DakwahMateri Kajian Manis

Akan Berubah Pada Waktunya

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA.

Seorang penyeru kebaikan, pantang baginya untuk putus asa, ketika mad’unya (obyek dakwah), tidak kunjung berubah setelah sekian lama ia memberikan pencerahan kepadanya, Allah berfirman:

“Janganlah kamu putus asa dari pertolongan Allah, sesungguhnya tidak putus asa dari pertolongan Nya kecuali orang orang kafir.” (QS. 12 : 87)

Sesungguhnya merubah manusia ini perlu waktu, menciptakan manusia berkualitas tidak seperti membalik telapak tangan, atau tidak semudah merubah kayu menjadi furniture yang di lakukan oleh para tukang kayu, ulama dakwah berkata

“الوقت جزء من العلاج”

“waktu adalah bagian dari penyembuhan“

Allah menciptakan langit dalam waktu enam hari dan menciptakan manusia secara bertahap dari nutfah (setetes air mani), kemudian ‘alaqah ( segumpal darah ), lalu menjadi mudghah (segumpal daging) , ini semua adalah pengajaran dari Allah bahwa segala sesuatu membutuhkan proses dan perlu waktu, walaupun Allah sanggup menciptakan nya sekaligus hanya dengan satu kalimat “Kun Fayakun, Jadi maka jadilah dia“

Janganlah seorang juru dakwah itu risau ketika obyek dakwahnya tidak segera menjalani nasihatnya, karena setiap kata yang diucapkan oleh seorang da’i tidak akan sirna.

Perkataan itu akan tetap masuk kedalam benak orang yang didakwahi, disimpan oleh akalnya dan bercampur dengan pengalaman-pengalamannya.

Pengaruh kata yang diucapkan oleh seorang da’i terkadang baru tampak setelah bertahun tahun, karena ada sebuah kejadian yang mensadarkannya untuk berubah.

Atau bisa jadi, apa yang di katakan oleh seorang da’i pada saat ini, akan dikatakan oleh da’i yang lain setelah beberapa tahun, kemudian obyek dakwah itu berkata “Nasihat ini sepertinya pernah saya dengar dari ustadz“ dan kejadian itu menjadi titik perubahan bagi dirinya.

Seorang juru dakwah juga harus pandai memilih waktu untuk berdakwah, janganlah menasihati seseorang yang sedang sibuk, dan carilah waktu yang tepat seperti pagi dan sore sambil ditemani secangkir teh hangat dan beberapa jenis kue, insya Allah nasihat akan lebih mudah masuk, karena asal kata dakwah adalah

“ الدعوة إلى الطعام”

“mengajak makan“

sehingga mengajak seseorang ke jalan dakwah adalah seperti kita mengajaknya ke restaurant, pastilah ia yang diajak akan merasa senang dan sedikit sekali yang menolaknya.

Dakwah ini punya tahapan, karenanya jangan terlalu sering menasihati seseorang, karena hati ini bisa merasa jemu untuk menerimanya, ulama berkata

” الكلام كالدواء إن أقللت منه نفع وإن أكثرت منه قتل”

“Perkataan ini seperti obat, jika sedikit ia bermanfaat dan jika terlalu banyak ia dapat membunuh“

Ibnu Mas’ud Ra berkata:

“Rasulullah saw selalu memperhatikan waktu ketika hendak memberikan nasihat dan beliau tidak melakukannya tiap hari karena khawatir membuat kami bosan“ (HR. Bukhari)

Jangan menuntut seseorang untuk cepat berubah, berkacalah kepada diri kita, bukankah kita dahulu juga butuh waktu untuk berubah, ingatlah ketika mencoba untuk menasihati seseorang bahwa kita adalah juru dakwah yang harus pandai memberikan solusi dalam setiap permasalahan dakwah bukan seorang hakim yang hanya memandang masalah dengan warna hitam dan putih atau benar dan salah.

Jangan memetik buah sebelum ia matang, jangan memaksa bayi keluar dari perut ibunya sebelum cukup bulannya, begitu jangan memaksa seorang kader dakwah untuk berubah padahal ia belum matang, ketahuilah sesuatu yang dipaksa untuk matang padahal ia belum, maka ia akan kembali kepada asalnya.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow IG MANIS : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 5512 212 725
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812

Related Posts

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *