MENSYUKURI HIDAYAH DARI ALLAH SWT

0
108

๐Ÿ“ Khutbah Jum’at Oleh: Ust. M. Abdullah Sholihun (IKADI DIY)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุชูู‡ู ุชูŽุชูู…ู‘ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู’ ุŒ ูˆูŽูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู ุจูุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู†ู ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ูˆูŽู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุถูŽู„ุงูŽู„ุงูŽุชู’ ุŒ ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุญูŽู…ู’ุฏู‹ุง ูƒูŽุงู…ูู„ุงู‹ ูŠูŽู„ููŠู’ู‚ู ุจูุฌูŽู„ุงูŽู„ู ุงู„ุฐู‘ูŽุงุชู ูˆูŽูƒูŽู…ูŽุงู„ู ุงู„ุตูู‘ููŽุงุชู’
ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุบูŽุงููุฑู ุงู„ุฐู‘ูŽู†ู’ุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุคู…ูู†ู ุจูุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ูˆูŽูŠูŽุฑููŽุนู ุจูู‡ูู…ูŽุง ุงู„ุฏู‘ูŽุฑูŽุฌูŽุงุชู’ ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุตููˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽูˆูŽุงุชู’ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงู‘ูŽุชู’
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุฎู’ู„ููˆู’ู‚ูŽุงุชู’ ุŒ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ูˆูŽุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฐูุฑูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุจูŽุดูู‘ุฑูŽุงุชู’ ุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุงูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุชูุฌู’ุฒูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ู†ูŽูู’ุณู ุจูู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ุงูŽุชู’
ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ ุŒ ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู† ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ุงู’ู„ุนูŽุฒููŠู’ุฒ: ูŠูŽุขุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ุงู‹ ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุง ุ› ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง

Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah

Alhamdulillah. Puji syukur kita haturkan kepada Allah Swt. yang telah melimpahkan banyak nikmat kepada hamba-Nya yang beriman. Salah satu nikmat itu adalah kemampuan untuk menunaikan ibadah sepanjang Ramadhan dengan lancar dan baik. Semuanya dapat tertunaikan lantaran nikmat dari Allah Swt. berupa hidayah atau bimbingan Allah Swt. kepada para hamba-Nya yang beriman.

Bulan Ramadhan yang penuh barakah menjadi penyemangat bagi seorang muslim untuk meraih ampunan dan ketakwaan yang dijanjikan Allah Swt. secara maksimal. Namun, kita sangat menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang dapat meraihnya, melainkan atas pertolongan Allah Swt. Ketika hati seorang mukmin lapang menerima kewajiban berpuasa, fisiknya sehat dan kuat dalam melaksanakannya, serta mendapat kemudahan untuk beramal salih, sungguh itulah hidayah Allah Swt.

Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah.
Dalam surat Al Baqarah ayat 185, di antara salah satu ayat yang menerangkan puasa dan hukum-hukumnya, Allah Swt. menutup firman-Nya dengan redaksional sebagai berikut.

ูˆูŽู„ูุชููƒูŽุจูู‘ุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฏูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ

โ€œDan wajib kalian untuk mengagungkan Allah atas hidayah โ€“yang Allah anugrahkan kepada kalianโ€”agar kalian dapat mensyukuri nikmat hidayah tersebut.โ€ (Q.s. Albaqarah: 185).

Ayat tersebut menjelaskan nikmat Allah Swt. berupa hidayah-Nya. Yakni, bimbingan dan petunjuk-Nya kepada para hamba-Nya yang salih. Sungguh, kebutuhan kita terhadap hidayah Allah Swt. lebih besar daripada kebutuhan kita terhadap makanan dan minuman.

Imam Ibnu Taimiyah, ketika menerangkan ayat ke-6 surah Al-Fatihah, yakni โ€œTunjukkan kepada kami di atas jalan yang lurus,โ€ beliau berkata, โ€œSeorang hamba sangat membutuhkan hidayah (bimbingan atau petunjuk) pada jalan yang lurus. Inilah yang dimaksudkan oleh doโ€™a tersebut. Tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari adzab Allah dan mendapatkan kebahagiaan, melainkan dengan hidayah-Nya. Sedangkan seseorang yang tidak mendapatkan hidayah-Nya, bisa saja menjadi orang yang dimurkai atau orang sesat jalan. Dan, hidayah itu hanya dari Allah semata.โ€

Ibnu Katsir pernah ditanya tentang ayat tersebut dengan pertanyaan: Mengapa seorang mukmin selalu meminta hidayah pada setiap waktu, baik di dalam shalat maupun di luar shalat? Padahal dia telah mendapatkan hidayah, bukankah ini termasuk meminta sesuatu yang telah ada pada dirinya (tahshilul hashil)? Atau tidak demikian? Ibnu Katsir menjawab, โ€œTentu tidak demikian. Sekiranya bukan karena begitu sangat butuhnya seorang mukmin terhadap hidayahnya Allah Swt.

siang dan malam, tentu Allah tidak akan memberikan arahan agar seorang mukmin meminta hidayah dari-Nya; seorang mukmin sangat membutuhkan hidayah Allah setiap saat, agar hidayah yang telah ada, tetap ada dan kokoh di dalam hatinya. Menancap kuat serta terus bertambah dan bertambah.โ€

Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah.
Ibnu Katsir melanjutkan penjelasannya, โ€œSeorang mukmin tidak dapat menjaga hidayahnya sendiri, kecuali apa yang telah dikehendaki oleh Allah Swt. Oleh karena itu, Allah pun memberikan bimbingan kepada seorang mukmin sehingga ia senantiasa memohon hidayah dari Allah agar hidayah tersebut tetap ada, kokoh, dan mewujud terus-menerus dalam dirinya. Maka berbahagialah seseorang yang telah diberi taufik oleh Allah Swt. untuk terus memohon hidayah dari-Nya.โ€

Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah.
Betapa penting dan butuhnya seorang mukmin terhadap hidayah Allah Swt. Karena itu, bersyukurlah seorang mukmin atas hidayah Allah selama bulan Ramadhan dengan senantiasa mengagungkan Allah Swt., memuliakan, dan selalu menyebut asma-Nya yang agung dan indah.

Hidayah adalah rahmat. Hidayah adalah nikmat. Hidayah adalah anugerah. Hidayah adalah wajud kasih sayang Allah Swt. kepada hamba-Nya. Hamba yang telah dipilih dan dikehendaki-Nya. Sekali lagi, bersyukurlah karena hidayah itu, dengan mengagungkan-Nya dan tetap sujud dan rukuโ€™ hanya kepada-Nya. Semoga amal-amal kebaikan selama Ramadhan, Allah terima di sisi-Nya. Amin.

Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah.
Para ulama menerangkan, di antaranya Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitab Badaโ€™iul Fawaโ€™id, bahwa terdapat empat (4) kualifikasi hidayah.

Pertama, hidayah kepada semua makhluk. Maksudnya, bimbingan Allah Swt. yang dikaruniakan kepada semua makhluk-Nya, baik yang berakal maupun yang tidak berakal. Hal ini seperti disebutkan di dalam firman-Nya.

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฃูŽุนู’ุทูŽู‰ ูƒูู„ู‘ูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ุฎูŽู„ู’ู‚ูŽู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ู‡ูŽุฏูŽู‰

Musa berkata, โ€œRabb kami (Allah Taโ€™ala) ialah (Rabb) yang telah memberikan kepada setiap makhluk bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.
(Q.s. Thaha: 50).

Duhai, Maha Indah-Nya Allah Swt. Dia yang menciptakan semua makhluk yang beraneka ragam, baik yang berakal maupun yang tidak berakal, semua mendapatkan petunjuk dari Allah Swt. sesuai dengan kebutuhan, bentuk, jenis, karakter, dan sifatnya. Sebagai contoh, Allah Swt. berikan petunjuk kepada burung Hud-Hud, saat melihat Ratu Balqis menyembah selain Allah Swt. Ia kabarkan peristiwa itu kepada Nabi Sulaiman a.s. Itu petunjuk Allah yang diberikan kepada Hud-Hud. Contoh lain, petunjuk Allah Swt. kepada janin yang baru dilahirkan. Ia mencari dan memperoleh ASI ibunya, serta menangis saat lapar dan juga saat haus. Demikian pula dengan kebanyakan hewan yang memiliki kepekaan rasa terhadap hal-hal yang membahayakan atau yang mendatangkan manfaat terhadap dirinya.

Kedua, hidayatul irsyad. Hidayah irsyad berupa penjelasan tentang kebaikan. Hidayah ini diberikan mencakup orang-orang muslim dan kafir. Maksudnya, Allah Swt. telah menjelaskan kebenaran terhadap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Manakala hidayah berupa keterangan dan penjelasan kebenaran telah sampai kepada manusia, maka ada pilihan: menerima atau menolak. Seperti firman Allah Swt.,

ูˆูŽู‡ูŽุฏูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุฌู’ุฏูŽูŠู’ู†ู

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan). (Q.s. Al-Balad: 10).

Ayat ini menjelaskan bahwa jalan kebenaran sudah jelas dan jalan keburukan pun sudah jelas. Hal ini seperti juga telah difirmankan Allah Swt. dalam Alquran.

ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุซูŽู…ููˆุฏู ููŽู‡ูŽุฏูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽุงุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ููˆุง ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‡ูุฏู‰

Dan adapun kaum Samud, mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu. (Q.s. Fushshilat: 17).

Allah Swt. telah memberikan petunjuk kepada kaum Tsamud, tetapi mereka enggan mengikutinya.

Hidayah ini diberikan Allah Swt. secara langsung kepada para hamba atau dapat pula disampaikan oleh sesama manusia. Inilah yang dilakukan para nabi dan rasul, ulama dan para da’i yang menjelaskan jalan-jalan kebenaran kepada manusia. Dalam masalah hidayatul irsyad, Nabi Saw. adalah orang yang paling sempurna, paling cerdas, dan paling fasih dalam menyampaikan hidayah kepada umatnya. Karena beliau Saw. paling sayang kepada umatnya, sebagaimana para nabi yang lain.

Hanya saja, terkait menerima atau menolak, itu tergantung Allah Swt. di dalam memilih di antara para hamba-Nya. Sebab, hidayah agar umatnya bisa menerima kebenaran tersebut, hanyalah milik Allah semata. Nabi Saw. tidak memiliki kekuatan dalam hidayah tersebut. Seperti kisah paman beliau, Abu Thalib, ketika hendak meninggal dunia. Beliau Saw. hanya mampu memberikan petunjuk atau hidayah irsyad kepadanya. Akan tetapi, paman beliau ternyata tidak mendapatkan hidayah taufik dari Allah Swt.

Ketiga, hidayah taufik dan ilham. Allah Swt. berfirman di dalam Alquran sebagai berikut.

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุคู’ู…ูู†ู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽู‡ู’ุฏู ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ู

Dan, barangsiapa yang beriman kepada Allah, maka Allah akan membimbing hatinya. (Q.s. At Taghabun : 11).

Inilah hidayah taufik. Allah Swt. yang menganugerahkan pentunjuk ke dalam hati manusia untuk mengikuti jalan yang benar. Allah pulalah yang melapangkan dada manusia untuk menerima dan memilih kebenaran. Termasuk dalam hidayah taufik adalah kesanggupan seorang muslim untuk beribadah sepanjang Ramadhan. Dengan hidayah taufik ini, mereka yang beriman mengimani kewajiban puasa di bulan Ramadhan sehingga mereka berpuasa dan menjalankan ibadah-ibadah di dalamnya. Contoh lain dari hidayah taufik adalah ketika di dalam hati seseorang terdapat penolakan terhadap keburukan dan keberterimaan hati dengan tulus terhadap kebaikan. Misalnya, keberterimaan seseorang terhadap ajaran Alquran dan sunnah Nabi Saw.

Keempat, hidayah menuju surga atau neraka. Setelah semua manusia berkumpul di Mahsyar, ditimbang, dan dihisab amalnya masing-masing maka Allah Swt. berfirman,

ุงุญู’ุดูุฑููˆุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ , ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุงู‡ู’ุฏููˆู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุตูุฑูŽุงุทู ุงู„ู’ุฌูŽุญููŠู…ู

(Kepada malaikat diperintahkan), โ€œKumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. (Q.s. As-Saffat: 22-23).

Adapun perkataan penghuni surga dijelaskan Alquran sebagai berikut.

ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ู„ูู‡ูŽูฐุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูู†ูŽู‡ู’ุชูŽุฏููŠูŽ ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.
(Q.s. Al Aโ€™raf: 43).

Berkaitan dengan ayat tersebut, Imam Ath-Thabari berkata, โ€œSegala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan taufik kepada kami untuk beramal, dan apa yang kami dapatkan ini โ€“nikmat di dalam surgaโ€“ sungguh kemuliaan dan anugerah dari Allah Swt.โ€
Kemudian beliau juga berkata, โ€œAtas nikmat surga itulah kalian wajib bersyukur.โ€

Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah.
Imam Ibnu Rajab Al-Hambali membagi hidayah menjadi dua, yaitu (1) Hidayah yang bersifat mujmal (global), yaitu hidayah Islam dan iman, yang ini dianugerahkan Allah Swt. kepada setiap muslim saja. (2) Hidayah yang bersifat rinci dan detail, yaitu hidayah untuk mengetahui perincian cabang-cabang iman dan islam, serta pertolongan-Nya untuk mengamalkan semua itu. Hidayah ini sangat dibutuhkan oleh setiap mukmin di siang dan malam.

Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah.
Demikianlah di antara bentuk dan jenis hidayah Allah Swt. kepada makhluk-Nya. Sekali lagi, setiap saat kita sangat membutuhkan hidayah Allah Swt. Oleh karena itu, seseorang yang mendapatkan hidayah dari Allah, biasanya ditandai dengan kemudahan untuk mempelajari serta mengamalkan agama. Bersyukurlah kepada Allah dengan senantiasa mengagungkan dan memuliakan asma-Nya dengan hati yang tulus.

Rukuโ€™ dan sujud hanya kepada-Nya semata, serta menjaga ketaatan dan ketakwaan hingga tutup usia. Semoga Allah senantiasa membimbing kita menuju jalan-Nya yang lurus. Amin.

ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ููู‰ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุงูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุฉู ูˆูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ู ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุชูู„ุงูŽูˆูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽุฃุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุบูŽูููˆู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…

Khutbah Kedua

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุชูŽู…ู‘ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุดูŽู‡ู’ุฑูŽ ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุนูŽุงู†ูŽู†ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุฎูŽุชูŽู…ูŽู‡ู ู„ูŽู†ูŽุง ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌูŽู„ูู‘ ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ุงู„ูˆุงุญูุฏู ุงู„ุฃูŽุญูŽุฏูุŒ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู†ู’ุนูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุจููŠู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุฅู„ูŽู‰ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽู†ูŽุงู…ูุŒ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ู‚ููŠู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุงูุญู’ุชูุฑูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู
ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุŒ ููŽูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู†ูŽูู’ุณููŠู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠูู‘ุŒ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุงุŒ ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ูููŠู’ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ.
ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชูุŒ ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽู„ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุบู’ูŠูŽ ูˆูŽุงู„ุณู‘ููŠููˆู’ููŽ ุงู„ู’ู…ูุฎู’ุชูŽู„ูููŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุฏูŽุงุฆูุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญูŽู†ูŽุŒ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ู…ูู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽุงุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู‹ุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑูŒ
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ุŒ ูˆุงู„ุชู‘ูู‚ูŽู‰ุŒ ูˆุงู„ุนูŽููŽุงููŽุŒ ูˆุงู„ุบูู†ูŽู‰ ุŒ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ุงู‘ูŽ ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ู†ุงูŽููุนู‹ุง ูˆูŽุฑูุฒู’ู‚ุงู‹ ุทูŽูŠูู‘ุจุงู‹ ูˆูŽุนูŽู…ูŽู„ุงู‹ ู…ูุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ุงู‹ ุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆุงู„ุณู‘ูŽุฏูŽุงุฏูŽ
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุนูŽุฌู’ุฒู ูˆูŽุงู„ูƒูŽุณูŽู„ูุŒ ูˆุงู„ุจูุฎู’ู„ู ูˆุงู„ู‡ูŽุฑูŽู…ูุŒ ูˆูŽุนูŽุฐุงุจู ุงู„ู‚ูŽุจู’ุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุขุชู ู†ููููˆู’ุณูŽู†ุงูŽ ุชูŽู‚ู’ูˆูŽุงู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฒูŽูƒูู‘ู‡ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุฒูŽูƒู‘ูŽุงู‡ูŽุงุŒ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูˆูŽู„ููŠู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽูˆู’ู„ุงูŽู‡ูŽุง ุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู„ู’ู…ู ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ููŽุนูุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจู ู„ุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽุนูุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ู„ุงูŽ ุชูŽุดู’ุจูŽุนูุ› ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ู„ูŽุง ูŠูุณู’ุชูŽุฌุงุจู ู„ูŽู‡ูŽุง ุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ุจูŽู„ุงูŽุกูุŒ ูˆูŽุฏูŽุฑูŽูƒู ุงู„ุดู‘ูŽู‚ูŽุงุกูุŒ ูˆูŽุณููˆุกู ุงู„ู‚ูŽุถูŽุงุกูุŒ ูˆูŽุดูŽู…ูŽุงุชูŽุฉู ุงู„ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุกู
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ุงูŽ ุฏููŠู’ู†ูŽู†ุงูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‡ููˆูŽ ุนูุตู’ู…ูŽุฉู ุฃู…ู’ุฑูู†ุงูŽุŒ ูˆุฃุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ุงูŽ ุฏูู†ู’ูŠูŽุงู†ุงูŽ ุงู„ู‘ูŽุชูŠ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุดูู†ุงูŽุŒ ูˆุฃุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ุงูŽ ุขุฎูุฑูŽุชูู†ุงูŽ ุงู„ู‘ูŽุชูŠ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุฏูู†ุงูŽุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู‹ ู„ูŽู†ุงูŽ ููŠ ูƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑูุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆุชูŽ ุฑูŽุงุญูŽุฉู‹ ู„ูŽู†ุงูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽุฑูู‘ ุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุขุชูู†ูŽุง ููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽูููŠ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุŒ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูุฒู‘ูŽุฉู ุนูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุตููููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุณูŽู„ุงูŽู…ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู† ุŒ ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู† ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ู’.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here