๐ KHUTBAH JUM’AT Oleh: Ust. Achmad Dahlan, Lc., MA.
(Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, PW D.I. Yogyakarta)
๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐น
ุงูููุญูู
ูุฏู ููููููู ุงูููุฐูู ุฃูุนูุฏูู ููููู
ูุชูููููููู ุฌููููุงุชู ุงููููุนูููู
ุ ู
ูุชููููุฆูููู ุนูููู ุณูุฑูุฑู ู
ูุชูููุงุจูููููุ ููุทูุงูู ุนูููููููู
ู ุจูููุฃูุณู ู
ููู ู
ูุนูููู
ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุงููููู ุงููููุง ุงููู ููุญูุฏููู ููุง ุดูุฑููููู ูููุ ู
ูุงูููู ููููู
ู ุงูุฏูููููุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณูููููููุ ุงููู
ูุจูุนูููุซู ุฅูููู ุงููุฅูููุณู ููุงููุฌูููู ุฃูุฌูู
ูุนูููู.
ุงูููููููู
ูู ุตูููู ููุณููููู
ู ุนูููู ุญูุจูููุจูููุง ููุดูููููุนูููุง ููููุฑููุฉู ุฃูุนูููููููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ููุนูููู ุขูููู ููุตูุญูุจููู ููู
ููู ุณูุงุฑู ุนูููู ููููุฌููู ุฅูููู ููููู
ู ููููุงุกู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู
ูููู.
ุฃูู
ููุง ุจูุนูุฏูุ ููููุง ุนูุจูุงุฏู ุงูููุ ุงูุชููููููุง ุงูููู ุญูููู ุชูููุงุชููู ููููุง ุชูู
ูููุชูููู ุงููููุง ููุฃูููุชูู
ู ู
ูุณูููู
ููููู. ููุงูู ุงููู ุชูุนูุงููู: ุฃูุนูููุฐู ุจูุงูููู ู
ููู ุงูุดููููุทูุงูู ุงูุฑููุฌูููู
ู: ยซููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุงุชูููููุง ุงูููููู ุญูููู ุชูููุงุชููู ููููุง ุชูู
ููุชูููู ุฅููููุง ููุฃูููุชูู
ู ู
ูุณูููู
ููููยป
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Kita hidup di zaman digital yang begitu cepat dan dinamis, di mana perkembangan teknologi informasi melaju tanpa henti. Dunia maya, termasuk media sosial seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, YouTube, dan berbagai platform lainnya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Dalam hitungan detik, kita bisa mengetahui khabar dari belahan dunia manapun, berdakwah, berdiskusi, hingga mengikuti kajian dan membaca kitab melalui gawai. Akses terhadap ilmu dan informasi yang dulu sulit kini terbuka lebar.
Namun, kemajuan ini juga membawa tantangan besar. Di balik kemudahan komunikasi dan berbagi kebaikan, tersembunyi pula potensi keburukan yang tidak kecil. Dunia digital adalah ruang bebas yang nyaris tanpa sekat, tempat siapa saja bisa berbicara, menyampaikan pendapat, bahkan mengarahkan opini tanpa dasar yang kuat. Tidak sedikit konten yang menyesatkan akidah, melecehkan ajaran agama, menimbulkan fitnah, atau memecah belah umat. Media sosial telah menjadi arena pertempuran narasi, antara kebaikan dan keburukan, antara ajakan taat dan maksiat, bahkan ada yang memprovokasi kekufuran atau menjual agama demi popularitas.
Maka di sinilah pentingnya kesadaran umat, khususnya kaum Muslimin, untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga menjadi pemilah dan penyaring informasi. Sebab jika kita tidak cermat, dunia digital yang tampaknya penuh kemudahan justru bisa menjadi jebakan yang menggiring kita jauh dari nilai-nilai Islam yang murni.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Salah satu bahaya besar yang mengancam umat di era digital adalah disinformasi, yakni penyebaran informasi yang keliruโbaik secara sengaja untuk manipulasi, maupun tanpa sengaja karena kelalaian dalam memverifikasi. Disinformasi ini mencakup hoaks, fitnah pribadi, teori konspirasi, provokasi politik, hingga ujaran kebencian atas dasar SARA.
Fenomena ini bukan hal asing di tengah masyarakat kita. Di Indonesia, kita telah menyaksikan bagaimana hoaks bisa menyulut kegaduhan, menebar kecemasan, bahkan memecah belah ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Pada saat pemilu 2024 misalnya, berbagai hoaks dan fitnah bertebaran di platform-platform digital. Demikian juga saat wabah Covid 19 melanda. Berbagai teori konspirasi dan berita bohong juga bertebaran yang menimbulkan kepanikan serta ketidakpercayaan terhadap mereka yang berjuang di garis depan saat wabah melanda.
Tak hanya dalam isu kesehatan, disinformasi juga menyerang tokoh-tokoh agama. Ada ulama yang difitnah sebagai ekstremis, hanya karena komitmen dengan ajaran agamanya. Ada pula yang dituduh liberal hanya karena memiliki pendapat dalam masalah ijtihadiyyah yang berbeda. Di sisi lain, muncul pula tokoh-tokoh palsu yang menyebarkan ajaran menyimpang dan dibungkus dengan label agama demi popularitas atau keuntungan pribadi.
Lebih berbahaya lagi, informasi palsu ini banyak dibagikan oleh masyarakat awam tanpa pikir panjang. Cukup satu kali klik “bagikan” atau “teruskan”, sebuah kebohongan bisa menjangkau jutaan orang. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap ulama, lembaga agama, bahkan sesama Muslim menjadi terganggu, menumbuhkan kecurigaan, meningkatkan prasangka, dan meretakkan persaudaraan. Disinformasi ini tampak sepele, namun dampaknya sangat merusak akidah, moral, dan persatuan umat. Oleh karena itu, kewaspadaan dalam menyikapi informasi digital adalah bagian dari kewajiban kita sebagai Muslim.
Jamaah sekalian yang dirahmati Allah,
Di tengah arus informasi yang begitu deras, seorang Muslim harus tampil berbeda. Ia tidak boleh hanyut bersama mayoritas yang mudah percaya, mudah terhasut, dan mudah menyebarkan tanpa ilmu. Sikap seorang Muslim dalam menyikapi informasi haruslah berpijak pada dalil dan akhlak Islam, bukan sekadar emosi atau prasangka. Ia memiliki komitmen pada kebenaran. Rasulullah Saw. bersabda:
ยซููููู โุจูุงููู ูุฑูุกู โููุฐูุจูุง ุฃููู ููุญูุฏููุซู ุจูููููู ู ูุง ุณูู ูุนูยป
“Cukuplah seseorang itu dianggap berdusta jika ia menceritakan semua yang ia dengar.” (H.r. Muslim)
Hadis ini sangat relevan dalam era media sosial. Seorang Muslim tidak boleh menjadi bagian dari masalah, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Ia bukan penyebar kabar burung, tetapi penjernih informasi. Ia bukan penyulut fitnah, tetapi penyeru kebenaran. Ia harus tampil sebagai pribadi yang penuh kehati-hatian, menjunjung ilmu, dan menghormati nilai-nilai ukhuwah. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:
ยซู ููู ููุงูู ููุคูู ููู ุจูุงูููููู ููุงููููููู ู ุงููุขุฎูุฑู ูููููููููู ุฎูููุฑูุง โุฃููู โููููุตูู ูุชูยป
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (Hr. Al-Bukhari dan Muslim)
Inilah standar Muslim sejati: tidak gegabah, tidak ceroboh, dan selalu mengutamakan nilai-nilai iman sebelum bertindak, karena setiap ucapan dan tindakannya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Taโala.
Prinsip utama yang Islam berikan untuk menyikapi arus informasi adalah tabayyun, atau sikap klarifikasi terhadap setiap kabar yang datang. Ini bukan sekadar etika komunikasi, tapi bagian dari perintah agama yang menyelamatkan masyarakat dari kehancuran. Allah Taโala berfirman dalam surah Al-Hujurat:
ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ุฅููู ุฌูุงุกูููู ู ููุงุณููู ุจูููุจูุฅู ููุชูุจูููููููุง ุฃููู ุชูุตููุจููุง ููููู ูุง ุจูุฌูููุงููุฉู ููุชูุตูุจูุญููุง ุนูููููฐ ู ูุง ููุนูููุชูู ู ููุงุฏูู ูููู
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kalian seorang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun), agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena kebodohan, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan itu.” (Q.s. Al-Hujurat: 6)
Ayat ini bukan hanya mengatur cara menyikapi kabar dari orang fasik, tetapi juga mengajarkan kepada kita untuk tidak reaktif, tidak tergesa-gesa, dan tidak mengambil kesimpulan tanpa bukti yang kuat. Betapa banyak kerusakan dalam masyarakat hari ini terjadi karena informasi yang belum diverifikasi langsung dipercaya, disebarkan, lalu membuahkan permusuhan, fitnah, bahkan perpecahan antarumat.
Prinsip tabayyun inilah yang membedakan seorang Muslim sejati dari mereka yang hanya ikut-ikutan arus opini tanpa ilmu. Apalagi di media sosial, siapa pun bisa menjadi โpenyebar beritaโ tanpa tanggung jawab. Maka, seorang Muslim harus melatih dirinya untuk tidak cepat percaya, apalagi menyebarkan apa yang tidak jelas sumbernya.
Sikap tabayyun adalah bentuk kecerdasan ruhani yang hanya lahir dari hati yang bersih dan akal yang sehat. Ia bukan hanya menyelamatkan orang lain dari dampak buruk kabar dusta, tapi juga menyelamatkan diri sendiri dari dosa dan penyesalan. Maka, mari kita jadikan prinsip ini sebagai kebiasaan sehari-hari, agar kita tidak menjadi bagian dari penyebab fitnah yang merusak ukhuwah dan masyarakat.
Jamaah sekalian,
Lebih dari sekadar cerdas memilah informasi, seorang Muslim harus memiliki akidah yang kokoh. Akidah adalah fondasi utama dalam menyaring segala informasi, menilai benar dan salah, serta bersikap teguh ketika kebingungan melanda. Tanpa akidah yang kuat, seseorang mudah terbawa arus opini, ikut-ikutan, dan terombang-ambing dalam banjir narasi media, bahkan ragu terhadap ajaran agamanya sendiri.
Akidah yang kokoh berfungsi sebagai filter. Di zaman yang serba terbuka dan bebas seperti sekarang, kita dihadapkan pada berbagai arus pemikiran, pandangan hidup, dan informasi yang datang dari berbagai arahโbaik yang berasal dari budaya Barat, media sosial, maupun tren global yang tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Akidah yang benar akan memberikan kerangka berpikir dan kompas moral bagi seorang Muslim dalam menyikapi semua informasi yang ia temui. Dengan akidah yang lurus, ia akan mampu membedakan mana yang hak dan mana yang batil, mana yang patut diikuti dan mana yang harus ditolak. Contohnya, seseorang yang telah memahami tauhid dengan benar tidak akan mudah percaya kepada ramalan bintang, horoskop, zodiak, praktik mistik digital, atau โustaz digitalโ yang menyebarkan ajaran menyimpang.
Orang yang bertakwa akan menjadikan akidah yang bersumber dari Alquran dan hadis sebagai tolok ukur dalam menerima atau menolak sebuah informasi. Hati yang hidup dan bersih akan mengenali kebenaran seperti mata mengenali cahaya. Akidah yang menghunjam kuat akan secara otomatis menyaring segala bentuk penyimpangan. Orang yang hatinya diisi dengan tauhid tidak akan gampang percaya kepada teori konspirasi yang menyudutkan Islam tanpa bukti, atau kampanye liberal yang mempromosikan bahwa semua agama itu sama. Ia tidak silau dengan populisme digital, karena orientasinya adalah ridha Allah, bukan like dan share. Ia tidak ikut-ikutan menyebar narasi kebencian, karena tahu bahwa lidah dan jarinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Di tengah badai fitnahโbaik pemikiran, syubhat, moral, maupun yang berbalut agamaโakidah yang benar menjadi sumber keteguhan dan kestabilan hati. Hati yang dipenuhi tauhid akan tetap tenang meski di tengah kegaduhan. Ia tidak akan mudah terpancing emosi, tidak ikut menyebar kepanikan, dan tidak lari dari kebenaran meski berada di pihak minoritas. Allah berfirman:
ููุซูุจููุชู ุงูููููู ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ุจูุงูููููููู ุงูุซููุงุจูุชู ููู ุงููุญูููุงุฉู ุงูุฏููููููุง ููููู ุงููุขุฎูุฑูุฉู
โAllah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (kalimat tauhid) dalam kehidupan dunia dan di akhirat…โ (Q.s. Ibrahim: 27)
Ayat ini menegaskan bahwa keteguhan iman dan akidah bukan hanya akan menyelamatkan kita di akhirat, tetapi juga akan menjadi penopang jiwa dalam kehidupan dunia yang penuh ujian. Orang yang akidahnya kuat tidak akan terombang-ambing oleh opini publik atau komentar netizen. Ia tidak mudah pesimis, tidak mudah terpengaruh propaganda, dan tidak terjebak dalam narasi kebencian. Hatinya telah ditancapkan kepada kalimat laa ilaaha illallah, ia tahu bahwa satu-satunya tempat bergantung adalah Allah, bukan wacana digital atau popularitas manusia.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Dengan memahami bahwa akidah yang menjadi pegangan kita untuk mengarungi kehidupan di era digital ini, maka kita semua mempunyai kewajiban untuk memperkuat dan memelihara akidah kita. Diantara cara yang bisa dilakukan adalah dengan belajarlah ilmu tauhid dari sumber yang benar, yaitu Alquran, hadis Rasulullah, dan penjelasan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Jangan hanya mengandalkan potongan video pendek, kutipan yang terlepas dari konteks, atau opini dari tokoh yang belum jelas sanad keilmuannya.
Selanjutnya, kita juga harus terus berusaha meng-upgrade pemahaman kita dengan mengharidi majelis ilmu dan kajian secara rutin, baik secara langsung di masjid maupun melalui platform online yang dapat dipertanggungjawabkan. Majelis ilmu adalah taman surga di dunia, tempat di mana keimanan disiram dan akidah diperkuat.
Dan yang ketiga, hendaknya kita menghindari konten-konten yang merusak keimanan, meskipun dikemas dengan gaya menarik atau dikaitkan dengan nama-nama besar. Jangan biarkan hati kita menjadi lemah karena sering terpapar akun-akun penyebar syubhat, paham atheisme, skeptisisme agama, relativisme kebenaran, atau propaganda yang merendahkan ajaran Islam. Sebab hati yang terus-menerus terpapar racun informasi akan kehilangan daya tahan dan akhirnya mati rasa terhadap kebenaran.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Islam telah memberi pedoman agar kita tidak hanyut dalam arus hoaks dan kebohongan. Kuncinya adalah tabayyun, sikap ilmiah, dan yang paling penting: akidah yang kokoh. Mari kita perkuat iman kita, pelajari kembali ilmu tauhid, dan ajarkan nilai-nilai akidah yang lurus kepada keluarga dan generasi muda, agar mereka tidak menjadi korban dunia maya yang menyesatkan.
ุจูุงุฑููู ุงูููู ูููู ููููููู ู ููู ุงููููุฑูุขูู ุงููุนูุธูููู ู ููููููุนููููู ููุฅููููุงููู ู ุจูู ูุง ูููููู ู ููู ุงููุขููุงุชู ููุงูุฐููููุฑู ุงููุญูููููู ู. ุฃููููููู ูููููููู ููุฐูุง ููุฃูุณูุชูุบูููุฑู ุงูููู ูููู ููููููู ู ููููุณูุงุฆูุฑู ุงููู ูุณูููู ููููู ู ููู ููููู ุฐูููุจู ููุงุณูุชูุบูููุฑููููู ุฅูููููู ูููู ุงููุบูููููุฑู ุงูุฑููุญูููู ู.
Khutbah Kedua
ุงูููุญูู
ูุฏู ููู ุญูู
ูุฏูุง ููุซูููุฑูุง ููู
ูุง ุฃูู
ูุฑู. ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู ููุญูุฏููู ููุง ุดูุฑููููู ูููู ุฅูุฑูุบูุงู
ูุง ููู
ููู ุฌูุญูุฏู ููููููุฑู. ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููุ ููุญูุจูููุจููู ููุฎููููููููุ ุณููููุฏู ุงููุฅูููุณู ููุงููุจูุดูุฑู. ุงูููููููู
ูู ุตูููู ููุณููููู
ู ูู ุจูุงุฑููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏูุ ูู ุนูููู ุขูููู ูู ุฃูุตูุญูุงุจููู ููุณููููู
ู ุชูุณูููููู
ูุง ููุซูููุฑูุง.
ุฃูู
ููุงุจูุนูุฏูุ ููููุง ุนูุจูุงุฏู ุงููู ุงูุชููููููุง ุงูููู ููุฐูุฑููุงููููููุงุญูุดู ู
ูุง ุธูููุฑู ู
ูููููุง ููู
ูุง ุจูุทููู. ููุญูุงููุธูููุง ุนูููู ุงูุทููุงุนูุฉู ููุญูุถูููุฑู ุงููุฌูู
ูุนูุฉู ููุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู. ููุงุนูููู
ูููุง ุงูููู ุงูููู ุฃู
ูุฑูููู
ู ุจูุฃูู
ูุฑู ุจูุฏูุฃู ูููููู ุจูููููุณููู. ููุซููููู ุจูู
ููุงูุฆูููุฉู ุงููู
ูุณูุจููุญูุฉู ุจูููุฏูุณููู. ููููุงูู ุชูุนูุงูู ููููู
ู ููุฒููู ููุงุฆููุงู ุนูููููู
ูุง : ((ุฅูููู ุงูููู ููู
ูููุง ุฆูููุชููู ููุตูููููููู ุนูููู ุงููููุจูููู ููุง ุงููููููุง ุงูููุฐููููู ุงูู
ูููููุง ุตููููููุง ุนููููููู ููุณููููู
ูููุง ุชูุณูููููู
ูุง))
ุงููููููู
ูู ุตูููู ูู ุณููููู
ู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ูู ุญูุจูููุจูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ูููุนูููู ุงูููู ููุณูุงุฆูุฑู ุงูุตููุญูุงุจูุฉู ูู ุงูุชููุงุจูุนููููู ููู
ููู ุชูุจูุนูููู
ู ุจูุงูุญูุณูุงูู ุงูููู ููููู
ู ุงูุฏูููููู
ุงููููููู
ูู ุงุบูููุฑู ููููู
ูุณูููู
ููููู ูู ุงููู
ูุณูููู
ูุงุชู ูู ุงููู
ูุคูู
ููููููู ูู ุงููู
ูุคูู
ูููุงุชู ุงูููุงูุญูููุงุกู ู
ูููููู
ู ููุงููุงูู
ูููุงุชู ุงูููููู ุณูู
ูููุนู ููุฑูููุจู ู
ูุฌูููุจู ุงูุฏููุนูููุงุชู.
ุงููููููู
ูู ุงุฏูููุนู ุนููููุง ุงููุบููุงูุกู ููุงููุจูููุงุกู ููุงููููุฎูุดูุงุกู ููุงููู
ูููููุฑู ููุงููููุญูุทู ููุงููููุจูุงุกู ููุงูุณูููููููู ุงููู
ูุฎูุชูููููุฉู ููุงูุดููุฏูุงุฆูุฏู ููุงููุงูู
ูุฑูุงุถู ููุงููู
ูุญููู ููุณูููุกู ุงููููุชูููุ ู
ูุงุธูููุฑู ู
ูููููุง ููู
ูุง ุจูุทูููุ ู
ููู ุจูููุฏูููุง ููุฐูุง ุฎูุงุตููุฉู ููู
ููู ุจูููุฏูุงูู ุงููู
ูุณูููู
ููููู ุนูุงู
ููุฉู ุงูููููู ุนูููู ููููู ุดูููุกู ููุฏูููุฑู.
ุฑูุจููููุง ุงุบูููุฑูููููุง ููููุงูุฎูููุงููููุง ุงูููุฐููููู ุณูุจูููููููุง ุจูุงููุงูููู
ูุงูู ููููุง ุชูุฌูุนููู ููู ููููููุจูููุง ุบููููุง ูููููุฐููููู ุงูู
ูููููุง ุฑูุจููููุง ุงูููููู ุฑูุกููููู ุฑููุญูููู
ู.
ุฑูุจููููุง ุงูุชูููุง ููู ุงูุฏููููููุง ุญูุณูููุฉู ูู ููู ุงููุงูุฎูุฑูุฉู ุญูุณูููุฉู ูู ููููุง ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑู. ุฑูุจููููุง ุงูููููู ุงูููุชู ุงูุณููู
ูููุนู ุงููุนูููููู
ู ูู ุชูุจู ุนูููููููุง ุงูููููู ุงูููุชู ุงูุชูููููุงุจู ุงูุฑููุญูููู
ู
๐๐๐บ๐๐๐บ๐๐
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :
IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_
๐ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
๐ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812







