Olah Raga Dalam Sunnah

๐Ÿ“† Kamis, 27 Dzulhijjaah 1437 H/ 29 September 2016

๐Ÿ“˜ Ibadah

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan

๐Ÿ“– Olah Raga Dalam Sunnah
============================
๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ

Assalamu’alaikum ustad saya ingin bertanya

Apakah ada olah raga yang disunnahkan oleh Rosulallah saw? Jika ada, Olah raga apa ustad, kalau sunnah berarti mengerjakannya mendapat pahala tentu menyehatkan
Syukron katsir ustad

Jawaban:

Wa ‘Alaikumussalam wa Rahmatullah …, Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ba’d:

 Pada dasarnya olah raga apa pun, selama terpenuhi adab-adab Islam adalah baik, dan bisa dinilai ibadah jika diniatkan sebagai upaya menjaga amanah Allah swt yang bernama KESEHATAN.

  Hal ini berdasarkan dalil-dalil umum:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽุฎููˆู†ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ูˆูŽุชูŽุฎููˆู†ููˆุง ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุงุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

 Wahai orang-orang beriman janganlah kalian khianati Allah, Rasul, dan amanah-amanah yang ada pada kalian. (QS. Al Anfal: 27)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ุงู„ู…ุคู…ู† ุงู„ู‚ูˆูŠ ุฎูŠุฑ ูˆุฃุญุจ ุฅู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุคู…ู† ุงู„ุถุนูŠู ูˆููŠ ูƒู„ ุฎูŠุฑ

Muโ€™min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding muโ€™min yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. (HR. Muslim No. 2664)

Maka, tidur yang cukup, makan minum yang halal dan sehat, serta olah raga, bisa bernilai ibadah jika diniatkan sebagai penjagaan terhadap amanah kesehatan kita.

*๐Ÿ“Œ Beberapa Olah Raga dan Permainan Yang Disebut dalam As Sunnah*

*1โƒฃ Olah Raga Bela Diri, Berkuda, dan Pedang*

Secara umum persiapan diri dengan ilmu bela diri dari serangan musuh disebutkan dalam firman Allah ๏ทป :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฎูุฐููˆุง ุญูุฐู’ุฑูŽูƒูู…ู’ ููŽุงู†ู’ููุฑููˆุง ุซูุจูŽุงุชู ุฃูŽูˆู ุงู†ู’ููุฑููˆุง ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง

Wahai orang-orang beriman, bersiap siagalah, dan berangkatlah ke medan tempur baik secara berkelompok atau bersamaan. (QS. An Nisa: 71)

Firman Allah ๏ทป :

ูˆูŽุฃูŽุนูุฏู‘ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู‚ููˆู‘ูŽุฉู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฑูุจูŽุงุทู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ู„ู ุชูุฑู’ู‡ูุจููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ุนูŽุฏููˆู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุนูŽุฏููˆู‘ูŽูƒูู…ู’
Dan siap siagakanlah olehmu untuk menghadapi mereka berupa kekuatan yang kamu sanggupi, dan dari kuda-kuda yang tertambat, yang dengannya dapat menggetarkan musuh Allah dan musuh kalian… (QS. Al Anfal: 60)

Firman Allah ๏ทป :

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุจูŽุบู’ูŠู ู‡ูู…ู’ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุตูุฑููˆู†ูŽ

Dan (bagi) orang-orang yang jika menimpa kepada mereka kezaliman maka mereka membela diri (QS. Asy Syura: 39)

Dari As Sunnah, Imam An Nawawi Rahimahullah menceritakan:

ู‚ูˆู„ู‡ุง ุฑุฃูŠุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠุณุชุฑู†ูŠ ุจุฑุฏุงุฆู‡ ูˆุฃู†ุง ุฃู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ุญุจุดุฉ ูˆู‡ู… ูŠู„ุนุจูˆู† ูˆุฃู†ุง ุฌุงุฑูŠุฉ ูˆููŠ ุงู„ุฑูˆุงูŠุฉ ุงู„ุฃุฎุฑู‰ ูŠู„ุนุจูˆู† ุจุญุฑุงุจู‡ู… ููŠ ู…ุณุฌุฏ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠู‡ ุฌูˆุงุฒ ุงู„ู„ุนุจ ุจุงู„ุณู„ุงุญ ูˆู†ุญูˆู‡ ู…ู† ุขู„ุงุช ุงู„ุญุฑุจ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ

Ucapan โ€˜Aisyah:  โ€œAku melihat Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam menutupi aku dengan selendangnya, saat itu aku menyaksikan orang-orang Habsyah (Etiopia) yang sedang bermain-main, dan saat itu aku masih remaja, dalam riwayat lain- mereka bermain dengan alat-alat perang mereka di masjid Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.โ€Pada kisah ini menunjukkan bolehnya memainkan senjata dan  alat-alat perang lainnya di dalam masjid. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/184)

Lalu dalam riwayat Abu Daud No. 4080. dan At Tirmidzi No. 1784, bahwa Nabi pernah bergulat dengan Abu Rukanah.

Semua nash ini, menunjukkan bahwa kemampuan membela diri, baik berupa dengan belajar bela diri, bergulat, berlatih kuda, dan pedang  adalah disebutkan baik secara tersurat dan tersirat. Hal ini bukan semata-mata olah raga, ketangkasan, dan permainan, tapi merupakan bagian dari Iโ€™dadul Jihad (persiapan jihad) bagi kaum muslimin.

*2โƒฃ Memanah, Tombak, atau yang semisal*

Mushโ€™ab bin Saโ€™ad, dari ayahnya, dia memarfuโ€™kan, katanya:

ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุฑู‘ูŽู…ู’ูŠู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ุฃูŽูˆู’ ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ู„ูŽู‡ู’ูˆููƒูู…ู’

Hendaknya kalian melempar (Ar Ramyu) karena itu adalah permainan terbaik bagi kalian atau di antara yang terbaik. (HR. Al Bazzar dalam Musnadnya No. 1146, Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 2049)

Imam As Suyuthi mengatakan shahih. (Al Jaamiโ€™ Ash Shaghiir No. 5524-5525)

Imam Al Haitsami mengatakan: โ€œPara perawi Al Bazzar  adalah perawi kitab Ash Shahih, kecuali Hatim bin Al Laits, dia terpercaya. Dem

Demiikian juga para perawi Ath Thabarani.โ€ (Majmaโ€™ Az Zawaid No. 9382)

Syaikh Al Albani menshahihkan pula. (Shahihul Jamiโ€™ No. 4065, Ghayatul Maram No. 381, dan kitabnya yang lain).

Imam Al Munawi mengatakan: shahih. (At Taysiir bi Syarhil Jaamiโ€™ Ash Shaghiir, 2/274)

Imam Abdurrauf Al Munawi Rahimahullah berkata:

(ุนู„ูŠูƒู… ุจุงู„ุฑู…ูŠ) ุจุงู„ุณู‡ุงู… (ูุฅู†ู‡ ุฎูŠุฑ ู„ู‡ูˆูƒู…) ุฃูŠ ุฎูŠุฑ ู…ุง ู„ู‡ูˆุชู… ุจู‡

(Hendaknya kalian melempar) yakni dengan PANAH, (karena itu adalah permainan terbaik bagi kalian) yaitu sebaik-baiknya permainan yang kalian lakukan. (Faidhul Qadir, 4/448)

Maka, di zaman ini bisa dianalogikan dengan olah raga melempar lainnya, seperti tombak (lempar lembing), tolak peluru, dan menembak, karena prinsipnya sama, bahwa semuanya ada upaya melempar.  

*3โƒฃ Berenang*

Ada hadits yang menyebutkan secara khusus:

ุนู„ู…ูˆุง ุจู†ูŠูƒู… ุงู„ุณุจุงุญุฉ ูˆุงู„ุฑู…ูŠ

  โ€œAjarkan anak-anak kalian dengan berenang dan memanah.โ€

Imam As Sakhawi mengatakan: โ€œDiriwayatkan oleh Ibnu Mandah dalam Maโ€™rifah, dan Ad Dailami dari hadits Bakr bin Abdillah bin Ar Rabiโ€™ Al Anshari, sanadnya dhaif, tetapi hadits ini punya syahid (penguat).โ€ (Maqashid Al Hasanah No. 708)

Dari Mak-huul, katanya:

ุฃู† ุนู…ุฑ ุจู† ุงู„ุฎุทุงุจ ูƒุชุจ ุฅู„ู‰ ุฃู‡ู„ ุงู„ุดุงู… ุฃู† ุนู„ู…ูˆุง ุฃูˆู„ุงุฏูƒู… ุงู„ุณุจุงุญุฉ ูˆุงู„ุฑู…ู‰ ูˆุงู„ูุฑูˆุณูŠุฉ

Bahwa Umar bin Al Khathab menulis surat buat penduduk Syam: โ€œAjarkan anak-anak kalian berenang, memanah, dan berkuda.โ€ (Kanzul โ€˜Ummal No. 11386)

Memanah, berkuda, dan berenang dinilai BUKAN HAL YANG MELALAIKAN, bukan semata-mata permainan, selama tidak meninggalkan hal yang lebih wajib.

Nabi ๏ทบ bersabda:

ูƒู„ ุดูŠุก ู„ูŠุณ ู…ู† ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ูู‡ูˆ ู„ุนุจ ู„ุง ูŠูƒูˆู† ุฃุฑุจุนุฉ ู…ู„ุงุนุจุฉ ุงู„ุฑุฌู„ ุงู…ุฑุฃุชู‡ ูˆุชุฃุฏูŠุจ ุงู„ุฑุฌู„ ูุฑุณู‡ ูˆู…ุดูŠ ุงู„ุฑุฌู„ ุจูŠู† ุงู„ุบุฑุถูŠู† ูˆุชุนู„ู… ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุณุจุงุญุฉ

Segala hal selain dzikrullah adalah melalaikan, kecuali empat hal: โ€œSeorang laki-laki yang bercumbu dengan istrinya, berkuda, memanah, dan belajar berenang.โ€ (HR. An Nasaโ€™i dalam As Sunan Al Kubra No. 8889, dari  Jabir bin Abdullah dan Jabir bin Umair)

Syaikh Al Albani mengatakan SHAHIH. (Shahihul Jamiโ€™ No. 4534)

Jadi, berkuda, berenang, bergulat, pedang, memanah dan semisahnya, merupakan olah raga yang sunah mubahah (boleh), dan bisa menjadi mustahabbah (dianjurkan) jika diniatkan untuk ibadah dan persiapan jihad.

Sekian. Wallahu Aโ€™lam

๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๐Ÿ“ท Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Puasa Sunah Asyura (Bag. 2)

๐Ÿ“† Selasa, 3 Muharrom 1438H / 4 Oktober 2016

๐Ÿ“š *HADITS DAN FIQIH*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*

๐Ÿ“‹ *Puasa Sunah Asyura (Bag. 2)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š Keutamaan โ€˜Asyura dan Puasanya

1โƒฃ  *Puasa paling afdhal setelah puasa Ramadhan*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

 ุฃูุถู„ ุงู„ุตูŠุงู… ุจุนุฏ ุฑู…ุถุงู† ุดู‡ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ุญุฑู… ูˆุฃูุถู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุจุนุฏ ุงู„ูุฑูŠุถุฉ ุตู„ุงุฉ ุงู„ู„ูŠู„

 ๐Ÿ“Œ โ€œPuasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharam.โ€ (HR. Muslim No. 1163. Ad Darimi No. 1758.  Ibnu Khuzaimah No. 2076. Ahmad No. 8534, dengan tahqiq Syaikh Syuโ€™aib Al Arnaโ€™uth)

2โƒฃ  *Diampuni dosa setahun sebelumnya*

Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

 ูˆูŽุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุญู’ุชูŽุณูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠููƒูŽูู‘ูุฑูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ู

  ๐Ÿ“Œโ€œDan berpuasa โ€˜Asyura, sesungguhnya saya menduga atas Allah bahwa dihapuskannya dosa setahun sebelumnya.โ€ (HR. Abu Daud  No. 2425, Ibnu Majah No. 1738. Syaikh Al Albani mengatakan shahih dalam Al Irwa, 4/111, katanya: diriwayatkan oleh Jamaah kecuali Al Bukhari dan At Tirmidzi.  Shahihul Jamiโ€™ No. 3806)

3โƒฃ *Hari โ€˜Asyura adalah Hari  di mana Allah Taโ€™ala membebaskan Nabi Musa dan Bani Israel dari kejaran Firโ€™aun dan Bala tentaranya*

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:

ู‚ุฏู… ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูุฑุฃู‰ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ุชุตูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก.
ูู‚ุงู„: ” ู…ุง ู‡ุฐุงุŸ ” ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠูˆู… ุตุงู„ุญุŒ ู†ุฌู‰ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ ู…ูˆุณู‰ ูˆุจู†ูŠ ุงู„ุณุฑุงุฆูŠู„ ู…ู† ุนุฏูˆู‡ู…ุŒ ูุตุงู…ู‡ ู…ูˆุณู‰ ูู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ” ุฃู†ุง ุฃุญู‚ ุจู…ูˆุณู‰ ู…ู†ูƒู… ” ูุตุงู…ู‡ุŒ ูˆุฃู…ุฑ ุจุตูŠุงู…ู‡

 ๐Ÿ“Œ Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa โ€˜Asyura. Beliau bertanya: โ€œApa ini?โ€ mereka menjawab: โ€œIni hari baik, Allah telah menyelamatkan pada hari ini Musa dan Bani Israel dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa.โ€ Maka, Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œSaya lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian.โ€ Maka, beliau pun beruasa dan memerintahkan untuk berpuasa (โ€˜Asyura).โ€ (HR. Muttafaq โ€˜Alaih)

Bersambung …

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

๐Ÿ—ณSebarkan dan raihlah pahala …

“Alhamdulillah” Ucapan Ringan Tapi Dahsyat Nilainya

๐Ÿ“† Kamis, 13 Dzulhijjah 1437 H/15 September 2016

๐Ÿ“˜ Ibadah

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan

๐Ÿ“– “Alhamdulillah” Ucapan Ringan Tapi Dahsyat Nilainya
============================
๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ

Dari Abu Malik Al Harits bin ‘Ashim Al Asy’ariy Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

:  ุงู„ุทู‘ูู‡ููˆุฑู ุดูŽุทู’ุฑู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูุŒ ูˆุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุชูŽู…ู’ู„ุฃู ุงู„ู…ูŠุฒุงู†ูŽุŒ ูˆุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุชูŽู…ู’ู„ุขู†ู – ุฃูŽูˆ ุชูŽู…ู’ู„ุฃู – ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูˆุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู

“Kesucian adalah sebagian dari iman, Al Hamdulillah memberatkan timbangan, Subhanallah dan Al Hamdulillah akan memenuhi antara langit dan bumi.” (HR. Muslim No. 223)

Yaitu ucapan Al Hamdulillah akan memenuhi dan menghasilkan berat timbangan kebaikan bagi yang mengucapkannya pada yaumul mizan nanti.

Maksudnya menurut Imam An-Nawawi, begitu besar pahalanya. (Al-Minhaj, 3/101)

Begitu pula dikatakan Imam Al-Munawi Rahimahullah:

( ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุชู…ู„ุฃ ุงู„ู…ูŠุฒุงู† ) ุฃูŠ ุซูˆุงุจ ุงู„ูƒู„ู…ุฉ ูŠู…ู„ุคู‡ุง ุจูุฑุถ ุงู„ุฌุณู…ูŠุฉ

“(dan Al Hamdulillah memberatkan timbangan) yaitu pahala ucapan itu akan memenuhinya dengan cara menjalankan kewajiban (perbuatan) jasmani.” (At-Taisir, 2/241)

Jadi, tidak cukup lisan saja, tetapi perbuatan jasmani juga mesti menunjukkan sikap bersyukur sebagaimana terkandung dalam maksud ucapan tahmid. Lalu, kenapa begitu besar pahalanya? Apa keistimewaan ucapan ini? Karena ucapan tahmid mengandung pengakuan dari hamba-Nya yang lemah bahwa semua pujian hanya bagi Allah Ta’ala, dan Dialah yang paling berhak menerimanya, bukan selain-Nya.

Berkata Syaikh Ismail Al-Anshari:

ูˆุณุจุจ ุฐู„ูƒ ุฃู† ุงู„ุชุญู…ูŠุฏ ุฅุซุจุงุช ุงู„ู…ุญุงู…ุฏ ูƒู„ู‡ุง ู„ู„ู‡

“Sebab hal itu (besarnya pahala) adalah karena ucapan tahmid merupakan penetapan bahwa segala pujian adalah untuk Allah.” (At-Tuhfah, hadits No. 23)

Jika kita melihat keutamaan membaca Alhamdulillah, maka tidak mengherankan jika ucapan tersebut dapat memenuhi timbangan kebaikan bagi pengucapnya pada hari kiamat nanti. Keutamaan-keutamaan itu tertera di berbagai riwayat berikut ini.

Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู
 
“Dzikir yang paling utama adalah Laa Ilaha Illallah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.” (HR. At-Tirmidzi No.3383, katanya: hasan gharib.  Ibnu Majah No. 3800,  An-Nasaโ€™i dalam As-Sunan Al-Kubra No. 10667. Syaikh Al-Albani menshahihkan dalam berbagai kitabnya, Shahih At-Targhib wat Tarhib No. 1526, Tahqiq Misykah Al-Mashabih No. 2306, dll)

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ู„ูŽุฉูŽ ููŽูŠูŽุญู’ู…ูŽุฏู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจ ุงู„ุดู‘ูŽุฑู’ุจูŽุฉูŽ ููŽูŠูŽุญู’ู…ูŽุฏู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง

“Sesungguhnya Allah sungguh ridha terhadap hamba yang makan makanan lalu dia memuji-Nya atas makanan itu, atau dia minum sebuah minuman lalu dia memuji-Nya atas minuman itu.” (HR. Muslim No. 2734)

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูˆ ุฃู† ุงู„ุฏู†ูŠุง ูƒู„ู‡ุง ุจุญุฐุงููŠุฑู‡ุง ุจูŠุฏ ุฑุฌู„ ู…ู† ุฃู…ุชูŠุŒ ุซู… ู‚ุงู„: ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ู„ูƒุงู† ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฃูุถู„ ู…ู† ุฐู„ูƒ

“Seandainya seluruh dunia dengan sebagiannya berada di tangan seorang laki-laki di antara umatku, kemudian dia berkata Alhamdulillah, maka Alhamdulillah lebih utama dibandingkan hal itu.” (HR. Ad-Dailami No. 5083, Ibnu ‘Asakir, 16/54, Kanzul ‘Ummal No. 6406, Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ li Ahkamil Quran, 1/131)

Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma menceritakan:

ู‚ุงู„ ุนู…ุฑ ู‚ุฏ ุนู„ู…ู†ุง ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูู…ุง ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ุŸ ูู‚ุงู„ ุนู„ูŠ: ูƒู„ู…ุฉ ุฑุถูŠู‡ุง ุงู„ู„ู‡ ู„ู†ูุณู‡ ูˆุฃุญุจ ุฃู† ุชู‚ุงู„

“Umar berkata: Kami telah mengetahui Subhanallah dan Laa Ilaha Illallah, namun apakah Alhamdulillah?” Ali menjawab: “Kalimat yang Allah ridhai untuk diri-Nya dan Dia paling suka untuk disebutkan.” (Lihat Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi, Kanzul ‘Ummal No. 3956)

Demikian. Wallahu A’lam wal Hamdulillah..

๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๐Ÿ“ท Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Puasa Sunah Asyura (Bag. 1)

๐Ÿ“† Senin, 2 Muharrom 1438H / 3 Oktober 2016

๐Ÿ“š *HADITS DAN FIQIH*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*

๐Ÿ“‹ *Puasa Sunah Asyura (Bag. 1)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“Œ Tidak Sedikit manusia bertanya, bagaimanakah puasa sunah โ€˜Asyura itu? Dan kapankah pelaksanaannya?

Dalil-Dalilnya:

  Berikut ini adalah dalil-dalil puasa tersebut:

1โƒฃ Hadits Dari Muadz bin Jabal Radhiallahu โ€˜Anhu:

 ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽูŠูŽุตููˆู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ { ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุทูŽุนูŽุงู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู } ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ูŽ ุตูŽุงู…ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุทูุฑูŽ ูˆูŽูŠูุทู’ุนูู…ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู‹ุง ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุฃูŽู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ

  ๐Ÿ“Œโ€œSesungguhnya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dahulu berpuasa tiga hari pada tiap bulannya dan berpuasa pada hari โ€˜Asyura, lalu Allah Taโ€™ala menurunkan wahyu: โ€œDiwajibkan atas kalian berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalianโ€  hingga firmanNya: โ€œmemberikan makanan kepada orang miskinโ€ maka sejak itu barang siapa yang ingin berpuasa (puasa tiga hari tiap bulan dan โ€˜Asyura) maka silahkan dia berpuasa, dan barang siapa yang ingin berbuka maka silahkan dia berbuka, dan memberikan kepada orang miskin setiap hari yang demikian itu akan mendapatkan ganjaran.โ€ (HR. Abu Daud No. 507. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 507)

2โƒฃ Hadits dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, katanya:

 ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุชูŽุตููˆู…ูู‡ู ู‚ูุฑูŽูŠู’ุดูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ููุฑูุถูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ู

๐Ÿ“Œโ€œHari โ€˜Asyura adalah hari yang pada masa jahiliyah orang-orang Quraisy melaksanakan puasa, saat itu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam juga berpuasa. Ketika Beliau  sampai ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa pada hari itu. Maka, tatkala diwajibkan puasa Ramadhan, dia meninggalkan puasa โ€˜Asyura. Maka, barang siapa yang mau silahkan dia puasa dan barang siapa yang tidak maka tinggalkanlah.โ€ (HR. Bukhari No. 2002, 4504, Muslim No. 1125)

3โƒฃ Dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, katanya:

 ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุฑูŽุถูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุชูุณู’ุชูŽุฑู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉู  ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ููŽุฑูŽุถูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชู’ุฑููƒูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชู’ุฑููƒู’ู‡ู

๐Ÿ“Œโ€œDahulu mereka berpuasa pada hari โ€˜Asyura sebelum diwajibkannya Ramadhan dan saat itu hari ditutupnya Kaโ€™bah. Ketika Allah Taโ€™ala mewajibkan Ramadhan, bersabdalah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: โ€œBarang siapa yang mau puasa (โ€˜Asyura) silahkan, barang siapa yang mau meninggalkannya, silahkan.โ€ (HR. Bukhari No. 1592, Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 7495, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 9513)

  Dan lain-lain.

  Dari tiga hadits di atas, kita dapat memahami bahwa dahulu puasa โ€˜Asyura adalah   rutinitas Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. Lalu,  puasa itu menjadi โ€˜opsiโ€™ (pilihan) saja setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, bagi yang menghendakinya.

  Al Hafizh Ibnu Hajar Al โ€˜Asqalani menjelaskan, bahwa sebagaian ulama, yakni kalangan Hanafiyah mengatakan dahulu puasa โ€˜Asyura itu wajib, mereka berdalil dengan zahir hadits bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam memerintahkan hal itu:

  โ€œ โ€ฆ. ketika Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sampa ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa pada hari itu.โ€

  Lalu, ketika diwajibkan puasa Ramadhan, kewajiban puasa โ€˜Asyura di hapus (mansukh). Namun mayoritas ulama mengatakan bahwa tidak ada satu pun puasa yang wajib, sebelum diwajibkannya   puasa Ramadhan, mereka berdalil dari hadits Muโ€™awiyah Radhiallahu โ€˜Anhu secara marfuโ€™: โ€œAllah tidak mewajibkan berpuasa (โ€˜Asyura) atas kalian.โ€.  Ada pun perintah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pada hadits tersebut tidak menunjukkan kewajiban, tetapi anjuran saja. (Lihat Fathul Bari, 4/103. Darul Fikr)

  Yang shahih โ€“Insya Allah- adalah pendapat jumhur ulama. Hadits yang dimaksud adalah dari Muโ€™awiyah bin Abu Sufyan Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅู† ู‡ุฐุง ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุกุŒ ูˆู„ู… ูŠูƒุชุจ ุนู„ูŠูƒู… ุตูŠุงู…ู‡ุŒ ูˆุฃู†ุง ุตุงุฆู…ุŒ ูู…ู† ุดุงุก ุตุงู…ุŒ ูˆู…ู† ุดุงุก ูู„ูŠูุทุฑ

๐Ÿ“Œ  โ€œSesungguhnya ini adalah hari โ€˜Asyura, dan kalian tidaklah diwajibkan berpuasa padanya, dan saya sedang puasa, jadi barangsiapa yang mau puasa silahkan, yang mau buka juga silahkan.โ€ (HR. Muttafaq โ€˜Alaih)

  Hadits ini diucapkan juga sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, maka jelaslah bahwa sebelum wajibnya puasa Ramadhan, tidak ada puasa wajib termasuk โ€˜Asyura.

Bersambung …

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

๐Ÿ—ณSebarkan dan raihlah pahala …

Puasa Sunah 'Asyura

๏“† Sabtu, 29 Dzulhijjah 1437H / 01 Oktober 2016
๏“š *HADITS & FIQH*

๏“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan*

๏“  *Puasa Sunah ‘Asyura*
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏
๏“š *Tidak Sedikit manusia bertanya, bagaimanakah puasa sunah โ€˜Asyura itu? Dan kapankah pelaksanaannya?*
Dalil-Dalilnya:
  Berikut ini adalah dalil-dalil puasa tersebut:
1โƒฃ Hadits Dari Muadz bin Jabal Radhiallahu โ€˜Anhu:
ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽูŠูŽุตููˆู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ { ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุทูŽุนูŽุงู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู } ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ูŽ ุตูŽุงู…ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุทูุฑูŽ ูˆูŽูŠูุทู’ุนูู…ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู‹ุง ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุฃูŽู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ
  โ€œSesungguhnya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dahulu berpuasa tiga hari pada tiap bulannya dan berpuasa pada hari โ€˜Asyura, lalu Allah Taโ€™ala menurunkan wahyu: โ€œDiwajibkan atas kalian berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalianโ€  hingga firmanNya: โ€œmemberikan makanan kepada orang miskinโ€ maka sejak itu barang siapa yang ingin berpuasa (puasa tiga hari tiap bulan dan โ€˜Asyura) maka silahkan dia berpuasa, dan barang siapa yang ingin berbuka maka silahkan dia berbuka, dan memberikan kepada orang miskin setiap hari yang demikian itu akan mendapatkan ganjaran.โ€ (HR. Abu Daud No. 507. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 507)
2โƒฃ Hadits dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, katanya:
ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุชูŽุตููˆู…ูู‡ู ู‚ูุฑูŽูŠู’ุดูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ููุฑูุถูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ู
โ€œHari โ€˜Asyura adalah hari yang pada masa jahiliyah orang-orang Quraisy melaksanakan puasa, saat itu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam juga berpuasa. Ketika Beliau  sampai ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa pada hari itu. Maka, tatkala diwajibkan puasa Ramadhan, dia meninggalkan puasa โ€˜Asyura. Maka, barang siapa yang mau silahkan dia puasa dan barang siapa yang tidak maka tinggalkanlah.โ€ (HR. Bukhari No. 2002, 4504, Muslim No. 1125)
3โƒฃ Dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, katanya:
ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุฑูŽุถูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุชูุณู’ุชูŽุฑู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉู  ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ููŽุฑูŽุถูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชู’ุฑููƒูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชู’ุฑููƒู’ู‡ู
โ€œDahulu mereka berpuasa pada hari โ€˜Asyura sebelum diwajibkannya Ramadhan dan saat itu hari ditutupnya Kaโ€™bah. Ketika Allah Taโ€™ala mewajibkan Ramadhan, bersabdalah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: โ€œBarang siapa yang mau puasa (โ€˜Asyura) silahkan, barang siapa yang mau meninggalkannya, silahkan.โ€ (HR. Bukhari No. 1592, Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 7495, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 9513)
Dan lain-lain.
  Dari tiga hadits di atas, kita dapat memahami bahwa dahulu puasa โ€˜Asyura adalah   rutinitas Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. Lalu,  puasa itu menjadi โ€˜opsiโ€™ (pilihan) saja setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, bagi yang menghendakinya.
  Al Hafizh Ibnu Hajar Al โ€˜Asqalani menjelaskan, bahwa sebagaian ulama, yakni kalangan Hanafiyah mengatakan dahulu puasa โ€˜Asyura itu wajib, mereka berdalil dengan zahir hadits bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam memerintahkan hal itu:
  โ€œ โ€ฆ. ketika Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sampa ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa pada hari itu.โ€
  Lalu, ketika diwajibkan puasa Ramadhan, kewajiban puasa โ€˜Asyura di hapus (mansukh). Namun mayoritas ulama mengatakan bahwa tidak ada satu pun puasa yang wajib, sebelum diwajibkannya   puasa Ramadhan, mereka berdalil dari hadits Muโ€™awiyah Radhiallahu โ€˜Anhu secara marfuโ€™: โ€œAllah tidak mewajibkan berpuasa (โ€˜Asyura) atas kalian.โ€.  Ada pun perintah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pada hadits tersebut tidak menunjukkan kewajiban, tetapi anjuran saja. (Lihat Fathul Bari, 4/103. Darul Fikr)
  Yang shahih โ€“Insya Allah- adalah pendapat jumhur ulama. Hadits yang dimaksud adalah dari Muโ€™awiyah bin Abu Sufyan Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ุฅู† ู‡ุฐุง ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุกุŒ ูˆู„ู… ูŠูƒุชุจ ุนู„ูŠูƒู… ุตูŠุงู…ู‡ุŒ ูˆุฃู†ุง ุตุงุฆู…ุŒ ูู…ู† ุดุงุก ุตุงู…ุŒ ูˆู…ู† ุดุงุก ูู„ูŠูุทุฑ
  โ€œSesungguhnya ini adalah hari โ€˜Asyura, dan kalian tidaklah diwajibkan berpuasa padanya, dan saya sedang puasa, jadi barangsiapa yang mau puasa silahkan, yang mau buka juga silahkan.โ€ (HR. Muttafaq โ€˜Alaih)
  Hadits ini diucapkan juga sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, maka jelaslah bahwa sebelum wajibnya puasa Ramadhan, tidak ada puasa wajib termasuk โ€˜Asyura.
๏“š *Keutamaan โ€˜Asyura dan Puasanya*
1โƒฃ  Puasa paling afdhal setelah puasa Ramadhan
Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ุฃูุถู„ ุงู„ุตูŠุงู… ุจุนุฏ ุฑู…ุถุงู† ุดู‡ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ุญุฑู… ูˆุฃูุถู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุจุนุฏ ุงู„ูุฑูŠุถุฉ ุตู„ุงุฉ ุงู„ู„ูŠู„
  โ€œPuasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharam.โ€ (HR. Muslim No. 1163. Ad Darimi No. 1758.  Ibnu Khuzaimah No. 2076. Ahmad No. 8534, dengan tahqiq Syaikh Syuโ€™aib Al Arnaโ€™uth)
2โƒฃ  Diampuni dosa setahun sebelumnya
Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ูˆูŽุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุญู’ุชูŽุณูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠููƒูŽูู‘ูุฑูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ู
  โ€œDan berpuasa โ€˜Asyura, sesungguhnya saya menduga atas Allah bahwa dihapuskannya dosa setahun sebelumnya.โ€ (HR. Abu Daud  No. 2425, Ibnu Majah No. 1738. Syaikh Al Albani mengatakan shahih dalam Al Irwa, 4/111, katanya: diriwayatkan oleh Jamaah kecuali Al Bukhari dan At Tirmidzi.  Shahihul Jamiโ€™ No. 3806)
3โƒฃ  Hari โ€˜Asyura adalah Hari  di mana Allah Taโ€™ala membebaskan Nabi Musa dan Bani Israel dari kejaran Firโ€™aun dan Bala tentaranya
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:
ู‚ุฏู… ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูุฑุฃู‰ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ุชุตูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก.
ูู‚ุงู„: ” ู…ุง ู‡ุฐุงุŸ ” ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠูˆู… ุตุงู„ุญุŒ ู†ุฌู‰ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ ู…ูˆุณู‰ ูˆุจู†ูŠ ุงู„ุณุฑุงุฆูŠู„ ู…ู† ุนุฏูˆู‡ู…ุŒ ูุตุงู…ู‡ ู…ูˆุณู‰ ูู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ” ุฃู†ุง ุฃุญู‚ ุจู…ูˆุณู‰ ู…ู†ูƒู… ” ูุตุงู…ู‡ุŒ ูˆุฃู…ุฑ ุจุตูŠุงู…ู‡
  Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa โ€˜Asyura. Beliau bertanya: โ€œApa ini?โ€ mereka menjawab: โ€œIni hari baik, Allah telah menyelamatkan pada hari ini Musa dan Bani Israel dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa.โ€ Maka, Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œSaya lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian.โ€ Maka, beliau pun beruasa dan memerintahkan untuk berpuasa (โ€˜Asyura).โ€ (HR. Muttafaq โ€˜Alaih)
๏“š *Kapankah Pelaksanaannya?*
  Terjadi perselisihan pendapat para ulama.
1โƒฃ  Pihak   yang mengatakan 9 Muharam (Ini diistilahkan oleh sebagian ulama hari tasuโ€™a).
Dari Al Hakam bin Al Aโ€™raj, dia berkata kepada Ibnu Abbas:
ุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุฃูŽูŠู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ู‡ููˆูŽ ุฃูŽุตููˆู…ูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ู‡ูู„ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ู ููŽุงุนู’ุฏูุฏู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุตู’ุจูุญู’ ู…ูู†ู’ ุงู„ุชู‘ูŽุงุณูุนู ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ุฃูŽู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ูู‡ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŒ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’
  โ€œKabarkan kepada aku tentang puasa โ€˜Asyura.โ€ Ibnu Abbas berkata: โ€œJika kau melihat hilal muharam hitunglah dan jadikan hari ke-9 adalah berpuasa.โ€ Aku berkata; โ€œDemikiankah puasanya Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam?โ€  Ibnu Abbas menjawab: โ€œYa.โ€ (HR. Muslim No. 1133, Ahmad No. 2135)
   Juga  dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:
ุญููŠู†ูŽ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุชูุนูŽุธู‘ูู…ูู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุตูŽุงุฑูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุจูู„ู ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูู…ู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุงุณูุนูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชู ุงู„ู’ุนูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุจูู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชููˆููู‘ููŠูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ
โ€œKetika Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berpuasa pada hari โ€˜Asyura dan dia memerintahkan manusia untuk berpuasa pada hari itu, para sahabat berkata: โ€œWahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani โ€ฆ.,โ€ Maka dia bersabda: โ€œJika datang tahun yang akan datang โ€“ Insya Allah- kita akan berpuasa pada hari ke-9.โ€ Ibnu Abbas berkata: โ€œSebelum datangnya tahun yang akan datang, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam telah wafat.โ€ (HR. Muslim No. 1134 dan Abu Daud No. 2445)
  Sementara dalam lafaz lainnya:
ู„ุฆู† ุณู„ู…ุช ุฅู„ู‰ ู‚ุงุจู„ ู„ุฃุตูˆู…ู† ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุชุงุณุน
  โ€œJika saya benar-benar masih sehat sampai tahun depan, maka saya akan berpuasa pada hari ke-9.โ€ (HR. Muslim No. 1134. Ibnu Majah No. 1736. Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 8185. Ahmad No. 1971)
  Dalam Shahih Muslim disebutkan tentang puasa hari ke-9:
ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุฃุจูŠ ุจูƒุฑ: ู‚ุงู„: ูŠุนู†ูŠ ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก
  โ€œDalam riwayat Abu Bakar, dia ber
kata: yakni hari โ€˜Asyura.โ€ (HR. Muslim No. 1134)
  Dari Ibnu Abbas secara marfuโ€™:
ู„ุฆู† ุนุดุช ุฅู„ูŠ ู‚ุงุจู„ ู„ุฃุตูˆู…ู† ุงู„ุชุงุณุน ูŠุนู†ูŠ ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก
  โ€œJika saya masih hidup sampai tahun depan, saya akan berpuasa pada hari ke -9, yakni โ€˜Asyura.โ€ (HR. Ahmad No. 2106, Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: sanadnya qawwi. Musnad Ibnu Al Jaโ€™d No. 2827)
2โƒฃ  Pihak   yang mengatakan 10 Muharam, dan ini pendapat mayoritas ulama. Puasa โ€˜Asyura, sesuai asal katanya โ€“ al โ€˜asyr โ€“ yang berarti sepuluh.
Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah:
ูˆุงุฎุชู„ู ุฃู‡ู„ ุงู„ุดุฑุน ููŠ ุชุนูŠูŠู†ู‡ ูู‚ุงู„ ุงู„ุฃูƒุซุฑ ู‡ูˆ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ ุŒ ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุฑุทุจูŠ ุนุงุดูˆุฑุงุก ู…ุนุฏูˆู„ ุนู† ุนุงุดุฑุฉ ู„ู„ู…ุจุงู„ุบุฉ ูˆุงู„ุชุนุธูŠู… ุŒ ูˆู‡ูˆ ููŠ ุงู„ุฃุตู„ ุตูุฉ ู„ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุนุงุดุฑุฉ ู„ุฃู†ู‡ ู…ุฃุฎูˆุฐ ู…ู† ุงู„ุนุดุฑ
โ€œTelah berselisih pendapat para ahli syariat tentang waktu spesifiknya, kebanyakan mengatakan adalah hari ke sepuluh. Berkata Al Qurthubi โ€˜Asyura disetarakan dengan kesepuluh untuk menguatkan dan mengagungkannya. Pada asalnya dia adalah sifat bagi malam yang ke sepuluh, karena dia ambil dari kata al โ€˜asyr (sepuluh).โ€ (Fathul Bari, 6/280)
Lalu beliau melanjutkan:
ูˆุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ููŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ู‡ูˆ ุงู„ุนุงุดุฑ ูˆู‡ุฐุง ู‚ูˆู„ ุงู„ุฎู„ูŠู„ ูˆุบูŠุฑู‡ : ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฒูŠู† ุงุจู† ุงู„ู…ู†ูŠุฑ : ุงู„ุฃูƒุซุฑ ุนู„ู‰ ุฃู† ุนุงุดูˆุฑุงุก ู‡ูˆ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ ู…ู† ุดู‡ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ุญุฑู…
  โ€œOleh karena itu, hari โ€˜Asyura adalah ke sepuluh, inilah pendapat Al Khalil dan lainnya. Berkata Az Zain bin Al Munir, โ€œ mayoritas mengatakan bahwa โ€˜Asyura adalah hari ke 10 dari bulan Allah, Al Muharram. (Ibid)
Pendapat   ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ุฃู…ุฑู†ุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจุตูŠุงู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ูŠูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ
  โ€œKami diperintahkan puasa โ€˜Asyura oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, hari ke sepuluh.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 755, katanya: hasan shahih. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 755)  
  Lalu, bagaimana dengan dalil-dalil yang dikemukakan oleh pihak yang mengatakan โ€˜Asyura adalah tanggal 9 Muharam?
Al Hafizh Ibnu Hajar memberikan penjelasan: โ€œZahirnya hadits ini menunjukkan hari โ€˜Asyura adalah hari ke-9, tetapi berkata Az Zain bin Al Munir: โ€œSabdanya jika datang hari ke sembilanโ€ maka jadikanlah  ke sepuluh, dengan maksud yang ke sepuluh karena janganlah seseorang berpuasa pada hari ke-9 kecuali setelah berniat pada malam yang akan datang yaitu malam ke sepuluh.โ€  Lalu beliau mengatakan:
  ู‚ู„ุช : ูˆูŠู‚ูˆูŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุงุญุชู…ุงู„ ู…ุง ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ุฃูŠุถุง ู…ู† ูˆุฌู‡ ุขุฎุฑ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ” ู„ุฆู† ุจู‚ูŠุช ุฅู„ู‰ ู‚ุงุจู„ ู„ุฃุตูˆู…ู† ุงู„ุชุงุณุน ูู…ุงุช ู‚ุจู„ ุฐู„ูƒ ” ูุฅู†ู‡ ุธุงู‡ุฑ ููŠ ุฃู†ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ูŠุตูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ ูˆู‡ู… ุจุตูˆู… ุงู„ุชุงุณุน ูู…ุงุช ู‚ุจู„ ุฐู„ูƒ ุŒ ุซู… ู…ุง ู‡ู… ุจู‡ ู…ู† ุตูˆู… ุงู„ุชุงุณุน ูŠุญุชู…ู„ ู…ุนู†ุงู‡ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠู‚ุชุตุฑ ุนู„ูŠู‡ ุจู„ ูŠุถูŠูู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ ุฅู…ุง ุงุญุชูŠุงุทุง ู„ู‡ ูˆุฅู…ุง ู…ุฎุงู„ูุฉ ู„ู„ูŠู‡ูˆุฏ ูˆุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฃุฑุฌุญ
  โ€œAku berkata: yang menguatkan tafsiran ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim juga dari jalan lain, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:  โ€œjika saya masih ada sampai tahun depan saya akan berpuasa pada hari ke-9, dan dia wafat sebelum itu.โ€ Pada zahir hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berpuasa pada hari ke-10, dan   meraka diperintah  melakukannya pada hari ke-9 dan dia wafat sebelum itu. Kemudian apa yang mereka lakukan berupa puasa hari ke-9, tidaklah bermakna membatasi, bahkan menambahkan hingga hari ke -10, baik karena kehati-hatian, atau demi untuk menyelisihi orang Yahudi dan Nasrani. Inilah pendapat yang lebih kuat.โ€ (Ibid)
  Sebenarnya kelompok ini tidaklah mengingkari puasa hari ke-9. Beliau mengutip dari para ulama:
ูˆู‚ุงู„ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… : ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุตุญูŠุญ ู…ุณู„ู… ” ู„ุฆู† ุนุดุช ุฅู„ู‰ ู‚ุงุจู„ ู„ุฃุตูˆู…ู† ุงู„ุชุงุณุน ” ูŠุญุชู…ู„ ุฃู…ุฑูŠู† ุŒ ุฃุญุฏู‡ู…ุง ุฃู†ู‡ ุฃุฑุงุฏ ู†ู‚ู„ ุงู„ุนุงุดุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ุชุงุณุน ุŒ ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ ุฃุฑุงุฏ ุฃู† ูŠุถูŠูู‡ ุฅู„ูŠู‡ ููŠ ุงู„ุตูˆู… ุŒ ูู„ู…ุง ุชูˆููŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุจู„ ุจูŠุงู† ุฐู„ูƒ ูƒุงู† ุงู„ุงุญุชูŠุงุท ุตูˆู… ุงู„ูŠูˆู…ูŠู†
  โ€œBerkata sebagian ulama: Sabdanya Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dalam Shahih Muslim: Jika aku masih hidup sampai tahun depan maka aku akan berpuasa pada hari ke -9โ€ bermakna dua hal; Pertama, yaitu perubahan dari hari ke-10 menjadi ke-9. Kedua, yaitu puasanya ditambahkan, ternyata Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa
Sallam keburu meninggal sebelum menjelaskan hal itu, maka demi kehati-hatian puasa tersebut ada dua hari.โ€ (Ibid)
  Berkata Ibnu Abbas secara mauquf:
ุตูˆู…ูˆุง ุงู„ุชุงุณุน ูˆุงู„ุนุงุดุฑ ูˆุฎุงู„ููˆุง ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ
  โ€œBerpuasalah pada hari ke 9 dan 10 dan berselisihlah dengan Yahudi.โ€ (HR. Ahmad No. 3213, sanadnya shahih mauquf/sampai Ibnu Abbas saja)
3โƒฃ  Pihak yang mengatakan puasa โ€˜Asyura itu adalah 9, 10, dan 11 Muharam.
Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menulis dalam kitab Fiqhus Sunnah sebuah sub bab berjudul :
ุตูŠุงู… ู…ุญุฑู…ุŒ ูˆุชุฃูƒูŠุฏ ุตูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ูˆูŠูˆู…ุง ู‚ุจู„ู‡ุงุŒ ูˆูŠูˆู…ุง ุจุนุฏู‡ุง
  โ€œPuasa Muharam dan ditekankan puasa โ€˜Asyura, dan Puasa sehari sebelumnya, serta sehari sesudahnya.โ€ (Fiqhus Sunnah, 1/450. Darul Kitab โ€˜Arabi)
  Sama dengan kelompok kedua, hal ini demi kehati-hatian agar tidak menyerupai puasa Yahudi yang mereka lakukan pada hari ke-10, sebagai perayaan mereka atas bebasnya Nabi Musa โ€˜Alaihissalam dan bani Israel dari kejaran musuhnya.
  Dalilnya adalah dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Ahuma secara marfuโ€™:
ุตูˆู…ูˆุง ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ูˆุฎุงู„ููˆุง ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ุŒ ุตูˆู…ูˆุง ูŠูˆู…ุง ู‚ุจู„ู‡ ุฃูˆ ูŠูˆู…ุง ุจุนุฏู‡
  โ€œPuasalah pada hari โ€˜Asyura dan berselisihlah dengan Yahudi, dan berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.โ€ (HR. Ahmad No. 2154, namun Syaikh Syuโ€™aib Al Arnaโ€™uth mengatakan sanadnya dhaif)
  Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah โ€“setelah merangkum semua dalil yang ada:
ูˆุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ูุตูŠุงู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ุนู„ู‰ ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุชุจ : ุฃุฏู†ุงู‡ุง ุฃู† ูŠุตุงู… ูˆุญุฏู‡ ุŒ ูˆููˆู‚ู‡ ุฃู† ูŠุตุงู… ุงู„ุชุงุณุน ู…ุนู‡ ุŒ ูˆููˆู‚ู‡ ุฃู† ูŠุตุงู… ุงู„ุชุงุณุน ูˆุงู„ุญุงุฏูŠ ุนุดุฑ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… .
  โ€œOleh karena itu, puasa โ€˜Asyura terdiri atas tiga tingkatan: 1. Paling rendah yakni berpuasa sehari saja (tanggal 10). 2. Puasa hari ke-9 dan ke-10. 3.  Paling tinggi   puasa hari ke-9, 10, dan ke-11. Wallahu Aโ€™lamโ€ (Ibid. lihat juga Fiqhus Sunnah, 1/450)
  Wallahu Aโ€™lam
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏๏Œน
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๏’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Kafir Itu Zalim, Mari Tolak Pemimpin Zalim

๏“† Selasa, 25 Dzulhijjah 1437H / 27 September 2016
๏“š *QURAN DAN TAFSIR*

๏“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*

๏“‹ *Kafir Itu Zalim, Mari Tolak Pemimpin Zalim*
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏
Allah Ta’ala berfirman:
ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ
Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah: 254)
Ayat ini semakin memperkuat tidak bolehnya umat Islam memilih orang kafir sebagai pemimpinnya. Sebab, tidak ragu lagi, kekafiran itu sendiri adalah kezaliman, mengingat zalim itu adalah:
ูˆุถุนู ุงู„ุดูŠุก ููŠ ุบูŠุฑ ู…ูˆุถุนู‡
๏“ŒMeletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Ash Shihah fil Lughah, 1/438. Aisar At Tafasir, 3/248)
Adakah kezaliman yang lebih besar dibanding ketika manusia menuhankan yang bukan Tuhan, seperti menuhankan manusia, Nabi dan Rasul? Mereka meletakkan manusia bukan pada posisi sebenarnya, mereka pun menghalalkan apa yang Allah Ta’ala haramkan, dan kebalikannya.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’diy Rahimahullah menjelaskan ayat di atas:
“Mereka adalah orang-orang yang meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Mereka meninggalkan kewajiban yang merupakan hak Allah dan Hamba, mereka mengembalikan yang halal menjadi haram. Dan kezaliman yang besar adalah kafir kepada Allah, yang seharusnya hanya Allah secara khusus diibadahi, tapi orang kafir merubahnya dengan menyembah makhluk semisalnya. Oleh karena itulah Allah Ta’ala berfirman: “Orang-orang kafir itulah orang-orang ang zalim.” (Syaikh Abdurrahman As Sa’diy, Taysir Al Karim Ar Rahman fi Tafsir Kalam Al Mannaan, Hal. 110. Cet 1, 1420H/2000M. Muasasah Ar Risalah)
Oleh karena itu Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘Anhuma,  berkata:
ู„ุง ุฃุนู„ู… ุดุฑูƒุง ุฃุนุธู… ู…ู† ุฃู† ุชู‚ูˆู„: ุฅู† ุฑุจู‡ุง ุนูŠุณู‰
๏“Œ”Aku tidak ketahui adanya kesyirikan yang lebih besar dibanding orang yang berkata bahwa Tuhannya adalah ‘Isa.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 3/42. Cet. 2. 1420H/1999M. Daruth Thayyibah)
Kezaliman yang besar itu adalah syirik, dan kesyirikan yang paling besar adalah menuhankan Nabi Isa ‘Alaihissalam. Zalim di atas zalim.
Allah Ta’ala tegas melarang bagi orang beriman untuk  sekedar memiliki  “kecenderungan” terhadap orang-orang zalim, dengan ancaman neraka, apalagi lebih dari itu yaitu memberikan loyalitas kepada mereka? Lebih besar lagi larangannya.
Allah Ta’ala berfirman:
ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฑู’ูƒูŽู†ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ููŽุชูŽู…ูŽุณู‘ูŽูƒูู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ุชูู†ู’ุตูŽุฑููˆู†ูŽ
๏“ŒDan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS. Huud: 113)
Demikian jelasnya … apalagi yang membuat umat Islam ragu meninggalkannya?
Wallahu A’lam wal Musta’an
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๏—ณSebarkan dan raihlah pahala

Bergaul-lah Walau Ekslusif Itu Nyaman

๏“† Senin, 24 Dzulhijjah 1437H / 26 September 2016
๏“š *HADITS DAN FIQIH*

๏“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*

๏“‹ *Bergaul-lah Walau Ekslusif Itu Nyaman*
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏
๏“Œ Sejarah menunjukkan para Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalam juga bergaul
๏“Œ Begitu juga Nabi kita, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
๏“Œ Gelarnya Al Amin – terpercaya, menunjukkan bahwa Beliau bergaul
๏“Œ Gelar tersebut bukan gratisan, tapi hasil dari gaulnya di tengah masyarakat dan mereka merasakan keluhuran akhlaknya
๏“Œ Bergaul-lah … Sebab dengannya kita dapat memberikan manfaat kepada orang lain, sehingga kita menjadi manusia terbaik:
ูˆุฎูŠุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุฃู†ูุนู‡ู…
ู„ู„ู†ุงุณ
Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Ad Daruquthni dalam Al Afrad, Dhiya Al Maqdisi dalam Al Mukhtarah. Dishahihkan oleh Imam As Suyuthi)
๏“Œ Bergaul-lah, agar kita matang dalam pertarungan hidup dan menghadapi tipe beragam manusia, lalu bertahanlah atas fitnah-fitnahnya
๏“Œ Imam An Nawawi dalam kitabnya yang terkenal, Riyadhus Shalihin min Kalami Sayyidil Mursalin, membuat bab yang sangat panjang, โ€œKeutamaan berbaur dengan manusia dan menghadiri perkumpulan dan jamaah mereka, menyaksikan kebaikan dan majlis dzikir bersama mereka, menjenguk orang sakit, dan mengurus jenazah mereka. Memenuhi kebutuhan mereka, membimbing kebodohan mereka, dan lain-lain berupa kemaslahatan bagi mereka, bagi siapa saja yang mampu untuk amar maโ€™ruf nahi munkar, dan menahan dirinya untuk menyakiti, serta bersabar ketika disakiti.”
๏“Œ Imam An Nawawi berkata, โ€œKetahuilah, bergaul dengan manusia dengan cara seperti yang saya sebutkan, adalah jalan yang dipilih oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dan seluruh Nabi Shalawatullah qwa Salamuhu โ€˜Alaihim, demikian pula yang ditempuh oleh Khulafaโ€™ur Rasyidin, dan orang-orang setelah mereka dari kalangan sahabat, tabiโ€™in, dan orang setelah mereka dari kalangan ulama Islam dan orang-orang pilihannya. Inilah madzhab kebanyakan dari tabiโ€™in dan orang-orang setelah mereka, ini pula pendapat Asy Syafiโ€™i dan Ahmad, dan kebanyakan fuqaha radhiallahu โ€˜anhum ajmaโ€™in. Allah Taโ€™ala berfirman: โ€œSaling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan” (QS. Al Maidah: 2) Ayat-ayat dengan makna seperti yang saya sebutkan sangat banyak dan telah diketahui. (Riyadhush Shalihin, hal. 182. tahqiq oleh Muhammad Ishamuddin Amin. Maktabatul Iman, Al Manshurah)
๏“Œ Tapi, gaul tidak sembarang gaul apalagi jika kita dalam posisi lemah, maka bergaullah dgn mereka yg kuat agamanya dan bs membantu menuju surga.
ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู†ูุฎูŽู„ููŠู„ูู‡ูุŒ ููŽู„ู’ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู’ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ูŠูุฎูŽุงู„ูู„ู’
Seorang tergantung agama kawan dekatnya maka lihatlah kepada siapa kalian berkawan dekat. (HR. Ahmad No. 8417. Sanadnya jayyid. Ta’liq Musnad Ahmad No. 8417)
Wallahu A’lam
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๏—ณSebarkan dan raihlah pahala …

Ilmu Itu Menyelamatkan .. Kebodohan Itu Mencelakakan

📆 Selasa, 18 Dzulhijjah 1437H / 20 September 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*
📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋  *Ilmu Itu Menyelamatkan .. Kebodohan Itu Mencelakakan*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Jabir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu bercerita:
“Seorang laki-laki tertimpa batu di bagian kepalanya. Kemudian orang itu bermimpi (basah), dan bertanya kepada para sahabatnya. “Apakah ada keringanan bagi saya untuk bertayamum?” Mereka menjawab: “Tidak ada keringanan bagimu, karena kamu masih mampu menggunakan air.”   Kemudian laki-laki itu pun mandi dan akhirnya meninggal dunia. Setelah kami menghadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kami pun menceritakan hal itu kepadanya, lalu Beliau bersabda: “Mereka telah membunuhnya, semoga Allah memerangi mereka. Mengapa mereka tidak bertanya kalau memang tidak tahu? Obat dari kebodohan adalah bertanya. Sebenarnya cukup bagi dia bertayamum dan mengeringkan lukanya, atau membalut lukanya, dan membasuh bagian atasnya, lalu membasuh tubuhnya yang lain.”
(HR. Abu Daud No. 336, 337, Ibnu Majah No. 572, Ahmad No. 3056, Ad Darimi No. 779, Ad Daruquthni No. 729, Al Hakim No. 630,631, Abu Ya’la No. 2420, dll. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth (Ta’liq Musnad Ahmad No. 3056),   Dishahihkan oleh Syaikh Husein Salim Asad (Musnad Abi Ya’la No. 2420), Imam Adz Dzahabi menyatakan shahih, sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim)
🐾🐾🐾🐾🐾🐾
📚 Pelajaran dari kisah ini:
1⃣ Larangan berfatwa tanpa ilmu, sebab itu lebih besar peluang bahaya dibanding manfaatnya
2⃣  Anjuran bertanya lagi kepada yang ahlinya jika ada permasalahan disodorkan kepada kita  dan kita belum ketahui jawabannya
3⃣  Dibolehkan bertayamum bagi yang sulit berwudhu karena sakit atau luka, yang jika berwudhu akan memperparah penyakitnya
4⃣ Kalau pun ingin berwudhu, cukup baginya membasuh bagian balutan saja, bukan mengguyurnya
Hal ini sesuai ayat:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
📌“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Ini juga sesuai kaidah yang berbunyi:
المشقة تجلب التيسير
📌  Al Masyaqqah tajlibut taisir – Keadaan yang sulit akan mendatangkan kemudahan.
Dan   Kaidah yang seperti ini:
إذا ضاق الأمر اتسع
📌  Idza dhaaqal amru ittasa’a – Jika urusan menjadi sempit maka menjadi lapang
  (Imam Tajjuddin As Subki, Al Asybah wan Nazhair,  1/49)
Wallahu A’lam
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Akhlak Kepada Hewan

📆 Senin, 17 Dzulhijjah 1437H / 19 September 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*

📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋 *Akhlak Kepada Hewan*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
📚 *Larangan Menjadikan Hewan Sebagai Sasaran Tembak Tanpa Sebab Yang Benar*
Said bin Jubeir Radhiallahu ‘Anhu menceritakan:
كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عُمَرَ فَمَرُّوا بِفِتْيَةٍ أَوْ بِنَفَرٍ نَصَبُوا دَجَاجَةً يَرْمُونَهَا فَلَمَّا رَأَوْا ابْنَ عُمَرَ تَفَرَّقُوا عَنْهَا وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ مَنْ فَعَلَ هَذَا إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ مَنْ فَعَلَ هَذَا
📌Saya sedang bersama Ibnu Umar, lalu lewatlah para pemuda atau sekelompok orang yang menyakiti seekor ayam betina, mereka melemparinya. Ketika hal itu dilihat Ibnu Umar mereka berhamburan. Dan Ibnu Umar berkata: “Siapa yang melakukan ini? Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat orang yang melakukan ini.” (HR. Bukhari No. 5515, Muslim No. 1958, Ahmad No. 5018, Ibnu Hibban No. 5617, dan ini menurut lafaz Bukhari)
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَا تَتَّخِذُوا شَيْئًا فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا
📌Janganlah kalian menjadikan sesuatu yang memiliki ruh sebagai sasaran. (HR. Muslim No. 1957, Ibnu Majah No. 3178, An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 4532, Ahmad No. 2532, 2586, 2705, 3155, 3215, 3216, Ibnu Al Ju’di dalam Musnadnya No. 481, Ath Thayalisi dalam Musnadnya No. 2738, Abu ‘Uwanah dalam Musnadnya No. 7759, 7760, 7761)
📚 *Larangan Mencincang Hewan Hidup-Hidup*
Dalam riwayat yang sama, dari Ibnu Umar pula:
لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَثَّلَ بِالْحَيَوَانِ
📌Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat orang yang mencincang/membuat cacat hewan. (HR. Bukhari No. 5515)
Yaitu mencincang dan membuat cacat hewan ketika masih hidup. Lalu, apa makna laknat dalam hadits ini? Yaitu diharamkan. Al Hafizh Al Imam Ibnu Hajar mengatakan:
واللعن من دلائل التحريم
📌Dan ‘laknat’ merupakan  di antara petunjuk keharamannya.” (Fathul Bari, 9/644)
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ مَثَّلَ بِذِي رُوحٍ، ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مَثَّلَ اللهُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
📌Barang siapa yang mencincang sesuatu yang punya ruh, lalu dia tidak bertobat, maka dengannya Allah akan mencincangnya pada hari kiamat. (HR. Ahmad No. 5661)
Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: “Shahih, isnadnya dhaif karena kedhaifan Syarik, dan perawi lainnya adalah terpercaya dan merupakan perawi shahih.” (Lihat Tahqiq Musnad Ahmad No. 5661). Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: rijaaluhu tsiqaat (para perawinya terpercaya). (Lihat Fathul Bari, 9/644).
Imam Al Haitsami mengatakan: “diriwayatkan oleh Ahmad dan Ath Thabarani dalam Al Awsath, dari jalan Ibnu Umar dan tanpa ragu, dan para perawi Ahmad adalah perawi yang terpercaya.” (Lihat Majma’ Az Zawaid,  6/249-250). Sementara Syaikh Al Albani mendhaifkan hadits ini diberbagai kitabnya. (Seperti As Silsilah Adh Dhaifah No. 5089, Dhaif At Targhib wat Tarhib No.683 )
📚 *Larangan Melalaikan Hewan Yang ada Dalam Pemeliharaan Kita*
Bukan hanya menyiksa hewan, memelihara hewan namun tidak memberikannya makan dengan baik, hingga membuatnya kurus juga hal yang dilarang syariat.
Sahl bin Al Hanzhaliyah Radhiallahu ‘Anhu berkata:
مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَعِيرٍ قَدْ لَحِقَ ظَهْرُهُ بِبَطْنِهِ فَقَالَ اتَّقُوا اللَّهَ فِي هَذِهِ الْبَهَائِمِ الْمُعْجَمَةِ فَارْكَبُوهَا صَالِحَةً وَكُلُوهَا صَالِحَةً
📌Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melewati unta yang antara punggung dan perutnya telah bertemu (maksudnya kurus, pen), Beliau bersabda: “Takutlah kalian kepada Allah  terhadap hewan-hewan yang tidak bisa bicara ini, tunggangilah dengan baik, dan berikan makan dengan baik pula.” (HR. Abu Daud No. 2548, Ahmad No. 17662, Ibnu Khuzaimah No. 2545. Hadits ini shahih. Lihat Raudhatul Muhadditsin No. 3352)
📚 *Larangan Membebani Hewan Dengan Pekerjaan Yang Berat*
Selain itu hendaknya tidak membebani hewan dengan hal yang menyulitkannya dan sangat berat.
Dari Abdullah bin Ja’far meriwayatkan (dalam redaksi hadits yang panjang), “… (Suatu saat) Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memasuki sebuah kebun milik salah satu seorang sahabat Anshar. Tiba-tiba beliau melihat seekor unta. (Ketika beliau mellihatnya, maka beliau mendatanginya dan mengelus bagian pusat sampai punuknya serta kedua tulang belakang telinganya. Kemudian unta itu tenang kembali). Beliau berkata: ‘Siapa pemilik unta ini? Milik siapa ini?’ Kemudian datanglah seorang pemuda dari golongan Anshar, lalu berkata ‘Wahai Rasul, unta ini milik saya’. Lalu beliau bersabda:
أَمَا تَتَّقِي اللهَ فِي هَذِهِ الْبَهِيمَةِ الَّتِي مَلَّكَكَهَا اللهُ، إِنَّهُ شَكَا إِلَيَّ أَنَّكَ تُجِيعُهُ وَتُدْئِبُهُ
📌‘Apakah engkau tidak takut kepada Allah mengenai binatang ini yang telah diberikan Allah kepadamu? Dia memberitahu kepadaku bahwa engkau telah membiarkannya lapar dan membebaninya dengan pekerjaan-pekerjaan yang berat’” (HR. Muslim No. 342, 2429. Abu Daud No. 2549, Ahmad No. 1745, Ad Darimi No. 663, 775)
📚 *Larangan Membuat Cap Dari Benda-Benda Panas*

               Selain itu, juga dilarang memberi cap atau tanda kepada hewan dengan benda-benda yang menyakitkan seperti di-ceplak dengan besi panas, cairan panas, dan semisalnya.
Berkata Jabir bin Abdullah Radhlallahu ‘Anhu:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَيْهِ حِمَارٌ قَدْ وُسِمَ فِي وَجْهِهِ فَقَالَ لَعَنَ اللَّهُ الَّذِي وَسَمَهُ
📌“ Bahwasanya lewat dihadapan  Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seekor Keledai yang diwajahnya diberikan cap (tanda). Maka beliau bersabda: Allah melaknati orang yang membuat  cap padanya. (HR. Muslim No. 2117, Abu Daud No. 2569, Ibnu Hibban No. 5627, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 13037, Abu Ya’la No. 651, 2099)
 
Demikianlah di antara larangan bersikap buruk terhadap hewan, sebagai implementasi sikap  ihsan terhadap hewan yang hidup di sekeliling kita, baik hewan ternak atau hewan yang bebas  di alam dan tidak membahayakan.  Maka, jika terhadap hewan saja Islam mengajarkan seperti ini, maka apalagi terhadap manusia?
📚 *Ada Pengecualian*
Sedangkan terhadap hewan yang membahayakan, mengganggu, dan mengancam kehidupan manusia, baik hewan itu kecil atau besar, maka syariat membolehkan untuk membunuhnya. Secara umum, Islam melarang membunuh binatang. Namun Islam membolehkan membunuh binatang-binatang yang mengganggu dan membahayakan keselamatan manusia, sebab keselamatan manusia lebih beharga,  hewan tersebut seperti; serigala, ular berbisa, kalajengking, tikus, hama, dan sebagainya yang membahayakan dan mengganggu. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :
خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْحُدَيَّا وَالْغُرَابُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ
📌“Ada lima binatang yang semuanya adalah  membahayakan, boleh dibunuh di tanah Haram, seperti:  tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak,  anjing buas.” (HR. Bukhari No. 3136, 1732,  Muslim No. 1198, Abu Daud No. 1846, An Nasa’i  No. 2830, Ibnu Majah No. 3087, ada tambahan disebutkan: burung gagak belang hitam putih. Juga No. 3088, Ad Darimi No. 1816, Ibnu Hibban No. 5632 )
Ada  riwayat lain yang shahih (HR. Muttafaq ‘alaih)   yakni anjuran membunuh cicak.  Dalam hadits-hadits ini hanyalah contoh, namun hakikatnya berlaku secara umum bahwa hewan apa saja yang membahayakan kehidupan manusia boleh dibunuh.
Sebaliknya, ada binatang-binatang tertentu yang secara khusus ditekankan dilarang untuk dibunuh, di antaranya sebagaimana hadits berikut. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, katanya:
نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ الصُّرَدِ ، وَالضِّفْدَعِ ، وَالنَّمْلَةِ ، وَالْهُدْهُدِ.
📌   “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  melarang membunuh shurad, kodok, semut, dan hud-hud.” (HR. Ibnu Majah No. 3223. Imam Ibnu Katsir mengatakan: shahih. Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 6/188. Syaikh Al Albani juga mengatakan: shahih. Lihat  Shahihul Jami’ No. 6970)
Dalam riwayat lain juga kalelawar. Dalam sebuah riwayat  mawquf (perkataan sahabat) yang shahih, dari Abdullah bin Amru Radhiallahu ‘Anhuma, beliau berkata:
لاَ تَقْتُلُوا الضَّفَادِعَ فَإِنَّ نَقِيقَهَا تَسْبِيحٌ وَلاَ تَقْتُلُوا الْخَفَّاشَ فَإِنَّهُ لَمَّا خَرِبَ بَيْتُ الْمَقْدِسِ قَالَ : يَا رَبُّ سَلِّطْنِى عَلَى ا
لْبَحْرِ حَتَّى أُغْرِقَهُمْ.
📌“Janganlah kalian membunuh Katak karena dia senantiasa bertasbih, dan jangan membunuh Kelelawar, karena ketika Baitul Maqdis runtuh, dia berkata: “Wahai Tuhan-nya pemimpinku yang menguasai lautan,” mereka berdoa sampai mereka membelah lautan.” (HR. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 19166, katanya: shahih)
Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan: “jika isnad riwayat ini shahih, maka Abdullah bin Amru telah mengambil kisah Israiliyat.” (Al Hafizh Ibnu Hajar, At Talkhish Al Habir, 4/380. Cet. 1, 1989M-1409H. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)
Demikian. Wallahu A’lam
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Beda Paham Fiqih? Lapang dada aja .. Jangan Keras!

📆 Selasa, 11 Dzulhijjah 1437H / 13 September 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*

📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋  *Beda Paham Fiqih? Lapang dada aja .. Jangan Keras!*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
📚 Imam Abu Nu’aim mengutip ucapan Imam Sufyan Ats Tsauri, sebagai berikut:
سفيان الثوري، يقول: إذا رأيت الرجل يعمل العمل الذي قد اختلف فيه وأنت ترى غيره فلا تنهه.
📌“Jika engkau melihat seorang melakukan perbuatan yang masih diperselisihkan, padahal engkau punya pendapat lain, maka janganlah kau mencegahnya.” (Imam Abu Nu’aim Al Asbahany, Hilyatul Auliya’, 3/133)
📚Pandangan Imam Malik Radhiallahu ‘Anhu
Imam Malik ketika berkata kepada Khalifah Abu Ja’far, tatkala Abu Ja’far ingin memaksa semua orang berpegang pada Al Muwatha’ (himpunan hadits karya Imam Malik): “Ingatlah bahwa para sahabat Rasulullah telah berpencar-pencar di beberapa wilayah. Setiap kaum memiliki ahli ilmu. Maka apabila kamu memaksa mereka dengan satu pendapat, yang akan terjadi adalah fitnah sebagai akibatnya.” .(Al Imam Asy Syahid Hasan Al Banna, Majmu’ah Ar Rasail, Mu’tamar Khamis, hal. 187. Al Maktabah At Taufiqiyah)
📚Pandangan Imam Ahmad bin Hambal Radhiallahu ‘Anhu
Dalam kitab Al Adab Asy Syar’iyyah:
وقد قال أحمد في رواية المروذي لا ينبغي للفقيه أن يحمل الناس على مذهبه. ولا يشدد عليهم وقال مهنا سمعت أحمد يقول من أراد أن يشرب هذا النبيذ يتبع فيه شرب من شربه فليشربه وحده .
📌“Imam Ahmad berkata dalam sebuah riwayat Al Maruzi (Al Marwadzi), tidak seharusnya seorang ahli fiqih membebani manusia untuk mengikuti madzhabnya dan tidak boleh bersikap keras kepada mereka. Berkata Muhanna, aku mendengar Ahmad berkata, ‘Barangsiapa yang mau minum nabidz (air perasan anggur) ini, karena mengikuti imam yang membolehkan meminumnya, maka hendaknya dia meminumnya sendiri.” (Imam Ibnu Muflih, Al Adab Asy Syar’iyyah, Juz 1, hal. 212. Syamilah)
Para ulama beda pendapat tentang halal-haramnya air perasan anggur, namun Imam Ahmad menganjurkan bagi orang yang meminumnya, untuk tidak mengajak orang lain. Ini artinya Imam Ahmad bersikap, bahwa tidak boleh orang yang berpendapat halal, mengajak-ngajak minum orang yang berpendapat haram.
📚Imam Yahya bin Ma’in Rahimahullah
Imam Adz Dzahabi  Rahimahullah berkata tentang Yahya bin Ma’in:
قال ابن الجنيد: وسمعت يحيى، يقول: تحريم النبيذ صحيح، ولكن أقف، ولا أحرمه، قد شربه قوم صالحون بأحاديث صحاح، وحرمه قوم صالحون بأحاديث صحاح.
📌Berkata Ibnu Al Junaid: “Aku mendengar Yahya bin Ma’in berkata: “Pengharaman nabidz (air perasan anggur) adalah benar, tetapi aku no coment, dan aku tidak mengharamkannya. Segolongan orang shalih telah meminumnya dengan alasan hadits-hadits shahih, dan segolongan orang shalih lainnya mengharamkannya dengan dalil hadits-hadits yang shahih pula.” (Imam Adz Dzahabi, Siyar A’lam an Nubala, Juz. 11, Hal. 88. Mu’asasah ar Risalah, Beirut-Libanon. Cet.9, 1993M-1413H)
📚Pandangan Imam An Nawawi Rahimahullah
Berkata Imam an Nawawi Rahimahullah:
وَمِمَّا يَتَعَلَّق بِالِاجْتِهَادِ لَمْ يَكُنْ لِلْعَوَامِّ مَدْخَل فِيهِ ، وَلَا لَهُمْ إِنْكَاره ، بَلْ ذَلِكَ لِلْعُلَمَاءِ . ثُمَّ الْعُلَمَاء إِنَّمَا يُنْكِرُونَ مَا أُجْمِعَ عَلَيْهِ أَمَّا الْمُخْتَلَف فِيهِ فَلَا إِنْكَار فِيهِ لِأَنَّ عَلَى أَحَد الْمَذْهَبَيْنِ كُلّ مُجْتَهِدٍ مُصِيبٌ . وَهَذَا هُوَ الْمُخْتَار عِنْد كَثِيرِينَ مِنْ الْمُحَقِّقِينَ أَوْ أَكْثَرهمْ . وَعَلَى الْمَذْهَب الْآخَر الْمُصِيب وَاحِد وَالْمُخْطِئ غَيْر مُتَعَيَّن لَنَا ، وَالْإِثْم مَرْفُوع عَنْهُ
📌“Dan Adapun yang terkait masalah ijtihad, tidak mungkin orang awam menceburkan diri ke dalamnya, mereka tidak boleh mengingkarinya, tetapi itu tugas ulama. Kemudian, para ulama hanya mengingkari dalam perkara yang disepati para imam. Adapun dalam perkara yang masih diperselisihkan, maka tidak boleh ada pengingkaran di sana. Karena berdasarkan dua sudut pandang setiap mujtahid adalah benar. Ini adalah sikap yang dipilih olah mayoritas para ulama peneliti (muhaqqiq). Sedangkan pandangan lain mengatakan bahwa yang benar hanya satu, dan yang salah kita tidak tahu secara pasti, dan dia telah terangkat dosanya.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,  1/131. Mawqi’ Ruh Al Islam)
Jadi, yang boleh diingkari hanyalah yang jelas-jelas bertentangan dengan nash qath’i dan ijma’. Adapun zona ijtihadiyah, maka tidak boleh saling mengingkari.
📚 Pandangan Imam Jalaluddin As Suyuthi Rahimahullah
Ketika membahas kaidah-kaidah syariat, Imam As Suyuthi berkata dalam kitab Al Asybah wa An Nazhair:
الْقَاعِدَةُ الْخَامِسَةُ وَالثَّلَاثُونَ ” لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيهِ ، وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ
📌Kaidah yang ke-35, “Tidak boleh ada pengingkaran terhadap masalah yang masih diperselisihkan. Seseungguhnya pengingkaran hanya berlaku pada pendapat yang bertentangan dengan ijma’ (kesepakatan) para ulama.” (Imam As Suyuthi, Al Asybah wa An Nazhair, Juz 1, hal. 285. Syamilah)
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …