🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹
📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A.
Puasa mengajarkan kita tentang makna keikhlasan, sebab sejatinya tidak ada yang mengetahui kita berpuasa atau tidak kecuali Allah.
Lalu apa itu ikhlas?
Abu ‘Utsman berkata: “Ikhlas ialah, melupakan pandangan makhluk, dengan selalu melihat kepada Khaliq (Allah)”.
Abu Hudzaifah Al Mar’asyi berkata: “Ikhlas ialah, kesesuaian perbuatan seorang hamba antara lahir dan batin”.
Abu ‘Ali Fudhail bin ‘Iyadh berkata: “Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’. Dan beramal karena manusia adalah syirik. Dan ikhlas ialah, apabila Allah menyelamatkan kamu dari keduanya.”
Maka ikhlaskanlah semua yang kita lalukan di bulan suci hanya untuk meraih wajah-Nya.
Rasululullah ﷺ menjanjikan bagi siapa saja yang berpuasa dan tarawih maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 38; Muslim, no. 760, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 37; Muslim no. 759, dari Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu).
Yang dimaksud dengan “ihtisaban” dalam hadist ini adalah hanya mencari pahala dari Allah, maka niat puasa bukan karena ingin kurus atau ingin sehat, itu semuanya hanya bonus, bahwa siapa yang melaksanakan perintah Allah maka dia pasti akan mendapatkan manfaatnya.
Dengan kita berpuasa kita juga belajar untuk tidak mengharap pujian dan itu merupakan ciri mereka yang ikhlas.
Puasa mengajarkan kita untuk menyembunyikan amalan-amalan shalih sebagaimana kita menyembunyikan dosa-dosa, dan itu akan mendatangkan cinta sang Khaliq.
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.” (HR. Muslim, no. 2965)
Yang dimaksud dengan “al-Khafi” adalah beramal bukan karena untuk mendapatkan popularitas; demikian jelas Imam Nawawi dalam Syarh Muslim.
Semoga kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan penuh keikhlasan agar kita meraih cinta-Nya yang abadi.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow IG MANIS : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 5512 212 725
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812




