Berperang dengan Kendala itu Biasa, Bertahan Begitu Lama itu Luar Biasaโ€‹

Secara geografik, kekhilafahan Turki Utsmani berperang pada suatu teater operasi militer di Palestina dengan berbagai kendala operasional, antara lain:

๐ŸŽฏ 1. Penduduknya terdiri dari berbagai tipe bangsa Arab, Maronit, Kristen, Yahudi Zionis, Armenia, Kurdi, serta Badawi,

๐ŸŽฏ 2. Sebagian besar penduduknya buta huruf dan tidak mampu berbahasa Turki,

๐ŸŽฏ 3. Secara umum wilayah ini tidak memiliki infrastruktur transportasi yang memadai kecuali satu jalur rel kereta-api menuju Madinah,

๐ŸŽฏ 4. Iklimnya sangat panas, wilayah bagian selatan selalu harus mengimpor makanan, tidak memiliki infrastruktur industri sama sekali, serta sulit mendapatkan sumber air tawar,

๐ŸŽฏ 5. Terdapat banyak situs relijius lagi sakral yang dianggap penting dalam Islam, Kristen, dan Yahudi.

Kelima kendala ini menuntut perhatian yang seimbang dari ketiga Komandan Operasional di teater ini; Cemal PaลŸa, Erich von Falkenhayn, dan Otto Liman von Sanders. Padahal, balatentara Turki Utsmani yang relatif “miskin” dibandingkan dengan balatentara Britannia.

Agung Waspodo #2 Jakarta, 13 September 2017

Shalat Di Antara Tiang-Tiang


ุงูŽู„ุณู‘ูŽู€ู€ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู€ู„ูŽู€ูŠู’ู€ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู€ู…ูŽู€ุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽู€ุฑูŽูƒูŽุงุชูู€ู‡ู
Ustad, bagaimana hukum nya apabila di dlm masjid ada tiang2 penyanggan yg besar, apakah syaf sholat syah apabila ada tiang?
Mohon pencerahannya

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wal Hamdulillah ..

Telah datang larangan mmbuat shaf jamaah di antara dua tiang.

Dari Muawiyah bin Qurrah, dari ayahnya, sia berkata:

ูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ูู†ู’ู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุตููู‘ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽูˆูŽุงุฑููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽู†ูุทู’ุฑูŽุฏู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุทูŽุฑู’ุฏู‹ุง

Dulu pada zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kami dilarang membuat shaf di antara dua tiang, dan kami benar-benar menjauhinya. (HR. Ibnu Majah No. 1002, shahih)

Abdul Hamid bin Mahmud berkata:

ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฎูŽู„ู’ููŽ ุฃูŽู…ููŠุฑู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฃูู…ูŽุฑูŽุงุกู ุŒ ููŽุงุถู’ุทูŽุฑู‘ูŽู†ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ููŽุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุฑููŠูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู : (ูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุชู‘ูŽู‚ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ)ย 

Kami shalat dibelakang gubernur, orang-orang mendesak kami sampai kami shalat di antara dua tiang. Ketika kami selesai shalat, Anas bin Malik berkata:

“Dulu kami menghindari ini (dua tiang) pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (HR. At Tirmidzi No. 229, shahih)

Sehingga, para ulama memakruhkan membuat shaf berjamaah di antara tiang-tiang sebab itu memutuskan shaf.

Imam Ibnu Muflih Rahimahullah berkata:

ูˆูŽูŠููƒู’ุฑูŽู‡ู ู„ูู„ู’ู…ูŽุฃู’ู…ููˆู…ู ุงู„ู’ูˆูู‚ููˆูู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽูˆูŽุงุฑููŠ , ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู : ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุทูŽุนู ุงู„ุตู‘ูŽูู‘

Dimakruhkan bagi makmum diberdiri (shalat) di antara tiang. Ahmad berkata: karena itu memutuskan shaf. (Al Furu, 2/39)

Demikianlah dasarnya. Tapi, jika ada hajat seperti masjid yang sempit atau jamaah yang membludak, sehingga mau tidak mau mereka berada di antara tiang, maka itu tidak apa-apa.

Para ulama di Al Lajnah Ad Daimah berkata:

ูŠูƒุฑู‡ ุงู„ูˆู‚ูˆู ุจูŠู† ุงู„ุณูˆุงุฑูŠ ุฅุฐุง ู‚ุทุนู† ุงู„ุตููˆู ุŒ ุฅู„ุง ููŠ ุญุงู„ุฉ ุถูŠู‚ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูˆูƒุซุฑุฉ ุงู„ู…ุตู„ูŠู†

Dimakruhkan berdiri (shalat) di antara tiang sebab itu memutuskan shaf, kecuali dalam keadaan sempitnya masjid dan banyaknya jamaah shalat. (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 5/295)

Syaikh Utsaimin Rahimahullah berkata:

ุงู„ุตู ุจูŠู† ุงู„ุณูˆุงุฑูŠ ุฌุงุฆุฒ ุฅุฐุง ุถุงู‚ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุŒ ุญูƒุงู‡ ุจุนุถ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฅุฌู…ุงุนุงู‹ ุŒ ูˆุฃู…ุง ุนู†ุฏ ุงู„ุณุนุฉ ูููŠู‡ ุฎู„ุงู ุŒ ูˆุงู„ุตุญูŠุญ : ุฃู†ู‡ ู…ู†ู‡ูŠ ุนู†ู‡ ุ› ู„ุฃู†ู‡ ูŠุคุฏูŠ ุฅู„ู‰ ุงู†ู‚ุทุงุน ุงู„ุตู

Shaf di antara tiang adalah boleh jika masjidnya sempit, diceritakan sebagian ulama adanya ijma’ atas hal itu. Ada pun pada masjid luas maka ada perselisihan di dalamnya. โ€‹Yang benar adalah itu terlarang karena itu dapat memutuskan shaf.โ€‹ (Selesai)

Wallahu a’lam.

Jangan Terlambat

โ–ชJangan terlambat, adalah salah satu kunci kesuksesan hidup kita. Sebab kehidupan ini selalu bergulir dan mengalir seiring bergulir dan mengalirnya waktu yang tidak pernah menunggu. Maka keterlambatan akan mengakibatkan berbagai problem kehidupan yang bertumpuk-tumpuk.

ยฎBanyak fenomena keterlambatan yang sering mendera kehidupan kita. Terlambat menunaikan kewajiban hingga menumpuk satu demi satu. Terlambat membangun kematangan pribadi, baik dalam urusan agama maupun dunia. Terlambat menangkap sinyal keinginan atau kekecewaan pihak lain, apakah suami atau isteri, orang tua atau anak-anak, tetangga atau teman sejawat dan lain-lain.

โ–ชTerlambat memperkirakan berbagai tantangan yang ada di depan, mencari solusi sebelum permasalahan tak dapat teratasi, mengurai problem satu persatu sebelum liar tak menentu. Lambat pula menumbuhkan kesadaran untuk melakukan antisipasi atau merespon berbagai tuntutan yang menghampiri.

โ–ชMaka, dampaknya adalah kekecewaan, kegagalan, penolakan, sikap tidak terkendali, dan tidak jarang berujung pada jatuhnya harga diri.

ยฉ Jadi, terlambat bisa jadi merupakan kata kunci dari serangkaian problem yang kita hadapi. Bukan karena kemampuan atau kepandaian tidak dimiliki, bukan pula karena minimnya fasitilitas yang ada pada diri sendiri, bukan pula karena tiadanya kecerdasan dan berbagai teori.

โ–ชIbarat seorang pengendara, manakala sejak awal dia sudah dapat mengantisipai berbagai kejadian di depan, lalu mengambil ancang-ancang dalam jarak yang masih luang, maka pada saatnya dia dapat menghindar dengan aman. Lain halnya kalau ancang-ancang tersebut baru diambil beberapa meter saja sebelum menghindar, akibatnya akan fatal. Walaupun mobilnya mewah dengan berbagai fasilitas tersedia, jalan mulus dan lurus serta fisik yang prima.

ยฎ Akan tetapi, selama kita masih diberi kesempatan hidup di dunia ini, peluang untuk memperbaiki segala keterlambatan yang pernah kita lalui masih terbuka, selagi kita masih mau memperbaiki, jujur terhadap kekurangan diri, dan optimis dengan masa depan yang lebih berarti. Maka, kalau kita pernah merasa terlambat dalam kehidupan ini, hendaknya jangan lagi terlambat untuk kedua kali. Tidak ada kata terlambat selagi masih ada kesempatan memperbaiki.

โ–ช Keterlambatan yang sesungguhnya sekaligus mengerikan adalah jika dia baru disadari ketika tidak ada lagi kesempatan untuk kembaliโ€ฆ.

ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐุง ุฌุงุกูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ู‚ุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุงุฑู’ุฌูุนููˆู†ู . ู„ูŽุนูŽู„ู‘ููŠ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุตุงู„ูุญุงู‹ ูููŠู…ุง ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชู ูƒูŽู„ุงู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉูŒ ู‡ููˆูŽ ู‚ุงุฆูู„ูู‡ุง ูˆูŽู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑุงุฆูู‡ูู…ู’ ุจูŽุฑู’ุฒูŽุฎูŒ ุฅูู„ู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆู†ูŽ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikan aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100)

Laki-Laki .. Yuk ke Masjid!

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …..Ustadz mana yg lbh afdhol utk seorang laki2/suami, apakah dia sholat berjama’ah di masjid ataukah dia menjadi imam sholat berjama’ah bersama istri dan anaknya di rmh….?.terima kasih sebelumnya

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wal Hamdulillah ..

Diantara kesalahpahaman adalah menemani istri dan anak berjamaah di rumah, lalu dia meninggalkan jamaah di masjid, tanpa udzur. Tidak begitu. Dia mesti ke masjid dan ajak anak laki-lakinya untuk terbiasa ke masjid.

Setelah itu dia bisa menemani istrinya atau anak wanitanya shalat berjamaah di rumah, istilahnya shalat sedekah, dan itulah yang dicontohkan oleh salaf.

Ada ulama kita yang membidโ€™ahkan shalat berjmaah di rumah jika tanpa โ€˜udzur, Imam Ibnu Hummam menuliskan:

ูˆูŽุณูุฆูู„ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู„ู’ูˆูŽุงู†ููŠู‘ู ุนูŽู…ู‘ูŽู†ู’ ูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนู ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงู†ู‹ุง ู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽู†ูŽุงู„ู ุซูŽูˆูŽุงุจูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ูŽุง ุŒ ูˆูŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุจูุฏู’ุนูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูŽูƒู’ุฑููˆู‡ู‹ุง ุจูู„ูŽุง ุนูุฐู’ุฑู

โ€œAl Halwani ditanya tentang orang yang kadang-kadang berjamaah dengan keluarganya (di rumah), apakah dia mendapatkan pahala shalat berjamaah?, Dia menjawab: Tidak, itu adalah bidโ€™ah dan makruh, jika tanpa โ€˜udzur.” (Fathul Qadir, 2/196)

Namun syariat Islam membolehkan bagi seseorang yang sudah selesai melaksanakan shalat wajib, kemudian dia menemani orang lain untuk shalat wajib (karena orang tersebut tidak ada teman), sedangkan bagi dia shalatnya itu dihitung sebagai shalat sunah. Inilah yang bisa dilakukan oleh suami tersebut.

Dalilnya adalah sebagai berikut:

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุนูŽุงุฐูŽ ุจู’ู†ูŽ ุฌูŽุจูŽู„ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ููŽูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ุจูู‡ูู…ู’ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ

Dari Jabir bin Abdillah, bahwa Muโ€™adz bin Jabal pernah shalat Isya terlambat bersama Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, kemudian dia kembali menuju kaumnya dan ikut shalat bersama kaumnya.

Dalam hadits ini menunjukkan bolehnya orang yang sudah selesai shalat wajib, lalu dia ikut menemani shalat wajib orang lain, dan baginya dinilai sunah sedangkan orang lain itu adalah wajib. Inilah pandangan yang dikuatkan oleh para Imam seperti Imam Ibnul Mundzir dari Athaโ€™, Al Auzaโ€™i, Imam Ahmad, Abu Tsaur, dan Sulaiman bin Harb serta Imam An Nawawi dari madzhab Syafi’i, semoga Allah Ta’ala meridhai mereka semua.

Jadi, silahkan menemani shalat-nya isteri agar istri bisa mendapatkan pahala berjamaah bersama Anda, walau anda sudah melaksanakan shalat wajib di mesjid. Bagi suami itu dinilai shalat sunah dan bagi isteri adalah wajib.

Wallahu a’lam.

Palestina Lagi, Tanah para Mujahidโ€‹

Penulisan tentang sejarah militer Perang Dunia Pertama di Palestina adalah topik penting namun jarang dibahas. Padahal, kekalahan kekhilafahan Turki Utsmani di Palestina hingga Suriah menjadi salah satu babak terkelam dalam sejarah Dunia Islam.

Sejauh ini, tulisan tentang subyek ini paling banyak ditulis oleh Inggris sebagai salah satu pemenang perang tersebut. Buku berjudul Palestine – The Ottoman Campaigns of 1914-1918 yang ditulis oleh Edward J. Erickson ditujukan untuk mengoreksi cara pandang tunggal Inggris. Buku ini ditulis dari sudut pandang Turki Utsmani serta bagaimana mereka memahami konflik tersebut.

Dari sudut pandang perencanaan militer Inggris di front ini, Palestina menjadi wilayah kunci yang amat penting. Dari sudut pandang Turki Utsmani, teater perangnya jauh lebih besar. Paling tidak terdapat tiga teater yang menyatu, yaitu Suriah, Palestina, serta Hijaz.

Agung Waspodo #1
Jakarta, 13 September 2017

Arisan Haji

Assalamualaikum ustadz..Maaf mau tanya tentang arisanSaya pernah dengar arisan itu ada yg membolehkan ada jg yg tidak..
Sebenarnya bolehkah arisan itu?
Makasih

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Ini jawaban sy ttg arisan haji dan hewan qurban bbrp bulan lalu ..
๐Ÿ‘‡

Bismillah wal hamdulillah ..

Arisan dlm arti yg sederhana, sekumpulan org ngumpulin duit lalu diundi, ini bukan judi, sebab tdk ada menang kalah, semua akan mendapatkan jg pd akhirnya dan pd gilirannya. Ini sama seperti menabung, hanya sj bedanya uang totalnya didahulukan atau ditunda.

Atau seperti seorang yang berhutang ke beberapa orang. Ini tidak ada larangan dalam nash, โ€‹bara’atul ashliyahโ€‹, kembali ke hukum asal .., begitu juga dalam hal arisan haji dan qurban.

Imam Ibnul Qayyim berkata:

ูˆุงู„ุฃุตู„ ููŠ ุงู„ุนู‚ูˆุฏ ูˆุงู„ู…ุนุงู…ู„ุงุช ุงู„ุตุญุฉ ุญุชู‰ ูŠู‚ูˆู… ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุงู„ุจุทู„ุงู† ูˆุงู„ุชุญุฑูŠู…

Hukum asal dalam berbagai perjanjian dan muamalat adalah sah sampai adanya dalil yang menunjukkan kebatilan dan keharamannya. (Iโ€™lamul Muwaqiโ€™in, 1/344)

Atau yang serupa dengan itu:

ุฃู† ุงู„ุฃุตู„ ููŠ ุงู„ุฃุดูŠุงุก ุงู„ู…ุฎู„ูˆู‚ุฉ ุงู„ุฅุจุงุญุฉ ุญุชู‰ ูŠู‚ูˆู… ุฏู„ูŠู„ ูŠุฏู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ู‚ู„ ุนู† ู‡ุฐุง ุงู„ุฃุตู„

Sesungguhnya hukum asal dari segala ciptaan adalah mubah, sampai tegaknya dalil yang menunjukkan berubahnya hukum asal ini. (Imam Asy Syaukani, Fathul Qadir, 1/64. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)

Dalil kaidah ini adalah:

ู‡ููˆูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ุซูู…ูŽู‘ ุงุณู’ุชูŽูˆูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ููŽุณูŽูˆูŽู‘ุงู‡ูู†ูŽู‘ ุณูŽุจู’ุนูŽ ุณูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุจููƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ุนูŽู„ููŠู…ูŒ

โ€œDia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.โ€ (QS. Al Baqarah (2): 29)

Dalil As Sunnah:

ุงู„ุญู„ุงู„ ู…ุง ุฃุญู„ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ูˆุงู„ุญุฑุงู… ู…ุง ุญุฑู… ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ูˆู…ุง ุณูƒุช ุนู†ู‡ ูู‡ูˆ ู…ู…ุง ุนูุง ุนู†ู‡

โ€œYang halal adalah apa yang Allah halalkan dalam kitabNya, yang haram adalah yang Allah haramkan dalam kitabNya, dan apa saja yang di diamkanNya, maka itu termasuk yang dimaafkan.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 1726, katanya: hadits gharib. Ibnu Majah No. 3367, Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 6124. Syaikh Al Albani mengatakan: hasan. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 1726. Juga dihasankan oleh Syaikh Baariโ€™ โ€˜Irfan Taufiq dalam Shahih Kunuz As sunnah An Nabawiyah, Bab Al Halal wal Haram wal Manhi โ€˜Anhu, No. 1 )

Kaidah ini memiliki makna yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Mereka dibebaskan untuk melakukan apa saja dalam hidupnya baik dalam perdagangan, politik, pendidikan, militer, keluarga, dan semisalnya, selama tidak ada dalil yang mengharamkan, melarang, dan mencelanya, maka selama itu pula boleh-boleh saja untuk dilakukan. Ini berlaku untuk urusan duniawi mereka. Tak seorang pun berhak melarang dan mencegah tanpa dalil syaraโ€™ yang menerangkan larangan tersebut.

Oleh karena itu, Imam Muhammad At Tamimi Rahimahullah sebagai berikut menjelaskan kaidah itu:

ุฃู† ูƒู„ ุดูŠุก ุณูƒุช ุนู†ู‡ ุงู„ุดุงุฑุน ูู‡ูˆ ุนููˆ ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุญุฑู…ู‡ ุฃูˆ ูŠูˆุฌุจู‡ ุฃูˆ ูŠุณุชุญุจู‡ ุฃูˆ ูŠูƒุฑู‡ู‡

โ€œSesungguhnya segala sesuatu yang didiamkan oleh Syariโ€™ (pembuat Syariat) maka hal itu dimaafkan, dan tidak boleh bagi seorang pun untuk mengharamkan, atau mewajibkan, atau menyunnahkan, atau memakruhkan.โ€ (Imam Muhammad At Tamimi, Arbaโ€™u Qawaid Taduru al Ahkam โ€˜Alaiha, Hal. 3. Maktabah Al Misykah)

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan:

ูˆู‡ูˆ ุณุจุญุงู†ู‡ ู„ูˆ ุณูƒุช ุนู† ุฅุจุงุญุฉ ุฐู„ูƒ ูˆุชุญุฑูŠู…ู‡ ู„ูƒุงู† ุฐู„ูƒ ุนููˆุง ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุญูƒู… ุจุชุญุฑูŠู…ู‡ ูˆุฅุจุทุงู„ู‡ ูุฅู† ุงู„ุญู„ุงู„ ู…ุง ุฃุญู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุญุฑุงู… ู…ุง ุญุฑู…ู‡ ูˆู…ุง ุณูƒุช ุนู†ู‡ ูู‡ูˆ ุนููˆ ููƒู„ ุดุฑุท ูˆุนู‚ุฏ ูˆู…ุนุงู…ู„ุฉ ุณูƒุช ุนู†ู‡ุง ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ู‚ูˆู„ ุจุชุญุฑูŠู…ู‡ุง ูุฅู†ู‡ ุณูƒุช ุนู†ู‡ุง ุฑุญู…ุฉ ู…ู†ู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ู†ุณูŠุงู† ูˆุฅู‡ู…ุงู„

Dia โ€“Subhanahu wa Taโ€™ala- seandainya mendiamkan tentang kebolehan dan keharaman sesuatu, tetapi memaafkan hal itu, maka tidak boleh menghukuminya dengan haram dan membatalkannya, karena halal adalah apa-apa yang Allah halalkan, dan haram adalah apa-apa yang Allah haramkan, dan apa-apa yang Dia diamkan maka itu dimaafkan. Jadi, semua syarat, perjanjian, dan muamalah yang didiamkan oleh syariat, maka tidak boleh mengatakannya haram, karena mendiamkan hal itu merupakan kasih sayang dariNya, bukan karena lupa dan membiarkannya. (Iโ€™lamul Muwaqiโ€™in, 1/344-345)

Imam Al Qalyubi berkata:

โ€‹Pertemuan bulanan yg biasa dilakukan kaum wanita dimana masing masing dipungut iuran lalu salah seorangnya mendapatkannya, lalu terus berlangsung satu persatu dapat bagiannya sampai selesai. Semua ini BOLEH.โ€‹ โ€‹(Hasyiyah Al Qalyubi wa ‘Amirah, 2/258)โ€‹

โ€‹Catatan:โ€‹

Namun demikian, mesti diperhatikan pula dalam arisan haji dan qurban, yaitu durasi/lamanya waktu arisan yg diperlukan utk semua peserta mendapatkannya. Sebagai antisipasi kenaikan harga.

Jika peserta arisan 20 orang, lalu setiap undian hanya keluar 3 nama saja, maka membutuhkan waktu 7 tahun. Bisa jadi selama itu harga kambing dan biaya haji sudah berubah. Akhirnya, ada pihak yang dirugikan, dizalimi, jika cicilan arisannya masih sama.

Jika cicilannya ditambah pun, khwatir jatuhnya riba, sebab dia membayar hutang dgn angka yg bertambah di akhirnya. Hal ini masih perlu kajian mendalam dan solusinya.

Wallahu a’lam.

Berjalanlah Selayaknya Musafir

ยฉSebentar saja waktu kita hidup di dunia. Hidup di dunia, kata Rasulullah, ka raakibin istadzalla bi syajaratin tsumma raahaa wa tarakaha. Seperti seorang musafir yang bernaung di bawah rindangnya pohon, ia beristirahat tapi setelah itu ia tinggalkan pohon itu.

โ–ชTak ada yang abadi di dunia ini. Kun fi dunya kaannaka ghariibun au โ€˜abiri sabiil. Karenanya hiduplah di dunia seperti orang asing, atau orang yang dalam keadaan perjalanan.

ยฉDari mana ia datang, seberapa bekal yang telah dipersiapkan, di mana ia berhenti untuk tempat istirahat, dan ke mana akan menuju dan berakhir; semua itu harus menjadi perhatian.
Memang kehidupan ini tak ubahnya seperti sebuah perjalanan.

ยฎDalam melakukan perjalanan akan kita temui peluang dan kesempatan. Hidup itu ada untuk dilewati bukan untuk dinikmati. Seperti halnya Allah telah memberikan kemampuan berpikir untuk memilih antara yang baik dan buruk, antara benar dan salah, dan antara adil dan zalim.

โ–ชYang baik akan mendapat pahala dan yang buruk akan berdosa.
Banyak perbekalan yang harus dipersiapkan dalam menempuh perjalanan ini.

ยฉDi dunia ini bukan saatnya menikmati perbekalan, melainkan waktunya kita harus mengumpulkannya. Ketika harus mengambil keputusan akan berlomba dalam kebaikan atau terpuruk dalam kesesatan. Sebagai musafir, ada rambu-rambu yang harus diperhatikan, supaya kita tidak tersesat.

ยฎAl-Qur`an dan Sunnah Rasul jadikan petunjuk tuk temukan jalan terang.

โ–ชDalam beberapa ayat telah dikatakan balasan bagi orang-orang yang berbuat baik dan buruk. Oleh karena itu, ada dua hal yang selayaknya ada sebagai perhatian bagi kita.

ยฉPertama, kita meyakini bahwa ketika manusia melakukan kebaikan maka akan mereka mendapat kebahagiaan dan kenikmatan atas apa yang mereka usahakan. Bukan saja di dunia, melainkan lebih utama lagi di akhirat.

ยฉKedua, kita meyakini bahwa Allah akan memberikan hukuman dan balasan yang setimpal dengan apa yang mereka perbuat. Teguran langsung yang diberikan Allah adalah wujud kasih sayang-Nya. Karena, ketika teguran diberikan secara langsung, sesungguhnya Allah hendak menjadikannya sebagai peringan dosa-dosa yang telah kita perbuat.

โ–ชCukuplah kisah-kisah kaum terdahulu yang diazab langsung oleh Allah menjadi pelajaran.

ยฎMemperbaiki semuanya menjadi tanggung jawab kita sebagai pribadi beriman. Sehingga kemuliaan akan kita dapatkan.

Wallahul musta’an

โœ Sumber: Buku Wahai Muslimah Janganlah Menyerah karya Rochma Yulika

Mimpi

Assalamu’alaykum ukhty admin MANiS, afwan sya ingin bertanya…
bolehkah kita meyakini mimpi adalah sebuah isyarat atau pertanda dari Allah, jika tidak boleh adakah hadits yg membahas soal ini, dan jika boleh mimpi yg seperti apa yg boleh kita yakini sbgai isyarat atau pertnda untuk kita, Jazakillahu khoiron kastiron … ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Rasulullah saw bersabda:

ุงู„ุฑุคูŠุง ุซู„ุงุซ ุญุฏูŠุซ ุงู„ู†ูุณ ูˆุชุฎูˆูŠู ุงู„ุดูŠุทุงู† ูˆุจุดุฑู‰ ู…ู† ุงู„ู„ู‡

โ€œMimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.โ€ (HR. Bukhari 7017)

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุนูŽูˆู‘ูŽุฐู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุชู’ููู„ู’ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุงุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซู’ ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุงุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู†ู’ ุชูŽุถูุฑู‘ูŽู‡ู

Apabila kalian mengalami mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri 3 kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi. Kemdian, jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun, maka mimpi itu tidak akan memberikan dampak buruk kepadanya.โ€ (HR. Bukhari 7044, Muslim 2261, dan yang lainnya)

Dari dua hadits di atas menurut Aam Amiruddin dalam bukunya Menelanjangi Strategi Jin, kita bisa membuat sejumlah kesimpulan.

1. Mimpi bisa terjadi karena suatu obsesi atau bisikan hati. Obsesi tersebut begitu kuat dalam memori kita sehingga muncul dalam mimpi. Misalnya, seorang pemuda yang terobsesi menikahi seorang gadis, sangat mungkin dia bermimpi menikah atau bertemu dengannya. Ini adalah mimpi yang bersifat fitriah atau alamiah.

2. Bermimpi yang baik. Mimpi ini datangnya dari Allah, kita wajib mensyukurinya dan boleh menceritakannya pada orang lain sebagai wujud rasa syukur.

3. Mimpi buruk atau menakutkan. Mimpi ini datangnya dari setan. Kita wajib berlindung diri pada Allah, bahkan kalau memungkinkan meludah tiga kali ke sebelah kiri dan jangan menceritakannya pada orang lain. Sebab kalau kita menceritakannya, setan akan merasa senang kalau gangguannya itu menjadi bahan pembicaraan manusia.

Berhati-hatilah jika kita bermimpi bertemu dengan orang yang sudah meninggal,misalnya bertemu dengan ayah atau ibu kita yang sudah wafat, sebab dikhawatirkan setan menyerupainya. Jadi, kalau kita bermimpi bertemu dengan orang yang sudah wafat, sebaiknya bersegeralah berlindung kepada Allah.

Wallahu a’lam.

Foto di Medsos

โ‰UMM (Ustadz Menjawab MFT)

Selasa, 12 September 2017

๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’

โ“Ana Ilmania (08)
Mohon maaf, ana ingin brtanya, kalo udah meninggal, terus yang meninggal ini punya sosmed yang didalamnya banyak foto yang gak berjilbab, apa dosanya ngalir?

๐Ÿ’ Ustadzah Prima Eyza Menjawab :

Pertanyaan bagus banget…

Sepemahaman saya, dosanya tetap mengalir.
Karena dosa berdasarkan dampaknya kan ada 2 macam: dosa yang terbatas dan dosa yang tidak terbatas.
*Dosa yg terbatas*, dampak dan akibatnya (azabnya) hanya untuk diri kita sendiri.
Sedangkan *dosa yang tidak terbatas* ada 2 jenis pula: tidak terbatas tempat dan tidak terbatas waktu.
Yakni dosa yg kita perbuat, ditiru orang di tempat lain atau di waktu/masa yang berganti, atau menyebabkan orang lain di berdosa pula, maka kita juga kebagian hitungan dosanya (azabnya).

Ini berdasar kepada hadits dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ูŽู‘ ูููŠ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ููŽุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ุง ุจุนู’ุฏูŽู‡ู ูƒูุชูุจ ู„ูŽู‡ ู…ุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑ ู…ู† ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุกูŒ

ูˆู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ูŽู‘ ูููŠ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุฉู‹ ููŽุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ูˆุฒุฑ ู…ู† ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆู„ุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ู† ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุกูŒ

โ€œBarang siapa yang membuat jalan kebaikan dalam Islam, kemudian amalan tersebut tetap diamalkan setelahnya, maka akan dituliskan baginya ganjaran pahala orang-orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka.
dan barang siapa yang membuat jalan kejelekan dalam Islam, kemudian kejelekan tersebut tetap dilakukan setelahnya, maka akan dituliskan baginya ganjaran dosa orang-orang yang melakukannya tanpa harus mengurangi dosa-dosa mereka.”
(HR. Muslim)

Maka, kembali ke kasus orang yang memajang foto membuka aurat, kemudian ia meninggal, jika foto-foto tersebut disaksikan/dinikmati oleh orang lain yang bukan mahrom, maka orang-orang ini kan berdosa. Karena memandang/menyaksikan/menikmati aurat orang lain. Nah si empunya foto yang membuka aurat yang telah menyebabkan orang lain berdosa ini, tentu ia berdosa pula. Walaupun telah meninggal dan telah berganti masa.
Atau ketika foto-foto membuka aurat itu ditiru oleh orang lain oleh sebab dirinya yang mencontohkan. Maka orang lain yang meniru berdosa. Dan yang mencontohkan kebagian dosanya juga, dengan tidak mengurangi dosa orang yang menirunya.
Walau yang mencontohkan telah meninggal dan telah berganti masa.

Hal ini pun semakna dengan hadits Nabi saw tentang dosa pembunuhan yang dilakukan oleh Qabil (anak Nabi Adam as),
Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ยซ ู„ุงูŽ ุชูู‚ู’ุชูŽู„ู ู†ูŽูู’ุณูŒ ุธูู„ู’ู…ุงู‹ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูƒููู’ู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุฏูŽู…ูู‡ูŽุง ุŒ ู„ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุชู’ู„ูŽ ยป .

โ€œTidaklah seorang jiwa dibunuh secara zhalim, kecuali anak Adam yang pertama (Qabil) ikut menanggung darahnya, karena ia adalah orang yang pertama mencontohkan pembunuhan.โ€ (HR. Al Bukhari)

Qabilnya telah wafat. Tapi setiap orang setelahnya yg melakukan dosa pembunuhan, Qabil ikut kebagian dosanya.
Sama, hal ini berlaku pula untuk semua jenis dosa.

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Sepulang Haji Doakan Saudaramuโ€‹

Syaikhul Islam, Imam Zakariya Al Anshari Rahimahullah berkata:

ูˆูŽูŠูู†ู’ุฏูŽุจู ู„ูู„ู’ุญูŽุงุฌู‘ู ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ู„ูุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ู’ู‡ู ูˆูŽู„ูุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุณูุคูŽุงู„ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ยซุฅุฐูŽุง ู„ูŽู‚ููŠุช ุงู„ู’ุญูŽุงุฌู‘ูŽ ููŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุตูŽุงููุญู’ู‡ู ูˆูŽู…ูุฑู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏู’ุนููˆูŽ ู„ูŽูƒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุบู’ูููˆุฑูŒ ู„ูŽู‡ูยป ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽู„ู‘ูŽุงู…ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงูˆููŠู‘ู ุธูŽุงู‡ูุฑูู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุทูŽู„ูŽุจูŽ ุงู„ูุงุณู’ุชูุบู’ููŽุงุฑู ู…ูู†ู’ู‡ู ู…ูุคูŽู‚ู‘ูŽุชูŒ ุจูู…ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุฏู‘ูุฎููˆู„ู ููŽุฅูู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ููŽุงุชูŽ ู„ูŽูƒูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽู…ู’ุชูŽุฏู‘ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽู‚ู’ุฏูู…ูู‡ู ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุฅูุญู’ูŠูŽุงุกู ุนูŽู†ู’ ุนูู…ูŽุฑูŽ – ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู – ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽู…ู’ุชูŽุฏู‘ู ุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุญูุฌู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ู ูˆูŽุตูŽููŽุฑู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจููŠุนู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู 

Dianjurkan bagi orang yang haji (sepulangnya) mendoakan orang lain dengan ampunan walau orang tersebut tidak memintanya dan memintanya untuk mendoakan seperti itu.

๐Ÿ“ŒHal ini berdasarkan hadits: “Jika engkau berjumpa dengan orang yang haji maka ucapkanlah salam kepadanya dan jabatlah tangannya, dan perintahkanlah dia untuk mendoakanmu karena dia telah diampuni.” 1)

Al ‘Allamah Al Munawi mengatakan bahwa secara zhahir permohonan doa ampunan kepada orang yang haji adalah sementara saja selama dia belum melakukan jima’, jika si haji itu sudah jima’ maka telah habis waktunya.

Tapi, sebagian ulama mengatakan bahwa itu berlangsung sampai 40 hari dari sejak kepulangannya dari haji.

Dalam Al Ihya, disebutkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa itu tetap berlaku sampai Muharram, Shafar, dan 20 hari Rabi’ul Awwal.

๐Ÿ“š Lihat kitab:

– Hasyiyah Al Jamal ‘ala Syarhil Minhaj, 2/554

– Hasyiyah Al Qalyubi wa ‘Amirah, 2/190

– Hasyiyah Al Bujairimi ‘alal Khatib, 2/420

๐Ÿ“Œ Catatan:

[1] Hadits yang disebutkan oleh Imam Zakariya Al Anshari, didhaifkan oleh umumnya ulama seperti Imam Ibnu Rajab dan Imam Al Haitsami. Sementara Imam Al Munawi menandakannya sebagai hadits Hasan. Wallahu a’lam