Masuk Syurga

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Selasa, 28 Rajab 1438 H/25 April 2017

๐Ÿ“•Ibadah

๐Ÿ“ Ustadzah Trisa Y

๐Ÿ“– *Masuk syurga..* *bisaa ngga yaa..*๐Ÿค”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ

Abu Musa Al Asy’ary berkata: bersabda Rosululloh SAW: _*siapa yg sholat subuh dan ashar.. masuk syurga..*_
HR Bukhori, Muslim

Ibadah yg paling besar pahalanya adalah ibadah yg paling berat tantangannya.. paling banyak cobaannya.. paling susah ngerjainnya… paling beragam godaannya..
dan itu adalah sholat di waktu *subuh* dan *ashar*

Jadi.. kalau subuh dan ashar saja selalu dijalankan.. tidak ditinggalkan.. pastilah solat-solat di waktu lainnya juga dijalankan..

*Maka syurgalah balasannya..* ๐Ÿ˜Š

๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

RIYADHUS SHALIHIN (17)

Taubat- Ayat-ayat Al Quran tentang taubat

قال الله تعالى‏:
‏ ‏‏وتوبوا إلى الله جميعاً أيها المؤمنون لعلكم تفلحون‏
‏ ‏(‏النور‏:‏ 31‏)‏‏‏

وقال تعالى‏:‏
‏استغفروا ربكم ثم توبوا إليه‏
‏ ‏(‏‏‏هود‏:‏ 3‏)‏

وقال تعالى‏:‏‏
‏ يا أيها الذين آمنوا توبوا إلى الله توبة نصوحاً
‏‏‏(‏التحريم‏:‏ 8‏)‏‏‏‏.‏

Artinya:

Allah Ta’ala berfirman:
_”Dan bertaubatlah engkau semua kepada Allah, hai sekalian orang Mu’min, supaya engkau semua memperolehi kebahagiaan.” (an-Nur: 31)_

Allah Ta’ala berfirman lagi:
_”Mohon ampunlah kepada Tuhanmu semua dan bertaubatlah kepadaNya.” (Hud: 3)_

Dan lagi firmanNya:
_”Hai sekalian orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang nashuha – yakni yang sebenar-benarnya.” (at-Tahrim: 8)_

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian *AUDIO* di bawah ini.

Selamat menyimak.

https://www.4shared.com/s/dWdadvyAI

Menundukkan Pandangan Itu Indah

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Rabu, 29 Rajab 1438 H/26 April 2017

 ๐Ÿ“• Akhlak

๐Ÿ“ Ustadzah Lelysia

๐Ÿ“– *MENJAGA PANDANGAN MATA (GHADHUL BASHOR) ITU INDAH*

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ŸŒธโ˜˜๐ŸŒผโ˜˜๐ŸŒป๐Ÿ€๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒท

๐ŸŒธ Pandangan adalah jendela bagi hati. Barang siapa yang mampu menjaga pandangannya, maka akan bagus hatinya. Namun, bagi yang mengumbar pandangan, maka penyakit akan menggerogoti hati dan membuatnya menderita dengan segala kepayahan.

๐ŸŒธ Pandangan juga cerminan bagi hati. Seseorang yang hatinya sakit atau bahkan mati maka pandangannya tidak akan terkontrol. Berbeda halnya dengan orang yang hatinya bersih.

๐ŸŒธ Seorang muslim baik laki-laki ataupun perempuan tentu akan berusaha membersihkan hatinya, salah satu caranya adalah dengan senantiasa gadhul bashar [menjaga pandangan]. Yaitu menundukkan pandangannya dari perkara-perkara yang haram yang tidak boleh dilihat.

๐ŸŒธ Dalam Alquran disebutkan: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya. (QS. An-Nuur: 30-31).

๐ŸŒธ Apabila tidak sengaja melihat sesuatu yang haram, misalnya, Vidio, gambar dan iklan yang ada di internet ataupun acara TV yang mengumbar aurat ataupun adegan yang tidak pantas dan sia-sia hendaknya segera memalingkan pandangan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas “Fadhl pernah dibonceng oleh Rasulullah. Kemudian ada seorang wanita Khots’am yang lewat, lantas Fadhl melihat wanita itu, dan wanita itu pun melihat Fadhl. Melihat kejadian tersebut, dengan segera Nabi memalingkan wajah Fadhl ke arah yang lain.”[HR. Bukhari dan Muslim].

๐ŸŒธ Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Pandangan adalah asal seluruh bencana yang menimpa manusia. Bermula dari pandangan akan lahirlah keinginan, dan keinginan akan melahirkan pemikiran. Dari pemikiran akan lahirlah syahwat (hawa nafsu) yang pada akhirnya syahwat itu akan mendorong menjadi keinginan yang sangat kuat hingga terjadi apa yang ia inginkan.”[Al-Jawabul Kafi hal.79].

๐ŸŒธ Oleh sebab itulah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan ummatnya akan pentingnya menjaga pandangan khususnya tatkala berada di jalan atau tempat-tempat umum ataupun disaat sendirian.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Waspadalah kalian terhadap duduk-duduk di pinggir jalan.’ Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidaklah kami duduk kecuali hanya sekedar berbincang-bincang. “maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Apabila kalian tetap ingin duduk-duduk di jalan, maka berilah jalan itu haknya.” Para sahabat bertanya kembali: ” Apa haknya wahai Rasulullah?” Rasululah menjawab: “Tundukkan pandangan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Wallahu’alamu bis showab

 ๐ŸŒธโ˜˜๐ŸŒผโ˜˜๐ŸŒป๐Ÿ€๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒท

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Penting Untuk Dilakukan

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Kamis, 30 Rajab 1438 H/27 April 2017

๐Ÿ“• Khatirah

๐Ÿ“ Heny Rahmawati S. Psi.

๐Ÿ“– *Penting untuk dilakukan* โ—โ—โ—

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐Ÿ‚๐ŸŒท๐ŸŒฑ๐ŸŒบ๐ŸŒฟ๐Ÿ„

๐Ÿ’–Dalam kitab “Hilyah Al-Aulia” disebutkan “Barangsiapa yang disibukkan oleh sesuatu yang wajib sehingga dia tidak melakukan yang sunnah, maka ia dimaafkan. Tetapi barang siapa yang disibukkan dengan sesuatu yang sunnah. Sehingga tidak melakukan yang wajib, maka ia tertipu.
_siapa yang begini_๐Ÿ˜‹โ˜๐Ÿป

Mendahulukan meninggalkan larangan dibandingkan melakukan yang diperintahkan adalah lebih utama. Seperti *Rasulullah saw katakan : jika aku melarang sesuatu atas kalian maka jauhkanlah. Dan ketika aku perintahkan kalian melakukan sesuatu maka lakukanlah sebatas kemampuan kalian.*
_Sapa lagi yang begini_?๐Ÿ™‹๐Ÿผ๐Ÿ™‹๐Ÿผโ€โ™‚

Dapat disimpulkan bahwa meninggalkan larangan lebih utama dari pada melakukan perintah. Sedangkan dalam melakukan perintah disyaratkan sebatas kemampuan.

Allahu’Alamโ€‹ Bisshowab.

๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐Ÿ‚๐ŸŒท๐ŸŒฑ๐ŸŒบ๐ŸŒฟ๐Ÿ„

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tafsir Al-‘Ashr

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Ahad, 03 Sya’ban 1438H/ 30 April 2017

๐Ÿ“• Al-Quran

๐Ÿ“ Ustadzah Novria Flaherti S. Si.

๐Ÿ“– Tafsir Al-‘Ashr
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ๏ดฟูก๏ดพ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฅูู†ุณูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูููŠ ุฎูุณู’ุฑู ๏ดฟูข๏ดพ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญูŽุงุชู ูˆูŽุชูŽูˆูŽุงุตูŽูˆู’ุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุชูŽูˆูŽุงุตูŽูˆู’ุง ุจูุงู„ุตูŽู‘ุจู’ุฑู ๏ดฟูฃ๏ดพ

โ€œDengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
1. Demi masa
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.โ€
(QS. Al-โ€˜Ashr: 1-3)

๐ŸŒธ๐ŸƒDalam hidup yang singkat ini, banyak orang terlena dengan nikmat usia yang dimilikinya. Padahal, kata pepatah Arab, manusia tak ubahnya dari sekumpulan hari-hari. Setiap kali satu hari berlalu, berlalu pula sebagian dari umur manusia di dunia ini. Jika seseorang hari ini berusia 10 tahun, maka pada tahun depan, di hari yang sama, ia telah menjadi 11 tahun. Saat ia merayakan ulang tahunnya, orang mengucapkan โ€œSelamat panjang umur.โ€ Sesungguhnya, umurnya tidak pernah menjadi lebih panjang. Bahkan sebaliknya, jatah usianya di dunia ini makin berkurang.

๐ŸŒธ๐ŸƒPengecualian itu diberikan kepada kelompok orang yang beriman. Allah swt memberikan suatu pra syarat tentang kelompok ini. Yaitu mereka yang berbuat baik, saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Dengan kata lain, seorang yang mengaku beriman, tak cukup dengan hanya deklarasi pada dirinya sendiri namun dibutuhkan suatu tindakan nyata dengan amal saleh.

๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Kisah Mariyah Al-Qibtiyah

Mariyah lahir di kota Jafnin sebelah timur sungai Nil ke arah Asmuniyah. Kemudian ia pindah ke istana Muqauqis gubernur Mesir dan hari demi hari ia lalui di sana. Hari-hari yang tergadaikan.

Hingga suatu hari…datanglah Hatib bin Bi Balta’ah membawa surat dari Rasulullah Saw mengajak Muqauqis kepada Islam.

Bismillahirrahmanirrahiim
Dari Muhamad bin Abdillah hamba Allah dan rasulNya. Aku ingin mengajakmu dengan ajakan Islam. Masuk Islamlah maka kalian akan selamat. Allah akan memberikan pahala bagimu dua kali lipat. Jika engkau menolaknya maka engkau akan menanggung dosa orang Qibti semuanya.

“Katakanlah wahai ahlul kitab, marilah kita berpegang kepada satu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian bahwa kita tidak menyembah selain Allah, tidak menyekutukan sesuatu denganNya, sebagian kita tidak menjadikan yang lain sebagai tuhan selain Allah, bila mereka berpaling maka katakanlah “Saksikanlah bahwa kami berserah diri (kepada Allah).” (QS Ali Imran:94)

Mariyah seorang budak belian yang cantik mendengar isi surat tersebut yang membuat hatinya lapang. Fikiran dan jiwanya melayang membayangkan siapa orang yang mengirimkan kata-kata indah penuh makna itu. Jantungnya hampir berhenti berdetak ketika seorang pemuka mengatakan bahwa  ia bersama saudara kandungnya dipilih oleh kaisar untuk pergi ke Madinah sebagai hadiah untuk Rasulullah Saw. Bersamanya Muqauqis menyertakan emas permata, perhiasan yang indah serta madu asli yang sangat lezat. Ia menyambut perjalanan ini dengan penuh suka cita dengan kerinduan akan hidayah Allah.

Aku membaca suratmu dan memahami isinya. Aku mengetahui bahwa seorang nabi telah datang dan aku kira ia berasal dari daerah Syam. Aku telah memuliakan utusanmu dan mengutus untukmu dua orang sahaya yang memiliki kedudukan yang mulia di Qibty. Bersama dengan berbagai perbekalan yang dapat engkau manfaatkan. Semoga keselamatan atasmu. (Inilah surat balasan dari Muqauqis untuk Rasulullah Saw)

Saat rehat di perjalanan, Hatib bercerita kepada Mariyah tentang Rasulullah dan Islam serta bagaimana beliau sangat memuliakan manusia dan menjaga kehormatannya juga memperhatikan kebebasan beribadah.
Detak jantung Mariyah saling berbalapan saat perjalanan sudah mendekati Madinah. Nabi meminta Mariyah untuk tetap bersamanya dan menghadiahkan Sirin saudaranya kepada Hissan bin Tsabit.

Para istri Rasulullah menyambut kehadiran duta baru disertai rasa cemburu dalam hati mereka. Suatu pagi ummul mukminin Hafsah pergi ke rumah ayahnya. Tak lama kemudian ia kembali. Dan ternyata di dalam rumahnya Rasulullah sedang berbincang dengan Mariyah. Betapa marahnya Hafsah. Ia berkata:”Jika engkau tidak merendahkanku, tidak akan engkau ajak dia ke rumahku.” Dan mulailah ia menangis. Rasulullah menenangkannya dengan mengatakan:”Sesungguhnya  Mariyah haram untukku.” Beliau meminta Hafsah untuk tidak menceritakan peristiwa itu kepada siapapun. Namun Hafsah menceritakannya kepada Aisyah dan akhirnya semua istri Rasulullah melakukan unjuk rasa. Rasulullah sampai bersumpah untuk tidak menjumpai mereka selama satu bulan.

Dan tersiarlah kabar bahwa Rasulullah telah menceraikan istri-istrinya. Maka turunlah surat At-Tahrim ayat 1
  يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ تَبْتَغِي مَرْضَاةَ أَزْوَاجِكَ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيم

“Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS At Tahrim:1)

Rasulullah Saw memindahkan Mariyah ke daerah aaliyah (tempat penyembelihan di Madinah) yang jauh dari istri-istrinya. Kemudian Mariyah hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim.

Kelahiran Ibrahim disambut gembira oleh Rasulullah Saw. Beliau mencarikan sebaik-baik kabilah untuk merawatnya dan memberikan berbagai hadiah kepadanya. Ketika Ibrahim berusia delapan belas bulan, ia jatuh sakit yang cukup parah. Ia dipindahkan ke sebuah kamar disamping masyrubah Ummu Ibrahim. Mariyah bersama saudaranya Sirin bergantian menjaganya. Setelah Rasulullah diberi kabar akan sakitnya Ibrahim beliau segera datang dan menggendongnya. Dengan berlinang air mata beliau menemani Ibrahim hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

Rasulullah telah mewasiatkan kebaikan akan orang-orang Qibty. Beliau bersabda:”Akan dibebaskan Mesir setelah ini. Maka aku wasiatkan kepada kalian agar memperlakukan orang-orang Qibty dengan baik. Sesungguhnya mereka memiliki tanggungan dan sifat penyayang.

Wallahu a’lam bish showab

Oleh: Eko Yuliarti Siroj

Banyak Maksiat

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Senin, 04 Sya’ban 1438H/ 01 Mei 2017

๐Ÿ“• Aqidah

๐Ÿ“ Ustadzah Prima Eyza

๐Ÿ“–
 ุงูŽู„ู’ู…ูŽูˆูŽุงู†ูุนู ู…ูู† ู…ูŽุนู’ุฑูููŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู

Penghalang-Penghalang Mengenal Allah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ

Assalaamu’alaikum wr.  wb.

๐Ÿ˜ Adik-adik pemuda Islam harapan umat, bagaimana kabarnya hari ini..? Semoga senantiasa dalam rahmat, keberkahan, dan limpahan kenikmatan dari Allah SWT, terutama nikmat yang terbesar berupa keimanan yang membara di dalam dada.
Aamiiiin..๐Ÿ™

๐ŸƒMari kita lanjutkan kembali pembahasan kita mengenai penghalang-penghalang mengenal Allah SWT, yang pada pembahasan lalu kita sudah selesai membicarakan penyakit hawa nafsu yang keempat yaitu kedustaan (ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจู).

๐Ÿƒ Kali ini kita masuk kepada penyakit hawa nafsu yang kelima yakni banyak maksiat (ูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุนูŽุงุตููŠ).

*5. Banyak maksiat (ูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุนูŽุงุตููŠ)*
Banyak berbuat maksiat akan menghalangi dari mengenal dan memahami Allah Ta’ala.
Firman Allah SWT,

ูƒูŽู„ู‘ูŽุง ุจูŽู„ู’ ุฑูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆู’ุจูู‡ูู…ู’ ู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆู’ูŠูŽูƒู’ุณูุจููˆู’ู†ูŽ

โ€œSekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.โ€
(QS. Al Muthaffifiin [83] : 14)

*โ€œุฑูŽุงู†ูŽโ€œ*
_Artinya ghalaba , yakni menguasai atau menutupi_

Berkata Abu Ubaid: โ€œSetiap apa saja yang menguasai dirimu, maka disebut dengan โ€˜ronaโ€™.โ€
(Tafsir al-Qurthubi : 19/ 170)
Berkata al-Baghawi: โ€œAr-Rain artinya mengusai, dikatakan: โ€˜Minuman khamr itu telah membuat โ€˜ar-Rainโ€™ atas akalnyaโ€™, maksudnya telah menutupi (menguasai) akalnya sehingga dia menjadi mabukโ€.

 ๐Ÿ”–Sehingga, ayat tersebut bisa diartikan: perbuatan-perbuatan maksiat itu telah menutupi dan menguasai hati mereka.
Berkata Hasan al-Bashri: โ€œDosa yang menumpuk atas dosa yang lain, sehingga hati menjadi matiโ€œ. (Tafsir al- Baghawi, Maโ€™alim at- Tanzil: 8/365)

Berdasarkan ayat ini jelaslah bahwa orang yang banyak melakukan maksiat pasti akan terhalang dari mengenal Allah Taโ€™ala. _Sebab dosa dan kemaksiatan yang banyak dan bertumpuk-tumpuk tersebut akan membuat hati terkuasai dan tertutupi oleh segala dosa dan kemaksiatan itu._
 Jika demikian, bagaimana mungkin hati akan mengenali kebenaran. Karena kebenaran (haq) tidak akan bisa bercampur dengan yang bathil (dosa, maksiat, dan sejenisnya).
Dan Allah SWT adalah puncak dari segala hakikat kebenaran. Bagaimana mungkin hati akan berma’rifah (mengenali dan memahami Allah SWT) sedangkan dosa telah menutupi dan menghalangi sehingga hati tidak bisa menangkap cahaya kebenaran dari Allah SWT dan Rasul-Nya.

๐Ÿ–คBahkan pada satu titik, dosa dan segala kemaksiatan itu akan menyebabkan hati menjadi mati. Maka tidak lah mungkin hati yang mati akan mengenali kebenaran. Walau jasadnya masih hidup, namun hatinya telah mati, karena petunjuk kebenaran dan cahaya iman tak dapat masuk ke dalam hatinya.

Nabi saw.  pun pernah berpesan,

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃูŽ ุฎูŽุทููŠู’ุฆูŽุฉู‹ ู†ููƒูุชูŽุชู’ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู†ููƒู’ุชูŽุฉูŒ ุณูŽูˆู’ุฏูŽุงุกูููŽุฅูุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ู†ูŽุฒูŽุนูŽ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููŽุฑูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูŽ ุณูู‚ูู„ูŽ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูˆูŽุฅู’ู†ูŽ ุนูŽุงุฏูŽ ุฒููŠู’ุฏูŽ ูููŠู’ู‡ูŽุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุนู’ู„ููˆู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ู

Dari Abu Hurairah ra.  bahwa Rasulullah saw bersabda, *โ€Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan perbuatan dosa maka akan tertitik dalam hatinya noda hitam. Jika ia menghilangkannya dan memohon ampun, dan diampuni, maka hatinya itu dibersihkan. Jika ia melakukan kesalahan lagi, maka bintik hitam itu akan ditambah sehingga bisa menutupi hatinya.โ€*
(HR. Tirmidzi no.3334 dan Ahmad 2/297. Berkata Tirmidzi : โ€œIni adalah hadist hasan shahih.โ€)

Seseorang yang melakukan kesalahan (dosa; maksiat) itu, akan tertitik dalam hatinya satu titik hitam. Jika ia tidak bertaubat dan tidak berhenti dari dosa tersebut, titik hitam itu akan tetap ada. Jika ia melakukan kesalahan lagi, maka tertitik kembali satu titik hitam yang lain. Maka dosa dan kemaksiatan yang banyak akan akan menyebabkan banyak pula titik hitam di dalam hati.
Titik-titik hitam yang amat sangat banyak akan menggelapkan hati bahkan menutupi hati semuanya dengan kegelapan (hitam). Kegelapan atau kekotoran ini menyebabkan hati tidak bisa menerima petunjuk Allah SWT.

๐Ÿ–คMarilah kita perumpamakan hati ini sebagai cermin bagi diri manusia dan petunjuk Allah SWT itu adalah cahaya (karena di dalam Al Quran pun Allah meng-umpamakan petunjuk-Nya sebagai cahaya). Jika cahaya jatuh di atas cermin yang bersih dan bening, maka akan terjadi dua hal, yakni cahaya tersebut akan diteruskan dan juga memantul. Inilah pemisalan bagi hati yang bersih. Hati yang bersih jika menerima petunjuk Allah SWT, maka petunjuk tersebut akan masuk ke dalam hatinya sampai dasar hati yang terdalam. Kemudian, petunjuk kebaikan dan kebenaran itu pun ia alirkan dan serukan kepada orang lain.
Namun sebaliknya, jika cahaya jatuh di atas cermin yang berdebu dan gelap disebabkan kotoran yang banyak, maka cahaya yang datang jangankan memantul, masuk tembus pun ke dalam cermin tentu tidak. Demikianlah perumpamaan bagi hati yang kotor lagi gelap.

๐Ÿ–คHati yang kotor dan gelap, jika menerima petunjuk dari Allah SWT, maka petunjuk kebenaran tersebut tidak akan masuk ke dalam hatinya. Terlebih lagi, tentu saja petunjuk itu juga tidak akan mengalir dan tidak akan sampai kepada orang lain.  Jika hati tak dapat menerima petunjuk, maka bagaimana mungkin ia akan mengenal dan memahami Allah SWT dengan baik dan benar,
Dan sebab apakah yang menjadikan hati kotor lagi gelap ?
Hati kotor dan gelap tidak lain adalah karena dosa dan kemaksiatan.
Maka mengertilah kita mengapa banyak berbuat maksiat itu akan menghalangi kita dari berma’rifah (mengenali/memahami) Allah SWT.

Na’uzubillaah… tsumma na’udzubillaah… ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜ฑ

Wallahu a’lam bishshowab…

Bersambung..

๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒฟ๐ŸŒผ

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Adopsi Anak

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Mau tanya, bagaimana hukum Islam dalam mengadopsi anak, yang katanya tidak pernah di contohkan pd zaman Rasulullah. Syukron

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Pengertian Pengangkatan Anak dan Anak Angkat (Adopsi)
Pengertian Pengangkatan Anak dan Anak Angkat adalah sebagai berikut :
1. Menurut Peraturan Pemerintah  Nomor 54 Tahun 2007, Pengangkatan Anak adalah suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua, wali yang sah atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat ( Pasal 1 butir 2)

2. Menurut Undang -Undang Nomor 23 Tahun 2002, anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan pembesaran anak tersebut, ke lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan putusan atau penetapan pengadilan. (Pasal 1 butir 9)

Merujuk pada  pengertian diatas tidak ada pertentangan dengan ajaran Islam.bahkan Rasul juga mengangkat anak.  Yaitu zaid bin haritsah

Saat seseorang mengangkat anak sesungguhnya ada proses simbiosis mutualisma.dimana keduanya sama sama senang. Yang mengangkat anak selain suka dengan anak tentunya juga bertujuan untuk bisa membantu keluarga si anak angkat. Dan si anak angkat juga senang dengan adanya orang tua angkat .karena dengan demikian si anak juga akan tercukupi sandang , pangan dan pendidikannya sehingga  apa yg diperintahkan oleh Allah .tertunaikan. Allah berfirman

وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدون

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS. Al-Maidah [5]:2).

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana

Potensi Untuk Ummat

Assalamu’alaikum ustadz/ah Gimana potensi yg kita miliki itu kalau jalani bertentangan dengan syariat ? Contoh tarian, musik n melukis. Syukron

Jawaban
————–

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Kalau kita mau meninggalkan itu bagus. Tapi akan lebih bagus lagi bila potensi yang kita miliki bisa bernilai manfaat. Contoh tarian. Ini tantangan bg penari yg paham nilai islam bisa memodifikasi sehingga bernilai religius. Seperti tari saman dari aceh.

Musik tidak semuanya buruk. Dia bisa jadi hiburan dan menggugah orang untuk menyadari tentang kebesaran Allah. Melukis, bisa melukis pemandangan, kaligrafi. InsyaAllah tidak ada potensi yang sia sia bila kita menjalani nya dalam koridor syariat.

 ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ู‡ูŽูฐุฐูŽุง ุจูŽูฐุทูู„ู‹ุง ุณูุจู’ุญูŽูฐู†ูŽูƒูŽ ููŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ูฑู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

 โ€œYa Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.( Qs. Ali Imran, 3:191)

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana

Kisah Khaulah binti Ashim

Khaulah menikah dengan sahabat mulia Hilal bin Umayyah Al-Anshary. Ia dikenal sebagai salah satu diantara tiga orang sahabat yang tidak turut di perang Tabuk. Ketika turun ayat

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููˆุง ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ููŽุงุฌู’ู„ูุฏููˆู‡ูู…ู’ ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠู†ูŽ ุฌูŽู„ู’ุฏูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ุง ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ
“Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An-Nuur:4)

Saad bin Ubadah seorang pemuka kalangan anshar bertanya :”Apakah demikian ayat itu turun ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab:”Wahai kaum anshar, apakah kalian tidak mendengar apa yang dikatakan oleh pemuka kalian?” Mereka berkata:”Wahai Rasulullah, jangan engkau mengolok-oloknya. Dia seorang pencemburu. Demi Allah, tidak ada seorangpun dari kami yang berani menikahi perempuan yang pernah dinikahinya karena takut ia cemburu kepada kami. Saad berkata:”Demi Allah wahai Rasulullah, sungguh aku tahu bahwa itu benar dan bahwasanya ia datang dari Allah. Yang membuat saya kaget jika aku mendapatkan seorang perempuan yang sedang digauli oleh seorang, maka aku tidak dapat melakukan apa2 kecuali jika aku mendatangkan empat orang saksi. Padahal mungkin saja mereka telah selesai dari pekerjaannya itu.” Para sahabat menganggap urusan ini mudah hingga datanglah Hilal bin Umayyah yang datang melaporkan bahwa ketika ia pulang ke rumah dia mendapatkan istrinya sedang bersama seseorang yang ia lihat dengan matanya sendiri dan mendengar dengan telinganya. Ia tidak bisa tidur nyenyak malam itu hingga dipagi hari ia segera menemui Rasulullah Saw dan bertutur menceritakan apa yang dialaminya;”Aku datang diwaktu isya dan aku mendapati istriku sedang bersama seseorang. Aku melihat dengan  mataku sendiri dan mendengar dengan telingaku sendiri.” Rasulullah tidak menyukai laporan Hilal itu dan beliau bersikap sangat tegas kepadanya.

Kaum anshar berkumpul dan mengatakan:”Kita sedang diuji dengan kekhawatiran yang telah disampaikan Saad bin Ubadah.”
Sekarang…Rasulullah Saw memukul telak Hilal bin Umayyah dengan membatalkan kesaksiannya didepan banyak orang. Hilal berkata:”Demi Allah, aku berharap agar Allah memberilan jalan keluar dari masalah rumah tanggaku ini. Allah Maha Tahu bahwa aku berkata  jujur.”

Turunlah wahyu kepada Rasulullah Saw :
ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ู…ููˆู†ูŽ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกู ุฅูู„ุง ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ููŽุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุงุชู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ
“Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu ialah empat kali bersaksi dengan nama Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar.” (QS An-Nuur:6)

Rasulullah pun bersabda:”Aku berikan kabar gembira wahai Hilal. Sungguh Allah telah memberikanmu kemuliaan dan solusi.” Hilal berkata:”Itulah yang aku harapkan dari Tuhanku.” Kemudian Rasulullah Saw mengutus seseorang kepada istri Hilal memberitahu untuk datang kepada Rasulullah. Datanglah Khaulah dan Rasulullah membacakan ayat ini. Hilal berkata:”Perkataanku tentangnya benar.” Khaulah berkata:”Itu dusta.” Maka Rasulullah bersabda:”Saling melaknatlah antara mereka berdua.” Dikatakan kepada Hilal, bersaksilah karena kesaksian suami bobotnya sama dengan empat orang saksi jika ia benar. Maka ketika sampai pada saksi yang kelima, dikatakan kepada Hilal “Wahai Hilal bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya adzab dunia lebih ringan daripada adzab akhirat. Dan sesungguhnya poin ini yang akan mendatangkan adzab bagimu.” Hilal berkata:”Demi Allah, Ia tidak akan mengadzabku sebagaimana Ia tidak menjilidku karena urusan istriku ini.” Maka kesaksian yang kelima bahwa laknat Allah atasnya jika ia  berdusta. Kemudian dikatakan kepada istrinya  bersaksilah dengan nama
Allah empat kali persaksian bahwa sesungguhnya ia (suami) termasuk orang yang berdusta. Kemudian iapun bersaksi. Dan dikatakan kepadanya bahwa yang kelima bertakwalah kepada Allah sesungguhnya adzab dunia lebih ringan daripada adzab akhirat. Dan poin ini yang akan mendatangkan adzab kepadamu. Ia terdiam sejenak kemudian berkata:”Demi Allah kaumku tidak akan menelanjangiku.” Maka ia bersaksi yang kelima bahwa kemarahan Allah atasnya jika suaminya benar.
Kemudian keduanya berpisah dan Rasulullah memutuskan untuk tidak menisbatkan anak si perempuan ini kepada siapapun dan tidak mengganggunya. Siapa yang mengganggunya maka ia akan menerima hukuman. Dan Rasulullah memutuskan mereka untuk tidak bersatu dalam satu rumah dan tidak ada pemberian makanan karena mereka berdua dalam status saling melaknat (mulaa’anah) bukan bercerai atau ditinggal wafat. Rasulullah bersabda:”Pehatikanlah wanita itu! apabila ia melahirkan anak yang putih, berambut lurus, betisnya kuat, rambutnya kemerahan, maka ia anak Hilal suaminya. Dan apabila ia melahirkan anak berbola mata hitam, keriting dan kedua betisnya kecil, maka ia anak dari orang yang dituduh berzina dengannya.” Dan ternyata perempuan itu melahirkan bayi yang berbola mata hitam, keriting dan kecil kedua betisnya. Rasulullah pun bersabda:”Jika bukan karena sumpah, aku akan
membuat perhitungan dengan perempuan itu.”

Red:
๐Ÿ”น Islam sangat menjaga nasab/keturunan seseorang.
๐Ÿ”ธ Syarat-syarat tuduhan terhadap petistiwa perzinahan sangat berat, demikian pula hukuman thd pelaku pezinahan itu juga berat
๐Ÿ”น Setiap keluarga muslim wajib saling menjaga dan mengupayakan secara preventif agar tidak terjadi perzinahan oleh anggota keluarganya dengan senantiasa memperhatikan keharmonisan rumah tanngganya

Wallahu a’lam bish showab

Oleh: Eko Yuliarti Siroj