πΏπΊπππΌππ·πΉ
π Pemateri : Ustadz Gufron Aziz Fuadi
SEMAKIN besar anak kita, semakin jaim (gengsi) ia untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada kita, ayah ibunya.
Dulu waktu kecil, mereka yang mengejar-ngejar kita untuk dipeluk dan dicium sampai kita kewalahan. Kemana-mana inginnya ikut ayah ibunya.
Setelah remaja (dewasa) kondisi terbalik. Ayah dan ibunya yang mengejar-ngejar anak untuk dicium dan dipeluk. Kemana-mana inginnya tidak bersama ayah ibunya.
Namun itulah hukum parenting :
Cinta adalah cinta
Walau ekspresinya
Berbeda-beda
Antara anak
Dan orang tua.
Walau anak remaja tidak ekspresif dalam menunjukkan cintanya, namun percayalah ada saat ia begitu kuatir terhadap orang tuanya.
Buatlah kebiasaan sederhana untuk anak sedari kecil agar ia mengenangnya setelah dewasa bahwa ia dulu pernah dekat secara fisik dengan ayah ibunya.
Entah itu kebiasaan dipijit atau main kuda-kudaan atau apapun yang ringan dan sederhana.
Percayalah, selain itu momen yang akan dikenang kelak, juga mampu menghabiskan rasa lelah menjadi bahagia tak terhingga.
Yang jika para jomblo tahu mereka akan menyesal berlama-lama jomblo.
Benar kata orang bijak, bahagia itu sederhana. Salah satunya melalui momen-momen kecil yang kita lalui bersama keluarga.
Teruslah menjaga bonding (ikatan hati) dengan keluarga, sesulit apa pun kondisi yang kita alami.
Paksakan diri dan kreatif membuat momen bonding dengan keluarga.
Jangan kita jaim mengekspresikan cinta kepada keluarga. Karena harta dan amanah yang tak ternilai adalah keluarga.[]Sat
πππΊπππΊππ
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :
IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_
π±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
π° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812







