Ketika Galau Menghampiri

Ustadzah Dwi Hastuti Rakhmawati S.Psi

Assalamualaikum ustadz/ah..
Gmn yaa utk menghilangkan rasa kegalauan pada diri ini? Terkadang kesedihan kegalauan itu menghampiri. # A 44

Jawaban
—————

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Setiap manusia diberkahi emosi oleh Allah SWT. Mulai dari emosi sedih,marah,kecewa,senang,cinta dan jijik. Emosi ini tidak bisa dihilangkan dalam diri hanya perlu dikendalikan agar emosi ini bisa “berjalan” dengan wajar. Emosi seperti air sungai. Jika ditahan maka suatu saat akan meluap keluar sungai sehingga menyebabkan banjir. Air sungai hanya perlu diarahkan sehingga bisa mengalir di aliran yang tepat dan sekitarnya dapat merasakan manfaat air tersebut. Sama halnya dengan emosi diri…perlu dikendalikan agar emosi bisa tersalurkan dengan sehat.

Kalau yang ditanyakan Ananda tadi ada perasaan galau dan sedih perlu dicek lagi ada masalah apakah dengan Ananda?adakah tuntutan-tuntutan dari lingkungan sekitar yang memicu munculnya galau?adakah harapan dan keinginan yang sedang dinanti saat ini oleh Ananda? Coba muhasabah diri…

Emosi akan muncul jika ada “penyebabnya”. Cari apa penyebab kegalauan tadi. Jika sudah menemukan penyebabnya cari solusi supaya ketenangan bisa didapatkan. Jangan lupa untuk memohon pertolongan Allah SWT untuk menemukan ketenangan. Banyak dzikir dan tilawah akan membantu menemukan ketenangan hati. Semoga bermanfaat

Wallahu a’lam.

Ya Allah…Ini Yang Membuatku Malas Beribadah


📒 Al-Qur’an

📝 Ustadz Farid Nu’man Hasan

回● Imam Hasan Al Bashri Rahimahullah berkata:

إذا لم تقدر على قيام الليل ولا صيام النهار فاعلم أنك محروم قد كبلتك الخطايا.

“Jika kamu tidak mampu shalat di malam hari dan shaum di siang hari, ketahuilah bahwa kamu telah terhalang mendapat rahmat Allah, disebabkan kamu telah terbelenggu oleh maksiat”. (Tathbiiq Hikam wa Aqwaal Al Hasan Al Bashri No. 26)

回● Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

أن المعاصي تزرع أمثالها، وتولد بعضها بعضا، حتى يعز على العبد مفارقتها والخروج منها، كما قال بعض السلف: إن من عقوبة السيئة السيئة بعدها، وإن من ثواب الحسنة الحسنة بعدها

Sesungguhnya maksiat akan menumbuhkan maksiat baru yang semisal, saling susul menyusul. Sampai seseorang itu lemah dan sulit keluar darinya. Sebagaimana perkataan sebagian salaf:

“Di antara bentuk hukuman dari sebuah keburukan adalah adanya keburukan setelahnya, dan di antara bentuk pahala kebaikan adalah adanya kebaikan setelahnya.” (Al Jawab Al Kaafiy, Hal. 36. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Tidak Ada Ketaatan kepada Makhluk untuk Bermaksiat kepada Khaliq


📚 SIROH & KELUARGA

📝 Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj

  قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلا بِكُمْ إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (QS Al-Ahqof:15)

Ayat ini turun terkait dengan Saad bin Abi Waqqos dan ibunya Hamnah binti Sufyan bin Umayyah. Ayahanda Saad wafat dan tinggallah ibunda mengasuh dan mendidiknya bersama saudaranya. Cahaya Islam terbit dan Saad memeluk Islam di usianya 17 tahun. Saad salah satu panglima kaum muslimin dan penunggang kuda yang mahir dan terkenal. Dia adalah pahlawan Qadisiyah, penantang kisra dan penakluk Irak. Ketika Abu Lu’luah Al Majusy menusuk Umar bin Khottob Ra, Umar Al-Faruq menunjuk enam orang sahabat untuk menangani urusan khilafah. Dan Saad bin Abi Waqqos adalah salah satunya. Umar berwasiat; jika Saad tidak menjadi khalifah maka ia harus menjadi salah satu gubernur. Saad juga salah satu paman Nabi Saw dan orang yang sangat menjaga Nabi. Ia hampir mengikuti seluruh peperangan dan menyaksikan baiatur Ridwan.

Alkisah ketika Saad masuk Islam, ibunya Hamnah berkata:”Wahai Saad, aku mendengar engkau menyimpang. Demi Latta…Aku tidak akan berlindung dari terik matahari dan angin yang bertiup kencang. Aku tidak akan makan dan minum hingga engkau mengingkari Muhammad dan kembali kepada keyakinanmu semula.” Saad mengabaikan permintaan ibunya dan ia berkata:”Jangan lakukan semua itu wahai ibu. Sesungghnya aku tidak akan meninggalkan agamaku selamanya.” Saad sangat mencintai ibunya. Dan Hamnah benar-benar melakukan apa yang dikatakannya. Setelah tiga hari berlalu tanpa makan, minum dan tidak berteduh, iapun jatuh pingsan.

Saad menyampaikan berita ini kepada Rasulullah Saw dan turunlah ayat
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ   
“Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al-Ankabut:8) dan
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (QS Al-Ahqof:15) dan ayat lain
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (١٤) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Ak kembalimu.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Lukman :14-15)

Saad bercerita tentang turunnya ayat 15 dari surat Luqman itu :”Aku sangat berbakti kepada ibuku. Ketika aku masuk Islam, ibuku berkata:”Wahai Saad, aku tidak akan makan tidak akan minum sampai aku mati. Biarlah orang-orang mengatakan engkau pembunuh ibunya.” Aku berkata:”Jangan lakukan itu ibu. Aku tidak akan meninggalkan agamaku karena apa yang kau lakukan.” Mulailah ia mogok makan sehari semalam. Aku menemuinya dan mengatakan…’Demi Allah…ketahuilah ibu jika engkau punya seratus jiwa dan jiwa itu keluar satu demi satu, tidak akan aku tinggalkan agama ini karenanya. Jika engkau mau makanlah, jika engkau mau tinggalkanlah makan.’ Demi mendengar ucapanku seperti itu, iapun makan dan turunlah ayat ini.

Hukum Pernikahan yg Tidak direstui Istri Pertama


Ustadz Slamet Setiawan

Assalamu’alaikum Ustadz/ah..
Ustadz/Ustadzah, saya mau bertanya bagaimana hukum pernikahan yang tidak direstui istri pertama? # A03
Jazakumullah

Jawaban :
—————-

Secara syariah Islam boleh. Tapi secara negara tidak boleh artinya, tanpa ijin istri pertama, maka perkawinan tidak bisa didaftarkan ke KUA (Kantor Urusan Agama). Jadi hanya bisa dilakukan secara siri.

Adapun prosedur poligami menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) adalah sebagai berikut:

Alasan Syarat dan prosedur Poligami

Kompilasi Hukum Islam (KHI) memuat masalah Poligami ini pada bagian IX dengan judul, Beristeri lebih dari seorang yang diungkap dari Pasal 55 sampai 59.
Pada dasar aturan pembatasan, penerapan syarat-syarat dan kemestian campur tangan penguasa yang diatur dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 diambil alih seluruhnya oleh KHI. Keberanian KHI mengambil alih aturan tersebut merupakan langkah maju secara dinamis aktualisasi hukum Islam ibidang poligami. Keberanian untuk mengaktualkan dan membatasi kebebasan poligami didasarkan atas alasan ketertiban umum. Lagi pula, jika diperhatikan ketentuan Qs. Surat Al-Nisa’: 3 derajat hukum poligami adalah kebolehan. Kebolehan inipun kalau ditelusuri sejarahnya tergantung pada situasi dan kondisi masa permulaan Islam.

Pada pasal 55 dinyatakan :
1. Beristeri lebih dari satu orang pada waktu bersamaan, terbatas hanya sampai empat orang isteri.
2. Syarat utama beristeri lebih dari seorang, suami harus mampu berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anaknya.
3. Apabila syarat utama yang disebutkan pada ayat (2) tidak mungkin dipenuhi, suami dilarang beristeri lebih dari seorang.

Lebih lanjut dalam KHI Pasal 56 dijelaskan :
1. Suami yang hendak beristeri lebih dari satu orang harus mendapat izin dari Pengadilan Agama.
2. Pengajuan permohonan izin dimaksud pada ayat (1) dilakukan menurut tata cara sebagaimana diatur dalam bab VIII Peraturan Pemerintah nomor 9 Tahun 1975.
3. Perkawinan yang dilakukan dengan isteri kedua, ketiga atau keempat tanpa izin Pengadilan Agama, tidak mempunyai kekuatan hukum.

Dari Pasal-pasal di atas, KHI sepertinya tidak berbeda dengan Undang-undang perkawinan. Kendatipun pada dasarnya Undang-undang perkawinan dan KHI mengambil prinsip monogami, namun sebenarnya peluang yang diberikan untuk poligami juga terbuka lebar.

Pada pasal 57 dijelaskan :
Pengadilan Agama hanya memberi izin kepada suami yang akan beristeri lebih dari seorang apabila :
a. Isteri tidak menjalankan kewajiban sebagai isteri.
b. Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
c. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan.

Tampak pada pasal 57 KHI di atas, Pengadilan Agama hanya memeberikan izin kepada suami yang akan beristerilebih dari seorang apabila terdapat alasan-alasan sebagaimana disebut dalam Pasal 4 Undang-undang Perkawinan. Jadi pada dasarnya pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Dalam Pasal 58 ayat (1) KHI menyebutkan : Selain syarat utama yang disebut pada pasal 55 ayat (2) maka untuk memperoleh izin Pengadilan Agama, harus pula dipenuhi syarat-syarat yang ditentukan pada pasal 5 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974.

Selanjutnya padaPasal 59 juga digambarkan betapa besarnya wewenang Pengadilan Agama dalam memberikan keizinan. Sehingga bagi isteri yang tidak mau memberi persetujuan kepada suaminya untuk berpoligami, persetujuan itu dapat diambil alih oleh Pengadilan Agama. Lebih lengkapnya bunyi Pasal tersebut sebagai berikut :

Dalam hal isteri tidak mau memberikan persetujuan, dan permohonan izin untuk beristeri lebih dari satu orang berdasarkan atas salah satu alasan yang diatur dalam pasal 55 ayat (2) dan 57, Pengadilan Agama dapat menetapkan tentang pemberian izin setelah memaksa dan mendengar isteri yang bersangkutan dipersidangkan Pengadilan Agama, dan terhadap penetapan ini isteri atau suami dapat mengajukan banding atau kasasi.

Masalah enggannya isteri memberikan persetujuan dapat saja terjadi kendatipun ada alasan yang digunakan suami seperti salah satu alasan yang terdapat pada Pasal 57. Namun tidak jelasnya ukuran alasan tersebut, contohnya, tuduhan suami bahwa isterinya tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai seorang isteri, si isteri dapat menyangkal bahwa ia telah melaksanakan tugas dengan baik, akibat tidak ada ukuran perdebatan bisa terjadi dan isteri tetap tidak mau memberikan persetujuannya. Dalam kasus ini, Pengadilan Agama dapat memberi penetapan keizinan tersebut. Tampak sekali posisi wanita sangat lemah.

Kendati demikian, terlepas dari kritik yang muncul berkenaan dengan beberapa persoalan poligami, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa perundang-undangan Perkawinan Indonesia tentang Poligami sebenarnya telah berusaha mengatur agar laki-laki yang melakukan poligami adalah laki-laki yang benar-benar
(1) mampu secara ekonomi menghidupi dan mencukupi seluruh kebutuhan (sandang-pangan-papan) keluarga (Isteri-isteri dan anak-anak), serta (2) mampu berlaku adil terhadap isteri-isterinya sehingga isteri-isteri dan anak-anak dari suami poligami tidak disia-siakan.
Demikian juga perundang-undangan indonesia terlihat berusaha menghargai isteri sebagai pasangan hidup suami. Terbukti, bagi suami yang akan melaksanakan poligami, suami harus lebih dahulu mendapatkan persetujuan para isteri.

Pada sisi lain peranan Pengadilan Agama untuk mengabsahkan praktik poligami menjadi sangat menentukan bahwan dapat dikatakan satu-satunya lembaga yang mempunyai otoritas untuk mengizinkan poligami. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

Khulu’


Ustadz Farid Nu’man

Assalamualaikum
ustadz mau nanya tentang khulu.. wanita minta khulu pd suaminya bagaimana hukumnya keshariaannya apakah harom dipegang?
Dari i-11
Jazakalloh

Jawaban :
—————–

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal Hamdulillah ..

Khulu’ (cerai karena gugatan pihak istri) -jika memang sudah selesai dan putus perkaranya di pengadilan- maka keduanya sudah putus hubungan, setara dengan talaq ba’in kubra. Tidak boleh rujuk kecuali si wanita sudah nikah dgn yang lain lalu cerai lagi secara alami bukan rekayasa.
Dan khulu’, si wanita mesti memulangkan mahar yang dulu pernah diberikan. Status mereka seperti laki dan wanita lain saja, bukan siapa2 lagi.

Wallahu a’lam.

MENJADI GENERASI TANGGUH

📙 Pengembangan Diri & Motivasi

📝 Ustadzah Dina & Tim

⇨Mengapa perlu menjadi generasi tangguh?

◇●◇ Tahukah kawan bhw setiap generasi memiliki tantangan zaman yg berbeda

◆Dan semakin hari, tantangan akan semakin sulit.

⇨Apalagi di Era digital seperti sekarang ini dimana teknologi mampu menembus ruang dan waktu. Sehingga dengan mudah dan cepat terjadi benturan budaya.

⇨Hal-hal yang dulu dianggap tidak layak diketahui orang banyak maka sekarang bisa dengan mudah diketahui oleh orang banyak.

⇨ Sayangnya, bukan hanya konten baik tetapi juga konten yg buruk.

⇨Perubahan jaman ini tentu berdampak pada ⇨Perkembangan generasi muda suatu bangsa.

Bila kurang tangguh maka bisa jadi suatu saat sudah tidak ada lagi budaya tersebut atau orang yang mengenal budaya tersebut.

Apa yang disebut pemuda tangguh?

Beberapa kriteria utk bisa disebut tangguh :
◆ Mandiri
◆ Percaya diri
◆ Pantang menyerah
◆ Taat pd Allah.
◆ Istiqomah dlm ajaran Islam.

Nah dr hasil penelitian terbukti bahwa orang- orang yang sukses adalah orang yg tangguh.

Maka untuk bisa mencapai kesuksesan tiada lain pilihannya adalah harus menjadi pemuda yg tangguh.

Apa yang bisa dilakukan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang tangguh?

Sesuai dengan kriteria tangguh, maka yang pertama harus dilakukan adalah mendekatkan diri pada Allah dan bergantung hanya pada Allah. Sikap ini otomatis akan memunculkan kemandirian juga percaya diri..yang membuat ia menjadi pemuda yang berani dan punya keyakinan yang kuat.

Berikutnya adalah bagaimana ia sedapat mungkin berupaya untuk menyelesaikan kewajiban, urusannya sendiri. Tidak mengandalkan orang lain. Dengan berusaha mandiri akan terasah kemampuan menyelesaikan masalah dan ketrampilan mengambil keputusan. Dengan begitu ia tidak mudah terpengaruh atau ikut-ikutan teman atau lingkungan yg belum tentu baik.

● Beberapa poin
berikut ini penting dalam membangun ketangguhan :

●◇● Memiliki tujuan hidup yang jelas
●◇● Mengenali kelebihan dan kekurangan diri
●◇◆ Percaya diri
●◇● Mau belajar dari kesalahan
●◆◇ Memiliki kemampuan mengendalikan emosi
●◆● Senantiasa muraqabatullah merasa dalam pengawasan Allah SWT, sehengga berusaha menjaga agar pikiran, perasaan, dan perbuatan adalah dalam rangka ketaatan

Nah, sudah siap ya untuk menjadi pribadi tangguh??

⇨ Harus siap!!!
Karena kesuksesan masa depan ada di tangan para pemuda.

Selamat berlatih ketangguhan untuk mempersiapkan diri menjadi the next leader
Allahu Akbar!

Mengenal kitab Riyadhus Shalihin

Mengenal kitab Riyadhus Shalihin*KAJIAN KITAB*

Pemateri: Ustadz Arwani Amin Lc. MPH

RIYADHUS SHALIHIN (1)

Insya Allah dalam kajian pendahuluan ini kita akan membahas:

❣Apa itu kitab Riyadhus Shalihin?

❣Siapa penyusun kitab Riyadhus Sholihin?

❣Apa motivasi yang mendorong penyusunan kitab ini?

❣Bagaimana susunan kitab dan

❣Apa saja keistimewaan dari kandungan kitab Riyadhus Sholihin?

Materi dari buku berbahasa Arab bisa dilihat dibawah ini.

Insya Allah Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian *AUDIO* di bawah teks materi berikut.

Selamat menyimak.

❣🔺❣🔺❣🔺❣🔺❣

*تعريف بكتاب رياض الصالحين*

اسمه:
رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين

مؤلفه:
الإمام يحيى بن شرف النووي الدمشقي(٦٣١-٦٧٦ ه‍)

تصنيفه:
هو من كتب الحديث كما تجلّى من عنوانه، وفيه ما يحتاج إليه المسلم في حياته اليومية من الأخلاق والأداب والفضائل. وعلى هذا يصحّ أن يصنّف أيضا في كتب الأخلاق والرقائق.

الدافع على تأليفه:
وقد أفصح المؤلّف في مقدّمة الكتاب الدافع الذي حمله على تأليفه، وهو التعاون على الخير والدلالة عليه ونصح الأمة ورجاء صالح الدعوات من كل من ينتفع به.

هندسته:
وأما البناء الهندسي لهذا الكتاب أنّه يتكوّن من ١٩ كتابا، بدءا بكتاب المقدّمات واختتاما بكتاب المنثورات والملح. وتحت كل كتاب أبواب، وعددها ٣٧٢ بابا، وفي كل باب أحاديث يبلغ عددها١٨٩٨ حديثا حسب الترقيم في كتاب نزهة المتقين.

من مزاياه:
١. الأحاديث التي يضمّها الكتاب ثابتة ويحكم عليها العلماء بالصحة أو الحسن والجودة.
٢. من أفضل الكتب الجامعة للأخلاق ، والآداب ، والفضائل ، وهو زاد لكل من يسلك النهج القويم إلى رضوان رب العالمين.
٣. كتب الله له القبول بين العلماء وطلاب العلم والأمة قديما وحديثا. وهذا من علامات إخلاص المؤلف.
٤. اعتنى العلماء بمعالجته تحقيقا وتخريجا وشرحا، مثل كتاب دليل الفالحين (في ٤ مجلدات) وكتاب نزهة المتقين (في مجلدين).
٥. قلّما تخلو مساجد العالم ومدارسه ومعاهده وجامعاته من تدريس هذا الكتاب.
٦. ترجم إلى لغات العالم.
٧. حوى بين دفتيه أهم ما يحتاج إليه المسلم في حياته اليومية.
٨. كثير من العلماء يحثّون طلاب العلم على حفظه.
٩. تدريس الكتاب في المساجد يوميّا حديثا حديثا يعين روّادها على فهم الدين والاستقامة عليه.

وصلى الله على أحبّ عباد الله إلينا نبيّنا محمد وآله وصحبه وسلّم، والحمد لله رب العالمين.

(كتبه راجي عفو ربّه أرواني أمين سوفار الإندونيسي/ آخر ذي القعدة ١٤٣٧ه‍).

I Like Monday..!!

📘 Ibadah – MFT

📝 Ustadz Farid Nu’man Hasan

●•• Pernah baca papan reklame “I Don’t Like Monday?” yang artinya “Aku Tidak Suka Senin.” Entah apa yang melatarbelakanginya, kemungkinan karena manusia kembali berkutat pada rutinitas kesibukannya setelah berlibur,  dan kemacetan lalu lintas di kota-kota besar, seperti Jakarta, yang sangat luar biasa di hari Senin.

●•• Seorang muslim tentu tidak mudah ikut-ikutan seperti itu. Sebab hari Senin termasuk hari istimewa dalam Islam. Apa saja itu?

●▣ Hari diperiksanya amal manusia

⇨ Dari Abu Hurairah Radhilallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ

“Diperiksa amal-amal manusia pada setiap Jumat (baca: setiap pekan) sebanyak dua kali; hari senin dan hari kamis.” (HR.  Muslim No. 2565)

●▣ Hari dianjurkannya puasa

“Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, katanya: bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Amal-amal manusia diperiksa setiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka ketika amal saya diperiksa saat saya sedang berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi No. 747, katanya: hasan gharib. Syaikh Al-Albani mengatakan: shahih. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 747)

●▣ Hari dibukanya pintu-pintu surga dan diampunkannya hamba

“Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, maka saat itu akan diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seseorang yang antara dirinya dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan: ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim No. 2565, Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 411, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 6626)

●▣ Senin adalah hari lahir , hari wafat, dan hari diutusnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menerima wahyu pertama

• Dari Abu Qatadah Al Anshari Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

Nabi ditanya tentang hari senin. Beliau menjawab: “Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus menjadi rasul, atau diturunkan kepadaku (wahyu).” (HR. Muslim No. 1162)

• Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa dia ditanya:

أَيِّ يَوْمٍ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ

Hari apakah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam wafat? Beliau menjawab: “Hari senin.” (HR. Bukhari No. 1387)

●▣ So, .. masih I Don’t Like Monday???

TAUHIDULLAH (Mengesakan Allah)

📚 AQIDAH

📝 Pemateri: Ustadz Aus Hidayat Nur

Apa yang dimaksud dengan tauhid?

Tauhid artinya mengesakan Allah dalam seluruh keyakinan,  perkataan maupun perbuatan seorang yang beriman.

Secara bahasa kata “tauhid” diambil dari kata wahhada-yuwahhidu tawhiidan yang dalam Bahasa Arab artinya menyatukan atau mengesakan. Maka seorang muslim yakin bahwa Allah Maha Esa, tiada sekutu baginya dalam penciptaan, kekuasaan, perbuatan , fungsi maupun sebagai tujuan beribadah.

Tauhid merupakan inti dari aqidah Islam. Karena keimanan kepada Allah harus disertai dengan keyakinan terhadap keesaan-Nya.  Inilah yang membedakan iman Islam  yang membangun keyakinan tauhid kepada Allah dengan selain Islam yang tidak bertauhid.

Sebenarnya hanya Islam yang tegak dengan  keyakinan  Ketuhanan Yang Maha Esa, karena konsep Tauhid Islam didasarkan pada wahyu Allah yang tidak diragukan lagi kebenarannya.

Firman Allah,

 قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ * اللَّهُ الصَّمَدُ * لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula-diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (Al Ikhlas: 1-4)

Bagaimanakah Al Qur-an membagi tauhid?
Mengapa perlu pembagian tauhid itu?

Secara umum tauhid dapat dibagi menjadi empat bagian yang keseluruhannya saling berhubungan dan tidak terpisahkan satu dengan lain karena saling menjelaskan. Keempatnya berdasarkan  Al Qur-an Surat Alfaatihah dan Surat An Naas,

1) Tauhid Rububiyah: Alhamdulillahi Robbil Aa’lamin (al faatihah)- Rabbunnaas (An Naas)

2) Tauhid Mulkiyah : Maliki Yaumid diin (Al faatihah) – Malikinnaas (An Naas).

3) Tauhid Asma wa Sifat: Bismillahirrahmaanirrahiim (Al faatihah dan awal seluruh surat Al Qur-an).

4) Tauhid Uluhiyah : iyyaka na’budu (Al faatihah) – ilahinnaas (AlFatihah)

Pembagian tauhid dimaksudkan untuk memudahkan Kaum Muslimin mempelajari tauhidullah, menyerap kandungan maknanya dalam hati dan pikiran serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah sebabnya para ulama aqidah ada yang membagi tauhid itu hanya dua saja yaitu Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah.

Ada pula yang membaginya atas tiga: Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa Sifat. Sebenarnya karena Mereka memasukkan Tauhid mulkiyah ke dalam pembahasan Tauhid Rubiyah atau ke dalam Tauhid Asma wa Sifat. Sesuai keperluan masing-masing dalam pembinaan aqidah yang dilakukan.

Perbedaan tersebut hanya bersifat metoda keilmuan saja, isi dan kandungannya sama.

Pertama: Tauhid Rububiyah

Tauhid rububiyah adalah keyakinan kokoh bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemelihara dan Pengatur (penata) alam semesta. Allah Maha Esa dalam segala yang dilakukan-Nya, tidak memerlukan bantuan atau pertolongan saat menciptakan memelihara, mengatur dan menjaga seluruh makhluk-Nya.

Tauhid Rububiyah menolak anggapan orang-orang yang menyekutukan Allah dalam menciptakan alam semesta dan manusia.

Firman Allah,
Segala puji  bagi Allah, Tuhan semesta alam (AL-fatihah: 2)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Al A’raaf: 54)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Yunus: 3)

Sesungguhnya  semua manusia mengakui rububiyah Allah, bahwa Dia Maha Pencipta namun mereka tidak mentauhidkannya sehingga ada keyakinan bahwa pihak lain memberi andil dalam penciptaan atau pengaturan alam semesta.

Hati manusia telah diberi fitrah untuk mengakui Rubiyah Allah dalam hal wujud (eksistensi). Sebagaimana perkataan para Rasul yang difirmankan Allah,
“Rasul-rasul mereka berkata, “Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah , Pencipta langit dan bumi?” (Ibrahim: 10)

Firaun yang paling dikenal pengingkarannya terhadap ajaran atauhid yang dibawa Nabi Musa Alaihis salaam pun hatinya mengakui ketuhanan Allah ini.

Sebagaimana perkataan Musa Alaihis Salaam kepadanya,

Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa.” (Al Isra: 102)

Orang-orang yang mengingkai eksistensi Allah seperti kaum komunis dan para pemuja Science beranggapan bahwa alam terjadi dengan sendirinya. Mereka hanya menampakkan keingkaran dan kesombongan untuk mengakui Sang Pencipta. Karena batin mereka diam-diam mengakui Yang Maha Agung. Sebab tidak ada satu benda pun kecuali ada yang membuatnya, dan tiada suatu reaksi melainkan pasti ada aksi.

Kepalsuan omongan mereka telah dibongkar  oleh Allah dengan firman-Nya.

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ * أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۚ بَلْ لَا يُوقِنُونَ * أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُونَ

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa? (Ath thuur: 35-37)

Termasuk dalam Tauhid rububiyah ini adalah keyakinan bahwa Allah satu-satunya yang menghidupkan dan mematikan, menyembuhkan atau membuat sakit, menentukan nasib dan peruntungan maupun kerugian Kita, memberi manfaat dan mudharat dalam kehidupan Kita, sekecil apa pun hal tersebut. Seseorang yang mempercayai bahwa seekor angsa telah menyelamatkan rumah dari pencurian tergolong orang yang  tidak mentauhidkan Allah secara Rububiyah. Demikian juga orang-orang yang beranggapan bahwa yang menyembuhkan adalah dokter atau obat yang diminumnya tergolong syirik rubiyah.

Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?”
Jawabnya: “Allah.”

Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?.”

Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?”

Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (Ar Ra’du: 16)

Penyimpangan terhadap Tauhid Rububiyah ini membuat pelakunya terjatuh ke dalam neraka. Perhatikanlah bagaimana penyesalan penghuni neraka.

فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ * وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ * قَالُوا وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ * تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ * إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat. dan bala tentara iblis semuanya. Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka: “demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam.” (Asysyu’raa: 94-98)

Melalui perkataan Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Al Qur-an  – Allah adalah sebaik-baik yang menjelaskan tentang Tauhid Rububiyah ini, ketika Ibrahim berkata kepada kaumnya:

Ibrahim berkata: “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? Karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam, (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), (Asysyu’raa:75-81 )

Perhatikan bagaimana Nabi Ibrahim Alaihis Salaam menunjukkan keyakinan tauhid rubiyahnya penuh dengan etika dan kesantunan, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku. (Asy-Syu’ara’: 80)

Sakit dinisbatkan (disandarkan) kepada diri Ibrahim sendiri, sekalipun pada kenyataannya berasal dari takdir Allah dan ketetapan-Nya, juga sebagai ciptaan-Nya, tetapi sengaja disandarkan kepada diri Ibrahim sebagai etika sopan santun terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalam tauhid rububiyah keyakinan yang kokoh bahwa Allah Maha Menciptakan segala sesuatu membuat seorang mukmin tidak terperdaya dengan kemajuan orang-orang kafir dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam keyakinan Kaum Muslimin semuanya merupakan ciptaan Allah,
yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya (Alfurqon: 2)

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir: 1)

dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.(Annahal:8)

Dengan demikian tidak ada satu benda pun yang dianggap hasil kemajuan teknologi modern melainkan juga merupakan ciptaan Allah dengan segala ketentuan-ketentuan-Nya.

Firman Allah,
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (Asshafaat: 96)

Semua buatan manusia yang bermanfaat bagi sesamanya merupakan bagian dari ciptaan Allah. Karena itu hak memerintah alam semesta  dan masing-masing  jiwa manusia hanyalah hak Allah namun kebanyakan manusia tidak mengetahui atau menyadarinya.

(Bersambung)

Ilmu Laduni

Ustadz Farid Nu’man

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah..Ilmu laduni itu apa ya umm? Dan bagaimana penjelasannya didalam Al-Qur’an & Hadits ?

Mohon dijabarkan umm..
Syukran

Jawaban
—————

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah wal Hamdulillah ..

Ladunniy artinya dari sisiKu. Jadi, Ilmu Laduni adalah ilmu dari sisi Allah ﷻ. Sebagian kalangan ada yang mengatakan ini khusus bagi para nabi saja. Ada yang  mengatakan bahwa ini berlaku umum baik para nabi, waliya, dan cerdik cendekia.

Dalam Syarh Al Hikam disebutkan:

وقال بعضهم العلم اللدني هو أسرار الله يبديها إلى أنبيائه وأوليائه وسادات النبلاء من غير سماع ولا دراسة

Sebagian mereka mengatakan, Ilmu Ladunniy adalah rahasia-rahasia Allah yang ditampakkan kepada para nabiNya, para waliNya,dan para tokoh-tokoh mulia, tanpa mendengar dan mengkaji. (Syarh Al Hikam Al Atha’iyyah, Hal. 205)

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan:

يشير القوم بالعلم اللدني إلى ما يحصل للعبد من غير واسطة بل بإلهام من الله وتعريف منه لعبده كما حصل للخضر عليه السلام يغير واسطة موسى قال الله تعالى : آتيناه رحمة من عندنا وعلمناه من لدنا علما الكهف : 65

Segolongan kaum mengisyaratkan bahwa ilmu laduni adalah apa yang diperoleh seorang hamba dengan tanpa perantara, tetapi melalui ilham dari Allah dan ma’rifah hamba kepadaNya, seperti yang didapatkan oleh Khidhir ‘Alaihissalam tanpa perantara Musa ‘Alaihissalam.
Allah ﷻ berfirman:
“yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (QS. Al Kahfi: 65).
(Madarijus Salikin, 2/475)

Jadi, ilmu Laduniy adalah ilmu yang diperoleh seorang hamba langsung dari Allah ﷻ. Tentunya hal ini tidak sembarangan dan serampangan, sebagaimana klaim orang-orang yang jauh dari syariat, yang malas menuntut ilmu, dengan enteng mereka katakan kami tidak belajar kepada yang pasti mati (manusia) tapi langsung dari yang Maha Hidup (Allah ﷻ). Ini adalah talbis Iblis buat mereka.
Yang benar, Ilmu Laduniy merupakan ilmu yang berasal dari Allah ﷻ yang dihasilkan karena buah peribadatan, mujahadah, dan talaqqi keilmuan. Tidak ujug-ujug turun kepada para pemalas, pemikir nyeleneh, sufi menyimpang, apalagi ahli maksiat.
Imam Ibnul Qayyim kembali menjelaskan:

و العلم اللدني ثمرة العبودية والمتابعة والصدق مع الله والإخلاص له وبذل الجهد في تلقي العلم من مشكاة رسوله وكمال الانقياد له فيفتح له من فهم الكتاب والسنة

Ilmu Laduni merupakan buah peribadatan, mengikuti sunah, benar bersama Allah, ikhlas kepadaNya, dan bersungguh-sungguh dalam mendapatkan ilmu dari pelita RasulNya, kesempurnaan ketundukan kepadaNya, maka dibukakanlah untuknya pemahaman   Al Quran dan As Sunnah. (Ibid)

Maka, mujahadah (bersungguh-sungguh) dalam ibadah, berma’rifah kepada Allah, mengikuti sunnah,  dan juga mentalaqqi ilmu, akan menjadi jalan baginya turunnya ilmu-ilmu Allah kepadanya. Itulah ilmu Ladunniy.

Wallahu a’lam.