Hukum Dana Halal Yang Bercampur Dengan Dana Non Halal (bagian 2)

๐Ÿ“š FIKIH MUAMALAH

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Dr. Oni Syahroni MA.

Materi sebelumnya bisa dibaca pada tautan berikut:

http://www.manis.id/2017/01/hukum-dana-halal-yang-bercampur-dengan.html?m=1

๐Ÿ“’ Pemanfaatan Dana Non Halal.

Para ulama menjelaskan bahwa dana non halal tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya, dan harus disedekahkan kepada pihak lain.

Maksudnya, pendapatan non halal hukumnya haram. Oleh karena itu, tidak boleh dimanfaatkan oleh pemiliknya (pelaku usaha haram tersebut) untuk kebutuhan (hajat) apa pun, baik secara terbuka ataupun dengan cara hilah, seperti digunakan untuk membayar pajak.

Pendapatan non halal harus diberikan atau disalurkan kepada pihak lain sebagai sedekah. Sebagaimana penjelasan dalam Standar Syariah AAOIFI Bahrain sebagai berikut:

๐Ÿ’ก โ€œPendapatan non-halal tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan apa pun, walaupun dengan cara hilah, seperti digunakan untuk membayar pajak.โ€

Sesuai juga dengan kaidah fikih, โ€œSetiap pendapatan yang tidak bisa dimiliki, maka (pendapatan tersebut) tidak bisa diberikan (kepada pihak lain)โ€.

Tentang penyaluran dana non-halal, mayoritas ulama berpendapat, bahwa dana non-halal hanya boleh disalurkan untuk fasilitas umum (al-mashlalih al-ammah), seperti pembangunan jalan raya, MCK.

Sedangkan sebagian ulama, seperti Syeikh Yusuf al-Qardhawi dan Prof Dr al-Qurrah Dagi berpendapat, bahwa dana non-halal boleh disalurkan untuk seluruh kebutuhan sosial (aujuh al-khair), baik fasilitas umum (al-mashlalih al-ammah), ataupun selain fasilitas umum, seperti hajat konsumtif faqir, miskin, termasuk program-program pemberdayaan masyarakat.

Sumber perbedaan pendapat di atas adalah status dan kepemilikan dana yang disedekahkan tersebut.

Bagi ulama yang membolehkan penyaluran dana non-halal hanya untuk mashalih โ€˜ammah, itu berdasarkan pandangan bahwa dana haram itu haram bagi pemiliknya dan penerimanya.

Jika dana itu haram bagi penerimanya, maka penerimanya tidak menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan pribadinya, tetapi harus disalurkan untuk pembangunan fasilitas publik yang dimiliki oleh masyarakat secara umum.

Bagi ulama yang membolehkan penyalurannya untuk seluruh kebutuhan sosial, itu berdasarkan pandangan bahwa dana haram itu haram bagi pemiliknya, tetapi halal bagi penerimanya.

Jika dana itu halal bagi penerimanya, maka penerimanya bisa menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan pribadinya, termasuk kebutuhan konsumtif dan program pemberdayaan masyarakat.

Pendapat kedua ini memiliki landasan hukum baik dari aspek nash dan maqashidnya, yaitu diantaranya :

๐Ÿ‚ Hadits Rasulullah Saw, โ€œSesuai dengan ucapan Rasulullah Saw kepada sahabiyyah Barirah ketika menyerahkan kepada Rasulullah Saw.

Maka Aisyah ra berkata, โ€œSesungguhnya daging itu termasuk sedekah dan Rasulullah tidak mengambil sedekah.”

Kemudian Rasulullah Saw menjawab, โ€œSesungguhnya barang ini sedekah baginya, dan hadiah bagi kita.โ€

Hadits diatas memberikan dilalah (makna), bahwa dana non-halal itu bisa disalurkan dan dikonsumsi untuk / oleh pihak penerima sedekah seperti faqir, miskin, dll.

๐Ÿ‚ Atsar
Al-Hasan ra pernah ditanya tentang taubat al-Ghal (orang yang mengambil harta ganimah sebelum dibagikan atau sebelum pasukan berpencar).
Al Hasan menjawab, โ€œIa harus bersedekah dengan harta tersebut.โ€

๐Ÿ‚ Mashlahat

a. Dana non-halal bukan milik pihak tertentu, tetapi menjadi milik umum.

Selama bukan milik seseorang atau pihak tertentu, maka dana tersebut bisa disalurkan untuk faqir miskin dan pihak yang membutuhkan.

b. Dana non-halal itu haram bagi pemiliknya (pelaku usaha haram tersebut), tetapi ketika sudah terjadi perpindahan kepemilikan, status dana tersebut halal bagi penerimanya, baik entitas pribadi, seperti faqir miskin, ataupun entitas lembaga seperti yayasan social, pendidikan.

Al-Qardhawi menjelaskan:

“Menurut saya dana non-halal itu kotor (khabits) dan haram bagi pihak yang mendapatkannya, tetapi halal bagi (penerimanya, seperti orang-orang faqir dan kebutuhan sosial). Karena dana tersebut bukan haram karena fisik dana tersebut, tetapi karena pihak dan faktor tertentu.โ€

c. Program pemberdayaan masyarakat adalah penyaluran dana untuk tujuan jangka panjang sehingga manfaat yang diterima lebih besar dan jangka panjang (fiqh maโ€™alat dan fiqh aulawiyyat).

Atas dasar ini, maka dana non-halal bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sosial apapun, termasuk kebutuhan beasiswa dan pendidikan.

Wallahu aโ€™lam bish showaab.

Pernikahan Beda Suku/Bangsa

Ustadz Slamet Setiawan

Assalamu’alaikum Ustadz/ah…
Saya mau tanya, bagaimana hukum pernikahan orang Arab dengan non-Arab?
Selama ini saya dengar kalau orang Arab itu harus nikah sesama Arab, Laki-laki Arab disarankan oleh ayah untuk milih perempuan yang Arab,
Apa salah jika memilih perempuan non-Arab ?
#A 44. Jazakallah Ustadz.

Jawaban:
—————

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Perkawinan antar suku/bangsa asalkan seiman tidak dilarang dalam Islam. Karena keimanan yang sama dapat mempersatukan manusia dengan latar belakang suku, bangsa dan budaya yang berbeda-beda dengan syarat calon pasangan memiliki wawasan agama yang baik dan komitmen agama yang kuat. Namun, apabila status keislamannya hanyalah Islam KTP, maka perkawinan antar suku apalagi antar bangsa sangat tidak dianjurkan karena hal itu akan membawa resiko konflik yang tidak kecil di masa depan. Namun, kalau perkawinan campur harus terjadi dengan berbagai sebab, maka poin-poin berikut perlu dilakukan oleh kedua pihak agar rumah tangga dapat langgeng dan harmonis.

Pertama, fleksibel pada adat dan tradisi pasangan. Kedua belah pihak suami dan istri harus luwes dalam bersikap. Luwes berarti berusaha saling memahami adat kebiasaan pasangannya. Dan itu juga bermakna kesediaan untuk mengalah dan menghormati pada tradisi, terutama yang dianggap prinsip.

Kedua, luwes pada perilaku dan karakter pasangan (QS Al Hujurat 49:13). Perbedaan budaya dan adat istiadat akan memengaruhi karakter. Seperti karakter orang Madura, Batak, Ambon dan Bugis yang dikenal keras, suka bersuara nyaring dan blak-blakan. Karakter orang Jawa, Sunda yang dikenal halus dalam bertutur kata dan berperilaku. Apalagi jika dengan orang yg berbeda negara, maka kurang lebih sama. Kebiasaan yang berbeda akan rentan terhadap terjadinya kesalah pahaman yang akan memicu konflik-konflik kecil yang dapat berakumulasi dalam konflik besar apabila kurang kesadaran dari kedua belah pihak.  Karena itu sejak awal harus ada kesepakatan dan komitmen bersama bahwa segala macam kesalah pahaman sekecil apapun harus segera diselesaikan dalam dialog yang terbuka dan jangan sampai dibiarkan menumpuk menjadi api dalam sekam.

Ketiga, memperdalam wawasan agama (QS Al Mujadalah 58:11). Agama adalah cara terbaik untuk menyatukan segala macam perbedaan suku, ras dan bangsa (QS Ali Imron 3:103). Apabila ketiga unsur terakhir menjadi sebab yang membedakan kita, maka agama menjadi satu-satunya faktor yang dapat menyatukannya. Suku Jawa, Madura, Sunda, Minang, Melayu, Bugis, Batak, Aceh, Betawi, Dayak, Banjar, Ambon, China, Arab, Bule, kulit hitam, dan ribuan ras lain adalah bukti adanya perbedaan adat istiadat dan tradisi yang sulit disatukan kecuali oleh agama.

Namun, agama dapat menjadi faktor pemersatu kedua pasangan apabila masing-masing (a) memiliki komitmen untuk mengamalkan ajaran Islam dengan kaffah (komprehensif)  dan (b) berusaha memperluas dan memperdalam wawasan keagamaannya dengan banyak membaca, berkonsultasi pada ahlinya dan mengikuti kegiatan pengajian.

Wallahu a’lam.

Mereka Para Penista Allah Ta’ala

๐Ÿ“’ Al-Qur’an – MFT

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan

ๅ›žโ— Mari kita gunakan paradigma Al-Quran.., paradigma Islam.., bukan paradigma yang lain..

โ– โ— Saat Allah ๏ทป katakan:

ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏ

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1)

โ—ˆโ€ข Tapi ada manusia yang mengatakan bahwa Allah ๏ทป adalah salah satu di antara tiga.., penistaan bukan namanya?

โ—ˆโ€ข Allah ๏ทป jawab dengan tegas tuduhan mereka dengan firman-Nya:

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุซูŽุงู„ูุซู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฅูู„ูŽู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŒ ูˆูŽุงุญูุฏูŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ููˆุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู„ูŽูŠูŽู…ูŽุณู‘ูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS. Al-Maidah: 73)

โ– โ— Saat Allah ๏ทป katakan:

ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ูุฏู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠููˆู„ูŽุฏู’

“Dia tiada ber-anak dan tidak pula diperanakkan.” (QS. Al-Ikhlas: 3)

โ—ˆโ€ข Tapi ada manusia yang katakan Allah itu punya anak.., penistaan bukan namanya?

โ—ˆโ€ข Ini mengada-ada atas nama Allah ๏ทป, dan Allah ๏ทป telah tegas terhadap mereka:

 ุชูŽูƒูŽุงุฏู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูŠูŽุชูŽููŽุทู‘ูŽุฑู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽุชูŽู†ู’ุดูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽุชูŽุฎูุฑู‘ู ุงู„ู’ุฌูุจูŽุงู„ู ู‡ูŽุฏู‘ู‹ุง   ุฃูŽู†ู’ ุฏูŽุนูŽูˆู’ุง ู„ูู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ูˆูŽู„ูŽุฏู‹ุง  ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ู„ูู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุฎูุฐูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏู‹ุง

“Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mengklaim Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidaklah layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.” (QS. Maryam: 90-92)

โ—ˆโ€ข Oleh karena itu, ini merupakan penistaan tertinggi menurut Al-Quran. Bukan manusia dan malaikat yang mereka gunjingkan, tapi Allah ๏ทป yang mereka gunjingkan dengan menyebutnya dengan sesuatu yang sama sekali tidak pantas bagi-Nya.

โ—ˆโ€ข Oleh karena itu, dikisahkan tentang Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah sebagai berikut:

ูƒุงู† ุงู„ุงู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุจู† ุญู†ุจู„- ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุฅู…ุงู… ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ ุฅุฐุง ู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ู†ุตุฑุงู†ูŠ ุฃุบู…ุถ ุนูŠู†ูŠู‡ุŒ ูู‚ูŠู„ ู„ู‡ ููŠ ุฐู„ูƒุŒ ูู‚ุงู„- ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ -: โ€ ู„ุง ุฃู‚ุฏุฑู ุฃู† ุฃู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ู…ู† ุงูุชุฑู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆูƒุฐุจ ุนู„ูŠู‡ !โ€

โ‡จ Dahulu Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah  (Imam Ahlus Sunnah) apabila beliau melihat seorang Nashrani maka beliau memejamkan kedua matanya. Kemudian, dia ditanyakan hal itu (mengapa beliau berbuat demikian).

โ‡จ Beliau menjawab, “Aku tidak sanggup untuk memandang orang  yang telah berdusta terhadap Allah dan  berbohong atas namaNya.”

โ‡จ (Imam Ibnu Abi Ya’la, Thabaqat Al-Hanabilah, 1/10. Tahqiq: Syaikh Muhammad Hamid Al-Faqiy. Darul Ma’rifah. Beirut)

โ—ˆโ€ข Demikian. Wallahu A’lam

AIR

Ustadzah Nurdiana

Assalamualaikum Ustadz/ah ..saya mau tanya ๐Ÿ™
Air Dua Kolah adalah air yang apabila kejatuhan benda najis tidak menjadi najis seperti kejatuhan kotoran tikus dll
Adapun ukuran kolah adalah PxL=T (60x60x60)cm atau dgn vol air sebanyak -+ 216 L
Jika kurang dri ukuran tsb maka di hukumi air sedikit.

Ada 3 Kolah Air dg ukuran 60x60x60 cm dg vol air tidak lebih dari 216 ltr
Masing2 Kolah kedatangan anjing = Anjing pertama meminum air karena kehausan
(anjing) keduq mendatangi kolah dan menjeburkan diri karena kepanasan.

(anjing) ketiga datang kemudian kencing di kolah tsb.

Bagaimanakah hukum dari pada masing2 ke 3 Kolah tsb?
Apakah berubah menjadi Najis atau tidak ? # A41

Jawaban
————–

ูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
2 Qullah Adalah Ketetapan Hadits Nabawi
Ukuran jumlah air 2 qullah sesungguhnya bersumber dari hadits nabawi berikut ini:

ูˆุนูŽู†ู’ ุนูŽุจุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู…ูŽุขุกู ู‚ูู„ู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญู…ูู„ู ุงู„ุฎูŽุจูŽุซูŽุŒ ูˆููŠ ู„ูŽูู’ุธู: ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู†ู’ุฌูุณู’ุŒ ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ู ุงู„ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูุŒ ูˆูŽุตูŽุญู‘ูŽุญูŽู‡ู ุงุจู’ู†ู ุฎูุฒูŽูŠู’ู…ูŽุฉูŽ ูˆุงู„ุญุงูƒู…ู ูˆุงุจู’ู†ู ุญูุจู‘ูŽุงู†ูŽ.

Dari Abdullah bin Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Apabila jumlah air mencapai 2 qullah, tidak membawa kotoran. Dalam lafadz lainnya, Tidak membuat najis.

Ibnu Khuzaemah, Al-Hakim dan Ibnu HIbban menshahihkan hadits ini. Sehingga ketentuan air harus berjumlah 2 qullah bukan semata-mata ijtihad para ulama saja, melainkan datang dari ketetapan Rasulullah SAW sendiri lewat haditsnya.

Berapakah Ukuran 2 Qullah?

Istilah qullah adalah ukuran volume air yang digunakan di masa Rasulullah SAW masih hidup.
Bahkan 2 abad sesudahnya, para ulama fiqih di Baghdad dan di Mesir pun sudah tidak lagi menggunakan skala ukuran qullah. Mereka menggunakan ukuran rithl yang sering diterjemahkan dengan istilah kati. Sayangnya, ukuran rithl ini pun tidak standar, bahkan untuk beberapa negeri Islam sendiri. Satu rithl air buat orang Baghdad ternyata berbeda dengan ukuran satu rithl air buat orang Mesir. Walhasil, ukuran ini agak menyulitkan juga sebenarnya.

Dalam banyak kitab fiqih disebutkan bahwa ukuran volume 2 qulah itu adalah 500 rithl Baghdad. Tapi kalau diukur oleh orang Mesir, jumlahnya tidak seperti itu. Orang Mesir mengukur 2 qullah dengan ukuran rithl mereka dan ternyata jumlahnya hanya 446 3/7 Rithl.
Ditempat lain lagi, orang-orang di Syam mengukurnya dengan menggunakan ukuran mereka yang namanya rithl juga, jumlahnya hanya 81 rithl. Namun demikian, mereka semua sepakat volume 2 qullah itu sama, yang menyebabkan berbeda karena volume 1 rithl Baghdad berbeda dengan volume 1 rithl Mesir dan volume 1 rithl Syam.

Lalu sebenarnya berapa ukuran volume 2 qullah dalam ukuran standar besaran international di masa sekarang ini?

Para ulama kontemporer kemudian mencoba mengukurnya dengan besaran zaman sekarang. Dan ternyata dalam ukuran masa kini kira-kira sejumlah 270 liter. Demikian disebutkan oleh Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu.

Jadi bila air dalam suatu wadah jumlahnya kurang dari 270 liter, lalu digunakan untuk berwudhu, mandi janabah atau kemasukan air yang sudah dipakai maka ia dihukumi air mustamal

JAWABAN
1. Bila anjing itu hanya meminumnya maka untuk air 2 qullah atau lebih maka hukum airnya tetap suci, hal ini berdasarkan hadits yang
Diriwayatkan bahwa Rasul saw. dalam perjalanan antara Mekah dan Madinah dan menemukan kolam air kecil. Umar r.a. kemudian berkata:

โ€œwahai pemilik kolam, apakah hewan [pemakan daging] meminum dari kolammu?โ€ Kemudian Rasul saw. berkata: โ€œWahai pemilik kolam, tidaklah usah engkau beritahukan kepada kami, Umar ini berlaku berlebihan, sebab hewan [pemakan daging] punya hak untuk meminum sebagaimana air yang telah diminum, sedangkan boleh dan suci bagi kami untuk minum sisa air mereka dari kolam iniโ€.

Dan berdasar riwayat-riwayat lain dikisahkan bahwa anjing-anjing dan hewan pemakan daging lainnya meminum dari kolam tersebut.

Berdasar hadist tersebut, maka tampaklah bahwa Rasul saw. menyiratkan bahwa air dari kolam tersebut tidaklah terkena najis karena anjing yang meminum darinya.

2. Menceburkan diri karena kepanasan, bila airnya dalam jumlah sangat banyak seperti air sungai atau laut tidak masalah tapi bila airnya kurang dari 2 qullah maka dihukumi najis

3. Bila kemudian anjing itu kencing dan mampu merubah warna ,rasa dan bau maka hukum airnya najis

Dari Abu Umamah Al Bahiliy, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ ู„ุงูŽ ูŠูู†ูŽุฌู‘ูุณูู‡ู ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุง ุบูŽู„ูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑููŠุญูู‡ู ูˆูŽุทูŽุนู’ู…ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ู†ูู‡ู

โ€œSesungguhnya air tidaklah dinajiskan oleh sesuatu pun selain yang mempengaruhi bau, rasa, dan warnanya.โ€

Tambahan โ€œselain yang mempengaruhi bau, rasa, dan warnanyaโ€ adalah tambahan yang dhoโ€™if. Namun, An Nawawi mengatakan, โ€œPara ulama telah sepakat untuk berhukum dengan tambahan ini.โ€ Ibnul Mundzir mengatakan, โ€œPara ulama telah sepakat bahwa air yang sedikit maupun banyak jika terkena najis dan berubah rasa, warna dan baunya, maka itu adalah air yang najis.โ€ Ibnul Mulaqqin mengatakan, โ€œTiga pengecualian dalam hadits Abu Umamah di atas tambahan yang dhoโ€™if (lemah). Yang menjadi hujah (argumen) pada saat ini adalah ijmaโ€™ (kesepakatan kaum muslimin) sebagaimana dikatakan oleh Asy Syafiโ€™i, Al Baihaqi, dll.โ€ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, โ€œSesuatu yang telah disepakati oleh kaum muslimin, maka itu pasti terdapat nashnya (dalil tegasnya). Kami tidak mengetahui terdapat satu masalah yang telah mereka sepakati, namun tidak ada nashnya.โ€

Intinya, air ini (air najis) tidak boleh digunakan untuk berwudhu.

Wallahu a’lam.

11 Cara Untuk Membangun Kesopanan Pada Remaja Kita

๐Ÿ“š KELUARGA & PARENTING

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Dra. INDRA ASIH

(edisi lengkap & terupdate)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

11 Cara Untuk Membangun Kesopanan Pada Remaja Kita


_”Sesungguhnya, ada akhlak dari setiap agama. Dan akhlak Islam adalah kesopanan” (HR Ibnu Majah)_

Saat ini bersikap malu atau malu-malu, sopan dalam berpakaian, berbicara, dan perilaku dianggap sesuatu yang kuno, bahkan dianggap masuk di masa โ€œprasejarahโ€. Namun, ini adalah akhlak utama Islam.

Hal tersebut yang membedakan seseorang beriman dan mengenal Allah dengan yang tidak.

Tapi memang sangat sulit untuk menjaga kehormatan bagi seorang pemuda Muslim pada masa kini.

Karakteristik anak muda, terutama dalam 60 tahun terakhir, telah ditandai dengan ketidakdewasaan, bersamaan dengan ketidaksopanan dan sering melontarkan ekspresi tidak pantas yang vulgar, lalu mentertawai seseorang yang berusaha menjaga kesopanan. Hal tersebut berupa mengagungkan pakaian yang memamerkan aurot (terutama untuk remaja putri), pembicaraan dan lagu-lagu penuh dengan sindiran dan ekspresi-ekspresi porno dan tidak pantas, serta menganggap biasa semua jenis tindakan asusila di luar pernikahan, serta pergaulan bebas.

Baik lagu yang berisi ungkapan asusila, atau komedi remaja yang tidak baik, akan menjadi sumber referensi seksual mereka.

1โƒฃ *Mulailah dari diri sendiri โ€“ para orang tua*

_Lagi dan lagi, dan itu akan terus perlu untuk ditekankan – orang tua adalah teladan pertama bagi anak-anak mereka._

Jadi jika kita, sebagai orang tua, menikmati tontonan tayangan televisi yang menampilkan penampilan telanjang “ringan” atau pasangan pria dan wanita berbikini, situasi seksual (tidak harus pornografi), dan mengomentari bagaimana menariknya selebriti tertentu, saudara atau teman yang “hot”, ” lucu “, atau menarik, maka akan sulit untuk menyampaikan pentingnya seorang Muslim menjaga kehormatan.

Kita perlu duduk dan melakukan penilaian yang jujur โ€‹โ€‹dari perilaku kita. Jika kita menangkap diri kita jatuh ke dalam atau memberi contoh dari perilaku tidak sopan, kita harus meminta ampunan Allah dan memutuskan untuk berusaha lebih keras untuk berkomitmen menjadi Muslim yang lebih bisa menjaga kehormatan.

Saat kini di mana-mana kita memandang, hampir mustahil untuk menghindari dari melihat sesuatu yang tidak sopan. Tetapi jika kita sadar dan meminta Allah untuk menolong kita, kita bisa melakukan lebih baik dalam hal ini meskipun tantangannya sangat besar.
Sehingga kita perlu memberikan contoh-contoh untuk anak-anak kita agar tetap berpegang pada akhlak sopan ini.

2โƒฃ *Hindari standar ganda kesopanan*

Seorang ibu Muslim, baru-baru ini mengeluh tentang bagaimana seorang gadis Muslim telah mengirim sms remaja putranya dan anaknya membalas sms tersebut.

Ketika ia ditanya mengapa anaknya tidak diminta untuk mengabaikan teks gadis itu atau dia memberitahu si gadis agar jangan mengganggu putranya, respon ibu ini adalah, “yah, dia anak laki-laki. Menurut kamu layak saja kan yang dia lakukan? Jika ada seorang gadis memberikan perhatian padanya, dia akan merespon. “

Sebaliknya, saya tidak ragu jika putrinya yang melakukan hal yang sama terhadap anak laki-laki, ibu ini akan bersikap keras pada dia.

Padahal perilaku sopan merupakan kewajiban bagi pria dan wanita dalam Islam (Quran 33:35) dan merupakan hal yang salah pada orang tua untuk memfokuskan seluruh perhatian kita hanya pada putri-putri kita saja dalam hal kesopanan dalam berpakaian dan perilaku. Tapi pada saat bersamaan memberikan kebebasan pada anak-anak lelaki kita untuk melakukan apa yang mereka suka.

Seperti bersikap berbeda jika kita mengetahui mereka telah menggoda seorang gadis di sekolah, melihat pornografi online, atau berbicara dengan seorang wanita atau gadis dengan tidak hormat.

_Standar kesopanan merupakan persyaratan untuk kedua jenis kelamin dalam Islam, dan kita harus menetapkan aturan yang lebih baik terhadap anak-anak kita baik putra maupun putri, agar berbicara, berpakaian, dan berperilaku sopan._

3โƒฃ *Memantau Media*

Televisi, video YouTube, Facebook, dan lain-lain adalah cara-cara yang mudah diakses yang menjadi ancaman berupa informasi dan hal-hal merusak lainnya.

Pemantauan konsumsi media anak-anak kita mutlak diperlukan, tidak peduli seberapa sibuk, lelah, atau buta huruf digital, kita sebagai orang tua.

Kebiasaan pornografi dapat tertangkap sejak awal oleh orang tua yang menyadari bahayanya. Misalnya, kita dapat menghapus foto memalukan yang diunggah jika mengetahui apa yang anak kita lakukan secara online.

Adapun terkait dengan konsumsi menonton televisi, duduklah dengan anak-anak untuk menonton bersama program yang mereka pilih. Hal ini tidak hanya akan membuat kita mengetahui apa yang mereka tonton, tetapi juga akan membuat mereka menyadari bahwa kita menonton bersama dia.

_Sangat penting juga untuk mengomentari dan menjelaskan jika ada yang tidak sopan atau tidak pantas dalam program tersebut, sehingga anak-anak tahu, misalnya, bahwa menatap aktor atau artis “hot” atau menonton mereka dalam adegan yang tidak pantas adalah salah._

4โƒฃ *Berpalinglah dari hal-hal yang tidak dapat kita hindari*

Kita dapat mematikan televisi, atau komputer atau ponsel, tetapi kita tentu tidak dapat melakukannya terhadap hal-hal vulgar yang terpampang di โ€œbillboardโ€.

Di beberapa tempat, jenis iklan meningkat, apakah itu iklan bir, pantai, atau bar.

Dalam kasus ini, pastikan kita memberi contoh dengan menghindar melihat dari hal yang tidak dapat dihindari dan berkata dengan lembut, tapi cukup keras untuk didengar anak-anak, ucapan “Astaghfirullah”.

5โƒฃ *Allah selalu mengawasi dan kita semua akan dimintai pertanggung jawaban*

Ini adalah kunci konsep Islam yang kita ajarkan dari masa kanak-kanak, tetapi perlu ditegaskan kembali ketika anak-anak mulai tumbuh remaja, mulai usia 9 atau 10.

Tanamkan pada anak-anak bahwa Allah selalu mengawasi segala sesuatu, dan Dia tahu jika kita berselancar dan melihat sesuatu yang tidak pantas secara online, mengirim SMS pada seseorang yang tidak boleh kita lakukan, atau mem-โ€œpostingโ€ hal-hal yang Allah dan juga orang tua kita tidak akan setuju.

_Juga penting untuk menekankan pada anak-anak kita bahwa mulai saat anak laki-laki atau perempuan pubertas, maka tindakan mereka akan dihisab di akhirat dan mereka akan bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri._

Tanamkan, jika orang tua mungkin tidak mengetahui setiap keburukan, tapi Allah maha tahu semua yang mereka lakukan. Di sampinh Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, Dia juga akan meminta pertanggungjawaban kita.

6โƒฃ *Apa yang akan Raulullah shalallahu โ€˜alaihi wassalam lakukan?*

Ini adalah pertanyaan harus kita tanyakan kepada diri sendiri dan mengajarkan anak-anak kita untuk melakukan hal yang sama ketika dihadapkan dengan berbagai macam situasi sehari-hari.

Akankah Nabi saw, merayu teman sekelasnya?
Bagaimana beliau saw akan merespon jika seseorang lawan jenis memintanya untuk sekedar “nongkrong-nongkrong” atau โ€œchat onlineโ€ sampai larut malam?
Apakah beliau saw akan menatap tak berkedip lawan jenis yang menarik, baik nyata atau online?

_Nabi Muhammad shalallahu โ€˜alaihi wassalam, adalah panutan yang terbaik, dan contoh beliau adalah tujuan perilaku kita semua sebagai Muslim._

Menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut akan mengingatkan kita untuk segera kembali pada jalur kesopanan sesuai syariat Islam.

7โƒฃ *Jadikan setiap “pembicaraan” – islami*

Ketika banyak orang tua takut melakukan “pembicaraan” tentang seks, padahal hal tersebut lebih diperlukan pada saat ini dibandingkan masa sebelumnya. Jika orang tua bersikap demikian, anak-anak akan belajar lebih cepat tentang masalah seksual ini melalui paparan internet dan televisi.

Orang tua perlu juga mendiskusikan batasan-batasan dalam Islam yang terkait kesopanan.

Ini termasuk:

๐Ÿ”นMenahan pandangan (Quran 24:30 dan 31)

๐Ÿ”ธPakaian yang tepat, apa yang boleh dan apa yang tidak

๐Ÿ”นBersikap terhadap rayuan baik secara langsung atau melalui SMS / Facebook

๐Ÿ”ธBagaimana berinteraksi dengan lawan jenis secara terhormat

8โƒฃ *Carikan teman yang bisa menjadi role model*

Nabi Muhammad, shalallahu โ€˜alaihi wassalam menekankan bahwa peran teman akan mempengaruhi iman seseorang.

Hal inipun berlaku untuk remaja. Carilah sosok buat anak kita yang kita rasa bahwa dia sudah mampu menerapkan pedoman Islam dalam kesopanan dengan baik. Jika usia mereka sama dengan anak-anak kita, doronglah anak-anak untuk bersahabat dengan mereka. Atau, doronglah anak ini untuk membentuk kelompok pemuda muslim sehingga pengaruh positif mereka dapat โ€œmenularโ€ pada anggota kelompok lainnya.

9โƒฃ *Berikan pedoman berpakaian kemudian bebaskan mereka untuk memilih*

Ketika kita arahkan mereka untuk menggunakan pakaian yang tepat, banyak pemuda muslim merasa mereka tidak pernah bisa memutuskan sendiri pakaian mereka.

Mereka mungkin berpikir bahwa mereka diharuskan mengenakan pakaian yang terlalu ini atau itu yang tidak sesuai dengan selera mereka.

Mulailah mencoba pendekatan yang berbeda.

Beri mereka pedoman umum berpakaian secara syariat dan anggaran yang masuk akal. Misalnya, kita dapat mengatakan, “ini ada sekian rupiah, saya ingin kamu untuk menggunakan ini untuk membeli sendiri beberapa pakaian baru untuk liburan. Satu-satunya syarat yang saya minta adalah bahwa pakaian-pakaian itu harus islami.”

Hasilnya, kita mungkin akan terkejut melihat seberapa baik mereka memilih pakaian mereka, disertai tingkat pemahaman mereka tentang apa yang boleh dan apa yang tidak.

๐Ÿ”Ÿ *Arahkan untuk mendapatkan hiburan yang halal, yang sesuai jenis kelamin*

Pada masa remaja, “banyak โ€œsuasana dramatisโ€ akan terjadi. Penyebabnya, anak-anak muda menjadi lebih egois dan lebih sadar diri.

Satu jerawat yang tidak nampak oleh orang lain, akan menjadi sumber rasa malu dan kecemasan berlebihan buat mereka.

Jika ia merasa terlihat dengan “cara yang salah” dapat berarti memunculkan perasaan terkucil dari kelompok teman-temannya.

Sapaan biasa dari seorang lawan jenis, bisa berarti lebih dari sekedar “hi”.

Mari kita bantu Muslim muda kita untuk menemukan aktifitas yang halal untuk tetap sibuk -dengan teman sesama jenis. Kesibukan akan memangkas setengah dari drama kehidupan masa remaja mereka.

Olahraga dapat menjadi pilihan yang baik, Pramuka, dan pengabdian masyarakat (di luar apa yang dilakukan untuk sekolah) juga cara produktif untuk menghabiskan waktu dan mengembangkan keterampilan mereka. Juga, pemuda kita dapat kita arahkan menjadi bagian dari kegiatan masjid atau organisasi Islam di sekitar kita.

1โƒฃ1โƒฃ *Berdoa*

“Tambatkanlah untamu, kemudian tawakkal lah pada Allah”, Nabi saw mengatakan hal tersebut pada seorang Badui yang hendak meninggalkan satu-satunya sarana transportasinya untuk berkeliaran bebas.

Hal yang sama harus dilakukan oleh orangtua dan dalam setiap usaha lainnya.
Kita bisa dan harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita, tapi pada akhirnya, Allah lah satu-satunya yang mengetahui segala sesuatu dan memutuskan hasil usaha kita, dan Allah juga yang akan membuat segala sesuatu menjadi mungkin.

Setelah kita melakukan setidaknya beberapa hal di atas, mari kita kembali kepada Allah SWT. Berdoa.

_Ya Allahโ€ฆ jadikanlah kami semua, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, menjadi muslimin yang bisa menjaga kehormatan sesuai dengan syariat Mu._

Hukum Ikhtilath

Ustadz Abdullah Haidir, Lc

Assalamualaikum ustadz/ah….Bagaimanakah hukum ikhtilath itu karena di dalam mengerjakan suatu pekerjaan perlu adanya sebuah kelompok kerja? Apakah istilah ikhtilath itu juga bersumber pada Alqur’an dan Al hadist? Maaf saya blm tahu . # A 43

Jawaban:
—————-

ูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Terkait dgn ikhtilath, pada dasarnya jika tidak ada kepentingan mendesak dan dapat dilakukan, maka tidak perlu ada interaksi laki perempuan yang bukan mahram dalam satu tempat. Namun, jika ada kebutuhan, tidak mengapa berinteraksi sebatas kebutuhan yang ada. Yang penting tetap dijaga adab-adabnya, seperti tidak saling memandangi, bersentuhan, atau khalwat, berduaan di tempat sepi.

Berdasarkan nash tidak ada secara khusus istilah tersebut. Yang ada dalam hadits adalah istilah khalwat. Umumnya para ulama menyebut masalah ikhtilath ini dari beberapa hadits yang memiliki makna larangan berkumpul-kumpul laki-laki dan wanita, seperti hadit terkenal:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูุฎููˆู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽููŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ูˆูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ูˆู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian masuk ke dalam tempat kaum wanita.” Lalu seorang laki-laki dari Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” beliau menjawab: “Ipar adalah maut.” (HR. Bukhari)

Wallahu Aโ€™lam

Meneladani Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir Lc.

Tidak perlu ditanya tentang kecintaan seorang muslim terhadap Rasulnya.
Sedikit saja keimanan bersemayam di dadanya, cinta kepada Rasululullah saw, niscaya merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupannya.

Cinta yang ada ini seharusnya terus dipelihara, dipupuk dan selalu dihidupkan dari masa ke masa agar tak redup di telan zaman.

Akan tetapi, semestinya permasalahannya tidak berujung pada rasa cinta.

Justeru rasa cinta itulah yang harus dijadikannya sebagai energi kehidupan untuk meneladani Rasulullah saw. Sekaligus inilah bukti paling riil pengakuan cinta seseorang kepada siapa yang dicintainya.

Cinta tanpa bukti nyata, adalah cinta gombal seorang pembual.

Seorang penyair berkata,

ู„ูŽูˆู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุตู’ุฏูู‚ู ุญูุจู‘ูŽู‡ู ู„ุฃูŽุทูŽุนู’ุชูŽู‡ู ****** ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญูุจู‘ูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูุญูุจู‘ู ู…ูุทููŠุนู

Seandainya cintamu kepadanya benar, niscaya engkau akan menaatinya.
Sesungguhnya, seorang pencinta akan taat kepada yang dicintainya.

Cinta kepada Rasulullah saw yang berujung kepada sikap meneladaninya, adalah cinta sejati bukan cinta basa-basi, cinta yang teruji bukan sekedar seremoni, cinta aktual bukan sekedar emosional, cinta abadi, bukan cinta setengah hati.

Jika kita telah sepakat tentang hal ini, hal berikutnya yang penting kita pahami dengan baik adalah bagaimana sesungguhnya cara kita meneladani Rasulullah saw?

Jawabannya ada terkandung pada ayat yang sangat kita hafal,

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูุณู’ูˆูŽุฉูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ – ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุฃุญุฒุงุจ: 21

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimuโ€ฆ” (QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat ini mengisyaratkan bahwa teladan yang harus kita ambil dari Rasulullah saw adalah semua hal terkait dengan kehidupannya.

Tidak hanya terbatas pada satu aspek tertentu dari kehidupannya.

Ketika berbicara tentang teladan Rasulullah saw, sebagian orang ada yang melulu berbicara tentang etika dan hubungannya antara sesama manusia, lupa kalau aqidah dan ibadah adalah masalah prinsip, sebagian lagi fokus kepada masalah ibadah, abai bahwa masalah akhlak tidak boleh terbengkalai, sebagian lainnya konsentrasi pada masalah aqidah, tak peduli dengan ibadahnya yang kering dan akhlaknya yang ‘garing’.

Sehingga sering terjadi munculnya kepribadian yang tidak utuh dalam pandangan Islam dan akhirnya melahirkan pandangan yang tidak utuh terhadap Islam itu sendiri.

Ada yang aqidahnya mantap, tapi lisannya penuh duri suka menyakiti. Ada pula yang akhlaknya begitu lembut, tapi aqidahnya kabur penuh kabut.

Adapula yang ibadahnya getol, namun aqidah jebol dan akhlaknya ambrol.

Yang diinginkan dalam meneladani Rasulullah saw adalah bagaimana agar seorang muslim memiliki sifat
โฃ salimul aqidah (aqidah yang bersih),
โฃ shahihul ibadah (ibadah yang sahih) dan
โฃ matinul khuluq (akhlak yang jernih).

Ini tentu membutuhkan sebuah kesadaran sekaligus proses yang berkelanjutan, serta bimbingan dan pembinaan spartan (terus-menerus) agar kehidupan kita semakin dekat dengan kemuliaan pribadi Rasulullah saw.

Seorang bijak berkata,

ุชูŽุดูŽุจู‘ูŽู‡ููˆุง ุจูุงู„ู’ูƒูุฑูŽุงู…ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุดูŽุจู‘ูู‡ูŽ ุจูุงู„ู’ูƒูุฑูŽุงู…ู ููŽู„ุงูŽุญู

“Serupailah orang mulia, meskipun engkau tidak menjadi seperti mereka,
Karena menyerupai orang mulia mengundang keberuntungan.”

Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah saw, bukan cuma cinta semusim yang merasa cukup dengan seremoni sesaat dan hanya mengandalkan pengakuan tanpa bukti kuat.

Tapi cinta yang mendorong kita untuk selalu berupaya meneladani semua aspek kehidupan beliau sepanjang hayat.

Aamiin.

Allahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali Muhammad….

Ngomongin Seks

๐Ÿ“™ Pengembangan Diri & Motivasi

๐Ÿ“ Ustadzah Heni

โ“žโ— Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…bagaimana kabar semuanya? Semoga Allah selalu mencurahkan Rahmat dan hidayah-Nya supaya kita masih berada dalam iman Islam sampai akhir hayat..Aamiinn..

โ“žโ— Judul materi hari ini rada ekstrim yaitu ngomongin tentang seks. Yukk merapat sini supaya kita paham dengan baik apakah itu seks..

โ—โ–  Apa yang dimaksud dengan seks?

โ–ฃ Dari segi bahasa, seks itu berarti jenis kelamin atau lebih tepatnya perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. Lebih luasnya lagi, seks juga biasa digunakan untuk menyebut seputar permasalahan yang berhubungan dengan alat kelamin.

โ– โ— Apakah seksualitas?

โ—ˆ Seksualitas nggak hanya berbicara hal-hal seputar masalah alat kelamin tetapi mempelajari tentang diri kita, tubuh kita, fungsinya serta bagaimana menjaganya dan bagaiman seharusnya bersikap. Sehingga bila telah mempelajari seksualitas akan menjadi benteng untuk kita agar tidak mudah terpengaruh terhadap lingkungan sosial yang tidak baik dan tidak menyimpang dari kodrat kita sebagai laki-laki atau perempuan.

โ—โ–  Apakah hubungan seks itu berbahaya?

โ–ฃ Jika dilakukan dengan pasangan yang sudah menikah tentu tidak bahaya bahkan hal ini menjadi salah satu bentuk untuk menunjukkan kasih sayang dan keterikatan. Tapi, kalau hubungan seks dilakukan sebelum menikah selain tidak dibenarkan dalam agama, akan membuat perempuan hamil dan lahir anak yang tidak diharapkan.

โ—ˆ Hubungan seks yang berganti-ganti pasangan dapat menyebabkan tertularnya penyakit seksual seperti: gonore, sifilis, hingga HIV/AIDS

โ– โ— Mengapa seks hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah?

โ–ฃ Selain sebagai upaya untuk memiliki keturunan, seks juga diartikan sebagai luapan cinta kasih kepada pasangannya. Menikah adalah tanda bahwa seseorang laki-laki dan perempuan sepakat untuk saling mencintai dan menyayangi dengan mendapatkan restu dari kedua orang tua, Ridha Allah, negara dan masyarakat sekitarnya. Indah banget lhooo….kalau semua pihak merestui cinta kasih yang kita miliki. Beda lhoo dengan cinta kasih yang tak direstui pihak manapun apalagi sampai melanggar ajaran islam. Ada perasaan was-was dan cemas…so cari yang halal saja yaa….

โ—โ–  Kalau melakukan hubungan seks hanya sekali bisa hamil nggak?

โ—ˆ Bisa saja, karena ada pertemuan sperma dan sel telur yang menjadikan kehamilan terjadi.

โ– โ— Apa akibat dari pergaulan bebas?

โ–ฃ Pada saat memasuki dunia remaja atau bisa juga dewasa, pergaulan dengan lawan jenis menjadi salah satu hal yang dianggap penting dan sulit untuk dihindarkan. Terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang nggak sesuai dengan norma agama dan sosial yang dianut menjadikan orang yang suka bergaul dengan bebas melebihi batas pertemanan. Melakukan seks bebas di luar nikah, obat-obatan terlarang dan.
Akibatnya, banyak terjadi kehamilan yang nggak diinginkan, tertular penyakit HIV/AIDS, rusaknya tatanan sosial juga lingkungan yang nggak nyaman dan nggak menyenangkan.

Amal Penentu Utama

๐Ÿ“˜ Ibadah – MFT

๐Ÿ“ Ustadzah Lelysia

Dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูŠูŽุชู’ุจูŽุนู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ุŒ ููŽูŠูŽุฑู’ุฌูุนู ุงุซู’ู†ูŽุงู†ู ูˆูŽูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ู…ูŽุนูŽู‡ู ูˆูŽุงุญูุฏูŒ ุŒ ูŠูŽุชู’ุจูŽุนูู‡ู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู ูˆูŽุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุŒ ููŽูŠูŽุฑู’ุฌูุนู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู ุŒ ูˆูŽูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู

โ€œYang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.โ€ (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960)

โ€˜Ali bin Muhammad Abul Hasan Nuruddin Al-Mala Al-Harawi Al-Qari (meninggal dunia tahun: 1014 H) menyatakan bahwa seseorang ketika mati ada tiga hal yang mengikutinya hingga ke kuburnya.

๐Ÿ’Pertama adalah keluarganya, yaitu anak dan kerabatnya, begitu pula sahabat dan kenalannya.

๐Ÿ’Kedua adalah hartanya, seperti budak laki-laki atau perempuannya, juga hewan tunggangannya.

๐Ÿ’ Ketiga adalah amalannya, yaitu amal baik atau buruk yang pernah ia lakukan. Keluarga dan hartanya tadi akan kembali. Yang tersisa hanyalah amalnya yang menemani ia di kubur.

Wallahu’alamu bis showab

Masih (Butuh) Berdoa kepadaNya.. (Walau) Khilafah sedang Dihempaskan

๐Ÿ“š TARIKH DAN SIROH

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Suasana apel persiapan perang di Ankara, 2 Agustus 1922, untuk menghadapi musuh di empat front: Armenia di timur, Perancis di selatan, Italia di barat-daya, dan Yunani di barat. Turki Utsmani tengah dicabik-cabik. Semua pihak, termasuk Mustafa Kemal, berdoa untuk sebuah pertolongan dari Allah Ta’ala. 

Pada tahun yang sama, empat bulan kemudian, institusi kesultanan Turki Utsmani justru dihapuskan oleh Mustafa Kemal. Ketika keajaiban nampak, ketika musuh justru bertumbangan secepat itu doa berhenti dilantunkan. Ia menggunakan mandat dari Grand National Assembly of Turkey (Tรผrkiye Bรผyรผk Millet Meclisi) untuk melaksanakan kejahatan tersebut pada tanggal 1 November 1922. 

Sebuah hari yg naas bagi kesatuan Ummat Islam sedunia. Namun, Mustafa Kemal belum berani merobe-robek institusi terakhir, yaitu kekhilafahan. Khalifah Abdul Majid II masih dihormati, ditaati, dan dielukan oleh sebagian besar masyarakat umum. 

Dua tahun kemudian, datanglah insiden surat dukungan dari dua warga India. Surat ini dianggap Mustafa Kemal sebagai ancaman atas Republik Turki yang ia proklamirkan. Tanpa menunggu waktu, ia hapuskan institusi kekhilafahan pada tanggal 3 Maret 1924.

Padahal sebelumnya, petugas masih diminta oleh Mustafa Kemal untuk melantunkan doa.. Ironis dan tragis secara bersamaan!

Sore yang sendu, Depok di penghujung Dzhul-Qa’dah
26 Agustus 2016