Seputar Puasa

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
1. Klo ventolin lewat mulut batal tdk puasanya
2. Di uap, apakah bs membatalkan jg?
3. Titipan dr anak kls 4 sd, mainin ludah batal tdk? Apakah ada dalil yg shohih dr jawaban 3 pertanyaan di atas? Jazakallah sebelumnya ustdz..

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Tidak ada dalil khusus tentang batal atau tidaknya masalah ini. Oleh karena itu para ulama berselisih pendapat.

1. Pihak yg mengatakan batal, mereka mengqiyaskan, hal ini sama dengan makan dan minum sengaja, yaitu sengaja memasukan benda ke dalam tubuh.

2. Pihak yang mengatakan tidak batal mengatakan, walau ini ke dalam tubuh tapi bukan ke jalur pencernaan, seperti usus dan lambung. Tapi masuknya ke jalur paru-paru. Mereka menolak qiyas pihak pertama. Masalah ini sebenarnya sama dengan mencium aroma, wangi2an, atau bau sedap  makanan, yang tercium oleh hidung dst.

Imam Ibnu Taimiyah berkata:

وَشَمُّ الرَّوَائِحِ الطَّيِّبَةِ لَا بَأْسَ بِهِ لِلصَّائِمِ

“Mencium harum-haruman adalah tidak mengapa bagi orang berpuasa.” (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Fatawa Al Kubra, 5/376)

Wallahu a’lam.

Kisah Saudah binti Zam’ah Ra.​ ​​Ummul Mukminin yang dermawan dan berhijrah dua kali​​

🌟 Saudah binti Zam’ah Ra termasuk diantara as Sabiqunal aw Waluun (orang-orang yang paling dahulu memeluk agama Islam). Bersama dengan suaminya Sakran bin Amr Ra, ia melakukan hijrah ke Habasyah. Kemudian mereka kembali ke Makkah saat kaum muslimin masih mengalami penindasan dari kaum kafir Quraisy. Tidak lama kemudian,Sakran sang suami meninggal dunia.

⭐️ Saat Khadijah wafat,  Rasulullah Saw larut dalam kesedihan yang sangat dalam. Seluruh sahabat tahu bagaimana tingginya kedudukan Khadijah Ra di hati Rasulullah Saw. Seorang sahabiyat yang bernama Khaulah binti Hakim ingin sekali meringankan kesedihan dan kepiluan Rasulullah Saw. Ia memberanikan diri untuk bertanya apakah Rasulullah Saw tidak berfikir untuk menikah lagi? Dan ia sudah menyediakan jawaban sebagai solusi jika Rasulullah Saw menghendaki untuk menikah lagi. Maka ketika Rasulullah Saw benar-benar bertanya siapa kiranya yang pantas menjadi istri beliau, Khaulah dengan tegas mengatakan “Jika engkau menghendaki seorang janda, maka Saudah orang yang tepat. Dan jika engkau menghendaki seorang gadis, maka Aisyah binti Abu Bakar orang yang tepat.” Kemudian Rasulullah meminta Khaulah untuk menyampaikan niat baik beliau dan terjadilah pernikahan Rasulullah Saw dengan Saudah binti Zam’ah.

💫 Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah Saw kemudian menikahi Aisyah binti Abu Bakar. Saudah seorang perempuan yang selalu ingin meningkatkan keta’atannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Disaat orang lain berlomba untuk mendapatkan perhatian lebih dari suaminya, Saudah menyerahkan jatah harinya bersama Rasulullah Saw kepada Aisyah Ra dengan penuh kesadaran karena ingin membahagiakan Rasulullah Saw sebagai bentuk ketha’atannya kepada Allah Swt. 

☀️ Ketika Rasulullah Saw dan keluarga menunaikan haji wada, Saudah meminta kepada Rasulullah Saw untuk berjalan lebih dulu menuju Muzdalifah sebelum ramai orang keluar dengan pertimbangan ia sudah tua khawatir tidak kuat berjalan di tengah keramaian. Sementara istri-istri yang lain berjalan bersama rombongan Rasulullah Saw. Rasulullah Saw memahami  semangat Saudah Ra untuk meningkatkan ketha’atan kepada Allah Swt dan mengizinkannya.

⚡️ Kesalehan Saudah Ra inilah yang dicemburui oleh Aisyah Ra hingga Aisyah mengatakan “Aku tidak pernah menemukan seorang wanita yang lebih kusukai jika diriku menjadi dirinya, selain Saudah binti Zam’ah. Seorang wanita yang kekuatan dirinya sungguh luar biasa.” 

💥 Abu Hurairah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda ketika sedang melaksanakan haji wada: “Ini boleh dilakukan oleh mereka (istri-istri beliau), namun setelah ini mereka tetap di rumah.” Mendengar pernyataan Rasulullah Saw tersebut, Saudah berkata: “Aku tidak akan pergi haji lagi setelah ini.” Demikianlah kegigihan Saudah Ra untuk tha’at kepada Rasulullah Saw baik saat beliau masih hidup juga setelah beliau wafat.

🌤 Ibnu Sirin menceritakan bahwa ketika Umar bin Khottob menjadi khalifah, ia mengirimkan satu karung berisi uang dirham kepada Saudah ra. Ketika melihatnya, Saudah Ra terkejut dan memerintahkan agar uang itu dibagikan kepada fakir miskin yang membutuhkannya.

🌧 Di akhir masa pemerintahan Umar bin Khottob, Saudah Ra kembali ke hadapan Sang Pencipta.

🌷 ​Butir-butir hikmah:​

⛅️ Kullu maa qodarallahu khoir (setiap yang Allah takdirkan selalu membawa kebaikan). Ini adalah kaidah tentang iman kepada taqdir. Ketika musibah datang, kita tidak pernah tahu rencana Allah selanjutnya. Namun yang harus kita yakin bahwa taqdir yang Allah berikan selalu mengandung kebaikan. Seperti Saudah Ra yang ditinggal wafat suaminya, tentu sangat berat bagi Saudah dalam kondisi kaum muslimin dalam penindasan. Namun taqdir selanjutnya menjadikan ia berada di posisi mulia menjadi Ummul Mukminin.

🌦 Menjadi diri sendiri adalah kunci yang dipegang Saudah Ra saat menjadi istri Rasulullah Saw. Ia tidak berkeras menggantikan posisi Khadijah Ra karena memang tidak mungkin tergantikan. Maka Saudah Ra menjadi istri Rasulullah Saw dengan dirinya sen

diri,dengan kemuliaan-kemuliaan akhlak yang dimiliki oleh dirinya. Orang yang memiliki kemuliaan akhlak tidak akan pernah merasa khawatir akan penerimaan orang lain terhadap dirinya. Karena akhlak yang mulia yang menjadikan seseorang mendapat kemuliaan.

🌩 Saudah Ra. Termasuk didalam as Sabiqunal aw Walun (orang-orang yang paling dulu masuk Islam), dan mereka mendapat keutamaan disisi Allah dan Rasul-Nya. Namun dengan keutamaannya, Saudah Ra tidak merasa jumawa, ia malah mau berbagi dengan Aisyah Ra yang masih sangat muda. Saudah Ra sangat rendah hati, dan sikap rendah hati itulah yang menjadikannya sangat mulia.

❄️ Ketha’atan kepada Allah membuat seseorang sangat mudah melakukan kebaikan. Seperti Saudah yang dengan mudah memberikan jatah harinya bersama Rasulullah Saw kepada Aisyah dan dengan mudah pula ia membagikan uang dirham yang demikian banyak yang dihadiahkan Umar bin Khattab kepadanya.

☃ Keadilan dan sikap baik seorang suami kepada semua istrinya (saat ia berpoligami) yang membawa keberkahan bagi keluarga. Istri yang mampu mendahulukan istri yang lain adalah pertanda istri yang bahagia. Dan kebahagiaan seorang istri dalam keluarga sangat berkaitan erat dengan perlakuan suami terhadapnya.

💧 Para suami harus memahami kondisi istrinya. Ketika istri mengemukakan keinginannya, suami harus menghargai keinginan istrinya dan memberikan ruang bagi keinginan-keinginan pribadi istri. Seperti Rasulullah Saw yang mengizinkan Saudah Ra untuk jalan terlebih dulu saat haji wada.

☔️ Demikian juga suami istri harus mengedepankan husnudhon (baik sangka) kepada pasangannya. Saudah Ra tetap berbaik sangka kepada Rasulullah Saw saat beliau menikah dengan Aisyah dan Rsulullah Saw berbaik sangka kepada Saudah Ra saat ia menyerahkan jatah harinya kepada Aisyah Ra.

🌊 Saling menghargai merupakan kunci harmonisasi  rumah tangga. Ketika Saudah Ra menyerahkan jatah harinya kepada Aisyah Ra, bukan berarti Rasulullah Saw kemudian mengabaikannya. Akan tetapi Rasulullah Saw tetap mengunjungi Saudah Ra, memberikan perhatian kepadanya, bersantai dan bercanda bersamanya dan bertanggung jawab penuh terhadapnya. 

🌪 Ketha’atan yang dilakukan seorang istri perlu mendapatkan support dari suaminya.  Walaupun suami tidak bisa melakukan ketha’atan yang sama. Support dari suami dalam ketha’atan yang dilakukan istri merupakan bentuk ta’awun (kerjasama) dalam kebaikan dan taqwa.

🌈 Pujian yang diberikan Aisyah kepada Saudah merupakan cermin bagaimana Rasulullah Saw sangat profesional  mengelola keluarga besarnya. Dimana istri-istri beliau, saling membantu, saling memuji, saling memberi dukungan.  

☄ Seorang istri solihah akan menjaga kehormatan dirinya dan kehormatan suaminya bahkan saat suaminya telah tiada.

💫 Ditinggal pasangan adalah satu tahapdari sekian tahapan keluarga. Maka setiap orang perlu mempersiapkannya.

💦 Seorang mukmin menyimpan harta ditangannya bukan di hatinya sehingga sangat mudah baginya untuk bersedekah dengan harta yang dimilikinya.

Wallohu a’lam bish showwab

Menjual Barang Non Halal

Assalamu’alaikum. Ustadz, Boleh tidak kita ikut volunteering di salah satu komunitas, yang jobdesc volunteer tersebut adalah melayani (ikut menjual) makanan non halal (misal sosis, cupcakes) tp bukan khamr?
Manis A26

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Itu tidak boleh, berdasarkan ayat:

ولا تعاونوا على الاثم و العدوان

Dan janganlah saling tolong dalam dosa dan pelanggaran. (Qs. Al Maidah: 2)

Wallahu a’lam.

Perpaduan Membuahkan Kebaikan​

Saudaraku,

Seringkali saat menghadapi masalah yang kita pikirkan dan lakukan adalah mengkonfrontasikan, membenturkan, bukan mencari titik temu atau mensinergikan. Akhirnya makin jauh dari solusi.

Bagaimana kalau kita ubah?
InsyaAllah akan lebih happy untuk menemukan solusi. Setuju?

Oke.
Mulai dari wadah hati.

Menurut ​Ibnul Qoyyim​,

​Setiap kebaikan selalu mencari tempat yang pantas baginya. Begitu pula setiap keburukan selalu mencari tempat yang sama tabiatnya. Maka itu, jadikanlah hati Anda sebagai wadah yang selalu layak dirindukan oleh setiap kebaikan. Dan janganlah jadikan hati Anda layaknya tempat sampah untuk menaruh semua kotoran.​

Caranya?

☆ Bersihkan hati dengan menghilangkan keburukan orang lain dari catatan memori di hati kita.
☆ Memaafkan orang lain.
☆ Sediakan ruang yang luas di hati kita untuk kata bahagia.
☆ Plus berusaha untuk memadukan kebaikan sehingga semakin menyempurnakan.

Dalam kitab ​Al-Fawaid​ disebutkan,

​Upaya nyata adalah pendamping iman. Apabila iman dan upaya nyata dipadukan keduanya akan membuahkan amal shalih.​

Di bulan Ramadhan ini kita bersama memadukan iman di hati dan kesungguhan upaya perjuangan diri dengan mendidik kehendak alias tarbiyatul irodah agar bisa menuju puncak taqwa.

Godaan yang bisa membuat kita menjadi rendah hina dan nista semestinya kita hindari dengan sebenar-benar puasa.

Semoga Happy Ending full Barokah yang kita dapatkan di akhir puasa dan diampuni dosa-dosa kita semua.
Aamiin

Wallahu a’lam

Bila Janji Telah Dibuat

Assalamu’alaikum ustadz/ah.

Ada suatu organisasi Islam di tempat saya tinggal, yg sedang berusaha membeli properti utk dijadikan masjid + Islamic centre. Pada saat acara Islamic conference (yg sudah menjadi program tahunan) yg diadakan organisasi ini, pembicara dari pihak panitia mengundang peserta utk menjadi donatur tetap utk biaya pembelian properti. Beliau meminta org2 yg bersedia utk menjadi donatur utk mengangkat tangan, lalu dibagikan selembar kertas utk mengisi data diri & berkas2 donasi. saya saat itu mengangkat tangan krn ingin ikut menyumbang, namun akhirnya tdk jadi mengembalikan kertas k panitia krn ragu apakah saya mampu atau tidak utk commit menyumbang setiap bulannya.

Bagaimanakah hukumnya dalam situasi ini? Apakah dengan mengangkat tangan itu tercatat sebagai janji saya utk menyumbang yg harus dipenuhi? Apa yg sebaiknya saya lakukan?
Jazakumullah
Manis A26

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Jika sudah menyanggupi, baik itu dgn mengangkat tangan, tanda tangan, atau apa saja yang dimaknai dgn itu, maka kita telah berjanji yang mesti kita tepati.

Bagaimana kalau dikemudian hari khawatir tidak bisa komit? Silahkan batalkan janji  sebelum hari H agreemennya, dan kemukakan uzurnya. Tidak ada kaffarat krn janji bukan nadzar dan sumpah. Hanya saja mungkin secara moral dan sosial, nama baik kita mungkin bisa ternoda.

Wallahu a’lam

RAMADHAN BULAN PERTAUBATAN​

☝ ​Da’i yang Mantan Preman – Preman Kota Makkah​☝

Ramadhan adalah ​Syahrul Qur’an,​
Ramadhan juga adalah ​Syahrul Qiyam​
Ramadhan adalah ​Syahrul Tarbiyah,​
Ramadhan juga ​Syahrul Jihad​
Ramadhan juga merupakan ​Syahrul Taubat​…bulan pertaubatan
Sejarah mencatat peristiwa pasca perang Badar yg terjadi di bulan Ramadhan

Mari mencoba mengambil hikmah dari Islamnya sahabat Nabi SAW yang bernama ‘Umayr ibn Wahb (ra) yang oleh Ibnu Hisyam dicatat dengan julukan “Saythanan min Sayathini Quraysin” dalam kitabnya.

Agung Waspodo, berharap ‘ibadahnya diterima Allah SWT dan tidak dikurangi walau dipajang di medsos, ighfirlana..

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Agung Waspodo  akan membahas pertaubatan Syaithan min Syayathini Quraysin ini dalam kajian ​AUDIO​ di bawah ini.

Selamat menyimak.

link audio: https://drive.google.com/folderview?id=0Bx5YNkOteOF8eThFQ3Rfd1BNalE

Zakat Perkebunan

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
mohon petunjuk, terkait zakat perkebunan.

Misal zakat perkebunan sawit, cara penghitungan nisabnya bagaimana?

Apa diqiaskan ke pertanian (padi)?
Kalau iya, masa panen padi rata2 4 bulan, kalau sawit biasanya 2 Minggu sekali di panen.
Apa waktunya jg d akumulasi kan 4 bln atau cukup 2 pekan saat panen?
Jazakallah Ahsanul jaza

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Zakat pertanian atau perkebunan nishabnya adalah 5 wasaq, setara dgn 652,8 kg gabah atau 520 kg beras

Dikeluarkan zakatnya setiap kali panen, sesuai dgn
Firman Allah
” Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada  d waktu memetik hasilnya tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai yang berlebih-lebihan. “
QS. Al-An’am : 141

Dalam hal terlalu repot menghitung zakat pada setiap kali panen setiap 2 pekan, boleh saja dihitungnya tiap bulan sekali (2 kali panen)

Jangan diakumulasikan terlalu lama, karena khawatir berdosa menunda2 pembayaran zakat
Kadar zakatnya 5% dari total hasil panen setelah dikurangi beban dan hutang

Wallahu a’lam.

Mereka berkata tentang ​Syaikh Yusuf bin Abdillah Al Qaradhawy​ Hafizhahullah

​Imam Hasan Al Banna​ berkata: “Sesungguhnya ia adalah seorang penyair yang jempolan dan berbakat.” 

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz​ mantan mufti kerajaan Saudi dan ketua Hai’ah Kibarul Ulama berkata: “Buku-bukunya memiliki bobot ilmiah dan sangat berpengaruh di dunia Islam.” 

☆☆☆☆☆

​Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albany​-ahli hadits terkemuka abad 20 berkata, “Saya diminta (al Qaradhawy) untuk meneliti riwayat hadis serta menjelaskan kesahihan dan ke dha’ifan hadis yang terdapat dalam bukunya (Halal wal Haram). Hal itu menunjukkan ia memiliki akhlak yang mulia dan pribadi yang baik. Saya mengetahui semua secara langsung. Setiap dia bertemu saya dalam satu kesempatan, ia akan selalu menanyakan kepada saya tentang hadis atau masalah fiqh. Dia melakukan itu agar ia mengetahui pendapat saya mengenai masalah itu dan ia dapat mengambil manfaat dari pendapat saya tersebut. Itu semua menunjukkan kerendahan hatinya yang sangat tinggi serta kesopanan dan adab yang tiada tara. Semoga Allah Ta’ala mendatangkan manfaat dengan keberadaannya.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abul Hasan Ali An Nadwi​ – ulama terkenal asal India berkata: “Al Qaradhawy adalah seorang ‘alim yang sangat dalam ilmunya sekaligus sebagai pendidik kelas dunia.”

☆☆☆☆☆

​Al ‘Allamah Musthafa az Zarqa’,​ ahli fiqh asal Suriah berkata: “Al Qaradhawy adalah Hujjah zaman ini dan ia merupakan nikmat Allah atas kaum muslimin.”

☆☆☆☆☆

​Al Muhaddits Abdul Fattah Abu Ghuddah​, ahli hadis asal Suriah dan tokoh Ikhwanul Muslimin berkata: “Al Qaradhawy adalah mursyid kita. Ia adalah seorang ‘Allamah.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Qadhi Husein Ahmad​, amir Jamiat Islami Pakistan berkata: “Al Qaradhawy adalah madrasah ilmiah fiqhiyah dan da’awiyah. Wajib bagi umat untuk mereguk ilmunya yang sejuk.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Thaha Jabir al Ulwani​, direktur International Institute of Islamic Thought di AS – berkata: “Al Qaradhawy adalah faqihnya para dai dan dainya para faqih.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Muhammad Al Ghazaly​- dai dan ulama besar asal Mesir yang pernah menjadi guru al Qaradhawy sekaligus tokoh Ikhwanul Muslimin berkata: “Al Qaradhawy adalah salah seorang Imam kaum muslimin zaman ini yang mampu menggabungkan fiqh antara akal dengan atsar.”

Ketika ditanya lagi tentang Al Qaradhawy, ia menjawab, “Saya gurunya, tetapi ia ustadzku. Syaikh dulu pernah menjadi muridku, tetapi kini ia telah menjadi guruku.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abdullah bin Bayah​ -dosen Univ. malik Abdul Aziz di Saudi – berkata: “Sesungguhnya Allamah Dr. Yusuf Al Qaradhawy adalah sosok yang tidak perlu lagi pujian karena ia adalah seorang ‘alim yang memiliki keluasan ilmu bagaikan samudera. Ia adalah seorang dai yang sangat berpengaruh. Seorang murabbi generasi Islam yang sangat jempolan dan seorang reformis yang berbakti dengan amal dan perkataan. Ia sebarkan ilmu dan hikmah karena ia adalah sosok pendidik yang profesional.”

Lebih dari itu, sesungguhnya Syaikh al Qaradhawy bukanlah seorang faqih yang hanya menyodorkan solusi teoritis mengenai masalah-masalah umat saat ini, masalah ekonomi, sosial dan lainnya, tetapi ia adalah seorang praktisi lapangan yang tangguh dan langsung turun ke lapangan. Ia telah menyumbangkan kontribusinya yang sangat besar dalam mendirikan pusat-pusat kajian keilmuan, universitas-universitas, dan lembaga-lembaga bantuan.

Ringkasnya, Al Qaradhawy adalah seorang Imam dari para Imam kaum muslimin masa kini dan ia adalah seorang Syaikhul Islam masa kini.

Jika anda sepakat dengannya, pasti anda akan merasakan kepuasan dengan alasan-alasan dan hujjah yang ia kemukakan. Jika tidak setuju dengannya, pasti anda akan menghormati pendapatnya karena pendapat yang ia lontarkan adalah pendapat seorang ‘alim yang takwa. Pendapat yang tidak muncul dari kebodohan dan tidak pula dari hawa nafsu. Takwa dan ilmu merupakan syarat bagi mereka yang menerjukan diri dalam fatwa agar fatwa dan kata-kata yang dikeluarkannya dihormati dan bernilai. Dua syarat itu telah terpenuhi Syaikh Yusuf al Qaradhawy.

Ia memiliki karakter yang sangat memadai untuk disebut sebagai seorang ‘alim dan Imam. Ia adalah seorang ‘alim yang berilmu

sangat luar dan dalam. Pengetahuannya multidimensi. Ia mampu menggabungkan antara naqli dan aqli, antara Alquran dan Assunnah, antara pokok (ushul) dan cabang (furu), antara sastra dan bahasa.

Di samping itu, ia pun memiliki ilmu penetahuan modern yang sangat luas. Hujjah-hujjah nya sangat jelas dan keterangan- keterangannya sangat memukau. Selain itu, ia memiliki kepribadian yang menawan, jiwa yang baik, rendah hati, lidahnya bersih dan selamat dari rasa dengki. Karangannya seringkali menjadi senjata untuk membela orang-orang sezamannya seperti yang ia lakukan untuk Syaikh Al Ghazaly. Sesungguhnya Syaikh Yusuf Al Qaradhawy adalah ulama unik yang jarang kita dapatkan di masa kini.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abdullah Al ‘Aqil​-mantan sekretari Liga Muslim Dunia-berkata: “Al Qaradhawy adalah laki-laki yang tahu langkah dakwah sekaligus sebagai faqih zaman ini.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abul Majid Az Zindan​i-dai dan tokoh harakah asal Yaman-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang ‘alim dan mujahid.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abdul Qadir Al Umari​-mantan ketua Mahkamah Syariah Qatar-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang faqih yang membawa kemudahan-kemudahan.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Muhammad ‘Umar Zubair​ berkata, “Al Qaradhawy adalah pembawa panji kemudahan dalam fatwa dan kabar gembira dalam dakwah.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh  Muhammad Fathi ‘Utsman​-seorang pemikir Islam terkenal-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang tokoh dan dai yang memiliki mata hati yang tajam dalam melihat realitas.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Adil Husein​-penulis muslim dan tokoh Partai Amal di Mesir-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang ahli fiqh moderat zaman ini.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Rasyid Al Ghanusyi​-tokoh harakah dan ketua Partai Nahdhah di Tunisia berkata, “Ia adalah Imam Mujaddid. Al Qaradhawy adalah lisan kebenaran yang memberikan pukulan keras kepada orang-orang munafik di Tunisia.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Ahmad ar Rasyuni​ – ketua Jama’ah Tauhid di Maroko berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang faqih yang mengerti maksud penerapan syariah.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Umar Nashef​ – Direktur Univ. King Abdul Aziz berkata, “Al Qaradhawy berada pada puncak pengabdiannya pada ilmu pengetahuan.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Adnan Zarzur​ -Profesor dan Ketua Dekan Fakultas ushuluddin di Univ. Qatar berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang mujaddid. Ia adalah faqih dan mujtahid zaman ini. Al Qaradhawy telah berhasil menggabungkan ketelitian seorang faqih, semangat seorang dai, keberanian seorang mujaddid dan kemampuan seorang Imam. Al Qaradhawy telah membangun dakwah Islam dalam fiqh dan ijtihad.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Isham Talimah​ mengutip perkataan seorang ulama, “Andaikata Al Qaradhawy hanya mengarang buku Fiqh Zakat, dia akan berjumpa dengan Allah Ta’ala dan telah dianggap membaktikan dirinya di bidang ilmiah untuk kepentingan Islam dan Umat Islam.”

☆☆☆☆☆

​Syaikh Abul A’la al Maududi​ mengatakan bahwa Fiqh Zakat adalah buku zaman ini dalam fiqh Islam. Para spesialis masalah zakat mengatakan belum pernah ada satu karya pun yang menandingi Fiqh Zakat karya Al Qaradhawi.

​Semoga Allah Ta’ala menjaga Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, memberkahi usianya dan menjadikan ilmunya bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin. Amiin.​

​Maroji’​
📚 ​Syaikh Isham Talimah, Manhaj Fiqih Syaikh Yusuf Al Qaradhawi​

Wallahu a’lam

Perempuan Tarawih di Rumah Atau Masjid?

Assalamu’alaikum Ustadz bagaimana caranya memberitau ke orang lain bahwa sholat tarawih itu bagi perempuan lebih baik di rumah , karena saya lebih di sarankan sama suami saya sholat dirumah saja  dan ada beberapa orang yg nanya ke saya kenapa ga kemasjid . bagaimana menjawabnya supaya  tidak menyinggung perasaan nya? Soalnya saya suka di bilang aneh yg lain kemasjid kok ini di rumah….

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam betsabda:

لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللهِ مَسَاجِدَ اللهِ

Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah yang wanita terhadap masjid-masjid Allah.​  ​(HR. Al Bukhari No. 900, dari Ibnu Umar)

Dalam hadits lain:

وخير صفوف النساء آخرها وشرها أولها

Sebaik-baiknya shaf bagi wanita adalah yang paling belakang dan yang terburuk adalah yang paling depan​.  ​(HR. Muslim No. 440, dari Abu Hurairah)

Maka, dua hadits ini menunjukkan bahwa wanita dibolehkan shalat di masjid, dan jika mereka berjamaah tentu juga mendapatkan nilai keutamaan shalat berjamaah.  Tentu kebolehan ini selama tetap menjaga adab-adab Islam.

Tetapi, memang lebih utama shalatnya di rumah, hal ini berlaku baik shalat wajib dan shalat sunnah, kecuali shalat-shalat tertentu yang memang mesti keluar rumah seperti shalat ‘id, istisqa, dan gerhana.

Hal ini berdasarkan pada hadits berikut:

صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا

“Shalatnya wanita di rumahnya lebih utama  daripada shalatnya di  kamar rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di ruangan lain di rumahnya”​  ​(HR. Abu Dawud 570. Al Hakim, No. 757, katanya: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Tetapi, jika sedang di Mekkah maka shalat di Masjidil Haram lebih utama di banding di rumahnya.

Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu berkata:

مَا لِامْرَأَةٍ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا فِي بَيْتِهَا، إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

Tidak ada yang lebih utama bagi shalat wanita  dibanding di rumahnya, kecuali di masjidil haram.​ ​( ​Akhbar Makkah Lil Fakihi​, 1204)

Wallahu a’lam.

Buah Tin dan Zaitun (QS. At-Tin)

©Manusia Terbaik dan Manusia Terburuk

”Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. 95: 04)

Setelah Allah bersumpah dengan tiga kelompok tempat di atas yang juga mengindikasikan tiga manusia terbaik yang diciptakan-Nya dan diutus-Nya ke bumi untuk membimbing manusia, kini giliran Allah menyampaikan maksud-Nya yang menjadi misi surat ini. Yaitu, mengungkap tanda-tanda kekuasaan Allah Swt. melalui penciptaan manusia yang sangat dahsyat, dalam bentuk yang sempurna dan terbaik di antara sekian makhluk Allah yang ada di alam ini.

Secara fisik, manusia diberi indera terlengkap. Dibekali dengan otak dan perasaan. Struktur tubuh dan anatominya juga bagus dan indah. Proses penciptaannya bahkan sangat menakjubkan.

Kebaikan di sini mencakup berbagai dimensi. Secara fisik manusia adalah makhluk Allah yang terbaik. Meskipun ia kadang mengagumi alam ini dan isi-isinya, namun ia akan lebih takjub bila melihat dirinya sendiri. Jantung yang berdetak sebelum ia dilahirkan dari rahim ibunya dan tak pernah berhenti sampai sebelum ajal mendatanginya.

Organ-organ luar yang tatanan eksteriornya sangat eksotis. Organ-organ dalam yang sangat seimbang. Sehingga ia benar-benar menjadi manusia yang -sebenarnya- memiliki amanah menanggung tugas kekhalifahan dan memakmurkan bumi Allah dengan sebaik-baiknya dan bukan merusaknya.

Dimensi non materi juga demikian. Manusia diberi rasa sedih dan gembira. Nikmat lupa dan ingat dan sebagainya.

Namun, bila kemuliaan dan segala perangkat kesempurnaan ini tak pandai disyukuri akan mengakibatkan murka Allah yang sangat mengerikan. ”Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).” (QS. 95: 05)

Adakah kehinaan dan kenistaan selain mendekam di dalam panasnya neraka? Kesengsaraan dan keabadian dalam penyesalan. Dari struktur kata yang dipakai sangat menarik. ”asfala sâfilîn” yang secara zhahir berarti tempat terendah diantara orang-orang penghuni tempat rendah/dasar neraka.

Meskipun Ibnu Abbas dalam riwayat yang lain, juga Qatadah, al-Kalbi, adh-Dhahhak dan Ibrahim an-Nakha’i menafsirkan ayat ini dengan pengembalian Allah terhadap keadaan manusia seperti semula pada saat ia renta dan pikun, mudah lupa dan sarat dengan kelemahan([8]).

Orang-orang yang tak pandai menyukuri nikmat kesempurnaan atau bahkan mendustakan dan mengingkarinya serta menggunakan karunia Allah untuk hal-hal yang menyebabkan murka-Nya pada hakikatnya derajat mereka diturunkan. Dijatuhkan lebih rendah dari binatang sekalipun.

©Menjaga Nilai Standar Kebaikan

”Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. 95: 06)

Inilah nilai standar untuk menjaga kualitas kesempurnaan manusia. Iman dan amal salih. Iman dengan berbagai dimensi keimanan yang diikuti dan dibuktikan dengan keseriusan beramal baik dan menjaga kontinyuitas serta kualitasnya. Hal inilah yang menjaga manusia untuk keluar dari rel kesempurnaan.

Orang yang memiliki karakteristik demikian layak mendapat balasan kebaikan dari Allah secara sempurna pula. Yaitu tidak terkurangi dan bahkan tidak terputus-putus([9]).

Imam Thabrani mengeluarkan sebuah hadits qudsi yang mengabarkan bahwa jika seorang hamba diberi cobaan Allah diantaranya berupa sakit dan ia ridho dan bersyukur atas cobaan itu maka saat ia sembuh bagaikan terlahir kembali dari rahim ibunya, dosa-dosanya tergugurkan dan mendapatkan pahala sebagaimana saat ia melakukan kebaikan ketika ia sehat.

©Lemahnya Alasan Pendustaan Hari Pembalasan

Jika tanda-tanda di atas sudah demikian jelasnya, lantas apa yang menyebabkan mata hati manusia tertutup sehingga tak mampu dan tak mau melihat dan menerima kebenaran yang sangat jelas.

”Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?” (QS. 95: 07)

Hanya orang-orang bodoh saja yang kemudian berpaling dari meyakini kepastian hari perhitungan tersebut. Hari tatkala keadilan ditegakkan dan tak ada yang bisa menutup-nutupi kezhaliman sekecil apapun.

Karena itu sangat wajar bila kata ganti yang digunakan mengkhithab di ayat ini adalah langsung. Yaitu kata ganti kedua ”kamu” (يكذبـك). Hal ini sekaligus untuk memberikan tantangan kepada jiwa yang selalu menentang titah dan perintah Allah yang dibawa oleh utusan-Nya.

”Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?” (QS. 95: 08)

Jika nantinya Allah memuliakan kembali orang beriman dan beramal salih dengan kemuliaan yang lebih serta memperlakukan orang-orang yang mendustakan dengan balasan adzab dan siksa maka yang demikian itu bukanlah sebuah kezhaliman. Karena Allah takkan memurkai dan menyiksa hamba-Nya kecuali setimpal dengan perbuatan dan kezhalimannya.

Jika kemudian Allah melebihkan pahala dan balasan kebaikan itu semata karena rahmat dan kemurahan Dzat yang serba maha sesuai dengan janjinya tak sering diucapkan disela-sela firman-Nya.

Maka pertanyaan di akhir surat ini tidaklah untuk dijawab. Karena jawabannya hanya satu. Yaitu, berupa pembuktian keadilan yang jelas tanpa ada yang disembunyikan. Karena persaksian yang dihadirkan bukan hanya buku catatan dan orang-orang lain yang bersangkutan. Namun, berupa bukti otentik yang tak terbantahkan.

”Pada hari ini kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka lakukan”. (QS. 36: 65)