๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐น
๐ Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP
Dahulukan Sumber dari Sejarawan Muslim!
Syahid di Pertempuran Balath asy-Syuhada (ู ุนุฑูุฉ ุจูุงุท ุงูุดูุฏุงุก) tahun 114-115 Hijriyah seorang generasi Tabi’in, dialah Abdurrahmaan bin Abdillah al-Ghafiqi.
Pertempuran ini dalam historigrafi Barat/Eropa disebut sebagai Battle of Tours-Poitiers 732 M dengan embel-embel “pertempuran dimana Charles Martel menjinakkan kedigdayaan Andalusia dan menyelamatkan Eropa dari ancaman Islam” sehingga wajar kemudian dijadikan simbol kemenangan oleh kelompok ekstrim kanan anti-Islam sekarang.
Contoh paling anyar dimana pertempuran ini menyemangati aksi radikal sadistik yaitu teroris Selandia Baru yang membunuh lebih dari 40 muslim di Masjid al-Noor, kota Christchurch. Dimana letak kekeliruannya? Ternyata pada penulisan sejarah serta interpretasinya yang dipelajari dalam ilmu historigrafi.
๐ Menurut Dr. Raghib as-Sirjani dalam bukunya Kisah Andalusia dari Awal Pembebasan hingga Kemunduran (ูุตุฉ ุงูุฃูุฏูุณ ู ู ุงููุชุญ ุฅูู ุงูุณููุท ) pada Bab Kedua menyebutkan 3 poin penting:
1. Pertempuran ini memiliki kondisi khusus (ุธุฑู ุฎุงุต) dimana tidak seperti pertempuran lainnya, sulit sekali mencari detil keterangan pada sumber rujukan primer Sejarah Islam (ุงูู ุตุงุฏุฑ ุงูุฅุณูุงู ูุฉ),
2. Kemungkinannya karena data tersebut masih terpendam (ู ูููุฏูุง) pada kitab-kitab rujukan sejarawan Islam klasik yang masih belum tersebar/populer (ูู ุจุทูู ุงูู ุฎุทูุทุงุช ุบูุฑ ุงูู ูุดูุฑุฉ) dan masih menunggu untuk diekspos (ููุชุธุฑ ูุญุธุฉ ุงูููุฑ),
3. Perlu dicatat, menurut beliau, bahwa Kaum Muslimin tidak pernah berhenti mencatat (ูู ูููููุง ูู ุงูุชุฃุฑูุฎ ) (perjuangan menyebarkan Islam) walau menghadapi benturan kekalahan yang keras sekalipun (ูุนุฒูู ุฉ ู ูู ุง ูุงูุช ูุงุณูุฉ); sebagaimana yang pernah mereka alami pada Uhud dan Hunayn,
โก๏ธ Dr. Raghib as-Sirjani memberi sinyal kepada pembacanya, khususnya saya, untuk jangan berhenti mencari sumber sejarah yang berasal dari catatan sejarawan Muslim klasik terlebih dahulu sebelum lainnya,
โก๏ธ Jadi semua analisis, terutama yang berasal dari literatur Barat/Eropa, harus disikapi secara kritis dan bijaksana karena dikhawatirkan terselip pengangungan secara berlebihan terhadap kemenangan itu serta membesar-besarkannya.
๐๐ Karya Dr. David Nicolle sebagai sejarawan yang cukup objektif dalam menimbang sejarah Dunia Islam menurut bacaan saya sejak 1995 menarik untuk disimak: “pertempuran Poitiers hanya satu episode pada periode dimana banyak kejadian terkait lainnya” dan “memang sempat menghentikan gelombang perluasan wilayah Islam ke Eropa Barat” namun “tidak dapat dibenarkan bahwa Charles Martel seperti menyelamatkan peradaban Barat dari kehancuran!” tegasnya.
Agung Waspodo, agak sedikit menahan diri dari menulis menggunakan sumber-sumber Barat/Eropa yang dimilikinya sebelum mencoba mencari dari sumber klasik sejarawan Islam terlebih dahulu.
Mohon bersabar ya teman ๐๐ insyaAllah saya ikuti saran Dr. Raghib as-Sirjani dulu ya
Depok, 9 Rajab 1440 Hijriyah
—
Referensi:
๐ Dr. Raghib as-Sirjani, Maktabah al-Funun wal Adab, Cetakan ke-8, Kairo: 2014
ูุตุฉ ุงูุฃูุฏูุณ ู
ู ุงููุชุญ ุฅูู ุงูุณููุท
๐๐ Dr. David Nicolle, Poitiers AD 732 – Charles Martel Turns the Islamic Tide, Osprey Publishing, London: 2008.
๐๐๐บ๐๐๐บ๐๐
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow IG MANIS : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
๐ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
๐ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 5512 212 725
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287891088812




