KISAH NABI ADAM A.S. (4)

Brother and Sista,

Apa khabarnya? Masih ingat pembahasan kita tentang Kisah Nabi Adam a.s. sampai dimana, kan? Kita coba lanjutkan ya materinya.

Dari berbagai nash yang kita terima hari ini, berikut ini kelanjutan beberapa fakta terkait dengan Nabi Adam a.s., sebagai manusia pertama yang diciptakan-Nya di muka bumi, sbb.:

12.  Keturunan Nabi Adam a.s. tercipta ketika Allah ﷻ mengusap punggung Nabi Adam a.s., dan terciptalah seluruh keturunannya hingga hari Kiamat. Di antara ciptaannya berbeda-beda dari seluruh sifat dan kenikmatannya serta amal-amalannya, dengan tujuan untuk mengetahui mana yang tetap bersyukur kepada Rabb-nya. Pada saat itulah Adam a.s. tertarik bertanya terkait salah satu keturunannya dengan cahaya yang khusus, yakni Nabi Daud a.s., dan beliau memberikan 40 tahun jatah umurnya untuk Nabi Daud a.s. sehingga memiliki umur 100 tahun.

13.  Keturunan Nabi Adam a.s. telah dimintakan persaksiannya pada saat itu, di Yaumi Alastu, agar tidak ada yang nanti lalai bahwa kehidupan di dunia sejatinya adalah waktu untuk merealisasikan janji yang pernah diikrarkan. Allah ﷻ berfirman dalam Q.S. Al-A’rāf [7] ayat 172:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”

14. Nabi Adam a.s. diciptakan dengan ketinggian 60 hasta x 7 hasta (HR. Ahmad) dan kemudian anak keturunannya akan mengalami penurunan ketinggian jasad. Setiap yang memasuki Jannah memiliki ketinggian seperti Adam a.s. Hari Jum’at adalah hari yang mulia, diantaranya karena pada hari itu Nabi Adam a.s. diciptakan, pada hari itu pula ia dimasukkan ke Surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari Surga. (HR. Muslim)

Sampai disini dulu ya Brother and Sista. Ada yang mau ditanyakan? Kita akan lanjutkan poin-point terkait sosok Adam a.s. pada tulisan selanjutnya ya.

Oleh: Pemateri: Dr. Wido Supraha

NAZAR

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…saya bulan november bernazar jika saya naik pangkat bulan april maKa saya akan traktir teman2 ngajar,tapi tenyata ada kendala sehingga kenaikkan pangkat saya ditunda sampe oktober tahun ini. apakah nazar saya hrs tetap dilaksanakan?mohon penjelasannya. #A 42

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Apakah bernadzar itu boleh (mubah), mendapat pahala (sunnah), kurang baik (makruh) atau dilarang (haram)?

Ada beberapa pendapat ulama yang berbeda karena adanya dalil Quran dan hadits yang juga bermacam-macam. Intinya, nadzar sebaiknya dihindari. Tapi kalau sudah terjadi, maka wajib (harus) dipenuhi kalau nadzarnya berkaitan dengan ibadah. Seperti tersebut dalam hadits sahih:

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِه

Barangsiapa yang bernadzar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nadzar tersebut. Barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya.
(HR. Bukhari no. 6696)

A. Nadzar itu Sunnah (baik dan mendapat pahala)

Dalil dari Quran:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ

“Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nadzarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah 2:270)

B. Nadzar itu Makruh (sebaiknya tidak dilakukan)

Dalil dari hadits:

نهي النبي عَنِ النَّذْرِ قَالَ إِنَّهُ لاَ يَرُدُّ شَيْئًا ، وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ

Nabi melarang untuk bernadzar, beliau bersabda: ‘Nadzar sama sekali tidak bisa menolak sesuatu. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang yang bakhil (pelit)’. (HR. Bukhari Muslim)

لاَ تَنْذُرُوا فَإِنَّ النَّذؒرَ لاَ يُغْنِى مِنَ الْقَدَرِ شَيْئًا وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ

Janganlah bernadzar. Karena nadzar tidaklah bisa menolak takdir sedikit pun. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang yang pelit. (HR. Muslim)

HUKUM MENUNAIKAN/MELAKSANAKAN NADZAR

(1) Nazar taat dan ibadah, hukumnya wajib ditunaikan dan bila dilanggar harus membayar kaffarah (tebusan).

(2) Nazar mubah, yaitu bernazar untuk melakukan suatu perkara yang mubah/diperbolehkan dan bukan ibadah maka boleh memilih melaksanakannya atau membayar kafarah. Sebagian ulama bahkan membolehkan untuk tidak menunaikan nadzarnya dan tidak perlu membayar kafarah (tebusan)

(3) Nazar maksiat, nazarnya sah tapi tidak boleh dilaksanakan dan harus membayar kaffarah. Sebagian ulama berpendapat tidak perlu membayar kafarah (tebusan) berdasarkan hadits Nabi:

لا نذر في معصية الله ولا فيما لا يملك العبد
Tidak ada nadzar dalam maksiat pada Allah …
 (HR Muslim)

(4) Nazar makruh, yaitu bernazar untuk melakukan perkara yang makruh maka memilih antara melaksanakannya atau membayar kaffarah.

(5) Nazar syirik, yaitu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah maka nazarnya tidak sah dan tidak ada kaffarah, akan tetapi harus bertaubat karena dia telah berbuat syirik akbar

Menyimak penjelasan di atas berarti nadzar yang dilakukan termasuk nadzar mubah jadi kembali ke anti mau menunaikan atau bagaimana.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Shalih Pribadi Tapi …..

Realita politik di DKI Jakarta, mungkin bisa menjadi barometer wajah politik umat Islam Indonesia

Polarisasi pemilih memang menyesuaikan tipikal paslon gubernur

Tapi ternyata, tidak selalu muslim memilih muslim, tidak sedikit muslim memilih non muslim, betapa pun non muslim tersebut begitu buruk perangai dan kebenciannya kepada umat Islam dan ulama

Uniknya lagi, ada juga yang memilihnya adalah orang-orang yang sebenarnya rajin shalat, rajin ke masjid, mungkin dia juga berzakat dan bersedekah dan ritual ibadah lainnya

Baik mereka yang strata pertengahan atau bawah

Artinya, untuk keshalihan pribadi dengan ibadah-ibadah terbatas, mereka tidak ada masalah sama sekali.

Maraknya ta’lim yang mereka ikuti, kajian-kajian spiritualitas, nampaknya hanya untuk memenuhi sisi kosong jiwa  mereka saja

Tapi kenapa mereka memilih non muslim juga, masih bagus jika non muslim tersebut berpihak kepada Islam, tapi ini berkali-kali menunjukkan antipatinya kepada Islam dan ulama?

Atau, kenapa masih suka bergelimangan dengan pinjaman-pinjaman atau cicilan ribawi?

Ini bisa jadi tidak sederhana, tapi yang paling mudah terlihat adalah pemahaman mereka pada batas keshalihan; yang penting saya sudah melaksanakan rukun Islam!

Ada pun Islam dalam artian sebuah tatanan hidup yang mewarnai semua sendi kehidupan belum menjadi sesuatu yang menarik dan menggoda. Bahkan bisa jadi mereka asing bahkan menolaknya

Jadi, yang dikatakan Islami itu jika sudah shalat, zakat, haji, shaum, umrah, …. mereka sangat menikmati itu semua

Namun, untuk keluarga Islami, ekonomi syariah, politik syariah, pergaulan Islam, busana Islam .. mrk tidak memandang penting bahkan menyebutnya “Islam Politik”, dengan pandangan skeptis

Ya, mereka sudah masuk shalih pribadi, dan ini perlu diapresiasi .., tapi masih perlu dilanjutkan dengan shalih sosial, shalih politik, shalih ekonomi dan lainnya ..

Allahu Yahdina ilaa sawaa’is sabiil

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Keutamaan Tahajjud

Assalamu’alaikum adik-adik, apa kabarnya hari ini, semoga kita masih dalam naungan rahamt Allah swt, aamiin. Kali ini kita akan membahas tentang Tahajjud

Sebagian ulama ahli hikmah berkata: “Aku mencari pelita hati dalam shlat siang hari,  tapi aku menemukannya dalam shalat di malam hari.”

“Dan dari sebagian malam hendaklah engkau melaksanakan shalat tahajjud sebagai tambahan bagimu. Semoga Allah membangkitkan kamu di tempat yang terpuji”. (QS. Al-Isra:79)

“Sedekat-dekat Tuhan dari hamba-Nya adalah pada tengah malam yang terakhir, apabila kamu mampu menjadi orang yang suka berdzikir kepada Allah pada saat itu, jadilah” (HR. Turmudzi, Nasa’i, dan Hakim)

Samurah bin Jundub mengatakan “Rasulullah saw memerintahkan kami agar melaksanakan shalat malam sedikit atau banyak dan menjadikan akhirnya shalat witir” (HR. at-Tabrani dan al-Bazzar)

Ibnu abbas mengatakan “kami disuruh oleh Rasulullah saw melakukan shalat malam dan supaya menggemarinya, hingga ia mengatakan: “Lakukan shalat malam sekalipun satu rakaat” (HR. at-Tabrani)

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya malam dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu…” (QS. Al-Muzamil: 20)

Wallaahu’Alam..

Oleh: Ustadzah Ida Faridah

Memutar Badan Bagi Imam Setelah Selesai Shalat adalah Sunnah

Dari Jabir bin Yazid bin Al Aswad, dari ayahnya, dia berkata:

شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّتَهُ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ صَلَاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ قَالَ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ وَانْحَرَف

“Aku pernah berhaji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu aku shalat subuh bersamanya di masjid Al Khaif.” Ia berkata; “Ketika beliau selesai melakasanakan shalat subuh dan Beliau memutar badannya …. ” (Hr. At Tirmidzi No. 219, katanya: hasan shahih)

 Syaikh Abul ‘Ala Al Mubarkafuri Rahimahullah berkata:

قلت والظاهر أن المعنى انحرف عن القبلة وقال بن حجر أي جعل يمينه للمأمومين ويساره للقبلة كما هو السنة

Aku berkata: yang benar maknanya adalah berpaling dari kiblat. Ibnu Hajar berkata: yaitu menjadikan posisi sebelah kanan badan ke arah Ma’mun, dan bagian kiri ke arah kiblat. Sebagaimana itu adalah sunnah.

Syaikh Abul ‘Ala Al Mubarkafuri, Tuhfah Al Ahwadzi, 2/3. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah

Wallahu A’lam

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

Poligami

Assalamualaikum ustadz/ustadzah…mau bertanya tentang keluarga
1. Bagaimana sikap kita terhadap kakak laki2 yang ingin menikah lagi padahal dalam rumah tangganya tidak ada masalah serius.
2. Sang kakak menikah dengan wanita yang akan menjadi teman bisnisnya alasannya akan sering berdua didalam mobil jadi untuk menjaga dari fitnah kakak saya akan menikahi wanita tsb. Apakah alasannya sudah syari? Apakah niat kakak saya itu benar/kurang tepat.
3. Istri pertama sudah mengikhlaskan karena pertimbangan demi kebaikan keluarga juga kebetulan siwanita yang akan dinikahi seorang janda kaya punya beberapa bisnis yang menjanjikan.. mohon pencerahan ustadz/ustadzah.

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah…

Pada dasarnya poligami diperbolehkan sesuai ayat alquran di QS An Nisa 4:3

Ayat ini memberi catatan bahwa poligami dapat dilaksanakan bila aman dari potensi kedzhaliman diantara para istri baik dalam hal pemenuhan nafkah lahir, bathin ataupun pergiliran.

Poligami dilakukan oleh seorang Muslim jika menghadirkan kemaslahatan syariah, sosial dan dakwah. Misal mengatasi ketidakseimbangan jumlah laki-laki dengan perempuan, atau masalah keturunan dimana ada para istri yang Allah taqdirkan tidak bisa memberikan keturunan.

Pelaksanaan poligami memiliki batasan-batasan yang sudah diatur syara’ , dengan tujuan menghadirkan dan menegakkan keadilan didalam keluarga yang mengamalkan poligami secara utuh sesuai tuntunan Rabbaniyyah.

Dalam hal batasan, terdapat 2 syarat penting bagi seorang suami dianggap memenuhi syarat untuk melakukan poligami :

1. Memiliki kemampuan ekonomi dengan memberikan nafkah yang lebih kepada istri-istri dan anak-anak-nya. Karena tidak halal seorang suami menikah baik itu dengan satu istri ataupun lebih kecuali ia memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi setelah menikah kelak seperti disebutkan dalam hadist,

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu hendaknya ia menikah. Karena menikah itu bisa menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)

Mampu disini artinya suami yang memang mampu memberi nafkah kepada istri-istrinya, dan bukan menjadikan salah satu istrinya sebagai sumber inspirasi pemenuhan kebutuhan ekonomi bagi dirinya.

2. Memiliki kemampuan dan potensi yang terukur secara syara’ dalam berlaku adil kepada istri-istrinya, baik dalam memberikan tempat tinggal, makanan, pakaian dan giliran secara penuh serta hal lainnya.

Jika secara objektif seorang suami dipandang tidak bisa berlaku adil maka makruh baginya untuk berpoligami untuk menghindari mafsadat yang mungkin muncul dikemudian hari.

“Apabila seorang laki-laki memiliki dua orang istri lalu ia tidak berlaku adil kepada keduanya maka ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh yang terjatuh” (HR Tirmidzi)

“Apabila seorang laki-laki memiliki dua orang istri lalu ia tidak berlaku adil kepada keduanya maka ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh yang miring” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, Ad Darimi)

Berkaitan dengan pertanyaan saudari diatas, bagaimana harusnya keluarga bersikap, maka yang harus dipastikan dan coba untuk diingatkan kepada suami yang hendak melakukan poligami tersebut adalah 2 syarat utama diatas. Bahas bersama ulama atau ahli agama yang shalih.

Di zaman yang penuh fitnah ini, sangat penting untuk menghadirkan Ulama atau Ahli Agama yang shalih sebagai pihak untuk membantu menjaga keshahihan amal yang akan dikerjakan, dalam hal ini adalah sunnah Poligami.

Selanjutnya, tentang alasan yang diajukan seperti yang tercantum dalam pertanyaan, sepertinya harus kembali ditegaskan dan dibicarakan. Apakah semata hanya karena masalah teknis pertemuan bisnis yang sebenarnya bisa di siasati untuk menghindari khalwat dengan selalu menyertakan istri dalam perjalanan bisnis ataukah ada alasan lainnya yang lebih bersifat pribadi? Perlu dibicarakan dengan ulama atau ahli agama yang terdekat.

Juga untuk alasan karena sang wanita adalah seorang janda dengan bisnis yang banyak dan berhasil, tentunya ini juga harus dipertimbangkan dengan matang untuk perjalanan kehidupan kedepannya. Apakah ini lebih dominan menghadirkan potensi kebaikan atau sebaliknya berpotensi menimbulkan masalah dalam rumah tangga? Apalagi selama ini rumah tangga penanya tidak cukup teruji dengan adanya masalah rumah tangga.

Misalnya, perlu memperhatikan akhlak ataupun suluk dari wanita calon madu tersebut, kondisi agama dan keimanannya. Karena tentunya ini akan sangat berpengaruh untuk kehidupan selanjutnya bagi kedua istri dan keluarganya.

Jangan sampai alasannya semata karena bisnis atau harta, sehingga kedepannya justru menghadirkan potensi masalah ketidakadilan berdasar ketimpangan kekuatan ekonomi dari istri pertama dan kedua. Harta/bisnis sudah seringkali menjadi masalah besar yang menjadi pemicu konflik hingga keretakan rumah tangga.

Saran kami, hendaknya melakukan pemetaan bersama terlebih dulu, di mediasi ahli agama yang shalih, khususnya untuk membahas secara objektif masalah-masalah yang akan dihadapi jika memang harus melakukan poligami meskipun istri pertama sudah bersedia. Jangan sampai niat baik istri sholihah berbuah duka dan luka. Sebaik-baik suami adalah yang paling baik sikapnya dan akhlaknya terhadap istri-istrinya.

Sekali lagi, poligami bukan sekedar masalah ijin yang diberikan dengan ikhlash penuh keridhoan. Tapi lebih dari itu. Apalagi jika didalam prosesnya ada unsur bisnis/harta/ekonomi yang potensi mudorat maupun manfaatnya perlu saling difahami.

Sejatinya, tujuan harta atau bisnis tidak bisa dijadikan alasan utama secara syara’ untuk melatar belakangi sebuah pernikahan. Kalaupun ternyata alasan itu tidak bisa dihindari, maka pelaksanaannya kemudian harus dipersiapkan dengan baik dan seksama untuk menghindari munculnya potensi masalah-masalah besar yang akhirnya akan membawa mudharat untuk kehidupan pernikahan kelak.

Wallahu’alam bisshowab

Dijawab oleh Ustadzah Fitri

Allah Ta’ala dan RasulNya Telah Menjamin Kemenangan Bagi Kaum Muslimin

Allah Ta’ala berfirman:

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (8) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ (9)

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut mereka, namun Allah menyempurnakan cahaya (agama)Nya walau orang-orang kafir membencinya. Dialah (Allah) yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas semua agama-agama, walau orang-orang musyrik membencinya. (Qs. Ash Shaf: 8-9)

Dalam Tafsir Al Muyassar:

الله هو الذي أرسل رسوله محمدا بالقرآن ودين الإسلام؛ ليعليه على كل الأديان المخالفة له، ولو كره المشركون ذلك.

Allah, Dialah yang mengutus seorang rasul yaitu Muhammad, dengan membawa Al Quran dan agama Islam, untuk meninggikannya di atas semua agama yang menyelisihinya, walau orang-orang musyrik membenci agama itu (Islam). (Tafsir Al Muyassar, 10/122)

Dari Ubai bin Ka’ab Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

بَشِّرْ هَذِهالْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ، وَالدِّينِ، وَالنَّصْرِ، وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْضِ

“Berikan kabar gembira kepada umat ini dengan keagungan, ketinggian, agama, pertolongan, dan kedudukan kuat di muka bumi.”

(HR. Ahmad No. 21220, Syaikh Syu’aib Al Arna’uth mengatakan: isnaduhu qawwiy-isnadnya kuat. Juga diriwayatkan oleh Asy Syaasyi No. 1491, Al Hakim, 4/311. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 6834, 10335, juga dalam Dalail An Nubuwah, 6/317-318 , dari jalan Zaid bin Al Hibab, dan lain-lain. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahihul Jami’ No. 2825)

Bisa jadi, kaum muslimin kalah di beberapa front pertempuran, beberapa mimbar perjuangan, dan beberapa  periode pertarungan …. Tapi, itu tidak seberapa dibanding kemenangan besar yang telah dan akan mereka raih.

Imam Asy Syaukani Rahimahullah berkata:

وهذا الوعد لهم بالنصر ، والغلبة لا ينافيه انهزامهم في بعض المواطن ، وغلبة الكفار لهم ، فإن الغالب في كل موطن هو : انتصارهم على الأعداء ، وغلبتهم لهم ..

“Ini adalah janji pertolongan untuk mereka, dan kemenangan  tidak berarti meniadakan adanya kekalahan mereka di beberapa medan perang, dan kemenangan orang-orang kafir terhadap mereka, sebab pemenang dalam semua medan adalah pertolongan untuk mereka atas musuh-musuhnya, kemenangan mereka atas musuh-musuh tersebut ….” (Fathul Qadir, 6/224. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Wallahul Musta’an

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

REUNI

Assalamualaikum ustadz /ah ,beberapa bulan ini alhamdulillh sdh hijrah dari kebiasaan masyarakat pada umumnya ke sunnah ..namun dada terasa sesak di saat mengetahui teman2 sekolah dulu begitu indah kelihatannya, sudah punya rumah,mobil dan pekerjaan yg bagus,ujung2 nya baper…saya hrs bagaimana ya ustadz,apalagi dlm waktu dekat akan ada reuni!

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Kita memiliki Allah dan kita akan kembali kepada Allah dalam skala waktu yang kita tidak tahu sampai kapan batasnya.

Kebersamaan kita dengan Allah ﷻ telah menghilangkan selera kita untuk mengejar yang fana secara berlebihan.

Rasa rindu bertemu dengan Allah ﷻ membuat kita tidak sabar menanti masa-masa paling indah tersebut, dan mendorong semangat kita untuk melakukan apapun yang membuka lebar peluang pertemuan puncak kebahagiaan itu

Allah ﷻ telah berfirman dalam Q.S. At-Taubah [9] ayat 128-129:

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٢٨ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُلۡ حَسۡبِيَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ ١٢٩

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ´Arsy yang agung”.

Jadilah diri Anda, teladanilah Rasul Tercinta. Rasul adalah sosok kaya yang tidak hidup dengan cara orang-orang kaya kebanyakan. Rasul adalah sosok mulia yang dimuliakan karena jati dirinya, bukan karena hartanya. Rasul adalah sosok terhormat yang mendapatkan tempat terhormat di tengah manusia karena pemikirannya. Yassirlak.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

Kisah istri Nabi Ayyub

Dia adalah Rahmah binti Ifraaim bin Yusuf bin Ya’qub AS. Terkenal sebagai istri yang sangat sabar menghadapi ujian sakit suaminya. Dijuluki istri yang solihah yang tetap disisi suaminya dalam ujian dan cobaan hingga Allah menyembuhkan penyakitnya. Nabi Ayyub AS diberikan cobaan oleh Allah SWT dengan sakit parah dan kehilangan harta serta anak-anaknya. Tidak tersisa sedikitpun kecuali istri solihah yang bekerja untuk mendapatkan makanan dan minuman. Saat sakit nabi Ayyub AS berada dipuncaknya, orang-orang mengkhawatirkan istrinya membawa virus dan menularkan kepada mereka karena dialah satu-satunya orangvyang berinteraksi intensif dengan nabi Ayyub.

Suatu hari Rahmah yg bekerja untuk mencari makanan. Datanglah Iblis yang berpura-pura sebagai tabib. Maka Rahmah memanggilnya untuk mengobati nabi Ayyub. Iblis berkata:”Aku akan mengobatinya dengan syarat jika ia sembuh, dia harus mengatakan engkaulah yang telah menyembuhkanku.” Maka Rahmah menyampaikannya kepada nabi Ayyub. Nabi Ayyub As marah dan memukulnya seraya mengatakan:”Celaka engkau, sesungguhnya dia itu syetan.”

Nabi Ayyub As terus tanpa henti berdo’a meminta pertolongan kepada Allah agar diberikan kesembuhan. Maka Allah memberikan wahyu agar ia menginjak tanah keras-keras hingga keluarlah air tawar darinya dan ia minum serta mandi dengannya sampai dengan kekuasaan Allah dia sembuh.

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ (٤١)

Artinya :
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya,”Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (٤٢)

(Allah berfirman), “Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”

وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَة مِنَّا وَذِكْرَى لأولِي الألْبَابِ     (٤٣)

Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat-gandakan jumlah mereka sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.
(QS Shaad:41-43)

Saat mata air memancar, nabi Ayyub As mandi dengan air tersebut maka hilanglah penyakit di bagian permukaan tubuhnya dan ketika nabi Ayyub As minum, hilanglah penyakit yang ada didalam tubuh beliau. Kemudian Allah memberinya 2 helai kain putih. Yang satu ia pakai untuk sarung yang satu ia selendangkan di bahunya. Setelah rapi ia bergegas menemui istrinya yang tidak mengenalinya. Rahmah mengucapkan salam kepadanya dan  bertanya:”Kemana laki-laki dengan penyakit ditubuhnya
?” Nabi Ayyub As bertanya:”Siapa namanya?” Rahmah menjawab:”Dia nabiyullah Ayyub As” Kemudian dia memperhatikan laki-laki itu seraya berkata:”Engkau mirip sekali dengannya saat ia masih sehat.” Nabi Ayyub As berkata:”Sesungguhnya Allah telah mengembalikan kesehatan dan hartaku karena keagungan-Nya.” Kemudian ia berfikir dalam dirinya…apa yang harus aku lakukan terkait janjiku kepada Allah yaitu bila aku sembuh aku akan memukulnya (istrinya) 100 kali? Apakah aku tega dan ia terima setelah demikian besar pengorbanannya selama aku sakit?

Hari berlalu dan perang batin berkecamuk dalam jiwa nabi Ayyub As. Ia ragu untuk merealisasikan janjinya khususnya ketika ia ingat akan kesetiaan istrinya yang tetap mendampingi dan melayani dengan baik saat harta dan keluarganya telah pergi. Perang batin terus berkecamuk. Apakah janjinya kepada Allah untuk memukulnya harus ia lakukan ataukah ia lebih memilih kasih sayang dan kesetiaan yang telah diberikan istrinya dengan ikhlas?

Nabi Ayyub As mulai menemukan solusi. Allah mewahyukan kepadanya untuk mengumpulkan seratus batang lidi yang diikat dan dipukulkan kepada istrinya satu kali saja. Sebagai bentuk pemenuhan janji/sumpah yang telah ia sampaikan kepada Allah.

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ (٤٤)

Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). (QS Shaad:44)

Rahmah faham dengan makna sumpah sehingga ketika suaminya melakukan itu kepadanya, dia tidak menolak atau marah. Akan tetapi dia mendukung penunaian sumpah kepada Allah dan menerima tubuhnya dipukul oleh nabi Ayyub. Karena Rahmah faham bahwa dalam kondisi sulit dulu, suaminya tidak lagi punya jaminan apa-apa kepada Allah kecuali dirinya sebagai istri.

Hikmah Kehidupan:

Inilah karakter utama istri solihah yang ta’atnya kepada suami tidak dipengaruhi oleh kondisi fisik akan tetapi dilandasi oleh keta’atan kepada Allah. Ia setia dan ta’at kepada suaminya selagi suami ta’at kepada Allah.

Dalam kondisi tertentu (seperti suami sakit atau pergi berjihad) , maka tanggung jawab mencari nafkah berada di tangan istri. Oleh karenanya perempuan sebagai istri harus memiliki kemampuan untuk mencari uang bukan hanya mengelola uang.

Dalam kondisi sakit seseorang perlu support terutama dari pasangannya. Semakin berat penyakit, semakin besar dukungan yang dibutuhkan. Dan dukungan terutama dari pasangan menjadi bagian dari obat.

Ikhtiar dalam pengobatan harus terus dilakukan. Bahkan saat sebagian orang mengatakan bahwa penyakit yang diderita belum ada obatnya. Dengan disertai do’a yang khusyu, solusi akan Allah berikan.

Sakit yang parah dan panjang tidak boleh membuat orang berpaling atau terganggu aqidahnya. Dokter sehebat apapun harus diyakini sebagai pemberi wasilah dan yang memberi kesembuhan hanya Allah.

Sumpah kepada Allah adalah janji yang harus dipenuhi. Seberat apapun isi sumpah itu. Meninggalkannya tercatat sebagai hutang bahkan khianat.

Dalam kondisi memiliki hajat/kebutuhan, seseorang boleh mengajukan permohonan kepada Allah dengan konsekwensi/janji. Misalnya: jika saya sembuh dari sakit maka saya akan memukul istri saya 100 kali. Karena hanya tinggal istri yang dimiliki nabi Ayyub As.

Dukungan penuh seorang istri kepada keta’atan suaminya, tidak mengenal batas. Bahkan jika ia harus mengorbankan dirinya sendiri.

Benarlah hadits yang disampaikan Rasulullah SAW :”Dunia ini perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan yang solihah”.

Wallohu a’lam bishshowwab

Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj

GO PAY, Riba kah?

Assalamualaikum Ustadz/ah.. nanya. Ada yg bilang go pay itu riba. Benarkah?
Member Manis

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Untuk melihat bagaimana status akad pada go-pay, kita simak dulu FAQ yang diberikan oleh go-pay,

GO-PAY adalah dompet virtual untuk menyimpan GO-JEK Credit Anda yang bisa digunakan untuk membayar transaksi di dalam aplikasi GO-JEK.

Saldo GO-PAY bisa digunakan untuk membayar biaya pengantaran dan/atau biaya produk yang digunakan di dalam aplikasi GO-JEK seperti GO-RIDE, transport untuk GO-BUSWAY, membeli makanan di GO-FOOD, membayar produk belanja di GO-MART, proses pindah barang di GO-BOX, dan pengiriman barang dengan GO-SEND.

Jika saya tidak mau menggunakan layanan GO-JEK lagi tapi masih memiliki sisa saldo GO-PAY, apakah sisa saldonya bisa saya uangkan?

#Jawab

Saldo GO-PAY untuk saat ini tidak bisa diuangkan.

Sumber: go-pay,co.id/faq/id

Melihat ketentuan yang diberikan pihak gojek, akad yang terjadi bukan utang piutang, tapi pembayaran akad ijarah yang disegerakan.

Berdasarkan ketentuan di atas, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pembayaraan go pay bukan utang piutang,

[1] Go-pay merupakan dompet untuk  membayar semua transaksi di dalam aplikasi GO-JEK

[2] Go-pay tidak bisa diuangkan atau dikembalikan. Artinya, pihak gojek tidak menerima pembatalan akad, bagi yang sudah beli voucher go pay.

Ini berbeda dengan akad utang piutang. Dalam akad utang piutang, uang yang kita serahkan kepada penerima utang, harus dikembalikan, dan selama uang itu masih ada, tidak akan hangus sampai dilunasi.

Dalam Fiqh Sunah disebutkan definisi utang (Qardh),

القرض هو المال الذي يعطيه المقرض للمقترض ليرد مثله إليه عند قدرته عليه

Utang adalah harta yang diberikan oleh orang yang menghutangi kepada orang yang menerima utang, untuk dikembalikan dengan yang semisal, ketika dia mampu membayar. (Fiqh Sunah, Sayid Sabiq, 3/144).

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi ancaman bagi orang yang berutang, sementara dia tidak mau mengembalikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya ada seseorang yang terbunuh di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), sementara dia masih memiliki utang, maka dia tidak masuk surga, sampai utangnya dilunasi.’” (HR. Nasa’i 4701 dan Ahmad 22493)

Sebagian ulama memahami bahwa hadis di atas berlaku untuk orang yang berutang dengan niat tidak mau melunasinya.

Ash-Shan’ani menyebutkan salah satu pendapat tentang hadis di atas,

ويحتمل أن ذلك فيمن استدان ولم ينو الوفاء

“Ada yang memahami bahwa ini berlaku bagi orang yang utang namun dia tidak berniat untuk melunasinya. (Subulus Salam, 3/51)

Selanjutnya kita akan melihat ketentuan ijarah…

Pada prinsipnya, yang ditawarkan gojek adalah jual beli jasa transportasi. Hanya saja, dikemas dengan lebih up to date, memaksimalkan pemanfaatan IT, dan kebutuhan pelanggan. Tidak ada beda dengan media transportasi lainnya.

Karena itu, objek transaksi dalam akad ijarah adalah jasa layanan transportasi.

Bolehkah dalam akad ijarah, uang dibayarkan lebih dulu sebelum jasa diberikan?

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

وما دامت الإجارة عقد معاوضة فيجوز للمؤجّر استيفاء الأجر قبل انتفاع المستأجر، … كما يجوز للبائع استيفاء الثّمن قبل تسليم المبيع، وإذا عجّلت الأجرة تملّكها المؤجّر اتّفاقاً دون انتظار لاستيفاء المنفعة

Selama ijarah berupa akad muawadhah (berbayar) maka boleh bagi penyedia jasa meminta bayaran (upah) sebelum memberikan layanan kepada pelanggan… sebagaimana penjual boleh meminta uang bayaran (barang yang dijual) sebelum barangnya diserahkan. Jika upah sudah diserahkan maka penyedia jasa berhak untuk memilikinya sesuai kesepakatan, tanpa harus menunggu layanannya diberikan. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 1/253).

Ini seperti akad salam. Transaksi uang dibayar tunai, barang menyusul. Hanya saja, objek transaksi akad salam adalah barang. Konsumen beli barang, uangnya dibayar tunai di depan, namun barang datang satu atau dua bulan kemudian.

Masyarakat kita banyak melakukan transaksi ini, seperti e-Toll atau e-money untuk pembayaran beberapa layanan yang disediakan oleh penyelenggara aplikasi. Akadnya adalah jual beli, dengan uang dibayarkan di depan, sementara manfaat/layanan baru didapatkan menyusul sekian hari atau sekian waktu kemudian.

Bolehkah ada diskon?

Kita lakukan perbandingan dengan akad salam.

Diantara keuntungan konsumen ketika mengadakan akad salam adalah konsumen mendapatkan barang dengan harga murah. Dan penjual mendapat modal untuk membeli barang dagangan lebih cepat.

Ibnu Qudamah keterangan ulama akan bolehnya salam

قال ابن المنذر : أجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم على أن المسلم جائز ولأن المثمن في البيع أحد عوضي العقد فجاز أن يثبت في الذمة كالثمن

Ibnul Mundzir mengatakan, ‘Para ulama yang saya kenal sepakat bahwa akad salam hukumnya boleh.’ Karena barang adalah salah satu objek transaksi, sehingga boleh ditangguhkan sebagaimana pembayaran.

Lalu beliau menyebutkan hikmah dibolehkannya Salam,

ولأن الناس حاجة إليه لأن أرباب الزروع والثمار والتجارات يحتاجون إلى النفقة على أنفسهم وليها لتكمل وقد تعوزهم النفقة فجوز لهم السلم ليرتفقوا ويرتفق المسلم بالاسترخاص

Manusia sangat membutuhkan akad ini, karena pemilik tanaman atau buah-buahan atau barang dagangan butuh modal untuk dirinya, sementara mereka kekurangan modal itu. Sehingga boleh melakukan akad salam, agar mereka bisa terbantu, dan konsumen mendapat manfaat dengan adanya diskon. (Al-Mughni, 4/338).

Karena secara prinsip, pemilik barang berhak untuk menentukan harga barangnya, selama harganya jelas. Penjual berhak memberikan diskon, bagi konsumen yang membeli dengan pembayaran tunai di muka sebelum barang diserahkan.

Bagi penjual, dia mendapat modal lebih cepat, sementara pembeli mendapat barang dengan harga murah.

Sebagaimana ini berlaku pada barang, ini juga berlaku untuk jasa. Sehingga boleh saja bagi konsumen yang memiliki credit go pay mendapatkan diskon dari pihak penyedia aplikasi…

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana