Makna Laa Ilaha Ilallah (2)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 10 Safar 1439H/ 30 Oktober 2017

📕 Aqidah

📝 Usdz. Prima Eyza

📖 Makna Laa ilaahaillah (2)
==========☆☆☆==========
🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛
Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik shalih-shalihat…?? Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman, dalam lindungan dan naungan keberkahan dari Allah SWT…. Aamiiin….

Pembahasan kita tentang Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah di kesempatan sebelumnya telah selesai membicarakan makna yang kedua yakni لَا رَازِقَ إِلَّا الله  (Tidak ada Pemberi rizqi kecuali Allah).
Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang ketiga.

Makna yang ketiga dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:

لَا مَالِكَ إِلَّا الله

(Tidak ada Pemilik kecuali Allah)

Makna kalimat Laa Ilaaha illallaah berikutnya adalah _”Tiada Pemilik selain Allah”._
Allah SWT lah yang menciptakan dan memelihara alam semesta raya ini, maka Allah SWT adalah satu-satunya Pemilik alam semesta ini seluruhnya.
Firman Allah Ta’ala dalam QS. Al Baqarah (2) : 284,

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

_”Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”_

→ milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Juga firmanNya dalam QS. Al Fatihah (1) : 4,

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

_”Yang memiliki Hari Pembalasan.”_

→ Allah lah Pemilik hari pembalasan (hari kiamat).

Karena semua alam ini adalah milik Allah –baik langit dan bumi; serta dunia dan akhirat– maka tentu terserah kepada kehendak Allah Ta’ala untuk memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki atau mengambilnya dari siapa saja yang Dia kehendaki.
Keyakinan terhadap prinsip ini tentu akan memahamkan kepada kita bahwa apa yang kita miliki, hakikatnya adalah milik Allah SWT semuanya. Allah SWT lah yang memberikan/menitipkannya kepada kita. Harta, tahta, ilmu, keahlian, keluarga, keturunan, dan semua hal yang ada pada diri kita.

Karena semua hal tersebut hakikatnya adalah milik Allah SWT, maka mesti dipergunakan sesuai dengan ketentuan Pemiliknya.
Harta; harus dipergunakan sesuai dengan ketentuan Allah Ta’ala, baik ajaran yang terdapat dalam Al Qur`an terkait harta, maupun dalam sunnah Nabi-Nya.
Demikian pula pemanfaatan atas tahta (jabatan), ilmu, keahlian, keluarga, keturunan, dan semua yang ada pada diri kita; harus sesuai dengan apa yang Allah SWT ajarkan dan gariskan.
Ingatlah bahwa kita lahir ke dunia ini dalam keadaan tidak memiliki sesuatu apapun, kecuali apa yang diberikan oleh Allah Ta’ala.
Semua yang kita miliki adalah pemberian Allah SWT seluruhnya.
Dan mati pun kita tidak membawa sesuatu apapun, kecuali hanya amal-amal kita yang akan dipertangungjawabkan kepada Allah SWT di hari perhitungan kelak di akhirat.

Inilah kesadaran dan keyakinan seorang mukmin. Allah SWT lah Pemilik segala sesuatu.
Maka ketika Allah SWT meminta milikNya, tentu kita harus ridho. Itulah salah satu ciri yang dilekatkan Allah SWT kepada orang-orang beriman, bahwa ketika mendapat musibah, ia mengucapkan إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ,  sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Baqarah (2) : 156,

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

_”(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (segala sesuatu milik Allah dan kepada-Nya lah segala sesuatu kembali).”_

Demikian pula diantara do`a penutup majlis yang cukup panjang yang diajarkan kepada kita, dalam rangkaian do`a tersebut terdapat do`a berikut:

وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَمَبْلَغَ عِلْمِنَا

_”Janganlah jadikan dunia ambisi kami yang terbesar dan puncak ilmu kami.”_

Dalam suatu riwayat, Abu Bakar ra pernah berdoa:

 اَللهُمَّ اجْعَلِ الدُّنْيَا فِي أَيْدِيْنَا وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا

_“Ya Allah jadikanlah dunia di tangan kami, jangan jadikan di hati kami.”_

Demikianlah.
Jika kita menyadari bahwa Allah SWT lah Pemilik yang haq atas segala sesuatu, maka kita :
• tidak akan sombong ketika diberi oleh Allah SWT.
• tidak akan putus asa jika kehilangan sesuatu.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
               
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

_”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”_
(QS. Al Hadiid [57] : 22-23)

▪ Kelembutan dan Kesopanan Allah SWT

Meskipun segala sesuatu adalah milik Allah SWT, akan tetapi ketika Allah SWT memerintahkan kepada hambaNya untuk mengeluarkan miliknya tersebut (berinfaq) di jalan Allah, Allah Ta’ala menggunakan ungkapan yang sangat halus, lembut, dan sopan.
Seakan-akan apa yang diinfaqkan itu adalah milik hambaNya, sedangkan Allah SWT seakan-akan hanya meminjam saja.
Perhatikan ayat berikut :

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

_”Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.”_
(QS. Al Hadiid [57] : 11)

Dan ungkapan “memberi pinjaman yang baik” (berinfaq) ini diulang-ulang oleh Allah SWT di beberapa tempat dalam Al Qur`an.

Atau juga bentuk kelembutan dan kesopanan Allah SWT yang lain dalam hal infaq ini adalah memberikan balasan yang berlipat ganda hingga 700 kali lipat bahkan lebih.
Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

_”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”_
(QS. Al Baqarah [2] : 261)

Demikianlah, Allah SWT Maha Memiliki. Dia-lah Pemilik tunggal dari alam raya ini beserta segala isinya. Tiada Pemilik selain Dia. Maka Dia berkuasa dan Maha Berkehendak untuk berbuat apapun atas segala yang dimiliki-Nya.

Wallaahu a’lam..
Bersambung.

🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Hawa Nafsu

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Rabu, 12 Sadar 1439H/ 01 November 2017

📕 Akhlaq

📝 Kak Lelisya

📖 Hawa Nafsu
==========☆☆☆==========
💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦

Di zaman modern ini, pergaulan remaja sudah tak mengenal batas. Mereka membiarkan kendaraannya/hawa nafsunya membawa mereka ke manapun tanpa mereka rem saat kendaraannya itu berbelok ke jalan yang salah. Mereka membiarkannya hanya karena kenikmatan duniawi yang sesaat. Kebanyakan dari mereka tak memikirkan masa depannya. Padahal di dunia ini kita hanya sementara. Dunia ini diibaratkan tempat persinggahan, sebelum kita menuju akhirat yang abadi. Penjelasan ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW Beliau bersabda: “Apalah artinya dunia ini bagiku. Di dunia ini aku hanyalah seorang musafir yang bernaung di bawah pohon. Lalu dia beristirahat dan kemudian dia meninggalkannya.”

Wahai kaum muda, mari kita pikirkan masa depan kita. Turuti kata hati kecil kita bukan karena hawa nafsu. Allah Swt jelas-jelas memerintahkan umatnya agar bisa mengendalikan hawa nafsu, sebagaimana firman-Nya dalam Qs. An-Naziat ayat 37-41: “Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”

Dari ayat di atas, sudah jelas bahwa Allah Swt tidak suka pada orang yang tidak mengendalikan hawa nafsunya, karena jika kita menuruti hawa nafsu, kita lebih banyak mendapat madharatnya dari pada manfaatnya. Dan karena itulah Allah Swt menyediakan neraka untuk orang yang tidak mengendalikan hawa nafsunya.

Adik-adik yang dimuliakan Allah swt.
 “Apabila jiwamu mengajak bermaksiat,maka segeralah mengingat Allah. Apabila hati ini belum bisa kembali, maka ingatlah akhlak para ulama dan ingatlah seandainya aib itu diketahui orang lain. Dan jika belum kembali, maka ketahuilah sesungguhnya dirimu saat itu telah berubah menjadi hewan.”
Berubah menjadi hewan di sini maksudnya bukan berubah wujudnya, tetapi berupah dalam artian ia tidak punya akal (tidak menggunakan akalnya). Hewan tidak punya akal. Apabila manusia yang mempunyai akal tapi tidak mempergunakan akalnya untuk mengendalikan hawa nafsu, berarti benar apa yang kadang kita lihat manusia tak ada bedanya dengan hewan.

Kita harus sadar, bahwa selamanya ketika perdebatan, manipulasi pikiran, kontradiksi teori dan tabrakan dogma-dogma dalam pola pikir manusia terus berlangsung, maka jalan menuju insan yang sabar itu tidak mudah untuk ditempuh. Dengan kata lain, akan tersedia banyak tantangan dan godaan.

Saat hawa nafsu mulai mencengkrama diri kita, maka berpikirlah dua kali. Jangan tergesa-gesa karena sikap tergesa-gesa merupakan perilaku setan. Rasulullah Saw: “Sifat terburu-buru datang dari setan dan sifat berhati-hati datang dari Allah SWT”. (HR. Tirmidzi dan ia berkata ini Hadis hasan).
Dari Hadits ini, sudah jelas bahwa kita diperintahkan untuk hati-hati dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Setan akan terus menggoda kita sampai kita masuk perangkapnya. Dan kita harus sadar, bahwa setan itu musuh kita, sebagaimana firman Allah Swt: “Sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Qs. Fathir: 6).

 Jadi, apabila kita mengikuti perintah setan, maka kita termasuk golongannya dan bersiaplah untuk menempati neraka yang menyala-nyala.

Bersambung …

💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Kekuasaan di Hijaz (6)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 12 Safar 1439 / 02 November 2017

📕 Shirah

📝 Kak Siro

📖 Kekuasaan Di Hijaz (6)
==========☆☆☆==========
🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴

*KEKUASAAN DI HIJAZ (Part 6)*

Setelah Qushay meninggal dunia kemenangan ini terus dijalankan anak-anaknya dan tidak ada perselisihan diantara mereka. Tetapi setelah Abdu Manaf meninggal dunia kerabatnya dan keturunannya pamannya mulai mengusik jabatan-jabatan itu. Karena masalah itu pula Quraisy terbagi menjadi dua kelompok dan hampir saja mereka saling berperang tapi mereka segera berdamai dan sepakat untuk membagi jabatan-jabatan tersebut. Akhirnya ditetapkan kewenangan mengurus air minum dan makanan diserahkan kepada keturunan Abdu Manaf sedangkan urusan Darun nadwah panji perang dan hijabah diserahkan kepada keturunan Abdud Dar. Keturunan Abdu Manaf sepakat untuk membuat undian Siapakah yang berhak mendapatkan jabatan tersebut dan akhirnya undian itu jatuh kepada Hasyim bin Abdu Manaf. Dialah yang berwenang menangani penyediaan air minum dan makanan sepanjang hidupnya. Setelah Hasyim meninggal dunia jabatan tersebut digantikan oleh saudaranya AlMutholib bin Abdu Manaf. Setelah itu dilanjutkan Abdul Muthalib Bin Hisyam bin Abdu Manaf kakek Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemudian dilanjutkan anak-anaknya hingga masa Islam yang kewenangan ini ada di tangan Al Abbas bin Abdul Muthalib.

Setelah itu Quraisy masih mempunyai beberapa jabatan lain yang dibagi di antara mereka. Dengan demikian mereka telah membentuk suatu pemerintahan kecil atau lebih tepatnya pemerintahan kecil yang demokratis. Ada pembatasan masa jabatan dan bentuk-bentuk pemerintahan yang mirip dengan sistem pemerintahan pada zaman sekarang yang dikenal dengan istilah parlemen dan majelis parlemen. Berikut ini jabatan-jabatan dimaksud yaitu :

1. *Al – Isar* penanganan tempat api pada berhala untuk pemberian sumpah. Jabatan ini berada di tangan Bani Jumah.

2. *Tahjirul Anwal*  yaitu penanganan korban dan Nazar yang dipersembahkan kepada berhala. Jabatan Ini juga menangani penyelesaian permusuhan dan persekutuan. Bani Sahm memegang jabatan ini

3. *Permusyawaratan* dijabat oleh Bani Asad.

4. *Al Asynaq* Yaitu pengaturan tebusan dan denda jabatan ini jalankan oleh Bani Taim

5. *Hukuman atau pembawa Panji kaum* jabatan ini diberikan kepada Bani Umayyah

6. *Al-Qubah* yaitu penanganan militer dan pasukan kuda urusan ditangani oleh Bani Makhzum

7. *As-Sifarah (kedutaan)* jabatan ini dipegang oleh Bani Adi.

🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tafsir Surat Quraisy

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 14 Shafar 1439 / 04 November 2017

📕 Al-Quran

📝 Ida Farida

📖 Surah Quraisy
==========☆☆☆==========
⛱💦⛱💦⛱💦⛱💦⛱

Surat Makkiyah yang terdiri dari 4 ayat. Allah memerintah orang-orang Quraisy agar menyembah Tuhan mereka, Yang memberi kenikmatan kepada mereka.

لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ. إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ. فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ. ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

_”Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”_ (QS. Quraisy : 1-4)

*Tafsir*

Kita semua tahu bahwa negeri Mekkah dan sekitarnya berupa gurun pasir dan tidak ada tumbuh-tumbuhan

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ

_”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati.”_ (QS. Ibrahim : 37)

Kondisi ini membuat penduduknya memikirkan kehidupan mereka. Mereka menjadi pedagang dan berjual beli ke negeri-negeri tetangga, kebagian utara dan selatan. Di musim dingin mereka ke Yaman dan di musim panas mereka pergi ke Syam.

Oleh karena mereka tuan rumah Baitullah, maka mereka sangat dihormati dan dihargai. Oleh sebab itu, bertambahlah manfaat mereka, semakin luas jangkauan dagang mereka, banyak keuntungan me. Mereka pun membuat perjanjian dagang dengan negeri-negeri tetangga mereka.

Maksud utama dari surat ini, bahwa Quraisy anak cucu An-Nadhar bin Kinanah, tidak menyembah Tuhan mereka karena suatu sebab. Oleh karena itu, hendaknya mereka menyembah Tuhan rumah ini (Ka’bah), karena Dia yang memberikan mereka kebiasaan bepergian pada musim dingin dan musim panas untuk berdagang serta mencari rezeki.

Dengan demikian, mereka menjadi kaya dan merasa aman untuk berpindah-pindah kemana saja yang mereka mau. Itu semua karena kemuliaan Allah yang menjadikan mereka sebagai tetangga rumah-Nya dan pelayan orang-orang yang berhaji.

فليعبدوا رب هذا البيت

_”Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).”_

Karena hanya Allah yang memiliki anugerah dan kemuliaan untuk penduduk Mekkah. Allah sendiri yang menyelamatkannya dari serangan Abrahah agar ia menjadi tempat mulia bagi mereka dan agar mereka tetap bisa berdagang dengan para tetangga mereka.

Allah meluaskan rezeki mereka, membentangkan rasa aman untuk mereka, dan membuat mereka bisa diterima oleh semua orang selaku tuan rumah-Nya dan pelayan para haju-Nya. Dengan demikian mereka berhasil mendapatkan makanan dan keamanan untuk diri dan perdagangan mereka. Maka hendaknya mereka menyembah Allah semata, karena Allah sendirilah yang memberi makan mereka setelah lapar dan memberikan rasa aman setelah ketakutan.

⛱💦⛱💦⛱💦⛱💦⛱

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0cu

Me And Gadget

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Jum’at, 13 Shafar 1439 / 02 November 2017

📕 Motivasi dan Pengembangan Diri

📝 Bu Dina Farihani S.Psi

📖 Me and Gadget
==========☆☆☆==========
👶🏻📲👶🏻📲👶🏻📲👶🏻📲👶🏻

Hai Sobat, semoga sehat dan selalu semangat! 😀

Sob, soal gadget pastinya akrab banget ya dengan dunia remaja. Sambil makan, liat gadget. Abis mandi, ngecek gadget. Mau pergi, update status dulu buka gadget. Mau belajar, ditemani gadget. Tidur pun didamping gadget. Ffiiuuhhhh😔

Pernah ngga Sob, kamu merenungi perihal hubunganmu dengan gadget? Seberapa intens dan sekuat apa keinginan untuk selalu ber-gadget yang kamu rasakan? Adakah perubahan yang terjadi antara sebelum dan setelah kamu intens ber-gadget?

*Dampak Negatif Media dan Paparan Konten Media*

_Hei Sob, kalau kita coba sadari, gadget itu ibarat pisau, bisa bermanfaat tapi bisa juga berbahaya, tergantung dari bagaimana kita menggunakannya._

Sebuah studi di Korea meneliti tentang psychological well being (PWB) aliyas kesejahteraan psikologis dan kaitannya dengan penggunaan gadget (online social networking) pada remaja Korea. Analisis menunjukkan adanya hubungan antara online social networking dengan kondisi psikologis murid-murid di Korea, yang diukur dari masalah-masalah mental yang dialami dan ide/ pikiran tentang bunuh diri.

Media mempengaruhi remaja dengan membentuk perilaku dan nilai/keyakinan melalui proses adaptasi dan imitasi (meniru). Sebagai contoh, paparan video game yang menampilkan kekerasan cenderung mendorong perilaku maupun pikiran agresif anak baik secara jangka pendek maupun jangka panjang.

*Faktanya*, penelitian menunjukkan bahwa konten kekerasan dan media interaktif secara signifikan mendorong munculnya perilaku anti sosial dan kecenderungan perilaku agresif pada remaja. Paparan media juga ditemukan berkaitan dengan pembentukan persepsi negative tentang diri dan penyalahgunaan zat. Komunikasi  via online seringkali menjadi sarana bullying yang cenderung berulang. Sering menggunakan situs jejaring sosial dikaitkan dengan fungsi psikologis yang buruk di antara anak-anak dan remaja; kecemasan, kepribadian, kesehatan mental.

_Gimana Sob? Adakah masalah-masalah tersebut kamu temukan dalam kehidupanmu? Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan, membangun harapan untuk masa depan._

*Manfaat Positif Penggunaan Gadget*

Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan manfaat dan dampak positif dari penggunaan media elektronik. Penelitian menunjukkan bahwa jenis media tertentu dapat menghasilkan perilaku positif atau pro-sosial di kalangan remaja dan bahwa sosialisasi online, dalam kondisi tertentu, dapat bermanfaat bagi mereka.

Penggunaan media online juga dapat memperluas jaringan sosial pengguna, memperkuat hubungan sosial mereka dan membantu menyalurkan lebih banyak dukungan sosial.

Mensosialisasikan secara online juga dapat menurunkan perasaan kesepian di antara remaja, sehingga berkontribusi pada kondisi psikologis mereka. Selain itu, situs web media sosial dapat berfungsi untuk mengkompensasi keterampilan sosial peserta yang lemah, dengan memungkinkan mereka memenuhi keinginan mereka untuk interaksi sosial, persahabatan, dan eksplorasi identitas.

*Tips Sehat Ber-Gadget*

1⃣ Buatlah aturan penggunaan gadget dan patuhilah
> Aturan penggunaan gadget meliputi waktu, etika, dan tujuan penggunaannya. Misal, gadget digunakan hanya untuk keperluan mencari materi pelajaran atau berkomunikasi dengan teman sekolah terkait tugas-tugas.

2⃣ Tentukan batas waktu penggunaan gadget
> Pertimbangkan juga masalah kesehatan, seperti misalnya maksimal penggunaan gadget adalah jam 10 malam, setelahnya tubuh perlu istirahat dengan tidur malam.

3⃣ Hindari komunikasi online yang negatif
> Hargai dan hormati dirimu dengan berusaha menghargai dan menghormati orang lain. Tinggalkan pembicaraan online yang merendahkan oranglain ataupun menggunakan kata-kata kasar dan tidak sopan.

4⃣ Utamakan kualitas daripada kuantitas penggunaan gadget
> Meskipun kamu punya jatah 2 jam untuk menggunakan gadget, tapi jika saat itu keperluanmu cukup diselesaikan dengan 1 jam saja, maka cukupkanlah. Kualitas penggunaan gadget ditentukan oleh manfaat yang kamu peroleh, dan pastikan tidak terjebak dalam kesia-siaan.

5⃣ Jagalah privasi
> Hindari menulis status curhat atau yang sangat personal (masalah pribadi/keluarga, menyindir dan menyinggung orang tertentu, dsb). Kalau kamu butuh menuangkan uneg-uneg atau curhat masalah pribadi, tulislah di buku diary atau catatan pribadimu, bukan di media sosial dimana orang lain bisa membaca dan sangat mungkin salah persepsi tentang statusmu.

Baiklah Sobat, sekian jumpa kita kali ini. Please, yuk jadi remaja yang bijak menggunakan gadget!
See you!

Reff :
_The impact of online social networking on adolescent psychological well-being (WB): a population-level analysis of Korean school-aged children_ (http://www.tandfonline.com/)
_10 Strategies to Help Kids Use Smartphones Wisely and Prevent Cyberbullying_ (https://www.huffingtonpost.com)

👶🏻📲👶🏻📲👶🏻📲👶🏻📲👶🏻

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Makna LAA ILAAHA ILALLAH

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 16 Safar 1439 / 06 Oktober 2017

📕 Aqidah

📝 Ustdz. Prima Eyza

📖 Makna LAA ILAAHA ILALLAH
==========☆☆☆==========
👆🏻📿👆🏻📿👆🏻📿👆🏻📿👆🏻

Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar adik-adik pemuda Islam?  Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat yang membara dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..

Pembahasan kita pekan lalu sudah selesai membicarakan tema Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah. Makna yang ketiga dari kalimat Laa Ilaaha illallaah yakni لَا مَالِكَ إِلَّا الله  (Tidak ada Pemilik kecuali Allah). Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang keempat.

Makna yang keempat dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:
لَا وَلِيّ َإِلَّا الله
 (Tidak ada Pelindung/Penolong/Pemimpin kecuali Allah)

▪ Tidak ada Pelindung/Penolong/Pemimpin kecuali Allah

Wali berarti pelindung atau penolong atau pemimpin.
Allah SWT adalah satu-satunya Pelindung, Penolong, dan Pemimpin. Allah lah Dzat Yang Melindungi dengan sesempurna-sempurna perlindungan dan menolong dengan sesempurna-sempurna pertolongan, memimpin dengan sesempurna-sempurna Pimpinan.
Ingatlah riwayat ketika Rasul saw ditodong pedang hendak dibunuh oleh orang kafir. Diriwayatkan pada suatu hari ketika beliau saw sedang istirahat dibawah pohon, datanglah seorang kafir bernama Da’sur. Ia datang dengan sebilah pedang dan mengancam Nabi Muhammad saw, Da’sur berkata, “Ya Muhammad, saat ini pedang ada di lehermu. Sekarang siapakah yang akan menolongmu?”
Nabi Muhammad saw dengan tenang menjawab, “ALLAH!”
Maka seketika itu Da’sur bergetar tubuhnya dan jatuhlah pedang di tangannya, lalu Nabi Muhammad saw mengambil pedang tersebut dan bertanya kepada Da’sur, “Hai Da’sur, sekarang siapakah yang akan menolongmu?”
Dengan gemetar dan rasa takut yang sangat hebat Da’sur menjawab, “Tiada yang dapat menolong saya hari ini ya Muhammad, kecuali jika engkau mengasihani dan memaafkan saya.”
Lalu nabi Muhammad saw menyerahkan kembali pedang itu kepada Da’sur sambil berkata, “Sudah saya maafkan engkau, hai Da’sur… Sekarang pulanglah engkau dan ini pedangmu kembali.”
Seketika itu Da’sur pun memeluk Islam di hadapan Rasullullah saw.
(Riwayat shahih)

Perlindungan dan pertolongan dari makhluk tidak akan terjadi jika Allah SWT tidak berketetapan atas hal itu.
Diriwayatkan Rasulullah saw bersabda,

عنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ

[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً].

Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas ra, beliau berkata, “Suatu saat saya berada di belakang Nabi saw, maka beliau saw bersabda, “Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, maka mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikit pun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.”
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih). Dalam sebuah riwayat selain Turmuzi dikatakan, “Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di depanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidaklah akan menimpamu dan apa yang ditetapkan akan menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).”

Makna “Penjagaan hamba bagi Allah” adalah menjaga hak-hak Allah dengan menunaikannya, menjaga batasan-batasan syariatNya dengan tidak melanggarnya, dan menjaga perintah dan laranganNya dengan melaksanakan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.
Maka dengan demikian, Allah akan menolong hambaNya, menjaga hambaNya dalam kebaikan (manfaat) dan menjaga hambaNya terhindar dari kemudharatan.

Kemudian, masalah perwalian (pelindung; penolong; pemimpin) ini juga menjadi pembeda antara mukmin dan kafir. Sebab Allah SWT adalah wali bagi orang-orang beriman. Sedangkan wali bagi orang-orang kafir adalah thaghut (setan).
Firman Allah Ta’ala dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 257,

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Allah adalah Wali (Pelindung) orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, walinya (pelindung-pelindungnya) ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Karena thaghut atau setan itu sebenarnya bukanlah penolong atau pelindung atau pemimpin, maka pada hakikatnya orang-orang kafir itu sebenarnya tidak memiliki wali (pelindung; penolong).
Sebagaimana Allah SWT wahyukan dalam Al Qur`an,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَىٰ لَهُمْ

“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.”
(QS. Muhammad [47] : 11)

Yang diizinkan Allah SWT sebagai wali selain DiriNya, hanyalah Rasul saw, dan orang-orang yang beriman (yang memenuhi 3 syarat):
1. yang mendirikan shalat,
2. menunaikan zakat, dan
3. tunduk kepada Allah SWT.
Sebagaimana dengan jelas disebutkan dalam QS. Al Maa`idah (5) ayat 55,

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

“Sesungguhnya wali (penolong) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

▪ Bagaimana Jika Menjadikan Orang Kafir sebagai Wali (Pelindung; Penolong; Pemimpin) ???

Al Qur`an surah Al Maa`idah (5) ayat 51 secara tegas telah melarang menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (pemimpin-pemimpinmu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.”

→ Barangsiapa yang mengambil mereka (Yahudi dan Nasrani, serta termasuk non muslim seluruhmya) menjadi  pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
→ Tindakan ini digolongkan tindakan zhalim yang tidak akan mendatangkan hidayah Allah SWT.

Demikian pula firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran (3) ayat 118,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

Demikianlah, satu-satunya Yang haq dijadikan wali (pelindung; penolong; pemimpin) hanyalah Allah SWT. Tidak ada wali selain Dia.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung…

👆🏻📿👆🏻📿👆🏻📿👆🏻📿👆🏻

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tafsir Surat Al-Fiil

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 21 Safar 1439 / 11 November 2017

📕 Al – Qur’an

📝 Ida Faridah

📖 Surat Al – Fiil
==========☆☆☆==========
🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘

Surat ini Makkiyah, terdiri dari 5 ayat. Di surat ini Allah menceritakan kisah Ashabul Fil yang ringkasnya berikut ini.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيل. أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍ. وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ. تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ. فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ

_”Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”_ (QS. Al-Fil : 1-5)

Tafsir

Tidakkah kau tahu tentang kisah populer, yang karena populernya ia menjadi ilmu tersendiri yang didasarkan pada kisah nyata. Ceritakan kepadaku tentang Ashabul Fil dan ceritakan kepadaku bagaimana Allah memperlakukan mereka. Bukankah Allah telah menjadikan makar dan tipu daya mereka untuk menghancurkan Ka’bah gagal. Akhirnya, mereka tidak dapat melakukan apa yang mereka inginkan.

Allah telah mengirim burung yang datang bergerombol membawa batu yang berisi kuman penyakit untuk menghancurkan sebagian besar tentara itu. Hingga mereka gagal dan pulang dengan kehinaan. Burung-burung itu melempari tentara dengan kerikil dari tanah liat yang mengeras. Mayoritas mereka binasa dan menjadi mangsa burung-burung tersebut. Kondisi mereka seperti daun yang dimakan binatang, yakni daun yang mulai kering setelah buahnya dipanen.

Diyaman terdapat seorang raja bernama Abrahah Al-Asyram. Ia membangun gereja besar di San’a. Bangunan itu sangat besar dan megah. Ia in mengalihkan ibadah haji dari Ka’bah ke gereja tersebut. Ia memberitahu hal itu kepada Najasyi, raja Habasyah.

Diriwayatkan bahwa seorang Arab buang kotoran didalam gereja itu dan hal itu membuat sang raja murka. Ia bersumpah untuk menghancurkan Ka’bah. Dipersiapkannya tentara yang banyak dan mulai bergerak menuju Mekkah. Di depan barisan tentara itu terdapat seekor gajah besar.

Ketika melewati kota Mekkah, Abrahah memerintahkan tentaranya agar merampas harta benda penduduknya. Di antara yang dirampas itu seekor unta milik Abdul Muthalib, kakek Nabi saw.

Unta itu digiring oleh seorang tentara. Ketika Abdul Muthalib mengetahui kejadian itu, ia hendak menemui raja Abrahah. Dia pun menemuinya dan berbicara perihal unta. Raja pun menjawab, “Ketika melihatmu aku kagum. Dan ketika kamu berbicara, aku terdiam. Kamu meminta unta itu dan membiarkan Baitullah yang merupakan agamamu dan agama nenek moyangmu.”

Abdul Muthalib menimpali, “Unta itu milikku, sedangkan rumah itu, ia milik Tuhan yang menjaganya.” Abrahah pun mengembalikan untanya.

Keesokan harinya, Abrahah bersiap-siap untuk memasuki Mekkah. Gajah-gajah dan tentaranya disiapkan untuk menghancurkan Ka’bah. Setelah itu, ia berencana pulang ke Yaman.

Ketika mereka mengarahkan gajah itu ke arah Mekkah, binatang itu terduduk, namun ketika di arahkan ke Yaman atau ke Syam ia bangun dan berdiri. Pada saat itulah Allah mengutus burung yang membawa batu-batu dengan paruh dan kaki mereka untuk dilemparkan kepada mereka. Penyakit pun mewabah dan melanda sebagian besar mereka. Akhirnya mereka tak ubahnya seperti daun yang telah kering.

Apakah batu-batu itu sendiri yang membinasakan mereka atau karena kuman yang mereka bawa. Hanya Allah yang tahu. Yang jelas setelah mereka dilempari batu-batu itu, sebagian besar mereka mati. Akhirnya Abrahah dan orang-orang dekatnya tidak jadi menghancurkan Ka’bah. Abrahah sendiri mati di perjalanan.

🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Mau Dibawa Kemana Masa Depanmu

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Rabu, 18 Safar 1439 / 08 November 2017

📕 Akhlaq

📝 Kak Lelisya

📖 Mau Dibawa Kemana Masa Depanmu
==========☆☆☆==========
🎨🎈🎨🎈🎨🎈🎨🎈🎨

Assalamu’alaikum pejuang muda, bagaimana kabar hari ini? Semoga kita termasuk golongan orang-orang yg pandai mengelola waktu sehingga bukan termasuk golongan orang-orang yang merugi

Coba kita renungkan dengan seksama. Jika masa mudamu berakhir, sementara anda jauh dari Allah, larut dalam kemaksiatan dan dosa, linglung dalam hidup dan tidak mempunyai tujuan yang jelas dan target yang besar, setelah itu berakhir, maka siapa lagi yang akan mengembalikan masa “emas” (muda) ini dalam hidupmu? Siapa yang akan mengembalikan sepertiga atau setengah kurang lebih dari usiamu? Sementara diantara sunnah (aturan) Allah yang berlaku di muka bumi, bahwasanya segala sesuatu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Lalu mengapa anda tidak memanfaatkan setiap detik dalam hidup dan setiap saat yang berlalu dalam hidup anda di muka bumi ini?

Dari pernyataan di atas sudah jelas, jika waktu kita dipergunakan untuk hal-hal yang tidak berguna seperti status di FB yang tidak bermakna, maka jadilah kita orang yang merugi. Andai saja kita berpikir secara rasional dan sabar atas segala masalah, maka kita tidak akan mengadu pada teknologi (FB, twitter, sms, dll). Kita seharusnya sadar bahwa hanya Allahlah yang setiap saat ada bersama kita; bahwa Allahlah yang siap mendengarkan keluhan/curhatan kita setiap jam, menit bahkan detik. Dan andai saja kita bisa menggunakan teknologi itu dengan semestinya, pasti kita bukan menjadi orang yang merugi, tapi malah kita bisa menjadi orang yang bahagia entah itu karena bermanfaat untuk orang lain dan sebagainya.

Wallahu alam bii sawwab

🎨🎈🎨🎈🎨🎈🎨🎈🎨

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Marhalah Da'wah: Marhalah Makkiyah​


​🌸Mukadimah​

📌 Marhalah Da’wah itu proses yang syar’i (Sunnah Syar’iyyah). Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat. (QS. Asy Syu’ara: 214)

📌Marhalah Da’wah itu proses yang alami (Sunnatullah fil Kaun), apa yang ada dalam jagat raya pun terjadi secara bertahap.

فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. (QS. Fushilat: 12)

📌Allah Ta’ala juga menciptakan manusia dalam perut ibunya secara bertahap. Tidak langsung jadi bayi.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.
(QS. Al Mu’minun: 12-14)

📌Saat hidup di dunia pun kita mengalami kehidupan yang bertahap, bayi, anak, remaja dewasa, tua.

​Durus wa ‘Ibar (Pelajaran dan hikmah)​

💦Maka, tidak selayaknya seorang muslim terburu-buru dalam da’wah.

💦Tidak selayaknya pula seorang muslim menuduh yang tidak-tidak terhadap strategi dan proses da’wah yang dilakukan saudaranya.

​🌸Marhalah Makkiyah (Fase Da’wah di Mekkah)​

📌Mekkah adalah kota perdagangan dan gembala. Kehidupannya masyarakatnya nomaden. Banyak suku dan kabilah. Pada masa jahiliyah sering terjadi perang saudara.

📌Da’wah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam di kota Mekkah sangat keras penentangannya seiring watak keras masyarakatnya. Oleh karena itu di fase ini tidak terlalu banyak pengikut dan berkali-kali ditindas, diusir, dan embargo.

​Sisi Objek Da’wah​

📌Da’wah Islam masih bersifat sembunyi-sembunyi (Sirriyatud Da’wah), demi menjaga keamanannya (amniyatud da’wah).

📌Zona yang dida’wahi juga bukan orang jauh, tapi keluarga dulu. Oleh karena itu, yang menyambut da’wah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam juga orang dekat, yaitu Khadijah (istri), Ali (keponakan), Zaid bin Haritsah (anak angkat), dan Abu Bakar Ash Shiddiq.

📌Sebagai fondasi da’wah ini sangat penting, sebab support keluarga merupakan amunisi ruhiyah yang paling berpengaruh terhadap jiwa.

📌Setelah ini kuat, barulah da’wah melebar kepada kerabat jauh, tetangga, dan masyarakat Mekkah. Dimulai dari rumah Arqam bin Abi Arqam seorang remaja tapi pengusaha.

📌Yang menyambut da’wah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam rata-rata anak muda, dan orang Dhu’afa. Tidak seberapa yang kaya, seperti Abu Bakar, ‘Utsman, dan Abdurrahman bin ‘Auf.

​Durus wa ‘Ibar:​

💦Janganlah melupakan da’wah di keluarga, sebab Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.. (QS. At Tahrim: 6)

💦Jangan melupakan da’wah kepada masyarakat, sebab da’wah butuh dukungan banyak manusia.

💦Jangan mencari musuh sebab musuh tanpa dicari pun sudah sedemikian banyak. Maka, pandai-pandailah menjaga kerahasiaan da’wah di saat masih sedikit dan lemah.

​Pentingnya Back Up Da’wah​

📌Saat masih lemah, da’wah mesti amat sangat dijaga. Termasuk juga dijaga keamanannya secara politik. Maka, dari itu di antara tokoh-tokoh yang di da’wahi tidak tanggung-tanggung; Abu Thalib, Abu Jahal, dan Abu Sufyan. Dari ketiganya, hanya Abu Thalib yg mau melindungi walau tidak mau masuk Islam. Ini sebuah poin tersendiri mengingat Abu Thalib adalah tokoh Bani Hasyim yg disegani di Mekkah.

📌Pemuda yang juga masuk Islam adalah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu. Ini amunisi sangat berarti. Sampai Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan bahwa Umat Islam senantiasa berwibawa sejak masuk Islamnya Umar.

📌Secara komunitas, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam juga dibantu oleh Bani Khuza’ah, untuk melawan Bani – Bani memusuhi Islam. Bani Khuza’ah adalah musyrik, tp permusuhan mereka tidak sekeras lainya. (Kemudian hari Bani Khuza’ah juga memerangi kaum muslimin di perang Hunain, setelah Fathul Makkah).

📌Ini merupakan upaya memanfaatkan kekuatan musuh untuk melawan musuh. Secara strategi perang, ini merupakan taktik luar biasa dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

​Durus wa ‘Ibar​

💦Kenyataan ini menunjukkan orang kafir itu beragam, sebagaimana beragamnya manusia secara umum. Mereka ada yang memusuhi Islam, netral, mendukung Islam walau tidak masuk Islam

💦Hendaknya umat Islam mampu menjadikan potensi yang sebenarnya “memusuhi”, bisa diubah dan dijadikan senjata bagi kaum muslimin ..

💦Jangan alergi politik, sebab da’wah mesti dijaga oleh kekuatan. Oleh krn itu kata Imam Al Ghazali agama dan negara adalah dua saudara kembar.

​Konten Da’wah​

📌Fase Makkiyah, titik utama da’wah adalah tauhid. Keimanan kepada Allah, Nabi, Al Qur’an, hari akhir, dan konten aqidah lainnya.

📌Ini sangat vital sebagai asas kepribadian muslim dan masyarakat muslim. Maka, tidak dibenarkan da’wah melewati konten-konten ini. Sebab ini adalah Ushul, hal pokok dalam agama.

📌Pembahasan tentang fiqih, hudud, jihad, dan pembebanan lainnya belum disampaikan kecuali saat mereka sudah siap. Shalat wajib yang lima saja disyariatkan saat Isra Mi’raj, yaitu tahun 11 fase Makkiyah.

​Durus wa ‘Ibar​

💦Tanamkanlah aqidah agar lahir cinta kepada Allah, Rasul, dan Islam

📌Masalah2 fiqih dan cabang akan mengikuti nantinya, sebab kalau sudah cinta maka mereka akan mencari sendiri untuk mengetahuinya

​Menjelang Hijrah​

📌Selama di Mekkah ada dua hijrah kecil, sebelum hijrah ke Madinah. Yaitu ke Habasyah/Etiopia, yang dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib. Lalu ke Thaif tempatnya Bani Tsaqif, dipimpin Nabi Shalallahu’Alaihi wa Sallam.

📌Hijrah menunjukkan cara yang mungkin ditempuh utk menyelamatkan da’wah jika memang masyakarat sangat keras penolakannya, sekaligus membuka lahan baru.

📌Hijrah Nabi ke Madinah, menunjukkan bahwa Mekkah memang bukan daerah subur bagi da’wah. Madinah dipilih Krn masyarakatnya yg petani, relatif lebih lembut dan mudah menerima dibanding pedagang di Mekkah.

📌Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam menyiapkan secara matang utk hijrah, mulai dari yg mengcontioning keislaman Madinah, yaitu Mush’ab bin Umair Radhiallahu ‘Anhu. Yang menemani Nabi yaitu Abu Bakar, yang memberikan rute yaitu Abdullah bin Uraiqit (seorang musyrik Mekkah), dan melibatkan wanita untuk urusan makanan, Asma binti Abu Bakar. Serta Umar bin Khathab yg hijrah paling akhir, sebab dia seorang yang amat ditakuti oleh penduduk Mekkah.

​Durus wa ‘Ibar​

💦Jangan putus asa dalam da’wah, bumi Allah itu luas

💦Carilah tempat yang lebih kondusif bagi da’wah Islam

💦Da’wah tidak boleh berhenti bagaimana pun keadaannya

Wallahu a’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Mengapa Madzhab Akidah Asy'ariyyah Dibedakan Dengan Madzhab Ahlussunnah Waljama'ah?


Assalamu’alaikum warohmatullaah ustadz..
Saya mau bertanya, mengapa madzhab akidah asy’ariyyah dibedakan dengan madzhab ahlussunnah waljama’ah?
Apa perbedaan dan persamaannya ustadz?
Jazaakallaahu khoiron

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Al Asy’ariyah itu Ahlus Sunnah, bersama Al Maturidiyah dan Al Atsariyah.

Lengkapnya ini 👇

​🌱🍄 ​Al Asy’ariyyah​ dituduh paham sesat, benarkah? 🍄🌱​

💢💢💢💢💢💢

Ust, ada buku berjudul Mulia dengan Manhaj Salaf, penulisnya bilang Asy’ariyyah sebagai aliran sesat .. itu serem amat ya, apa benar tuduhan itu?

🍃🍃🍃🍃🍃

​Bismillah wal Hamdulillah …​

​Al Asy’ariyyah​ adalah paham yang disandarkan kepada Imam Abul Hasan Al Asy’ariy ​Rahimahullah​.

Ajarannya memenuhi dunia Islam, Timur dan Barat, dan umumnya kampus kampus besar Islam.

Sebaiknya seorang muslim menahan dari menuduh sesat kepada sesamanya, dalam perkara yang sensitif. Apalagi kepada apa yang dianut oleh mayoritas umat ini.

Saya kutipkan pandangan para imam kaum muslimin tentang Asy’ariyyah. Agar kita bisa berpandangan adil dan inshaf/objektif.

Tertulis dalam darulfatwa.org:

الأشاعرة هم أئمة أهل السنة. منهم البيهقي النووي وابن حجر العسقلاني وصلاح الدين الأيوبي. أبو الحسن الأشعري كان إمام أهل السنة. الأشاعرة، لخصوا عقيدة الرسول والصحابة. أغلب أهل السنة والجماعة هم أشاعرة يعني يتبعون طريقة الإمام أبي الحسن الأشعري في نصرة هذا المذهب.

Al Asya’irah, mereka adalah Ahlus Sunnah, di antara seperti Al Baihaqi, An Nawawi, Ibnu Hajar Al ‘Asqalani, dan Shalahuddin Al Ayyubi.

Abul Hasan Al Asy’ariy adalah seorang imam Ahlus Sunnah.

Al Asya’irah adalah intisari dari ajaran Rasulullah dan sahabatnya. Mayoritas ulama Ahlus Sunnah adalah Asya’irah, yaitu para pengikut jalannya Imam Abul Hasan Al Asy’ariy dalam membela madzhab ini.
(Selesai)

Sementara, Imam As Safarayini ​Rahimahullah​ berkata:

الفائدة الرابعة التعريف بأهل السنة] (الرَّابِعَةُ) : أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ ثَلَاثُ فِرَقٍ: الْأَثَرِيَّةُ وَإِمَامُهُمْ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَالْأَشْعَرِيَّةُ وَإِمَامُهُمْ أَبُو الْحَسَنِ الْأَشْعَرِيُّ – رَحِمَهُ اللَّهُ، وَالْمَاتُرِيدِيَّةُ وَإِمَامُهُمْ أَبُو مَنْصُورٍ الْمَاتُرِيدِيُّ، وَأَمَّا فِرَقُ الضَّلَالِ فَكَثِيرَةٌ جِدًّا

Faidah yg keempat: Definisi Ahlus Sunnah.
Keempat: Ahlus Sunnah ada tiga kelompok.

1⃣ Al Atsariyah, imam mereka adalah Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah

2⃣ Al Asy’ariyah, imam mereka adalah Imam Abul Hasan Al Asy’ariy Rahimahullah

3⃣ Al Maturidiyah, imam mereka adalah Imam Abu Manshur Al Maturidiy Rahimahullah
Adapun firqoh sesat sangat banyak… ​(Imam Syamsuddin As Safarayini, ​Lawami’ Al Anwar Al Bahiyah wa Sawathi’ Al Asrar Al Atsariyah​, 1/73)​

Imam ‘Adhuddin Al Ijiy ​Rahimahullah​ berkata:

وأما الفرقة الناجية المستثناة الذين قال النبي ـ ‘ ـ فيهم “هم الذين على ما أنا عليه وأصحابي” فهم الأشاعرة والسلف من المحدثين وأهل السنة والجماعة، ومذهبهم خالٍ من بدع

Ada pun firqah najiyah (kelompok yang selamat), merekalah orang-orang yang dikecualikan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada kata: “pada mereka”, apa-apa yang aku dan sahabatku ada di atasnya, mereka adalah Al Asyaa’irah dan generasi terdahulu ahli hadits, dan Ahlus Sunnah, madzhab mereka bersih dari bid’ah. ​(Al Muwafaq, Hal. 430)​

Imam Al Jalaal Ad Dawani ​Rahimahullah​ berkata:

الفرقة الناجية، وهم الأشاعرة أي التابعون في الأصـول للشيخ أبي الحسـن

Firqah Najiyah, mereka adalah Al Asyaa’irah yaitu orang-orang yang mengikuti pokok-pokok aqidah Asy Syaikh Abul Hasan .. ​(Syarh Aqidah Al ‘Adhudiyah, 1/34)​

Imam Ibnu ‘Ajibah ​Rahimahullah​ berkata:

أما أهل السنة فهم الأشاعرة ومن تبعهم في اعتقادهم الصحيح، كما هو مقرر في كتب أهل السنة

Adapun Ahlus Sunnah, mereka adalah Al Asyaa’irah dan orang-orang yang mengikuti Aqidah mereka yang shahih, sebagaimana yang ditetapkan dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah. ​(Al Bahr Al Madid, Hal. 607)​

Imam Abu Ishaq Asy Syirazi ​Rahimahullah​:

وأبو الحسن الأشعري إمام أهل السنة، وعامة أصحاب الشافعي على مذهبه، ومذهبه مذهب أهل الحق

Abul Hasan Al Asy’ari, dia adalah Imam Ahlus Sunnah, kebanyakan pengikut Asy Syafi’i adalah di atas madzhabnya, dan madzhabnya adalah madzhab Ahlul Haq. ​(Ath Thabaqat Asy Syafi’iyah, 3/376)​

Imam Murtadha Az Zabidi ​Rahimahullah​ berkata:

إذا أطلق أهل السنة والجماعة فالمراد بهم الأشاعرة والماتريدية

Jika secara mutlak disebut Ahlus Sunnah wal Jamaah, maka maksudnya adalah Al Asyaa’irah dan Al Maturidiyah. ​(Ittihaf As Sa’adah Al Muttaqin, 2/6)​

Di halaman lain dia berkata:

والمراد بأهل السنة هم الفرق الأربعة، المحدثون والصوفية والأشاعرة والماتريدية

Maksud dari Ahlus Sunnah, mereka adalah golongan yang empat: ahli hadits, sufi, Asyaa’irah, dan Maturidiyah. ​(Ibid, 2/86)​

Sufi di sini adalah sufi yang lurus, seperti Al Junaid bin Muhammad, Ma’ruf Al Karkhi, Ibrahim bin Adham, dan yg masih di atas Al Qur’an dan As Sunnah.

Imam Ibnu Hajar Al Haitami ​Rahimahullah​ berkata:

المـراد بالسنة ما عليه إماما أهل السنة والجمـاعة الشيخ أبو الحسن الأشعري وأبو منصور الماتريدي…

Maksud dari As Sunnah adalah apa yang imam ahlussunah ada di atasnya, yaitu Abul Hasan Al Asy’ariy dan Abu Manshur Al Maturidiy .. ​(Az Zawaajir, Hal. 82)​

Al ‘Allamah Thasyi Kubra Zaadah Rahimahullah berkata:

ثم اعلم أن رئيس أهل السنة والجماعة في علم الكلام – يعني العقائد – رجلان، أحدهما حنفي والآخر شافعي، أما الحنفي فهو أبو منصور محمد بن محمود الماتريدي، إمام الهدى…

وأما الآخر الشافعي فهو شيخ السنة ورئيس الجماعة إمام المتكلمين وناصر سنة سيد المرسلين والذاب عن الدين والساعي في حفظ عقائد المسلمين، أبو الحسن الأشعري البصري..

Ketahuilah bahwa pemimpinnya Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam ilmu Kalam -yaitu ilmu aqidah- ada dua orang.

Yang satu seorang Hanafiy, yang satu lagi Syafi’iy.

Ada pun Hanafiy, dia adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad Al Maturidiy, Imamul Huda ..

Ada pun yang lain adalah seorang pengikut Syafi’iy, dia Syaikhus Sunnah, pimpinannya imam ahli kalam, pembela As Sunnah, penjaga agama dan aqidah kaum muslimin, Abul Hasan Al Asy’ariy .. ​(Miftah As Sa’aadah, 2/33)​

Dan, masih banyak perkataan yang lainnya. Bahkan Imam Ibnu Taimiyah juga memberikan kesaksian positif untuk Al Asy’ariyah.

وَأَمَّا لَعْنُ الْعُلَمَاءِ لِأَئِمَّةِ الْأَشْعَرِيَّةِ فَمَنْ لَعَنَهُمْ عُزِّرَ. وَعَادَتْ اللَّعْنَةُ عَلَيْهِ فَمَنْ لَعَنَ مَنْ لَيْسَ أَهْلًا لِلَّعْنَةِ وَقَعَتْ اللَّعْنَةُ عَلَيْهِ. وَالْعُلَمَاءُ أَنْصَارُ فُرُوعِ الدِّينِ وَالْأَشْعَرِيَّةُ أَنْصَارُ أُصُولِ الدِّينِ.

Adapun melaknat para ulama asy’ariyah, maka melaknat mereka mesti dita’zir (dihukum), dan laknat itu kembali kepada pelakunya. Barangsiapa yang melaknat org yang tdk berhak dilaknat maka laknat itu kembali kepada si pelaknat. Para ulama adalah pembela cabang-cabang agama, dan golongan Asy’ariyah adalah pembela-pembela dasar-dasar agama. ​(Majmu’ Al Fatawa, 4/16)​

Para imam seperti Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani, Ibnu Hajar Al Haitami, An Nawawi, Ibnu Furak, Ibnul Jauzi, Al Ghazali, Al Bulqini, Al Baqilani, Al Juwaini, Abu Syamah, Ibnu An Nahwi, As Suyuthi, Ali Al Qari, Zakariya Al Anshari, Al Qalyubi, Al Qasthalani, … dll -Rahimahumullah- semua ini Asy’ariyah. Maka, menyebut Asy’ariyyah sesat sama juga menuduh sesat sedemikian banyak imam umat Islam. Tentunya ini sangat berbahaya, selain sangat tidak etis.

Sikap ekstrim mencoret sesama Ahlus Sunnah, lalu mengeluarkan mereka sebagai bukan ​Ahlus Sunnah wal Jamaah,​ pernah melahirkan fitnah berdarah-darah pada masa lalu, .. apakah kita ingin menumpahkan kembali darah umat Islam oleh tangan kita sendiri? ​Laa hawla walaa quwwata Illa Billah​
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA