Allah Tuhan Alam

MAKNA AL-ILAH​

Oleh: Wido Supraha

​Tadabbur Surat Al-Isrā’ [17] ayat 42​

قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا

Katakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”

📕 Surat Al-Isrā’ [17] ayat 42

♦️ Al-ilah adalah sesuatu yang kita meras tentram, terlindungi, merindui, hingga selalu cenderung kepadanya

♦️ Intensitas kedekat dengan al-Ilah akan membawa seseorang pada kecintaan dan ketundukan sempurna yang mengarah pada penghambaan, pada saat itu tanpa sadar ia telah menyembahnya

♦️ Muncullah kalimat konsep hidup seperti: “Aku tidak bisa hidupmu” atau “Aku rela menyerahkan segalanya untukmu”, konsep-konsep penghambaan yang akan hina jima ditujukan kepada makhluk

♦️ Islam dengan demikian mendorong manusia untuk membersihkan jiwanya dari seluruh Ilah dan penghambaan kepada mereka, kecuali menghadirkan hanya satu Ilah semata, Allah Jalla Jalāluh.

♦️ Lahirlah konsep hidup, “Tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja.”

✨ Wallāhu a’lam,


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

ASHBABUN NUZUL QS AL ZALZALAH

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 20 Rabbiul Awwal 1439 / 09 Desember 2017

📕 Al – Qur’an

📝 Bu Ida Faridah

📖 *ASHBABUN NUZUL QS AL ZALZALAH*
==========☆☆☆==========
💎⚖💎⚖💎⚖💎⚖💎

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar mujahid muda? Semoga adik-adik semuanya masih dalam naungan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aamiin.

Adik-adik yang di rahmati Allah, kali ini kita akan membahas tentang Asbabun Nuzul surat Az-Zalzalah ayat 7 dan 8 yang menjelaskan Goncangan, langsung aja kita bahas ya

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

_”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”_ (QS. Az-Zalzalah : 7)

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

_”Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”_ (QS. Az-Zalzalah : 8)

Adik-adik yang dirahmati Allah, dalam sebuah riwayat dikemukakan ketika turun ayat ini kaum muslimin menganggap bahwa orang yang bersedekah sedikit tidak akan memperoleh pahala; orang yang berbuat dosa kecil, seperti sombong, mengumpat, mencuri penglihatan dan sebangsanya tidak tercel; serta menganggap bahwa ancaman Neraka dari Allah hanyalah disediakan bagi orang-orang yang berbuat dosa besar. Maka turunlah ayat ini (QS. Az-Zalzalah : 7-8) sebagai bantahan terhadap anggapan mereka itu.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair)

Demikian adik-adik pembahasan kali ini, apapun yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Allah

Wallahu A’lam

💎⚖💎⚖💎⚖💎⚖💎

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Asbabun Nuzul QS. Al-A’raf : 204

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 27 Rabbiul Awwal 1439 / 16 Desember 2017

📕 AL-QUR’AN

📝 Ida Faridah

📖 Asbabun Nuzul QS. Al-A’raf : 204
==========☆☆☆==========
🎷🌸🎷🌸🎷🌸🎷🌸🎷

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar mujahid muda? Semoga adik-adik semuanya masih dalam naungan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aamiin.

Adik-adik yang di rahmati Allah, kali ini kita akan membahas tentang Asbabun Nuzul surat Al-A’raf ayat 204, ayat ini melarang kita berbicara saat shalat, langsung aja ya kita bahas 🎉

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

_”Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”_ (QS. Al-A’raf : 204)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat ini berkenaan dengan orang-orang yang membaca Al-Quran dengan nyaring di waktu shalat bermakmum pada Nabi, ayat ini memerintahkan untuk selalu mendengarkan dan memperhatikan bacaan imam. Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan lain-lain

Adik-adik yang dirahmati Allah, dalam sebuah riwayat lain juga dikemukakan bahwa turunnya ayat ini berkenaan dengan orang-orang yang bercakap-cakap _(dibaca ngobrol / ngerumpi)_di waktu shalat. Ayat ini melarang berbicara ketika di bacakan Al-Quran.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abu Hurairah

Dalam riwayat lain juga adik-adik dikemukakan pula bahwa ayat ini turun berkenaan dengan seorang pemuda Ansar yang mengikuti bacaan ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan Rasulullah, sebelum beliau selesai membacanya. Ayat ini melarang mengganggu orang yang sedang membaca Al-Quran.

Nah adik-adik, ketika shalat dan imam membaca Al-Quran dengarkan baik-baik ya biar kita mendapatkan rahmat dari Allah.

Wallahu A’lam

🎷🌸🎷🌸🎷🌸🎷🌸🎷

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tafsir Surat Al-Kautsar

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 08 Safar 1439 / 28 Oktober 2017

📕 Al-Qur’an

📝 Ustadzah Ida Farida

📖 Tafsir Surah Al – Kautsar
==========☆☆☆==========
💐❄💐❄💐❄💐❄💐

Assalamu’alaikum adik-adik, hayoo disini siapa yang solat andalannya baca surah Al Kautsar??

Walaupun surah ini terbilang sedikit tp memiliki banyak makna, yukk dibaca ..

Surah ini termasuk golongan surat Makkiyah yang terdiri dari 3 ayat. Di surah ini, Allah menyebutkan bahwa Dia memberi kepada Nabi kebaikan yang banyak lalu Allah memintanya untuk melakukan shalat dan sedekah sebagai rasa syukur atas nikmat Allah.

إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ

_”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”_ (QS. Al-Kautsar : 1-3)

© Tafsir

Saat orang-orang musyrik melihat Nabi saw dan kaum muslimin berjumlah sedikit dan miskin, mereka meremehkan dan menghinakan kondisi ini. Mereka mengira bahwa kebenaran dan kebaikan sebanding dengan kekayaan. Saat melihat anak laki-laki Nabi meninggal dunia, mereka mengatakan, _”Muhammad putus keturunannya. Dan dia tidak diingat orang lagi nantinya.”_

Orang-orang munafik juga seperti itu, setiap kali melihat kesusahan dan derita yang menimpa kaum muslimin, mereka menunggu-nunggu keburukan itu dan menganggap telah mengalahkan kaum muslimin. Ini barangkali yang menyebabkan orang-orang lemah dikalangan kaum muslimin merasa sempit dadanya ketika mendapat musibah.

Oleh karena itu, surat ini turun untuk menjelaskan kondisi sesungguhnya yang dialami Nabi saw. Berikut banyaknya kebaikan yang dikaruniakan kepada beliau, di dunia dan akhirat. Termasuk apa yang akan menimpa orang-orang yang dengki kepada beliau. Barangkali dengan demikian, kita bisa mengambil pelajaran dan ridha atas apa yang diberikan kepada beliau.

Sesungguhnya Kami telah memberimu kebaikan yang amat banyak, ya Muhammad. Bukankah Tuhanmu telah menganugerahkan kenabian dan agama yang benar kepadamu? Mengutusmu untuk semua manusia? Menjadikan agamamu sebagai pamungkas semua agama? Akhir dari semua risalah? Yang menggabungkan antara kebaikan dunia dan akhirat? Yang menggabungkan semua Kebagusan dan kesempurnaan dalam berbagai aspek.

Bukankah Dia telah memberimu Al-Quran, ilmu, dan hikmah? Bukankah Dia juga memberimu kemuliaan yang banyak dan kebaikan yang luas? Hidayah dan petunjuk? Kebahagiaan dunia dan akhirat bagimu berikut umat, sampai hari kiamat?

Ya, Allah telah memberimu semua itu. Diantaranya adalah Al-Kautsar. Sebab, ada yang mengartikannya dengan sungai di surga. Jika begitu Muhammad, maka shalatlah untuk Tuhanmu dan menghadaplah hanya kepada-Nya. Bertakwalah kepada-nya dan jangan bersandar kepada selain-Nya. Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Shalatlah untuk Allah dan sembihlah hewan kurban sebagai ibadahmu untuk-Nya. Semua itu kamu persembahkan hanya untuk-Nya. Karena hanya Dialah yang memeliharamu, memberimu, memberi petunjuk kepadamu, dan merestuimu.

Adapun orang-orang yang menghinamu, yang hasad kepadamu, dan membuatmu marah, mereka itulah sebenarnya yang putus warisan mereka dan tidak lagi dikenang secara baik. Allah menganalogikan kenangan yang bagus dengan ekor binatang, karena ekor itu akan selalu mengikuti dan menjadi penghias. Sedangkan orang yang yang terputus warisannya diibaratkan dengan ekor yang terputus.

Sebagian ulama ada yang menafsirkan shalat dengan shalat ‘Ied dan korban dengan kurban pada ‘Iedul Adha saja. Tentunya pendapat ini kurang tepat.

Sekian
Wallahu alam bisawwab

💐❄💐❄💐❄💐❄💐

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tafsir Surat Quraisy

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 14 Shafar 1439 / 04 November 2017

📕 Al-Quran

📝 Ida Farida

📖 Surah Quraisy
==========☆☆☆==========
⛱💦⛱💦⛱💦⛱💦⛱

Surat Makkiyah yang terdiri dari 4 ayat. Allah memerintah orang-orang Quraisy agar menyembah Tuhan mereka, Yang memberi kenikmatan kepada mereka.

لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ. إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ. فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ. ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

_”Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”_ (QS. Quraisy : 1-4)

*Tafsir*

Kita semua tahu bahwa negeri Mekkah dan sekitarnya berupa gurun pasir dan tidak ada tumbuh-tumbuhan

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ

_”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati.”_ (QS. Ibrahim : 37)

Kondisi ini membuat penduduknya memikirkan kehidupan mereka. Mereka menjadi pedagang dan berjual beli ke negeri-negeri tetangga, kebagian utara dan selatan. Di musim dingin mereka ke Yaman dan di musim panas mereka pergi ke Syam.

Oleh karena mereka tuan rumah Baitullah, maka mereka sangat dihormati dan dihargai. Oleh sebab itu, bertambahlah manfaat mereka, semakin luas jangkauan dagang mereka, banyak keuntungan me. Mereka pun membuat perjanjian dagang dengan negeri-negeri tetangga mereka.

Maksud utama dari surat ini, bahwa Quraisy anak cucu An-Nadhar bin Kinanah, tidak menyembah Tuhan mereka karena suatu sebab. Oleh karena itu, hendaknya mereka menyembah Tuhan rumah ini (Ka’bah), karena Dia yang memberikan mereka kebiasaan bepergian pada musim dingin dan musim panas untuk berdagang serta mencari rezeki.

Dengan demikian, mereka menjadi kaya dan merasa aman untuk berpindah-pindah kemana saja yang mereka mau. Itu semua karena kemuliaan Allah yang menjadikan mereka sebagai tetangga rumah-Nya dan pelayan orang-orang yang berhaji.

فليعبدوا رب هذا البيت

_”Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).”_

Karena hanya Allah yang memiliki anugerah dan kemuliaan untuk penduduk Mekkah. Allah sendiri yang menyelamatkannya dari serangan Abrahah agar ia menjadi tempat mulia bagi mereka dan agar mereka tetap bisa berdagang dengan para tetangga mereka.

Allah meluaskan rezeki mereka, membentangkan rasa aman untuk mereka, dan membuat mereka bisa diterima oleh semua orang selaku tuan rumah-Nya dan pelayan para haju-Nya. Dengan demikian mereka berhasil mendapatkan makanan dan keamanan untuk diri dan perdagangan mereka. Maka hendaknya mereka menyembah Allah semata, karena Allah sendirilah yang memberi makan mereka setelah lapar dan memberikan rasa aman setelah ketakutan.

⛱💦⛱💦⛱💦⛱💦⛱

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0cu

Tafsir Surat Al-Fiil

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 21 Safar 1439 / 11 November 2017

📕 Al – Qur’an

📝 Ida Faridah

📖 Surat Al – Fiil
==========☆☆☆==========
🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘

Surat ini Makkiyah, terdiri dari 5 ayat. Di surat ini Allah menceritakan kisah Ashabul Fil yang ringkasnya berikut ini.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيل. أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍ. وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ. تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ. فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ

_”Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”_ (QS. Al-Fil : 1-5)

Tafsir

Tidakkah kau tahu tentang kisah populer, yang karena populernya ia menjadi ilmu tersendiri yang didasarkan pada kisah nyata. Ceritakan kepadaku tentang Ashabul Fil dan ceritakan kepadaku bagaimana Allah memperlakukan mereka. Bukankah Allah telah menjadikan makar dan tipu daya mereka untuk menghancurkan Ka’bah gagal. Akhirnya, mereka tidak dapat melakukan apa yang mereka inginkan.

Allah telah mengirim burung yang datang bergerombol membawa batu yang berisi kuman penyakit untuk menghancurkan sebagian besar tentara itu. Hingga mereka gagal dan pulang dengan kehinaan. Burung-burung itu melempari tentara dengan kerikil dari tanah liat yang mengeras. Mayoritas mereka binasa dan menjadi mangsa burung-burung tersebut. Kondisi mereka seperti daun yang dimakan binatang, yakni daun yang mulai kering setelah buahnya dipanen.

Diyaman terdapat seorang raja bernama Abrahah Al-Asyram. Ia membangun gereja besar di San’a. Bangunan itu sangat besar dan megah. Ia in mengalihkan ibadah haji dari Ka’bah ke gereja tersebut. Ia memberitahu hal itu kepada Najasyi, raja Habasyah.

Diriwayatkan bahwa seorang Arab buang kotoran didalam gereja itu dan hal itu membuat sang raja murka. Ia bersumpah untuk menghancurkan Ka’bah. Dipersiapkannya tentara yang banyak dan mulai bergerak menuju Mekkah. Di depan barisan tentara itu terdapat seekor gajah besar.

Ketika melewati kota Mekkah, Abrahah memerintahkan tentaranya agar merampas harta benda penduduknya. Di antara yang dirampas itu seekor unta milik Abdul Muthalib, kakek Nabi saw.

Unta itu digiring oleh seorang tentara. Ketika Abdul Muthalib mengetahui kejadian itu, ia hendak menemui raja Abrahah. Dia pun menemuinya dan berbicara perihal unta. Raja pun menjawab, “Ketika melihatmu aku kagum. Dan ketika kamu berbicara, aku terdiam. Kamu meminta unta itu dan membiarkan Baitullah yang merupakan agamamu dan agama nenek moyangmu.”

Abdul Muthalib menimpali, “Unta itu milikku, sedangkan rumah itu, ia milik Tuhan yang menjaganya.” Abrahah pun mengembalikan untanya.

Keesokan harinya, Abrahah bersiap-siap untuk memasuki Mekkah. Gajah-gajah dan tentaranya disiapkan untuk menghancurkan Ka’bah. Setelah itu, ia berencana pulang ke Yaman.

Ketika mereka mengarahkan gajah itu ke arah Mekkah, binatang itu terduduk, namun ketika di arahkan ke Yaman atau ke Syam ia bangun dan berdiri. Pada saat itulah Allah mengutus burung yang membawa batu-batu dengan paruh dan kaki mereka untuk dilemparkan kepada mereka. Penyakit pun mewabah dan melanda sebagian besar mereka. Akhirnya mereka tak ubahnya seperti daun yang telah kering.

Apakah batu-batu itu sendiri yang membinasakan mereka atau karena kuman yang mereka bawa. Hanya Allah yang tahu. Yang jelas setelah mereka dilempari batu-batu itu, sebagian besar mereka mati. Akhirnya Abrahah dan orang-orang dekatnya tidak jadi menghancurkan Ka’bah. Abrahah sendiri mati di perjalanan.

🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tafsir Surah Thaha 25-28

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 17 Muharram 1439 / 07 Oktober 2017

📕 Al-Qur’an

📝 Ida Farida

📖 Tafsir Surah Thaha 25-28
==========☆☆☆==========
🛡🗡🛡🗡🛡🗡🛡🗡🛡

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar adik-adik MFT? Semoga kita semua masih dalam lindungan Allah swt, Aamiin

Adik-adik, kali ini kita akan membahas tafsir surat Thaha ayat 25-28. Kita mulai dari ayat 25-26 dulu ya

Firman Allah Swt.:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

Musa berkata, _”Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.”_ (QS. Thaha: 25-26)

Adik-adik, doa Ini yang diucapkan Nabi Musa a.s. kepada Tuhannya. Dia memohon agar dadanya dilapangkan dalam menunaikan tugas risalah yang dibebankan kepadanya. Karena sesungguhnya ia telah diperintahkan untuk menyampaikan suatu perkara yang besar dan akan menghadapi tantangan yang berat.

Adik-adik, Nabi Musa diutus untuk menyampaikan risalah Allah kepada seorang raja yang paling besar di muka bumi di masa itu. Sedangkan raja tersebut adalah orang yang paling sewenang-wenang, paling keras kekafirannya, paling banyak bala tentaranya, paling makmur kerajaannya, paling diktator, dan paling ingkar.

Nah adik-adik, Keangkaramurkaannya Fir’aun ini sampai kepada batas mengakui bahwa dia tidak mengenal Allah, dan mengajarkan kepada rakyatnya bahwa tidak ada tuhan selain dirinya sendiri.

Sahabat muda, pada mulanya Musa pernah tinggal di istana Fir’aun semasa kecilnya, ia menjadi anak angkat Fir’aun yang dipelihara dalam asuhannya. Kemudian setelah dewasa Musa membunuh seseorang dari mereka, karena itu ia merasa takut mereka akan balas membunuhnya, lalu ia melarikan diri selama itu dari pencarian mereka.

Setelah itu adik-adik, Allah mengangkatnya menjadi seorang rasul kepada mereka sebagai pemberi peringatan yang menyeru mereka ke jalan Allah Swt. dan menyembah-Nya serta mengesakan-Nya, tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Karena itulah Musa menyadari akan beratnya tugas yang dipikulnya. Ia berdoa kepada Tuhannya:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي}

_”Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.”_ (QS. Thaha: 25-26)

Adik-adik, Nabi Musa berkata dalam doanya, _”jika Engkau tidak menolongku, tidak membantuku, tidak memperkuatku dan tidak mendukungku, tentulah aku tidak mampu mengemban tugas ini.”_

Itulah doa yang dipanjatkan Nabi Musa saat menerima tugas besar dari Allah,

Nah adik-adik sebagai pelajar juga harus sering berdoa, meminta pada Allah untuk memudahkan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh guru ya

Sampai disini dulu pertemuan kita, jumpa lagi pekan depan dengan lanjutan surat Thaha ayat 27-28 ya

🛡🗡🛡🗡🛡🗡🛡🗡🛡

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Asbabun Nuzul surat At-Takatsur (Bermegah-megah)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 01 Safar 1439H/ 21 Oktober 2017

📕 AL-QURAN

📝 Ustz. Ida Faridah S. Pd.I.

📖 Asbabun Nuzul surat At-Takatsur (Bermegah-megah)
==========☆☆☆==========

💰👑💰👑💰👑💰👑💰

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar adik-adik semuanya?

Hari ini kita akan membahas Asbabun Nuzul surat At-Takatsur (Bermegah-megah), surat ini mengisahkan teguran Allah kepada orang-orang sombong, langsung aja kita bahas:

أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ. حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ. ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.”

Adik-adik, dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (QS. At-Takatsur: 1-2) turun berkenaan dengan dua kabilah Ansar: Bani Haritsah dan Banil Harits yang saling menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannya, adik-adik.

Kemudian adik-adik, mereka itu saling bertanya, “Apakah kalian mempunyai pahlawan segagah dan secekatan si anu?”

Dan mereka juga adik-adik, saling menyombongkan diri dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang yang masih hidup. Bahkan mereka juga saling mengajak pergi ke kuburan untuk menyombongkan kepahlawanan golongannya yang suda gugur dengan menunjukkan kuburannya.

Nah adik-adik, Allah menurunkan ayat ini (At-Takatsur:1-2) sebagai teguran kepada orang-orang yang hidup bermegah-megah sehingga ibadah kepada Allah terlalaikan.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibn Buraidah)

Demikianlah adik-adik kisah orang-orang sombong yang hanya memamerkan kekayaan dan keturunannya saja.

Semoga kita semua terhindar dari sifat sombong ya. Aamiin

💰👑💰👑💰👑💰👑💰

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Terminal Kepuasan Yang Kekal (QS. Al-Lail)


© Mukaddimah

▪Para ulama berbeda pendapat apakah Surat Al-Lail makkiyah atau madaniyah. Namun, menurut Jalaluddin as-Suyuthi, “Surat al-Lail lebih dikenal sebagai surat makki-yah”. Surat al-Lail diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. setelah surat al-A’la.

▪Surat ini membicarakan perbuatan dan amal manusia yang bermacam-macam. Perbedaan amal tersebut memiliki konsekuensi yang berbeda pula, yaitu kebahagiaan dan kesengsaraan. Pada akhirnya semua bermuara pada ridha Allah yang dibalas dengan surga-Nya atau kemurkaan Allah yang diturunkan melalui neraka-Nya.

▪Surat ini juga menjelaskan kesalahan persepsi sebagian orang tentang harta. Namun hal tersebut tidak memberi manfaat sedikit pun di hari kiamat. Hal ini dilengkapi dengan contoh kebahagiaan yang dirasakan oleh orang yang bertakwa yang selalu menyucikan jiwanya.

© Siang Malam Manusia Selalu Berusaha

▪Dengan dimulainya sumpah Allah yang menggunakan pasangan waktu siang dan malam yang kemudian diikuti dengan sumpah menggunakan penciptaan laki-laki dan perempuan, lalu menjelaskan perbedaan perbuatan dan usaha manusia, mengindikasikan seolah manusia baik laki-laki atau perempuan siang atau malam selalu berusaha dan bekerja untuk menyambung hidup di dunia dan sebagian sadar juga meneruskannya untuk persiapan hidup di akhirat.

“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). Dan siang apabila terang benderang. Dan penciptaan laki-laki dan perempuan”. (QS. 92: 1-3)

▪Sumpah di atas mengisyaratkan bahwa segala sesuatu di alam ini diciptakan Allah dengan berpasangan. Keduanya menjadi unsur penting dalam kehidupan. Keduanya saling terkait dan berhubungan. Maka keduanya juga saling melengkapi.

“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda”. (QS. 92: 4)

▪Ada yang konsisten menjaga amalnya agar selalu berada dalam kebaikan. Namun, sebaliknya, juga ada yang selalu berada dalam kejahatan. Di samping itu ayat di atas juga mengindikasikan bahwa manusia yang berbeda-beda juga memiliki perbuatan dan pekerjaan yang berbeda-beda. Baik pekerjaan dan amal duniawi maupun perbuatan atau amal ukhrawi juga bertingkat-tingkat. Maka sebagaimana perbedaan amal ini maka ganjaran dan balasannya kelak juga berbeda.

© Perbuatan dan Konsekuensinya

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga). Maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. (QS. 92: 5-7)

▪Orang-orang yang berani menginfakkan hartanya di jalan Allah. Ia tak pernah khawatir sedikit pun akan ditimpa kebangkrutan. Lalu ia juga bertakwa dan menjaga diri dari yang diharamkan Allah. Sebagaimana ditafsirkan oleh Ibnu Abbas ra. Dan ia meyakini bahwa yang dilakukannya tidaklah sia-sia. Allah telah menjanjikan balasan yang sangat luar biasa. Maka ia mempercayainya dengan sepenuh hati.

▪Menurut beberapa ulama dan ahli tafsir kata “al-Husna” di sini artinya bermacam-macam. Ada yang menafsirkannya dengan surga. Sebagian lain menafsirkannya sebagailâ ilâha illalLâh, islam, dan balasan Allah atas amal kebaikan. Namun, semuanya tidaklah berlawanan arti karena muaranya sama yaitu Allah yang menjanjikan balasan bagi setiap amal baik yaitu surga melalui tuntunan agama Islam.

▪Maka sebagai konsekuensi dari kedermaan dan ketakwaan serta tsiqah billah ini membuahkan hasil yang manis berupa kemudahan. Yaitu kemudahan dalam membiasa-kan amal kebaikan serta kemudahan memperoleh kebahagiaan dan kelapangan hidup dan kelak dimudahkan jalannya menuju surga.

▪Ayat ini diturunkan untuk mengabadikan akhlak mulia Abu Bakar ra yang membeli Bilal bin Rabah dari Umayah bin Khalaf serta memerdekakan Bilal tanpa syarat apapun. Zubair bin Awwam menceritakan bahwa pembelian Bilal dihina oleh banyak orang karena menurut mereka alangkah baiknya jika Abu Bakar membeli budak yang lebih baik dari Bilal. Tapi penghinaan ini tak digubris oleh Abu Bakar.

▪Menurut riwayat lain ayat ini diturunkan untuk mengapresiasi Abu Dahdah al-Anshary yang suatu hari berada di kediaman seorang munafik yang memiliki kurma. Ia melihat kurma-kurma tersebut berjatuhan ke rumah tetangganya yang yatim. Orang munafik tersebut mengambili kurma-kurma tersebut, khawatir akan diambil oleh anak-anak yatim tetangganya. Abu Dahdah al-Anshary berkata kepada mereka, “Biarkan saja itu untuk mereka maka engkau akan mendapat gantinya di surga”. Namun sang munafik tersebut tidak menggubrisnya. Abu Dahdah kemudian membelinya semuanya dan menghibahkannya untuk anak-anak yatim tersebut.

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala terbaik. Maka kelak kami akan siapkan baginya (jalan) yang sukar”. (QS. 92: 8-10)

▪Sebaliknya orang yang bakhil dengan menimbun hartanya dan kikir dalam mendermakannya ia akan merasa berada dalam gelimangan harta. Ia mempresepsikan bahwa dengan harta ia bisa memiliki segalanya dan memenuhi semua keinginannya. Maka ia kemudian menjadi bertambah sombong. Allah pun tak lagi dianggapnya sebagai Tuhan yang memberinya karunia dan rizki yang lapang. Ia lupakan Allah. Ia dustakan ketuhanan-Nya. Ia ragukan keserbamahaannya. Maka ia pun meragukan janjinya. Bahkan ia dustakan sama sekali dan menganggap bahwa kebenaran hari akhir dan pembalasan amal hanya sebuah ilusi.

▪Maka orang yang memiliki karakter seperti di atas ini sangat baik bila diberikan kesulitan yang berlipat. Allah mudahkan baginya jalan kesukaran. Maka hidupnya akan dipenuhi kesulitan meski ia berlimpah harta. Hatinya tak tenang. Fisiknya digerogoti penyakit. Dan kelak saat maut menjemputnya ia baru merasakan kerugian dan petaka besar yang akan menyengsarakannya.

“Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa”. (QS. 92: 11)

“Taradda” artinya mati dan dikuburkan. Ini merupakan kiasan dari kematian dan kebinasaan. Harta yang ditimbun dan selalu dijaganya siang malam tersebut tak bisa menghalangi datangnya kehancuran dan kematiannya. Dan tak sepeserpun dari harta yang dikumpulkan tersebut yang ia bawa ke liang lahat. Jika pun orang yang masih hidup memaksakan untuknya membawa harta tersebut, hal itu tidaklah berguna. Bahkan kalau pun hal tersebut bisa terjadi ia akan berhadapan dengan makhluk yang tidak mengenal arti dunia. Maka ia takkan pernah bisa menyuapnya dengan harta.

© Dua Jalan Telah Dibentangkan

▪Ada dua jalan yang sama-sama terbuka. Manusia diberi kebebasan untuk memilih jalan tersebut. Namun, Allah tetaplah bijak dan Maha Kasih. Dia menurunkan dan mengirim utusan-Nya dari kalangan manusia untuk mengingatkan mereka dan membimbing agar para manusia tidak tersesat dalam memilih jalan itu. Maka, Dia pun mengobral petunjuk-Nya. Sampai demikian pun manusia tetap saja banyak yang enggan mengambilnya.

“Sesungguhnya kewajiban kamilah memberi petunjuk” (QS. 92: 12)

▪Tidaklah akan mungkin terjadi kesalahan bila seseorang mau mengikuti petunjuk Allah dengan benar. Karena Allah memiliki segalanya.

“Dan sesungguhnya kepunyaan kamilah akhirat dan dunia”. (QS. 92: 13).

▪Dunia dan seisinya Allahlah pemiliknya. Demikian pula akhirat dan semuanya yang berhubungan dengannya Allahlah yang mengendalikan-Nya. Bila seseorang lebih memilih dunia dan menghalanginya untuk mencintai pemiliknya maka ia benar-benar akan sengsara ketika memasuki alam akhirat, saat kehidupan dunia-Nya dipertanggungjawabkan dan kemudian dibalas dengan setimpal.

▪Pada suasana yang demikian orang-orang yang bakhil di atas akan sangat menyesali kebodohan dirinya. Padahal Allah telah benar-benar mengirim orang terbaik di antara mereka untuk menjadi pengingat yang baik.

“Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala” (QS. 92: 14)

▪Neraka yang menyala tersebut disediakan untuk mereka yang mendustakannya.

“Tidak masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka” (QS. 92:15).

▪Orang-orang celaka itu adalah orang “yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman)” (QS. 92: 16)

▪Dan dengan cinta-Nya pula “kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu” (QS. 92: 17).

▪Siapakah orang-orang yang beruntung tersebut. Yaitu orang “Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya”(QS. 92: 18). Ia semata mengharap mampu membersihkan jiwanya.

▪Dia membersihkan dirinya, juga hartanya dari sesuatu yang ia khawatirkan akan menyebabkan murka Allah juga ia bersihkan jiwanya dari sifat riya’ dan sombong yang kadang merupakan akibat bila seseorang mendapat kenikmatan berupa harta dan kedudukan di atas rata-rata sesamanya.

“Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya”. (QS. 92: 19)

▪Dia bersedekah dan mengeluarkan hartanya dalam jalan kebaikan bukan karena sebuah balas budi yang menjadi tanggungannya atau supaya kelak jika ia dalam kesulitan akan ada balasan yang membantu mengelurkannya dari kesusahan. Atau ia berharap dengan yang lebih baik dari yang didermakannya. Kedermawanannya tersebut dilandaskan pada keikhlasan yang sangat dijiwainya. Allah menuturkannya,

“Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari ridha Tuhannya Yang Maha Tinggi” (QS. 92: 20)

▪Dan karena ia mampu melakukan dan menunjukkan kemurnian cintanya tersebut pada pemilik dunia dan akhirat kelak ia akan puas dan takkan merasa rugi. “Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan”. (QS. 92: 21)

▪Dan kepuasan yang demikian itu bersifat kekal. Maka ia menjadi orang yang paling beruntung, sebagai balasan atas usahanya yang terus menjaga diri untuk menjadi hamba-Nya yang paling bertaqwa. Dalam surat al-Fajr Allah menggabungkan dua kepuasan dan keridhaan sekaligus, “Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya” (QS. 89:28).

▪Ia rela dengan janji Allah dan ia puas dengan balasan-Nya. Allah pun mencintai dan meridhainya. Sungguh sebuah puncak kepuasan yang sebenar-benarnya.

▪Baik itu Abu Bakar ash-Shiddiq atau pun Abu Dahdah al-Anshary juga para pengikut jejak mereka dalam kedermawanan, kelak akan benar-benar merasakan kepuasan yang tak terputus dan abadi.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Asbabun Nuzul Surat Al-Lail

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 10 Muharram 1439 H / 30 September 2017

📕 Al-Qur’an

📝 Ida Farida

📖 Asbabun Nuzul surat Al-Lail
==========☆☆☆==========
🌚✨🌚✨🌚✨🌚✨🌚

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar mujahid muda? Semoga adik-adik semuanya masih dalam naungan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aamiin.

Adik-adik yang di rahmati Allah, kali ini kita akan membahas tentang Asbabun Nuzul surat Al-Lail yang menjelaskan perbedaan antara orang-orang dermawan dan orang-orang pelit, langsung aja kita bahas ya

وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ. وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ. وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ.إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ. فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ.  وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ. فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ. وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسْتَغْنَىٰ. وَكَذَّبَ بِٱلْحُسْنَىٰ. فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ. وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ. إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ. وَإِنَّ لَنَا لَلْءَاخِرَةَ وَٱلْأُولَىٰ. فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ. لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى. ٱلَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ.
وَسَيُجَنَّبُهَا ٱلْأَتْقَى. ٱلَّذِى يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ. وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ. إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ ٱلْأَعْلَىٰ. وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ

_”Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.”_

Adik-adik yang di rahmati Allah, di dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa seorang pemilik kurma mempunyai pohon yang mayangnya menjulur ke rumah tetangganya, seorang fakir yang banyak anak.

Adik-adik, setiap pemilik kurma ini memetik buahnya, ia memetiknya dari rumah tetangganya itu. Apabila ada kurma yang jatuh dan dipungut oleh anak-anak yang fakir itu, ia segera turun dan merampas dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk ke mulut mereka pun dipaksanya keluar.

Pelit banget ya adik-adik itu si pemilik kurma, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang pelit, Aamiin. Kita lanjutkan ya pembahasanya

Kemudian adik-adik, orang fakir itu mengadukan halnya kepada Nabi saw.. Beliau berjanji akan menyelesaikannya. Kemudian Rasulullah saw bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda:

_”Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si anu. Sebagai gantinya kamu akan mendapatkan pohon kurma di surga.”_ Si pemilik kurma berkata, _”Hanya sekian tawaran tuan? Aku mempunyai banyak pohon kurma, dan pohon kurma yang diminta itu yang paling baik buahnya.”_ Lalu si pemilik pohon kurma itu pun pergi.

Sombong sekali ya adik-adik itu si pemilik kurma, padahal orang yang meminta itu adalah kekasih Allah, manusia mulia. Semoga kita di jauhkan dari sifat sombong ya adik-adik. Kita lanjutkan pembasahannya ya

Adik-adik, ternyata pembicaraan si pemilik pohon kurma dengan Nabi saw itu terdengar oleh seorang dermawan, yang langsung menghadap Rasulullah saw dan berkata, _”Seandainya pohon kurma itu menjadi milikku, apakah tawaran tuan itu berlaku juga bagiku?”_ Rasulullah menjawab, _”Ya.”_ Maka pergilah orang itu menemui si pemilik pohon kurma.

Apa kata si pemilik pohon kurma itu adik-adik? Ternyata sipemilik pohon kurma itu masih juga angkuh dan sombong. Si pemilik pohon kurma itu berkata, _”Apakah engkau tahu bahwa Muhammad saw menjanjikan pohon kurma di surga sebagai gantinya  pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Aku telah mencatat tawaran beliau. Akan tetapi buah pohon kurma itu sangat mengagumkan. Aku mempunyai pohon kurma, tetapi tidak ada satu pohon pun yang selebat itu.”_

Kemudian adik-adik, orang dermawan itu berkata, _”Apakah engkau mau menjualnya?”_ Ia menjawab _”Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, akan tetapi pasti tidak akan ada orang yang sanggup.”_

Orang dermawan itu berkata lagi, “Berapa yang engkau inginkan?” Ia berkata, _”Aku ingin 40 pohon kurma.”_ Orang dermawan itu terdiam, kemudian dia berkata lagi, _”Engkau minta yang bukan-bukan. Tapi baiklah aku berikan 40 pohon kurma kepadamu, dan aku minta saksi jika engkau benar-benar mau menukarnya.”_ Pemilik pohon kurma itupun memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu.

Adik-adik semuanya, kemudian orang dermawan itu menghadap Rasulullah saw dan berkata, _”Ya Rasulullah, Pohon kurma itu telah menjadi milikku. Aku akan menyerahkan pada tuan.”_ Maka berangkatlah Rasulullah saw menemui pemilik rumah yang fakir itu dan bersabda,

_”Ambillah pohon kurma itu untukmu dan keluargamu.”_

Maka turunlah ayat ini (QS. Al-Lail: 1 sampai akhir surat) yang *membedakan kedudukan dan kesudahan orang bakhil dengan orang dermawan*.

Hadist di atas diriwayatkan oleh _Ibnu Hatim dan lain-lain_, dari _al-Hakam bin Abban_, dari _’Ikrimah_, yang bersumber dari _Ibnu Abbas_. Menurut _Ibnu Katsir_, Hadist ini sangat gharib.

🌚✨🌚✨🌚✨🌚✨🌚

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c