan menegakkan hak-hak Ukhuwah antara kita dengan suami dan anak-anak, dan anak-anak saling bersaudara satu sama lain. Kalau ukhuwah itu baik dalam keluarga maka akan harmonis terus. Yang susah akan di bantu oleh yang punya tapi yang susah tidak merepotkan yang punya.
4. Membuat kegiatan kegiatan berjamaah. Makan, sholat, dan bekerja secara berjama’ah. Sehingga semakin ada pertautan hati antara seluruh anggota keluarga.
5. Berusaha keras bersama suami untuk menyiapkan kesuksesan generasi. Kebahagiaan itu pada akhirnya bukan pada kebugaran, harta dan jabatan, tapi pada keharmonisan keluarga dan kesuksesan generasi yang shaleh dan shalihah.
6. Komunikasi yang baik dan efektif.
Komunikasi dengan anak dan suami harus di bangun dengan baik. Komunikasi yang baik itu akan semakin membuka hati dan pikiran.
7. Banyak memberi dan melayani bukan banyak meminta dan dilayani.
8. Selalu berbaik sangka dan memaafkan kesalahan.
9. Melaksanakan tugas dan kewajiban masing masing.
10. Banyak memberikan manfaat. Rumah itu akan terasa indah kalau semua anggota keluarga banyak merasakan manfaatnya. Berpikirlah untuk bisa memberdayakan semua potensi untuk bermanfaat bagi keluarga. Maka keluarga menjadi sumber manfaat bagi banyak orang. Sesungguhnya Allah memiliki suatu kaum yang di berikan kekhususan dengan berbagai nikmat agar banyak manfaatnya bagi hamba hambaNya.
11. Menjadikan keluarga sebagai ahli kebaikan bukan ahli kejahatan. Karena kebaikanlah yang akan memelihara kita dari serangan kejahatan. Hadits Rasul: perbuatan yang baik akan melindungi dari serangan yang jahat.
12. Keluarga yang gemar menolong orang lain. Keluarga akan bahagia kalau semua keluarga gemar menolong. Rasulullah bersabda :
“Allah menolong seorang hamba selama iya masih menolong saudaranya,”
13. Tidak emosional dan dapat menahan diri. Orang yang bisa menahan emosi itu akan Allah berikan keridhoan Nya. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa yang dapat menahan amarahnya maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhoan”.
Wallahu a’lam bishshawaab.
πΏπΊπππΌππ·π
Sebarkan! Raih Pahala
πππΊπππΊππ
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow IG MANIS : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
π±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
π° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 5512 212 725
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812







