๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐น
๐ Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE. MPP
Pada masa pemerintahan Sultan Abdรผlaziz (1861-76), beliau sangat mendukung program pendidikan militer dan tidak menyukai oposisi politik serta pergerakan intelektual pada masa tersebut. Menurut sejarawan militer Turki terkemuka Mesut Uyar dan Edward J. Erickson, tanpa disadari khalifah, kebijakannya memunculkan nemesis yang berujung tumbangnya kekhilafahan (hal. 182).
Sebagian tokoh yang tidak disukai Sultan Abdรผlaziz dibuang ke luar negeri atau melarikan diri. Mereka berkumpul di kota-kota Eropa, khususnya Paris. Mereka ini membentuk persatuan Yeni Osmanlฤฑlar (Turki Utsmani Baru), namun lebih populer dengan istilah:
Jeune Turcs atau Young Turks alias Turki Muda
Kelompok ini berbeda dari organisasi serupa pada abad sebelumnya, utamanya karena mereka mendukung terbentuknya parlemen untuk membatasi kekuasaan sultan. Semacam reformasi serta pembentukan Constitutional Governance.
Walau mereka sendiri tidak memiliki kekuatan, namun idenya diserap oleh golongan perwira militer Mektebli melalui konsep Osmanlฤฑlฤฑk atau Turki-Utsmanisme. Konsep Osmanlฤฑlฤฑk ini menuntut loyalitas dengan imbalan kebebasan politik serta kesetaraan ekonomi. Hal ini dianggap wajar mengingat besarnya tuntutan seoaratisme dan revolusionis komunitas Nasrani di wilayah kekhilafahan Turki Utsmani.
Secara naif Turki Muda serta golongan perwira Mektebli percaya bahwa proklamasi berdasarkan konstitusi ini akan menghentikan seluruh gerakan nasionalisme begitu saja. Bahkan secara lugu mereka percaya bahwa agama dan dan etnisitas dapat diakomodasi melalui keterwakilan pada parlemen.
Ketika gerakan Turki Muda ini mulai terasa, bahkan Sultan Abdรผlaziz mulai menaruh curiga kepada seluruh perwira tinggi militernya. Pemecatan yang dilakukan beliau semakin menguatkan golongan ini sehingga terbentuklah upaya menggulingkan kekuasaan. Terkumpul dalam golongan dari berbagai kepentingan diwakili oleh Hรผseyin Avni Paลa dari Mektebli, Mehmed Rรผลtรผ Paลa sang Sadrazam sendiri, Mithat Paลa tokoh politik penggagas reformasi, bahkan juga Sรผleyman Hรผsnรผ Paลa sang penilik akademi militer juga.
Pada tanggal 30 Mei 1876 Sultan Abdรผlaziz diturunkan secara paksa.
Agung Waspodo, menarik nafas panjang melihat banyaknya kesamaan dalam perkembangan politik di berbagai negeri Kaum Muslimin sekarang ini.
The Military History of the Ottomans, Uyar & Erickson, 2009.
—

๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Follow IG MANIS : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
๐ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
๐ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130










