Fikih I’tikaf (Bag. 8)

๐Ÿ“† Sabtu,  13 Ramadhan 1437 H / 18 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ *Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.*

๐Ÿ“‹ *Fikih I’tikaf  (Bag. 8)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *_Aktifitas Yang Diperbolehkan Selama Iโ€™tikaf_*

  Berikut ini aktifitas yang diperbolehkan selama Iโ€™tikaf (diringkas dari Fiqhus Sunnah):

1โƒฃ.  Tawdiโ€™  (melepas keluarga yang mengantar), sebagaimana yang nabi lakukan thdp Shafiyyah

 2โƒฃ.    Menyisir dan mencukur rambut, sebagaimana yang โ€˜Aisyah lakukan terhadap nabi

4โƒฃ.  Keluar untuk memenuhi hajat manusiawi, seperti buang hajat

4โƒฃ.  Makan, minum, dan tidur ketika Iโ€™tikaf di masjid, atau mencuci pakaian, membersihkan najis, dan perbuatan lain yang tidak mungkin dilakukan di masjid.

   Para ulama berselisih pendapat tentang kebolehan menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, dan shalat jumat bagi yang Iโ€™tikafnya di masjid ghairu jamiโ€™, antara yang membolehkan dan yang mengatakan batal Iโ€™tikafnya. Wallahu Aโ€™lam

๐Ÿ“š *_Pembatal-Pembatal Iโ€™tikaf_*

  Pembatal-pembatal tersebut antara lain:
1โƒฃ. Secara sengaja Keluar dari masjid tanpa ada keperluan walau sebentar
 2โƒฃ.  Murtad
 3โƒฃ. Hilang akal
 4โƒฃ. Gila
 5โƒฃ. Mabuk
 6โƒฃ. Jimaโ€™  (hubungan badan). (Lihat semua dalam Fiqhus Sunnah, 1/481-483)

๐Ÿ“š *_Aktifitas Selama Iโ€™tikaf_*

Hendaknya para muโ€™takifin memanfaatkan waktunya selama Iโ€™tikaf untuk aktifitas ketaatan, seperti membaca Al Quran, dzikir dengan kalimat yang maโ€™tsur,  muhasabah, shalat sunnah mutlak,  boleh saja diselingi dengan kajian ilmu.
Berbincang dengan tema yang membawa manfaat juga tidak mengapa, namun hal itu janganlah menjadi spirit utama. Tidak sedikit orang yang Iโ€™tikaf berjumpa kawan lama, akhirnya mereka ngobrol urusan dunianya; nanya kabar, jumlah anak, kerja di mana, dan seterusnya, atau disibukkan oleh SMS, WA, telegram, yang keluar masuk tanpa hajat yang jelas, akhirnya membuatnya lalai dari aktifitas ketaatan.

Syaikh Ibnul Utsaimin Rahimahullah mengomentari hal ini, katanya:

ูˆู‚ูˆู„ู‡: ยซู„ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ยป ุงู„ู„ุงู… ู‡ู†ุง ู„ู„ุชุนู„ูŠู„ุŒ ุฃูŠ: ุฃู†ู‡ ู„ุฒู…ู‡ ู„ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ุŒ ู„ุง ู„ู„ุงู†ุนุฒุงู„ ุนู† ุงู„ู†ุงุณุŒ ูˆู„ุง ู…ู† ุฃุฌู„ ุฃู† ูŠุฃุชูŠู‡ ุฃุตุญุงุจู‡ ูˆุฑูู‚ุงุคู‡ ูŠุชุญุฏุซูˆู† ุนู†ุฏู‡ุŒ ุจู„ ู„ู„ุชูุฑุบ ู„ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒู‘ ูˆุฌู„.
ูˆุจู‡ุฐุง ู†ุนุฑู ุฃู† ุฃูˆู„ุฆูƒ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุนุชูƒููˆู† ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏุŒ ุซู… ูŠุฃุชูŠ ุฅู„ูŠู‡ู… ุฃุตุญุงุจู‡ู…ุŒ ูˆูŠุชุญุฏุซูˆู† ุจุฃุญุงุฏูŠุซ ู„ุง ูุงุฆุฏุฉ ู…ู†ู‡ุงุŒ ูู‡ุคู„ุงุก ู„ู… ูŠุฃุชูˆุง ุจุฑูˆุญ ุงู„ุงุนุชูƒุงูุ› ู„ุฃู† ุฑูˆุญ ุงู„ุงุนุชูƒุงู ุฃู† ุชู…ูƒุซ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู„ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ ู€ ุนุฒู‘ ูˆุฌู„ ู€ุŒ ุตุญูŠุญ ุฃู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ุฅู†ุณุงู† ุฃู† ูŠุชุญุฏุซ ุนู†ุฏู‡ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ู‡ ู„ุฃุฌู„ ู„ูŠุณ ุจูƒุซูŠุฑ ูƒู…ุง ูƒุงู† ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ูŠูุนู„ ุฐู„ูƒ

โ€œPerkataannya (untuk ketaatan kepada Allah) huruf Lam di sini adalah untuk menunjukkan sebab (โ€˜ilat- istilahnya lam taโ€™lil), yaitu bahwa dia menetap di masjid dalam rangka ketaatan kepada Allah, bukan untuk memisahkan diri dari manusia, bukan pula karena ingin mengunjungi sahabat-sahabatnya, kerabatnya, lalu berbincang dengan mereka, tetapi untuk memfokuskan ketaatan kepada Allah โ€˜Azza wa Jalla.

Dengan inilah kita tahu bahwa mereka sedang iโ€™tikaf di masjid. Lalu, datang kepada mereka sahabat-sahabat mereka, dan ngobrol dengan tema pembicaraan yang tidak berfaidah, mereka ini datang tidak dengan ruh (spirit) untuk beriโ€™tikaf, karena ruh yang ingin beriโ€™tikaf, berdiamnya di masjid adalah dalam rangka ketaatan kepada Allah โ€˜Azza wa Jalla. Benar, bahwa manusia boleh saja berbincang kepada sebagian anggota keluarganya  tetapi tidaklah memperbanyaknya, sebagaimana yang dilakukan Rasul Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.โ€

Ada pun untuk menuntut ilmu di majelis Iโ€™tikaf, beliau berkata:

ู„ุง ุดูƒ ุฃู† ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ู…ู† ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ุŒ ู„ูƒู† ุงู„ุงุนุชูƒุงู ูŠูƒูˆู† ู„ู„ุทุงุนุงุช ุงู„ุฎุงุตุฉุŒ ูƒุงู„ุตู„ุงุฉุŒ ูˆุงู„ุฐูƒุฑุŒ ูˆู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูˆู…ุง ุฃุดุจู‡ ุฐู„ูƒุŒ ูˆู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ูŠูŽุญุถุฑ ุงู„ู…ุนุชูƒู ุฏุฑุณุงู‹ ุฃูˆ ุฏุฑุณูŠู† ููŠ ูŠูˆู… ุฃูˆ ู„ูŠู„ุฉุ› ู„ุฃู† ู‡ุฐุง ู„ุง ูŠุคุซุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุงุนุชูƒุงูุŒ ู„ูƒู† ู…ุฌุงู„ุณ ุงู„ุนู„ู… ุฅู† ุฏุงู…ุชุŒ ูˆุตุงุฑ ูŠุทุงู„ุน ุฏุฑูˆุณู‡ุŒ ูˆูŠุญุถุฑ ุงู„ุฌู„ุณุงุช ุงู„ูƒุซูŠุฑุฉ ุงู„ุชูŠ ุชุดุบู„ู‡ ุนู† ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ุงู„ุฎุงุตุฉุŒ ูู‡ุฐุง ู„ุง ุดูƒ ุฃู† ููŠ ุงุนุชูƒุงูู‡ ู†ู‚ุตุงู‹ุŒ ูˆู„ุง ุฃู‚ูˆู„ ุฅู† ู‡ุฐุง ูŠู†ุงููŠ ุงู„ุงุนุชูƒุงู.

โ€œTidak ragu bahwa menuntut ilmu termasuk ketaatan kepada Allah, tetapi iโ€™tikaf terdapat ketaatan khusus, seperti shalat, dzikir, membaca Al Quran, dan yang serupa itu. Tidak apa-apa muโ€™takif menghadiri satu pelajaran atau dua dalam sehari atau malam, sebab itu tidak mempengaruhi Iโ€™tikafnya, tetapi jika majelis ilmu diadakan terus menerus, akan membuatnya mengkaji materinya, menghadiri berbagai majelis yang memalingkannya dari ibadah khusus, ini tidak ragu lagi membuatMajelis Ilmu Farid Nu’man:
Iโ€™tikafnya berkurang, di sini saya tidak katakan menganulir Iโ€™tikafnya. (Lihat semua dalam Syarhul Mumtiโ€™,  6/163)

๐Ÿ”ธBersambung๐Ÿ”ธ

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Fikih I’tikaf (Bag. 8)

๐Ÿ“† Sabtu,  13 Ramadhan 1437 H / 18 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ *Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.*

๐Ÿ“‹ *Fikih I’tikaf  (Bag. 8)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *_Aktifitas Yang Diperbolehkan Selama Iโ€™tikaf_*

  Berikut ini aktifitas yang diperbolehkan selama Iโ€™tikaf (diringkas dari Fiqhus Sunnah):

1โƒฃ.  Tawdiโ€™  (melepas keluarga yang mengantar), sebagaimana yang nabi lakukan thdp Shafiyyah

 2โƒฃ.    Menyisir dan mencukur rambut, sebagaimana yang โ€˜Aisyah lakukan terhadap nabi

4โƒฃ.  Keluar untuk memenuhi hajat manusiawi, seperti buang hajat

4โƒฃ.  Makan, minum, dan tidur ketika Iโ€™tikaf di masjid, atau mencuci pakaian, membersihkan najis, dan perbuatan lain yang tidak mungkin dilakukan di masjid.

   Para ulama berselisih pendapat tentang kebolehan menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, dan shalat jumat bagi yang Iโ€™tikafnya di masjid ghairu jamiโ€™, antara yang membolehkan dan yang mengatakan batal Iโ€™tikafnya. Wallahu Aโ€™lam

๐Ÿ“š *_Pembatal-Pembatal Iโ€™tikaf_*

  Pembatal-pembatal tersebut antara lain:
1โƒฃ. Secara sengaja Keluar dari masjid tanpa ada keperluan walau sebentar
 2โƒฃ.  Murtad
 3โƒฃ. Hilang akal
 4โƒฃ. Gila
 5โƒฃ. Mabuk
 6โƒฃ. Jimaโ€™  (hubungan badan). (Lihat semua dalam Fiqhus Sunnah, 1/481-483)

๐Ÿ“š *_Aktifitas Selama Iโ€™tikaf_*

Hendaknya para muโ€™takifin memanfaatkan waktunya selama Iโ€™tikaf untuk aktifitas ketaatan, seperti membaca Al Quran, dzikir dengan kalimat yang maโ€™tsur,  muhasabah, shalat sunnah mutlak,  boleh saja diselingi dengan kajian ilmu.
Berbincang dengan tema yang membawa manfaat juga tidak mengapa, namun hal itu janganlah menjadi spirit utama. Tidak sedikit orang yang Iโ€™tikaf berjumpa kawan lama, akhirnya mereka ngobrol urusan dunianya; nanya kabar, jumlah anak, kerja di mana, dan seterusnya, atau disibukkan oleh SMS, WA, telegram, yang keluar masuk tanpa hajat yang jelas, akhirnya membuatnya lalai dari aktifitas ketaatan.

Syaikh Ibnul Utsaimin Rahimahullah mengomentari hal ini, katanya:

ูˆู‚ูˆู„ู‡: ยซู„ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ยป ุงู„ู„ุงู… ู‡ู†ุง ู„ู„ุชุนู„ูŠู„ุŒ ุฃูŠ: ุฃู†ู‡ ู„ุฒู…ู‡ ู„ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ุŒ ู„ุง ู„ู„ุงู†ุนุฒุงู„ ุนู† ุงู„ู†ุงุณุŒ ูˆู„ุง ู…ู† ุฃุฌู„ ุฃู† ูŠุฃุชูŠู‡ ุฃุตุญุงุจู‡ ูˆุฑูู‚ุงุคู‡ ูŠุชุญุฏุซูˆู† ุนู†ุฏู‡ุŒ ุจู„ ู„ู„ุชูุฑุบ ู„ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒู‘ ูˆุฌู„.
ูˆุจู‡ุฐุง ู†ุนุฑู ุฃู† ุฃูˆู„ุฆูƒ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุนุชูƒููˆู† ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏุŒ ุซู… ูŠุฃุชูŠ ุฅู„ูŠู‡ู… ุฃุตุญุงุจู‡ู…ุŒ ูˆูŠุชุญุฏุซูˆู† ุจุฃุญุงุฏูŠุซ ู„ุง ูุงุฆุฏุฉ ู…ู†ู‡ุงุŒ ูู‡ุคู„ุงุก ู„ู… ูŠุฃุชูˆุง ุจุฑูˆุญ ุงู„ุงุนุชูƒุงูุ› ู„ุฃู† ุฑูˆุญ ุงู„ุงุนุชูƒุงู ุฃู† ุชู…ูƒุซ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู„ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ ู€ ุนุฒู‘ ูˆุฌู„ ู€ุŒ ุตุญูŠุญ ุฃู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ุฅู†ุณุงู† ุฃู† ูŠุชุญุฏุซ ุนู†ุฏู‡ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ู‡ ู„ุฃุฌู„ ู„ูŠุณ ุจูƒุซูŠุฑ ูƒู…ุง ูƒุงู† ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ูŠูุนู„ ุฐู„ูƒ

โ€œPerkataannya (untuk ketaatan kepada Allah) huruf Lam di sini adalah untuk menunjukkan sebab (โ€˜ilat- istilahnya lam taโ€™lil), yaitu bahwa dia menetap di masjid dalam rangka ketaatan kepada Allah, bukan untuk memisahkan diri dari manusia, bukan pula karena ingin mengunjungi sahabat-sahabatnya, kerabatnya, lalu berbincang dengan mereka, tetapi untuk memfokuskan ketaatan kepada Allah โ€˜Azza wa Jalla.

Dengan inilah kita tahu bahwa mereka sedang iโ€™tikaf di masjid. Lalu, datang kepada mereka sahabat-sahabat mereka, dan ngobrol dengan tema pembicaraan yang tidak berfaidah, mereka ini datang tidak dengan ruh (spirit) untuk beriโ€™tikaf, karena ruh yang ingin beriโ€™tikaf, berdiamnya di masjid adalah dalam rangka ketaatan kepada Allah โ€˜Azza wa Jalla. Benar, bahwa manusia boleh saja berbincang kepada sebagian anggota keluarganya  tetapi tidaklah memperbanyaknya, sebagaimana yang dilakukan Rasul Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.โ€

Ada pun untuk menuntut ilmu di majelis Iโ€™tikaf, beliau berkata:

ู„ุง ุดูƒ ุฃู† ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ู…ู† ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ุŒ ู„ูƒู† ุงู„ุงุนุชูƒุงู ูŠูƒูˆู† ู„ู„ุทุงุนุงุช ุงู„ุฎุงุตุฉุŒ ูƒุงู„ุตู„ุงุฉุŒ ูˆุงู„ุฐูƒุฑุŒ ูˆู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูˆู…ุง ุฃุดุจู‡ ุฐู„ูƒุŒ ูˆู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ูŠูŽุญุถุฑ ุงู„ู…ุนุชูƒู ุฏุฑุณุงู‹ ุฃูˆ ุฏุฑุณูŠู† ููŠ ูŠูˆู… ุฃูˆ ู„ูŠู„ุฉุ› ู„ุฃู† ู‡ุฐุง ู„ุง ูŠุคุซุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุงุนุชูƒุงูุŒ ู„ูƒู† ู…ุฌุงู„ุณ ุงู„ุนู„ู… ุฅู† ุฏุงู…ุชุŒ ูˆุตุงุฑ ูŠุทุงู„ุน ุฏุฑูˆุณู‡ุŒ ูˆูŠุญุถุฑ ุงู„ุฌู„ุณุงุช ุงู„ูƒุซูŠุฑุฉ ุงู„ุชูŠ ุชุดุบู„ู‡ ุนู† ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ุงู„ุฎุงุตุฉุŒ ูู‡ุฐุง ู„ุง ุดูƒ ุฃู† ููŠ ุงุนุชูƒุงูู‡ ู†ู‚ุตุงู‹ุŒ ูˆู„ุง ุฃู‚ูˆู„ ุฅู† ู‡ุฐุง ูŠู†ุงููŠ ุงู„ุงุนุชูƒุงู.

โ€œTidak ragu bahwa menuntut ilmu termasuk ketaatan kepada Allah, tetapi iโ€™tikaf terdapat ketaatan khusus, seperti shalat, dzikir, membaca Al Quran, dan yang serupa itu. Tidak apa-apa muโ€™takif menghadiri satu pelajaran atau dua dalam sehari atau malam, sebab itu tidak mempengaruhi Iโ€™tikafnya, tetapi jika majelis ilmu diadakan terus menerus, akan membuatnya mengkaji materinya, menghadiri berbagai majelis yang memalingkannya dari ibadah khusus, ini tidak ragu lagi membuatMajelis Ilmu Farid Nu’man:
Iโ€™tikafnya berkurang, di sini saya tidak katakan menganulir Iโ€™tikafnya. (Lihat semua dalam Syarhul Mumtiโ€™,  6/163)

๐Ÿ”ธBersambung๐Ÿ”ธ

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Fikih I’tikaf (Bag. 6)

๐Ÿ“† Jumat,  12 Ramadhan 1437 H / 17 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ *Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.*

๐Ÿ“‹ *Fikih I’tikaf (Bag. 6)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Tentang Hadits Todak ada Iโ€™tikaf selain di tiga masjid*

โฃ *Bunyi hadits:*

ู„ุง ุงุนุชูƒุงู ุฅู„ุง ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ

โ€œTidak ada iโ€™tikaf kecuali pada 3 masjid.โ€ (HR. Ath Thahawi, Syarh Musykilul Atsar No. 2771. Al Baihaqi , 4/316) yaitu masjidil haram, masjid nabawi, dan masjidil aqsha

Syaikh Utsaimin mengatakan: hadits ini dhaif (lemah). (Syarhul Mumtiโ€™, 6/164).

Sementara Syaikh Al Albani mengatakan:

ูˆ ู‡ุฐุง ุฅุณู†ุงุฏ ุตุญูŠุญ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ุงู„ุดูŠุฎูŠู†

Isnad hadits ini shahih sesuai syarat syaikhain (Bukhari-Muslim). (As Silsilah Ash Shahihah No. 2786)

 Abdullah bin Masโ€™ud Radhiallahu โ€˜Anhu memaknai bahwa hadits di atas, hanya mengingkari kesempurnaan Iโ€™tikaf saja, tidak sampai mengingkari keabsahan Iโ€™tikaf di masjid lain.

 Syaikh Al Albani mengatakan bahwa Ibnu Masโ€™ud mentakwil demikian, Katanya:

ู„ุง ุงุนุชูƒุงู ูƒุงู…ู„ุง ุŒ ูƒู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ” ู„ุง ุฅูŠู…ุงู† ู„ู…ู† ู„ุง ุฃู…ุงู†ุฉ ู„ู‡ ุŒ ูˆ ู„ุง ุฏูŠู† ู„ู…ู† ู„ุง ุนู‡ุฏ ู„ู‡ ” ูˆ ุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

โ€œIโ€™tikafnya tidak sempurna, sebagaimana Sabdanya Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: โ€œTidak ada iman bagi yang tidak menjaga amanah, dan tidak beragama bagi yang tidak menepati janji.โ€ Wallahu Aโ€™lam (Ibid)

Syaikh Utsaimin Rahimahullah juga memahami demikian, katanya:

ุฅู† ุตุญ ู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ูุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจู‡ ู„ุง ุงุนุชูƒุงู ุชุงู…ุŒ ุฃูŠ ุฃู† ุงู„ุงุนุชูƒุงู ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุฃุชู… ูˆุฃูุถู„ุŒ ู…ู† ุงู„ุงุนุชูƒุงู ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุงู„ุฃุฎุฑู‰ุŒ ูƒู…ุง ุฃู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ููŠู‡ุง ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุงู„ุฃุฎุฑู‰. ูˆูŠุฏู„ ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ุนุงู… ููŠ ูƒู„ ู…ุณุฌุฏ ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {{ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุจูŽุงุดูุฑููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุนูŽุงูƒููููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู}} [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ: 187] .ูู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {{ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู}} (ุงู„ู€) ู‡ู†ุง ู„ู„ุนู…ูˆู…โ€ฆ.

Jika hadits ini shahih, maka maksudnya adalah Iโ€™tkafnya tidak sempurna, yaitu sesungguhnya Iโ€™tikaf di masjid-masjid ini adalah lebih sempurna dan afdhal dibanding Iโ€™tikaf di masjid lain sebagaimana shalat di dalamnya lebih afdhal dibanding shalat di masjid lain.

Hal yang menunjukkan bahwa ini berlaku untuk semua masjid adalah firmanNya: (Janganlah kalian mencampuri mereka sedangkan kalian Iโ€™tikaf di masjid-masjid), firman Allah fil Masajid (di masjid-masjid), Al (alif lam) di sini menunjukkan umum โ€ฆ (Ibid)

Beliau melanjutkan:

ุซู… ูƒูŠู ูŠูƒูˆู† ู‡ุฐุง ุงู„ุญูƒู… ููŠ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ู„ู„ุฃู…ุฉ ู…ู† ู…ุดุงุฑู‚ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆู…ุบุงุฑุจู‡ุงุŒ ุซู… ู†ู‚ูˆู„: ู„ุง ูŠุตุญ ุฅู„ุง ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุงู„ุซู„ุงุซุฉุŸ! ูู‡ุฐุง ุจุนูŠุฏ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุญูƒู… ู…ุฐูƒูˆุฑ ุนู„ู‰ ุณุจูŠู„ ุงู„ุนู…ูˆู… ู„ู„ุฃู…ุฉ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠุฉุŒ ุซู… ู†ู‚ูˆู„: ุฅู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ู„ุง ุชุตุญ ุฅู„ุง ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุงู„ุซู„ุงุซุฉุŒ ูƒุงู„ุทูˆุงู ู„ุง ูŠุตุญ ุฅู„ุง ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุงู„ุญุฑุงู…. ูุงู„ุตูˆุงุจ ุฃู†ู‡ ุนุงู… ููŠ ูƒู„ ู…ุณุฌุฏุŒ ู„ูƒู† ู„ุง ุดูƒ ุฃู† ุงู„ุงุนุชูƒุงู ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ุฃูุถู„ุŒ ูƒู…ุง ุฃู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ุฃูุถู„.

Lalu, bagaimana bisa hukum yang terdapat dalam kitabullah yang berlaku bagi umat di timur dan barat, lalu kita mengatakan kepada mereka: tidak sah kecuali di tiga masjid?

Ini adalah sangat jauh, jika hukum tersebut diterapkan secara umum bagi semua umat Islam. Kemudian kita mengatakan ibadah ini tidak sah kecuali di tiga masjid, seperti thawaf tidak sah kecuali di masjidil haram.

Yang benar adalah bahwa ini berlaku umum pada setiap masjid, tetapi tidak ragu lagi Iโ€™tikaf di tiga masjid tersebut lebih utama, sebagaimana shalat di dalamnya lebih utama. (Ibid)

Hanya saja Syaikh Utsaimin menegaskan, bahwa yang disebut masjid adalah yang di dalamnya ditegakkan shalat berjamaah dan shalat Jumat, jika tidak ada shalat Jumat, maka itu bukan masjid.

Dengan kata lain, beliau sebenarnya berada pada kelompok pertama, yaitu hanya membolehkan Iโ€™tikaf pada masjid jamiโ€™, hanya saja beliau tidak mengistilahkannya dengan masjid jamiโ€™

๐Ÿ”นBersambung๐Ÿ”น

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Zakat, Infaq, Dan Shadaqoh Bagaimana seharusnya???

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab๐Ÿ‘ณ
โœUstadz Farid Nu’man

๐Ÿ“†Rabu, 15 Juni 2016 M
                 11 Ramadhan 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐Ÿ€๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamu ‘alaikum wrwb..
Bagaimana seharusnya menurut syari’at tentang pembayaran infaq, sedekah dan zakat apakah setelah pemotongan kebutuhan tiap bulan atau disisihkan dl untuk infaq, sedekah dan zakat?
Member MANIS A23

๐Ÿƒ๐ŸƒJawaban๐ŸŒพ๐ŸŒพ

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡ ุŒ
๐Ÿ“Œ Sedekah dan Infaq ada sedikit perbedaan.

๐Ÿ“ŒSedekah itu ibadah harta dan non harta

๐Ÿ“Œ Utk yg harta, seperti ayat:
“khudz min amwaalihim shadaqatan – ambillah dr harta mereka sedekahnya (zakat) ..”

๐Ÿ“ŒDalam hadits Abu Daud, Ahmad, dll, dari Sa’ad bin ‘Ubadah, “Beliau bertanya: ayyu shadaqah afdhal? – sedekah apa yang paling baik?, nabi menjawab: saqiyul maa’ – memberikan air.”

๐Ÿ“Œ untuk yg non harta, sebagaimana dalam beberapa hadits, misal

dlm Shahih Muslim:
“inna fi budh’i ahadikum shadaqah – dikemaluan kalian ada sedekah.”

 Atau dalam Shahih Bukhari:
“kalimatuth thayyibah shadaqah – perkataan yang baik adalah sedekah.”

๐Ÿ“Œ Sedangkan infaq adalah ibadah harta saja. Seperti ayat:
“wa mimma razaqnaahum yunfiquun – dan orang2 yang menginfakan apa yang Kami rezekikan …”

๐Ÿ“Œatau hadits doa malaikat:
“Allahumma a’thi munfiqan khalafa – Ya Allah, berikanlah ganti bagi org yg berinfaq.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ“Œ Persamaannya adalah pada keduanya ada yang *WAJIB* dan *SUNNAH*.

๐Ÿ“Œ Yang Wajib seperti zakat dan belanja dari suami kepada istri, juga sedekah yg  dinadzarkan, kaffarat, dan semisalnya.

๐Ÿ“Œ yang Sunnah, seperti sedekah dan infaq kepada org yang sedang kesulitan, sumbangan membangun masjid, dll.

๐Ÿ“Œ mana yang di dahulukan? Maka yg wajib didahulukan dibanding yang sunnah

๐Ÿ“Œ Jika sama2 wajib, seperti zakat dan nafkah kpd keluarga, maka zakat didahulukan, sebab sedekah yang membawa manfaat pribadi dan org banyak secara bersamaan didahulukan dibanding sedekah yg bermanfaat utk diri sndiri. TAPI ini terjadi jika sudah *NISHAB dan HAUL*,  jika belum maka kebutuhan keluarga didahulukan.
Wallahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia…

Fikih I’tikaf (Bag. 5)

๐Ÿ“† Kamis,  11 Ramadhan 1437 H / 16 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ *Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.*

๐Ÿ“‹ *Fikih I’tikaf (Bag. 5)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š _*Iโ€™tikaf Wajib di Masjid; Masjid yang bagaimanakah ?*_

 Di masjid adalah syarat sahnya Iโ€™tikaf sesuai petunjuk Al Quran Al Baqarah ayat 187, juga contoh dari sunah Rasululah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.

 Disebutkan dalam Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah:

ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุตูุญู‘ู ู„ูู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ุชูŽูƒูููŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ู„ูู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ : { ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุนูŽุงูƒููููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู } ุŒ ูˆูŽู„ุฃููŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุนู’ุชูŽูƒููู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู .
ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ูƒูŽุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ ู„ุงูŽ ูŠูŽุตูุญู‘ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุชูŽูƒูููŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุŒ ู…ูŽุง ุนูŽุฏูŽุง ุงู„ู’ุญูŽู†ูŽูููŠู‘ูŽุฉูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุชูŽุนู’ุชูŽูƒููู ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ู„ุฃููŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ู…ูŽูˆู’ุถูุนู ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู ุงุนู’ุชูŽูƒูŽููŽุชู’ ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ุฌูŽุงุฒูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉู ุงู„ุชู‘ูŽู†ู’ุฒููŠู‡ููŠู‘ูŽุฉู .

  โ€œFuqaha telah ijmaโ€™ bahwa tidak sah bagi laki-laki yang beriโ€™itikaf kecuali di masjid, sesuai firmanNya Taโ€™ala: sedang kalian sedang   Iโ€™tikaf di masjid. (QS. Al Baqarah : 187), dan  karena Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tidak beriโ€™tikaf kecuali di masjid.

  Ada pun wanita, jumhur ulama mengatakan bahwa mereka sama dengan laki-laki; tidak sah Iโ€™tikaf kecuali di masjid, kecuali menurut Hanafiyah, mereka mengatakan bahwa waita Iโ€™tikaf di masjid di rumahnya, karena di sanalah tempat shalat mereka, dan seandainya mereka Iโ€™tikaf   di masjid, boleh saja namun makruh tanzih (makruh yang mendekati boleh).โ€ (Al Mausuโ€™ah, 37/213)

Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar Al โ€˜Asqalani Rahimahullah:

ูˆูŽุงุชู‘ูŽููŽู‚ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุดู’ุฑููˆุทููŠู‘ูŽุฉ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ู„ูู„ูุงุนู’ุชููƒูŽุงูู ุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŽ ุจู’ู† ุนูู…ูŽุฑ ุงูุจู’ู† ู„ูุจูŽุงุจูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ููƒููŠู‘ูŽ ููŽุฃูŽุฌูŽุงุฒูŽู‡ู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽูƒูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุฌูŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู†ูŽูููŠู‘ูŽุฉู ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุชูŽูƒูููŽ ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูƒูŽุงู† ุงู„ู’ู…ูุนูŽุฏู‘ู ู„ูู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠู‡ู

โ€œUlama telah sepakat atas pensyaratan masjid untuk Iโ€™tikaf, kecuali Muhammad bin Umar bin Lubabah Al Maliki yang membolehkan di setiap tempat. Kalangan Hanafiyah membolehkan kaum wanita Iโ€™tikaf di masjid rumahnya, yaitu tempat yang dipersiapkan untuk shalat di dalamnya.โ€ (Fathul Bari, 4/272. Darul Fikr)

Demikian kesepakatannya, ada pun adanya pendapat yang menyendiri yang bertabrakan dengan mainstream dalam hal ini, tidaklah dianggap. Namun walau mereka bersepakat tentang keharusan di masjid, mereka berselisih pendapat tentang jenis masjidnya.

Beliau melanjutkan:

ูˆูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุฃูŽุจููˆ ุญูŽู†ููŠููŽุฉ ูˆูŽุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏ ุฅูู„ูŽู‰ ุงูุฎู’ุชูุตูŽุงุตู‡ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูู‚ูŽุงู… ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุช ุŒ ูˆูŽุฎูŽุตู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุจููˆ ูŠููˆุณูู ุจูุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจู ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ู„ ููŽูููŠ ูƒูู„ู‘ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏ ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑ ุจูุนูู…ููˆู…ูู‡ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ุชูŽู„ู’ุฒูŽู…ู‡ู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ููŽุงุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุงู…ูุน ุŒ ูˆูŽุดูŽุฑูŽุทูŽู‡ู ู…ูŽุงู„ููƒูŒ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ูุงุนู’ุชููƒูŽุงููŽ ุนูู†ู’ุฏู‡ู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูŽุทูุนู ุจูุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุŒ ูˆูŽูŠูŽุฌูุจู ุจูุงู„ุดู‘ูุฑููˆุนู ุนูู†ู’ุฏ ู…ูŽุงู„ููƒ ุŒ ูˆูŽุฎูŽุตู‘ูŽู‡ู ุทูŽุงุฆูููŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽู ูƒูŽุงู„ุฒู‘ูู‡ู’ุฑููŠู‘ู ุจูุงู„ู’ุฌูŽุงู…ูุนู ู…ูุทู’ู„ูŽู‚ู‹ุง ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู…ูŽุฃูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏููŠู… ุŒ ูˆูŽุฎูŽุตู‘ูŽู‡ู ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉู ุจู’ู† ุงู„ู’ูŠูŽู…ูŽุงู†ู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู ุงู„ุซู‘ูŽู„ูŽุงุซูŽุฉ ุŒ ูˆูŽุนูŽุทูŽุงุกูŒ ุจูู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุณูŽูŠู‘ูุจู ุจูู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽุงุชู‘ูŽููŽู‚ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽ ู„ูุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ู

โ€œImam Abu Hanifah dan Imam Ahmad  berpendapat dikhususnya Iโ€™tikaf hanya pada *masjid yang di dalamnya dilaksanakan berbagai shalat, Imam Abu Yusuf mengkhususkan pada shalat wajib saja, ada pun shalat sunah bisa di semua masjid. Mayoritas (jumhur) berpendapat sesuai keumumannya pada semua masjid, kecuali bagi orang yang juga sekalian shalat Jumat, maka kalangan Imam Asy Syafiโ€™i menyunnahkan di masjid Jamiโ€™, ada pun Imam Malik mensyaratkan hal itu (Masjid Jamiโ€™) karena menurut mereka berdua, Iโ€™tikaf menjadi terputus karena shalat Jumat. Imam Malik mewajibkan hal itu (keberadaan di masjid Jamiโ€™) sejak permulaan Iโ€™tikaf. Sebagian salaf seperti Az Zuhri mengkhususkan masjid jamiโ€™ secara mutlak, hal itu juga diisyaratkan Imam Asy Syafiโ€™i dalam pendapat lamanya.

Sedangkan Hudzaifah bin Yaman mengkhususkan di tiga masjid saja (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil Aqsha), Athaโ€™ mengkhususkan pada masjid di Mekkah dan Madinah, Said bin Al Musayyib mengkhususkan masjid di Madinah, dan mereka sepakat tidak ada batasan dalam hal banyaknya.โ€ (Ibid)

Dari penjelasan Al Hafizh, kita bisa simpulkan, bahwa para fuqaha berselisih tentang jenis masjid yang boleh dilakukan iโ€™tikaf di dalamnya:

1โƒฃ.  Sahnya Iโ€™tikaf hanya di masjid yang di dalamnya dilakukan shalat yang lima dan shalat Jumat (Istilahnya: masjid jamiโ€™). Inilah pendapat Abu Hanifah, Ahmad, Abu Tsaur, Malik, dll

2โƒฃ.  Iโ€™tikaf sah di lakukan di semua masjid, termasuk masjid yang tidak mendirikan shalat Jumat. (istilahnya: masjid ghairu Jamiโ€™ โ€“ surau), inilah pendapat, Syafiโ€™i, Daud,   dll. Inilah pendapat jumhur (mayoritas ulama).   Imam Bukhari juga mengikuti pendapat ini, beliau menulis dalam Shahihnya:

ุจูŽุงุจ ุงู„ูุงุนู’ุชููƒูŽุงูู ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ูˆูŽุงู„ูุงุนู’ุชููƒูŽุงูู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง

  Bab Iโ€™tikaf di 10 Hari terakhir dan Iโ€™tikaf Masjid-Masjid Seluruhnya. (lalu beliau mengutip Al Baqarah 187)

3โƒฃ.  Iโ€™tikaf hanya sah dilakukan di tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa. Ini pendapat Hudzaifah bin Yaman Radhiallahu โ€˜Ahu, ini yang nampak dari  pendapat Syaikh Al Albani Rahimahullah, dalam As Silsilah Ash Shahihah No. 2786.

4โƒฃ.  Hanya  masjid di Mekkah dan Madinah, apa pun masjid itu. Ini pendapat โ€˜Atha

5โƒฃ  Hanya masjid di Madinah, apa pun masjid itu. Ini pendapat Saโ€™id bin Al Musayyib

Nampak bahwa pendapat jumhur adalah pendapat yang lebih kuat, sebagaimana penjelasan Syaikh Ibnul Utsaimin pada pembahasan selanjutnya.

Bersambung

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Fiqih I’tikaf (Bag. 4)

๐Ÿ“† Rabu,  10 Ramadhan 1437 H / 15 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.

๐Ÿ“‹  *Fiqih I’tikaf (Bag. 4)*
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Bolehkah Iโ€™tikaf Selain Ramadhan dan Tanpa Puasa?*

Dalam hal ini terjadi khilafiyah, Syaikh Utsaimin berkata:

ูุงู„ุฐูŠ ูŠุธู‡ุฑ ู„ูŠ ุฃู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ู„ูˆ ุงุนุชูƒู ููŠ ุบูŠุฑ ุฑู…ุถุงู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠู†ูƒุฑ ุนู„ูŠู‡ ุจุฏู„ูŠู„ ุฃู† ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ุฃุฐู† ู„ุนู…ุฑ ุจู† ุงู„ุฎุทุงุจ ุฃู† ูŠูˆููŠ ุจู†ุฐุฑู‡ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ู‡ุฐุง ุงู„ู†ุฐุฑ ู…ูƒุฑูˆู‡ุงู‹ ุฃูˆ ุญุฑุงู…ุงู‹ุŒ ู„ู… ูŠุฃุฐู† ู„ู‡ ุจูˆูุงุก ู†ุฐุฑู‡ุŒ ู„ูƒู†ู†ุง ู„ุง ู†ุทู„ุจ ู…ู† ูƒู„ ูˆุงุญุฏ ุฃู† ูŠุนุชูƒู ููŠ ุฃูŠ ูˆู‚ุช ุดุงุกุŒ ุจู„ ู†ู‚ูˆู„ ุฎูŠุฑ ุงู„ู‡ุฏูŠ ู‡ุฏูŠ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู…ุŒ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ูŠุนู„ู… ุฃู† ููŠ ุงู„ุงุนุชูƒุงู ููŠ ุบูŠุฑ ุฑู…ุถุงู†ุŒ ุจู„ ูˆููŠ ุบูŠุฑ ุงู„ุนุดุฑ ุงู„ุฃูˆุงุฎุฑ ู…ู†ู‡ ุณู†ุฉ ูˆุฃุฌุฑุงู‹ ู„ุจูŠู†ู‡ ู„ู„ุฃู…ุฉ ุญุชู‰ ุชุนู…ู„ ุจู‡

โ€œYang nampak benar bagi saya, bahwa manusia jika iโ€™tikaf pada selain Ramadhan, hal itu tidaklah   diingkari berdasarkan dalil bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengizinkan Umar bin Al Khathab menepati nazarnya.

Seandainya nazar tesebut makruh atau haram, niscaya Beliau tidak akan mengizinkan memenuhi nazarnya. Tetapi, kami tidak menuntut setiap orang untuk beriโ€™tikaf pada bulan apa saja semaunya dia, bahkan kami katakan sebaiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam . Seandainya Rasul Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengajarkan Iโ€™tikaf selain Ramadhan, bahkan diluar 10 hari terakhir adalah sunah dan berpahala, niscaya Beliau akan menjelaskan kepada umat sehingga umat mengerjakannya.โ€ (Syarhul Mumtiโ€™, 6/164. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)

    Hadits yang dimaksud oleh Syaikh Utsaimin, yakni Dari Ibnu Umar, bahwa Umar bin Khatab berkata:

ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู†ูŠ ู†ุฐุฑุช ููŠ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ ุฃู† ุฃุนุชูƒู ู„ูŠู„ุฉ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุงู„ุญุฑุงู…. ูู‚ุงู„: ุฃูˆู ุจู†ุฐุฑูƒ

โ€œWahai Rasulullah, saya bernazar pada masa jahiliyah untuk iโ€™tikaf pada malam hari di masjidil haram.โ€ Beliau bersabda: โ€œPenuhi nazarmu.โ€ (HR. Bukhari No. 1927, 1937,1938)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata:

ููู‰ ุฃู…ุฑ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ู‡ ุจุงู„ูˆูุงุก ุจุงู„ู†ุฐุฑ ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุงู† ุงู„ุตูˆู… ู„ูŠุณ ุดุฑุทุง ููŠ ุตุญุฉ ุงู„ุงุนุชูƒุงูุŒ ุฅุฐ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุตุญ ุงู„ุตูŠุงู… ููŠ ุงู„ู„ูŠู„.

Maka, pada perintah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam kepadanya  (Umar) untuk memenuhi nazar, merupakan dalil bahwa berpuasa bukanlah syarat bagi sahnya iโ€™tikaf, mengingat bahwa tidak sahnya berpuasa malam hari. (Fiqhus Sunnah, 1/478)

Inilah pendapat Ali, Ibnu Masโ€™ud, Al Hasan Al Bashri, Asy Syafiโ€™i, dll. Sedangkan โ€˜Aisyah, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Saโ€™id bin Al Musayyib,  Urwah bin Zubeir, Az Zuhri,  Al Auzaโ€™i, Malik, Abu Hanifah, menyatakan bahwa Iโ€™tikaf tidak sah tanpa berpuasa. (Ibid, 1/479)

Faktanya, Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pernah Iโ€™tikaf pada bulan Syawwal, yaitu 10 hari terakhir bulan Syawwal, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam kitab Shahihnya:
ุจูŽุงุจ ุงู„ูุงุนู’ุชููƒูŽุงูู ูููŠ ุดูŽูˆู‘ูŽุงู„ู

  Bab Iโ€™tkaf Pada Bulan Syawwal

Maka, pandangan yang lebih kuat adalah bahwa Iโ€™tikaf tetap sah dilakukan tanpa puasa dan sah pula di luar Ramadhan. Jika ditambah puasa maka itu afdhal.

Wallahu Aโ€™lam

๐Ÿ”นBersambung ๐Ÿ”น

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Fiqih I’tikaf (Bag. 3)

๐Ÿ“† Selasa,  9 Ramadhan 1437 H / 14 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.

๐Ÿ“‹  *Fiqih I’tikaf (Bag. 3)*
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Iโ€™tikaf Kaum Wanita*

Dari โ€˜Aisyah Radiallahu โ€˜Anha:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽูƒููู ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽูˆูŽูู‘ูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุงุนู’ุชูŽูƒูŽููŽ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ู

๐Ÿ“ŒBahwasanya Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam beriโ€™tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan Allah, kemudian istri-istrinya pun Iโ€™tikaf setelah itu.(HR. Bukhari, No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Daud No. 2462. Ahmad No. 24613, dan lainnya)

Syaikh Al Albani Rahimahullah mengomentari hadits ini:

ูˆููŠู‡ ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุฌูˆุงุฒ ุงุนุชูƒุงู ุงู„ู†ุณุงุก ุฃูŠุถุง ูˆู„ุง ุดูƒ ุฃู† ุฐู„ูƒ ู…ู‚ูŠุฏ ุจุฅุฐู† ุฃูˆู„ูŠุงุฆู‡ู† ุจุฐู„ูƒ ูˆุฃู…ู† ุงู„ูุชู†ุฉ ูˆุงู„ุฎู„ูˆุฉ ู…ุน ุงู„ุฑุฌุงู„ ู„ู„ุฃุฏู„ุฉ ุงู„ูƒุซูŠุฑุฉ ููŠ ุฐู„ูƒ ูˆุงู„ู‚ุงุนุฏุฉ ุงู„ูู‚ู‡ูŠุฉ : ุฏุฑุก ุงู„ู…ูุงุณุฏ ู…ู‚ุฏู… ุนู„ู‰ ุฌู„ุจ ุงู„ู…ุตุงู„ุญ

๐Ÿ“ŒDalam hadits ini terdapat dalil bolehnya Iโ€™tikaf bagi wanita juga, dan tidak ragu bahwa kebolehan itu terikat dengan izin para walinya, atau aman dari fitnah, dan aman dari berduaan dengan laki-laki lantaran banyak dalil yang menunjukkan hal itu, juga kaidah fiqih: menolak kerusakan lebih diutamakan dibanding mengambil maslahat. (Qiyamur Ramadhan, Hal. 35. Cet. 2. Maktabah Islamiyah, โ€˜Amman. Jordan)

  Selain itu, hendaknya wanita Iโ€™tikaf di masjid yang memungkinkan dan kondusif bagi mereka.

 Berkata Syaikh Wahbah Az Zuhaili Hafizhahullah:

ูˆุฅุฐุง ุงุนุชูƒูุช ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏุŒ ุงุณุชุญุจ ู„ู‡ุง ุฃู† ุชุณุชุชุฑ ุจุดูŠุกุ› ู„ุฃู† ุฃุฒูˆุงุฌ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ู…ุง ุฃุฑุฏู† ุงู„ุงุนุชูƒุงู ุฃู…ุฑู† ุจุฃุจู†ูŠุชู‡ู†ุŒ ูุถุฑุจู† ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏุŒ ูˆู„ุฃู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูŠุญุถุฑู‡ ุงู„ุฑุฌุงู„ุŒ ูˆุฎูŠุฑ ู„ู‡ู… ูˆู„ู„ู†ุณุงุก ุฃู„ุง ูŠุฑูˆู†ู‡ู† ูˆู„ุง ูŠุฑูŠู†ู‡ู….

  ๐Ÿ“Œโ€œJika wanita Iโ€™tikaf di masjid, dianjurkan dia membuat penutup dengan sesuatu, karena para isteri Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam ketika hendak iโ€™tikaf, Beliau memerintahkan mereka untuk menjaga diri, lalu mereka mendirikan kemah di masjid, karena masjid dihadiri kaum laki-laki, dan itu lebih baik bagi mereka (kaum laki-laki) dan bagi wanita, sehingga kaum laki-laki   tidak melihat mereka dan sebaliknya.โ€ (Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, 3/125)

๐Ÿ“š *Keutamaannya*

  Tidak ada riwayat shahih yang mendefinitkan keutamaan Iโ€™tikaf secara khusus. Namun, adanya berita shahih bahwa nabi, para isterinya, dan para sahabat yang senantiasa melakukannya setiap Ramadhan menunjukkan keutamaan Iโ€™tikaf. Sebab, tidak mungkin mereka merutinkan amalan yang dianggap โ€˜biasa saja.โ€™

  Syaikh Sayyid Sabiq  Rahimahullah menulis sbb:

ู‚ุงู„ ุฃุจูˆุฏุงูˆุฏ: ู‚ู„ุช ู„ุงุญู…ุฏ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡: ุชุนุฑู ููŠ ูุถู„ ุงู„ุงุนุชูƒุงู ุดูŠุฆุงุŸ ู‚ุงู„: ู„ุงุŒ ุฅู„ุง ุดูŠุฆุง ุถุนูŠูุง.

๐Ÿ“Œ  Berkata Abu Daud: Saya berkata kepada Ahmad Rahimahullah: โ€œApakah engkau mengatahui tentang keutamaan Iโ€™tikaf?โ€ Beliau berkata: โ€œTidak, kecuali suatu riwayat yang dhaif.โ€ (Fiqhus Sunnah, 1/475)

๐Ÿ“š *Syarat-Syarat Iโ€™tikaf*

ูˆูŠุดุชุฑุท ููŠ ุงู„ู…ุนุชูƒู ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู…ุณู„ู…ุงุŒ ู…ู…ูŠุฒุง ุทุงู‡ุฑุง ู…ู† ุงู„ุฌู†ุงุจุฉ ูˆุงู„ุญูŠุถ ูˆุงู„ู†ูุงุณุŒ ูู„ุง ูŠุตุญ ู…ู† ูƒุงูุฑ ูˆู„ุง ุตุจูŠ ุบูŠุฑ ู…ู…ูŠุฒ ูˆู„ุงุฌู†ุจ ูˆู„ุงุญุงุฆุถ ูˆู„ุง ู†ูุณุงุก.

๐Ÿ“ŒSyarat bagi orang yang beriโ€™tikaf adalah: muslim, mumayyiz (sudah mampu membedakan salah benar, baik buruk), suci dari junub, haid, dan nifas, tidak sah jika kafir, anak-anak yang belum mumayyiz, junub, haid, dan nifas. (Fiqhus Sunnah, 1/477)

๐Ÿ“š *Rukun-Rukun Iโ€™tikaf*

Berikut ini keterangannya:

ุฃุฑูƒุงู†ู‡: ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุงู„ุงุนุชูƒุงู ุงู„ู…ูƒุซ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุจู†ูŠุฉ ุงู„ุชู‚ุฑุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ุŒ ูู„ูˆ ู„ู… ูŠู‚ุน ุงู„ู…ูƒุซ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุฃูˆ ู„ู… ุชุญุฏุซ ู†ูŠุฉ ุงู„ุทุงุนุฉ ู„ุง ูŠู†ุนู‚ุฏ ุงู„ุงุนุชูƒุงู.

๐Ÿ“ŒRukun-rukunnya: hakikat dari Iโ€™tikaf adalah tinggal di masjid dengan niat taqarrub ilallah Taโ€™ala. Seandainya tidak menetap di masjid atau tidak ada niat melaksanakan ketaatan, maka tidak sah disebut iโ€™tikaf . (Ibid)

๐Ÿ”‘Jadi, ada dua rukun: niat untuk ibadah dan menetap di masjid.

๐Ÿ”ธBersambung ๐Ÿ”ธ

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Fiqih I’tikaf (Bag. 2)

๐Ÿ“† Senin,  8 Ramadhan 1437 H / 13 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ *Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.*

๐Ÿ“‹  *Fiqih I’tikaf (Bag. 2)*
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Hukumnya*

  Hukumnya adalah sunnah alias tidak wajib, kecuali Iโ€™tikaf karena nazar.

Imam Asy Syaukani Rahimahullah mengatakan:

ูˆู‚ุฏ ูˆู‚ุน ุงู„ุฅุฌู…ุงุน ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ุจูˆุงุฌุจ ุŒ ูˆุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠูƒูˆู† ุฅู„ุง ููŠ ู…ุณุฌุฏ

๐Ÿ“ŒTelah terjadi ijmaโ€™ bahwa Iโ€™tikaf bukan kewajiban, dan bahwa dia tidak bisa dilaksanakan kecuali di masjid. (Fathul Qadir, 1/245)

Namun jika ada seorang yang bernazar untuk beriโ€™tikaf, maka wajib baginya beriโ€™tikaf.

  Khadimus Sunnah Asy Syaikh Sayyid Sabiq mengatakan:

ุงู„ุงุนุชูƒุงู ูŠู†ู‚ุณู… ุฅู„ู‰ ู…ุณู†ูˆู† ูˆุฅู„ู‰ ูˆุงุฌุจุŒ ูุงู„ู…ุณู†ูˆู† ู…ุง ุชุทูˆุน ุจู‡ ุงู„ู…ุณู„ู… ุชู‚ุฑุจุง ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุทู„ุจุง ู„ุซูˆุงุจู‡ุŒ ูˆุงู‚ุชุฏุงุก ุจุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ูˆุงุช ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู„ุงู…ู‡ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูˆูŠุชุฃูƒุฏ ุฐู„ูƒ ููŠ ุงู„ุนุดุฑ ุงู„ุงูˆุงุฎุฑ ู…ู† ุฑู…ุถุงู† ู„ู…ุง ุชู‚ุฏู…ุŒ ูˆุงู„ุงุนุชูƒุงู ุงู„ูˆุงุฌุจ ู…ุง ุฃูˆุฌุจู‡ ุงู„ู…ุฑุก ุนู„ู‰ ู†ูุณู‡ุŒ ุฅู…ุง ุจุงู„ู†ุฐุฑ ุงู„ู…ุทู„ู‚ุŒ ู…ุซู„ ุฃู† ูŠู‚ูˆู„: ู„ู„ู‡ ุนู„ูŠ ุฃู† ุฃุนุชูƒู ูƒุฐุงุŒ ุฃูˆ ุจุงู„ู†ุฐุฑ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ูƒู‚ูˆู„ู‡: ุฅู† ุดูุง ุงู„ู„ู‡ ู…ุฑูŠุถูŠ ู„ุงุนุชูƒูู† ูƒุฐุง.
ูˆููŠ ุตุญูŠุญ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„: ” ู…ู† ู†ุฐุฑ ุฃู† ูŠุทูŠุน ุงู„ู„ู‡ ูู„ูŠุทุนู‡ “

๐Ÿ“Œ  Iโ€™tikaf terbagi menjadi dua bagian; sunah dan wajib. Iโ€™tikaf sunah adalah Iโ€™tikaf yang dilakukan secara suka rela oleh seorang muslim dalam rangka taqarrub ilallahi (mendekatkan diri kepada Allah), dalam rangka mencari pahalaNya dan mengikuti sunah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. Hal itu ditekankan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sebagaimana penjelasan sebelumnya.

  Iโ€™tikaf wajib adalah apa-apa yang diwajibkan seseorang atas dirinya sendiri, baik karena nazar secara mutlak, seperti perkataan: wajib atasku untuk beriโ€™tikaf sekian  karena Allah. Atau karena nazar yang muโ€™alaq (terkait dengan sesuatu), seperti perkataan: jika Allah menyembuhkan penyakitku saya akan Iโ€™tikaf sekian ..

  Dalam shahih Bukhari disebutkan, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œBarang siapa yang bernazar untuk mentaati Allah maka taatilah (tunaikanlah).โ€ (Fiqhus Sunnah, 1/475)

๐Ÿ”ธBersambung ๐Ÿ”ธ

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

FIQIH Iโ€™TIKAF (Bag. 1)

๐Ÿ“† Ahad,  7 Ramadhan 1437 H / 12 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ *Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.*

๐Ÿ“‹ *FIQIH Iโ€™TIKAF (Bag. 1)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Definisi*

๐Ÿ“• *Secara Bahasa (Lughah):*

I’tikaf adalah Al Mulaazim artinya  berdiam, membiasakan, menetapi (Lihat Imam Asy Syaukani, Fathul Qadir, 1/244. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)

ูŠู‚ุงู„ ุนูƒู ุนู„ู‰ ุงู„ุดูŠุก : ุฅุฐุง ู„ุงุฒู…ู‡

    Dikatakan, โ€˜akafa โ€˜ala Asy Syaiโ€™  (Dia menetap di atas sesuatu), artinya dia selalu bersamanya. (Ibid)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

ุงู„ุงุนุชูƒุงู ู„ุฒูˆู… ุงู„ุดุฆ ูˆุญุจุณ ุงู„ู†ูุณ ุนู„ูŠู‡ุŒ ุฎูŠุฑุง ูƒุงู† ุฃู… ุดุฑุง

Iโ€™tikaf adalah menetapi sesuatu dan menutup  diri, dalam hal baik atau buruk . (Fiqhus Sunnah, 1/475)

๐Ÿ“• *Secara Istilah (Syaraโ€™)* :

 ูˆุงู„ุงุนุชูƒุงู ููŠ ุงู„ุดุฑุน : ู…ู„ุงุฒู…ุฉ ุทุงุนุฉ ู…ุฎุตูˆุตุฉ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ู…ุฎุตูˆุต

Secara syaraโ€™: menetap dalam rangka taat secara khusus dengan syarat khusus pula. (Fathl Qadir, 1/245)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

ูˆุงู„ู…ู‚ุตูˆุฏ ุจู‡ ู‡ู†ุง ู„ุฒูˆู… ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูˆุงู„ุงู‚ุงู…ุฉ ููŠู‡ ุจู†ูŠุฉ ุงู„ุชู‚ุฑุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒูˆุฌู„.

Yang dimaksud Iโ€™tikaf di sini adalah menetapi masjid dan menegakkan shalat di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah โ€˜Azza wa Jalla. (Fiqhus Sunnah, 1/475)

๐Ÿ“• *Dasar Hukum*

๐ŸŒธ *Al Quran*

ูˆูŽู„ุง ุชูุจูŽุงุดูุฑููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุนูŽุงูƒููููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู

Janganlah kalian    mencampuri  mereka (Istri), sedang kalian sedang   Iโ€™tikaf di masjid. (QS. Al Baqarah : 187)

๐ŸŒธ *As Sunnah*

Dari โ€˜Aisyah Radiallahu โ€˜Anha:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽูƒููู ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽูˆูŽูู‘ูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุงุนู’ุชูŽูƒูŽููŽ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ู

Bahwasanya Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam beriโ€™tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatka Allah, kemudian istri-istrinya pun Iโ€™tikaf setelah itu.(HR. Bukhari, No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Daud No. 2462. Ahmad No. 24613, dan lainnya)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽูƒููู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‚ูุจูุถูŽ ูููŠู‡ู ุงุนู’ุชูŽูƒูŽููŽ ุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง
Dahulu Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam Iโ€™tikaf di setiap Ramadhan 10 hari, tatkala pada tahun beliau wafat, beliau Iโ€™tikaf 20 hari. (HR. Bukhari No. 694, Ahmad No. 8662, Ibnu Hibban No. 2228,  Al Baghawi No. 839, Abu Yaโ€™la No. 5843,  Abu Nuโ€™aim dalam Akhbar Ashbahan, 2/53)

๐ŸŒธ *Ijmaโ€™*

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menceritakan adanya ijmaโ€™ tentang  syariat Iโ€™tikaf:

ูˆู‚ุฏ ุฃุฌู…ุน ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ู…ุดุฑูˆุนุŒ ูู‚ุฏ ูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠุนุชูƒู ููŠ ูƒู„ ุฑู…ุถุงู† ุนุดุฑุฉ ุฃูŠุงู…ุŒ ูู„ู…ุง ูƒุงู† ุงู„ุนุงู… ุงู„ุฐูŠ ู‚ุจุถ ููŠู‡ ุงุนุชูƒู ุนุดุฑูŠู† ูŠูˆู…ุง.

Ulama telah ijmaโ€™ bahwa Iโ€™tikaf adalah disyariatkan, Nabi  Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam beriโ€™tikaf setiap Ramadhan 10 hari, dan 20 hari ketika tahun beliau wafat. (Fiqhus Sunnah, 1/475)

๐Ÿ”นBersambung๐Ÿ”น

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Kumpulan Hadits-Hadits Shahih Tentang Shaum dan Ramadhan (Bag. 5)

๐Ÿ“† Sabtu,  6 Ramadhan 1437 H / 11 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ *Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.*

๐Ÿ“‹ *Kumpulan Hadits-Hadits Shahih Tentang Shaum dan Ramadhan (Bag. 5)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

2โƒฃ8โƒฃ  *Doa ketika Lailatul Qadar*

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengajarkan doa khusus  untuk kita baca ketika Lailatul Qadar.

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู’ ุนูŽู„ูู…ู’ุชู ุฃูŽูŠู‘ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุง ุฃูŽู‚ููˆู„ู ูููŠู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ููˆู„ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนููููˆู‘ูŒ ูƒูŽุฑููŠู…ูŒ ุชูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ููŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ู‘ููŠ

  Dari โ€˜Aisyah dia berkata โ€œAku berkata: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui bahwa pada suatu malam adalah Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan?โ€ Beliau menjawab: โ€œUcapkanlah, โ€˜Allahumma innaka โ€˜afuwwun karim tuhibbul โ€˜afwa faโ€™fuโ€™anni.โ€

 (HR. At Tirmidzi No. 3513, At Tirmidzi berkata: hasan shahih. Ibnu Majah No. 3850. Syaikh Al Albani menshahihkannya. Lihat As Silsilah Ash Shahihah No. 3337, Shahihul Jamiโ€™ No. 4423, dan lainnya)

2โƒฃ9โƒฃ  *Orang yang tidak berpuasa tanpa alasan*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, secara marfuโ€™:

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุนูุฐู’ุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุฑูŽุถู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุถูู‡ู ุตููŠูŽุงู…ู ุงู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู

Barang siapa yang  tidak berpuasa pada Ramadhan tanpa adanya uzur, tidak pula sakit, maka tidaklah dia bisa menggantikannya dengan puasa sepanjang tahun, jika dia melakukannya. (HR. Bukhari No. 1934)

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุนุฑู‰ ุงู„ุงุณู„ุงู…ุŒ ูˆู‚ูˆุงุนุฏ ุงู„ุฏูŠู† ุซู„ุงุซุฉุŒ ุนู„ูŠู‡ู† ุฃุณุณ ุงู„ุงุณู„ุงู…ุŒ ู…ู† ุชุฑูƒ ูˆุงุญุฏุฉ ู…ู†ู‡ู†ุŒ ูู‡ูˆ ุจู‡ุง ูƒุงูุฑ ุญู„ุงู„ ุงู„ุฏู…: ุดู‡ุงุฏุฉ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉุŒ ูˆุตูˆู… ุฑู…ุถุงู†
             
Tali Islam dan kaidah-kaidah agama ada tiga, di atasnyalah agama Islam difondasikan, dan barangsiapa yang meninggalkannya satu saja, maka dia kafir dan darahnya halal ( untuk dibunuh), (yakni):  Syahadat Laa Ilaaha Illallah, shalat wajib, dan puasa Ramadhan.โ€

(HR. Abu Yaโ€™ala No. 2349, Alauddin Al muttaqi Al Hindi dalam Kanzul โ€˜Ummal No. 23, juga Ad Dailami dan dishahihkan oleh Imam Adz Dzahabi. Berkata Hammad bin Zaid: aku tidak mengetahui melainkan hadits ini  telah dimarfuโ€™kan kepada Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. Al Haitsami mengatakan sanadnya hasan, Majmaโ€™ Az Zawaid, 1/48. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah. Tetapi didhaifkan oleh Syaikh Al Albani Rahimahullah)

Berkata Imam Adz Dzahabi Rahimahullah:

ูˆุนู†ุฏ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ู…ู‚ุฑุฑ:  ุฃู† ู…ู† ุชุฑูƒ ุตูˆู… ุฑู…ุถุงู† ุจู„ุง ู…ุฑุถุŒ ุฃู†ู‡ ุดุฑ ู…ู† ุงู„ุฒุงู†ูŠุŒ ูˆู…ุฏู…ู† ุงู„ุฎู…ุฑุŒ ุจู„ ูŠุดูƒูˆู† ููŠ ุฅุณู„ุงู…ู‡ุŒ ูˆูŠุธู†ูˆู† ุจู‡ ุงู„ุฒู†ุฏู‚ุฉุŒ ูˆุงู„ุงู†ุญู„ุงู„.

โ€œBagi kaum mukminin telah menjadi ketetapan bahwa meninggalkan puasa Ramadhan padahal tidak sakit adalah lebih buruk dari pezina dan pemabuk, bahkan mereka meragukan keislamannya dan mencurigainya sebagai zindiq dan tanggal agamanya.โ€ (Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/434. Lihat juga Imam Al Munawi, Faidhul Qadir, 4/410. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah)

3โƒฃ0โƒฃ  *Puasa adalah tameng dari Api Neraka*

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุงูŽู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฌูู†ู‘ู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู
“Puasa adalah tameng, orang berpuasa akan melindungi dirinya dari api neraka.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya No. 14669)

Imam Al Haitsami mengatakan: isnadnya hasan. (Majma’ Az Zawaid, No. 5077)

Berkata Syaikh Syu’aib Al Arnauth:

ุญุฏูŠุซ ุตุญูŠุญ ุจุทุฑู‚ู‡ ูˆุดูˆุงู‡ุฏู‡ ูˆู‡ุฐุง ุฅุณู†ุงุฏ ุญุณู†

 “Hadits shahih dengan berbagai jalur dan penguatnya. Isnad hadits ini hasan.” (Ta’liq Musnad Ahmad No. 14669, Jadi sanad hadits ini hasan, namun terangkat menjadi shahih karena banyaknya jalan. Demikian menurut Syaikh Syu’aib Al Arnauth. Syaikh Al Albani juga menghasankan hadits ini. Lihat Shahihul Jami’ No. 4308)
Wallahu Aโ€™lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…