Pertanyaan
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
Ustadz… Saya mau bertanya, saya baca hadist di tiktok,
“Barangsiapa berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka selama 70 tahun. [HR. al-Bukhari no 2840).
Puasa apa yang di maksudkan dalam hadist ini? 🙏🏻
A_18
🍃🍃🌸🍃🍃🌸
Jawaban
Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاتة
Bismillahirrahmanirrahim..
Bunyi haditsnya:
من صام يوما في سبيل الله بعد الله وجهه عن النار سبعين خريفا
Siapa yang berpuasa sehari fisabilillah maka Allah akan jauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan. (HR. Bukhari no. 2840 dan Muslim no. 1153)
Maksud dari “puasa sehari fisabilillah (di jalan Allah)” ada beberapa penjelasan ulama, seperti yang diuraikan oleh Imam Ibnul Hajar al ‘Asqalani dalam Fathul Bari. Ada yang memaknai berpuasa sambil berjihad, ada pula yang memaknai berpuasa dalam rangka menharap wajah Allah, ada pula yang memaknai berpuasa karena ketaatan kepada Allah Ta’ala. Ini berlaku untuk puasa apa pun baik Ramadhan dan puasa sunnah.
Imam Ibnu Hajar menulis sbb:
قَالَ ابْنُ الْجَوْزِيِّ : إِذَا أُطْلِقَ ذِكْرُ سَبِيلِ اللَّهِ فَالْمُرَادُ بِهِ الْجِهَادُ.
Ibnu al-Jauzi berkata: “Apabila disebutkan secara mutlak ‘di jalan Allah’, maka yang dimaksud adalah jihad.”
وَقَالَ الْقُرْطُبِيُّ : سَبِيلُ اللَّهِ طَاعَةُ اللَّهِ، فَالْمُرَادُ مَنْ صَامَ قَاصِدًا وَجْهَ اللَّهِ.
Al-Qurthubi berkata: “Jalan Allah adalah ketaatan kepada Allah, maka yang dimaksud adalah orang yang berpuasa dengan tujuan mengharap wajah Allah.”
قُلْتُ : وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ مَا هُوَ أَعَمُّ مِنْ ذَلِكَ.
Saya (Ibnu Hajar) berkata: “Kemungkinan maknanya lebih umum dari itu (tidak hanya jihad).”
ثُمَّ وَجَدْتُهُ فِي ” فَوَائِدِ أَبِي الطَّاهِرِ الذُّهْلِيِّ ” مِنْ طَرِيقِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ اللَّيْثِيِّ عَنِ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ بِلَفْظِ ” مَا مِنْ مُرَابِطٍ يُرَابِطُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ” الْحَدِيثَ
Kemudian aku dapati dalam Fawa’id Abi Thahir adz-Dzuhli, dari jalur Abdullah bin Abdul Aziz al-Laytsi dari al-Maqburi dari Abu Hurairah, dengan redaksi:
“Tidaklah seorang murabit (penjaga perbatasan) berjaga-jaga di jalan Allah lalu berpuasa sehari di jalan Allah…” (hingga akhir hadis).
وَقَالَ ابْنُ دَقِيقِ الْعِيدِ : الْعُرْفُ الْأَكْثَرُ اسْتِعْمَالُهُ فِي الْجِهَادِ فَإِنْ حُمِلَ عَلَيْهِ كَانَتِ الْفَضِيلَةُ لِاجْتِمَاعِ الْعِبَادَتَيْنِ
Ibnu Daqiq al-‘Id berkata: “Yang lebih umum dalam kebiasaan (penggunaan istilah) adalah maknanya untuk jihad. Jika dimaknai demikian, maka keutamaannya karena menggabungkan dua ibadah (jihad dan puasa).”
قَالَ : وَيُحْتَمَلُ أَنْ يُرَادَ بِسَبِيلِ اللَّهِ طَاعَتُهُ كَيْفَ كَانَتْ، وَالْأَوَّلُ أَقْرَبُ…
Dia (Ibnu Daqiq al-‘Id) juga berkata: “Ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan ‘di jalan Allah’ adalah segala bentuk ketaatan. Namun makna pertama (jihad) lebih mendekati.”
(Fathul Bari, juz. 6, hal. 56)
Demikian. Wallahu A’lam
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :
IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_
📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812







