SUKU-SUKU KAHLAN YANG BERHIJRAH

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Kamis, 04 Zulqadah 1438 H/ 20 Juli 2017

๐Ÿ“• SHIRAH NABAWIYAH

๐Ÿ“  Kak Siro

๐Ÿ“– Judul Materi *SUKU-SUKU KAHLAN YANG BERHIJRAH*
~~~~~~~~~~~~~~~~~ ๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ๐ŸŒฟ๐Ÿซ

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Bagaimana kabarnya hari ini adik adik ?

Mudah-mudahan selalu di limpahkan Rahmat, Hidayah serta Ridha Allah Swt. Dan Semoga Allah memberikan ketetapan hati dengan iman yang terus bertambah di dalam diri kita. Aamiin …

Hari ini kita akan mengenal suku-suku kahlan yang berhijrah dapat di bagi menjadi 4 golongan :

1) *Azad*

    Perpindahan mereka dipimpin oleh pemuka dan pemimpin mereka, Imran bin Amru Muzaiqiya mereka berpindah pindah di negeri Yaman dan mengirim para pemandu lalu berjalan ke arah utara dan timur. Dan inilah rincian akhir tempat-tempat yang pernah mereka tinggali setelah perjalanan mereka tersebut : Tsa’labah bin Amru pindah dari azad menuju Hijaz, lalu menetap di antara Tsa’labiyah dan Dzi Qar. Setelah anaknya besar dan kuat dia pindah ke Madinah dan menetap di sana. Di antara keturunan Tsa’labah ini adalah aus dan khazraj yaitu dua orang anak dari Haritsah Bin Tsa’labah.

Diantara keturunan mereka yang bernama Haritsah bin Amr ( atau yang dikenal dengan Khuza’ah ) dan anak keturunannya berpindah ke Hijaz, hingga mereka sehingga Mur azh-syahran, yang selanjutnya membuka tanah suci dan mendiami Mekah serta mengusir penduduk aslinya, Al-jarahimah. Sedangkan Imran Bin Amr singgah di oman lalu bertempat tinggal di sana bersama anak-anak keturunannya yang disebut Ada Oman sedangkan kabilah-kabilah Nashr bun Al Azd menetap di tihamah yang disebut Azd Syanuah. Jafnah bin Amr pergi ke Syam dan menetap di sana bersama anak keturunannya. Dia dijuluki Bapak para Raja Al-Ghassasinah, yang dinisbatkan kepada mata air di hijaz yang dikenal dengan nama Ghassan, yang telah mereka singgahi sebelum akhirnya pindah ke Syam.

2) *Lakhm dan Jutaan*

Mereka pindah ke timur dan Utara. Tokoh di kalangan mereka adalah nashr bin rabi’ah pemimpin raja-raja al-mundzir di Hirah.

3) *Bani Tha’i*

Setelah Azad berpindah, mereka berpindah ke arah utara hingga singgah diantara dua gunung, Aja’ dan Salma.Mereka menetap di sana hingga mereka dikenal dengan sebutan Al-jabalani ( 2 gunung ) di gunung Thayyi’.

4) *Kindah*

Mereka singgah di Bahrain lalu terpaksa meninggalkannya dan singgah di Hadramaut. Namun nasib mereka tidak jauh berbeda saat berada di Bahrain hingga mereka pindah lagi Najd. Disana mereka mendirikan pemerintahan yang besar dan kuat. Tetapi Secepat itu pula mereka punah dan tak meninggalkan jejak. Di sana masih ada satu kabilah dari himyar yang diperselisihkan asal keturunannya, yaitu Qudha’ah. Mereka hijrah meninggalkan Yaman dan menetap di pinggiran Iraq.

๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c
[28/7 13:50]

Manajemen Waktu

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Rabu , 26 Juli 2017/ 02 Dzulqo’idah

๐Ÿ“• Akhlak

๐Ÿ“ Kak Lelisya

*๐Ÿ“– MANAJEMEN WAKTU*
~~~~~~~~~~~~~~~~
๐Ÿ„โฐ๐Ÿ„โฐ๐Ÿ„โฐ๐Ÿ„โฐ๐Ÿ„

*๐ŸŒคManjemen Waktu*

โฐ Seorang muslim yang taat maka sudah selayaknya menjadikan hari-harinya  menjadi sesuatu yang memiliki kemanfaatan baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Agar tiap hari waktunya bermanfaat, maka selayaknya setiap muslim dapat mengatur waktunya dengan baik sehingga tidak terbuang sia-sia.

*Waktu Adalah Nikmat Yang Agung*

โฐ Allah banyak bersumpah dengan waktu. Tidak lain karena keagungan nikmat waktu dan begitu urgensinya dalam kehidupan anak manusia. Allah bersumpah dengan waktu dhuha, waktu malam, siang, dan bahkan dengan waktu itu sendiri. โ€œDemi masaโ€. Rasulullah saw melarang kita mencaci waktu. Karena waktu adalah hamba Allah yang senantiasa tunduk dan berserah diri kepada-Nya. Maka atas perintah-Nya dia berlalu dan melaju bagaikan badai tanpa ada yang sanggup menghentikannya kecuali Allah yang maha perkasa. Beliau juga bersabda:

ู†ุนู…ุชุงู† ู…ุบุจูˆู† ููŠู‡ู…ุง ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ: ุงู„ุตุญุฉ ูˆุงู„ูุฑุงุบ .

Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu darinya, yaitu kesehatan dan waktu luang.

*Waktu Adalah Umur dan Kesempatan*

โฐ Adalah keberadaan kita. Ia bagaikan ruang yang membatasi kita. Tanpanya kita benar-benar tiada. Dialah Allah yang selalu mendatangkan waktu itu  silih berganti sehingga hari kemarin tak akan dapat kita jumpai lagi. Bahkan sedetik waktu yang telah berlalu itu terlalu jauh kebanding setahun yang akan datang. Karena setiap yang akan datang itu dekat. Orang yang bertanggungjawab hanyalah orang yang menghargai waktu-waktunya. Adapun mereka yang menyia-nyiakannya maka ia pasti menuai kerugian besar. Yang bisa dilakukannya hanya menjawab tanggung saja!! Ia hidup dalam keadaan  mati,   meskipun  ia berjalan di muka bumi, masih merah warna darahnya serta berdetak pompa jantungnya. Inilah  makna yang  tersirat dari ucapan orang-orang kafir ketika mereka ditanya,โ€Berapa tahunkah   lamanya engkau  tinggal di bumi? Mereka menjawab  kami  tinggal di bumi sehari atau setengah hariโ€.

โฐ Jawaban itu menunjukkan bahwa seakan-akan mereka hidup hanya sehari atau setengah hari saja. Padahal sebenarnya diantara mereka ada yang hidup selama enam puluh tahun, ada yang hingga delapan  puluh tahun dan bahkan  ada yang  seratus tahun. Namun mereka tidak memahami arti umur, tidak mampu menguasai dan mengisinya sehingga merasa bahwa perjalanan hidupnya di dunia serasa begitu singkat, mengingat mereka tidak mengetahui masalah akhirat. Mereka hanya mengonsentrasikan pada masalah keduniawian belaka. Waktu-waktu yang dilaluinya berisi kesia-siaan semata

โฐ Waktu adalah kesempatan untuk berbuat baik dan berbekal di hari kemudian. Dan ketika  maut menjemput, maka saat itulah hilang sudah kesempatan kita. Yang tersisa hanyalah kenangan atau penyesalan. Tak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki ataupun menambah kebaikan itu. Hilangnya kesempatan bagi orang lain merupakan pelajaran berharga bagi setiap orang yang takut kepada Allah dan hari pembalasan. Sehingga seusai Allah menceritakan adzab yang membinasakan Firโ€™aun Allah berfirman :

ุฅู† ููŠ ุฐู„ูƒ ู„ุนุจุฑุฉ ู„ู…ู† ูŠุฎุดู‰

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut.

*Manajemen Waktu Dalam Islam*

โฐ Tugas dan kewajiban kita sebagai manusia terlalu banyak. Sedang waktu membatasi ruang gerak dan usaha kita. Dilihat dari sisi waktu dan kepentingannya pekerjaan itu bermacam-macam dan bertingkat. Dari situlah seorang mukmin harus memandang, memilih dan memilah berbagai pekerjaannya.

โฐ Dahulukan yang wajib dari yang sunnah atau mubah. Karena takwa itu terletak pada pekerjaan yang diwajibkan dan meninggalkan yang di haramkan. Bukan pada pekerjaan yang sunnah. Disanalah terletak tuntutan dan pertanggungjawaban!! Jika seseorang melalaikan yang wajib, maka cacatlah atau bahkan batallah ketakwaannya. Namun jika meninggalkan yang sunnah, maka tidaklah merubah ketakwaannya.

โฐ Manajemenlah waktu kita dengan sebaik-baiknya semisal : usahakan sholat fardhu kita tepat waktu, jangan sampai dengan seabrek aktivitas melalaikan waktu sholat fardhu kita..

โฐSobat MFT yang dimuliakan Allah swt, ibarat pepatah mengatakan : waktu adalah pedang….maka dari itu berhati-hatilah

~~~~~~~๐Ÿ„๐Ÿ๐ŸŒบ
~~~~~~~๐ŸŒบ๐ŸŒธโ˜˜

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

TAUBAT

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Selasa , 25 Juli 2017/ 01 Dzulqo’ idah

๐Ÿ“• Ibadah

๐Ÿ“ Trisa Yunita

*๐Ÿ“–TAUBAT*

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ

_Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:_
_*Wahai manusia, hendaknya kalian bertaubat dan memohon ampunan kepada Alloh. Sesungguhnya aku bertaubat sebanyak seratus kali dalam sehari*_
HR. Muslim

*Taubat?? Apa manfaatnya??*

1. Karena taubat itu adalah perintah Alloh, maka melakukannya merupakan *sumber segala kebaikan*.. dan itu berarti sumber kebahagiaan dunia akhirat..

Bahkan.. Sekalipun Nabi telah diampuni dosa2nya oleh Alloh.. beliau tetap melakukannya.. 100 kali atau 70 kali dalam sehari..

2. *Disenangi Alloh..*
_Sungguh Alloh lebih senang dengan taubat seorang hambaNya tatkala ia bertaubat kepada Nya. Melebihi kesenangan laki laki yg jatuh dari untanya dan kehilangan untanya di padang sahara (lalu ia menemukan nya kembali)_

Bertaubatlah.. karena taubat itu.. salah satu ciri kekasih Alloh..

๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐Ÿฆ‹๐Ÿ

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c
[26/7 12:22] 

CONTROL YOUR ANGER

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Jumat, 04 Dzulqaidah 1438H/ 28 Juli 2017

๐Ÿ“• Pengembangan Diri (Psikologi)

๐Ÿ“ Bu Dina Farihani S. Psi.

๐Ÿ“– *CONTROL YOUR ANGER*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
โ„๐Ÿ”ฅโ„๐Ÿ”ฅโ„๐Ÿ”ฅโ„๐Ÿ”ฅโ„

Assalamu’alaikum, Sobat Muda!

Salam semangat Jumat! โœŠ

Jumpa lagi dgn sesi materi psikologi. Kali ini, tema kita adalah ……….

*CONTROL YOUR ANGER*

_Pernahkah kamu berada pada situasi yang tertekan dan merasa ingin “ingin meledak”? Atau coba diingat, pernahkah kamu kelepasan berkata kasar, atau bahkan menyakiti seseorang karena merasa sangat marah?_

Apa yang kamu rasakan dan pikirkan setelahnya? Penyesalan? Malu dan ingin segera menghilang? Atau malah merasa puas karena sudah menyalurkan kemarahan?

_Oke, coba simak dulu ulasan berikut ini ya,_

๐Ÿ—’๐Ÿ—’๐Ÿ—’๐Ÿ—’๐Ÿ—’๐Ÿ—’๐Ÿ—’๐Ÿ—’๐Ÿ—’
Marah adalah kondisi dimana seseorang merasa kecewa, tidak suka, tidak bisa menerima–suatu situasi yang membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Marah akan berdampak pada diri kita tergantung pada cara kita menyikapinya. Jika kita berhasil mengendalikan marah, maka dampaknya akan lebih positif tidak hanya untuk diri kita, tapi juga untik orang lain.
Namun, seperti yang kita ketahui, mengendalikan marah bukanlah hal mudah. Perlu kesadaran dan strategi untuk bisa memiliki kemampuan mengendalikan marah.

Berikut ini adalah *Tips Mengendalikan Emosi* yang bisa kita latihkan :

1โƒฃ *Kenali Jenis-jenis Emosi*
Orang seringkali bersikap agresif dgn berteriak mendorong, atau memukul dan seterusnya karena tidak tahu bagaimana mengekspresikan emosi dengan cara yang lebih tepat. Kita perlu mengenal emosi apa saja yang ada, dan melatih untuk mengungkapkannya dengan kata-kata, seprti ; _”aku merasa kecewa”_, dsb.

2โƒฃ *Self Talk*
Latihlah untuk berdialog dengan diri sendiri pada situasi yang membuat tertekan (emosional). Kamu bisa coba mengatakan kepada diri sendiri ; _”Stop and calm down”_, _”Stay in control”_, _”I can handle this”_ , dst.

3โƒฃ *Pound it Out*
Carilah cara yang efektif untuk menurunkan ketegangan, menyalurkan energi berlebih, dan gunakan pada saat yang dibutuhkan. Misalnya dengan memukul bantal, meremas kertas/tas kain, melempar bola ke keranjang, dsb.

4โƒฃ *Go to a Calm Spot*
Siapkan dan aturlah sebuah tempat dimana kamu bisa mengontrol diri. Bisa dengan disertai iringan musik, buku, alat tulis, dsb.

5โƒฃ *Tear your anger into little pieces*
Tuliskan apa saja hal/kejadian yang membuatmu merasa kecewa, marah, atau frustasi. Lalu sobek atau jadikan potongan kecil, dan buanglah. Hal ini bisa juga dilakukan dengan imajinasi, misal kamu bayangkan kemarahanmu sebagai bola api, yang perlahan semakin menjauh dan menghilang.

6โƒฃ *Stop and Breathe*
Latihlah untuk teknik pernafasan; tarik nafas perlahan, tahan beberapa saat, lalu hembuskan perlahan.
Mengulanginya bbrp kali akan membantu relaksasi dan menurunkan stress yang dapat mengakibatkan kemarahan.

7โƒฃ *Teknik 1+3+10*
Segera setelah merasa ada tanda-tanda emosi memuncak/kemarahan, lakukan langkah berikut ini:
– Stop dan katakan _”Be calm”_ (1)
– Lakukan teknik nafas perlahan sebanyak tiga kali (3)
– Hitung pelan sepuluh hitungan dalam hati (10)

8โƒฃ *Imagine a calm place*
Tutuplah mata sambil menarik nafas perlahan dan bayangkan suatu tempat yang nyaman dan tenang.

9โƒฃ *Draw it or Write it*
Sebagian orang merasakan rileks dengan menggambar, sebagian yang lain dengan menulis. Sediakan dan siapkan perlengkapan yang sesuai minatmu untuk bisa membantu relaksasi pada saat-saat yang dibutuhkan.

Oke friends, selamat berlatih!
_And see you next time_

โœŠ โœŠ โœŠ

_Reff: www.michele borba.com

โ„๐Ÿ”ฅโ„๐Ÿ”ฅโ„๐Ÿ”ฅโ„๐Ÿ”ฅโ„

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Poligami

Assalamualaikum ustadz/ustadzah…mau bertanya tentang keluarga
1. Bagaimana sikap kita terhadap kakak laki2 yang ingin menikah lagi padahal dalam rumah tangganya tidak ada masalah serius.
2. Sang kakak menikah dengan wanita yang akan menjadi teman bisnisnya alasannya akan sering berdua didalam mobil jadi untuk menjaga dari fitnah kakak saya akan menikahi wanita tsb. Apakah alasannya sudah syari? Apakah niat kakak saya itu benar/kurang tepat.
3. Istri pertama sudah mengikhlaskan karena pertimbangan demi kebaikan keluarga juga kebetulan siwanita yang akan dinikahi seorang janda kaya punya beberapa bisnis yang menjanjikan.. mohon pencerahan ustadz/ustadzah.

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah…

Pada dasarnya poligami diperbolehkan sesuai ayat alquran di QS An Nisa 4:3

Ayat ini memberi catatan bahwa poligami dapat dilaksanakan bila aman dari potensi kedzhaliman diantara para istri baik dalam hal pemenuhan nafkah lahir, bathin ataupun pergiliran.

Poligami dilakukan oleh seorang Muslim jika menghadirkan kemaslahatan syariah, sosial dan dakwah. Misal mengatasi ketidakseimbangan jumlah laki-laki dengan perempuan, atau masalah keturunan dimana ada para istri yang Allah taqdirkan tidak bisa memberikan keturunan.

Pelaksanaan poligami memiliki batasan-batasan yang sudah diatur syara’ , dengan tujuan menghadirkan dan menegakkan keadilan didalam keluarga yang mengamalkan poligami secara utuh sesuai tuntunan Rabbaniyyah.

Dalam hal batasan, terdapat 2 syarat penting bagi seorang suami dianggap memenuhi syarat untuk melakukan poligami :

1. Memiliki kemampuan ekonomi dengan memberikan nafkah yang lebih kepada istri-istri dan anak-anak-nya. Karena tidak halal seorang suami menikah baik itu dengan satu istri ataupun lebih kecuali ia memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi setelah menikah kelak seperti disebutkan dalam hadist,

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu hendaknya ia menikah. Karena menikah itu bisa menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)

Mampu disini artinya suami yang memang mampu memberi nafkah kepada istri-istrinya, dan bukan menjadikan salah satu istrinya sebagai sumber inspirasi pemenuhan kebutuhan ekonomi bagi dirinya.

2. Memiliki kemampuan dan potensi yang terukur secara syara’ dalam berlaku adil kepada istri-istrinya, baik dalam memberikan tempat tinggal, makanan, pakaian dan giliran secara penuh serta hal lainnya.

Jika secara objektif seorang suami dipandang tidak bisa berlaku adil maka makruh baginya untuk berpoligami untuk menghindari mafsadat yang mungkin muncul dikemudian hari.

“Apabila seorang laki-laki memiliki dua orang istri lalu ia tidak berlaku adil kepada keduanya maka ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh yang terjatuh” (HR Tirmidzi)

“Apabila seorang laki-laki memiliki dua orang istri lalu ia tidak berlaku adil kepada keduanya maka ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh yang miring” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, Ad Darimi)

Berkaitan dengan pertanyaan saudari diatas, bagaimana harusnya keluarga bersikap, maka yang harus dipastikan dan coba untuk diingatkan kepada suami yang hendak melakukan poligami tersebut adalah 2 syarat utama diatas. Bahas bersama ulama atau ahli agama yang shalih.

Di zaman yang penuh fitnah ini, sangat penting untuk menghadirkan Ulama atau Ahli Agama yang shalih sebagai pihak untuk membantu menjaga keshahihan amal yang akan dikerjakan, dalam hal ini adalah sunnah Poligami.

Selanjutnya, tentang alasan yang diajukan seperti yang tercantum dalam pertanyaan, sepertinya harus kembali ditegaskan dan dibicarakan. Apakah semata hanya karena masalah teknis pertemuan bisnis yang sebenarnya bisa di siasati untuk menghindari khalwat dengan selalu menyertakan istri dalam perjalanan bisnis ataukah ada alasan lainnya yang lebih bersifat pribadi? Perlu dibicarakan dengan ulama atau ahli agama yang terdekat.

Juga untuk alasan karena sang wanita adalah seorang janda dengan bisnis yang banyak dan berhasil, tentunya ini juga harus dipertimbangkan dengan matang untuk perjalanan kehidupan kedepannya. Apakah ini lebih dominan menghadirkan potensi kebaikan atau sebaliknya berpotensi menimbulkan masalah dalam rumah tangga? Apalagi selama ini rumah tangga penanya tidak cukup teruji dengan adanya masalah rumah tangga.

Misalnya, perlu memperhatikan akhlak ataupun suluk dari wanita calon madu tersebut, kondisi agama dan keimanannya. Karena tentunya ini akan sangat berpengaruh untuk kehidupan selanjutnya bagi kedua istri dan keluarganya.

Jangan sampai alasannya semata karena bisnis atau harta, sehingga kedepannya justru menghadirkan potensi masalah ketidakadilan berdasar ketimpangan kekuatan ekonomi dari istri pertama dan kedua. Harta/bisnis sudah seringkali menjadi masalah besar yang menjadi pemicu konflik hingga keretakan rumah tangga.

Saran kami, hendaknya melakukan pemetaan bersama terlebih dulu, di mediasi ahli agama yang shalih, khususnya untuk membahas secara objektif masalah-masalah yang akan dihadapi jika memang harus melakukan poligami meskipun istri pertama sudah bersedia. Jangan sampai niat baik istri sholihah berbuah duka dan luka. Sebaik-baik suami adalah yang paling baik sikapnya dan akhlaknya terhadap istri-istrinya.

Sekali lagi, poligami bukan sekedar masalah ijin yang diberikan dengan ikhlash penuh keridhoan. Tapi lebih dari itu. Apalagi jika didalam prosesnya ada unsur bisnis/harta/ekonomi yang potensi mudorat maupun manfaatnya perlu saling difahami.

Sejatinya, tujuan harta atau bisnis tidak bisa dijadikan alasan utama secara syara’ untuk melatar belakangi sebuah pernikahan. Kalaupun ternyata alasan itu tidak bisa dihindari, maka pelaksanaannya kemudian harus dipersiapkan dengan baik dan seksama untuk menghindari munculnya potensi masalah-masalah besar yang akhirnya akan membawa mudharat untuk kehidupan pernikahan kelak.

Wallahu’alam bisshowab

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Tidak Ada Kejayaan Tanpa Hantamanโ€‹, โ€‹Tidak Ada Persatuan Tanpa Kesatuan Harapanโ€‹, โ€‹Tidak Ada Bangsa Besar Tanpa Pemimpin Besarโ€‹

Kamis, 19 Dzul-Hijjah 804 Hijriah
Pertempuran di Ankara – 20 Juli 1402

Pertempuran yg terjadi di padang rumput Çubuk, dekat ibukota Turki sekarang yaitu Ankara, merupakan baku hantam terbesar antara Khilafah Turki Utsmani dengan Kekaisaran Timur.

Pada pertempuran ini kedua pemimpin tertinggi, Sultan Bayezid I dan Sultan Timur (Lang, Lenk, Lame) berhadap-hadapan memimpin pasukannya masing-masing di garia terdepan. Ketika itu menjadi pemimpin pada umumnya juga seorang yg siap untuk dituntut maju memimpin pasuka perangnya ke meda laga.

Pertempuran, dimana jumlah pasukan Timur 4 kali lipat lebih banyak tersebut, berakhir dengan kekalahan telak pada pihak Khilafah Turki Utsmani. Bahkan berbuntut tertangkapnya Sultan Bayezid I. Kekalahan ini juga diwarnai dengan sejumlah pengkhianatan pada barisan Turki Utsmani dari barisan kavaleri Tatar dan pasukan berkuda Sipahi lokal dari sejumlah Beylik Turki lainnya.

Pengkhianatan adalah penyakit bagi setiap peradaban yg hendak maju menjadi pemimpin dunia. Ia bagaikan sebuah proses yg tidak dapat dihindari utk menempa masyarakat dan pemimpin dari suatu bangsa yg ditakdirkan menjadi besar. Seberapa cepat dan tangkas mengatasinya merupaka salah satu indikator kertahanan bangsa tersebut dalam memelihara peradabannya.

Namun, pertempuran tidak seimbang ini terus berlanjut, bahkan hampir sepekan kontingen pengawal sultan bertahan dalam kepungan di pebukitan Çubuk sebelum akhirnya satu-persatu menemui ajalnya hingga sultan tertawan. Sultan Bayezid I bergelar Yıldırım akhirnya wafat setelah 1 tahun dalam tawanan dan jenazahnya dikirim kembali ke anaknya Mehmed Çelebi setelah Sultan Timur sendiri wafat juga.

Kesedihan adala keniscayaan dalam sebuah kekalahan, namun hal itu tidak perlu terlalu lama bagi bangsa yg besar. Pembelajaran atas sebab-sebab kekalahan menjadi prioritas yg lebih utama ketimbang ratapan kesedihan komunal.

Masa hilanganya kepemimpinan Khilafah Turki Utsmani dikenal dalam sejarah sebagai “interregnum” yg berakhir dgn konsolidasi ulang oleh anaknya mendiang sultan, yg kemudian dikenal sebagai Sultan Mehmed I Çelebi sang pemersatu. Khikafah Turki Utsmani kembali bergerak, tumbuh, dan terus berkembang sampai 2-3 abad setelah itu.

Dari seorang pemimpin yg laju kerjanya sangat “secepat kilat” sesuai gelar Yıldırım-nya lalu lahirlah seorang pemimpin pemersatu yg cerdas mengatasi masa genting seperti Mehmed I bergelar Çelebi yg berarti “cerdas.” Mungkin ada benarnya, bahwa buah tidak jatuh begitu jauh dari pohonnya; kebaikan melahirkan kebaikan.

Agung Waspodo, pagi sebelum silaturrahim di wilayah Depok dan sekitarnya.. 613 tahun kemudian!

Depok, 20 Juli 2015, sekitar jam 08.41
Laporan foto kolase dimuat C3i: 20 Juli 2015, sekitar 2 jam setelahnya

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
http://www.manis.id

Bid’ah

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Sekarang ini sdg marak di beberapa​ golongn islam tertentu yg membid’ahkan dlm sgala hal….yg saya​ ketahui bid’ah itu kan mengada2 dlm urusan ibadah mahdhoh…sdgkan dlm ghoiro mahdhoh bukan bid’ah karena disesuaikn dg kondisi dan tempat.

Bgmn penjelasan ustad?
Pertanyaan dr member manis 04

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bid’ah yang tercela adalah dalam ibadah ritual (mahdhah), sebab ibadah mahdhah sudah ada aturan main yang rigit dan paten, seperti shalat. Sifat ibadah ini tauqifi (given).

Ada pun ibadah ghairu mahdhah, adalah ibadah umum yang bukan ritual, yang membuka peluang fleksibelitas. Sifat ibadah ini taufiqi (kompromis).

Misal: sedekah sunah. Tak ragu lagi ini sebagai ibadah. Tapi, syariat tidak menentukan secara baku waktu, besarannya, dan arahnya. Maka, jika sedekah ini diwujudkan dgn beasiswa, sunatan masal, bakti sosial, dr seorg muslim yang kaya maka itu bukan bid’ah.

Silaturrahim, zaman dulu dengan ziarah, saat ini bisa dengan telp, WA, dan semisalnya. Ini juga bukan bid’ah.

Jika tidak ada unsur ilmiah sama sekali, hanya tebak foto, maka ini ramalan yang terlarang. Sebaiknya hati2 dan hindari.

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Mari Kita Bersyukur

© MARI KITA BERSYUKUR…

▪…. Karena Allah telah begitu banyak menganugerahkan nikmat-Nya secara cash, secara kontan, meskipun kita baru bisa mensyukuri nikmat tersebut dengan cara kredit, dengan mencicil.

▪Maka, tugas kita adalah memberikan dan melakukan yang terbaik tidak untuk menjadi yang terbaik apalagi merasa lebih baik dari orang lain, ana khairum. Astaghfirullah.

▪Kami menyajikan buku ini sebagai upaya diri untuk lebih bersyukur bahwa di tengah kekurangan, kelemahan, keterbatasan dan ketidaksempurnaan kita bisa melakukan hal-hal yang berguna, sesederhana apapun. Give the BEST, untuk bisa memberikan yang terbaik kita tidak harus sempurna, tidak harus lebih pintar dulu apalagi paling pintar, tidak harus kaya dulu atau paling kaya, tidak harus menunggu nanti atau menanti mati, namun sesegera mungkin kita bisa melakukan apa yang dilakukan, memberikan apa yang bisa diberikan.

©Sahabat, dengan memberikan yang terbaik kita justru termotivasi untuk belajar dan belajar serta memantaskan diri bahwa di atas langit ada langit, di atas jenderal ada jenderal yang lain.

▪Sebagai orang-orang biasa, orang awam, mari kita bersyukur yakni temukan potensi diri agar bisa survive dan bertahan hidup meskipun di tengah keterbatasan. Dahsyatkan potensi diri agar bisa menapaki sukses sekecil apapun, hargailah. Manfaatkan potensi agar bisa signifikan, bahagia menjadi orang yang bermanfaat, khairun naas anfa’uhum linnaas.

©Prinsipnya, orang yang berhenti menjadi lebih baik, sesungguhnya dia sedang berhenti menjadi baik.

▪Jangan menunda-nunda kebaikan karena bisa jadi ini kesempatan yang terakhir buat kita. Jangan menunda nunda pekerjaan dan amanah karena orang yang menunda pekerjaan sebenarnya dia sedang menumpuk-numpuk kesulitan.

©Selamat menjadi diri sendiri dengan memberikan yang terbaik, give the best. Mulai dari diri kita. Mulai dari yang terkecil. Mulai dari yang terdekat. Mulai dari yang kita bisa. Mulai dari yang kita punya.

Semoga Allah meridhai kita. Aamiin

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
http://www.manis.id

Membangun Masjid dgn Meminta Sumbangan di Jalan

Assalamualaikum Wr.Wb Ibu ustadzah, saya mau tanya bagaimana hukumnya dalam Islam jika ada sekelompok orang meminta-minta di tengah jalan untuk pembangunan mesjid. Sangat mengganggu sekali karena setel lagu Qasidahan dan orangnya berbicara sangat keras menggunakan mick… trus di jalanan pasang 5 drum dan tambang besar dan kursi…. mohon jawabannya terima kasih.

Jawaban:
—————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Tentang pembangunan masjid. Niat mereka sesungguhnya baik mengajak setiap yang lewat untuk berpartisipasi dalam pembangunan masjid. Akan tetapi niat baik saja tidak cukup, terbukti banyak yang berpendapat bahwa apa yang dilakukan itu mempermalukan Islam. Mengganggu karena  suara keras, macet dan masih banyak lagi komentar. Lantas bagaimana dalam Islam hukumnya?
Hukum asal memotivasi orang untuk menyumbang mesjid boleh. Akan tetapi kalau pelaksanaannya mengganggu ketertiban umum. Jalan jadi macet atau berpotensi terjadi kecelakaan atau menimbulkan kemudharatan ini tidak boleh.

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sejarah dan Keutamaan Al Aqsha Serta Kewajiban Melindunginya (Bag. 4-selesai)โ€‹

📌Tempat Terjadinya Peristiwa Isra 

Surat Al Isra ayat pertama di atas menunjukkan bahwa Al Aqsha bersama Masjidil Haram-  merupakan tempat terjadinya  peristiwa Isra  (perjalanan di malam hari). Hal ini menunjukkan kedudukannya yang tinggi  sehingga dia dipilih sebagai tujuan dari Isra di dunia, dan titik tolak terjadinya Miraj ke langit tujuh.

Ada pun tentang Isra Miraj, benarkah peristiwa ini terjadi pada bulan Rajab? Atau tepatnya 27 Rajab? Jawab: Wallahu Alam. Sebab, tidak ada kesepakatan para ulama hadits dan para sejarawan muslim tentang kapan peristiwa ini terjadi, ada yang menyebutnya Rajab, dikatakan Rabiul Akhir, dan dikatakan pula Ramadhan atau Syawal. (Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7/242-243)    

 Imam Ibnu Rajab Al Hambali  mengatakan, bahwa banyak ulama yang melemahkan pendapat bahwa peristiwa Isra terjadi pada bulan Rajab, sedangkan Ibrahim Al Harbi dan lainnya mengatakan itu terjadi pada Rabi’ul Awal. (Ibid Hal. 95).

Beliau juga berkata:

و قد روي: أنه في شهر رجب حوادث عظيمة ولم يصح شيء من ذلك فروي: أن النبي صلى الله عليه وسلم ولد في أول ليلة منه وأنه بعث في السابع والعشرين منه وقيل: في الخامس والعشرين ولا يصح شيء من ذلك وروى بإسناد لا يصح عن القاسم بن محمد: أن الإسراء بالنبي صلى الله عليه وسلم كان في سابع وعشرين من رجب وانكر ذلك إبراهيم الحربي وغيره

“Telah diriwayatkan bahwa pada bulan Rajab banyak terjadi peristiwa agung dan itu tidak ada yang shahih satu pun. Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dilahirkan pada awal malam bulan itu, dan dia diutus pada malam 27-nya, ada juga yang mengatakan pada malam ke-25, ini pun tak ada yang shahih. Diriwayatkan pula dengan sanad yang tidak shahih dari Al Qasim bin Muhammad bahwa peristiwa Isra-nya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terjadi pada malam ke-27 Rajab, dan ini diingkari oleh Ibrahim Al Harbi dan lainnya.” (Lathaif Al Ma’arif Hal. 121. Mawqi’ Ruh Al Islam)  

Sementara, Imam Ibnu Hajar mengutip dari Ibnu Dihyah, bahwa: Hal itu adalah dusta.” (Tabyinul ‘Ajab hal. 6). Imam Ibnu Taimiyah juga menyatakan peristiwa Isra’ Mi’raj tidak diketahui secara pasti, baik tanggal, bulan, dan semua riwayat tentang ini terputus dan berbeda-beda.

📌 Kiblat Pertama  Umat Islam

Allah Ta’ala berfirman:

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (142) وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ (143) قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ (144)

Orang-orang yang kurang akalnya  diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.  Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami ak
an memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Baqarah (2): 142-144)

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Baitul Maqdis telah menjadi kiblat selama 16 atau 17 bulan lamanya. (HR. Bukhari No. 4488)

Ada beberapa hikmah dari ayat-ayat tahwilul qiblah di atas:

✅Ujian Keimanan dan Ketaatan untuk kaum mukminin (para sahabat saat itu).

✅Simbol persatuan dan  kebersamaan seluruh  kaum muslimin.

✅Keseragaman arah ibadah kaum muslimin

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan:

إنما شرعنا لك -يا محمد -التوجه أولا إلى بيت المقدس، ثم صرفناك عنها إلى الكعبة، ليظهر حالُ من يَتَّبعك ويُطيعك ويستقبل معك حيثما توجهتَ مِمَّن ينقلب على عَقبَيْه، أي: مُرْتَدّاً عن   دينه

“Sesungguhnya syariat kami  untukmu –wahai Muhammad- pertama-tamanya adalah mengarah  ke Baitul Maqdis, kemudian merubahmu darinya kearah Kabah, untuk menampakkan/memenangkan   keadaan orang yang mengikutimu, mentaatimu, dan berkiblat bersamamu di mana saja kamu  menghadap, terhadap orang-orang yang murtad dari agamanya. (Tafsir Al Quran Al Azhim, 1/457. Dar Lin Nasyr wat Tauzi)

✏️Lalu, Apa setelah ini?

Telah diketahui berbagai keutamaan dan kemuliaan Masjid Al Aqsha. Tulisan ini bukanlah yang pertama (dan mungkin bukan yang terakhir). Semua sudah diketahui bersama, dan keadaan Al Aqsha saat ini pun sudah diketahui bersama. Lebih setengah abad lamanya dia berada di bawah cengkraman Zionis Yahudi. Berkali-kali pula kaum muslimin di usir, dibantai, wanitanya diperkosa, rumah-rumah dirubuhkan, dan semua ini terlihat jelas di mata dunia, sampai pula di kamar-kamar kita.

Tidak cukup mengutuk, tidak cukup KTT, dan tidak cukup melakukan kajian-kajian, harus ada amal nyata, terprogram, dan massiv agar Al Aqsha kembali ke tangan kaum muslimin. Baik dilakukan oleh pribadi, lembaga, atau negara-negara muslim. Semuanya tidak boleh tinggal diam atas kewajiban ini. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan.

Dari Zaid bin Khalid Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا

“Barangsiapa yang membantu persiapan orang yang berjihad, maka dia juga telah berjihad. (HR. Bukhari No. 2688)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah menetapkan, orang yang mempertahankan harta pribadi dan membela keluarga adalah syahid, maka apalagi mempertahankan bumi yang diberkahi ini, milik kaum muslimin -bukan milik pribadi- dan segudang keutamaan lainnya.

                Dari Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

                “Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya, maka dia syahid.” (HR. Bukhari No. 2348, At Tirmidzi No. 1418I, bnu Majah No. 2580, An Nasa’i No. 4087)

                Dari Sa’id bin Zaid Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

                “Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya maka dia syahid, barangsiapa dibunuh karena agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena darahnya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena membela keluarganya maka dia syahid. (HR. At Tirmidzi No. 1421, katanya: hasan shahih, Abu Daud No. 4772, Syaikh Al Albani menshahihkan di berbagai kitabnya)

Sesungguhnya berperang membela Al Aqsha sudah wajib semampu yang kita berikan- bagi kaum muslimin. Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

متى تشرع الحرب وإذا كانت القاعدة هي السلام، والحرب هي الاستثناء فلا مسوغ لهذه الحرب – في نظر الاسلام – مهما كانت الظروف، إلا في إحدى حالتين: (الحالة الاولى) حالة الدفاع عن النفس، والعرض، والمال، والوطن عند الاعتداء. يقول الله تعالى: ” وقاتلوا في سبيل الله الذين يقاتلونكم. ولا تعتدوا إن الله لا يحب المعتدين “.

“Jika yang menjadi kaidah dasar adalah berdamai (As Salam), sedangkan perang adalah pengecualian, maka berarti menurut ajaran Islam perang sama sekali tidak dikenal; dalam keadaan bagaimana pun kecuali pada dua keadaan:

Pertama. Mempertahankan diri, nama baik, harta dan tanah air ketika diserang musuh, firman Allah taala: Dan berperanglah di jalan Allah melawan meraka yang memerangi kamu, janganlah sekali-kali kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak   menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al Baqarah (2): 190)

Lalu, Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menambahkan:

(الحالة الثانية) حالة الدفاع عن الدعوة إلى الله إذا وقف أحد في سبيلها. بتعذيب من آمن بها، أو بصد من أراد الدخول فيها، أو بمنع الداعي من تبليغها، ودليل ذلك: (أولا) أن الله سبحانه يقول: ” وقاتلوا في سبيل الله الذين يقاتلونكم ولا تعتدوا إن الله لا يحب المعتدين واقتلوهم حيث ثقفتموهم وأخرجوهم من حيث أخرجوكم والفتنة أشد من القتل ولا تقاتلوهم عند المسجد الحرام حتى يقاتلوكم فيه، فإن قاتلوكم فاقتلوهم كذلك جزاء الكافرين – فإن انتهوا فإن الله غفور رحيم – وقاتلوهم حتى لا تكون فتنة ويكون الدين لله فإن انتهوا فلا عدوان إلا على الظالمين “

“Keadaan Kedua, dalam keadaan mempertahankan dakwah ke jalan Allah. Jika ada orang yang menghentikan dakwah ini dengan jalan menyiksa orang-orang yang seharusnya terjamin keamanannya, atau dengan jalan merintangi mereka yang ingin memeluk ajaran Allah, atau melarang juru dakwah menyampaikan ajaran Allah. Allah Ta’ala berfirman:

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah (2): 190-194) (Fiqhus Sunnah, 2/613-614. Dar Al Kitab Al ‘Arabi)

Insya Allah, masa depan Al Aqsha cerah sebagaimana janjiNya kepada para pejuangNya: wa innaa jundanaa lahumul ghaalibuun – Sesungguhnya tentara-tentara Kamilah yang pasti menang.

“Israel Akan Berdiri dan Tetap Akan Berdiri, Sampai Islam yang akan menghancurkannya sebagaimana ia pernah dihancurkan sebelum ini.” (Al Ustadz Hasan Al Banna Rahimahullah)

Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
http://www.manis.id