Mengejar Ketertinggalan Spiritual

0
161

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

๐Ÿ“Khutbah Jum’at Oleh: Dr. K.H Tulus Musthofa Lc, MA (IKADI DIY)

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูู…ูŽูˆูŽุงุณูู…ู ุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุงุชุŒ ุชูุถูŽุงุนูŽูู ูููŠู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชุŒ ูˆูŽุชูู…ู’ุญูŽู‰ ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชุŒ ูˆูŽุชูุฑู’ููŽุนู ุจููƒูŽุฑูŽู…ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุฑูŽุฌูŽุงุช.
ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ุญูŽู…ู’ุฏู‹ุง ูŠูŽู„ููŠู’ู‚ู ุจูุฌูŽู„ูŽุงู„ูู‡ู ูˆูŽุนูŽุธููŠู’ู…ู ุณูู„ู’ุทูŽุงู†ูู‡ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุถู’ู„ูู‡ู’ ูˆูŽุฌูŽุฒููŠู’ู„ู ุฅูู†ู’ุนูŽุงู…ูู‡.
ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ุŒ ู…ูŽุงู„ููƒู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ูุŒ ุงู„ู’ู…ูŽุจู’ุนููˆู’ุซู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†.
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุจููŠู’ุจูู†ูŽุง ูˆูŽุดูŽูููŠู’ุนูู†ูŽุง ูˆูŽู‚ูุฑู‘ูŽุฉู ุฃูŽุนู’ูŠูู†ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุงุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽู‡ู’ุฌูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู„ูู‚ูŽุงุกู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†.
ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุ›
ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆู’ุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุงุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ู‘ูŽ ุงูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู: ยซูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽยป

Maโ€™asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Diantara hal yang sangat penting yang harus disadari oleh setiap manusia adalah mengenai hakikat kehidupan. Apakah kita betul-betul meyakini adanya kehidupan setelah kehidupan dunia ini? Apakah kita menyakini kekekalan kehidupan akhirat? Dan apakah orientasi kehidupan kita lebih mengarah untuk menikmati kehidupan dunia yang fana ini atau untuk menyiapkan diri di kehidupan akhirat yang kekal?

Bagi seorang Muslim, seharusnya hal ini menjadi hal yang bersifat aksiomatis; yang tidak perlu dibuktikan dengan apapun, karena merupakan bagian dari keimanan yang murni kepada Allah. Jika kita meyakini Allah sebagai Tuhan kita, maka kita juga pasti meyakini adanya kehidupan akhirat yang kekal. Karena Allah sudah menjelaskan hal itu melalui Alquran dan hadis Nabi. Tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam hati seorang Muslim mengenai hal ini. Alquran telah memberikan gambaran yang sangat jelas tentang kehidupan dunia,

ุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู„ูŽุนูุจูŒ ูˆูŽู„ูŽู‡ู’ูˆูŒ ูˆูŽุฒููŠู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุชูŽููŽุงุฎูุฑูŒ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุชูŽูƒูŽุงุซูุฑูŒ ูููŠ ุงุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฃูŽูˆู’ู„ุงุฏู ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุบูŽูŠู’ุซู ุฃูŽุนู’ุฌูŽุจูŽ ุงู„ู’ูƒููู‘ูŽุงุฑูŽ ู†ูŽุจูŽุงุชูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽู‡ููŠุฌู ููŽุชูŽุฑูŽุงู‡ู ู…ูุตู’ููŽุฑู‘ู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ู ุญูุทูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽูููŠ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุดูŽุฏููŠุฏูŒ ูˆูŽู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ูŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุชูŽุงุนู ุงู„ู’ุบูุฑููˆุฑู

โ€œKetahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.โ€ (Q.s. Al-Hadid: 20).

Kehidupan dunia dengan segala gemerlapnya disebut oleh Allah sebagai permainan yang melalaikan. Orang yang bermain akan merasa senang dan bergembira. Tetapi setiap permainan ada akhirnya. Akan ada momen dimana permainan itu selesai dan kita kepada kondisi sebelumnya. Itulah saat dimana dunia ini binasa seperti tanaman yang menguning hingga mengering dan kemudian hancur seperti tidak pernah ada. Al-Baidhawi dalam tafsirnya menjelaskan: โ€œSetelah Allah menyebutkan keadaan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir di akhirat, Ia menjelaskan mengenai betapa hina dan tidak berharganya segala urusan keduniawian karena tidak dapat membawa manusia menuju keberuntungan di akhirat. Allah menjelaskan bahwa dunia hanyalah khayalan yang tidak banyak manfaatnya dan akan segera binasa. Ia seperti permaian yang membuat manusia lelah sebagaimana anak-anak yang bermain hingga merasa kelelahan, tanpa mendapatkan manfaat apapun.โ€ (Tafsir Al-Baidhawi: 5/270)

Karena dunia hanya sementara, maka seharusnya seorang Mukmin tidak tertipu dengannya seperti orang-orang kafir. Hal ini Allah siggung dalam Surah Al-Aโ€™la ayat 16-17,

ุจูŽู„ู’ ุชูุคู’ุซูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง (16) ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ู‚ูŽู‰ (17)

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi, Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Q.s. Al-A’la:16- 17)

Nabi juga telah mengingatkan tentang bahaya salah orientasi kehidupan dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudri R.a,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูู„ู’ูˆูŽุฉูŒ ุฎูŽุถูุฑูŽุฉูŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูุณู’ุชูŽุฎู’ู„ููููƒูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ููŽูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ูƒูŽูŠู’ููŽ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกูŽุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู

Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah -‘Azza wa Jalla- menjadikan kalian khalifah untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena sesungguhnya fitnah pertama yang terjadi pada Bani Israel adalah karena wanita. (H.r. Muslim)

Maโ€™asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Persepsi orang terhadap kehidupan dunia dan akhirat akan sangat mempengaruhi orienasi hidupnya. Tidak sedikit orang yang dalam kehidupannya hanya mengejar dunia dan sama sekali tidak memikirkan akhirat. Ada juga yang hanya menjadikan akhirat seperti bumbu pelengkap. Ia tidak menjadikannya sebagai prioritas aktifitas kesehariannya. Tipe orang seperti ini kelak akan tercengang, kaget dan menyesal tiada guna seperti yang disebutkan dalam Alquran,

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููู‚ููˆุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ู ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑู’ุชูŽู†ููŠ ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฃูŽุฌูŽู„ู ู‚ูŽุฑููŠุจู ููŽุฃูŽุตู‘ูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ูˆูŽุฃูŽูƒูู†ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang salih? (Q.s. Al-Munafiqun: 10)

Sebaliknya, jika seseorang menyadari dan meyakini bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah akhirat yang kekal, maka seluruh kehidupannya akan diorientasikan untuknya. Ia selalu berbuat semaksimal mungkin menyiapkan bekal menuju akhirat. Ia tidak pernah merasa cukup melakukan kebaikan, karena merasa bekalnya masih sangat sedikit sehingga ia harus terus menambahnya dengan melakukan lebih banyak lagi amal salih. Ia juga selalu belajar dan mencontoh orang-orang yang lebih baik dalam menyiapkan diri untuk akhirat.

Dan dalam konteks ini, para sahabat Rasulullah adalah contoh terbaik orang-orang yang hidupnya berorientasi akhirat dan berusaha mencontoh Rasulullah dalam menjalani kehidupan dengan beribadah dan beramal salih.
Dari Anas radhiyallahu anhu ia berkata, โ€œAda tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk bertanya tentang ibadah beliau. Lalu, setelah mereka diberitahukan (tentang ibadah Rasululah), mereka menganggap ibadah beliau terlalu sedikit. Mereka berkata, โ€œKita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam! Beliau Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah diampuni semua dosa-dosanya, yang lalu maupun yang akan datang.โ€ Salah seorang dari mereka mengatakan, โ€œAdapun saya, maka saya akan shalat malam selama-lamanya.โ€ Lalu orang yang lainnya menimpali, โ€œAdapun saya, maka sungguh saya akan puasa terus menerus tanpa berbuka.โ€ Kemudian yang lainnya lagi berkata, โ€œSedangkan saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan menikah selamanya.โ€ Ketika Rasulullah mendengar perkataan mereka, beliaupun mendatangi mereka, seraya bersabda, โ€œBenarkah kalian yang telah berkata begini dan begitu? Demi Allah! Sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling takwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku juga berbuka (tidak puasa), aku shalat (malam) dan aku juga tidur, dan aku juga menikahi wanita.

Maka, barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golongan.โ€ (Muttafaq Alaih)

Para shahabat Nabi tersebut merasa amalnya sedikit dan tidak cukup untuk menjadi bekal ke akhirat, maka mereka kemudian berusaha mengejar ketertinggalannya dalam aspek spriritual. Bahkan mereka akhirnya jatuh kepada berlebih-lebihan dalam beribadah. Maka, Rasulullah kemudian meluruskan kesalahan mereka itu karena hal itu tidak dibenarkan dalam Islam.

Maโ€™asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Saat ini kita sedang berada di bulan Ramadhan, bulan yang penuh barakah, rahmat dan ampunan dari Allah. Maka inilah saat yang terbaik bagi kita untuk mengejar ketertinggalan kita dalam menyiapkan bekal untuk akhirat. Ini saatnya kita menutup kekerungan-kekurangan kita dalam beribadah, karena inilah bulan yang pahala segala kebajikan akan dilipatgandakan. Ini juga bulan dimana kekuatan setan melemah karena mereka dibelenggu. Allah juga berjanji akan mengabulkan semua doa dan memberikan ampunan serta membebaskan orang-orang yag dikehendakinya dari ancaman api neraka. Bahkan, terdapat satu malam yang beribadah di dalamnya lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.

Oleh karena itu, jangan sampai kita melepaskan peluang emas ini begitu saja. Karena kita tidak tahu, apakah tahun depan akan bertemu Ramadhan lagi atau tidak. Jangan sampai menjadi orang-orang yang merugi sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

ูˆูŽุฑูŽุบูู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ูู ุฑูŽุฌูู„ู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุซูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุณูŽู„ูŽุฎูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุบู’ููŽุฑูŽ ู„ูŽู‡ู

Dan sangat merugi, seseorang yang bertemu bulan Ramadhan, kemudian ia keluar darinya dan tidak mendapatkan ampunan.โ€ (H.r. At-Tirmidzi)

Semoga kita mendapatkan taufik dan hidayah dari Allah agar mampu mengejar ketertinggalan spiritual kita dengan memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan ini, Amin Ya Rabbal Alamin.

ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุขูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุชูู„ุงูŽูˆูŽุชูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู.

Khutbah Kedua

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽูˆู’ูููŠู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุงู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู‡ูŽุฏู ุฃูŽู† ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู
ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุนู’ุธููŠู’ู…ู‹ุง ู„ูุดูŽุฃู’ู†ูู‡ุŒ ูˆุฃูŽุดู‡ุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูุญู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนููŠ ุฅูู„ู‰ ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ูู‡.
ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุ›
ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ุŒ ูˆูŽุฃูŽุทููŠู’ุนููˆู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ุณู‘ูุฑู‘ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุฌู’ูˆูŽู‰.
ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ููˆุง ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‡ูŽุงุฏููŠ ุงู„ู’ุจูŽุดููŠู’ุฑุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูุฑูŽุงุฌู ุงู„ู’ู…ูู†ููŠู’ุฑุŒ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽุงุญูุจู ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠู’ุฑ. ููŽู‚ูŽุฏู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู: ยซุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ุงู‹ยป
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ุงูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ุฅู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽู€ุฌููŠู’ุฏุŒ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู€ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ุŒ ุฃูŽุจููŠู’ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ููŠู‘ุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽูŠู’ู†ุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูู…ูŽู†ู€ู‘ููƒูŽ ูˆูŽูƒูŽุฑูู…ููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ููŠู’ู†.
ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชูุŒ ุงู’ู„ุฃูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ ู‚ูŽุฑููŠู’ุจูŒ ู…ูุฌููŠู’ุจู ุงู„ุฏู‘ูŽุนูŽูˆูŽุงุชุŒ ูˆูŽูŠูŽุง ู‚ูŽุงุถููŠูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุงุช.
ุงู„ู„ู‡ู… ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽูููˆู‘ูŒ ุชูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ููŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ู‘ูŽุง
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุนูŽุงููŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฆูู…ูŽุฉุŒ ูููŠ ุฏููŠู’ู†ูู†ูŽุง ูˆูŽุฏูู†ู’ูŠูŽุงู†ุงูŽ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู†ุงูŽ.
ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ.
ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู.
ูˆุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽุŒ ุฃูŽู‚ููŠู’ู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉ.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here