KISAH NABI ADAM A.S. (3)

Apa khabarnya? Masih dalam kehausan akan ilmu kan? Keep your spirit, yach!
Oh ya, terkait judul materi ini, kita lanjutkan ya tadabburnya.

Dari berbagai nash yang kita terima hari ini, berikut ini kelanjutan beberapa fakta terkait dengan Nabi Adam a.s., sebagai manusia pertama yang diciptakan-Nya di muka bumi, sbb.:

9. Nabi Adam a.s. adalah manusia yang materi jasadnya diambil oleh Malaikat Maut dari wakil seluruh debu tanah dari seluruh wilayah di bumi, dibawa oleh Malāikat Jibril, dan dikumpulkan Allah dalam bentuk tanah campuran, dibiarkan-Nya hingga berwujud tembikar kering. Wajar sehingga kemudian warna kulit manusia ini berbeda-beda, ada yang merah, kuning, hitam atau putih. (Q.S. Shād [38]:71-72/HR. Ahmad)

10. Nabi Adam a.s. adalah manusia dan ciri manusia adalah berongga secara jasad, dan berpadu dengan ruh. Adanya ruh melahirkan sifat dasar jasad yang kehausan, kelaparan dan senang dengan segala sesuatu yang indah dan menarik hatinya. Sifat dasar inilah yang seringkali membuat manusia sering tergesa-gesa dalam segala sesuatu (Q.S. Al-Anbiyā [21]:37)

11. Ruh memasuki seluruh bagian jasad Nabi Adam a.s. dan keturunannya, hingga ketika meliputi bagian kepala, disinilah pusat perintah pergerakan manusia. Di antara awal perintah otak adalah ketika Nabi Adam a.s. bersin, maka ia memuji-Nya, _Alhamd li Allāh_, dan Allah ﷻ mendo’akannya dengan _Yarhamukallāh_.. (Qashash al-Anbiyā)

Sampai disini dulu ya Brother and Sista. Ada yang mau ditanyakan? Kita akan lanjutkan poin-point terkait sosok Adam a.s. pada tulisan selanjutnya ya.

By: Dr. Wido Supraha

Laporan Penyaluran Donasi Manis untuk Aleppo dan Bima

INFO DONASI ALEPPO & BIMA


Assalamualaikum semua…. Alhamdulillah pengumpulan donasi untuk Aleppo & Bima sudah terkumpul dana sebesar :

1. Donasi untuk Aleppo : Rp. 10.000.000,-

2. Donasi untuk Bima : Rp. 9.000.000,-

Semoga bagi teman2 yang telah menyisihkan hartanya untuk saudara/i kita di Aleppo & Bima, dihitung sebagai amal jariyah diyaumil akhir….Aamiin yaa Robb

Kami Ucapkan Jazaakumulloh khaeran jaza atas semua partisipasinya….dan Donasi tersebut sudah kami salurkan kepada saudara2 kita di Bima melalui RELINDO, dan donasi untuk Aleppo melalui Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) pada tanggal 17 Januari 2017 yang telah turun langsung dalam penanganan korban

NB : Donasi untuk Bima tersebut diatas adalah sebagian tergabung juga dengan teman2 komunitas Sedekah Seribu Sehari
Sekali lagi kami ucapkan…. Jazaakumulloh khaeran atas perhatian & partisipasinya

PENGURUS MANIS

HIJRAHNYA SHAHABIYAH

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah….
Klo dilihat dr zaman rasul saw. Hijrah yg seperti apa yg plg baik yg telah dilakukan wanita2 d sanaa? Mungkin sprti siti aisyah, / siapa agar kami bisa blajar. Afwan

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Seluruh shahabiyah adalah bintang-bintang bercahaya karena ilmu yang dimilikinya.

K!ita teringat dengan seorang wanita berpenyakit ayan yang memilih tidak jadi meminta kesembuhan dan hanya mengharapkan agar ketika ayan-nya kambuh auratnya tidak tersingkap, inilah wujud wanita yang mampu membuat keputusan prioritas

Kita teringat dengan Fathimah r.a. yang sejak kecil hingga wafat selalu sabar dalam ekonomi serba terbatas

Kita teringat seorang wanita yang menangis ketika dikunjuni Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. pasca wafatnya Nabi ﷺ. Bukan menangis karena tiadanya Nabi, namun menangis karena terputusnya ilmu yang ia cintai karena wafatnya Nabi.

Terlalu banyak cahaya purnama para shahabiyah, prioritaskanlah untuk membaca biografi mereka, dan mengambil faidah dari akhlak mereka.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

Inikah Zamannya?

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

«سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: «الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ»

“Akan datang ke pada manusia:

tahun-tahun penuh kebohongan,
saat itu pendusta dibenarkan
orang yang benar justru didustakan
pengkhianat diberikan amanah
orang yang dipercaya justru dikhianati
dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.”

Ditanyakan: “Apakah Ar-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda:

“Seorang laki-laki yang bodoh (Ar Rajul At Taafih) yang mengurusi urusan orang banyak.”

(HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912.  Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No. 7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84)

Inilah zaman itu. Pembohong dibenarkan, orang benar didustakan. Para pengkhianat diberikan amanah, orang yang amanah justru dikhianat.

Para ulama yang ingin melindungi NKRI dari komunis malah direndahkan fatwanya, kepribadian mereka dilecehkan, dan dibuat jauh dari umatnya, ….

Gerombolan preman justru dibela oleh aparat yang seharusnya memberantas mereka … sementara para ulama dimusuhi dan dibenci ..

Media-media busuk pemfitnah ulama dan umat semakin  menjamur ..

Ulama suu’ (buruk), penerus Bal’am,  yang menjual agama dengan dunia disanjung-sanjung setinggi-tingginya  ..

Itulah Ar-Ruwaibidhah …, secara bahasa merupakan tashghir (pengecilan) dari Ar Raabidh yang artinya berlutut. Ya, saat itu banyak orang-orang yang rendah (berlutut) tetapi justru banyak bicara seakan menjadi pahlawan .. padahal mereka merusak negeri ..

Wallahul Musta’an

Ditulis oleh Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Polisi .. Kok Gitu Sih?

Salah satu pertanyaan saya ke murid-murid saya yang SD, “Udah besar mau jadi apa?” Jawaban mereka beragam, di antara yang hampir selalu muncul adalah polisi (selain dokter, pilot, dan guru)

Artinya polisi masih jadi favorit lho, karena kesan gagah dan mengayomi ada dalam benak anak-anak

Apalagi pasca pelumpuhan komplotan pencuri di Pulomas yang sangat cepat. Dua jempol buat POLRI …!

Maka, jangan sampai kesan itu hilang, dan jangan  pula sebatas kesan, mesti jadi kenyataan yang langgeng. Melindungi, mengayomi, dan melayani.

Jangan sampai kesan itu tidak pernah muncul, atau yang  muncul adalah sebaliknya; arogan dibalik seragam dan senjata, tidak bersama masyarakat tapi bersama cukong dan preman, gara-gara perilaku sebagian kecil oknumnya

Yang terbaca, polisi nampak begitu mengerikan dan menyeramkan, itulah yang terjadi saat ini.

Saat  masa Presiden SBY yang jelas purnawirawan TNI, ratusan mungkin ribuan kali Beliau dikritik keras, tapi Beliau sabar …, Nah saat ini, presiden yang justru sipil, seolah kembali masa represi orde baru yang militeristik, anti kritik ..

Kata-kata seperti si Fulan menjadi tersangka, si Fulan dipanggil polisi, dari pihak kepolisian lebih sering terdengar .., hanya karena “Fulan-Fulan” mengkritik pemerintah yang berkuasa saat ini ..

Belum lagi pernyataan-pernyataan pejabat tinggi Polri yang justru menebar ancaman di tengah masyarakat .., tidak simpatik

Jadi, sebenarnya pengayom masyarakat atau pengayom penguasa?

Saat Islam dan ulama direndahkan, baik di medsos dan lainnya, kesannya sangat lamban bahkan ogah-ogahan. Alasannya, belum ada laporan.

Paling mudah terlihat adalah penista agama seperti Abu Janda Al Boluwudi, sangat jelas status-statusnya menista Islam .. dia masih bebas berkeliaran, kalau pun belum ada laporan bukankah Polri punya Tim Cyber Crime?

Tapi jika ada yang mengkritik Mr. Presiden, sangat cepat diusut dan menjadi tersangka .., seperti yang dialami Bambang Tri ..
 
Maka, jangan salahkan masyarakat .. jika mereka masih belum mengubah persepsi bahwa TNI lebih asyik di banding POLRI … pembandingan ini adalah hal yang alami ditengah masyarakat, jd jangan capek-capek berkilah

Lalu .. ini yang membuat termenung …, apakah yang diiprediksikan oleh Nabi ﷺ memang sudah datang zamannya saat ini? Termasuk di negeri kita tercinta?

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ”.

👉Akan datang di akhir zaman adanya polisi yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka. (HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir, 2/192)

Imam Al Munawi mengatakan Syurthah (polisi) di sini adalah a’wanus sulthaan (pelindung penguasa). Beliau juga menjelaskan, -mengutip dari An Nihayah- bahwa polisi dinamakan Syurthah, karena mereka memiliki tanda (‘alamaat) untuk mengenalinya, dan juga keberadaannya  sebagai asyraatus saa’ah (tanda-tanda datangnya kiamat). (Faidhul Qadir, 4/169)

Asli .. Rindu Kapolri Hoegeng nih ..! Masih Ingat Hoegeng??

Ditulis oleh Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Hidangan dari Perayaan Agama Lain

Assalamu’alaikum…Bagaimana hukumnya makan makanan dari ummat agama lain dlm rangka peringatan hari besarnya. Misal tetangga yg nasrani membagi snack kepada anak2,semacam ulang tahun itu,pada hari natal ini ?
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Kita tidak bisa menerima penyelewengan umat kristiani yang telah menuhankan nabi Isa alaihissalam. Tindakan ini adalah sebuah tindakan syirik yang dosanya tidak akan diampuni. Ditambah lagi mereka juga menyembah tiga tuhan (trinitas).

Karena itulah mereka ini ditetapkan sebagai kafir oleh Al-Quran Al-Kariem.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُواْ اللّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS Al-Maidah: 72)

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS Al-Maidah: 73)

Hukum Makanan Natal

Namun lepas dari ketidak-setujuan kita dengan aqidah mereka, khusus dalam masalah makanan yang mereka buat, pada dasarnya tidak ada larangan khusus. Bahkan dalam Al-Quran telah ditegaskan bahwa hewan sembelihan ahli kitab halal buat umat Islam, seperti juga kebalikannya.

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلُّ لَّهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلاَ مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ وَمَن يَكْفُرْ بِالإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi”. (QS Al-Maidah: 5)

Sedangkan yang diharamkan adalah hewan yang disembelih untuk dipersembahkan kepada selain Allah.

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang disembelih selain untuk Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(QS. Al-Baqarah: 173)

Maka makanan yang ketika disembelih diniatkan untuk berhala misalnya, makanan itu haram untuk kita makan.

Tapi sebaliknya, bila tidak untuk berhala melainkan sekedar hidangan konsumsi biasa, meski untuk acara natal sekalipun, sebenarnya tidak ada ‘illat yang membuatnya menjadi haram. Baik secara zatnya atau pun secara nilainya.

Haram secara zat misalnya karena makanan itu najis seperti bangkai, anjing, babi dan sebagainya. Atau karena berupa khamar yang diharamkan. Atau karena zatnya memang berbahaya buat manusia seperti racun, drugs, narkoba dan sejenisnya.

Sedangkan haram secara nilai misalnya karena hasil curian, atau dipersembahkan untuk berhala. Sedangkan bila makanan itu pernah diedarkan untuk sebuah perayaan agama lain namun bukan buat persembahan berhala, tentu tidak ada kaitannya dengan zat dan nilainya.

Meski tidak ada yang salah dari segi zat dan nilainya, bukan berarti kita bebas begitu saja memakannya. Sebab bisa saja makanan itu mengandung unsur lain seperti menjaring umat Islam untuk murtad dari agamanya. Mulai dari menanam budi tapi ujung-ujungnya banyak juga yang bergantung.

Dengan masuknya bantuan makan, obat, sekolah, beasiswa serta kebutuhan hidup yang lain, seringkali terjadi kemurtadan di tengah umat. Karena itu umat Islam perlu waspada dan hati-hati menerima hadiah atau bantuan dari agama lain.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Slamet Setiawan

Ash Shadiquun – Orang-Orang Jujur

Al Harits Al Muhasibiy Rahimahullah berkata:

الصادق هو الذي لا يبالي ولو خرج عن كل قدر له في قلوب
الخلائق من أجل صلاح قلبه ولا يحب إطلاع الناس على مثاقيل الذر من حسن عمله ولا يكره إطلاع الناس على السئ من عمله فإن كراهته لذلك دليل على أنه يحب الزيادة عندهم وليس هذا من أخلاق الصديقين

Orang Jujur lagi benar adalah orang yang tidak memperhatikan segala penghargaan manusia kepadanya, demi kedamaian hatinya. Dia tidak suka manusia mengetahui kebaikan dirinya walau seberat atom. Dia tidak menarus rasa benci jika manusia tahu kejelekan dirinya. Kebencian itu hanyalah menunjukkan bahwa dia menginginkan tambahan perhatian dari mereka. Itu bukan akhlak orang-orang yang jujur

Imam An Nawawi, At Tibyan fi Adab Hamalah Al Quran, Hal. 33

Ditulis oleh: Farid Nu’man Hasan

Penyakit Ain

Ka mau nanya, bisa jelaskan ngga penyakit ‘ain itu seperti apa yaa?

Jawab:

Penyakit ‘ain bukanlah penyakit medis, akan tetapi dapat mengganggu kesehatan orang yang terkena ‘ain.
‘Ain berasal dari bahasa Arab, yakni kata ‘ana-Ya’inu yang artinya “apabila ia menatapnya dengan matanya”.
Jadi ‘ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata.
Para ulama mengatakan, ‘ain bisa disebabkan oleh pandangan mata yang hasad, atau pun sebaliknya oleh pandangan mata yang penuh kekaguman, namun diikuti oleh jiwa yang keji sehingga pandangan mata tersebut mengantarkan pengaruh buruk kekejian jiwanya kepada orang yang dipandangnya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر

“Dan ‘ain itu adalah pandangan suka disertai hasad yang berasal dari kejelekan tabiat, yang dapat menyebabkan orang yang dipandang itu tertimpa suatu bahaya.”
(Fathul Bari, 10/200)

Penyakit ‘ain adalah sesuatu yang nyata-nyata ada.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الْعَيْنُ حَق وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

“’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.”
(HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma)

Benteng utama agar kita terhindar dari penyakit ‘ain adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, berserah diri dan menggantungkan perlindungan hanya kepada-Nya, serta hendaklah merutinkan dzikir di setiap waktu dan tempat semaksimal yang kita bisa, terutama senantiasa menghidupkan dzikir pagi dan petang hari serta menjaga ibadah-ibadah harian lainnya.

Demikian, wallaahu a’lam bishshowab..

Dijawab oleh Ustadzah Prima Eyza

RIYADHUS SHALIHIN (2)

Mengenal Imam Nawawi

Kajian kali ini kita akan membahas biografi Imam Nawawi, penulis kitab Riyadhus Shalihin.

Ustadz Arwani akan menjelaskan:

1. Nama, laqob dan kuniyah imam Nawawi.

2. Nasab (keturunan) Imam Nawawi

3. Kelahiran, Kehidupan Masa kecil dan masa  pertumbuhannya.

4. Akhlak dan sifat Zuhud nya.

5. Kehidupan Ilmiah Imam Nawawi.

6. Produk Karya Tulis Imam Nawawi

7. Menasihati Penguasa dalam Rangka Amar Ma’ruf Nahi Munkar

8. Wafatnya

Selamat menyimak kajian *AUDIO* Manis berikut.
الإمام النووي

اسمه ولقبه وكنيته
اسمه: يَحْيَى بن شَرَف بن مُرِي بن حسن بن حسين بن محمد بن جمعة بن حِزام، النووي، ثم الدمشقي.

ولقبه: محيي الدين. وذكر عنه كرهه هذا اللقب لنفسه.

وكنيته: أبو زكريا وإن لم يكن له ابن اسمه زكريا لأنه لم يتزوج إلى أن توفاه الله. وله في هذالتكنّي سابق قدوة حيث تكنّت أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها بأم عبد الله ولم يقدّر لها ولد.

مولده
ولد رحمه الله في شهر المحsرم سنة ٦٣١ ه‍ (إحدى وثلاثين وستمائة من الهجرة) في قرية نوى، وهي من قرى حوران في سورية.

نشأته
عاش النووي في كنف أبوين صالحين. أبوه تاجر بورك له في رزقه. بدأ في حفظ القران وقراءة الفقه على بعض العلماء في قريته وهو في العاشر من عمره وحفظ القران قبل سنّ البلوغ.

وصادف أن رأىه الشيخ ياسين بن يوسف المراكشي وهو يهرب من أقرانه الصبيان ويبكي لأنهم يكرهونه على اللعب وهو يفضّل قراءة القران. فذهب الشيخ إلى والده ونصحه أن يفرغه لطلب العلم فاستجاب له.

وفي سنة ٦٤٩ه‍ (وعمره ١٨ سنة) قدم مع أبيه إلى دمشق لاستكمال تحصيله العلمي في مدرسة دار الحديث وسكن المدرسة الرواحية الملاصقة للمسجد الأموي.

وبعد سنتين وذلك في عام ٦٥١ ه‍ ذهب مع أبيه إلى مكة المكرمة لأداء الحجّ ثم رجع إلى دمشق.

حياته العلمية:
ولما بلغ عمره ٣٤ سنة وذلك في عام ٦٦٥ ه‍ تولّى النووي مشيخة دار الحديث والتدريس، وبقي بها إلى قبيل وفاته.

وقد تميّزت حياته العلمية بدمشق بثلاثة أمور:

١. الجدّ في طلب العلم. وقد كان حادا في القراءة والحفظ. حفظ كتاب التنبيه في فروع الشافعية لأبي إسحق الشيرازي في مدة أربعة أشهر ونصف، وحفظ ربع العبادات من كتاب المهذّب في باقي السنة.

٢. سعة العلم والثقافة. ففي فترة التحصيل العلمي أنه كان يقرأ كل يوم ١٢ درسا على المشايخ شرحا وتصحيحا في شتّى الفنون من أصول الدين والحديث وعلومه والفقه وأصول الفقه واللغة والتاريخ وأسماء الرجال. وكان يكتب جميع ما يتعلّق بهذه الدروس من شرح مشكل وإيضاح عبارة وضبط لغة.

٣. غزارة الإنتاج العلمي. بدأ التأليف واعتنى به وهو في فترة التحصيل وعمره ٣٠ سنة. فكان تحصيله تأليفا وتأليفه تحصيلا. وتميّزت مؤلّفاته بسهولة العبارة وسطوع الدليل ووضوح الأفكار والإنصاف في عرض آراء الفقهاء.

ومن أهمّ كتبه:
شرح صحيح مسلم، والمجموع شرح المهذب في المقارنة بين المذاهب، ورياض الصالحين، والأذكار، والأربعين النووية.

أخلاقه:

كان النووي رأسا في الزهد، وقدوة في الورع، وعديم النظر في الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ومناصحة الحكّام. وهذا باتفاق أهل العلم الذين ترجموا له.

وفاته:
وفي سنة ٦٧٦ ه‍ رجع إلى نوى بعد أن زار مقبرة شيوخه ودعا لهم، وزار أصحابه وودّعهم. وبعد أن لقي والده زار بيت المقدس والخليل، وعاد إلى نوى فمرض بها وتوفّي في ٢٤ من رجب في نفس السنة.

رحم الله الإمام النووي رحمة واسعة وحشره مع الذين أنعم الله عليهم من النّبيّين والصّدّيقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا.

(كتبه راجي عفو ربّه أرواني أمين سوفار الإندونيسي تلخيصا من كتاب نزهة المتقين للشيخ الدكتور مصطفى البُغا وآخرين).

Pemateri: Ustadz Arwani Amin Lc. MPH



Memakai Lipstik

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah..Apakah memakai lipstik merupakan salah satu yg di haramkan?  Karena saya liat  banyak yang tidak pakai..

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Tidak memakai lipstik adalah bentuk kehati-hatian dari menghindar tabarruj .. ini ahsan, belum lagi bahannya yg tdk diketahui halal n haramnya.

Setiap wanita tidak sama dalam kesiapan mental dalam hal ini, maka bagi yg tahap belajar dan baru berjalan menuju Kaaffah saya cnderung tidak melarang kalo tipis2 saja .., tapi sudah seharusnya bagi wanita yg iffah dan taqwa kepada Allah untuk menghindarinya ..

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Farid Nu’man