Terminal Kepuasan Yang Kekal (QS. Al-Lail)


© Mukaddimah

▪Para ulama berbeda pendapat apakah Surat Al-Lail makkiyah atau madaniyah. Namun, menurut Jalaluddin as-Suyuthi, “Surat al-Lail lebih dikenal sebagai surat makki-yah”. Surat al-Lail diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. setelah surat al-A’la.

▪Surat ini membicarakan perbuatan dan amal manusia yang bermacam-macam. Perbedaan amal tersebut memiliki konsekuensi yang berbeda pula, yaitu kebahagiaan dan kesengsaraan. Pada akhirnya semua bermuara pada ridha Allah yang dibalas dengan surga-Nya atau kemurkaan Allah yang diturunkan melalui neraka-Nya.

▪Surat ini juga menjelaskan kesalahan persepsi sebagian orang tentang harta. Namun hal tersebut tidak memberi manfaat sedikit pun di hari kiamat. Hal ini dilengkapi dengan contoh kebahagiaan yang dirasakan oleh orang yang bertakwa yang selalu menyucikan jiwanya.

© Siang Malam Manusia Selalu Berusaha

▪Dengan dimulainya sumpah Allah yang menggunakan pasangan waktu siang dan malam yang kemudian diikuti dengan sumpah menggunakan penciptaan laki-laki dan perempuan, lalu menjelaskan perbedaan perbuatan dan usaha manusia, mengindikasikan seolah manusia baik laki-laki atau perempuan siang atau malam selalu berusaha dan bekerja untuk menyambung hidup di dunia dan sebagian sadar juga meneruskannya untuk persiapan hidup di akhirat.

“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). Dan siang apabila terang benderang. Dan penciptaan laki-laki dan perempuan”. (QS. 92: 1-3)

▪Sumpah di atas mengisyaratkan bahwa segala sesuatu di alam ini diciptakan Allah dengan berpasangan. Keduanya menjadi unsur penting dalam kehidupan. Keduanya saling terkait dan berhubungan. Maka keduanya juga saling melengkapi.

“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda”. (QS. 92: 4)

▪Ada yang konsisten menjaga amalnya agar selalu berada dalam kebaikan. Namun, sebaliknya, juga ada yang selalu berada dalam kejahatan. Di samping itu ayat di atas juga mengindikasikan bahwa manusia yang berbeda-beda juga memiliki perbuatan dan pekerjaan yang berbeda-beda. Baik pekerjaan dan amal duniawi maupun perbuatan atau amal ukhrawi juga bertingkat-tingkat. Maka sebagaimana perbedaan amal ini maka ganjaran dan balasannya kelak juga berbeda.

© Perbuatan dan Konsekuensinya

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga). Maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. (QS. 92: 5-7)

▪Orang-orang yang berani menginfakkan hartanya di jalan Allah. Ia tak pernah khawatir sedikit pun akan ditimpa kebangkrutan. Lalu ia juga bertakwa dan menjaga diri dari yang diharamkan Allah. Sebagaimana ditafsirkan oleh Ibnu Abbas ra. Dan ia meyakini bahwa yang dilakukannya tidaklah sia-sia. Allah telah menjanjikan balasan yang sangat luar biasa. Maka ia mempercayainya dengan sepenuh hati.

▪Menurut beberapa ulama dan ahli tafsir kata “al-Husna” di sini artinya bermacam-macam. Ada yang menafsirkannya dengan surga. Sebagian lain menafsirkannya sebagailâ ilâha illalLâh, islam, dan balasan Allah atas amal kebaikan. Namun, semuanya tidaklah berlawanan arti karena muaranya sama yaitu Allah yang menjanjikan balasan bagi setiap amal baik yaitu surga melalui tuntunan agama Islam.

▪Maka sebagai konsekuensi dari kedermaan dan ketakwaan serta tsiqah billah ini membuahkan hasil yang manis berupa kemudahan. Yaitu kemudahan dalam membiasa-kan amal kebaikan serta kemudahan memperoleh kebahagiaan dan kelapangan hidup dan kelak dimudahkan jalannya menuju surga.

▪Ayat ini diturunkan untuk mengabadikan akhlak mulia Abu Bakar ra yang membeli Bilal bin Rabah dari Umayah bin Khalaf serta memerdekakan Bilal tanpa syarat apapun. Zubair bin Awwam menceritakan bahwa pembelian Bilal dihina oleh banyak orang karena menurut mereka alangkah baiknya jika Abu Bakar membeli budak yang lebih baik dari Bilal. Tapi penghinaan ini tak digubris oleh Abu Bakar.

▪Menurut riwayat lain ayat ini diturunkan untuk mengapresiasi Abu Dahdah al-Anshary yang suatu hari berada di kediaman seorang munafik yang memiliki kurma. Ia melihat kurma-kurma tersebut berjatuhan ke rumah tetangganya yang yatim. Orang munafik tersebut mengambili kurma-kurma tersebut, khawatir akan diambil oleh anak-anak yatim tetangganya. Abu Dahdah al-Anshary berkata kepada mereka, “Biarkan saja itu untuk mereka maka engkau akan mendapat gantinya di surga”. Namun sang munafik tersebut tidak menggubrisnya. Abu Dahdah kemudian membelinya semuanya dan menghibahkannya untuk anak-anak yatim tersebut.

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala terbaik. Maka kelak kami akan siapkan baginya (jalan) yang sukar”. (QS. 92: 8-10)

▪Sebaliknya orang yang bakhil dengan menimbun hartanya dan kikir dalam mendermakannya ia akan merasa berada dalam gelimangan harta. Ia mempresepsikan bahwa dengan harta ia bisa memiliki segalanya dan memenuhi semua keinginannya. Maka ia kemudian menjadi bertambah sombong. Allah pun tak lagi dianggapnya sebagai Tuhan yang memberinya karunia dan rizki yang lapang. Ia lupakan Allah. Ia dustakan ketuhanan-Nya. Ia ragukan keserbamahaannya. Maka ia pun meragukan janjinya. Bahkan ia dustakan sama sekali dan menganggap bahwa kebenaran hari akhir dan pembalasan amal hanya sebuah ilusi.

▪Maka orang yang memiliki karakter seperti di atas ini sangat baik bila diberikan kesulitan yang berlipat. Allah mudahkan baginya jalan kesukaran. Maka hidupnya akan dipenuhi kesulitan meski ia berlimpah harta. Hatinya tak tenang. Fisiknya digerogoti penyakit. Dan kelak saat maut menjemputnya ia baru merasakan kerugian dan petaka besar yang akan menyengsarakannya.

“Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa”. (QS. 92: 11)

“Taradda” artinya mati dan dikuburkan. Ini merupakan kiasan dari kematian dan kebinasaan. Harta yang ditimbun dan selalu dijaganya siang malam tersebut tak bisa menghalangi datangnya kehancuran dan kematiannya. Dan tak sepeserpun dari harta yang dikumpulkan tersebut yang ia bawa ke liang lahat. Jika pun orang yang masih hidup memaksakan untuknya membawa harta tersebut, hal itu tidaklah berguna. Bahkan kalau pun hal tersebut bisa terjadi ia akan berhadapan dengan makhluk yang tidak mengenal arti dunia. Maka ia takkan pernah bisa menyuapnya dengan harta.

© Dua Jalan Telah Dibentangkan

▪Ada dua jalan yang sama-sama terbuka. Manusia diberi kebebasan untuk memilih jalan tersebut. Namun, Allah tetaplah bijak dan Maha Kasih. Dia menurunkan dan mengirim utusan-Nya dari kalangan manusia untuk mengingatkan mereka dan membimbing agar para manusia tidak tersesat dalam memilih jalan itu. Maka, Dia pun mengobral petunjuk-Nya. Sampai demikian pun manusia tetap saja banyak yang enggan mengambilnya.

“Sesungguhnya kewajiban kamilah memberi petunjuk” (QS. 92: 12)

▪Tidaklah akan mungkin terjadi kesalahan bila seseorang mau mengikuti petunjuk Allah dengan benar. Karena Allah memiliki segalanya.

“Dan sesungguhnya kepunyaan kamilah akhirat dan dunia”. (QS. 92: 13).

▪Dunia dan seisinya Allahlah pemiliknya. Demikian pula akhirat dan semuanya yang berhubungan dengannya Allahlah yang mengendalikan-Nya. Bila seseorang lebih memilih dunia dan menghalanginya untuk mencintai pemiliknya maka ia benar-benar akan sengsara ketika memasuki alam akhirat, saat kehidupan dunia-Nya dipertanggungjawabkan dan kemudian dibalas dengan setimpal.

▪Pada suasana yang demikian orang-orang yang bakhil di atas akan sangat menyesali kebodohan dirinya. Padahal Allah telah benar-benar mengirim orang terbaik di antara mereka untuk menjadi pengingat yang baik.

“Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala” (QS. 92: 14)

▪Neraka yang menyala tersebut disediakan untuk mereka yang mendustakannya.

“Tidak masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka” (QS. 92:15).

▪Orang-orang celaka itu adalah orang “yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman)” (QS. 92: 16)

▪Dan dengan cinta-Nya pula “kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu” (QS. 92: 17).

▪Siapakah orang-orang yang beruntung tersebut. Yaitu orang “Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya”(QS. 92: 18). Ia semata mengharap mampu membersihkan jiwanya.

▪Dia membersihkan dirinya, juga hartanya dari sesuatu yang ia khawatirkan akan menyebabkan murka Allah juga ia bersihkan jiwanya dari sifat riya’ dan sombong yang kadang merupakan akibat bila seseorang mendapat kenikmatan berupa harta dan kedudukan di atas rata-rata sesamanya.

“Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya”. (QS. 92: 19)

▪Dia bersedekah dan mengeluarkan hartanya dalam jalan kebaikan bukan karena sebuah balas budi yang menjadi tanggungannya atau supaya kelak jika ia dalam kesulitan akan ada balasan yang membantu mengelurkannya dari kesusahan. Atau ia berharap dengan yang lebih baik dari yang didermakannya. Kedermawanannya tersebut dilandaskan pada keikhlasan yang sangat dijiwainya. Allah menuturkannya,

“Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari ridha Tuhannya Yang Maha Tinggi” (QS. 92: 20)

▪Dan karena ia mampu melakukan dan menunjukkan kemurnian cintanya tersebut pada pemilik dunia dan akhirat kelak ia akan puas dan takkan merasa rugi. “Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan”. (QS. 92: 21)

▪Dan kepuasan yang demikian itu bersifat kekal. Maka ia menjadi orang yang paling beruntung, sebagai balasan atas usahanya yang terus menjaga diri untuk menjadi hamba-Nya yang paling bertaqwa. Dalam surat al-Fajr Allah menggabungkan dua kepuasan dan keridhaan sekaligus, “Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya” (QS. 89:28).

▪Ia rela dengan janji Allah dan ia puas dengan balasan-Nya. Allah pun mencintai dan meridhainya. Sungguh sebuah puncak kepuasan yang sebenar-benarnya.

▪Baik itu Abu Bakar ash-Shiddiq atau pun Abu Dahdah al-Anshary juga para pengikut jejak mereka dalam kedermawanan, kelak akan benar-benar merasakan kepuasan yang tak terputus dan abadi.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Membaca Al-Quran dengan Suara Nyaring


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Ustadz mau tanya tentang hukum baca alquran dengan suara terdengar nyaring, soalnya saya pernah di tegur kaka ipar ketuka lagi tilawah katanya tidak boleh bersuara
Adakah hujjahnya tentang hal itu?
Jazakalloh khoir usatad

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Bismillah wal Hamdulillah ..
Jika membaca Al Qur’an dengan suara keras memang ada maslahat, orang lain bisa mengambil manfaat, atau dalam keadaan mengajar, tidak apa-apa.

Dalam hal ini dalilnya banyak:

– Abu Musa Al Asy’ari membaca Al Qur’an dengan suara merdu, Nabi ​Shallallahu’Alaihi wa Sallam​ mendengarkannya tanpa sepengetahuannya, dan Beliau pun memuji dengan kalimat:

لَقَدْ أُوْتِيْتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيْرِ أَهْلِ دَاوُدَ

“Sungguh engkau telah diberi seruling di antara seruling-seruling keluarga Nabi Daud.” (HR. Bukhari dan Muslim)

▪ Abu Hurairah ​Radhiyallahu ‘Anhu​ berkata, bahwa Nabi ​Shallallahu’Alaihi wa Sallam​ bersabda:

ما اذن اللهُ بِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيِّ حُسْنَ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يُجْهِرُ بِهِ

​“Allah tidak memberi izin terhadap suatu perbuatan sebagaimana Nabi diizinkan membaguskan suara dalam melagukan Al-Qur’an secara JAHR (nyaring).”​ (HR. Bukhari dan Muslim)

▪ Nabi ​Shallallahu’Alaihi wa Sallam​ pun pernah meninggikan suara dengan merdu saat membaca Al Qur’an, dan para sahabat mendengarkannya.

Abdullah bin Al Mughaffal ​Radhiyallahu ‘Anhu​ berkata:

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ عَلَى نَاقَتِهِ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفَتْحِ
قَالَ فَقَرَأَ ابْنُ مُغَفَّلٍ وَرَجَّعَ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ لَوْلَا النَّاسُ لَأَخَذْتُ لَكُمْ بِذَلِكَ الَّذِي ذَكَرَهُ ابْنُ مُغَفَّلٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Pada hari Fathu Makkah, saya melihat Rasulullah ​Shallallahu ‘Alaihi wa sallam​ di atas untanya membaca surat Al Fath. Ibnu Mughaffal pun membacanya dan mengulangi bacaannya kembali. Kemudian Mu’awiyah berkata, “Sekiranya bukan karena (akan berkumpulnya) manusia, niscaya saya melakukan seperti yang telah disebutkan oleh Ibnu Mughaffal dari Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​.” (HR. Muslim)

Dan masih banyak kisah lainnya. Semua ini menunjukkan mengeraskan suara saat membaca Al Qur’an, tentu dengan indah dan tartil, adalah perbuatan yang boleh bahkan dilakukan oleh orang-orang utama.

Hanya saja, mengeraskan suara menjadi TERLARANG, jika sampai mengganggu orang lain, baik sedang shalat, dzikir, atau tilawah Al Quran juga.

Berikut ini dalilnya:

▪ Diriwayatkan dari Al Bayadhi:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى النَّاسِ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَقَدْ عَلَتْ أَصْوَاتُهُمْ بِالْقِرَاءَةِ فَقَالَ إِنَّ الْمُصَلِّي يُنَاجِي رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَلْيَنْظُرْ مَا يُنَاجِيهِ وَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقُرْآنِ

“Bahwa Rasulullah ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ keluar menuju mesjid dan manusia sedang shalat, mereka meninggikan suara mereka dalam membaca Al Quran, maka Nabi bersabda: “Sesungguhnya orang yang shalat adalah orang sedang bermunajat dengan Rabb-nya ‘Azza wa Jalla maka konsentrasilah dengan munajatnya itu! Dan janganlah kalian saling mengeraskan suara dalam membaca Al Quran.” (HR. Ahmad No. 19022. Syaikh Syu’aib Al Arna-uth mengatakan: shahih. Ta’liq Musnad Ahmad No. 19022)

Dari Abu Said al Khudri ​Radhiallahu ‘Anhu​:

اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ فَكَشَفَ السِّتْرَ وَقَالَ أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ أَوْ قَالَ فِي الصَّلَاةِ

“Rasulullah ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ i’tikaf di masjid, beliau mendengar manusia mengeraskan suara ketika membaca Al Quran, maka dia membuka tirai dan bersabda: “ Ketahuilah sesungguhnya setiap kalian ini bermunajat kepada Rabbnya, maka jangan kalian saling mengganggu satu sama lain, dan jangan saling tinggikan suara kalian dalam membaca Al Quran atau di dalam shalat.” (HR. Abu Daud No. 1334, Ibnu Khuzaimah No. 1162, Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf No. 4216, dll. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani, Syaikh Salim Husein Asad, Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

​📚 Kesimpulan:​

☘ Syaikh Sayyid Sabiq ​Rahimahullah​ mengatakan:

يحرم رفع الصوت على وجه يشوش على المصلين ولو بقراءة القرآن. ويستثنى من ذلك درس العلم.
​“Diharamkan mengeraskan suara (dimasjid) hingga menyebabkan terganggunya orang shalat walau pun yang dibaca itu adalah Al Quran, dikecualikan bagi yang sedang proses belajar mengajar Al Quran.”​ ​(Fiqhus Sunnah, 1/251)​

☘ Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ​Rahimahullah​ berkata:

رفع الصوت بالقراءة إذا كان فيه مصلحة؛ لأن هناك من يستمع، وهم كثيرون، فيرفع الصوت حتى يبلغهم هذا مطلوب، أما إذا كان رفع الصوت قد يشوش على المصلين أو القراء لا، يخفض صوته لا يشوش على الناس

​Meninggikan suara saat membaca Al Qur’an jika mengandung maslahat, karena ada yang mendengarkan dan mereka banyak, maka meninggikan suara hingga sampai kepada mereka justru diperintahkan. Tapi, jika itu mengganggu orang shalat atau orang yang sedang membaca Al Qur’an, maka tidak boleh. Hendaknya dia merendahkan suaranya jangan sampai mengganggu manusia.​ (selesai)
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Sujud Hidung Tidak Menyentuh Tanah, Batalkah Shalatnya?​


Tentang menempelkan hidung saat sujud, ada beragam pandangan walau zhahirnya menunjukkan wajib.

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah menjelaskan:

فقد اختلف العلماء في حكم وضع الأنف على الأرض أثناء السجود:

📌Para ulama berbeda pendapat tentang hukum meletakkan hidup ke tanah saat Sujud:

-فذهب الشافعي وهو رواية عن مالك ورواية عن أحمد إلى عدم الوجوب.

📌Imam Asy Syafi’iy, salah satu riwayat dari Imam Malik, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, mengatakan itu TIDAK WAJIB.

-وذهب ابن جبير و النخعي و إسحاق وهو رواية عن مالك ورواية عن أحمد إلى الوجوب.

📌Ibnu Jubeir, An Nakha’i, Ishaq, dan salah satu riwayat dari Imam Malik, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, bahwa itu WAJIB

-وذهب أبو حنيفة إلى أن الواجب هو أن يضع جبهته أو أنفه على الأرض.

📌Abu Hanifah mengatakan wajibnya itu meletakkan dahi atau hidung di atas tanah.

والظاهر هو الوجوب، لحديث ابن عباس في الصحيحين أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” أمرت أن أسجد على سبعة أعظم: الجبهة وأشار إلى أنفه، واليدين، والركبتين، وأطراف القدمين ”

📌Namun, secara zhahirnya menunjukkan wajib, berdasarkan hadits dalam Shahihain, dari Ibnu Abbas ​Radhiyallahu ‘Anhuma​ bahwa Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ bersabda:

Aku diperintah bersujud di atas 7 tulang: ​dahi dan beliau mengisyaratkan ke hidungnya, dua tangan, dua lutut, dan ujung dua telapak kaki.​

والأمر يقتضي الوجوب. وقد قال صلى الله عليه وسلم: ” صلوا كما رأيتموني أصلي ” رواه البخاري
والله أعلم.

📌Dan perintah konsekuensinya adalah menunjukkan wajib. Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ​Shalatlah kami seperti melihat aku shalat.​ (HR. Bukhari).

Wallahu A’lam

​(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, no. 15023)​

📝 ​Kemudian .., apakah batal jika tidak menyentuh tanah? Tidak, shalatnya tetap sah menurut 4 madzhab.​

Berikut ini keterangannya:

وأما من سجد ووضع جزءًا من جبهته على الأرض، ولم يلامس أنفه الأرض؛ فصلاته صحيحة في المعتمد من قول المذاهب الأربعة، ولكنها ليست على السنة الكاملة. يقول الخطيب الشربيني: “يكفي وضع جزء من كل واحد من هذه الأعضاء كالجبهة

✅Ada pun orang yg sujud dengan meletakkan bagian dahinya di tanah tanpa meletakan hidungnya di tanah, maka shalatnya SAH menurut pendapat mu’tamad (resmi) EMPAT MADZHAB, tapi itu bukanlah di atas sunnah yang sempurna. Khathib Asy Syarbini mengatakan: ​”Sudah cukup meletakkan bagian dari tiap-tiap salah satu anggota sujud itu sepeti dahi.”​ ​(Mughni Muhtaj, 1/372, Fathul Qadir, 1/300, Mawaahib Al Jalil, 1/520, Kasysyaaf Al Qinaa’, 1/352)​

Demikian. Wallahu a’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Makna Laa ilaha ilallah

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 09 Muharram 1439 / 02 Oktober 2017

📕 Aqidah

📝 Prima Eyza

📖 MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH (مَعَانِي لَا إِلٰهَ إِلَّا الله)
==========☆☆☆=========
☝🏻🎯☝🏻🎯☝🏻🎯☝🏻🎯☝🏻

Assalaamu’alaikum wr.wb.

🤗 Apa kabar, adik-adik ?  Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..
Hari ini mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita dalam bidang studi Aqidah, masuk kepada tema baru yakni *Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah*

tuntutan buat kita dalam keimanan ini untuk memahami kandungan makna-makna dalam kalimat _Laa Ilaaha illallaah_. Sebab kalimat tesebutlah yang menjadi dasar aqidah Islam. Jangan sampai kita hanya melafazhkan kalimat _Laa Ilaaha illallaah_ di lisan, bahkan berulang-ulang dan terus berulang-ulang di sepanjang hidup kita, namun kita tidak sampai kepada pemahaman tentang makna-makna yang dikandung oleh kalimat tersebut. Sebab kandungan makna-makna di dalam kalimat tersebutlah yang akan menguatkan dan menyempurnakan keimanan kita kepada Allah Ta’ala.

Kata _”ilah”_ dalam bahasa Arab memiliki arti yang banyak sekali, sehingga makna/arti dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله  (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) juga banyak.
Penting sekali bagi kita untuk lebih detail memahami makna-makna kalimat  لَا إِلٰهَ إِلَّا الله  (_Laa Ilaaha ilaLLAAH_) agar kita dapat berkomitmen dengan makna-makna itu dan menjadikan diri kita mukmin yang bertauhid murni (meng-Esa-kan Allah SWT dengan sempurna), tauhid yang tidak terkotori oleh syirik dan segala hal yang merusak kemurniannya.

Makna yang pertama dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (_Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah_) adalah:

لَا خَالِقَ إِلَّا الله

(_Tidak ada Pencipta kecuali Allah_)

☝🏻 Tidak ada Pencipta kecuali Allah

Ketika kita meyakini bahwa tidak ada ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Allah SWT, maka kita pun wajib meyakini bahwa Tidak ada Pencipta kecuali Allah.
Allah SWT adalah satu-satunya Pencipta (Khaliq) . Sebab satu-satunya Dzat yang bersifat Wujud (Ada) dan Qidam (Terdahulu) adalah Allah SWT. Maka segala sesuatu selain Allah SWT adalah ciptaan Allah SWT (makhluq) seluruhnya. Segala yang wujud (ada) selain dari Allah SWT maka ia berasal dari penciptaan Allah SWT.

Allah SWT Menciptakan yang :
– Telah tiada
– Sekarang ada
– Akan ada

Allah SWT  tidak pernah berhenti dalam mencipta. Kekuasaan-Nya dalam mencipta tidak terbatas dan meliputi segala sesuatu.
Banyak sekali terhampar dalam Al Qur`an ayat-ayat yang menegaskan tentang Allah SWT sebagai Sang Pencipta, diantaranya:

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

“_(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu._”
(QS. Al An’aam [6] : 102)

Maka, Allah lah Yang Menciptakan alam raya ini seluruhnya; bumi, langit beserta segala isinya. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. As Sajdah [32] ayat 4,

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

“_Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?_”

Allah Ta’ala pun memuji Ulul Albab (orang-orang yang berakal) yang selalu bertafakkur (berfikir/merenung) tentang kuasa Allah SWT pada penciptaan langit dan bumi,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“_Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka._”
(QS. Ali Imran [3] : 190-191)

Hasil dari keyakinan bahwa tidak ada Pencipta selain Allah SWT adalah munculnya kesadaran bahwa kita ini –*manusia*– adalah makhluk (ciptaan) Allah. Manusia –*dan seluruh makhluk di alam raya ini*– bukanlah ada dengan sendirinya.
Sehingga terkait diri kita sebagai manusia, apapun kondisi kita; jabatan kita, ilmu kita. intelektualitas kita, ketampanan/kecantikan kita, harta kekayaan kita, dan segala yang melekat pada diri kita, semua itu adalah ciptaan Allah SWT seluruhnya; berasal dari Allah Ta’ala semuanya. Kita–*manusia*– ini hanyalah makhluk, yang mana makhluk tentu memiliki ketergantungan yang sangat tinggi kepada Khaliq (Pencipta) yakni Allah ‘Azza wa Jalla.
Sebagaimana dalam Al Qur`an disebutkan,

اللَّهُ الصَّمَدُ

“_Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu._”
(QS. Al Ikhlash [112] : 2)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya:
“_Ikrimah telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah yang bergantung kepada-Nya semua makhluk dalam kebutuhan dan sarana mereka.
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah Tuhan Yang Mahasempurna dalam perilaku-Nya, Mahamulia yang Mahasempurna dalam kemuliaan-Nya, Mahabesar yang Mahasempurna dalam kebesaran-Nya, Maha Penyantun yang Mahasempurna dalam sifat penyantun-Nya, Maha Mengetahui yang Mahasempurna dalam pengetahuan-Nya, dan Mahabijaksana yang Mahasempurna dalam kebijaksanaan-Nya. Dialah Allah Yang Mahasempurna dalam kemuliaan dan akhlak-Nya. Dan hanya Dialah Allah SWT yang berhak memiliki sifat ini yang tidak layak bagi selain-Nya. Tiada yang dapat menyamai-Nya dan tiada yang setara dengan-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Esa lagi Mahamenang._”

Demikian pula *Syaikh Sayyid Quthb* dalam tafsirnya Fii Zhilaalil-Qur`an menjelaskan:
“_Makna ash-shamad menurut bahasa berarti tuan yang dituju yang suatu perkara tidak akan terlaksana kecuali dengan izinnya. Allah SWT adalah Tuan (Majikan) dan tidak ada tuan (majikan) yang sebenarnya selain Dia. Allah adalah Maha Esa dalam uluhiyah-Nya (keTuhanan-Nya) dan segala sesuatu adalah hamba bagi-Nya. Hanya Dia-lah satu-satunya yang dituju untuk memenuhi segala hajat makhluk. Hanya Dia satu-satunya yang dapat mengabulkan kebutuhan orang yang berkebutuhan. Dia-lah Yang Memutuskan segala sesuatu dengan izin-Nya, dan tidak ada seorangpun yang dapat memutuskan bersama Dia._”

Demikianlah, Tiada Pencipta selain Allah. Dia-lah Sang Pencipta segala seuatu.

Wallaahu alam bishshowab.
Bersambung…

☝🏻🎯☝🏻🎯☝🏻🎯☝🏻🎯☝🏻

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Perbedaan Qiyamullail dan Tahajud​


🔲 Apa sih Qiyamullail?

معنى القيام أن يكون مشتغلا معظم الليل بطاعة , وقيل : ساعة منه , يقرأ القرآن أو يسمع الحديث أو يسبح أو يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم

Makna Al Qiyam yaitu menyibukkan diri disebagian besar malam dengan ketaatan. Ada yang mengatakan: walau sebentar. Caranya dgn membaca Al Qur’an, mendengar hadits, bertasbih, atau bershalawat kpd Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 34/117)

🔳 Ada pun tahajud, para ulama mengatakan itu shalat setelah tidur, tapi mayoritas ulama mengatakan tahajud adalah shalat malam secara mutlak walau sebelum tidur, itu juga tahajud.

Dalam Al Mausu’ah:

وفيه قولان : الأول : أنه صلاة الليل مطلقا ، وعليه أكثر الفقهاء .
والثاني : أنه الصلاة بعد رقدة

Ada dua pendapat:

1. Yaitu shalat sunnah di malam hari secara mutlak. Inilah pendapat mayoritas fuqaha.

2. Shalat setelah tidur.

(Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 2/232)

Maka, makna Qiyamullail lebih luas cakupan dan bentuknya dibanding tahajud.

Demikian. Wallahu a’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Poligami….


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
afwan mau bertanya..saat ini kondisi saudara saya sedang lemah. Suaminya bersikeras ingin poligami atas dasar iba dg wanita lain teman kerja..janda anak 2, masih muda dan punya usaha sendiri. suaminya iba karena sering mendengar curhatan perempuan tsb. hingga memutuskn untuk menghalalkn hubungannya saja. suaminya selalu mendoktrin istrinya untuk menerima niatan poligaminya dg alasan..”ingin memberikan jannah untuk istrinya tsb”. istrinya orang baik, walaupun dia merasa sangat sakit bahkan sudah tak terasa air matanya sering menetes akhirnya mengizinkan suaminya berpoligami atas dasar mengalah saja demi anak2 dan agar suaminya bahagia..

mendengar keputusan itu bapa dari istrinya marah..sampai tak sadarkan diri, linglung dan dibawa ke RS..ibu dari istri nya pun punya penyakit jantung. namun suaminya ttp bersikeras atas nama jannah…

pertanyaan saya bagaimana seharusnya ustadz meluruskan kembali suaminya..dan bagaimana tafsir dari qs. dalam al quran.mengenai poligami..
syukron jazaakillah..🙏🏻

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
1. Menurut fikih, poligami bisa dilakukan oleh suami jika mampu bersikap adil, punya kemampuan finansial untuk membiaya seluruh isteri2 dan anak2nya, keluarga yang pertama tidak terbengkalai

2. Jika tidak terpenuhi, maka tidak diperkenankan untuk poligami

3. Dalam kasus dalam soal, ;
Isteri memperkuat ruhiah dan maknawiah kepada allah swt agat bisa bersabar dan tsabat

4. Suami dan isteri perlu dialog bisa langsung atau menyertakan ortu.
Boleh jadi alasan suami poligami bukan yang terucap, tetapi ada hal lain; misalnya isteri tidak bisa menunaikan kewajibannya sebagai isteri dan ibu dari anak2…., karena itu suami memilih poligami.

5. Tetapi jika motiv suami hanya kasihan pada wanita lain, atau mungkin (syahwat), maka bisa dingatkan dengan pertemuan langsung atau sesama ortu. Diingatkan dengan masa depan anak2, masa depan keluarga,, dan seterusnya

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

ISTRI


Allah ﷻ berfirman dalam Surat An-Nisā [4] ayat 1:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan Kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

📌 Di balik kesuksesan seorang pria ada wanita di belakangnya, istrinya terkasih. Namun, di balik kegagalan seorang pria juga di antaranya karena ada wanita yang tidak halal di belakangnya.

📌 Wanita adalah madrasah bagi anak-anak kita, bekerjasama aktif dalam membentuk kepribadian dan adab anak keturunan kita adalah sebuah kemestian

📌 Berinteraksi dengan isteri kita membutuhkan kesadaran dan pemahaman utuh akan kelebihan dan kekurangannya. Nabi Muhammad ﷺ, pernah bersabda:

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ

Sesungguhnya wanita itu dijadikan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Maka jika kamu bertindak untuk meluruskannya. niscaya kamu akan membuatnya patah. Tetapi jika kamu bersenang-senang dengannya, berarti kamu bersenang-senang dengannya, sedangkan padanya terdapat kebengkokan.

Gaji Istri > Gaji Suami


Assalamu’alaikum ustadz/ah….Mau menanyakan sesuatu hal, bermula dr sebelum nikah mereka (adik saya dan suaminya) pacaran kurleb 2 th, selama pacaran orang tua saya dan saudara2 saya termasuk saya tidak setuju adik berhubungan dg suaminya itu dikarenakan tidak pernah sholat. Tahun 2013 mereka menikah, dari awal menikah hingga saat ini pernikahan mereka tidak pernah rukun, kalau kata adik saya, dalam sebulan bahagianya hanya seminggu. Adik saya asisten apoteker di rs haji, suaminya buka bengkel bubut ( bukanya siang sekitar pukul 9/10), klo sedang bertengkar sama istrinya tidak buka bengkel. Pendapatan istrinya lbh besar dr suaminya, istrinya insyaa alloh slalu menjalankan kwajibannya sbg muslimah atau pun istri, sedangkan suaminya msh blom mau sholat, puasa ramadhan jg selalu dilewatkan hampir tiap tahunnya. Hampir tiap lebaran mereka bertengkar, kalau adik cerita, yang menjadi permasalahannya adalah gaji istrinya, suaminya ingin tahu secara detail kemana saja gajinya itu, padahal gaji istrinya diberikan kpd orang tuanya, orang tua suaminya dan keperluan sehari2, sampai kontrakan bengkel pun kata adik saya sih adik saya yg bayar. Slama ini suaminya jg selalu menuntut supaya istrinya menjadi istri yang berguna, istri yang selalu taat pada suaminya, sedangkan slama ini istrinya yg mengurus rumah sebelum berangkat / pulang kerja, nyuci, nyetrika, dll. Suaminya hampir tiap malam kelayapan, pulang larut malam, setiap pulang kelayapan minta dipijitin sama istrinya dg sikap kasar menggunakan kaki membangunkan istrinya yg sedang tidur. Ruang gerak istrinya dibatasin, hanya sekedar main k rumah kakaknya saja yang hanya terhalang 10 rumah aja tidak diperkenankan, ketika istrinya minta izin mau ikut tahsin, suaminya bilang ” belajar ngaji, benerin aja dulu kelakuannya”, ketika tahun lalu mau berqurban memakai uangya sendiri, suaminya bilang “buat kontrakan aja blum ada”, akhirnya tidak jadi qurban padahal uang kontrakan sudah disediakan sama istrinya, qurban kemarin, istrinya bilang mau qurban, suaminya tidak respon, akhirnya istrinya tetep berqurban, tapi malah jadi bertengkar gara2 istrinya berqurban itu. Barusan istrinya bilang ke saya kalau dia ingin ngontrak saja, selama ini tidak pernah merasa dianggap istri oleh suaminya, sudah capek menghadapi suaminya itu. Pernah suatu hari istrinya menyarankan suaminya untuk mencari istri lagi, jawaban suaminya ” kamu ngusir saya, mentang2 saya miskin”.
Mohon pencerahannya ustadz/ah, bagaimana seharusnya sikap adik saya terhadap suaminya itu supaya rumah tangganya lebih baik lagi. saya sebagai kakaknya bingung harus bagaimana, kasian lihat adik saya, ada suatu hal lagi tadz, selama ini adik saya terlalu memfasilitasi dalam hal keuangan, sampai2 jika ada teman suaminya berkunjung, suaminya bilang ke temannya kalau istrinya itu adalah bosnya.
Jazakalloj khoiir atas jawabannya.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Saya turut prihatin dengan rumah tangga adik anti. Semoga kisah ini jadi pelajaran mahal buat mereka yg mau menikah. Dan memilih calon suami tidak semata cinta tapi yg paling mendasar adalah pengetahuan agama dan ibadah kesehariannya. Karena mereka yg paham agama akan berusaha menjadi suami yang baik dan paham dengan firman Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. “
(Qs. At-Tahrim, Ayat 6)

Dari cerita diatas betapapun keluarga tdk setuju tp takdir berbicara lain. Pernikahan terjadi. Dan itulah resiko dari keputusan yg sdh di ambil oleh adik.

Lalu bila semua sudah terjadi, apa yg bisa kita lakukan?

Kita sebagai orang luar tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya saran
1.Keadaan ini disebabkan karena ketidak pahaman suami akan ajaran islam shg berdampak dalam kehidupan nya. Tidak sholat .tidak jd suami yg baik.dll
2.Istri yang mau menerima suami dengan kondisi tsb diatas maka konsekwensi logisnya mengalami apa yg sdh di alami selama ini.
3.Dengan kondisi seperti itu kembali bagaimana keputusan adik anti. Mau lanjut , bersabar, dan banyak doa atau mau menggugat cerai karena sudah tidak tahan.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Asbabun Nuzul Surat Al-Lail

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 10 Muharram 1439 H / 30 September 2017

📕 Al-Qur’an

📝 Ida Farida

📖 Asbabun Nuzul surat Al-Lail
==========☆☆☆==========
🌚✨🌚✨🌚✨🌚✨🌚

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar mujahid muda? Semoga adik-adik semuanya masih dalam naungan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aamiin.

Adik-adik yang di rahmati Allah, kali ini kita akan membahas tentang Asbabun Nuzul surat Al-Lail yang menjelaskan perbedaan antara orang-orang dermawan dan orang-orang pelit, langsung aja kita bahas ya

وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ. وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ. وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ.إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ. فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ.  وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ. فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ. وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسْتَغْنَىٰ. وَكَذَّبَ بِٱلْحُسْنَىٰ. فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ. وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ. إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ. وَإِنَّ لَنَا لَلْءَاخِرَةَ وَٱلْأُولَىٰ. فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ. لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى. ٱلَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ.
وَسَيُجَنَّبُهَا ٱلْأَتْقَى. ٱلَّذِى يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ. وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ. إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ ٱلْأَعْلَىٰ. وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ

_”Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.”_

Adik-adik yang di rahmati Allah, di dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa seorang pemilik kurma mempunyai pohon yang mayangnya menjulur ke rumah tetangganya, seorang fakir yang banyak anak.

Adik-adik, setiap pemilik kurma ini memetik buahnya, ia memetiknya dari rumah tetangganya itu. Apabila ada kurma yang jatuh dan dipungut oleh anak-anak yang fakir itu, ia segera turun dan merampas dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk ke mulut mereka pun dipaksanya keluar.

Pelit banget ya adik-adik itu si pemilik kurma, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang pelit, Aamiin. Kita lanjutkan ya pembahasanya

Kemudian adik-adik, orang fakir itu mengadukan halnya kepada Nabi saw.. Beliau berjanji akan menyelesaikannya. Kemudian Rasulullah saw bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda:

_”Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si anu. Sebagai gantinya kamu akan mendapatkan pohon kurma di surga.”_ Si pemilik kurma berkata, _”Hanya sekian tawaran tuan? Aku mempunyai banyak pohon kurma, dan pohon kurma yang diminta itu yang paling baik buahnya.”_ Lalu si pemilik pohon kurma itu pun pergi.

Sombong sekali ya adik-adik itu si pemilik kurma, padahal orang yang meminta itu adalah kekasih Allah, manusia mulia. Semoga kita di jauhkan dari sifat sombong ya adik-adik. Kita lanjutkan pembasahannya ya

Adik-adik, ternyata pembicaraan si pemilik pohon kurma dengan Nabi saw itu terdengar oleh seorang dermawan, yang langsung menghadap Rasulullah saw dan berkata, _”Seandainya pohon kurma itu menjadi milikku, apakah tawaran tuan itu berlaku juga bagiku?”_ Rasulullah menjawab, _”Ya.”_ Maka pergilah orang itu menemui si pemilik pohon kurma.

Apa kata si pemilik pohon kurma itu adik-adik? Ternyata sipemilik pohon kurma itu masih juga angkuh dan sombong. Si pemilik pohon kurma itu berkata, _”Apakah engkau tahu bahwa Muhammad saw menjanjikan pohon kurma di surga sebagai gantinya  pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Aku telah mencatat tawaran beliau. Akan tetapi buah pohon kurma itu sangat mengagumkan. Aku mempunyai pohon kurma, tetapi tidak ada satu pohon pun yang selebat itu.”_

Kemudian adik-adik, orang dermawan itu berkata, _”Apakah engkau mau menjualnya?”_ Ia menjawab _”Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, akan tetapi pasti tidak akan ada orang yang sanggup.”_

Orang dermawan itu berkata lagi, “Berapa yang engkau inginkan?” Ia berkata, _”Aku ingin 40 pohon kurma.”_ Orang dermawan itu terdiam, kemudian dia berkata lagi, _”Engkau minta yang bukan-bukan. Tapi baiklah aku berikan 40 pohon kurma kepadamu, dan aku minta saksi jika engkau benar-benar mau menukarnya.”_ Pemilik pohon kurma itupun memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu.

Adik-adik semuanya, kemudian orang dermawan itu menghadap Rasulullah saw dan berkata, _”Ya Rasulullah, Pohon kurma itu telah menjadi milikku. Aku akan menyerahkan pada tuan.”_ Maka berangkatlah Rasulullah saw menemui pemilik rumah yang fakir itu dan bersabda,

_”Ambillah pohon kurma itu untukmu dan keluargamu.”_

Maka turunlah ayat ini (QS. Al-Lail: 1 sampai akhir surat) yang *membedakan kedudukan dan kesudahan orang bakhil dengan orang dermawan*.

Hadist di atas diriwayatkan oleh _Ibnu Hatim dan lain-lain_, dari _al-Hakam bin Abban_, dari _’Ikrimah_, yang bersumber dari _Ibnu Abbas_. Menurut _Ibnu Katsir_, Hadist ini sangat gharib.

🌚✨🌚✨🌚✨🌚✨🌚

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

How to Be Happy Your Self

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Jumat, 09 Muharram 1439H/ 29 September 2017

📕 Psikologi

📝 Bu Dina Farihani S. Psi

📖 How to Be Happy  Yourself
==========☆☆☆==========
🎭♥🎭♥🎭♥🎭♥🎭

Hai Sobat, semoga sehat dan selalu semangat! 😀

⚔ Sob, hidup ini ibarat medan pertempuran; penuh tantangan dan musuh yang harus ditaklukkan.
Seringkali disaat lelah, letih, dan lemah melanda, kita terjebak pada perasaan tidak berdaya. Bila berkepanjangan, perasaan tidak berdaya akan mengantarkan pada putus asa, lalu kita pun berpikir bahwa hidup kita “tidak bahagia”!!

📣 Hei Sob, kalau kita coba sadari, sesungguhnya kita bisa memilih untuk bahagia atau tidak bahagia. Masalah bisa datang darimana saja dan kepada siapa saja, tetapi apakah masalah itu akan “menghancurkan” kehidupan, itu kembali pada bagaimana kita menyikapinya.

Coba kita renungkan, kalau kita memilih untuk merasa tidak bahagia, apa yang kemudian terjadi pd diri kita??
😞 kita menjadi mudah merasa sedih? atau malah jadi orang yg gampang marah 😠? Sering berpikir negatif, iri hati, dst 😒? Cenderung temperamen dan meledak-ledak 😬? Merasa tertekan, jadi korban, dan bernasib buruk😵??

Wuaahh dampak dari merasa tidak bahagia sungguh membuat kita semakin merugi! Maka dari itu, penting buat kita mencari tau bagaimana supaya kita bisa merasa bahagia dan terhindar dr hal-hal negatif yg dapat merusak kehidupan kita.

Naaahh, Sob! Spesial buat kamu nih, simak beberapa tips berikut ini yap.

*Tips utk Menjadi Bahagia* 😊

1⃣ Hargai apa yang sudah menjadi milikmu
ini penting banget, karena untuk bisa bahagia kita harus terlebih dahulu merasa _*bersyukur*_. Keluarga, teman, sekolah, cita-cita, hobi, dan seterusnya,terimalah dan lihatlah sisi positifnya. Ini akan membuatmu merasa lebih tenang dan nyaman. Tidak perlu mebanding-bandingkan milikmu dengan oranglain krn hanya akan membuatmu lelah dan tidak fokus pada hal-hal positif yg kamu miliki.

2⃣ Cintailah dirimu
💕 Pahami bahwa kamu adalah ciptaan Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dalam dirimu terdapat potensi yang perlu dikembangkan. Maka cintailah diri sehingga kamu punya energi positif untuk mengembangkan potensi. Cintai dirimu dengan menjaganya dr hal2 buruk, lakukan dalam rangka ibadah dan bentuk syukur kepada-Nya.

3⃣ Hormati dan hargailah dirimu
🎀 Yakinilah bahwa setiap individu itu istimewa, begitu juga dirimu. Hargai dirimu, maka kamu akan mampu menghargai orang2 di sekelilingmu, dan mereka akan juga menghargai keberadaanmu.

4⃣ Lakukan berbagai jenis kegiatan positif yang kamu senangi
🏊🏻‍♀ Melakukan hobi, kegiatan ringan yg menyenangkan, dst akan mensuplai energi positif dan membantumu lebih rileks dalam menjalani kehidupan.

5⃣ Berkumpul dan berinteraksi dgn keluarga
👨‍👩‍👦‍👦 Lakukan kegiatan bersama keluarga, sekedar obrolan ringan, makan bersama, ataupun bergotong royong melakukan tugas/pekerjaan rumah tangga, akan membangun kedekatan dan mengokohkan ikatan keluarga, memberikan dorongan rasa bahagia pada diri kita.

6⃣ Jangan pernah berpikir bahwa kamu sendirian dan kesepian
🤷🏻‍♀ Hanya krn kamu tidak punya banyak teman, bukan berarti kamu tdk bisa menikmati hidupmu. Tetaplah berusaha, dengan menjadi pribadi yg mandiri, akan membantumu meningkatkan kepercayaan diri. *ingatlah* bahwa ALLAH SWT bersama kita bahkan lebih dekat dari urat nadi ❤

7⃣ Menuntut ilmu, tempuh pendidikan setinggi mungkin yang kamu bisa
🎓 Dengan menjadi orang yg berpendidikan, mempunyai ilmu yg bermanfaat, maka akan semakin meningkatkan kepercayaan diri. Syukuri hal itu dan kamu akan mjd pribadi yg dapt menularkan energi positif, mjd pribadi yg bahagia 😺

8⃣ Bergaul dengan sebanyak mungkin teman dan orang-orang di sekitarmu
🤝 Berteman dan berbuat baiklah, maka kamu akan merasakan ketentraman dan kenyamanan.

9⃣ Hindari terlalu banyak berpikir hal-hal negatif ❌

🔟 Be happy!
(coba kau banyangkan, coba kau renungkan. hanya kau yg kusayang *eh) 🎶 Cobalah renungkan bahwa di luar sana terdapat orang-orang yang menginginkan apa yg kamu miliki, tapi mereka tidak seberuntung dirimu. hargai, bantu dan berikan apresiasi pada mereka, maka kamu akan merasa semakin bahagia!

Baiklah Sobat, cobalah temukan dirimu yang lebih bahagia.
See you!

🎭♥🎭♥🎭♥🎭♥🎭

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c