BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT (2)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 28 Dzulqaidah 1438H/ 21 Agustus 2017

📕 AQIDAH

📝 Ustadzah Prima Eyza

📖
الْأَ دِ لَّةُ عَلَى وُجُوْدِ اللهِ

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

❄💦❄💦❄💦❄💦❄

Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik pemuda Islam?  Mudah-mudahan senantiasa dalam limpahan rahmat Allah SWT dan dalam semangat membara serta hujaman kebanggaan di dalam dada terhadap Islam… Aamiin..
Mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita tentang Bukti-Bukti Keberadaan Allah SWT yang pada pembahasan lalu kita telah mengkaji bukti keberadaan Allah SWT yang pertama yakni bukti fitrah (الدَّلِيْلُ الْفِطْرِيُّ). Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan pada bukti yang kedua, yaitu bukti inderawi (الدَّلِيْلُ الْحِسِيُّ).

٢. الدَّلِيْلُ الْحِسِيُّ

(Bukti Inderawi)

Bukti-bukti/dalil-dalil inderawi tentang keberadaan Allah SWT adalah bukti-bukti/dalil-dalil yang dapat dinikmati, dilihat, dirasai atau disentuhi oleh indera.
Khususnya hal ini berupa kejadian luar biasa, seperti mu’jizat, karamah, dan ma’unah.

Diantaranya yang Allah firmankan dalam QS. Al Qamar (54) ayat 1,

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.”

🌛🌜 *terbelahnya bulan*

Kejadian ini tidak diakui oleh orang-orang Makkah yang memusuhi Rasulullah saw. Mereka malah menuduh bahwa Rasulullah saw telah menyihir mereka sehingga peristiwa itu seolah-olah hanya khayalan/imaginasi mereka saja.
Sayangnya, penolakan mereka itu justru ditentang oleh para musafir yang mengadakan perjalan dari negeri jauh yang menuju ke Makkah. Para musafir itu justru bercerita bahwa di dalam perjalannya, mereka telah melihat bulan di langit terbelah.
Bahkan catatan sejarah selanjutnya mengatakan bahwa terbelahnya bulan itu terlihat juga di India dan negeri-negeri lainnya. Sebab dalam catatan sejarah berbagai negara tersebut, kisaran waktu kejadian terbelahnya bulan memang sesuai dengan peristiwa mujizat Rasulullah saw itu.

Demikianlah kejadian luar biasa yang menampakkan secara nyata ke-Maha Kuasa-an Allah SWT yang sekaligus menjadi bukti tentang keberadaan-Nya.
Namun secara umum, segala sesuatu di alam raya ini yang bisa kita indera adalah bukti dari keberadaan Allah SWT. Sebab alam semesta raya ini adalah ciptaan Allah seluruhnya; bumi, langit, beserta segala isinya

▪ Para Malaikat yang Ikut Perang Badar

Kejadian luar biasa lainnya yang diturunkan Allah Ta’ala bagi Nabi Muhammad saw adalah diturunkannya para malaikat untuk membantu dan menguatkan pasukan muslimin pada Perang Badar.
Allah SWT menciptakan makhluk yang bernama malaikat dengan tugas khusus. Akan tetapi, mereka adalah makhluk ghaib yang tidak dapat dilihat oleh indera penglihatan manusia, kecuali jika malaikat menjelma dalam rupa manusia atas izin Allah SWT.
Namun dalam Perang Badar, Allah memperlihatkan para malaikat di tengah-tengah pertempuran. Allah Taala berfirman,

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”
(QS Al Anfaal [8] : 9)

Hal ini juga dikuatkan oleh riwayat dari seorang sahabat Nabi saw, Abbas ra menuturkan, Pada hari berkecamuknya Perang Badar, aku mendengar malaikat yang menggunakan sorban berwarna putih berseru, “Majulah, Haizum!”.” Kemudian lelaki musyrik di depannya mati dalam keadaan terlentang, hangus oleh cambuk malaikat.
(Ibnu al Atsir menerangkan dalam kitab An Nihayah bahwa Haizum adalah nama kuda Malaikat Jibril)

▪ Dua Kali Lipat

Pada Perang Badar pula, Allah Ta’ala menampakkan golongan yang tengah berperang di pihak-Nya berjumlah dua kali lipat di mata para musuh mereka:

قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

“Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.”
(QS. Ali ‘Imran [3] : 13)

Pengungkapan bahwa satu orang digambarkan sedang terlihat sebagai “dua orang” dengan mata kepala mereka sendiri sangatlah jelas, dan mengesankan bahwa para pengingkar Allah mungkin telah mengalami perbedaan penginderaan dengan melihat satu orang yang beriman berjumlah dua. Wallaahu a’lam…

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa perbedaan-perbedaan inderawi telah ditetapkan sebelumnya oleh Allah SWT dengan pengetahuan yang tidak mampu kita pahami sebagai makhluk yang sarat dengan serba keterbatasan.

▪ Keajaiban Indera Manusia

Hidup kita keseluruhannya merupakan hasil persepsi (penginderaan) kita. Akan tetapi bagaimanakah seluk beluk yang sedemikian luar biasa rumit, saling terkait dan rinci dari kehidupan dapat tetap berlangsung dengan cara yang sedemikian nyata dan tanpa terputus di dalam sebuah dunia yang di dalamnya materi. Apakah semua itu hanya ada sebagai sebuah persepsi (hasil penginderaan)?
Milik siapakah seluruh informasi-informasi ini, dan siapakah Pencipta dari semua peristiwa dan Penguasa segala sesuatu?
Siapa pun yang dengan tulus memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini akan pasti melihat kebenaran. Yakni bahwa Allah Ta’ala telah menciptakan manusia beserta seluruh kemampuan inderawi (persepsi) mereka, dengan kata lain takdir mereka, dan Allah SWT adalah Penguasa kehidupan mereka di setiap waktu. Dialah Allah Yang Maha Mengetahui segala apa yang terjadi setiap saat.

▪ Api Menjadi Dingin

Nabi Ibrahim as merasakan api dengan rasa dingin.  Allah Yang Mahakuasa mengeluarkan perintah,

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

“Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim!”
(QS. Al Anbiyaa’ [21] : 69),

Dan dengan kehendak-Nya Nabi Ibrahim as. tidak merasakan sedikit pun sifat panas dan membakar dari api.
Demikianlah, Nabi Ibrahim as merasakan api, yang dirasakan panas dan membakar oleh setiap orang, sebagai sesuatu yang sejuk.
Ini luar biasa. Dan ini hanya mampu dilakukan oleh Dzat dengan kekuatan dan kedigdayaan yang Maha Kuasa tanpa batas. Ialah Allah ‘Azza Jalla.

Demikianlah kejadian-kejadian luar biasa tersebut telah menjadi bukti nyata tentang keberadaan Allah SWT. Masihkah layak manusia meragukan-Nya…???
Na’udzubillaah….
Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang beriman yang meyakini keberadaan Allah SWT tanpa sedikitpun keraguan yang melintas di hati… Aamiiin…

Wallahu a’lam bishshawab…
Bersambung…

❄💦❄💦❄💦❄💦❄

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Nabi Ibrahim

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 26 Zulqadah 1438 H/ 18 Agustus 2017

📕 SHIRAH NABAWIYAH

📝  Kak Siro

📖 Judul Materi *NABI IBRAHIM*
~~~~~~~~~~~~~~~~~ 🐫🌴🐫🌿🐫

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Bagaimana kabarnya hari ini adik adik ?

Mudah-mudahan selalu di limpahkan Rahmat, Hidayah serta Ridha Allah Swt. Dan Semoga Allah memberikan ketetapan hati dengan iman yang terus bertambah di dalam diri kita. Aamiin …

Adik-adik sebelum kita mengenal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lebih baik kita mengenal terlebih dahulu Bapak para nabi yaitu Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Kita tahu bahwa Ibrahim Alaihissalam hijrah dari Irak ke haran termasuk pula ke Palestina. Ia lalu menjadikan negeri itu sebagai basis dakwahnya. Ia banyak menyusuri negeri ini dan Negeri lainnya. Di salah satu perjalanan tersebut Ibrahim Alaihissalam bertemu dengan Firaun istri Ibrahim turut menemaninya.

Setiap seorang laki-laki datang ke negerinya jika sudah beristri, maka ia akan dibunuh.

Nabi Ibrahim Alaihissalam tahu hal itu maka ia berpura-pura bahwa istri nya Sarah adalah adik nya.

Sarah merupakan wanita yang tercantik maka Firaun itu hendak memasangkan siasat buruk terhadap istri beliau namun cara berdoa kepada Allah sehingga dia membalikkan serat yang dipasang raksasa itu ke lehernya sendiri. Akhirnya raja yang zalim itu tahu bahwa Sarah merupakan wanita soleh yang memiliki kedudukan tinggi disisi Allah. Oleh karena itu ia menghadiahkan Hajar sebagai pembantu Sarah.

Hajar merupakan wanita yang taat terhadap ajaran Allah. Ibrahim dan Sarah sudah lama menikah namun belum Allah Karuniai seorang anak. Sebagai pengakuan atas keutamaan Sarah atau karena ia takut terhadap siksa Allah. Akhirnya Sarah menikahkan Nabi Ibrahim dengan Hajar.

Dari Hajar ini lah lahir seorang putra yang bernama Ismail.

🐫🌴🐫🌴🐫🌴🐫🐫🌴🐫

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

BERIBADAHLAH.. TAATLAH PADA ALLOH WALAUPUN BERAT

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Selasa, 22 Dzulqaidah 1438H/ 15 Agustus 2017

📕 IBADAH

📝 Trisa Yunita S. Si.

📖 *BERIBADAHLAH.. TAATLAH PADA ALLOH WALAUPUN BERAT*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🦋❄🦋❄🦋❄🦋❄🦋

Dari Anas ra. dari Nabi SAW.
Alloh berfirman:
(ini adalah Hadits Qudsi)

_*”Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekat padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas”*_
(HR Bukhari)

• Barangsiapa yang mengerjakan ketaatan kepada Allah walaupun sedikit, maka Allah akan menerima dan melipat-gandakan pahalanya,

• *Makin besar dan banyak ketaatan yg dikerjakan, makin besar dan banyak juga pahalanya.*

• Allah tidak akan melambatkan  penilaian dan pemberian pahalanya, walaupun ia mengerjakan ketaatan itu dengan lambat.

*Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.*
[QS. Al-Muzzammil : 20]

🦋❄🦋❄🦋❄🦋❄🦋

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT -1-

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 21 Dzulqaidah 1438H/ 14 Agustus 2017

📕 AQIDAH

📝 Ustadzah Prima Eyza

📖 BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT
-Lanjutan-
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈

الْأَ دِ لَّةُ عَلَى وُجُوْدِ اللهِ

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT
-Lanjutan-

Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik pemuda Islam?  Mudah-mudahan senantiasa dalam limpahan rahmat Allah SWT dan dalam semangat membara serta hujaman kebanggaan di dalam dada terhadap Islam… Aamiin..
Mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita tentang Bukti-Bukti Keberadaan Allah SWT yang pada pembahasan lalu kita telah menyimak dua kisah yang sarat keteladan tentang kesempurnaan keyakinan terhadap keberadaan Allah SWT.

💦Ayat-Ayat Allah SWT Tersebar Luas

Allah Ta’ala befirman,

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”
(QS. Fushshilat [41] : 53)

Adik-adik shalihin dan shalihat, keberadaan Allah SWT adalah mutlak adanya, dan Allah telah menghamparkan tanda-tandanya di segenap penjuru. Hal ini setidaknya dibuktikan oleh lima dalil (bukti pokok) tentang keberadaan Allah SWT, yakni sebagai berikut:

١)  الدَّلِيْلُ الْفِطْرِيُّ
(Bukti Fitrah)

Satu-satunya Pencipta Yang Maha Menciptakan seluruh makhluk adalah Allah SWT. Syaikh Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fii Zhilaalil Quran ketika mengurai tafsir surah Al Ikhlash mengatakan, “Segala sesuatu selain Dzat Allah adalah ciptaan Allah.”
Maka, termasuk manusia. Manusia adalah ciptaan Allah. Seluruh manusia diciptakan oleh Allah SWT. Maka satu-satunya Tuhan manusia adalah Allah Ta’ala.
Adalah menjadi fitrah manusia yang telah ditetapkan Allah Ta’ala bahwa dalam penciptaannya, sejak masih berada dalam alam ruh (arwah) telah ditanamkan ke dalam jiwa manusia benih iman, kepercayaan dan penyaksian (syahadah) terhadap keberadaan Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Araaf (7) ayat 172,

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)””

💦Maka tiadalah kebimbangan sedikitpun bahwasanya setiap manusia yang dilahirkan ke dunia itu dalam keadaan bersumpah bahwa Allah-lah Rabbnya.
Benih keyakinan terhadap eksistensi Allah SWT tersebut merupakan fitrah atau sesuatu yang bersifat kodrati. Bahwa dalam keaslian penciptaannya, manusia telah ditetapkan Allah SWT untuk diambil sumpah/persaksiannya atas KeTuhanan Allah Ta’ala sebagai satu-satunya Rabb. Tentang hal ini telah disebutkan dalam hadits Nabi saw sebagai berikut,

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza’bi dari Az Zuhriy dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman dari Abu Hurairah ra berkata; Nab saw) bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?”
(HR. Bukhari)

💦Dalam ilmu sosial pun kita mendapati prinsip dimana manusia disebut sebagai ‘homo religious atau naturalier religiosa (makhluk beragama/berTuhan).
Fitrah inilah yang menjadi daya pendorong pertama bagi manusia untuk mengenal dan mendapatkan Allah SWT.

▪ Berbagai Macam Naluri

Dalam Al Quran disebutkan bahwa : fitrah Allah = ciptaan Allah.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚp فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(QS. Ar Ruum [30] : 30)

💦Allah SWT menciptakan manusia disertai dengan berbagai macam naluri, termasuk di dalamnya naluri bertuhan, naluri beragama, yaitu agama tauhid. Ialah satu-satunya agama yang benar di sisi Allah SWT. Yakni Islam.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. …”
(QS Ali Imran [3] : 19)

Jadi, manusia yang tidak beragama tauhid (Islam), maka hal itu tidaklah wajar. Yang tentu saja mereka tidak beragama tauhid karena pengaruh keluarga, keturunan, dan lingkungan.
Fitrah disebut pula sebagai inti dari sifat alami manusia, yang termasuk di dalamya secara alami pula ingin mengetahui dan mengenal Allah SWT.

▪ Fungsi Rasul

Karena fitrah (bertuhan) kepada Allah SWT dimasukkan ke dalam jiwa manusia maka manusia terlahir dalam keadaan dimana tauhid menyatu dengan fitrahnya. Karena tauhid menyatu dengan fitrah manusia maka para nabi datang untuk mengingatkan manusia pada fitrahnya itu dan untuk membimbing manusia kepada tauhid yang menyatu dengan sifat dasarnya tersebut. Para nabi Allah itu diutus untuk mengingatkan manusia karena mereka dituntut untuk memenuhi perjanjian sebagaimana yang telah diwahyukan Allah dalam surah Al Araaf (7) ayat 172.
Perjanjian/persaksian itu tentu saja tidak tercatat di atas kertas, tidak pula diucapkan oleh lidah (karena masih berbentuk janin), melainkan terukir dengan pena Allah di permukaan qalbu dan lubuk fitrah manusia, di atas permukaan hati nurani serta di kedalaman perasaan batiniyah mereka.

💦Maka, tiada keraguan sedikit pun bahwa Allah SWT itu ada, sebab secara fitrah terbukti bahwa semua manusia berTuhan kepada Allah SWT dan mengarah pada pencarian/pengenalan kepada Allah Taala.
Adapun orang-orang kafir yang tetap ingkar pada keTuhanan dan KeEsaan Allah, maka sesungguhnya mereka sedang menjauh dan mengotori fitrah jiwanya sendiri, baik karena pengaruh hawa nafsu ataupun rayuan setan yang terkutuk.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung…

🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Mengembangkan Kemampuan _Self Monitoring_ Remaja

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 19 Dzulqadah 1438H/ 12 Agustus 2017

📕 Psikologi dan Pengembangan Diri

📝 Dina Farihani S. Psi.

📖  *Mengembangkan Kemampuan _Self Monitoring_ Remaja*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📉📈📈📉📉📈📉📉📈
Assalaamu’alaikum, Sobat!

Sesi psikologi kali ini akan mengupas tentang sebuah istilah, yaitu *_self monitoring_*.

_Apa sih yang dimaksud dengan self monitoring?_

*Pengertian*

Self monitoring adalah cara individu untuk mengamati, mengontrol, dan mengatur diri.

Self monitoring merupakan salah satu strategi yang efektif untuk mencapai perubahan tingkah laku.

*Aspek/Komponen Self Monitoring*

Ada dua komponen dalam self monitoring, yaitu:

1. *Pengukuran* >> mengukur dan mencatat perilaku.

2. *Evaluasi* >> membandingkan perilaku dengan standar yang ditentukan sebelumnya.

Melakukan self monitoring bisa menggunakan catatan di akhir pekan, akhir semester, atau periode yang ditentukan.
Selain itu dapat juga berupa ungkapan secara lisan kepada guru atau orang terkait pada momen atau waktu tertentu.

*Manfaat Self Monitoring*

Dengan memiliki keterampilan melakukan self monitoring, seseorang akan lebih mampu dan terarah dalam mencapai perubahan tingkah laku.

Kemampuan untuk mengidentifikasi perilaku diri, mengontrol, dan mengevaluasi akan semakin meningkat.
Simpelnya, individu ini akan mampu memonitor dirinya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan sosialnya.

*Tingkatan Self Monitoring*

# *High self monitoring*
Pada tingkatan ini, seseorang telah mampu untuk mengamati tampilan diri untuk menampilkan perilaku yang sesuai.

Individu dengan kemampuan self monitoring yang tinggi cenderung mencari teman/lingkungan yg dapat mendorong perubahan perilakunya.
Individu ini memiliki pertemanan yang lebih luas, didorong oleh kemampuan dan targetnya untuk mengontrol dan mengatur perilaku.

# *Low self monitoring*
Pada tingkatan ini, seseorang cenderung ingin tampil “seadanya”, tidak mempedulikan ketepatan perilaku, sehingga tidak konsisten pada situasi yang berbeda.

Individu dengan kemampuan self monitoring yang rendah, cenderung mencari teman/lingkungan yang memiliki kesamaan yaitu tidak memiliki target atau tujuan yang tinggi dalam perubahan perilaku, maupun menampilkan perilaku yang sesuai standar.
Individu ini cenderung memiliki pertemanan yang lebih terbatas.

_OK Sobat, sekian ulasan tentang self monitoring.Kalau kamu ingin tau lebih lengkap, kamu bisa coba cari di internet penelitian2 tentang self monitoring pada remaja._

See you next time, insyaAllah!

Wassalaamu’alaikum.

🔎🔍🔎🔎🔍🔍🔎🔎🔍

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Ka’bah

📆 Kamis, 17 Dzulqaidah 1438H/ 10 Agustus 2017

📕 Shirah

📝 Miya Cahaya

📖 Tempat -Tempat Bersejarah di Jazirah Arab
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🕋✨🕋✨🕋✨🕋✨🕋

Assalamualaikum, adik-adik MFT Semoga selalu berada dalam keberkahan dan kasih sayang Allah SWT.

Kita akan simak tempat-tempat bersejarah di Jazirah Arab ya…

🕋 *KA’BAH*

Ka’bah merupakan kiblat shalat umat Islam. Ka’bah yang berbentuk kubus ini merupakan bangunan utama diatas bumi yang digunakan untuk menyembah Allah SWT.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Ali Imran ayat 90, yang artinya :

“Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Makkah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta.”

Ka’bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul ‘Atiq (Rumah Kemerdekaan). Dibangun berupa tembok segi empat yang terbuat dari batu-batu besar yang berasal dari gunung-gunung di sekitar Makkah. Baitullah ini dibangun diatas dasar fondasi yang kokoh.

Dinding-dinding sisi Ka’bah ini diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap. terkecuali satu dinding yang diberi nama “Rukun Hajar Aswad”.

Adapun keempat dinding atau sudut (rukun) tersebut adalah :

1. Sebelah Utara Rukun Iraqi (Irak)

2. Sebelah Barat Rukum Syam (Suriah)

3. Sebelah Selatan Rukun Yamani (Yaman)

4. Sebelah Timur Rukun Aswad (Hajar Aswad).

Keempat sisi Ka’bah ditutup dengan selubung yang dinamakan Kiswah. Sejak zaman nabi Ismail, Ka’bah sudah diberi penutup berupa Kiswah ini. Saat ini Kiswah tersebut terbuat dari sutra asli dan dilengkapi dengan kaligrafi dari benang emas.

Dalam satu tahun Ka’bah ini dicuci dua kali, yaitu pada awal bulan Dzulhijah dan awal bulan Sya’ban. Kiswah diganti sekali dalam setahun.

Ref: www.sirahnabawiyah.wordpress.com

🕋✨🕋✨🕋✨🕋✨🕋

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Bukti-bukti Keberadaan Allah (Urgensi)

📆Senin, 14 Zulqa’dah 1438H/ 07 Agustus 2017

📝 Kak Prima Eyza

*📖 BUKTI BUKTI KEBERADAAN ALLAH*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄

الْأَ دِ لَّةُ عَلَى وُجُوْدِ اللهِ

*BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT*

Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik ?  Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..
Hari ini mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita dalam bidang studi Aqidah, masuk kepada tema baru yakni Bukti-Bukti Keberadaan Allah SWT.
Memahami tentang bukti-bukti keberadaan Allah SWT adalah sangat penting dalam aspek aqidah.
Maka diantara tujuan dibahasnya tema ini ialah:
1. Memahami betapa pentingnya menyadari eksistensi (keberadaan) Allah dalam kehidupan.
2. Mengerti dalil-dalil (bukti-bukti) yang diaplikasikan untuk menyadari eksistensi Allah dalam kehidupan.
3. Motivasi yang kuat untuk mentauhidkan Allah SWT karena menyadari keberadaan dan kebesaran Allah.

*▪ Dimanakah Allah ?*

Pertanyaan yang seringkali terlintas adalah : Dimanakah Allah ?
Sebagai mukaddimah dari pembahasan kita tentang tema ini, mari kita ikuti dua riwayat menarik yang memahamkan kita tentang eksistensi Allah SWT (wujudullaah) :
1. Riwayat tentang Khalifah Umar bin Khaththab ra dengan bocah penggembala.
2. Riwayat tentang Abu al Qasim al Junaid al Baghdadi dengan murid-muridnya.

*▪ Umar ra dan Seorang Penggembala*

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Dinar bahwa pada satu hari dia berjalan dengan Khalifah Umar bin Khaththab ra dari Madinah menuju ke Makkah. Di tengah perjalanan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala, yang sedang turun dari tempat pengembalaan kambing-kambing yang banyak. Khalifah ingin menguji sampai di mana anak gembala itu bersifat amanah.  Antara keduanya terjadi percakapan sebagai berikut:
Khalifah         : “Wahai pengembala, juallah kepadaku seekor anak kambing ternakanmu ini.”
Pengembala    : “Aku ini hanya seorang budak/hamba.”
Khalifah         : “Katakanlah saja nanti kepada tuanmu, anak kambing itu telah dimakan serigala.”
Pengembala    : “Fa ainallaah?”  (Kalau begitu dimana Allah ?)
(Amat pendek jawabannya:  Fa ainaLLAAH. Di mana Allah.)
Mendengar jawapan tersebut bercucuranlah air mata Khalifah Umar ra lantaran terharu. Lalu Khalifah pun pergi bersama-sama pengembala itu menjumpai yang empunya ternak itu. Ditebuskannya kemerdekaan anak pengembala itu dan Khalifah berkata, Dengan kalimat ini –Fa ainallaah– telah memerdekakan kamu di dunia ini. Semoga kalimat ini pula yang akan memerdekakan kamu di akhirat kelak”.
(Sumber :  Kitab Fiqhud-Da’wah)

*▪Abu al Qasim al Junaid al Baghdadi dengan Murid-Muridnya*

Abu al Qasim al Junaid al Baghdadi adalah seorang ulama dari Baghdad. Hidup pada tahun 220 H  298 H. Suatu ketika, ia hendak menguji sejauh mana keyakinan murid-muridnya tentang perasaan selalu diawasi oleh Allah SWT.
Besoknya al Junaid memberitahu murid-muridnya supaya pergi ke padang sahrak yang sunyi sepi.  Al Junaid meminta murid-muridnya masing-masing membawa seekor anak burung. Dan burung tersebut hendaklah disembelih di mana-mana saja tempat asalkan tiada dilihat oleh siapapun. Setelah burung tersebut disembelih, mereka masing-masing diminta menyerahkannya untuk dimasak dan dimakan bersama-sama.
Murid-muridnya pun berangkat ke tempat yang telah ditetapkan. Pada keesokakan harinya murid-murid al Junaid pun datang dengan membawa bersama-sama mereka anak burung yang telah disembelih seperti yang telah diperintah oleh guru mereka; Abu al Qasim al Junaid. Kecuali seorang muridnya yang datang dengan anak burung yang masih hidup, tidak disembelihnya.
Lalu al Junaid pun bertanya kepadanya, “Kenapa tidak disembelih burung tersebut seperti yang kuperintahkan, wahai anakku?”
Murid tersebut menjawab, “Mana mungkin saya dapat menyembelihnya tanpa diketahui oleh siapa pun, wahai Guru. Ketika saya hendak menyembelih burung ini, Dzat-Nya tetap bersama saya. Ketika saya naik ke bagian atas rumah saya, saya dapati Dzat Yang Maha Esa bersama saya. Dan jika saya pergi ke tempat yang kosong, saya dapati juga Dzat Yang Maha Esa juga bersama saya.”
Mendengar jawaban muridnya tersebut, al Junaid pun bertanya kepada muridnya itu, “Siapakah yang dimaksudkan dengan Dzat itu?”
Si murid tersebut menjawab dengan tegas, “Allah.”
Tanpa berlengah-lengah murid tersebut dipeluk erat-erat oleh al Junaid al Baghdadi, sambil berkata kepadanya, “Engkau benar, wahai anakku.”
(Sumber :  Kitab Taujihat Nabawiyah ‘alaa ath-Thariq, DR. As-Sayyid Muhammad Nuh)

*▪ ‘IBROH*

Diantara ‘ibroh (pelajaran berharga) yang harus kita ambil dari dua riwayat diatas adalah:
1. Kedua pemuda shalih dan mulia tersebut (si anak gembala dan seorang murid al Junaid) telah meyakini dengan kuat akan keberadaan Allah SWT.
2. Bahwa Allah SWT hadir di manapun kita dan semua makhlukNya berada.
3. Akan tetapi, kenyataan yang kita lihat saat ini bahwa diantara manusia di muka bumi ini ada yang tidak meyakini keberadaan Allah (atheis).
4. Jumlah mereka yang atheis lebih sedikit dibandingkan dengan yang meyakini keberadaan Allah SWT, akan tetapi para atheis ini dapat melemahkan orang-orang yang kurang imannya dengan berbagai propaganda untuk membuat orang-orang beriman ini ragu akan keimanannya.
5. Oleh karena itu, kita perlu memahami dengan baik dalil-dalil (bukti-bukti) kuat akan keberadaan Allah SWT.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung…

🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Sholat Shubuh Kesiangan

Assalamualaikum.. saya ingin bertanya. Bagaimana jika kita terlambat bangun untuk solat subuh dan waktu sudah memasuki waktu syuruq ? Ada yang mengatakan waktu syuruq itu waktu diharamkan nya solat. Lalu bagaimana kalau misalkan kita telat solat subuh ? Mohon penjelasannya. Terimakasih..
🅰4⃣3⃣

Jawaban
———–

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
“Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. 4:103)”

Dengan demikian, seorang muslim harus melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Lalu bagaimana dengan orang yang bangun tidur kesiangan, sehingga matahari telah terbit ?

Bagi orang yang tertidur, tidak bangun di waktu subuh hingga matahari terbit, maka tatkala bangun ia harus segera melaksanakan shalat subuh. Dalam hal ini, ia tidak berdosa. Sebab, keterlambatannya untuk melaksanakan shalat bahkan hingga keluar waktunya bukan karena unsur kesengajaan. Hal ini pernah terjadi pada diri Rasulullah saw. Suatu ketika Rasulullah saw sedang dalam perjalanan. Ketika malam, beliau saw dan para sahabat tertidur hingga matahari terbit. Seketika itu, beliau saw memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqamah. Akhirnya, Rasul saw dan para sahabat shalat subuh di kala matahari telah terbit.

Wallahu a’lam.

Rohingya Kembali Memanggil Kita​

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق وأيده بالحفظ والنصرة، وأعزّ أصحابه الطيبين الطاهرين والصلاة والسلام على سيد الأولين والآخرين، إمام الغر المحجلين، سيدنا محمد الأمين، وعلى آله وأصحابه الميامين . اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ وَنَصَرَهُ وَوَالاَهُ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ, أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

Nabi Muhammad ﷺ telah berpesan kepada kita, umatnya, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Siapa yang membantu menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari sebuah kesulitan di antara berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan salah satu kesulitan di antara berbagai kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hambaNya selama hambaNya itu menolong saudaranya. (HR. Muslim No. 2699)

Nabi Muhammad ﷺ juga telah berpesan,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)’.” (HR. Al Bukhari No. 6011)

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Rohingya kembali bergolak memanggil saudaranya di seluruh dunia untuk melaksanakan pesan Rasulullah ﷺ di atas. Penderitaan umat Islam di Rohingya semakin bergolak bulan ini ditandai dengan aksi represif dan diduga kembali telah melakukan pemerkosaan kepada para muslimah, penyiksaan, pembakaran desa hingga pembunuhan.

12.000 pengungsi Rohingya di Indonesia, 87.000 pengungsi yang berlari ke Bangladesh, hingga ratusan ribu lainnya, baik yang berada di kamp-kamp pengungsian maupun di tempat lain yang tidak diketahui, menantikan sikap kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk Indonesia.[1] Mereka digelari warga negara illegal oleh Pemerintah Myanmar sejak berlakunya Burmese Nationality Law (1982 Citizenship Act).

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Ketika Pemerintah Myanmar mengkampanyekan bahwa penduduk Muslim Rohingya adalah pendatang baru dari subkontinen India, dan sehingga mereka tidak berhak mendapatkan kewarganegaraan Myanmar maka penelitian para ahli sejarah justeru menegaskan bahwa mereka telah tinggal di sana minimal sejak abad ke-12 M, jauh sebelum negara Myanmar ada, bahkan peta kuno otentik seperti cetakan tahun 1829 dan 1901 masih menetapkan Arakan sebagai wilayah terpisah dari Burma.[2] Lebih awal lagi, Abu Tahay, dari Union Nationals Development Party (UNDP) Myanmar, pada 29 Juli 2013 merilis hasil penelitiannya bahwa Rohingya merupakan warga asli keturunan Indo-Arya yang memeluk Islam di abad ke-8 M, dan mewarisi darah campuran Arab pada periode 788-801 M, Persia pada periode 700-1500 M, dan Bengali pada periode 1400-1736 M, ditambah Mughal pada abad ke-16 M.[3] Fakta ini menunjukkan bahwa dakwah Islam telah menyentuh wilayah Arakan sejak abad ke-8 M.

Ketika banyak sebagian manusia yang meragukan adanya unsur kebencian agama di Rohingya, Paus Fransiskus dalam khutbah mingguannya di Vatikan justeru menegaskan menegaskan bahwa derita Rohingya disebabkan kebencian agama:

​“They had been tortured and killed simply because they wanted to keep their culture and Muslim faith. … They have been thrown out of Myanmar, moved from one place to the other because no one wants them. But they are good people, peaceful people.”​

“Mereka menderita bertahun-tahun, mereka disiksa, dibunuh hanya karena mereka ingin menjalani budaya dan keyakinan muslim mereka. … Mereka diusir dari Myanmar, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya karena tidak ada yang menginginkan mereka. Tapi mereka orang-orang baik, orang-orangcinta damai.”[4]

Fakta ini menegaskan bahwa umat beragama sudah semestinya membenci kejahatan kemanusiaan dalam bentuk apapun.

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Negara Burma yang merubah namanya menjadi Myanmar pada 18 Juni 1989 dan berbatasan langsung dengan Bangladesh, India dan Teluk Benggala di sebelah Barat, dengan Laut Andaman di sebelah Selatan, dengan China di sebelah Utara, dan dengan Laos, Thailand, dan China di sebelah Timur ini, dihuni oleh 50 juta orang penduduk, dengan minimal 4.3%-nya adalah Muslim, sudah termasuk perkiraan 1.090.000 jiwa di Rakhine yang sengaja tidak disensus Pemerintah pada tahun 2014. Populasi Muslim terbesar terdapat di wilayah Arakan, wilayah yang memanjang sejauh 560 km sepanjang Pantai Timur Teluk Bengali, yang secara letak geografis terisolasi oleh serangkaian perbukitan yang memanjang dan sulit dilalui. Wilayah ini baru dikuasai oleh Kerajaan Burma di akhir abad ke-18 M, dan kemudian disebut Propinsi Rakhine.

Moshe Yegar memaparkan hasil penelitiannya dalam bukunya yang berjudulBetween Integration and Secession: The Muslim Communities of the Southern Philippines, Shouthern Thailand, and Western Burma/Myanmar. Di antara hasil penelitiannya adalah bahwa Bengali menjadi Muslim di tahun 1203 M., dan menjadi titik terjauh penyebaran Islam di Bagian Timur saat itu. Mulai abad ke-14 hingga abad ke-18 M, sejarah Arakan sangat didominasi oleh Muslim Bengali. Di tahun 1430, Kesultanan Bengali, Raja Ahmad Shah, membantu Raja Narameikhla (1404-1434 M) kembali dari pengasingannya di Bengali ke Arakan[5]dengan menyertakan 50.000 pasukan Muslim untuk mengembalikan kekuasaan Kerajaan Arakan.

Raja Narameikhla meminta suaka kepada Raja Bengal saat diserang oleh Kerajaan Ava adalah karena hubungan baik yang terbangun antara Kerajaan Arakan dengan Kesultanan Bengali selama ini, dan Kerajaan Arakan yang merasa tidak terancam selama ini dengan keberadaan Kesultanan Muslim Bengali yang penuh kasih. Pertempuran antara Kerajaan Buddha seperti Ava dan Arakan ini terjadi karena runtuhnya Kerajaan Pagan Burma saat diinvasi Kerajaan Mongol di bawah Kubilai Khan, sehingga muncul banyak kerajaan-kerajaan kecil Buddha yang saling berebut wilayah di Burma.

Sebagai bentuk terima kasih, Raja Narameikhla (Sulaiman Shah) kemudian membagi sebagian wilayah teritorinya kepada Kesultanan Bengali dan mengakui kedaulatannya di wilayah tersebut, bahkan merestui gelar Muslim bagi diri dan kerajaannya, Sulaiman Shah. Koin logam Kesultanan Bengali pun akhirnya menjadi salah satu alat pembayaran resmi. Raja Narameikhla kemudian membuat koin logam baru dengan menuliskan nama Raja Burma di satu sisi, dan gelar Muslimnya di sisi lain dalam bahasa Persia. Arakan kemudian menjadi wilayah subordinat Bengali sampai tahun 1531 M. Setelah wilayah Arakan terpisah dari Kesultanan Bengali, ternyata 9 raja Arakan berikutnya masih tetap menggunakan gelar Muslim.[6] Fakta ini menegaskan kontribusi besar kaum muslimin dalam membangun peradaban ekonomi dan budaya di Arakan.

Ribuan pasukan Muslim yang dulu membersamai Raja Narameikhla kemudian menetap di Mraung (Mrauk-U) dan mendirikan Masjid Sandi Khan. Masjid ini di tahun 1960-an masih kokoh berdiri sebelum kemudian dihancurkan. Terdapat banyak masjid tua lainnya di Arakan seperti Masjid Badae Maqam, Masjid Diwan Moosa (dibangun 1258 Masehi), dan Masjid Wali Khan (dibangun abad ke 15 Masehi). Fakta sejarah ini menegaskan bahwa Muslim dan Budha telah berabad-abad lamanya hidup berdampingan secara damai di Arakan.

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Penggunaan kata Rohingya sebagaimana tulisan Jacques P. Leider di tahun 1799 berjudul A Comparative Vocabulary of Some of the Languages Spoken in the Burma Empire, berarti Warga Rohang, nama Muslim awal untuk Arakan.[7] Fakta ini menguatkan keberadaan Muslim Rohingya sejak awal.

Kerajaan Arakan baru mendapatkan serangan besar dari Kerajaan Moghul saat Putra Mahkota Shah Shuja yang melarikan diri dan meminta suaka ke Kerajaan Arakan, ternyat pada akhirnya nanti dibunuh Raja Arakan karena dituduh akan melakukan pemberontakan kepada Raja Sandathudama. Kerajaan Arakan pun akhirnya diambil alih oleh kekuatan Muslim dari sisa pasukan Shah Shuja. Kerajaan ini terus memerintah hingga direbut kembali oleh Raja Burma Bodawpaya tahun 1784. 40 tahun kemudian penjajah Inggris menguasai Burma melalui 3 periode perang: I (1824-1826), II (1852-1853), III (1885). Maka sejak 1885, mulailah Burma dijajah Inggris hingga terbentuk Negara Modern Burma di tahun 1948.

Moshe Yagar dalam karya penelitiannya yang lain berjudul Muslim of Burma menyebutkan bahwa di masa penjajahan Inggris, terjadi peningkatan populasi Muslim dari India. Komunitas Muslim ini sangat aktif dalam seluruh aktifitasnya. Mereka mendirikan Masjid, Sekolah Islam, surat kabar, dan organisasi-organisasi filantrofis, sesuatu yang belum dilakukan oleh Muslim sebelumnya dalam skala massif, dan warga lokal Arakan.[8]

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan yang dapat diterima oleh dunia modern hari ini, untuk tidak mendukung dimasukkanya warga Muslim Arakan di Propinsi Rakhine sebagai Warga Myanmar. Apalagi diskriminasi yang telah berjalan bertahun-tahun ini hanya mengkhususukan kepada warga Muslim semata.

Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan bahwa kaum muslim Rohingya, sebagaimana klaim rezim Militer Myanmar, baru masuk ke Arakan pada periode penjajahan Inggris saja. Padahal Ensiklopedia Myanmar (1964) telah mendeskripsikan secara detail tentang asal muasal populasi ini.[9] Bahkan di dalam buku Teks Geografi yang diterbitkan oleh Universitas Yangon dan diterbitkan Kementerian Pendidikan Myanmar di tahun 2008 menegaskan bahwa kaum minoritas Rohinggas telah hidup di sana sejak dahulu.[10]

Patut dipertanyakan mengapa Pemimpin Myanmar yang juga peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi berdiam diri atas pembantaian Muslim di Rohingya. Patut dipertanyakan, mengapa PBB tidak segera menurunkan pasukan perdamaian atas derita Muslim di Rohingya, dimana banyak di antara mereka harus meregang nyawa di tengah lautan yang ganas hanya tidak ada alternatif lain untuk melarikan diri.

Jika sosok non-Muslim, seperti Dr. Maung Zarni, seorang Buddhis eks warga Myanmar yang sekarang tinggal di Inggris, sangat bersungguh-sungguh bersama istrinya, Alice, sehari-hari aktif menyuarakan aksi genosida perlahan-lahan[11] yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya di dunia internasional melalui kajian akademik dan literasi, bagaimana dengan kita kaum muslimin?

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Apa yang terjadi di Myanmar adalah Kejahatan Kemanusiaan (Crime Against Humanity) dan pembersihan etnis dan pemusnahan suku bangsa (Genocide), sebagaimana hasil penelitian pakar Hukum di Indonesia, Heru Susetyo Nuswanto sejak tahun 2008. Rohingya adalah kaum minoritas yang paling teraniaya di dunia (the world’s most persecuted minority), sebagaimana penelitian Lindsey N. Kingston yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.[12]

Jika Barat terlihat tidak terlalu garang atas darurat kemanusiaan yang terjadi di Rohingya, besar kemungkinan karena korbannya adalah Muslim.

Namun, jika Muslim tetap tidak mau tahu dengan persoalan Rohingya, bagaimana kita mempertanggungjawabkan diri di hadapan Ilahi Rabbi?

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Hujurāt [49] ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.

Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan kita sebagai umatnya dalam sebuah hadits dengan derajah lemah namun diriwayatkan dari banyak jalur,

مَن لَمْ يهتَمَّ بأمرِ المُسلِمينَ فليس منهم

Barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka dia bukan golongan mereka. (HR. Thabrani dalamMu’jam ash-Shagir hal. 188)

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Kaum muslimin tidak bisa menggantungkan harapannya kepada para pemimpin Barat dan PBB, karena sepanjang sejarah, kaum muslimin hanya akan dihormati dan berada dalam posisi terhormat hanya jika kaum muslimin bersatu dalam tali keimanan agama Allah, tanpa terbatasi sekat-sekat kenegaraan.

Mari kita dorong pemerintah NKRI yang berdaulat untuk berkontribusi aktif dalam melawan segala bentuk penjajahan di atas muka bumi, menginisiasi terlaksananya pertemuan darurat negara-negara ASEAN, OKI dan PBB khususnya untuk menyelamatkan warga sipil yang tidak bersenjata.

Mari kita ciptakan kebersamaan negeri-negeri kaum Muslimin pada khususnya, dan negeri-negeri pendukung tegaknya kemanusiaan pada umumnya, untuk memberi rasa aman kepada kaum muslimin Rohingya, menekan Pemerintah Myanmar agar mau memberi status kewarganegaraan untuk Muslim Rohingya sebagai bagian integral dari Negara Myanmar yang demokratis, serta membuka keran akses kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Mari kita salurkan  shadaqah kita kepada lembaga-lembaga sosial yang kredibel dan amanah untuk membantu kebutuhan kaum muslimin di Rohingya.

Bersama kita satukan hati, satukan fikir dan satukan gerak untuk menyelamatkan saudara kita di Rohingya.

​Doa​

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ،

اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ

Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar kepada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya kepada-Mulah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir.

اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن

اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى بورما خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً

Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin. Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam).

Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Burma pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.

أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.

Orangtua yang Suka Membanggakan Orang Lain

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….afwan sy mau tanya, saya punya teman, di sekolah sering mendapat nilai yang kurang memuaskan. Dia cerita kalau orang tua nya sering membedakan teman2 nya yang nilai nya bagus dan menceritakan kebagusan orang tersebut . Orang tua nya sering membanggakan orang yang dapat nilai bagus tersebut. Sayangnya nilai anaknya,teman saya ini, kurang memuaskan. Gimana ya solusinya dan bagaimana cara menyikapi kondisi tersebut? tks
i.04

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Mudah2an saya tidak salah memahami pertanyaan nya. Yang saya pahami ada temen penanya yang merasa “tersakiti” karena ortunya sering membandingkan dengan lainnya bahkan lebih bangga dengan lainnya daripada anak sendiri.
Kalau memang kasusnya begitu,perlu ada komunikasi yang bisa memperjelas kondisi. Karena dengan komunikasi menjadi jembatan untuk saling mengetahui satu dengan lainnya.

Allah pun menciptakan mulut dan akal yang digunakan untuk sarana berkomunikasi sehingga gunakan ciptaan Allah ini sesuai dengan fungsinya.

Berhubung yang dihadapi adalah ortu sehingga perlu trik khusus agar apa yang ingin disampaikan bisa diterima dengan baik.
📌pilih waktu yang tepat untuk mengungkapkan rasa tidak nyaman ortu yang selalu membandingkan dengan lainnya,bahkan cara membandingkan itu dilakukan di khalayak umum.

📌jika dirasa sulit cari pihak lain yang lebih didengar oleh ortu atau lebih disegani ortu untuk menjadi jembatan dalam mengungkapkan uneg2 hati
Contoh: kalau hal itu dilakukan oleh bapak,coba ungkapkan keluhan hati ke ibu,kakak,pakdhe atau sodara lainnya

📌perlu digali lagi apa benar diri ini lebih baik dari lainnya. Manusia dilahirkan memiliki potensi diri yang membedakan dengan manusia lainnya. Carilah itu!

📌bisa jadi itu adalah cara ortu memberikan motivasi pada anaknya supaya anaknya bisa melakukan yang lebih dari sebelumnya. Be positif thinking!

📌ada berbagai cara untuk mengungkapkan rasa kesal dan marah,hal itu wajar punya rasa marah dan kesal karena Allah memang kasih itu di setiap manusia. Tapi carilah cara yang tidak sampai merugikan diri sendiri dan orang lain dalam mengungkapkan rasa kesal dan marah.

Wallahu a’lam.