Setiap Kebaikan Akan Menghindarkan Kita Dari Api Neraka

Pemateri: Rikza Maulan, Lc., M.Ag

Setiap Kebaikan Akan Menghindarkan Kita Dari Api Neraka

A. Hadits

عن عَائِشَةَ تَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِي آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلَاثِ مِائَةِ مَفْصِلٍ، فَمَنْ كَبَّرَ اللَّهَ، وَحَمِدَ اللَّه،َ وَهَلَّلَ اللَّهَ، وَسَبَّحَ اللَّهَ، وَاسْتَغْفَرَ اللَّهَ، وَعَزَلَ حَجَرًا عَنْ طَرِيقِ النَّاسِ، أَوْ شَوْكَةً أَوْ عَظْمًا عَنْ طَرِيقِ النَّاسِ، وَأَمَرَ بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهَى عَنْ مُنْكَرٍ، عَدَدَ تِلْكَ السِّتِّينَ وَالثَّلَاثِ مِائَةِ السُّلَامَى، فَإِنَّهُ يَمْشِي يَوْمَئِذٍ وَقَدْ زَحْزَحَ نَفْسَهُ عَنْ النَّارِ  (رواه مسلم)

Dari Aisyah ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya setiap manusia dari anak cucu Adam terlahir dengan tiga ratus enam puluh ruas persendian.

Barangsiapa yang bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih serta memohon ampun Allah, menyingkirkan bebatuan, duri-durian atau tulang belulang dari jalan yang biasa dilewati manusia, serta menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar adalah sebanding dengan tiga ratus enam puluh jumlah persendian kebaikan.

Sungguh pada hari itu ia akan berjalan sedang ia telah menjauhkan dirinya dari adzab api neraka.” (HR. Muslim, hadits no. 1675).

B. Hikmah Hadits:

1. Setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim yang ditujukan untuk mendapatkan keridhaan Allah Swt baik berupa tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar,  menyingkirkan duri, batu, tulang belulang dari jalanan, menganjurkarkan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, serta segala kebaikan lainnya akan dihitung sebanyak 360 kali kebaikan sama persis dengan jumlah seluruh ruas persendian dalam diri manusia.

2. Bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seseorang apapun bentuknya, maka selain akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt menjadi 360 kali kebaikan, ternyata juga akan menjadi penyebab dihindarkannya ia dari api neraka.

3. Maka alangkah indahnya apabila dalam keseharian kita, atau dalam setiap detik waktu yang menghantarkan kita pada perputaran zaman, senantiasa kita iringi dengan segala bentuk amal kebajikan, karena dengan demikian insya Allah akan menjadikan kita mendapatkan dua kebaikan sekaligus, yaitu dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt menjadi 360 kebaikan dan dihindarkannya kita dari dahsyatnya azab neraka.

Wallahu A’lam

Menjaga Perasaan Dengan Lawan Jenis

Ustadz Nurdiana

Menjaga Perasaan Dengan Lawan Jenis

Assalamualaikum,mohon penjelasannya tentang bagaimana cara menjaga perasaan kepada lawan jenis sebelum menikah tadz, agar tidak di kira sombong tp juga tidak terlalu keterlaluan dg lawan jenis, terima kasih 😊 #A42

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah..
Ketertarikan laki laki dan perempuan adalah fitrah dan sunnatullahh (keniscayaan) sehingga Islam memberi solusi untuk menikah. Dan mengatur dengan bijak bagaimana seharusnya bergaul islami.

dalam Al Qur’an surat Al. Hujarat ayat 13,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرات : 13
Yang Artinya :
“Wahai manusia ! sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Alloh maha mengetahui lagi maha mengenal”.

Dari ayat diatas kita bisa paham kenapa kita harus bergaul , karena memang Allah menjadikan kita makhluk sosial yang butuh teman, silahkan  saja bergaul tapi ingat.yang jadi tolak ukurnya adalah TAQWA

Untuk kita bisa bergaul baik.tidak sombong dan tidak keterlaluan maka yang harus kita jadikan pedoman adalah nilai Islam. Kita tidak mungkin bisa membuat semua orang suka atau senang dengan kita tapi lakukan yang terbaik sesuai aturan Alquran dan sunnah sebagai pedoman asasi nya. Sementara siroh nabi Sebagai pedoman kita beramal.

Tips etika bergaul dalam islam
1. Setiap muslim harus menjaga pandangan matanya secara berlebihan terhadap lawan jenis,

Hal ini terdapat dalam firman Alloh surat An Nuur ayat 24

 :قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُْ ۚذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗإِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki laki yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah yang lebih suci dari mereka, sesunggunya Alloh maha mengetahui apa yang mereka perbuat”.

2. Hendaknya setiap muslim muslimah menjaga auratnya masing masing,
Khususnya untuk muslimah dengan cara berbusana secara islami supaya terhindar dari fitnah. Di dalam Al Quran secara khusus Alloh SWT berfirman untuk kaum hawa (perempuan), salah satunya yang terdapat pada surat An Nuur ayat 31.

 وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

“Katakanlah kepada wanita beriman : ” Hendaknya  janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra putra mereka, atau putra putra suami mereka, atau sodara sodara laki laki mereka, atau putra putra sodara lelaki mereka, atau putra putra sodara perempuan mereka, atau wanita wanita islam, atau budak budak yang mereka miliki, atau pelayan pelayan laki laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak anak yang belum mengerti tentang aurat wanita, Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang orang beriman supaya kamu beruntung”.

3. Seorang muslimah sebaiknya berpakaian tidak tipis, tidak menampakkan warna kulit, tidak ketat sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh, memakai kerudung supaya dijulurkan kebawah sampai menutup dada.

Sebagaimana dalam firman Alloh SWT surat Al Ahzab ayat 59

 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi katakan kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan istri istri orang mukmin :”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun dan Lagi Maha Penyayang”.

4. Seorang muslim yang baik tidak akan berbuat sesuatu yang akan mendekatkan diri pada perbuatan zina, misalnya berkhalwat atau berdua duaan dengan lawan jenis yang bukan makhromnya.

Seorang muslim apabila berbicara tidak berlebihan, karena suara perempuan adalah aurat.

5. Tidak bersentuhan kulit dengan lawan jenis, seperti berjabatan tangan.

6. Ramah dan menjaga Izzah

Wallahu a’lam.

SELF CONCEPT Alias KONSEP DIRI

Ustadzah Wiwit, Ustadzah Dina, Ustadzah Heni

SELF CONCEPT Alias KONSEP DIRI
============================

◈ Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..

◈ Hai temans, how are you today? always keep smiling and positive thinking, okay?!

◈ Boys and girls, kali ini kita akan bahas tentang…….

▣ SELF CONCEPT alias KONSEP DIRI ▣

◈ Setiap orang ingin dirinya sukses; dalam belajar, bergaul, karir, keluarga, dan seterusnya.
◈ Perlu kamu tahu, bahwa langkah awal kesuksesan adalah mengenal dan mempelajari kualitas diri kita.

▣ Mengenal diri berarti:

⇨ Memahami kondisi fisik dgn segala kualitas dan proses yang mempengaruhinya.
⇨ Memahami pikiran, emosi, dan motivasi diri.
⇨ Memahami pikiran dan perilaku sosial sebagai hasil interaksi dengan orang lain.

◈ KONSEP DIRI merupakan potret diri secara mental, yakni bagaimana seseorang melihat, menilai, dan menyikapi dirinya.

◈ Untuk menggali konsep dirimu; coba jawablah pertanyaan berikut ini :

↭ Siapakah kamu?
↭ Apa tujuan hidupmu?
↭ Apa impian yang ingin kamu capai?
↭ Apa saja kelebihan dan kekuranganmu?
….. dst
#coba pikirkan dan tuliskan jawabanmu#

●•●•●•●•●•●•●•●•●•●•●•●•●•●•●•●

◈ Sebagai seorang MUSLIM, kita punya PANDUAN lho untuk membentuk konsep diri kita.

◈ To answer that questions, please open your Qur’an.

◈ Siapa dirimu?
⇨ Sebaik-baik ciptaan Allah SWT.
“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS. At-Tin: 4)

◈ Apa tujuan hidupmu?
⇨ “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mrk beribadan pada-Ku”. (QS. Adz-Dzariat : 56)

◈ Baca Qur’an, belajar Islam, dan teruslah menuntut ilmu, dan kamu akan semakin bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikutnya dengan lebih jelas, lengkap, dan sempurna

◈ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Hasyr : 18)

◈ It isn’t enough to be your self, but it’s more important to be your better self.

◈ See you next time, friends..

◈ Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..

11 Cara Untuk Membangun Kesopanan Pada Remaja Kita (Bag. 1)

Pemateri: Ustadzah Dra. INDRA ASIH

11 Cara Untuk Membangun Kesopanan Pada Remaja Kita (Bag. 1)

_”Sesungguhnya, ada akhlak dari setiap agama. Dan akhlak Islam adalah kesopanan”_
-Nabi Muhammad, shalallahu ‘alaihi wassalam, Ibn Majah1

Saat ini bersikap malu atau malu-malu, sopan dalam berpakaian, berbicara, dan perilaku dianggap sesuatu yang kuno, bahkan dianggap masuk di masa “prasejarah”. Namun, ini adalah akhlak utama Islam. Ini yang membedakan seseorang beriman dan mengenal Allah dengan yang tidak.
Tapi memang sangat sulit untuk menjaga kehormatan bagi seorang pemuda Muslim pada masa kini. Karakteristik anak muda, terutama dalam 60 tahun terakhir, telah ditandai dengan ketidakdewasaan, bersamaan dengan ketidaksopanan dan sering melontarkan ekspresi tidak pantas yang vulgar, lalu mentertawai seseorang yang berusaha menjaga kesopanan. Hal tersebut berupa mengagungkan pakaian yang memamerkan aurot (terutama untuk remaja putri), pembicaraan dan lagu-lagu penuh dengan sindiran dan ekspresi-ekspresi porno dan tidak pantas, serta menganggap biasa semua jenis tindakan asusila di luar pernikahan, serta pergaulan bebas.
Baik lagu yang berisi ungkapan asusila, atau komedi remaja yang tidak baik, akan menjadi sumber referensi seksual mereka.

1⃣ *Mulailah dari diri sendiri – para orang tua*

Lagi dan lagi, dan itu akan terus perlu untuk ditekankan – orang tua adalah teladan pertama bagi anak-anak mereka. Jadi jika kita, sebagai orang tua, menikmati tontonan tayangan televisi yang menampilkan penampilan telanjang “ringan”   atau pasangan pria dan wanita berbikini, situasi seksual (tidak harus pornografi), dan mengomentari bagaimana menariknya selebriti tertentu, saudara atau teman yang “hot”, ” lucu “, atau menarik, maka akan sulit untuk menyampaikan pentingnya seorang Muslim menjaga kehormatan. _Kita perlu duduk dan melakukan penilaian yang jujur ​​dari perilaku kita._ Jika kita menangkap diri kita jatuh ke dalam atau memberi contoh dari perilaku tidak sopan, kita harus meminta ampunan Allah dan memutuskan untuk berusaha lebih keras untuk berkomitmen menjadi Muslim yang lebih bias menjaga kehormatan. Saat  kini di mana-mana kita memandang, hampir mustahil untuk menghindari dari melihat sesuatu yang tidak sopan. Tetapi jika kita sadar dan meminta Allah untuk menolong kita, kita bisa melakukan lebih baik dalam hal ini meskipun tantangannya sangat besar. Sehingga kita perlu memberikan contoh-contoh untuk anak-anak kita agar tetap berpegang pada akhlak sopan ini.

2⃣ *Hindari standar ganda kesopanan*

Seorang ibu Muslim, baru-baru ini mengeluh tentang bagaimana seorang gadis Muslim telah mengirim sms remaja putranya dan anaknya membalas sms tersebut. Ketika ia ditanya mengapa anaknya tidak  diminta untuk mengabaikan teks gadis itu atau dia memberitahu si gadis agar jangan mengganggu putranya, respon ibu ini adalah, “yah, dia anak laki-laki. Menurut kamu layak saja kan yang dia lakukan? Jika ada seorang gadis memberikan perhatian padanya, dia akan merespon. “
Sebaliknya, saya tidak ragu jika putrinya yang melakukan hal yang sama terhadap anak laki-laki, ibu ini akan bersikap keras pada dia. Padahal perilaku sopan merupakan kewajiban bagi pria dan wanita dalam Islam (Quran 33:35) dan merupakan hal yang salah untuk memfokuskan seluruh perhatian kita hanya pada putri-putri kita saja dalam hal kesopanan dalam berpakaian dan perilaku. Tapi pada saat bersamaan memberikan kebebasan pada anak-anak lelaki kita untuk melakukan apa yang mereka suka, seperti bersikap berbeda  jika kita mengetahui mereka telah menggoda dengan seorang gadis di sekolah, melihat pornografi online, atau berbicara dengan seorang wanita atau gadis dengan tidak hormat. Standar kesopanan merupakan persyaratan untuk kedua jenis kelamin dalam Islam, dan kita harus menetapkan aturan yang lebih baik terhadap baik anak-anak kita baik putra maupun putri, agar berbicara, berpakaian, dan berperilaku sopan.

3⃣ *Memantau Media*

Televisi, video YouTube, Facebook, Instagram dan lain-lain adalah cara-cara yang mudah diakses yang menjadi ancaman berupa informasi  dan hal-hal merusak lainnya.                 🌷Pemantauan konsumsi media anak-anak kita mutlak diperlukan, tidak peduli seberapa sibuk, lelah, atau buta huruf digital, kita sebagai orang tua.  
🌷Kebiasaan pornografi dapat tertangkap sejak awal oleh orang tua yang menyadari bahayanya, misalnya. kita dapat menghapus foto memalukan yang diunggah jika menyadari apa yang anak kita lakukan online. Adapun terkait dengan konsumsi menonton televisi, duduklah dengan anak-anak untuk menonton bersama program yang mereka lakukan. Hal ini tidak hanya akan membuat kita menyadari apa yang mereka tonton, tetapi juga akan membuat mereka menyadari bahwa kita menonton bersama dia. _Sangat penting juga untuk mengomentari jika ada yang tidak sopan atau tidak pantas dalam program tersebut_, sehingga anak-anak tahu, misalnya, bahwa menatap aktor atau artis “hot” atau menonton mereka dalam adegan yang tidak pantas adalah salah.

bersambung…

Bahaya Penyimpangan Aqidah

Pemateri: Ustadz Aus Hidayat Nur

Aqidah Islamiyah merupakan landasan dari suatu bangunan yang besar dan kokoh.  Aqidah menjadi motivator  dan energy bagi seluruh hal yang bernilai tinggi dan bermanfaat dalam kehidupan ini.

Karena itu penyimpangan dari aqidah yang benar akan membawa kehancuran dalam kepribadian seseorang, ibarat suatu benda yang jatuh dari langit lalu disambar burung dan diterbangkan angin ke tempat  yang jauh entah kemana. Ini telah digambarkan Allah Azza wa Jalla, dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutu kan sesuatu dengan Dia.

 ۚ… وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ [الحج : 31]

Barangsiapa mempersekutu kan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (Al Hajj: 31).

Tanpa aqidah yang benar pada awalnya seorang hamba akan menjadi mangsa bagi ganasnya persangkaan dan keragu-raguan. Lama kelamaan buruk sangkanya terhadap Allah, Rasul dan Islam  menghalanginya terhadap pandangan yang benar terhadap jalan hidup bahagia, sehingga kehidupannya terasa sempit dan menyesakkan.
Ia pun ingin sekali keluar dari kemelut yang membelenggunya ini  dengan berputus asa dan menyudahi hidup, bahkan dengan bunuh diri sekalipun.

Hal itu terjadi di banyak masyarakat Dunia seperti  di   Jepang, Amerika, dan negeri-negeri yang penduduknya menyimpang dari hidayah dan aqidah yang benar.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِنْدَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ ۗ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ *
 أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ

Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (An Nuur: 39-40)

Masyarakat yang tidak dipimpin oleh aqidah yang benar tidak ubahnya sekumpulan hewan yang tidak memiliki prinsip-prinsip hidup bahagia, sekali pun bergelimang kekayaan materi, fasilitas teknologi, dan kemajuan industri sebagaimana kita lihat pada masyarakat jahiliyyah dahulu dan sekarang ini.
Karena kekayaan materi atau pun kemajuan teknologi memerlukan tawjih (pengarahan) dalam aplikasinya, dan tidak ada arahan yang benar dan bernilai kecuali aqidah sahihah dari ajaran Islam.

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al mukminuun: 51).

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan. (Saba: 10-11)

Maka kekuatan maadiyah (materi atau kebendaan) tidak boleh dipisahkan dari kekuatan aqidah (ruhani). Jika kekayaan dan materi digunakan orang-orang yang menyeleweng dari aqiodahmaka akan menjadi sarana-serana perusak yang amat sangat berbahaya bagi manusia dan peradaban.

Seperti sekarang nampak bagaimana negei negeri kaya berlomba-lomba dalam mencari sumber-sumber kekayaan dan membuat senjata-senjata canggih dengan merusak negeri-negeri lainnya.

Seperti dikatakan oleh Ratu Bilqis yang diabadikan Al Qur-an ,

“Dia (Bilqis) berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat”. (An Naml: 34)

📒 Jenis-jenis Penyimpangan Aqidah

Penyimpangan aqidah itu sangat berbahaya karena seringkali tidak nampak atau sangat  samar, tidak disadari oleh pelakunya. Dia seperti penyakit ganas yang baru disadari oleh si sakit ketika kondisi sudah parah. Jika si pelaku diberi peringatan maka ada saja alasan yang dikemukakan untuk membela diri dengan menentang ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Di antara penyimpangan aqidah menurut Al Qur-an dan sunnah adalah sifat dan perilaku sebagai berikut,

1) Syirik dan kemusyrikan

Yaitu mempersekutukan Allah dalam beribadah kepada-Nya.

Ini adalah penyimpangan yang paling fatal karena pelakunya berdosa besar yang tidak akan diampuni Allah sampai dia bertaubat dan memperbaiki diri dengan Tauhid. Firman Allah,

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An Nisaa: 48)

Syirik adalah lawan dari ketauhidan sehingga menjadi musuh agama yang paling utama.

Yang tergolong pada syirik ini banyak sekali , para ulama membaginya atas dua syirik besar dan syirik kecil (tersembunyi) yaitu riya yaitu ketika seseorang beramal tetapi ingin dilihat dan dipuji orang lain.

Di antara syirik besar adalah persetujuan terhadap aqidah sesat dari agama lain seperti mengucapkan “selamat natal” kepada kaum Nasrani atau menggunakan atribut keagamaan mereka.
Para ulama sepakat mengharamkan ucapan dan perilaku  seperti itu.

Biasanya di akhir Bulan desember kemusyrikan jenis ini marak karena sebagian Kaum Muslimin yang tertipu orang-orang nasrani ikut-ikutan  merayakan natal atau tahun baru dengan berbagai alasan.

2) Kufur

Yaitu menolak ajaran Allah , Rasul, atau  Islam  secara keseluruhan atau pun sebagiannya .

Kufur paling rendah adalah mengingkari nikmat (pemberian) Allah seperti seseorang mengatakan , “kesuksesan ini berkat kepandaianku”.

Kufur  yang paling sering terjadi adalah menolak ayat-ayat Al Qur-an atau hadits Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam yang dirasa tidak cocok bagi dirinya dan yang lebih parah adalah berani adalah memerangi ajaran Allah.

Sumber  kekufuran adalah kebencian kepada Al Qur-an  atau Islam atau Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam ,

Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguh nya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. (Muhammad: 8-9)

3) Nifak atau munafik

Yaitu orang-orang yang mengaku beriman dengan lidahnya tetapi hatinya masih ingkar terhadap ajaran Allah, Rasul dan Islam.

Kemunafikan bersarang di hati orang-orang  yang bekerjasama dengan orang-orang kafir atau ikut membela kekafiran mereka baik secara sembunyi-sembunyi atau pun terang-terangan. Kaum munafikin seperti duri dalam daging terhadap Ummat Islam karena meski mengaku muslim mereka selalu merusak barisan Kaum Muslimin dalam perjuangan penegakan agama.

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (At Taubah: 67-68).

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (Annisaa: 142)

Menurut Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam tanda-tanda kemunafikan itu ada tiga,

“Jika berkata dia dusta, jika berjanji menyalahi, dan jika diberi amanah dia berkhianat” (HR. Muttafaq alaih)

Dalam riwayat lain disebutkan
Sekalipun ia berpuasa, melakukan sholat dan menganggap dirinya sebagai seorang muslim.

4) Fasiq

Yaitu sifat seseorang yang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya atau mengerti kewajiban tetapi tidak melaksanakannya meskipun hatinya menerima kebenaran atau pun kewajiban tersebut.

Kaum fasiqin ini tidak mengaplikasikan Islam dalam hidupnya sehingga hatinya menjadi keras seperti digambarkan Allah,

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (AlHasyr: 19)

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (Alhadid : 16)

5) Zholim

Yaitu mereka yang tidak menempatkan sesuatu secara tidak proporsional.
Disebut juga menganiaya diri sendiri karena mereka  membuat kerugian bagi orang lain.

Kezaliman ini akan dibalas Allah meskipun kecil sehingga pelakunya meminta maaf atau membayar kerugian yang dizalimi (roddul mazholim) atau bertaubat melakukan perbaikan.

Dari Jabir Rodhiyallahu Anhu meriwayatkan bahwa  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Jagalah diri kalian dari berbuat zalim , karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Dan jagalah kalian dari sifat kikir, karena kekikiran menyebabkan kebinasaan ummat sebelum kalian. Sifat itulah yang menyebabkanmr saling menumpahkan darah dan menghalalkan hal-hal yang diharamkan bagi mereka”. (HR. Muslim)

Itulah lima penyimpangan aqidah yang paling sering diingatkan Allah dalam Al Qur-an dan diperingatkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Hendaknya Kaum Muslimin berhati-hati karena status keimanan mereka belumlah aman dari sifat-sifat di atas selama belum bertaqwa dengan sungguh-sungguh.  Allah telah mengingatkan Kita,

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali Imraan: 102)

Wallahu A’lam.

Dosa Syirik (Edisi Lengkap)

Ustadzah Novria Flaherti

Assalamu’alaikum ustadz/ustadzah. Mohon penjelasan  dosa yang tidak diampuni meski sudah bertaubat yaitu salah satunya adalah syirik, menduakan Allaah. Benarkah dosa tersebut tidak diampuni Allaah meskipun sudah bertaubat dan menghilangksn kesyirikannya tsb? Jazakumullah…
🅰4⃣3⃣

Jawaban
—————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
 إِنَّ اللَّـهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّـهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisaa’: 116)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisaa’: 48)

Bahwa segala dosa dapat diampuni Allah bagi siapa yang Allah kehendaki, tapi dosa mempersekutukan yang lain dengan Dia, tidaklah dapat Allah mengampuni.

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya berkata, “Allah Ta’ala tidak akan mengampuni dosa syirik yaitu ketika seorang hamba bertemu Allah dalam keadaan berbuat syirik.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 3: 129).

Maksud ayat ini kata Ibnul Jauzi yaitu Allah tidak akan mengampuni pelaku syirik (musyrik) yang ia mati dalam kesyirikan (Lihat Zaadul Masiir, 2: 103). Ini berarti jika sebelum meninggal dunia, ia sudah bertaubat dan menyesali kesyirikan yang ia perbuat, maka ia selamat.

Yang dimaksud dengan “mengampuni” dalam ayat di atas bermakna, Allah akan menutupi dan memaafkan. Jika dikatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik berarti Allah tidak akan memaafkan dan menutupi orang yang berbuat syirik pada-Nya. Syirik yang dimaksudkan di sini adalah syirik dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Karena mentauhidkan Allah adalah seutama-utamanya kewajiban. Sehingga jika ada yang berbuat syirik (sebagai lawan dari tauhid), maka Allah tidak akan mengampuninya berbeda dengan perbuatan maksiat lainnya.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Qosim rahimahullah berkata, “Jika seseorang mati dalam keadaan berbuat syirik tidak akan diampuni, maka tentu saja ini menunjukkan bahwa kita mesti sangat khawatir terhadap syirik karena begitu besarnya dosa tersebut di sisi Allah.  (Hasyiyah Kitab Tauhid, hal. 48).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah berkata, “Syirik adalah dosa yang amat besar karena Allah sampai mengatakan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi siapa yang tidak bertaubat dari dosa syirik tersebut. Sedangkan dosa di bawah syirik, maka itu masih di bawah kehendak Allah. Jika Allah kehendaki ketika ia berjumpa dengan Allah,  maka bisa diampuni. Jika tidak, maka ia akan disiksa. Jika demikian seharusnya seseorang begitu takut terhadap syirik karena besarnya dosa tersebut di sisi Allah.” (Fathul Majid, hal. 85).

Ayat yang kita kaji berisi ajaran penting, yaitu agar kita waspada terhadap kesyirikan.

Syirik begitu berbahaya sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat lainnya,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

Dalam hadits dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

“Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no. 93).
[12/20, 10:38 PM] Novria Manis: padaa kasus orang syirik maka supaya Allah mengampuni dosanya yaitu dengan meninggalkan syirik yaitu dengan mengucapkan syahadat kembali karena demgan melakukan kesyirikan otomatis orang tersebut sudah keluar dari islam :

أَشْهَدُ أَنْ لَآ اِلَهَ إِلَّا اللهُ, وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Kemudian membuat penyesalan atas perbuatan syirik yang selama ini dipertahankan, dan tanamkan niat dan cita-cita yang kuat untuk tidak kembali kepada kemusyrikan.
Firman Allah SWT pada QS. 8:38

 “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu”.

Orang-orang kafir atau musyrik yang tidak diampuni dosanya sebagaimana yang disebutkan pada surat Annisa ayat 48 dan 116 adalah orang kafir dan musyrik yang mati dalam kekafiran dan kemusyrikannya, artinya bahwa ia mati sebelum sempat bertaubat.

Adapun jika ia sempat bertaubat dengan syarat-syarat yang telah tersebut diatas maka dosanya tetap diampuni dan dimaafkan, inilah maksud firman Allah pada (Qs.4:153

 Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kedzalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.) Dan diperjelaskan dengan sangat jelas pada Qs.25:68-71 :Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina. kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya

Allahu ‘ alam

Kebaikan Tiada Putusnya

Ustadz Farid Nu’man Hasan

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة إلا من صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له

“Jika manusia wafat maka semua amalnya terputus kecuali tiga: Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, Anak shalih yang mendoakannya “. (HR. Muslim No. 1631)

Imam As Suyuthi Rahimahullah mengatakan tentang “ilmu yang bermanfaat”:

قالوا هي التعليم والتصنيف وذكر القاضي تاج الدين السبكي أن التصنيف في ذلك أقوى لطول بقائه على ممر الزمان

“Mereka (Para ulama) mengatakan itu adalah mengajar dan menyusun karya tulis. Al Qadhi Tajuddin As Subki menyebutkan bahwa menyusun tulisan dalam hal ini lebih kuat karena lebih panjang dan berkelanjutan melewati zaman”. (Ad Dibaj ‘Ala Muslim, 4/226)

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

وبيان فضيلة العلم والحث على الاستكثار منه والترغيب في توريثه بالتعليم والتصنيف والإيضاح وأنه ينبغي أن يختار من العلوم الأنفع فالأنفع

Hadits ini berisi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan dorongan untuk memperbanyaknya dan anjuran mewariskannya dengan mengajar, menyusun karya tulis, dan memberikan penjelasan. (Oleh karena itu) hendaknya memilih ilmu-ilmu yang mendatangkan manfaat. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 11/85)

Sementara itu tertulis dalam Al Mu’tashar:

ومن جمع هذه الثلاثة فقد جمع خير الدنيا والآخرة

Barang siapa yang menggabungkan tiga jenis kebaikan ini maka dia telah mengumpulkan kebaikan dunia dan akhirat. (Al Mu’tashar minal Mukhtashar min Musykilil Atsar,   2/168)

Wallahul Muwafiq ila Aqwamith Thariq …

Shalat Tidak Khusyu…Mestikah Ulang?

Ustadz Farid Nu’man Hasan

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة إلا من صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له

“Jika manusia wafat maka semua amalnya terputus kecuali tiga: Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, Anak shalih yang mendoakannya “. (HR. Muslim No. 1631)

Imam As Suyuthi Rahimahullah mengatakan tentang “ilmu yang bermanfaat”:

قالوا هي التعليم والتصنيف وذكر القاضي تاج الدين السبكي أن التصنيف في ذلك أقوى لطول بقائه على ممر الزمان

“Mereka (Para ulama) mengatakan itu adalah mengajar dan menyusun karya tulis. Al Qadhi Tajuddin As Subki menyebutkan bahwa menyusun tulisan dalam hal ini lebih kuat karena lebih panjang dan berkelanjutan melewati zaman”. (Ad Dibaj ‘Ala Muslim, 4/226)

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

وبيان فضيلة العلم والحث على الاستكثار منه والترغيب في توريثه بالتعليم والتصنيف والإيضاح وأنه ينبغي أن يختار من العلوم الأنفع فالأنفع

Hadits ini berisi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan dorongan untuk memperbanyaknya dan anjuran mewariskannya dengan mengajar, menyusun karya tulis, dan memberikan penjelasan. (Oleh karena itu) hendaknya memilih ilmu-ilmu yang mendatangkan manfaat. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 11/85)

Sementara itu tertulis dalam Al Mu’tashar:

ومن جمع هذه الثلاثة فقد جمع خير الدنيا والآخرة

Barang siapa yang menggabungkan tiga jenis kebaikan ini maka dia telah mengumpulkan kebaikan dunia dan akhirat. (Al Mu’tashar minal Mukhtashar min Musykilil Atsar,   2/168)

Wallahul Muwafiq ila Aqwamith Thariq …

Dimakan Oleh Kata-kata Sendiri

Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Ketika kota Konstantinopel sudah semakin terjepit oleh perluasan wilayah Turki Utsmani maka Kardinal Isidore dituntut untuk menggalang kekuatan.
Perlu diketahui bahwa bangsa Yunani waktu itu terpecah dan diduduki oleh berbagai kota Italia. Isidore ingin mengangkat kembali keharuman sejarah Yunani ketika dahulu mereka pernah menaklukkan kota Troya (Troy). Tanpa berfikir terlalu panjang maka bangsa Turki disamakan dengan bangsa Troya. Turki dianggap keturunan Teucri; moyang Troya.

Beres, kan!

Ternyata tidak juga, sejarah tidak dapat dicegah! Hadits Latuftahanna tetap terjadi sebagaimana nubuwwat Nabi SAW. Sultan muda bernama Mehmet menjadi “falani’mal amir” pembebas kota kaisar tersebut.

Kini kota Konstantinopel sudah beralih tangan dan Byzantium terpecah-pecah. Kembali, gereja Orthodox membutuhkan bantuan dari bangsa-bangsa Eropa sebelah barat. Semalas-malasnya para bangsawan Eropa waktu itu, masih tersisa penghormatan simbolis terhadap kepausan gereja Katholik.

Namun sayang, trauma panjang Perang Salib (Crusades) di Palestina-Syria-Mesir masih membekas. Gelora perang yang dikobarkan gereja Katholik sudah meredup auranya. Titah gereja berupa Papal Bull sudah tidak sesakral 200 tahunan yang lalu. Bahkan, kota-kota Italia menjalin hubungan dagang pragmatis dengan Turki Utsmani sejak sebelum Latuftahanna. Business as usual, katanya!

Diantara yang paling melemahkan kedudukan kekaisaran Byzantium adalah pendapat gereja Katholik bahwa bangsa Yunani sedang dihukum oleh Tuhan. Mereka dihukum atas kezaliman dan kebrutalan di Troya dulu. Memori buruknya perlakuan Byzantium atas pasukan salib dua abad yang lalu seakan terbayar lunas. Laonicus Chalcocondylas kecewa berat akan persepsi ini. Bahkan, paus Pius III juga gencar merevisi bahwa Teucri bukan Turcae.

Namun, semua bangsawan Eropa berhitung cermat. What’s in it for me? Mereka bertanya dalam hati, saya dapat apa dengan memerangi Turki Utsmani? Perang Salib Baru yang digadang paus dan kardinal tak kunjung konkrit.

Sultan Mehmet II Fatih bukan seorang pemimpin yang mudah ditebak. Beliau bahkan menyempatkan mengunjungi situs Troya beberapa bulan setelah Latuftahanna. Beliau tidak lama di sana, hanya menyempatkan untuk berkata, *”kami sudah balaskan kekalahan Troya.”* _Tanpa wartawan dan internet pun, ucapan itu sampai ke telinga bangsawan Eropa._ Mereka semakin ragu, mereka berhitung lagi!

🔸 *_Ternyata beliau banyak membaca! Sedangkan kita terlalu asyik dengan drama kehidupan media sosial_*  🔹

Perempatan Pemuda-bypass,
Jakarta, 6 Oktober 2016

Dosa Syirik

Ustadzah Novria Flaherti

Assalamu’alaikum ustadz/ustadzah. Mohon penjelasan  dosa yang tidak diampuni meski sudah bertaubat yaitu salah satunya adalah syirik, menduakan Allaah. Benarkah dosa tersebut tidak diampuni Allaah meskipun sudah bertaubat dan menghilangksn kesyirikannya tsb? Jazakumullah…
🅰4⃣3⃣

Jawaban
—————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
 إِنَّ اللَّـهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّـهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisaa’: 116)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisaa’: 48)

Bahwa segala dosa dapat diampuni Allah bagi siapa yang Allah kehendaki, tapi dosa mempersekutukan yang lain dengan Dia, tidaklah dapat Allah mengampuni.

Wallahu a’lam.