๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐
๐Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan
Ada beberapa versi:
1โฃVersi 1:
ุนููู ู
ูุนูุงุฐู ุจููู ุฒูููุฑูุฉู ุฃูููููู ุจูููุบููู
ุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุฅูุฐูุง ุฃูููุทูุฑู ููุงูู ุงููููููู
ูู ูููู ุตูู
ูุชู ููุนูููู ุฑูุฒููููู ุฃูููุทูุฑูุชู
โDari Muโadz bin Zuhrah, bahwa dia menyampaikan, bahwa Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam; jika berbuka puasa dia membaca Allahumma laka shumtu, wa ala rizqika afthartu.
Hadits di atas diriwayatkan oleh:
๐Imam Abu Daud, No. 2011, dari Muadz bin Zuhrah.
๐Imam al Baihaqi, dalam kitab As Sunan Al Kubra, Juz. 4/ 239, dari Muadz bin Zuhrah
๐Imam ath Thabarani, dalam kitab Al Mujam al Awsath, No. 7762, dari Anas bin Malik. Lihat juga kitabnya yang lain Al Mujam Ash Shaghir, No. 912, dari Anas bin Malik.
๐Imam al Baihaqi, dalam kitab Syu’abul Iman, No. 3747, dari Muadz bin Zuhrah
Jadi, hadits di atas diriwayatkan oleh dua jalur; yakni Anas bin Malik dan Muadz bin Zuhrah.
โ Penilaian:
Dalam Jalur Anas bin malik, terdapat perawi bernama Ismail bin Amru al Bajali dan Daud bin Az Zibiriqan. Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albany Rahimahullah:
ููุช : ููู ุถุนูู ูุงู ุงูุฐูุจู ูู ( ุงูุถุนูุงุก ) : ( ุถุนูู ุบูุฑ ูุงุญุฏ ) . ููุช : ูุดูุฎู ุฏุงูุฏ ุจู ุงูุฒุจุฑูุงู ุดุฑู ูู ูุงู ุงูุฐูุจู : ( ูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ : ู ุชุฑูู ููุงู ุงูุจุฎุงุฑู : ู ูุงุฑุจ ุงูุญุฏูุซ ) ููุงู ุงูุญุงูุธ ูู ( ุงูุชูุฑูุจ ) : ( ู ุชุฑูู ูุฐุจู ุงูุงุฒุฏู ) . ูุงูุญุฏูุซ ูุงู ุงูููุซู ู ูู ( ุงูู ุฌู ุน ) : ( ุฑูุงู ุงูุทุจุฑุงูู ูู ( ุงูุงูุณุท ) ูููู ุฏุงูุฏ ุจู ุงูุฒุจุฑูุงู ููู ุถุนูู )
โAku (Syaikh al Albany) berkata: Dia (Ismaโil bin Amru al Bajali) adalah dhaโif (lemah). Berkata Imam Adz Dzahabi dalam kitab Adh Dhuโafa: โYang mendhaโifkan lebih dari satu orang.โ Aku (Syaikh al Albany) berkata: Gurunya, yaitu Daud bin Az Zibriqan lebih buruk darinya. Berkata Imam Adz Dzahabi: Berkata Abu Daud: Dia (Daud bin Az Zibriqan) adalah matruk (haditsnya ditinggalkan). Imam Bukhari berkata: Haditsnya pertengahan/sedang-sedang saja. Imam Al hafizh Ibnu Hajar dalam kitab At Taqrib berkata: Haditsnya ditinggalkan, dan Al ‘Azdi menganggapnya sebagai pendusta. Menurut Imam al Haitsami dalam Al Majma’: Diriwayatkan Ath Thabarani dalam Al Ausath, dalam sanadnya terdapat Daud bin Az Zibriqan, dia adalah dhaif. (Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albany, Irwa al Ghalil fii Takhriji Ahadits Manaris Sabil, Juz. 4, Hal. 37-38. Cet. 2, 1985M-1405H. Maktab Islami, Beirut-Libanon)
Jalur Muadz bin Zuhrah, juga dhaif. Hadits ini mursal (riwayatnya tanpa melalui sahabat Nabi). Berkata Syaikh al Albany:
ููุช : ููุฐุง ุณูุฏ ุถุนูู ูุงูู ู ุน ุฅุฑุณุงูู ููู ุฌูุงูุฉ ู ุนุงุฐ ูุฐุง
โAku (Syaikh al Albany) berkata: โSanad hadits ini dhaโif, karena mursal, dan Muโadz ini adalah tidak dikenal biografinya.โ (Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albany, Irwaโ al Ghalil fii Takhriji Ahadits Manaris Sabil, Juz. 4, Hal. 38. Cet. 2, 1985M-1405H. Maktab Islami, Beirut-Libanon. Lihat juga dalam kitab Shahih wa Dhaif Al Jami’ Ash Shaghir, No. 9830)
Hadits mursal adalah hadits yang terputus sanad (periwayatannya) setelah generasi tabiin. Muadz bin Zuhrah ini seorang tabiin, yang tidak langsung mendengar hadits ini dari sahabat nabi.
Imam Ibnul Qayyim mendhaifkannya. (Zaadul Maโad, 2/51)
Tetapi Imam Ibnu Mulaqin mengatakan: โIsnad hadits ini HASAN, tetapi mursal, sebab Muadz bin Zuhrah belum pernah berjumpa dengan Nabi ๏ทบ.โ (Badrul Munir, 5/710)
Syaikh Abdul Qadir Al Arnauth juga menyatakan hadits ini memiliki syahid (penguat), berikut keterangan dari Syaikh Dr. Abdullah Al Faqih:
ููุงู ุนูู ุนุจุฏ ุงููุงุฏุฑ ุงูุฃุฑูุงุคูุท ูู ุชุญูููู ููุฃุฐูุงุฑ ูููููู: ููููู ูู ุดูุงูุฏ ูููู ุจูุง
Abdul Qadir Al Arnauth berkata tentangnya, dalam penelitiannya terhadap Al Adzkar-nya Imam An Nawawi: โHadits ini memiliki beberapa syawahid (saksi yang menguatkan) yang dengannya membuatnya menjadi kuat kedudukannya.โ (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, 10/1181)
2โฃDoa berbuka puasa Versi 2:
ุจุณู ุงููู ู ุงูุญู ุฏ ููู ุงูููู ูู ุตู ุช ู ุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช ู ุนููู ุชูููุช ุณุจุญุงูู ู ุจุญู ุฏู ุชูุจู ู ูู ุฅูู ุฃูุช ุงูุณู ูุน ุงูุนููู
โBismillah wal hamdulillah, Allahumma laka shumtu wa โala rizqika afthartu, wa โalaika tawakkaltu, subhanaka wa bihamdika taqabbal minni innaka antas samiiโul โaliim.โ
Hadits ini juga dhaโif, dari Anas bin Malik. (Lihat Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albany, Shahih wa Dhaโif al Jamiโ Ash Shaghir, No. 1644)
3โฃDoa berbuka puasa Versi 3:
Dari Ibnu โAbbas:
ูุงู ุฅุฐุง ุฃูุทุฑ ูุงู : ุงูููู ูู ุตู ุช ู ุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช ูุชูุจู ู ูู ุฅูู ุฃูุช ุงูุณู ูุน ุงูุนููู
โAdalah Rasululah jika berbuka, dia mengucapkan: โAllahumma laka shumtu wa โala rizqika afthartu, fataqabbal minni innaka antas samiiโul โAliim.โ
Imam Al Munawi mengatakan: waahin jiddan (sangat lemah). (At Taysir, 2/470)
Hadits ini juga dhaโif. (Syaikh al Albany, Shahih wa Dhaโif Al jamiโ Ash Shaghir, No. 9831)
๐ Lalu, Bolehkah Mengamalkan hadits ini?
Doa dalam hadits ini boleh dipakai selama tidak meyakini dan memastikan dari Rasulullah ๏ทบ, sebab pada prinsipnya berdoa pada pada saat menjelang berbuka memang dianjurkan dengan doa apa pun, bahkan dengan doa susunan sendiri sesuai hajat kita. Begitulah keterangan para ulama.
Para ulama mengatakan:
ุฐูููุจู ุฌูู ููููุฑู ุงููููููููุงุกู ุฅูููู ุฌูููุงุฒู ููู ุฏูุนูุงุกู ุฏูููููููููู ููุฃูุฎูุฑูููููู ุ ููููููููู ุงูุฏููุนูุงุกู ุจูุงููู ูุฃูุซููุฑู ุฃูููุถูู ู ููู ุบูููุฑููู
Mayoritas fuqaha berpendapat bolehnya setiap doa duniawi dan ukhrawi, tetapi doa yang maโtsur lebih utama daripada selainnya. (Raudhatuth Thalibin, 1/265, Asnal Mathalib, 1/16)
Para ulama kontemporer seperti Syaikh Utsaimin, Syaikh Abdul Muhsin Al โAbbad, Syaikh Abdurrahman Al Jazayri, dan lainnya juga membolehkan doa Allahumma Laka Shumtu ini.
1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al โUtsaimin Rahimahullah
Kami akan kutipkan tiga fatwa Beliau dalam kitab yang berbeda. Berikut ini keterangan dari Syaikh Utsaimin:
ุงูุณุคุงู
ู
ุง ูู ุงูุฏุนุงุก ุงูู
ุฃุซูุฑ ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุนูุฏ ุงูุฅูุทุงุฑุ
ุงูุฌูุงุจ
ุงูุฃุฏุนูุฉ ุงููุงุฑุฏุฉ ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูู ุงูุฅูุทุงุฑ ูู
ุชูู ูู ุงูุตุญูุญูู ููุง ูู ุฃุญุฏูู
ุงุ ููููุง ูู ุงูุณููุ ูู
ููุง: ( ุงูููู
ูู ุตู
ุช ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช ) ุงูููู
ูู ุตู
ุช: ููุฐุง ุฅุฎูุงุตุ ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช: ููุฐุง ุดูุฑ ููู ุนุฒ ูุฌู
Pertanyaan: โApakah doa yang berasal dari Nabi ๏ทบ saat berbuka puasa?
Jawaban: โDoa-doa yang berasal dari Nabi ๏ทบ saat berbuka, tidak dalam Shahihain (Bukhari dan Muslim), tidak pula pada salah satunya, tetapi ada dalam kitab-kitab As Sunan, di antaranya: โALLAHUMMA LAKA SHUMTU WA โALA RIZQIKA AFTHARTUโ. Maksud dari Allahumma Laka Shumtu (Ya Allah untukMu aku berpuasa): ini menunjukkan keikhlasan. Wa โAla Rizqika Afthartu: ini menunjukkanrasa syukur. (Jalsaat Ramadhaniyah Lil โUtsaimin, 2/14)
Syaikh Utsaimin juga berkata dalam fatwanya yang lain:
ููู ูุฑุฏ ุฐูุฑ ุฅู ุตุญ ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู ูุฅูู ูููู ุจุนุฏ ุงูุฅูุทุงุฑ: (ุฐูุจ ุงูุธู ุฃุ ูุงุจุชูุช ุงูุนุฑููุ ูุซุจุช ุงูุฃุฌุฑ ุฅู ุดุงุก ุงููู) ูุฐุง ูุง ูููู ุฅูุง ุจุนุฏ ุงููุทุฑุ ููุฐูู ูุฑุฏ ุนู ุจุนุถ ุงูุตุญุงุจุฉ ุฃูู ูุงู ูููู: (ุงูููู ูู ุตู ุชุ ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช) ูุฃูุช ุงุฏุน ุงููู ุจุงูุฏุนุงุก ุงูู ูุงุณุจ ุงูุฐู ุชุฑู ุฃูู ู ุญุชุงุฌ ุฅููู
Tetapi telah sampai dzikir yang jika shahih dari Nabi ๏ทบ dibacanya setelah berbuka: Dzahabazh zhamaโu wabtalatil โuruqu wa tsabatal ajru Insya Allah. Doa ini hanya saat setelah berbuka. Demikian juga telah sampai dari sebagaian sahabat Nabi bahwa Beliau membaca: ALLAHUMMA LAKA SHUMTU WA โALA RIZQIKA AFTHARTU, maka anda bisa berdoa kepada Allah dengan doa-doa yang pas, yang anda anggap sesuai kebutuhan anda. (Al Liqa Asy Syahri, 8/18)
Dalam Fatawa-nya Beliau berkata:
ูุงูุฏุนุงุก ุงูู ุฃุซูุฑ: ยซุงูููู ูู ุตู ุชุ ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุชยป ูู ูู ุฃูุถุงู ููู ุงููุจู ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู : ยซุฐูุจ ุงูุธู ุฃ ูุงุจุชูุช ุงูุนุฑูู ูุซุจุช ุงูุฃุฌุฑ ุฅู ุดุงุกุงูููยป. ููุฐุงู ุงูุญุฏูุซุงู ูุฅู ูุงู ูููู ุง ุถุนู ููู ุจุนุถ ุฃูู ุงูุนูู ุญุณููู ุงุ ูุนูู ูู ุญุงู ูุฅุฐุง ุฏุนูุช ุจุฐูู ุฃู ุจุบูุฑู ุนูุฏ ุงูุฅูุทุงุฑ ูุฅูู ู ูุทู ุฅุฌุงุจุฉ
Doa yang maโtsur: (Allahumma Laka Shumtu wa โAla Rizqika Afthartu), di antaranya juga ucapan Nabi ๏ทบ: Dzahabazh zhamaโu wabtalatil โuruqu wa tsabatal ajru Insya Allah. Dua hadits ini, jika di dalamnya ada kelemahan, tetapi sebagian ulama telah menghasankan keduanya. Bagaimana pun juga, jika And aberdoa dnegan doa ini atau selainnya saat menjelang berbuka, maka itu adalah momen dikabulkannya doa. (Majmuโ Fatawa wa Rasail, 19/363)
2. Penjelasan lain dari Syaikh Abdul Muhsin Al โAbbad Al Badr Hafizhahullah:
ููุฐุง ุงูุญุฏูุซ ู ุฑุณูุ ูุฃูู ูุงู: ุจูุบู ุฃู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุฐุงุ ููู ูุฐูุฑ ุงููุงุณุทุฉุ ูุนูู ูุฐุง ููู ุบูุฑ ุตุญูุญุ ูููู ุงูุฅูุณุงู ุฅุฐุง ุฏุนุง ุจูุฐุง ุงูุฏุนุงุก ุฃู ุจุบูุฑู ู ู ุงูุฃุฏุนูุฉ ุงูุชู ูุง ูุนุชูุฏ ุฃููุง ุณูุฉ ููุง ูุนุชุจุฑ ุฃููุง ุซุงุจุชุฉ ููุง ูุนุชูุฏ ุฃูู ุญูู ูููููุง ูุฃุชู ุจุณูุฉ ุนู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุฅูู ุง ูุนุชูุฏ ุฃูู ูุฏุนู ุจุฏุนุงุก ูุฑุฌู ู ู ุงููู ุชุนุงูู ูุจููู ุนูุฏ ุฃุฏุงุก ูุฐู ุงูุนุจุงุฏุฉุ ููุณุฃู ุงููู ุชุนุงูู ูู ุงูู ุบูุฑุฉ ููุง ุจุฃุณ ุจุฐููุ ูููู ูููู ูููู: ูุฐู ุณูุฉ ุซุงุจุชุฉ ุนู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุง ูุฌูุฒ ุฐูู ุฅูุง ุจุนุฏ ุซุจูุชูุง ุนู ุงููุจู ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุ ููุฐุง ูู ูุซุจุชุ ูุฃูู ุฌุงุก ู ู ุทุฑูู ู ุฑุณูุฉ ุบูุฑ ุซุงุจุชุฉ ุนู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
Hadits ini mursal, karena dia (Muadz bin Zuhrah) mengatakan bahwa telah sampai kepadanya bahwa Nabi ๏ทบ membaca seperti itu, Beliau tidak sebutkan siapa perantara yang membawa hadits ini, oleh karena itu hadits ini tidak shahih. Tetapi, jika manusia berdoa dengan doa ini, atau doa-doa selainnya, yang tidak diyakini bahwa itu dari sunah, tidak memastikan dari nabi, dan tidak meyakini ketika membacanya sebagai sunah yang datang dari Rasulullah ๏ทบ , dia hanya meyakini dengan doa ini harapan kepada Allah untuk mengabulkannya saat menunaikan ibadah ini, dan dia meminta kepada Allah ampunan, maka hal ini TIDAK APA-APA.
Namun, jika dia mengatakan bahwa ini adalah sunah yang pasti dari Rasulullah ๏ทบ MAKA ITU TIDAK BOLEH, kecuali setelah hadits ini shahih dari Nabi ๏ทบ , tapi hadits ini tidak shahih, sebab hadits ini datang secara mursal dari Nabi ๏ทบ. (Syaikh Abdul Muhsin Al โAbbad Al Badr, Syarh Sunan Abi Daud, 13/91)
3. Syaikh Abdurrahman Al Jazayri
Beliau mengkategorikan membaca doa tersebut sebagai perbuatan yang disukai (mustahab):
ูุณุชุญุจ ููุตุงุฆู ุฃู ูุฑ : ู ููุง ุชุนุฌูู ุงููุทุฑ ุจุนุฏ ุชุญูู ุงูุบุฑูุจ ููุจู ุงูุตูุงุฉ ูููุฏุจ ุฃู ูููู ุนูู ุฑุทุจ ูุชู ุฑ ูุญูู ูู ุงุก ูุฃู ูููู ู ุง ููุทุฑ ุนููู ู ู ุฐูู ูุชุฑุง ุซูุงุซุฉ ูุฃูุซุฑ ูู ููุง ุงูุฏุนุงุก ุนูุจ ูุทุฑู ุจุงูู ุฃุซูุฑ ูุฃู ูููู : ุงูููู ูู ุตู ุช ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช ูุนููู ุชูููุช ูุจู ุขู ูุช ุฐูุจ ุงูุธู ุฃ ูุงุจุชูุช ุงูุนุฑูู ูุซุจุช ุงูุฃุฌุฑ ูุง ูุงุณุน ุงููุถู ุงุบูุฑ ูู ุงูุญู ุฏ ููู ุงูุฐู ุฃุนุงููู ูุตู ุช ูุฑุฒููู ูุฃูุทุฑุช ูู ููุง ุงูุณุญูุฑ ุนูู ุดูุก ูุฅู ูู ููู ุฌุฑุนุฉ ู ุงุก ููููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู : ” ุชุณุญุฑูุง ูุฅู ูู ุงูุณุญูุฑ ุจุฑูุฉ “
Disukai bagi orang yang berpuasa beberapa perkara:
– Menyegerakan berbuka puasa setelah masuknya waktu maghrib dan sebelum shalat
– Dianjurkan mulai dengan kurma basah, kurma kering, lalu manisan, lalu air. Dan melakukannya secara ganji, tiga kali atau lebih.
– Juga diantaranya berdoa setelah berbuka dengan yang maโtsur: Allahumma Laka Shumtu wa โAla Rizkika afthartu wa โAlaika tawakkaltu wa bika aamantu dzahaba zhamaโu wabtalatil โuruqu wa tsabatal ajru … dst
– Juga dianjurkan berahur, minimal seteguk air, karena Nabi ๏ทบ bersabda: โBersahurlah karena pada sahur ada keberkahan.โ (Al Fiqhu โAlal Madzaahib Al Arbaโah, 1/926)
4. Syaikh Dr Abdullah Al Faqih, mufti Asy Syabakah Al Islamiyah berkata:
ูุจุงููุณุจุฉ ููุฃุฏุนูุฉ ุงูุชู ูุงู ูุฏุนู ุจูุง ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูู ุฑู
ุถุงูุ ููุฏ ุซุจุช ุฃูู ูุงู ูุฏุนู ุนูุฏ ุงูุฅูุทุงุฑ ุจู
ุง ููู:
– ุฐูุจ ุงูุธู
ุฃ ูุงุจุชูุช ุงูุนุฑูู ูุซุจุช ุงูุฃุฌุฑ ุฅู ุดุงุก ุงููู . ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ ูุบูุฑูุ ูุตุญุญู ุงูุฃูุจุงูู
– ุงูููู
ูู ุตู
ุช ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช . ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ . ………
Dan yang terkait doa-doa yang dipakai oleh Nabi ๏ทบ saat Ramadhan, telah shahih bahwa Beliau berdoa saat berbuka dengan doa berikut:
– dzahaba zhamaโu wabtalatil โuruqu wa tsabatal ajru Insya Allah
– Allahumma Laka Shumtu wa โAla Rizkika afthartu
– …… (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah , 13/16174)
Sementara Imam Al Munawi Rahimahullah berkata:
( ูุงู ุฅุฐุง ุฃูุทุฑ ูุงู ุงูุญู ุฏ ููู ุงูุฐู ุฃุนุงููู ูุตู ุช ูุฑุฒููู ูุฃูุทุฑุช ) ูููุฏุจ ููู ุฐูู ุนูุฏ ุงููุทุฑ ู ู ุงูุตูู ูุฑุถุง ุฃู ูููุง
(Dahulu saat berbuka Beliau membaca ALHAMDULILLAH A’ANANIY FASHUMTU WA RAZAQANIY FA AFTHARTU) Dianjurkan membaca doa ini saat berbuka baik puasa wajib dan sunnah. (At Taisir, 2/470)
Dan, masih banyak lagi ulama lainnya yang tidak mempermasalahkan menggunakan doa tersebut.
๐Jalan Tengah
Inilah jalan tengah yang tidak kontroversi karena disepakati validitasnya, yaitu ada tiga doa khusus dari Nabi ๏ทบ menjelang makan, dan ini dibaca saat makan kapan pun, termasuk makan ifthar.
1โฃ Membaca Bismillah
Diriwayatkan dari Umar bin Abi Salamah Radhiallahu โAnhu:
ููููุงูู ููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุง ุบูููุงู ู ุณูู ูู ุงูููููู ูููููู ุจูููู ูููููู ูููููู ู ูู ููุง ููููููู
โRasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam berkata kepadaku, โWahai anak! sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang terdekat denganmu.โ (HR. Bukhari, No. 5062, 5063. Muslim, No. 2022. Ibnu Majah, No. 3267. Ahmad, No. 15740)
Dari โAisyah Radhiallahu โAnha:
ููุงูู ุฅูุฐูุง ุฃููููู ุฃูุญูุฏูููู ู ููููููุฐูููุฑู ุงุณูู ู ุงูููููู ุชูุนูุงููู ููุฅููู ููุณููู ุฃููู ููุฐูููุฑู ุงุณูู ู ุงูููููู ุชูุนูุงููู ููู ุฃูููููููู ูููููููููู ุจูุณูู ู ุงูููููู ุฃูููููููู ููุขุฎูุฑููู
โBeliau bersabda: โJika salah seorang kalian hendak makan, maka sebutlah nama Allah Taโala, jika lupa menyebut nama Allah di awalnya, maka katakanlah: โBismillahi awwalahu wa akhirahu (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya.โ (HR. Abu Daud, No. 3767. At Timidzi, No. 1858. Dalam teks Imam At Tirmidzi agak berbeda yakni: โJika salah seorang kalian hendak makan, maka katakanlah, โBismillah,โ jika lupa membaca di awalnya, maka bacalah, โBismillahi fi awalihi wa akhirihi.โ Beliau berkata: hadits ini hasan shahih. Dengan teks serupa juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah, No. 3264. Ahmad, No. 23954. Al Hakim dalam Mustadrak โAlas Shahihain, Juz. 16, No. 412, No. 7087, katanya sanad hadits ini shahih, tapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain:
ูุงู ุฅุฐุง ูุฑุจ ุฅููู ุงูุทุนุงู ูููู : ุจุณู ุงููู ุ ูุฅุฐุง ูุฑุบ ูุงู : ุงูููู ุฃุทุนู ุช ู ุฃุณููุช ู ุฃูููุช ู ูุฏูุช ู ุฃุญููุช ุ ูููู ุงูุญู ุฏ ุนูู ู ุง ุฃุนุทูุช
โAdalah Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam, jika disuguhkan kepadanya makanan, dia membaca: โBismillah,โ setelah makan ia membaca,โAllahumma Athโamta, wa asqaita, wa aqnaita, wa hadaita, wa ahyaita, falillahil hamdi โala maa aโthaita.โ (HR. Ahmad, hadits ini shahih, seluruh periwayatnya tsiqah (kredibel) sesuai syarat Imam Muslim, Lihat Silsilah Ash Shahihah, Juz. 1, hal. 70, pembahasan hadits no.71)
2โฃ Membaca:
ALLAHUMMA BARIK LANAA FIIH WA ATH’IMNAA KHAIRAN MINHU ..
Ibnu Abbas Radhiallahu โAnhuma berkata:
ู ู ุฃุทุนู ู ุงููู ุงูุทุนุงู ููููู ุงูููู ุจุงุฑู ููุง ููู ูุฃุทุนู ูุง ุฎูุฑุง ู ูู ูู ู ุณูุงู ุงููู ูุจูุง ููููู ุงูููู ุจุงุฑู ููุง ููู ูุฒุฏูุง ู ูู
Siapa yang diberikan makan oleh Allah dengan sebuah makanan, maka hendaknya membaca: ALLAHUMMA BARIK LANAA FIIH WA ATHโAMANA KHAIRAN MINHU, dan barang siapa yang diberikan oleh Allah susu maka hendaknya membaca: ALLAHUMMA BAARIK LANA FIIH WA ZIDNAA MINHU.
(HR. At Tirmdzi No. 3455, Imam At Tirmidzi berkata: hasan. Abu Daud No. 3732, Ahmad No. 1978, Al Baihaqi dalam Syuโabul Iman No. 5641)
Syaikh Syuโaib Al Arnauth mengatakan: hasan. (Taโliq Musnad Ahmad No. 1978), juga Syaikh Al Albani mengatakan hasan diberbagai kitabnya. (Al Misykah, Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 3732, Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3455, Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3322, Mukhtashar Asy Syamail No. 176)
3โฃ Membaca: Dzahabazh Zhamaโau …dst
Berikut ini keterangannya:
ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฅูุฐูุง ุฃูููุทูุฑู ููุงูู ุฐูููุจู ุงูุธููู ูุฃู ููุงุจูุชููููุชู ุงููุนูุฑูููู ููุซูุจูุชู ุงููุฃูุฌูุฑู ุฅููู ุดูุงุกู ุงูููููู
โAdalah Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam, jika sedang berbuka puasa dia membaca: โDzahaba Azh Zhamaโu wab talatil โuruqu wa tsabatal ajru insya Allah.โ (HR. Abu Daud, Juz. 6, Hal. 308, No. 2010, As Sunan Al Kubra Lil Baihaqi, Juz. 4, Hal. 239, Al Hakim dalam Mustadrak โalas Shahihain, No. 1484)
Dishahihkan oleh Imam Al Hakim menurutnya sesuai syarat Bukhari-Muslim. Menurut Syaikh al Albany hadits ini hasan. (Misykat Al Mashabih, Juz.1, Hal. 450, No. 1993), juga dihasankan oleh Imam Ad Daruqthni, Imam Al Munawi, dan lainnya.
Wallahu Aโlam
๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐๐น
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
๐ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis
๐ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130







