Animals vectors

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia.

It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar.
The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didnโ€™t listen.

She packed her seven versalia, put her initial into the belt and made herself on the way. When she reached the first hills of the Italic Mountains, she had a last view back on the skyline of her hometown Bookmarksgrove, the headline of Alphabet Village and the subline of her own road, the Line Lane. Pityful a rethoric question ran over her cheek, then


๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Kamis, 21 Dzulhijjah 1438 H/ 14 September 2017


๐Ÿ“  Kak Siro

~~~~~~~~~~~~~~~~~ ๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ๐ŸŒฟ๐Ÿซ

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Bagaimana kabarnya hari ini adik adik ?

Mudah-mudahan selalu di limpahkan Rahmat, Hidayah serta Ridha Allah Swt. Dan Semoga Allah memberikan ketetapan hati dengan iman yang terus bertambah di dalam diri kita. Aamiin …

Adik-adik, Tak lama kemudian Ismail menikah namun belum Berapa lama rasa gembira itu berubah duka karena Bunda hajar wafat. Ismail amat kehilangan ibunya betapa tidak, ia ditinggal oleh orang yang sangat dia sayangi dan menyayanginya.

Mendengar istrinya wafat Nabi Ibrahim yang telah berusia lanjut datang ke Mekah. Tatkala tiba di rumah Ismail, beliau tidak mendapatkan Ismail maka beliau bertanya kepada istri Ismail ” Bagaimana keadaan mereka berdua?”

Istri Ismail mengeluh kehidupan mereka yang sangat melarat ” hidup kami susah dan terlalu sederhana bahkan sekarang pun saya tidak dapat menyuguhkan apa-apa kepada bapak ” keluh istri Ismail.

Nabi Ibrahim termenung Ia pun berdiri dan pamit “sampaikan kedatanganku kepada Ismail katakan juga kepadanya bahwa aku ingin agar ia mengganti gerbang rumah ini.”

Setelah diberitahukan kepada ismail, Ismail mengerti maksud pesan ayahnya maka Ismail menceraikan istrinya dan menikah lagi dengan wanita lain yaitu Putri Mudhadh bin Amru pemimpin dan pemuka kabilah jurhum.

Setelah perkawinan Ismail yang kedua ini Ibrahim datang lagi namun tidak bisa bertemu dan Ismail beliau bertanya kepada istri Ismail tentang keadaan mereka berdua. Jawaban istri Ismail adalah pujian kepada Allah.  “Alhamdulillah Ismail selalu bekerja keras dan selalu membimbing saya di jalan Allah kami hidup berbahagia”.

Nabi Ibrahim tersenyum ” Sampaikan kedatangan kepada Ismail katakan juga kepadanya bahwa aku menyukai gerbang rumahnya.”

Ketika Ismail datang istrinya menyampaikan pesan Ibrahim ” Alhamdulillah Ayahku menyukaimu karena engkau istri yang sholehah” senyum Ismail.

Pada kedatangan berikutnya Ibrahim bisa bertemu dengan Ismail yang saat itu Ismail sedang meraut anak panahnya di bawah sebuah pohon di dekat sumur zam-zam. Tatkala melihat kehadiran ayahnya Ismail berbuat sebagaimana layaknya seorang anak yang lama tidak bersua bapaknya dan Ibrahim juga berbuat layaknya seorang bapak yang lama tidak bersua anaknya. Pertemuan ini terjadi setelah sekian lama sebagai seorang ayah yang penuh rasa kasih sayang dan lemah lembut sulit rasanya beliau bisa menahan kesabaran untuk bersua anaknya, begitu pula dengan Ismail sebagai anak yang berbakti dan sholeh dengan adanya perjumpaan ini mereka berdua sepakat untuk membangun Ka’bah, meninggikan sendi-sendinya dan Ibrahim memperkenankan manusia untuk berhaji sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada beliau.

Dari perkawinannya dengan anak perempuan dari Mudhadh, Ismail dikaruniai anak oleh Allah sebanyak 12 semuanya laki-laki, yaitu Nabat atau Nabayuth, Qaidar, Adba’il, Mibsyam,Misyama, Duma, Misya, Hadad, Taima, Yathur, Nafis, dan Qaiduman.

Dari mereka inilah kemudian berkembang menjadi dua belas kabilah yang semuanya menetap di Mekkah untuk sekian lama mata pencaharian utama mereka adalah berdagang dari negeri Yaman hingga ke negeri Syam dan Mesir. Selanjutnya kabilah-kabilah ini menyebar di berbagai penjuru Jazirah bahkan ke luar Jazirah. Seiring dengan perjalanan waktu keadaan mereka tidak lagi terdeteksi kecuali anak keturunan Nabat dan Qaidar.

Peradaban anak keturunan Nabat bersinar di Hijaz Utara. Mereka mampu mendirikan pemerintahan yang kuat yang berpusat di Petra. Sebuah kota kuno yang terkenal di selatan Yordania. Kekuasaan Nabat ini telah mencapai wilayah-wilayah terdekat dan tidak seorang pun berani memusuhi mereka hingga datang pasukan Romawi yang menghabisi mereka.

Setelah melakukan penyelidikan dan penelitian yang akurat, As Sayyid Sulaiman An Nadawi menegaskan bahwa Raja Raja keturunan Ghassan termasuk aus dan khazraj bukan berasal dari keturunan Qahthan tetapi dari keturunan Nabat. Anak Ismail dan keturunan mereka di negeri tersebut.

Sementara itu anak keturunan Qidar bin Ismail tetap tinggal di Mekah dan membina keluarga di sana hingga mendapatkan keturunan, Adnan dan anaknya adalah keturunan Arab Adnaniyah masih bisa dipertahankan keberadaannya. Adnan adalah kakek ke-22 dalam silsilah keturunan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Disebutkan bahwa jika beliau menyebutkan nasibnya dan sampai kepada Adnan, maka beliau berhenti dan bersabda ” para ahli silsilah nasab banyak yang berdusta” Beliau tidak melanjutkannya.


Dipersembahkan oleh:

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram :
๐Ÿ–ฅ Fans Page :
๐Ÿ“ฎ Twitter :
๐Ÿ“ธ Instagram :
๐Ÿ•น Play Store :
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA :

Vectorized Old Radio

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi ligula quam, dictum faucibus lorem a, euismod feugiat ante. Nunc ornare aliquet blandit. In ullamcorper aliquet ipsum, sit amet sagittis justo consectetur in.

Nulla vel bibendum enim. Praesent ipsum velit, suscipit eu consequat eget, volutpat non neque. Morbi lorem tellus, dapibus quis imperdiet nec, imperdiet vitae elit. Quisque vel dictum velit. Suspendisse potenti.

Pellentesque habitant morbi tristique

senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Suspendisse quam lorem, euismod ut sollicitudin ut, lobortis eget mi. Suspendisse condimentum augue sit amet ornare faucibus.

Nam libero augue, luctus nec odio et, faucibus volutpat sem. Mauris non sapien quam. Mauris egestas sapien at fringilla aliquam. Vestibulum placerat lorem et ullamcorper semper. Nunc vitae feugiat diam.

Keutamaan Tukang Bersih Masjidโ€‹

Bismillah wal Hamdulillah …

Nabi โ€‹Shalallahu ‘Alaihi wa Sallamโ€‹ sangat menghormati orang yang membersihkan masjid.

Abu Hurairah โ€‹Radhiyallahu ‘Anhuโ€‹ bercerita:

ุฃู† ุฑุฌู„ุงู‹ ุฃุณูˆุฏ ุฃูˆ ุงู…ุฑุฃุฉ ุณูˆุฏุงุก ูƒุงู† ูŠู‚ู… ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูู…ุงุช ูุณุฃู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู†ู‡ ูู‚ุงู„ูˆุง ู…ุงุช ู‚ุงู„ ุฃูู„ุง ูƒู†ุชู… ุขุฐู†ุชู…ูˆู†ูŠ ุจู‡ ุŸ ุฏู„ูˆู†ูŠ ุนู„ู‰ ู‚ุจุฑู‡ ุฃูˆ ู‚ุงู„ ู‚ุจุฑู‡ุง ูุฃุชู‰ ู‚ุจุฑู‡ุง ูุตู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ุง

Ada seorang laki-laki atau wanita hitam yang suka membersihkan masjid, dan dia wafat. Rasulullah โ€‹Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamโ€‹ bertanya kepada para sahabat tentang keberadaannya. Para sahabat menjawab: “Dia telah wafat.”

Maka Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam berkata: “Kenapa kalian tidak memberitahu aku kematiannya? Tunjukkan kepada aku di mana kuburnya.” Maka, Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam mendatangi kuburnya dan shalat di atasnya (shalat jenazah). โ€‹(HR. Bukhari No. 458 dan Mualim No. 956)โ€‹

Aisyah โ€‹Radhiyallahu ‘Anhaโ€‹ berkata:

ุฃู…ุฑ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจุจู†ุงุก ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ููŠ ุงู„ุฏู‘ููˆุฑ ูˆุฃู† ุชู†ุธู ูˆุชุทูŠุจ

Rasulullah โ€‹Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamโ€‹ memerintahkan membangun masjid di berbagai negeri, membersihkan dan memberikan wewangian. โ€‹(HR. Abu Dawud No. 455, At Tirmidzi No. 594, Shahih)โ€‹

Dari Abu Sa’id Al Khudri โ€‹Radhiyallahu ‘Anhuโ€‹ bahwa Rasulullah โ€‹Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamโ€‹ bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽ ุฃูŽุฐู‹ู‰ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

โ€‹”Barangsiapa mengeluarkan kotoran dari dalam masjid, maka Allah akan membuatkan baginya rumah di surga.”โ€‹ โ€‹(HR. Ibnu Majah No. 749, dhaif)โ€‹

Imam Al Munawi โ€‹Rahimahullahโ€‹ berkata:

ู†ุฌุณ ุฃูˆ ุทุงู‡ุฑ ูƒุฏู… ูˆุฒุฑู‚ ุทูŠุฑ ูˆู…ุฎุงุท ูˆุจุตุงู‚ ูˆุชุฑุงุจ ูˆุญุฌุฑ ูˆู‚ู…ุงู…ุฉ ูˆู†ุญูˆู‡ุงย ู…ู†ย ูƒู„ ู…ุง ูŠู‚ุฐุฑู‡ (ุจู†ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ุจูŠุชุง ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ) ูˆููŠ ุจุนุถ ุงู„ุฑูˆุงูŠุงุช ุฅู† ุฐู„ูƒ ู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ุญูˆุฑ ุงู„ุนูŠู†

Yaitu membersihkan mesjid dari najis, atau darah, tahi burung, ingus, ludah, tanah, batu, sampah, dan semisalnya, yg mengotori masjid (maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga) dalam riwayat lain itu sebagai mahar bagi bidadari di surga. โ€‹(Faidhul Qadir, 6/43)โ€‹

Demikian. Wallahu a’lam

Ziarah untuk Doa Minta Hajat

Assalamualaikum ustadz/ah.. Gini di desa saya banyak masyarakat yg sering pergi ziarah ke makam syeikh , dg niat untuk keperluan duniawi, kaya biar rezeki nya lancar dll. Kegiatanya disana tahlilan kemudian memanjatkan doa kpd Allah apa yg menjadi hajatnya. Bagaimana tadz hukumnya?
Mohon dijawab. #a38


โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽุฑูู†ูŽู‘ ุขู„ูู‡ูŽุชูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽุฑูู†ูŽู‘ ูˆูŽุฏู‹ู‘ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุณููˆูŽุงุนู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุบููˆุซูŽ ูˆูŽูŠูŽุนููˆู‚ูŽ ูˆูŽู†ูŽุณู’ุฑู‹ุง

โ€œDan mereka berkata: โ€œJangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaaโ€™, yaghuts, yaโ€™uq dan nasrโ€ (QS. Nuh: 23).

Sebagian ulama salaf berkata bahwa mereka ini (Wadd, Suwaaโ€™, Yaghuts, Yaโ€™uq dan Nasr) adalah orang sholih di masa Nabi Nuh. Ketika mereka meninggal dunia, orang-orang beriโ€™tikaf (berdiam) di kubur mereka. Selanjutnya, dibuatlah patung-patung mereka lalu disembah. Kalau ada yang melakukan ziarah seperti ini ke kubur, maka termasuk ziarah yang tidak ada tuntunan. Ajaran seperti ini termasuk ajaran Nashrani dan orang musyrik. Jika maksud penziarah kubur adalah ingin agar doโ€™anya mustajab di sisi kubur, atau ia berdoโ€™a meminta pada mayit, atau ia beristighatsah pada mayit, ia meminta dan bersumpah atas nama mayit pada Allah dalam menyelesaikan urusan dan kesulitannya, ini semua termasuk amalan yang tidak dituntunkan oleh Nabi saw dan tidak dilakukan oleh para sahabat. Lihat penjelasan Ibnu Taimiyah dalam Majmuโ€™ Al Fatawa, 27: 31.

Abul โ€˜Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจูู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ูŽุตู’ุฏูู‡ู ู„ูู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุจูู‡ู ุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจู ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ูˆูŽุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ุซูŽุงู†ู

โ€œPara ulama sepakat tidak dianjurkan shalat di sisi kubur, tidak pula berdoโ€™a di sisi kubur atau berdoโ€™a lewat perantaraan kubur. Karena seluruh hal ini adalah perantara pada syirik dan sebab penyembahan kepada watsn (segala sesuatu yang disembah selain Allah). โ€ (Majmuโ€™ Al Fatawa, 27: 31).

Hal ini menunjukkan terlarangnya berdoโ€™a di kubur wali, habaib atau orang sholih. Namun yang dibolehkan adalah mendoโ€™akan kebaikan untuk si mayit seperti yang Nabi saw ajarkan ketika kita ziarah kubur dan tetap menghadap kiblat. Doโ€™a yang dimaksud adalah,

ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠูŽุงุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ (ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุฏูู…ููŠู’ู†ูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุฃู’ุฎูุฑููŠู’ู†ูŽ) ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ุง ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจููƒูู…ู’ ู„ุงูŽุญูู‚ููˆู’ู†ูŽุŒ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉูŽ

โ€œSemoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, (semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan). Kami insya Allah akan bergabung bersama kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.โ€ (HR. Muslim no. 975).

Adapun jika doโ€™anya menjadikan mayit sebagai perantara, ini adalah amalan yang menjadi perantara menuju syirik.

Wallahu a’lam.

Minum Air Saat Khathib Sedang Khutbah

โ–ชHukum minum air saat khathib sedang khutbah diperselisihkan ulama.

โ–ชBerikut ini keterangannya:

ูุงู„ุดุฑุจ ุฃุซู†ุงุก ุงู„ุฎุทุจุฉ ูƒุฑู‡ู‡ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุฅุฐุง ุชุฑุชุจ ุนู„ูŠู‡ ุตูˆุช ู„ุฃู†ู‡ ูุนู„ ูŠุดุจู‡ ู…ุณ ุงู„ุญุตุง ุงู„ุฐูŠ ูŠุนุชุจุฑ ู…ู† ุงู„ู„ุบูˆุŒ ูˆู‚ุงู„ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ู„ุง ุจุฃุณ ุจู‡ ุฅุฐุง ุงุดุชุฏ ุงู„ุนุทุด ู„ุญุตูˆู„ ุนุฏู… ุงู„ุฎุดูˆุน ุญูŠู†ุฆุฐุŒ ูˆุฑุงุฌุนูŠ ุงู„ูุชูˆู‰ ุฑู‚ู…: 50299. ูˆู‡ุฐุง ุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุดุฑุงุจ ุจุฌุงู†ุจ ุงู„ุดุฎุตุŒ ุฃู…ุง ุงู„ุฎุฑูˆุฌ ู„ุทู„ุจู‡ ุฃุซู†ุงุก ุงู„ุฎุทุจุฉ ูุงู„ุฃู…ุฑ ููŠู‡ ุฃุดุฏ ู„ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ุงู†ุดุบุงู„ ุนู† ุณู…ุงุน ุงู„ุฎุทุจุฉ ุฎุตูˆุตุง ุฅุฐุง ุงู†ุถุงู ุฅู„ู‰ ุฐู„ูƒ ู‚ุทุน ุงู„ุตููˆู ูˆุชุฎุทู‰ ุฑู‚ุงุจ ุงู„ู†ุงุณุŒ ูˆู„ุง ูŠุฎูู‰ ู…ุง ููŠ ุฐู„ูƒ ู…ู† ุงู„ุฃุฐูŠุฉ ู„ู‡ู….

“Minum saat khathib khutbah adalah makruh menurut sebagian ulama, jika sampai memunculkan suara sebab itu menyerupai memainkan krikil yang dikategorikan sebagai perbuatan sia-sia.”

“Ulama lain mengatakan tidak apa-apa jika memang sangat haus yang keadaan itu dapat menghilangkan kekhusyu’an saat itu.”

“Itu jika minumannya ada pada dirinya, ada pun jika dia keluar mencari air maka ini lebih parah lagi, dia akan sibuk dari mendengar khutbah, dan berjalan memutuskan shaf dan melangkah diantara pundak manusia, tidak ragu lagi ini mengganggu.” (selesai)

โ–ชImam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan dalam Al Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab:

ูŠุณุชุญุจ ู„ู„ู‚ูˆู… ุงู† ูŠู‚ุจู„ูˆุง ุนู„ู‰ ุงู„ุฎุทูŠุจ ู…ุณุชู…ุนูŠู† ูˆู„ุง ูŠุดุชุบู„ูˆุง ุจุบูŠุฑู‡ ุญุชู‰ ู‚ุงู„ ุงุตุญุงุจู†ุง ูŠูƒุฑู‡ ู„ู‡ู… ุดุฑุจ ุงู„ู…ุงุก ู„ู„ุชู„ุฐุฐ ูˆู„ุง ุจุฃุณ ูŠุดุฑุจู‡ ู„ู„ุนุทุด ู„ู„ู‚ูˆู… ูˆุงู„ุฎุทูŠุจ
ู‡ุฐุง ู…ุฐู‡ุจู†ุง ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ ุฑุฎุต ููŠ ุงู„ุดุฑุจ ุทุงูˆุณ ูˆู…ุฌุงู‡ุฏ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆู†ู‡ูŠ ุนู†ู‡ ู…ุงู„ูƒ ูˆุงู„ุงูˆุฒุงุนูŠ ูˆุงุญู…ุฏ ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุงูˆุฒุงุนูŠ ุชุจุทู„ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฅุฐุง ุดุฑุจ ูˆุงู„ุงู…ุงู… ูŠุฎุทุจ ูˆุงุฎุชุงุฑ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ ุงู„ุฌูˆุงุฒ ู‚ุงู„ ูˆู„ุง ุงุนู„ู… ุญุฌุฉ ู„ู…ู† ู…ู†ุนู‡ ู‚ุงู„ ุงู„ุนุจุฏุฑู‰ ู‚ูˆู„ ุงู„ุงูˆุฒุงุนูŠ ู…ุฎุงู„ู ู„ู„ุงุฌู…ุงุน

“Disukai bagi jamaah menghadapkan dirinya kepada khathib dan mendengarkannya dan janganlah sibuk dengan selainnya. Sampai-sampai sahabat-sahabat kami (Syafi’iyyah) menyatakan makruhnya minum air untuk berlezat-lezat, tapi tidak apa-apa jika karena harus baik untuk jamaah dan khathib. Inilah madzhab kami.

โ–ชIbnul Mundzir mengatakan: “Thawus, Mujahid, Syafi’iy, telah memberikan keringanan tentang minum.

ยฉSemetara Al-Auza’i, Malik, Ahmad, melarangnya.

โ–ชAl-Auza’i mengatakan batal shalat Jumatnya kalau dia minum air saat khathib berkhutbah.

ยฉImam Ibnul Mundzir sendiri memilih BOLEH. Beliau berkata: “Aku tidak ketahui adanya hujjah yang melarangnya.”

ยฉAl-‘Abdari berkata: “Pendapat Al Auza’i (yaitu batal shalat Jumatnya), telah menyelisihi Ijma’.”

(Selesai dari Iman An Nawawi Rahimahullah)

ยฎ Jadi, Jika benar-benar haus tidak apa-apa. Jika bisa ditahan sebaiknya tidak usah.

Wallahu a’lam

Batas Akhir Sholat Isya'

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz, bagaimana batas akhir sholat isya?
Apakah sampai jam 12 malam ataukah sampai sebelum adzan subuh?


โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Dianjurkan mengakhirkan shalat Isya hingga hampir setengah malam, dan ini menjadi kekhususan bagi Isya saja. Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, namun tidak selalu dia lakukan khawatir memberatkan umatnya.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูุตู’ูู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽู†ูŽุงู…ููˆุง ุฃูŽู…ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ู…ูŽุง ุงู†ู’ุชูŽุธูŽุฑู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง

Dari Anas bin Malik, dia berkata: โ€‹Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengakhirkan shalat Isya sampai tengah malam, lalu dia shalat, kemudian bersabda: โ€œManusia telah shalat dan tertidur, ada pun sesungguhnya kalian tetap dinilai dalam keadaan shalat selama kalian masih menunggu waktunya.โ€โ€‹

Dalam hadits lain:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฃูŽุนู’ุชูŽู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฐูŽุงุชูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู†ูŽุงู…ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุซูู…ู‘ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดูู‚ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ

Dari โ€˜Aisyah, dia berkata: โ€‹Pada suatu malam, Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallammengakhirkan shalat Isya sampai hilang sebagian besar malam, dan sampai para jamaah yang di masjid tertidur, lalu Beliau keluar lalu shalat, lalu bersabda: โ€œSesungguhnya inilah waktu shalat Isya, seandainya tidak memberatkan umatku.โ€โ€‹ [2]

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah

ูˆูƒู„ู‡ุง ุชุฏู„ ุนู„ู‰ ุงุณุชุญุจุงุจ ุงู„ุชุฃุฎูŠุฑ ูˆุฃูุถู„ูŠุชู‡ุŒ ูˆุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุชุฑูƒ ุงู„ู…ูˆุงุธุจุฉ ุนู„ูŠู‡ ู„ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุดู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุตู„ูŠู†ุŒ ูˆู‚ุฏ ูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู„ุงุญุธ ุฃุญูˆุงู„ ุงู„ู…ุคุชู…ูŠู†ุŒ ูุฃุญูŠุงู†ุง ูŠุนุฌู„ ูˆุฃุญูŠุงู†ุง ูŠุคุฎุฑ.

โ€‹Semua hadits ini menunjukkan sunah dan keutamaan mengakhirkan shalat isya. Walau pun demikian nabi tidak melakukannya terus menerus, khawatir memberatkan umatnya. NabiShallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam selalu memperhatikan kondisi kaum muโ€™minin, maka kadangkala dia menyegerakan, kadangkala dia mengakhirkan.โ€โ€‹ [3]

Imam An Nawawi Rahimahullah

ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ู‡ ูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉ : ( ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ ) ุฃูŽูŠู’ ูƒูŽุซููŠุฑ ู…ูู†ู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู‡ ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูุฏู‘ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุชู‘ูŽุฃู’ูˆููŠู„ ู„ูู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู† ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏ ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ ู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏ ู†ูุตู’ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ ุ› ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฃูŽุญูŽุฏ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุก : ุฅูู†ู‘ูŽ ุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏ ู†ูุตู’ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ . ู‚ูŽูˆู’ู„ู‡ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ( ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดูู‚ู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ) ู…ูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ู : ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุฎู’ุชูŽุงุฑ ุฃูŽูˆู’ ุงู„ู’ุฃูŽูู’ุถูŽู„ ููŽูููŠู‡ู ุชูŽูู’ุถููŠู„ ุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุงู„ูุจ ูƒูŽุงู†ูŽ ุชูŽู‚ู’ุฏููŠู…ู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽู‡ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูŽุดูŽู‚ู‘ูŽุฉู ูููŠ ุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑู‡ูŽุง

Hadits riwayat โ€˜Aisyah ini: (hilang sebagian besar malam) yaitu kebanyakan dari waktu malam, namun bukan berarti sebagian besarnya, dan harus mengartikannya demikian karena Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œSesungguhnya inilah waktu shalat Isya.โ€ โ€‹โ€‹Tidak boleh mengartikan ucapan beliau bahwa waktu yang dimaksud adalah setelah tengah malam, dan tidak ada satu pun ulama yang mengatakan demikian; yakni mengakhirkan shalat Isya setelah tengah malam adalah lebih utamaโ€‹.โ€‹

Ucapan Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: (โ€œSesungguhnya inilah waktu shalat Isya, seandainya tidak memberatkan umatku.โ€) maknanya adalah bahwa itu adalah waktu yang diunggulkan atau paling utama, maka di dalamnya ada keutamaan mengakhirkannya. Sesungguhnya kebiasaannya adalah menyegerakannya, hal itu hanyalah karena adanya kesulitan dalam mengakhirkannya.โ€ [4]

โ€‹Jadi, batasan akhirnya adalah tidak melewati tengah malam.โ€‹ Kecuali bagi yang tertidur dan baru bangun setelahnya, ini pengecualian.

Hanya saja di zaman ini, jika kita mengambil sunnah ta’khir isya, maka kita akan kehilangan sunnah lain yaitu berjamaah di masjid. Sebab, jam-jam seperti itu biasanya sudah tidak ada orang di masjid, atau masjid sudah ditutup, kecuali Masjidul Haram dan Masjid Nabawi, yang biasanya manusia ramai 24 jam. Padahal shalat Isya berjamaah bersama manusia di masjid, dinilai seperti shalat setengah malam.

Dari โ€˜Utsman bin โ€˜Affan Radhiallahu โ€˜Anhu, โ€œ Aku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุนุดุงุก ููŠ ุฌู…ุงุนุฉ ููƒุฃู†ู…ุง ู‚ุงู… ู†ุตู ุงู„ู„ูŠู„ ูˆู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุตุจุญ ููŠ ุฌู…

ุงุนุฉ ููƒุฃู†ู…ุง ุตู„ู‰ ุงู„ู„ูŠู„ ูƒู„ู‡

Barang siapa yang shalat Isya berjamaah maka seolah dia shalat setengah malam, dan barang siapa yang shalat subuh berjamaah maka seolah dia shalat sepanjang malam. [5]


[1] HR. Bukhari, Kitab Mawaqit Ash Shalah Bab Waqtul โ€˜Isya Ila Nishfil lail, No hadits. 538
[2] HR. Muslim, Al Masajid wa Mawadhiโ€™ ash Shalah Bab Waqtul โ€˜Isya wa Taโ€™khiruha, no. 345
[3] Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, Juz. 1 Hal. 103
[4] Imam An Nawawi, Syarh An Nawawi โ€˜Ala Muslim, No.1009
[5] HR. Muslim No. 656, Bab Fadhl Shalah Al ‘Isya wa Ash Shubh fi Jamaa’ah

Wallahu a’lam.

Suamiku Puber Kedua?

Assalaamu’alaikum ustadz/ah mau bertanya lagi apakah ada ujian di umur 40 tahun? Sebelum nya seseorang itu bisa di katakan sholeh, baik, tetapi setelah usia 40 tahun mulai menunjukkan keburukan akhlak dalam berumah tangga seperti selingkuh atau berzina? Mohon jawaban nya


โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Pada dasarnya setiap orang beriman pasti akan diuji Allah untuk melihat kadar keimanannya.

ุฃูŽุญูŽุณูุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชู’ุฑูŽูƒููˆุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆุง ุขู…ูŽู†ู‘ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠููู’ุชูŽู†ููˆู†ูŽ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman” dan mereka tiak diuji? (Surat Al-Ankabut 2)

Oleh karena itu ujian pasti akan dihadapi oleh semua orang beriman.

Menurut pendapat para pakar, puber kedua pasti akan dialami oleh seluruh pria. Dalam buku Menyikapi Tingkah Laku Suami karya Muhammad Abdul Ghoffar, disebutkan bahwa puber kedua pria terjadi pada usia 35 โ€“ 45 tahun. Sedangkan menurut banyak referensi lain, puber kedua pria terjadi pada usia kisaran 40 tahun. Hampir sama. Dan ini mengingatkan kita pada firman Allah yang secara khusus memberi perhatian pada usia 40 tahun sebagai usia dewasa.

ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฃูŽุดูุฏู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดู’ูƒูุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠ ูููŠ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชููŠ ุฅูู†ู‘ููŠ ุชูุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

โ€ฆsehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa: โ€œYa Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat mengerjakan amal yang shalih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diriโ€ (QS. Al Ahqaf: 15)

Lalu bagaimana sikap seorang istri menghadapi suaminya yang demikian?

Untuk istri, sebaiknya melakukan komunikasi yang intens dengan suaminya yang sedang memasuki tahap puber kedua tersebut. Jika diperlukan, buatlah komitmen kesepakatan untuk tidak melakukan hal-hal tertentu.

Jika memang ternyata suami sudah terlanjur bertindak melenceng terlalu jauh, ada baiknya pasangan tersebut pergi mencari pertolongan profesional, baik melalui psikolog, ustadz, terapis, keluarga, maupun mediator lain.

Ada cara lain yang dapat ditempuh, yaitu dengan mengarahkan suami melampiaskan ke arah positif seperti olahraga, atau hal lain yang lebih produktif. Bisa juga dengan ikut kursus keterampilan atau menggali peluang berbisnis.

Pada dasarnya saat memasuki masa puber, seseorang ingin dikenal dan diakui. Sebab, ini adalah masa-masa produktif. Nah, daripada diakui untuk hal-hal yang negatif, kenapa tidak melakukan sesuatu yang lebih produktif dan membawa dampak positif?

Wallahu a’lam.


📕 ​Bab Sabar – Air Mata Kasih Sayang​


وعن أبي زَيدٍ أُسَامَةَ بنِ زيدِ بنِ حارثةَ مَوْلَى رسولِ الله – صلى الله عليه وسلم – وحِبِّه وابنِ حبِّه رضي اللهُ عنهما ،

قَالَ : أرْسَلَتْ بنْتُ النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – إنَّ ابْني قَد احْتُضِرَ فَاشْهَدنَا ، فَأَرْسَلَ يُقْرىءُ السَّلامَ ،

ويقُولُ : إنَّ لله مَا أخَذَ وَلَهُ مَا أعطَى وَكُلُّ شَيءٍ عِندَهُ بِأجَلٍ مُسَمًّى فَلتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

فَأَرسَلَتْ إِلَيْهِ تُقْسِمُ عَلَيهِ لَيَأتِينَّهَا . فقامَ وَمَعَهُ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ ، وَمُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ ، وَزَيْدُ بْنُ ثَابتٍ ، وَرجَالٌ – رضي الله عنهم – ، فَرُفعَ إِلَى رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – الصَّبيُّ ، فَأقْعَدَهُ في حِجْرِهِ وَنَفْسُهُ تَقَعْقَعُ ، فَفَاضَتْ عَينَاهُ فَقالَ سَعدٌ : يَا رسولَ الله ، مَا هَذَا ؟

فَقالَ : هذِهِ رَحمَةٌ جَعَلَها اللهُ تَعَالَى في قُلُوبِ عِبَادِهِ

وفي رواية : فِي قُلُوبِ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ ، وَإِنَّما يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبادِهِ الرُّحَماءَ

مُتَّفَقٌ عَلَيهِ . وَمَعنَى تَقَعْقَعُ : تَتَحرَّكُ وتَضْطَربُ .


​Dari Abu Zaid, yaitu Usamah bin Zaid bin Haritsah, orang yang dimerdekakan Rasulullah SAW. serta yang di kasihinya serta putera kekasihnya pula radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata:​

​”Puteri Nabi SAW. mengirimkan utusan kepada Nabi SAW. -bahwa anak laki-laki sudah hampir meninggal dunia, maka dari itu diminta supaya menyaksikan keadaan kami.” _yakni yang akan meninggal serta yang sedang menungguinya.​

​Beliau lalu mengirimkan utusan sambil menyampaikan salam, katanya:​

​”Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan bagiNya pula apa yang Dia berikan dan segala sesuatu di sampingnya itu adalah dengan ajal yang telah ditentukan, maka hendaklah bersabar dan berniat mencari keredhaan Allah.”​

​Puteri Nabi s.a.w. mengirimkan utusan lagi serta bersumpah kepadanya supaya beliau suka mendatanginya, dengan sungguh-sungguh.​

​Beliau s.a.w. lalu berdiri dan disertai oleh Sa’ad bin Ubadah, Mu’az bin Jabal, Ubai bin Ka’ab dan Zaid bin Tsabit dan beberapa orang lelaki lain radhiallahu ‘anhum.​

​Anak kecil itu lalu diberikan kepada Rasulullah s.a.w., kemudian diletakkannya di atas pangkuannya sedang nafas anak itu terengah-engah. Kemudian melelehlah airmata dari kedua mata beliau s.a.w. itu.​

​Sa’ad berkata: “Hai Rasulullah, apakah itu?”​

​Beliau s.a.w. menjawab: “Airmata ini adalah sebagai kasih sayang dari kerahmatan Allah Ta’ala dalam hati para hambaNya.”​

​Dalam riwayat lain disebutkan: “Dalam hati siapa saja yang disukai olehNya daripada hambaNya. Hanya saja Allah itu merahmati dari golongan hamba-hambaNya yakni orang-orang yang menaruh belas kasihan – pada sesamanya.”​

​(Muttafaq ‘alaih)​

​Makna Taqa’qa’u ialah bergerak dan bergoncang keras (berdebar-debar).​


Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian ​AUDIO​ di bawah ini.

Selamat menyimak.

 Download mp3 kajian 

Segala Sesuatu di Dunia Tidak Ada yang Kebetulan

Assalamualaikum…Ustadz Ustadzah, tolong dijelaskan tentang segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kebetulan.


โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Secara global apa yang terjadi di dunia ini sudah Allah Ta’ala tentukan. Hal ini bisa bisa kita pahami melalui dalil-dalil berikut.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆู’ุฏู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ู ุงู„ู’ู…ูŽุตู’ุฏููˆู’ู‚ู : ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ูŠูุฌู’ู…ูŽุนู ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ูููŠ ุจูŽุทู’ู†ู ุฃูู…ู‘ูู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ุงู‹ ู†ูุทู’ููŽุฉู‹ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‚ูŽุฉู‹ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ู…ูุถู’ุบูŽุฉู‹ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุฑู’ุณูŽู„ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ููŽูŠูŽู†ู’ููุฎู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุฑู‘ููˆู’ุญูŽุŒ ูˆูŽูŠูุคู’ู…ูŽุฑู ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู: ุจููƒูŽุชู’ุจู ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฌูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุดูŽู‚ููŠู‘ูŒ ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏูŒ. ููŽูˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฐูุฑูŽุงุนูŒ ููŽูŠูŽุณู’ุจูู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ููŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ููŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฐูุฑูŽุงุนูŒ ููŽูŠูŽุณู’ุจูู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ููŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ููŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูู‡ูŽุง

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Masโ€™ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan :

Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara :

โ€‹๐Ÿ“— menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.โ€‹

Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. โ€‹(HR. Bukhari dan Muslim)โ€‹

Menurut hadits ini, ajal, rezeki, perbuatan, susah, senang. Sudah ada yang menentukan yaitu Allah Ta’ala. Bukan hanya ini tentunya tapi peristiwa peristiwa yg dialami manusia juga demikian.

Tapi, Allah Ta’ala juga menciptakan KEHENDAK kepada manusia. Yg dengan kehendak itu manusia punya kekuatan untuk berikhtiar (memilih).

Maka, disebutkan dalam Al Qur’an:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ุง ูŠูุบูŽูŠู‘ูุฑู ู…ูŽุง ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุบูŽูŠู‘ูุฑููˆุง ู…ูŽุง ุจูุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang ada pada sebuah kaum sampai kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka. (QS. Ar Ra’du: 11)

Dengan demikian, apa yang terjadi di dunia. Ada dua macam;

1. Taqdim mubram, yaitu ketetapan yg tidak bs diubah.

Seperti misal: kematian, jenis kelamin, dan datangnya kiamat.

2. Taqdim mualaq, yaitu takdir yg terwujud bisa dinego oleh usaha manusia juga.

Seperti: bagaimana matinya kita bisa berupaya dan berdoa Husnul khatimah, Rezeki walau udah ada jatahnya tapi manusia yg berusaha meraih jatahnya, prestasi belajar. Dst

Inilah Ahlus Sunnah wal jamaah.

Bukan jabbariyah, yg menolak kehendak manusia. Bagi mereka hanya Allah saja.

Bukan qadariyah, yg menolak kehendak Allah. Bagi mereka hanya manusia saja.

Sedangkan Ahlus Sunnah wal jamaah mengakui bahwa secara umum semuanya sudah Allah tentukan tapi Allah berkehendak agar manusia menggunakan kehendaknya sendiri yg mana kehendak itu merupakan bagian dari ciptaanNya atas makhluknya.

Wallahu a’lam.