๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐น
๐ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika
โApakah hati sudah terpaut dengan Al Quran?
Apakah hati lebih cenderung pada jalan kebenaran?
Apakah hati sudah tertambat pada keistiqamahan?
๐นAtau…
Hati yang lebih condong pada kemungkaran
Hati yang lebih memilih jalan kesesatan
Hati yang lebih menyukai belenggu setan?
โTak dirasai perilaku mulai tercela
Tak disadari kata-kata berbalut dusta
Tak dipungkiri hidup pun tak lagi bermakna
๐นKala diri tak rindu sajadah
Kala diri mulai malas bertilawah
Kala diri berhasrat meninggalkan dakwah
โApa yang akan kita persembahkan?
Tak ada catatan amal kebaikan
Tak punya pahala yang jadi bekalan
Hingga saatnya di yaumul mizan
๐นTergugu di ujung hari
Tak tau akan nasib diri
Bila akhlak tak segera diperbaiki
โBila nafas masih bisa dihela
Berharap ada kesempatan kedua
Menyadari segala khilaf dan alpa.
๐นHingga perjalanan ini berakhir
Ada karya yang sudah kita ukir
Dan mendapat pahala yang sentiasa mengalir.
Berharap mulia di akhir masa
โMendapat surga sebagai balasannya
Hidup kekal di alam baka
Bahagia pun dirasa hingga di Surga
๐น Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata:
โOrang yang mencintai dunia (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (macam penderitaan):
1.Kekalutan (pikiran) yang selalu menyertainya,
2. Kepayahan yang tiada henti, dan
3. Penyesalan yang tiada berakhir.
โHal ini dikarenakan orang yang mencintai dunia (secara berlebihan) jika telah mendapatkan sebagian dari (harta benda) duniawi maka nafsunya (tidak pernah puas dan) terus berambisi mengejar yang lebih daripada itu.
๐นSebagaimana dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
โSeandainya seorang manusia memiliki dua lembah (yang berisi) harta (emas) maka dia pasti (berambisi) mencari lembah harta yang ketigaโ
[HR al-Bukhari (no. 6072) dan Muslim (no. 116)].
[โIgaatsatul lahfaanโ (1/37)]
โBegitu juga seperti halnya nasihat Ibnu Athaillah Al Iskandari
“Bagaimana mungkin qalbu akan bersinar, sedangkan bayang-bayang dunia masih terpampang di cerminnya? Bagaimana mungkin akan pergi menyongsong Ilahi, sedangkan ia masih terbelenggu nafsunya? Bagaimana mungkin akan bertamu ke hadirat Nya. Sedangkan ia belum bersuci dari kotoran kelalaiannya? Bagaimana mungkin diharapkan dapat menyingkap berbagai rahasia, sedangkan ia belum bertobat atas kekeliruannya.”
Wallahu A’lam.
๐ฟ๐บ๐๐๐ผ๐๐ท๐
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Follow IG MANIS : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
๐ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
๐ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130









