Fenomena Ernes dan Ahok, Serta Kelemahan Umat Islam

📌  Semakin banyak orang yang mengolok-olok Islam dan kaum muslimin

📌 Mulai dari mengolok-olok Allah, Rasulullah, dan kitab suciNya

📌  Ada yang terang-terangan, ada yang sembunyi-sembunyi

📌  Dalam setahun bisa terjadi berkali-kali ..

📌  Berkali-kali pula umat Islam marah tapi tidak berdaya

📌  Apalagi ada komentar,  “santai bro, Islam itu damai .. Islam itu _Rahmatan lil ‘alamin_ .. Islam itu tidak mudah kepancing … hati-hati sumbu pendek” yang datangnya dari orang-orang yang sok menjadi begawan dan negarawan

📌  Akhirnya, lengkap sudah penderitaan umat Islam .. agama diolok-olok, selesaikan dengan diam saja, lalu simpan dihati,  dan bawa masuk ke lubang kubur ..

📌 Ernes tidak sendiri .. Ahok juga .. mereka masih satu puzzle besar  _“wa lan tardha ‘ankal yahuudu walan nashaara hatta tattabi’a millatahum …”_

📌 Sehingga umat Islam seharusnya sudah paham hal ini, tidak usah heran ..

📌  Masih banyak Ernes dan Ahok yang lain .., karena mereka tahu umat Islam hari ini adalah buih, mayoritas tapi tidak ada wibawa .., tunggu saja pasti ada lagi dan lagi

📌 Mereka tahu umat Islam sedang sibuk dengan urusan yang tidak penting .. sibuk mendebatkan bumi datar atau bulat ..

📌 Atau masih mengungkit perdebatan belasan abad lamanya tentang qunut shubuh, tawasul kepada nabi sesudah wafatnya, ushalli dan tidak ushalli, maulid dan anti maulid .. sampai berdarah-darah, memfasikkan, membid’ahkan, bahkan mengkafirkan .. puas rasanya jika sudah berhasil menyebut kafir kepada sesama muslim

📌  Lelah .. capek … bosan .. muak .. melihat sebagian da’i senang menguliti lagi luka lama yang telah mengering .. Luka yang dulu sempat membuat sebagian ulama dikafirkan, dipenjara, difitnah, oleh kelompok lainnya .. lalu fitnah itu dihidupkan lagi

📌  Akhirnya, manusia semodal Ernes dan Ahok, semakin berani .. semakin banyak .. karena mereka tahu bahwa umat Islam bagaikan nenek tua yang bersolek menghilangkan keriput tapi kamarnya sedang terbakar api besar ..

📌 Atau bagaikan dokter yang lebih sibuk menyembuhkan penyakit kulit yang diderita pasien, padahal pasien tersebut sedang terserang stroke

📌  Sibuk dengan urusan furu, tapi lupa yang ushul … padahal nyawamu terancam!

📌  Kami teringat dengan nasihat Syaikh Abdullah ‘Azzam, dalam salah satu seri Tarbiyah Jihadiyahnya

📌  Dia menasihati mujahidin yang berasal dari Arab Saudi, agar tidak memaksakan fiqih Hambali kepada mujahidin asli Afghanistan yang Hanafi. Sebab, “ Aku khawatir moncong senjata kalian bukan ke arah Uni Soviet tapi ke sesama mujahidin!”

📌  Maka, fokuslah terhadap makar musuh-musuh Islam,  mereka itu musuh kita .. , sementara yang ini saudara  ..

📌  Jangan sampai salah memetakan lawan dan kawan, sebab itu kekalahan awal perjuangan

Wallahu A’lam

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Hijrah dengan Kaffah

Assalamu’alaykum ustadz/ah…Jika seseorang rajin mlaksanakan salahsatu ato beberapa sunnah rasul saw, tp ia tetep sering janjian dgn lawan jenis karena saling cinta walau ga pegang2an. Bagaimana cara meluruskan yg baik terhadap hatinya itu agar hijrahnya total?

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
🔓 _Amal Sunnah akan dibalas dengan kebaikan, dan Amal Maksiat akan dibalas dengan keburukan, maka sanggupkah kita menakar mana yang paling berat kelak di antara kedua timbangan itu?_

📌 Cintanya manusia pada satu atau beberapa Sunnah adalah wujud ilmu yang telah melekat pada dirinya.

📌 Jatuhnya ia kepada perilaku yang membuka pintu kemaksiatan adalah perbuatan zhahir yang boleh jadi disebabkan belum lengkapnya ilmu, belum totalnya hijrah, atau masih adanya penyakit dalam jiwanya

✅ Mari kita raih ridha Allah ﷻ dengan mengerjakan SELURUH yang diperintahkan-Nya, dan meninggalkan SELURUH yang dilarang-Nya, karena letak ‘kāffah’ ada pada makna SELURUH.

Wallahu a’lam.

Pemateri: Dr. Wido Supraha

Bunga Bank

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….tolong tanya ke ustad soal status bunga bank, bisa dipake untuk apa saja?
Temen ada dana, bunga bank yg ga dia pake, apakah bisa dipake nolong individu? Jzkllh
A04

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah..

Uang bunga bank konvensional adalah riba dan termasuk harta haram. Allah Ta’ala berfirman.

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Dan Allah  menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” [Al-Baqarah : 275]

Selain itu, ditegaskan dalam surah An-Nisa ayat 161:

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (Q.S. An-Nisa: 161)

Keharaman riba dijelaskan pula dalam kitab Al Musaqqah, Rasulullah bersabda :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Jabir berkata bahwa Rasulullah mengutuk orang yang menerima riba, orang yang membayarnya, dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian beliau bersabda, “Mereka itu semuanya sama.”(H.R Muslim)

 Hukum mengambil bunga bank menurut Ustadz Ammi Nur Baits Beliau adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh.

Ulama sepakat bahwa bunga bank sejatinya adalah riba. Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang hukum mengambil bunga tabungan di bank, untuk kemudian disalurkan ke berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pendapat pertama, bunga bank wajib ditinggal dan sama sekali tidak boleh diambil. Di antara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin. Sebagaimana keterangan dalam banyak risalah beliau.

Pendapat kedua, dibolehkan mengambil bunga bank, untuk disalurkan ke kegiatan sosial kemasyarakatan. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah Syaikh Ibnu Jibrin, ketika ditanya tentang hukum menyalurkan bunga bank untuk para mujahid. Setelah menjelaskan larangan menabung di bank kecuali darurat, beliau menegaskan,

“….dia boleh mengambil keuntungan yang diberikan oleh bank, semacam bunga, namun jangan dimasukkan dan disimpan sebagai hartanya. Akan tetapi dia salurkan untuk kegiatan sosial, seperti diberikan kepada fakir miskin, mujahid, dan semacamnya. Tindakan ini lebih baik dari pada meninggalkannya di bank, yang nantinya akan dimanfaatkan untuk membangun gereja, menyokong misi kekafiran, dan menghalangi dakwah Islam…” (Fatawa Islamiyah, 2:884)

Bahkan Syaikh Muhammad Ali Farkus dalam keterangannya menjelaskan,
“Bunga yang diberikan bank, statusnya haram. Boleh disalurkan untuk kemaslahatan umum kaum muslimin dengan niat sedekah atas nama orang yang dizalimi (baca: nasabah). Demikian juga boleh disalurkan untuk semua kegiatan yang bermanfaat bagi kaum muslimin, termasuk diberikan kepada fakir miskin.”

Wallahu a’lam.

Pemateri: Ustadzah Nurdiana

Kisah Maryam binti Imron

 فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Maka Tuhannya menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakariya[33]. Setiap kali Zakariya masuk menemui Maryam di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya[34]. Zakariya berkata: “Wahai Maryam! Dari mana (makanan) ini kamu peroleh?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa hisab.” (QS Ali Imron:37)

Zakaria menyiapkan mihrab untuk Maryam. Mihrab adalah ruangan yang berada di bagian depan tempat ibadah yang menjadi simbol penjagaan dan penghormatan. Saat Maryam sampai diusia balig, ia tenggelam menghabiskan seluruh waktunya dalam khusyu ibadah kepada Allah.

Kemuliaan dan karakter taqwa mulai tampak pada diri Maryam. Hampir setiap hari Zakaria mengantarkan makanan untuk Maryam. Dan ia selalu mendapatkan buah-buahan musim panas di saat musim dingin dan mendapatkan buah-buahan musim dingin disaat musim panas. Semuanya sudah tersedia di mihrab Maryam.
 Zakaria heran dan bertanya:”Darimana engkau dapatkan semua ini?” Maryam menjawab dengan jawaban iman:”Sesungguhnya semua itu dari sisi Allah. Ia memberi rizki siapa yang dikehendaki tanpa perhitungan.”
 وَإِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ (٤٢) يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata: “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu di atas segala wanita di dunia. Wahai Maryam! Taatilah selalu Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku” (QS Ali Imran : 42-43)
Saat Maryam beribadah di mihrab, malaikat menyerunya:”Sesungguhnya Allah memilihmu untuk menjadi sebaik-baik perempuan didunia.
Dia akan mengkhususkanmu untuk menjadi ibunda Isa AS yang akan Dia ciptakan dengan kalimatNya.
إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
“Ingatlah), ketika para malaikat berkata: “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada) Allah.” (QS Ali Imron : 45)

Maryam terkejut dan segera bersujud kepada Allah. Ia memohon diberi kekuatan agar mampu menghadapi berbagai kesulitan yang sudah terbayang olehnya. Apa kata orang-orang diluar sana? Bagaimana mereka menyikapi kehamilannya? Apa jawaban yang harus ia berikan? Bagaimana mungkin seorang perempuan yang suci, disucikan, ahli ibadah bisa hamil tanpa ada suami?
إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ (٤٥) وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

“(Ingatlah), ketika para malaikat berkata: “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada) Allah,
Dan dia berbicara kepada manusia (sewaktu) dalam buaian[16] dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk orang-orang yang solih.” (QS Ali Imron:45-46)

Malam itu…saat kedua mata Maryam hampir terpejam, sekelompok cahaya menerangi mihrabnya. Cahaya yang bersinar sangat terang….dari tengahnya keluarlah Jibril AS dalam wujud manusia. Maryam berkata:”Aku berlindung kepada Allah. Siapa engkau?” Jibril menjawab:”Aku adalah utusan Allah untukmu. Allah mengutusku kepadamu untuk memberi kabar gembira bahwa dengan kalimatNya, Dia akan menjadikanmu mengandung seorang nabiyulloh Isa AS.”
قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا (١٨) قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا
“Dia (Maryam) berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.”
Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS Maryam : 18-19)
Maryam bertanya:”bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak padahal belum pernah ada seorangpun yang menyentuhku? Aku seorang yang suci bersih.” Jibril menjawab:”Wahai Maryam…wahai perempuan yang disucikan Allah, sesungguhnya Allah telah memilihmu dan mengutamakanmu dari seluruh perempuan didunia ini. Sungguh Allah telah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu. Urusan Isa disisi Allah seperti urusan Adam yang Ia ciptakan dari kalimatNya yaitu kalimat ‘kun’ kemudian Ia simpan diperutmu.”
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke8i dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda kekuasaan Allah bagi seluruh alam.” (QS Al-Anbiya:91)

Maryam stres berat….ia nyaris depresi. Ketakutan menghantui fikirannya. Ia memilih menyendiri dan menutup diri. Ia mendengar kaumnya menuduhnya telah melakukan perbuatan keji. Bulan berlalu…dan tibalah waktu melahirkan.
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا (٢2) فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا (23) فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا (٢٤)وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا (٢٥) فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا
“Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata, “Wahai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan. Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.” (QS Maryam:22-26)

Maryam merasakan sakit yang luar biasa menjelang melahirkan. Ia sampai berandai-andai lebih baik mati saja. Sebagian mufassir menyebutkan, saat itu Maryam mendengar suara Jibril:”Sesungguhnya kasih sayang dan pertolongan Allah meliputimu. Jangan bersedih dengan kesendirianmu. Sesungguhnya didekatmu terdapat sungai. Goyangkanlah batang pohon kurma itu maka akan berjatuhanlah kurma-kurma ranum. Makanlah kurma itu dan minumlah dari sungai itu dan berbahagialah. Jika engkau bertemu dengan seseorang jangan bicara apapun padanya. Jika ia memaksa, katakanlah aku bernadzar hari ini tidak akan bicara dengan siapapun.”

 فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا (٢٧) يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

“Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.” (QS Maryam:27-28)
Maryam berjalan dengan membawa Isa dipelukannya. Orang-orang yang melihatnya terperanjat. Mereka berkata:”Engkau datang kepada kami membawa sesuatu yang asing wahai yang menyamai Harun dalam kesalihan dan ibadahnya. Ayahmu bukan orang yang berperilaku buruk dan ibumu bukan seorang pelacur.” Maka Maryam menunjuk anaknya agar mereka berbicara kepadanya. Bertambahlah kemarahan mereka dan mereka menyangka bahwa Maryam melakukan sihir kepada mereka. Namun Allah berkehendak agar Isa AS berbicara yang dengannya ia membersihkan nama ibunya sebagai perempuan terbaik didunia yang memiliki kesucian dan kemuliaan. Isa AS berkata:”Sesungguhnya aku seorang hamba Allah. Akan didatangkan kepadaku al-kitab dan Allah memilihku sebagai nabi dan dengan izinNya ia menjadikanku pengajar kebaikan. Aku akan berbakti pada ibuku dan aku tidak akan menjadi pemaksa bagi siapapun dan aku tidak akan ma’shiyat kepada Allah. Dan keamanan atas orang yang Allah lindungi pada hari kelahiranku, hari kematianku dan hari ketika aku diutus (kembali) dalam keadaan hidup.”

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا (٢٩) قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا (٣٠)وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا (٣١) وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا (٣٢) وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا (٣٣)

“Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
 Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
(QS Maryam : 29-33)

Pada saat nabi Isa As lahir, Agustus kaisar Romawi telah memerintah selama 42 tahun. Herodes (panglima Agustus) mendapat kabar dari para dukun bahwa seorang anak laki-laki telah lahir. Anak ini akan mengalahkannya suatu saat nanti dan mereka menganjurkan agar kaisar membunuhnya. Yusuf bin Najjar seorang kerabat Maryam mendengar rencana jahat ini. Ia segera menjemput Maryam dan Isa dan membawa mereka menuju Mesir.

Sampailah Isa dan Maryam di Mesir melalui Sinai dan hiduplah mereka disana, dipinggiran sungai nil. Orang-orang sangat menyukai Isa. Seorang anak muda yang cerdas, berwibawa, dan penuh kebaikan. Ketika Isa berusia 12 tahun, Herodes meninggal dunia. Kembalilah Maryam dan Isa ke Palestina dan mereka tinggal di An-Nashiroh sebuah desa dekat Al-Khalil.  Saat itu Allah menurunkan risalah kenabian.

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ (٤٨) وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

” Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil(yang berkata kepada mereka), “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit sopak. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.” (QS Ali Imron:49)

Di usia 30 tahun, Isa mulai mengobati orang dengan izin Allah. Ia melakukan pengobatan secara gratis. Ia juga mengusir setan dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Orang-orang menyukainya dan berkerumun disekitarnya. Akan tetapi sebagian rahib, mereka berkumpul untuk menghentikan dakwahnya. Orang-orang yahudi menempatkan seorang mata-mata untuk menangkap Isa, akan tetapi Allah menurunkan seseorang yang sangat mirip dengan Isa. Maka mereka menangkapnya dan menyalibnya.

Allah mengangkat Isa ke sisiNya
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (١٥٦) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (١٥٧) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka yang sangat keji (zina) terhadap Maryam,
Dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu siapa sebenarnya yang dibunuh itu, melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,
Tetapi (sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”( QS An-Nisa:156-158)

*Hikmah Kehidupan:*
🔸Rizki akan Allah berikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Maka berharap dan memintalah hanya kepadaNya.
🔹 Bisa jadi sesuatu yang terasa berat bagi manusia akan tetapi baik menurut Allah.
🔸 Maryam adalah perempuan dengan ujian terberat. Seorang perempuan suci, hamil tanpa pernah disentuh seorangpun, dikata-katai, depresi, terasing, menanggung semua bebannya seorang diri, menahan sakit, menghadapi kaumnya yang membencinya. Dan itu berjalan bukan hanya satu dua hari melainkan ia tanggung berbulan-bulan.
🔹 Dalam kondisi seorang perempuan lemah, Allah masih mensyaratkannya untuk berusaha/ikhtiar. Dan bukan sekedar usahanya yang Allah lihat akan tetapi juga kemauan untuk melakukan usaha itu.
🐟 Bagaimanapun sulitnya situasi, fitrah seorang ibu tetap menyayangi anaknya.
🔸 Orang baik itu ada dimana-mana dan teruslah bergaul dengan masyarakat agar kita tahu persis mana orang-orang baik itu.
🔹 Bersosialisasi adalah kebutuhan manusia. Setelah melahirkan Maryam kembali kepada kaumnya yang ia tahu sangat membencinya. Namun Maryam ingin membuktikan kebenaran dan kemuliaan dirinya.
🔸Hijrah adalah sunnah para nabi. Hijrah dilakukan untuk menyelamatkan aqidah, menyelamatkan dakwah dan menyelamatkan jiwa.

Wallohu a’lam bish showwab

Oleh: Ustadzah Eko Yulianto Siraj

Sumber Nilai Aqidah

Tidak seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah, tentang apa-apa yang wajib bagiNya dan apa yang harus disucikan dariNya melainkan Allah sendiri. Dan tidak seorang pun sesudah Allah yang lebih mengetahui tentang Allah selain Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.

Dengan demikian setiap masalah Aqidah adalah tauqifiyah. Artinya, tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar’i, tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalamnya. Karena itulah sumber-sumbernya terbatas kepada apa yang kita temukan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Rujukan manhaj aqidah yang benar hanya terbatas pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Maka segala apa yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang hak Allah wajib bagi setiap muslim  mengimaninya, meyakininya dan mengamalkannya.

Sedangkan apa yang tidak ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah mereka boleh menolak dan menafikannya dari Allah.

Karena kaedah ini maka tidak pernah ada pertentangan di antara kaum salafus saleh di dalam i’tiqad. Bahkan aqidah mereka adalah satu dan jama’ah mereka pun juga satu.

Firman Allah:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

_Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, …” (Ali Imran: 103)_

 Dalam ayat di atas Allah Taala  menjamin orang yang berpegang teguh dengan *hablullah*  (Al-Qur’an dan Sunnah RasulNya) dengan kesatuan kata, kebenaran aqidah dan kesatuan manhaj.

Allah  berfirman:

ٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

_“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripadaKu, lalu barangsiapa yang mengikut petunjukKu, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Thaha: 123)_

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 _Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (Al-‘An`ām:153)_

Dari sisi aqidah – generasi salaf Rasulullah SAW dan para sahabat Beliau,  dinamakan *firqah najiyah (golongan yang selamat).*

Sebab Rasulullah telah bersaksi bahwa merekalah yang selamat, ketika memberitahukan bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan yang kesemuanya di Neraka, kecuali satu golongan.

Ketika ditanya tentang yang satu itu, beliau menjawab:

 _“Mereka adalah orang yang berada di atas ajaran yang sama dengan ajaranku pada hari ini, dan para sahabatku.” (HR. Ahmad)_

Kebenaran sabda Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam tersebut telah terbukti ketika sebagian kaum muslimin membangun aqidahnya di atas landasan selain Kitab dan Sunnah, yaitu di atas landasan ilmu kalam dan kaidah-kaidah manthiq yang diwarisi dari filsafat Yunani dan Romawi maka terjadilah penyimpangan dan perpecahan dalam aqidah yang mengakibatkan pecahnya umat dan retaknya masyarakat Islam.

Wallahu a’lam

Pemateri: Ustadz Aus Hidayat Nur

Lupa Mandi Junub

Assalamu’alaikum ustadz/ah..saya seorang suami, sebelum tidur kita berhubungan suami istri, paginya ketika sholat shubuh saya lupa mandi junub hingga masuk kerja. bagaimana sholat shubuh saya ?? harus di qodho atau bagaimana??? mohon penjelasannya. jzk #i09

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa Ba’d:

Keadaan suci, baik dari najis dan hadats, merupakan syarat keabsahannya shalat sebagaimana keterangan semua madzhab. Hal ini berdasarkan dalil-dalil berikut:

Allah ﷻ berfirman:
وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Dan jika kalian junub maka bersucilah. (QS. Al Maidah: 6)

Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

لا تقبل صلاة بغير طهور

Shalat tidaklah diterima dengan tanpa bersuci. (HR. At Tirmidzi No. 1. Imam At Tirmidzi berkata: hadits ini adalah yang paling shahih dan hasan dalam bab ini. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: isnadnya shahih. Lihat Fathul Bari, 3/278)

Dari Ali Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطَّهُورُ

Kunci pembuka shalat adalah bersuci. (HR. At Tirmidzi No. 3, Abu Daud No. 61. Imam Al Munawi mengatakan: isnadnya Shahih. Lihat At Taysir bisyarhil Jaami’ Ash Shaghiir, 2/730)

Syaikh Abul ‘Ala Al Mubarkafuri Rahimahullah menjelaskan:

وسمى النبي صلى الله عليه و سلم الطهور مفتاحا مجاز لأن الحدث مانع من الصلاة

Nabi ﷺ menamakan bersuci adalah “kunci” merupakan majaz, karena hadats merupakan penghalang dari shalat. (Tuhfah Al Ahwadzi, 1/33)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

ويجب على المصلي أن يأتي بها بحيث لو ترك شيئا منها تكون صلاته باطلة

Wajib bagi orang yang shalat untuk mendatangkan syarat sahnya shalat, yang jika dia tinggalkan satu bagian saja, maka shalatnya batal. (Fiqhus Sunnah, 1/123) Dan, salah satu syarat sahnya shalat itu Beliau sebutkan adalah suci dari hadats besar dan kecil.

*Bagaimana jika terlanjur shalat tanpa  tapi masih junub?*

Jika melakukannya karena lupa, maka dia tidak berdosa, tapi wajib mengulanginya, yaitu dia lakukan saat dia mengingatnya. Sebab, shalat yang telah dia lakukan tidak sah, dan mandi yang dia lakukan juga mandi biasa, sebab dia tidak meniatkan sebagai mandi junub.

Imam Ibnu Rajab Al Hambali Rahimahullah menjelaskan:

تمييز العبادات بعضها عن بعض ، كتمييز صلاة الظهر من صلاة العصر مثلاً  وتمييز صيام رمضان من صيام غيره ، أو تمييز العبادات من العادات ، كتمييز الغُسل من الجنابة من غسل التبرد والتنظف ، ونحو ذلك، وهذه النيَّةُ هي التي تُوجد كثيراً في كلام الفقهاء في كتبهم .

(Niat) itu   membedakan sebagian ibadah dengan ibadah lainnya, seperti membedakan shalat Dzuhur dengan shalat Ashar, membedakan puasa Ramadhan dengan puasa lainnya. Atau membedakan antara ibadah dengan adat kebiasaan, misalnya *membedakan antara mandi junub dengan mandi untuk menyejukkan badan atau membersihkannya,* dan lain sebagainya. Niat seperti inilah yang banyak sekali dijumpai di perkataan para fuqaha’.  *(Jaami’ Al ‘Uluum wal Hikam, hal. 11)*

Jika dia belum mandi junub, maka mandilah dengan niat mandi junub, lalu shalatlah. Demikian.

Wallahu a’lam.

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Perempuan Keluar Malam untuk Pengajian

Assalamu’alaikum,Afwan ustz mau bertanya
Apa hukum jika seorang perempuan pergi keluar rumah pada malam hari tuk pengajian/mendengar ceramah yang pergi bersama teman-teman perempuan dan tanpa mahram?

Bagaimana pandangan Islam jika yang mengantar pulang akhwat adalah ikhwan namun mereka pakai motor sendiri2/dan lebih beberapa orang?
Terimakasih

Jawaban
——-

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Bismillah wal Hamdulillah ..

Bepergiannya wanita bersama wanita lain yang bisa dipercaya, adalah boleh menurut sebagian para salaf dan fuqaha, selama AMAN.

Sebagian ulama membolehkan seorang wanita bepergian ditemani oleh wanita lain yang tsiqah. IMAM ABU ISHAQ ASY SYAIRAZI dalam kitab Al Muhadzdzab, membenarkan pendapat BOLEHNYA seorang wanita bepergian (haji) sendiri TANPA MAHRAM jika keadaan telah aman.

Sebagian ulama madzhab Syafi’i membolehkannya pada SEMUA JENIS BEPERGIAN, bukan cuma haji. (Fathul Bari, 4/446. Al Halabi)

Ini juga pendapat pilihan IMAM IBNU TAIMIYAH, sebagaimana yang dijelaskan oleh IMAM IBNU MUFLIH dalam kitab Al Furu’, dia berkata: “Setiap wanita yang aman dalam perjalanan, bisa (boleh) menunaikan haji tanpa mahram. Ini juga berlaku untuk perjalanan yang ditujukan untuk kebaikan.” Al Karabisi menukil bahwa IMAM SYAFI’I membolehkan pula dalam haji tathawwu’ (sunah). Sebagian sahabatnya berkata bahwa hal ini dibolehkan dilakukan dalam haji tathawwu’ dan SEMUA JENIS PERJALANAN TIDAK WAJIB seperti ziarah dan berdagang. (Al Furu’, 2/236-237)

Al Atsram mengutip pendapat IMAM AHMAD BIN HAMBAL:

“Adanya mahram tidaklah menjadi syarat dalam haji wajib bagi wanita.Dia beralasan dengan mengatakan bahwa wanita itu keluar dengan banyak wanita dan dengan manusia yang dia sendiri merasa aman di tengah-tengah mereka.”

IMAM MUHAMMAD BIN SIRIN mengatakan: “Bahkan dengan seorang muslim pun tidak apa-apa.”

IMAM AL AUZA’I mengatakan: “Bisa dilakukan dengan kaum yang adil dan terpercaya.”

IMAM MALIK mengatakan: “Boleh dilakukan dengan sekelompok wanita.”

IMAM ASY SYAFI’I mengatakan: “Bisa dilakukan dengan seorang wanita merdeka yang terpercaya.” Sebagian sahabatnya berkata, hal itu dibolehkan dilakukan sendirian selama dia merasa aman.” (Al Furu’, 3/235-236)

Ini juga pendapat IMAM IBNUL ARABI dalam kitab ‘Aridhah Al Ahwadzi bi Syarh Shahih At Tirmidzi.

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: “Dalam kutipan Al Karabisi disebutkan bahwa perjalanan sendirian bisa dilakukan sepanjang jalan yang akan ditempuhnya dalam kondisi aman.” Jika perjalanan ini diterapkan dalam perjalanan haji dan umrah maka sudah sewajarnya ji ka hal itu pun diterapkan pada SEMUA JENIS PERJALANAN sebagaimana hal itu dikatakan oleh sebagian ulama.” (Fathul Bari, 4/445)

Sebab, maksud ditemaninya wanita itu oleh mahram atau suaminya adalah dalam rangka menjaganya. Dan ini semua sudah terealisir dengan amannya jalan atau adanya orang-orang terpercaya yang menemaninya baik dari kalangan wanita atau laki-laki, dan dalil-dalil sudah menunjukkan hal itu.

Tapi, kalau kondisi tidak aman, atau tidak ada jaminan untuk aman, maka sebaiknya tidak dilakukan walau untuk mendatangi ta’lim. Dalam rangka mencegah keburukan ditengah manfaat yang mungkin ada.

Wallahu A’lam

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Keikhlasan Prajurit di Garis Depan

Parit pertahanan pasukan Turki Utsmani di Palestina pada Perang Dunia Pertama, ketika Palestina masih menjadi bagian dari kekhilafahan, 1915.

Hormat saya kepada *para prajurit yang tak dikenal, mereka yang berjuang dalam kesenyapan.* Tidak ada yang mengetahui secara persis identitas mereka serta kadar kebaikannya, kecuali para penduduk langit. Mereka tidak pulang untuk dielukan, tetapi kembali Kepada Rabbnya dengan hati yang tenteram.

“Yaa ayyuhan nafsul muthmainnah, irji’i ila Rabbiki radhiyatam mardhiyah, fadkhuli fi ‘ibadi, wadkhuli jannati,”

“Wahai jiwa-jiwa yang berhati tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan keridhaanNya, maka kembalilah hamba-hambaKu (kepadaKu) dan kembalilah ke dalam surgaKu.”

Depok, 11 Februari 2016

Red.
Pastikan setiap diri kita, mempunyai kontribusi terhadap tegaknya Islam di bumi ini. Sekecil apapun itu, harus kita tunaikan dengan optimal dan dengan menyertakan keikhlasan, insyaa Allah akan menjadi persembahan terbaik di setiap moment kehidupan kita, sebagai bukti kecintaan kita kepada Allah dan RosulNya.

Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Urgensi Sirah Nabawiyah

Dear Para Pemuda Islam,

1. Sirah Nabawiyah adalah sejarah hidup teladan utama kita semua, Nabi Muhammad Saw., manusia dengan sebaik-baik nasab dari seluruh nasab penghuni bumi namun bukanlah buku sejarah an sich. Ia merupakan ungkapan tentang risalah yang dibawa Rasulullah Saw kepada masyarakat manusia untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya

2. Muslim pasti membutuhkan Sirah Nabawiyah untuk mendapatkan pemahaman utuh dan gambaran sempurna hakikat Islam, cara menghidupkan-nya, dan segudang rahasia keindahan Islam sebagai sebuah manhaj hidup.

3. Darinya muslim akan menghayati kemudahan Islam untuk ditegakkan oleh seluruh manusia, karena Nabi Saw adalah seorang manusia yang tergabung dalam dirinya segudang peran, mulai dari seorang suami hingga pemimpin dunia. Bahkan tidak ada satupun Nabi yang diutus kepada seluruh umat manusia, kecuali Nabi Muhammad Saw.

4. Sirah Nabawiyah memberikan kemudahan bagi manusia untuk:
📍 Memahami pribadi Nabi Saw dalam keseluruhan aspek kehidupannya
📍Mendapatkan gambaran al-matsul a’la (referensi ideal) untuk dijadikan sumber hukum
📍Mudah memahami Al-Qur’an
📍Mengumpulkan segudang wawasan dan pengetahuan Islam yang benar
📍Memiliki rujukan pola dakwah terbaik

5. Kebutuhan manusia terhadap jejak hidup Nabi Saw jauh lebih besar dari kebutuhan raga terhadap nyawanya, mata terhadap cahaya penglihatannya dan jiwa terhadap kehidupannya.

6. Sirah Nabawiyah memiliki banyak keistimewaan

7. Sejarah yang paling benar dari sejarah seorang Nabi yang diutus, dan telah hadir melalui jalur ilmiah dan otentik, sehingga terbebas dari sekedar mengikuti kepopuleran sebuah kisah dan riwayat, karena keshahihan sejarah tentu adalah yang lebih utama.

8. Mengandung semua fase kehidupan Nabi Saw., mulai dari sebelum kelahirannya, sejak pernikahan ayahnya, bahkan sejak kisah berpindahnya ‘Amr bin Amir keluar dari Negeri Yaman
🚩Mengandung sisi risalah yang bersih, bebas dari penisbatan manusia dengan sifat Tuhan, dan bebas dari kisah tanpa asal-usul
🚩Mencakup semua aspek kehidupan manusia
🚩Menegaskan kebenaran risalah dan kenabiannya

Dengan semangat ilmiah, menyelami sirah Nabawiyah akan menjadi satu agenda menarik untuk kamu-kamu dalam peningkatan pemahaman agama Islam. Yuk semangat mempelajari Sirah Nabawiyah!
=================

Maraji’
1] Ibn Qayyim al-Jauziyyah, Zad al-Ma’d fi Hady Khair al-‘Ibad, Dar at-Taqwa lil an-Nasyr wa at-Tauzi’, 1999
2] Al-Mubarakfuri, Ar-Rahiq al-Makhtum, Bahtsun fi as-Sirah an-Nabawiyah ‘ala Shahibiha afdhal ash-Shalati wa as-Salam, Riyahd: Dar as-Salam, 1414H
3] Ibn al-Jauzi, Al-Wafa bi Ahwal al-Musthafa shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Beirut: Maktabah al-‘Ashriyah, 2004
4] Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthy, Fiqh as-Sirah: Dirasat Minhajiyah ‘Ilmiyah li Shiratil Musthafa ‘alahi ash-shalatu wa as-salam, Libanon: Dar al-Fikr, Cet. ke-6, 1977
5] Ibn Qayyim al-Jauziyyah, Jami’ as-Sirah, Dar al-Wafa, 2002
6] Musthafa as-Siba’i, As-Sirah an-Nabawiyyah, Kairo-Dar as-Salam, 1998
7] Al-Usyan, Ma sya’a wa lam Yatsbutu fi as-Sirah an-Nabawiyah,
8] Ibn Ishaq, As-Sirah an-Nabawiyah

Pemateri: Dr. Wido Supraha

Manfaat Ilmu

Assalamu’alaikum adik-adik, apa kabarnya hari ini, semoga kita masih dalam naungan rahamt Allah swt, aamiin. Kali ini kita akan membahas tentang salah satu manfaat ilmu

▣●• Ali ra sahabat Nabi saw berkata: “Barangsiapa sedang mencari ilmu, maka sebenarnya ia sedang mencari surga. Dan barangsiapa mencari kemaksiatan maka sebenernya dia sedang mencari neraka.”

▣●• Nabi saw bersabda, “Hendaklah kalian duduk bersama ulama dan mendengar perkataan mereka yang bijaksana karena sesungguhnya Allah Ta’ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan.”

▣●• Dikatakan: “Tidak ada keterasingan bagi orang yang berilmu lagi beramal, dan tidak ada tanah air bagi orang yang bodoh.”

▣●• Orang yang berilmu dan beramal saleh akan selalu dihormati dan dimuliakan sedangkan orang yang bodoh di mana pun akan merasakan kesulitan.

●•• Wallaahu’Alam..

Pemateri: Ustadzah Ida Faridah