Kelembutan Tutur Kata Nabi saw


عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا لَعَّانًا وَلَا سَبَّابًا كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْمَعْتَبَةِ مَا لَهُ تَرِبَ جَبِينُهُ (رواه البخاري)

Dari Anas bin Malik ra berkata; “Bahwa Rasulullah saw tidak pernah bertutur kata yang keji, (tidak pernah pula) melaknat dan mencela orang lain. Dan apabila beliau hendak mencela seseorang, maka beliau akan (menyindirnya saja) dengan berkata, ‘Mengapa dahinya berdebu?.'” (HR. Bukhari)

© Hikmah Hadits :

1. Diantara kemuliaan Nabi Saw adalah bahwa beliau senantiasa bertutur kata yang baik, lembut dan berusaha tidak menyinggung perasaan orang lain (para sahabat).

Beliau tidak pernah berkata yang kasar dan keji, tidak pernah pula melaknat atau mencela orang lain, serta senantiasa mengedepankan kasih sayang. Maka diantara cara mengikuti sunnah Nabi Saw adalah dengan berusaha bertutur kata yang baik, lembut dan tidak mencela atau melaknat sesama muslim lainnya.

2. Kalaupun Nabi Saw tidak suka dengan perbuatan atau perangai seseorang, maka beliau hanya mengungkapkan dengan perkataan sindiran yang menunjukkan ketidaksukaan beliau terhadap orang tersebut, seperti ungkapan beliau, “Mengapa dahinya berdebu?”

Dan umumnya para sahabat memahami bahwa ungkapan tersebut adalah bentuk teguran Nabi Saw. Sungguh, betapa mulianya akhlak beliau…

Allahumma shalli wasallim wabarik alaih…

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Bertawashul dengan Amalan Sholih Kita


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Saya pernah denger cerita,nyata dialami.
seseorang kehilangan sesuatu,lalu beliau merutinkan baca ayat kursi tiap abis solatnya untuk barang yg hilang itu supaya ketemu,alhasil tiba2 keesokan harinya si barang yg hilang ini ketemu. Akhirnya tips ini dia kasih tau ke orang lain.Ini gimana hukumnya ya ust?
Apakah memang ayat kusinya yg berpengaruh atau memang ada kemusyrikan lain?

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Membaca ayat kursi dan ayat-ayat lain merupakan amal shalih bagi seorang muslim. Dan islam membolehkan kita bertawashul dengan amal shalih kita. Hal ini sebagaimana kisah tentang tiga orang yang terkurung didalam goa lalu mereka meminta kepada Allah swt dengan menyebutkan amal-amal shaleh yang pernah dilakukannya agar dikeluarkan darinya dan doa-doa itu pun dikabulkan oleh-Nya.

Karena itulah Ibnu Mas’ud mengatakan di waktu sahur,
”Wahai Allah Engkau telah memerintahkanku maka aku menaati-Mu dan Engkau telah menyeruku maka aku pun menyambut-Mu. Dan (dengan) sahur ini maka ampunkanlah (dosa) ku.”

Hadits Ibnu Umar yang mengatakan di bukit Shafa,”Wahai Allah sesungguhnya Engkau pernah mengatakan dan perkataan-Mu adalah benar,”Berdoalah kepada-Ku (maka) Aku kabulkan (doa) mu.’ Dan sesungguhnya Engkau tidaklah menyalahi janji.” Kemudian dia menyebutkan doa yang ma’ruf dari Ibnu Umar… (Majmu al Fatawa

Dan tidak ada pelarangan terhadap seseorang untuk meminta kepada Allah swt berbagai permintaan yang dikehendakinya baik terkait dengan urusan-urusan dunia maupun akherat melalui berdoa dengan perantara suatu amal shaleh yang paling afdhal yang pernah dilakukannya. Firman Allah ﷻ

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Artinya : “Ya Tuhan kami, kami Telah beriman kepada apa yang Telah Engkau turunkan dan Telah kami ikuti rasul, Karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”. (QS. Al Imron : 53)

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Orang Gila; Surga atau Neraka?​


​Bismillah wal Hamdulillah ..​

Para ulama berselisih pendapat apakah orang gila masuk ke surga secara langsung ataukah mereka diuji dulu?

​Pertama. Mereka langsung masuk surga​

Imam An Nawawi ​Rahimahullah​ memilih pendapat yang pertama bahwa mereka masuk surga secara langsung.

Imam Badruddin Al ‘Aini ​Rahimahullah​ berkata:

أنهم في الجنة قال النووي هو المذهب الصحيح المختار الذي صار إليه المحققون لقوله تعالى وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا ( الإسراء 51 ) وإذا كان لا يعذب العاقل لكونه لم تبلغه الدعوة فلأن لا يعذب غير العاقل من باب الأولى

Mereka masuk ke surga. Berkata An Nawawi: “Inilah madzhab yang benar lagi dipilih, ollh para muhaqiq (peneliti) sesuai firman Allah Ta’ala: ​Kami tidak akan mengazab sebuah kaum sampai kami mengutus seorang Rasul​. (QS. Al Isra: 51). Jika orang berakal saja tidak diazab dalam keadaan belum sampainya da’wah kepada mereka, apalagi orang yang tidak berakal, maka mereka lebih utama. ​(‘Umdaul Qari, 13/133)​

Imam Ibnul Mulaqqin ​Rahimahullah​ berkata:

وعن ابن القاسم في ولد المسلم يولد مخبولًا، أو يصيبه ذلك قبل بلوغه قَالَ: ما سمعت فيه شيئًا، غير أن الله تعالى قَالَ: (والذين آمنوا وأتبعناهم ذرياتهم) الآية [الطور: 21] فأرجو أن يكونوا معهم.

Dari Ibnul Qasim, tentang seorang anak mslim yang dilahirkan dalam keadaan rusak akalnya atau tertimpa keadaan itu sebelum baligh-nya, dia berkata: “Aku tidak mendengar adanya masalah dengan itu, selain Allah Ta’ala berfirman: ​”Dan orang-orang beriman dan kami ikutkan kepada mereka keurunan mereka.”​ (QS. Ath Thur: 21). Aku harap mereka bersama ayah-ayah mereka. ​(At Taudhih lil Jaami’ Ash Shahiih)​

​Pendapat kedua, mereka uji dulu dengan pertanyaan. Apakah mereka bisa jawab atau tidak.​

Dalam ​An Nawaaadir Az Ziyadaat,​ karya Imam Ibnu Abi Zaid Al Maliki:

وجاء في الحديث في المجانين: توقد لهم نار يوم القيامة، فيقال لهم: اقتحموها، فمن علم الله أنه لو وهبه في الدنيا عقلا أطاعه، فإنه يدخلها ولا يضره، ويدخل الجنة، ومن علم الله أنه لا يطيعه لو عقل لم يدخلها، فأدخل النار.

Terdapat hadits tentang orang-orang gila, api neraka dinyalakan pada hari kiamat nanti, maka dikatakan kepada mereka: ​”Tembuslah! Barang siapa yang mengetahui Allah dan seandainya dia diberikan akal di dunia dan dia mentaatiNya maka dia memasukinya dan tidak mencelakakannya, dan dia masuk surga. Barang siapa yang mengetahui Allah dan dia tidak mentaatiNya walau akalnya tidak memasukinya, maka dia neraka.​

Pendapat kedua ini dikritik para ulama, selain itu haditsnya juga tidak kuat, sebab akhirat bukanlah negeri ujian, bukan lagi masa taklif, tapi saatnya pembalasan. Pendapat ini dikoreksi oleh Imam Ibnu Abdil Bar, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim, bahkan Ibnu Qayyim membantah dengan 19 bantahan. Pendapat pertamalah pendapat yang kuat. Insya Allah.

Wallahu a’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Kekuasaan d Hijaz (5)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 06 Safar 1439 / 26 Oktober 2017

📕 Sirah

📝 Kak Siro

📖 Kekuasaan di Hijaz (5)
==========☆☆☆==========
🏰🌸🏰🌸🏰🌸🏰🌸🏰

Yuuukk kita belajar lagi tentang sejarah Islam yakni tentang kekuasaan di Hijaz bagian 5..

Qushay berkuasa di Mekah dan menangani urusan Ka’bah pada pertengahan abad ke-5 masehi tepatnya pada tahun 440 masehi.

Dengan kekuasaan yang berada di tangan Qushay ini, Quraisy memiliki kepemimpinan yang utuh dan sebagai pelaksana kekuasaan di Mekkah. Selain itu ia juga menjadi pemimpin agama di Baitul haram, yang menjadi tujuan kedatangan semua bahasa Arab dari segala penjuru.

Di antara kebijakan yang diambil oleh Qushay ia mengumpulkan kaumnya untuk membangun rumah-rumah di Mekah dan membuat batas-batas menjadi 4 bagian di antara kaumnya. Setiap kaum dari Quraisy harus menempati posisi yang telah ditetapkan bagi masing-masing. Dia menetapkan tempat bagi  Nas’ah, keturunan Shafwan dan Murrah bin Auf. Dia melihat hal itu sebagai keputusan agama yang tidak bisa diubah lagi.

Di antara peninggalan Qushay, ia membangun Darun Nadwah di sebelah utara masjid atau Ka’bah. Pintunya langsung berhubungan dengan masjid. _Darun Nadwah_ adalah tempat pertemuan orang-orang Quraisy untuk membicarakan masalah masalah penting. Bangunan ini memiliki kelebihan tersendiri bagi Quraisy, karena tempat itu bisa mempersatukan orang-orang Quraisy dan sebagai tempat untuk memecahkan berbagai masalah dengan cara yang baik.

Qushay mempunyai beberapa wewenang dalam kekuasaan yaitu ;

🌴 Sebagai pemimpin di Darun Nadwah di tempat itu para pemimpin Quraisy mengadakan musyawarah untuk memecahkan masalah-masalah penting yang mereka hadapi. Selain itu tempat tersebut berfungsi untuk menikahkan anak-anak Putri mereka.

🌴 Pemegang Panji perang. Tak seorang pun berhak memegang panji perang kecuali dia.

🌴 Hijabah atau wewenang menjaga pintu Ka’bah. Tak seorang pun boleh membuka pintu Ka’bah kecuali dia. Dengan demikian dia berhak mengawasi dan menjaganya.

🌴 Memberi minum orang orang yang menunaikan Haji. Dia bertanggung jawab mengisi tempat-tempat air bagi orang-orang yang menunaikan Haji dan ditambah dengan sedikit kurma atau Anggur kering. Semua orang yang datang ke Mekah bisa minum sepuas-puasnya.

🌴 Jamuan bagi orang-orang yang menunaikan Haji. Maksudnya ia menyediakan jamuan yang disajikan bagi orang-orang yang menunaikan Haji lewat undangan. Untuk itu Qushay meminta pajak kepada orang-orang Quraisy pada musim haji yang harus diserahkan kepada Qushay. Dengan pajak yang terkumpul itu dia bisa membuat makanan untuk disajikan kepada mereka terutama orang-orang yang tidak banyak hartanya dan tidak mempunyai bekal yang memadai.

Semua itu menjadi wewenang Qushay, sebenarnya Abdu Manaf anak keduanya lebih terpandang dan dihormati hidupnya, berbeda dengan kakaknya Abdud Dar yang kurang disukai. Maka Qushay pernah berkata kepadanya, _”Aku akan mempertemukan dirimu dengan semua kaum jika mereka menganggapmu lebih terhormat”._ Namun akhirnya Qushay menyerahkan kekuasaan kepada Abdud Dar demi kemaslahatan Quraisy. Dia diberikan kewenangan untuk mengurus Darun Nadwah, hijabah, panji perang, penyediaan air dan makanan. Qushay tidak menentang dan menyanggah apapun yang dilakukan anaknya Abdud Dar. Kewenangan yang berlaku semasa Hidup Qushay Dan sepeninggalnya dianggap layaknya agama yang harus ikuti.

Semoga tidak bosan-bosan ya untuk mempelajari agama-Nya

Wallahu alam bissawab

🏰🌸🏰🌸🏰🌸🏰🌸🏰

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Mindfulness Skill

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Jum’at, 07 Safar 1439 / 27 Oktober 2017

📕 Psikologi

📝 Bu Dina Farihani S.Psi.

📖 Mindfulness Skill
==========☆☆☆==========
🍫🍬🍫🍬🍫🍬🍫🍬🍫

_Assalaamu’alaikum_ Sobat Muda😃

Jumpa lagi dengan sesi materi psikologi di MFT, 
Sibuk dengan tugas-tugas sekolah? Sibuk dalam kegiatan organisasi? Jadwal padat merayap ikut pelatihan atau les disana-sini? PR dan ulangan yang selalu menanti? Arrgghh…

Lelah pastinya ya, dengan berbagai urusan dan kewajiban yang harus dijalankan.

Taukah Sobat, ketika kepala kita penuh dengan berbagai beban pikiran dan pekerjaan yang harus dilakukan, ada kalanya kita merasa begitu lelah, tertekan, dan kemudian kehilangan konsentrasi bahkan minat dalam melakukan sesuatu.

Tiba-tiba saja kita jadi serba _“tidak fokus”_ dengan diri dan lingkungan sekeliling kita, tiba-tiba saja jadi _“ngga nyambung”_, _“gagal fokus”_, _“salah nangkep”_, atau _“salah tingkah”_… pernah? Atau sering?

Nah Sobat, menyambung soal –stres dan ngga fokus–tema kita kali ini adalah tentang “mindfulness”.. hmm, apa tuhh?

*MINDFULNESS SKILLS* adalah keterampilan untuk membangun kesadaran, memusatkan perhatian secara penuh pada apa yang sedang kita lakukan atau hadapi.
Penelitian menyebutkan bahwa ketika kita sejenak keluar dari _“ruwetnya pikiran dan hati”_, lalu membangun kesadaran tentang keberadaan diri dan sekeliling kita, sedang apa, seperti apa, apa yang terjadi, dan berusaha menghadirkan diri kita seutuhnya—maka akan terjadi penurunan stress dan timbul perasaan bahagia.

*MINDFUL ACTIVITY*
Tujuan dari mindful activity yaitu menghadirkan pikiran secara penuh pada kondisi yang saat itu dihadapi.
Sebagai latihan, coba pikirkan satu aktifitas yang biasanya pada saat melakukan aktifitas itu pikiranmu melayang kemana-mana alias tidak fokus.
Contoh, misalnya pada saat belajar di kelas. Guru sedang menjelaskan, tapi pikiranmu melayang ke rumah, tempat tidur, atau kafe, lalu membayangkan kamu sedang bersantai, dan seterusnya. Cobalah untuk fokus, menghadirkan seluruh indera, dengarkan, perhatikan, dan simaklah pada saat guru menjelaskan di kelas. Coba dipraktekkan ya, lalu coba bandingkan apa yang terjadi pada emosi dan pikiranmu.

Cobalah berlatih fokus pada kegiatan sehari-hari yang kamu lakukan. Contoh;
Indera Penglihatan :
Saat kamu keluar rumah untuk berangkat sekolah, lihatlah langit biru yang terang, pohon-pohon, dan jalanan yang lengang.

Indera Pendengaran :
Dengarkanlah hembusan angin, atau suara daun yang berguguran dan berserak diatas tanah.
Indera Peraba :
Rasakan hangatnya sinar matahari yang mengenai kulitmu, atau dinginnya angin pagi yang berhembus.

Indera Pengecap :
Nikmati manisnya teh hangat atau susu hangat yang melengkapi sarapanmu. Nikmati menu sarapanmu dengan penuh kesyukuran akan rizi yang Allah berikan hari itu.

Indera Pencium :
Hiruplah aroma udara yang berhembus, kamu mungkin akan mencium aroma tanah, pohon, dan dedaunan yang berguguran, atau wangi bunga di tepi jalan.

Nah, Sobat. Cukup tergambar ya apa itu yang disebut dengan mindfulness—kehadiran fisik,hati,dan pikiran secara utuh sehingga kita dapat melakukan suatu aktifitas dengan penuh pemaknaan.

Konsep mindfulness dikenal belum lama ini sebagai salah satu teknik mengatasi stres dan mencapai ketenangan maupun kebahagiaan jiwa. Sebagai seorang Muslim, sebenarnya kita sudah mengenal ini dalam bentuk tuntunan untuk khusyu’, terutama dalam shalat. Dalam kitab tazkiyatunnafs bahkan dijelaskan bahwa khusyu’ merupakan wujud tertinggi dari sehatnya hati, dan tidak adanya khusyu menjadi salah satu tanda bagi kematian hati, dimana hati yang mati akan sulit menerima nasihat dan dikuasai oleh hawa nafsu.

MasyaAllah, beruntunglah kita sebagai Muslim dengan tuntunan agama yang demikian sempurna.
Rasulullah saw bersabda, _‘Sesungguhnya didalam jasad terdapat suatu gumpalan yang bila gumpalan ini baik maka baik pulalah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah bahwa gumpalan itu adalah hati.”_ (H.R. Bukhari-Muslim).

Oke Sobat, sampai jumpa dengan sesi MFT di kesempatan berikutnya.
Salam sehat dan semangat!! 

_Wassalaamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh._

_Reff : TazkiyatunNafs (Sa’id Hawwa)
Mindfulness Skill (TherapistAid.com)_

🍫🍬🍫🍬🍫🍬🍫🍬🍫

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0ct5

Tafsir Surat Al-Kautsar

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 08 Safar 1439 / 28 Oktober 2017

📕 Al-Qur’an

📝 Ustadzah Ida Farida

📖 Tafsir Surah Al – Kautsar
==========☆☆☆==========
💐❄💐❄💐❄💐❄💐

Assalamu’alaikum adik-adik, hayoo disini siapa yang solat andalannya baca surah Al Kautsar??

Walaupun surah ini terbilang sedikit tp memiliki banyak makna, yukk dibaca ..

Surah ini termasuk golongan surat Makkiyah yang terdiri dari 3 ayat. Di surah ini, Allah menyebutkan bahwa Dia memberi kepada Nabi kebaikan yang banyak lalu Allah memintanya untuk melakukan shalat dan sedekah sebagai rasa syukur atas nikmat Allah.

إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ

_”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”_ (QS. Al-Kautsar : 1-3)

© Tafsir

Saat orang-orang musyrik melihat Nabi saw dan kaum muslimin berjumlah sedikit dan miskin, mereka meremehkan dan menghinakan kondisi ini. Mereka mengira bahwa kebenaran dan kebaikan sebanding dengan kekayaan. Saat melihat anak laki-laki Nabi meninggal dunia, mereka mengatakan, _”Muhammad putus keturunannya. Dan dia tidak diingat orang lagi nantinya.”_

Orang-orang munafik juga seperti itu, setiap kali melihat kesusahan dan derita yang menimpa kaum muslimin, mereka menunggu-nunggu keburukan itu dan menganggap telah mengalahkan kaum muslimin. Ini barangkali yang menyebabkan orang-orang lemah dikalangan kaum muslimin merasa sempit dadanya ketika mendapat musibah.

Oleh karena itu, surat ini turun untuk menjelaskan kondisi sesungguhnya yang dialami Nabi saw. Berikut banyaknya kebaikan yang dikaruniakan kepada beliau, di dunia dan akhirat. Termasuk apa yang akan menimpa orang-orang yang dengki kepada beliau. Barangkali dengan demikian, kita bisa mengambil pelajaran dan ridha atas apa yang diberikan kepada beliau.

Sesungguhnya Kami telah memberimu kebaikan yang amat banyak, ya Muhammad. Bukankah Tuhanmu telah menganugerahkan kenabian dan agama yang benar kepadamu? Mengutusmu untuk semua manusia? Menjadikan agamamu sebagai pamungkas semua agama? Akhir dari semua risalah? Yang menggabungkan antara kebaikan dunia dan akhirat? Yang menggabungkan semua Kebagusan dan kesempurnaan dalam berbagai aspek.

Bukankah Dia telah memberimu Al-Quran, ilmu, dan hikmah? Bukankah Dia juga memberimu kemuliaan yang banyak dan kebaikan yang luas? Hidayah dan petunjuk? Kebahagiaan dunia dan akhirat bagimu berikut umat, sampai hari kiamat?

Ya, Allah telah memberimu semua itu. Diantaranya adalah Al-Kautsar. Sebab, ada yang mengartikannya dengan sungai di surga. Jika begitu Muhammad, maka shalatlah untuk Tuhanmu dan menghadaplah hanya kepada-Nya. Bertakwalah kepada-nya dan jangan bersandar kepada selain-Nya. Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Shalatlah untuk Allah dan sembihlah hewan kurban sebagai ibadahmu untuk-Nya. Semua itu kamu persembahkan hanya untuk-Nya. Karena hanya Dialah yang memeliharamu, memberimu, memberi petunjuk kepadamu, dan merestuimu.

Adapun orang-orang yang menghinamu, yang hasad kepadamu, dan membuatmu marah, mereka itulah sebenarnya yang putus warisan mereka dan tidak lagi dikenang secara baik. Allah menganalogikan kenangan yang bagus dengan ekor binatang, karena ekor itu akan selalu mengikuti dan menjadi penghias. Sedangkan orang yang yang terputus warisannya diibaratkan dengan ekor yang terputus.

Sebagian ulama ada yang menafsirkan shalat dengan shalat ‘Ied dan korban dengan kurban pada ‘Iedul Adha saja. Tentunya pendapat ini kurang tepat.

Sekian
Wallahu alam bisawwab

💐❄💐❄💐❄💐❄💐

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Makna Laa Ilaha Ilallah (2)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 10 Safar 1439H/ 30 Oktober 2017

📕 Aqidah

📝 Usdz. Prima Eyza

📖 Makna Laa ilaahaillah (2)
==========☆☆☆==========
🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛
Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik shalih-shalihat…?? Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman, dalam lindungan dan naungan keberkahan dari Allah SWT…. Aamiiin….

Pembahasan kita tentang Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah di kesempatan sebelumnya telah selesai membicarakan makna yang kedua yakni لَا رَازِقَ إِلَّا الله  (Tidak ada Pemberi rizqi kecuali Allah).
Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang ketiga.

Makna yang ketiga dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:

لَا مَالِكَ إِلَّا الله

(Tidak ada Pemilik kecuali Allah)

Makna kalimat Laa Ilaaha illallaah berikutnya adalah _”Tiada Pemilik selain Allah”._
Allah SWT lah yang menciptakan dan memelihara alam semesta raya ini, maka Allah SWT adalah satu-satunya Pemilik alam semesta ini seluruhnya.
Firman Allah Ta’ala dalam QS. Al Baqarah (2) : 284,

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

_”Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”_

→ milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Juga firmanNya dalam QS. Al Fatihah (1) : 4,

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

_”Yang memiliki Hari Pembalasan.”_

→ Allah lah Pemilik hari pembalasan (hari kiamat).

Karena semua alam ini adalah milik Allah –baik langit dan bumi; serta dunia dan akhirat– maka tentu terserah kepada kehendak Allah Ta’ala untuk memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki atau mengambilnya dari siapa saja yang Dia kehendaki.
Keyakinan terhadap prinsip ini tentu akan memahamkan kepada kita bahwa apa yang kita miliki, hakikatnya adalah milik Allah SWT semuanya. Allah SWT lah yang memberikan/menitipkannya kepada kita. Harta, tahta, ilmu, keahlian, keluarga, keturunan, dan semua hal yang ada pada diri kita.

Karena semua hal tersebut hakikatnya adalah milik Allah SWT, maka mesti dipergunakan sesuai dengan ketentuan Pemiliknya.
Harta; harus dipergunakan sesuai dengan ketentuan Allah Ta’ala, baik ajaran yang terdapat dalam Al Qur`an terkait harta, maupun dalam sunnah Nabi-Nya.
Demikian pula pemanfaatan atas tahta (jabatan), ilmu, keahlian, keluarga, keturunan, dan semua yang ada pada diri kita; harus sesuai dengan apa yang Allah SWT ajarkan dan gariskan.
Ingatlah bahwa kita lahir ke dunia ini dalam keadaan tidak memiliki sesuatu apapun, kecuali apa yang diberikan oleh Allah Ta’ala.
Semua yang kita miliki adalah pemberian Allah SWT seluruhnya.
Dan mati pun kita tidak membawa sesuatu apapun, kecuali hanya amal-amal kita yang akan dipertangungjawabkan kepada Allah SWT di hari perhitungan kelak di akhirat.

Inilah kesadaran dan keyakinan seorang mukmin. Allah SWT lah Pemilik segala sesuatu.
Maka ketika Allah SWT meminta milikNya, tentu kita harus ridho. Itulah salah satu ciri yang dilekatkan Allah SWT kepada orang-orang beriman, bahwa ketika mendapat musibah, ia mengucapkan إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ,  sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Baqarah (2) : 156,

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

_”(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (segala sesuatu milik Allah dan kepada-Nya lah segala sesuatu kembali).”_

Demikian pula diantara do`a penutup majlis yang cukup panjang yang diajarkan kepada kita, dalam rangkaian do`a tersebut terdapat do`a berikut:

وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَمَبْلَغَ عِلْمِنَا

_”Janganlah jadikan dunia ambisi kami yang terbesar dan puncak ilmu kami.”_

Dalam suatu riwayat, Abu Bakar ra pernah berdoa:

 اَللهُمَّ اجْعَلِ الدُّنْيَا فِي أَيْدِيْنَا وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا

_“Ya Allah jadikanlah dunia di tangan kami, jangan jadikan di hati kami.”_

Demikianlah.
Jika kita menyadari bahwa Allah SWT lah Pemilik yang haq atas segala sesuatu, maka kita :
• tidak akan sombong ketika diberi oleh Allah SWT.
• tidak akan putus asa jika kehilangan sesuatu.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
               
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

_”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”_
(QS. Al Hadiid [57] : 22-23)

▪ Kelembutan dan Kesopanan Allah SWT

Meskipun segala sesuatu adalah milik Allah SWT, akan tetapi ketika Allah SWT memerintahkan kepada hambaNya untuk mengeluarkan miliknya tersebut (berinfaq) di jalan Allah, Allah Ta’ala menggunakan ungkapan yang sangat halus, lembut, dan sopan.
Seakan-akan apa yang diinfaqkan itu adalah milik hambaNya, sedangkan Allah SWT seakan-akan hanya meminjam saja.
Perhatikan ayat berikut :

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

_”Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.”_
(QS. Al Hadiid [57] : 11)

Dan ungkapan “memberi pinjaman yang baik” (berinfaq) ini diulang-ulang oleh Allah SWT di beberapa tempat dalam Al Qur`an.

Atau juga bentuk kelembutan dan kesopanan Allah SWT yang lain dalam hal infaq ini adalah memberikan balasan yang berlipat ganda hingga 700 kali lipat bahkan lebih.
Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

_”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”_
(QS. Al Baqarah [2] : 261)

Demikianlah, Allah SWT Maha Memiliki. Dia-lah Pemilik tunggal dari alam raya ini beserta segala isinya. Tiada Pemilik selain Dia. Maka Dia berkuasa dan Maha Berkehendak untuk berbuat apapun atas segala yang dimiliki-Nya.

Wallaahu a’lam..
Bersambung.

🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Hawa Nafsu

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Rabu, 12 Sadar 1439H/ 01 November 2017

📕 Akhlaq

📝 Kak Lelisya

📖 Hawa Nafsu
==========☆☆☆==========
💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦

Di zaman modern ini, pergaulan remaja sudah tak mengenal batas. Mereka membiarkan kendaraannya/hawa nafsunya membawa mereka ke manapun tanpa mereka rem saat kendaraannya itu berbelok ke jalan yang salah. Mereka membiarkannya hanya karena kenikmatan duniawi yang sesaat. Kebanyakan dari mereka tak memikirkan masa depannya. Padahal di dunia ini kita hanya sementara. Dunia ini diibaratkan tempat persinggahan, sebelum kita menuju akhirat yang abadi. Penjelasan ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW Beliau bersabda: “Apalah artinya dunia ini bagiku. Di dunia ini aku hanyalah seorang musafir yang bernaung di bawah pohon. Lalu dia beristirahat dan kemudian dia meninggalkannya.”

Wahai kaum muda, mari kita pikirkan masa depan kita. Turuti kata hati kecil kita bukan karena hawa nafsu. Allah Swt jelas-jelas memerintahkan umatnya agar bisa mengendalikan hawa nafsu, sebagaimana firman-Nya dalam Qs. An-Naziat ayat 37-41: “Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”

Dari ayat di atas, sudah jelas bahwa Allah Swt tidak suka pada orang yang tidak mengendalikan hawa nafsunya, karena jika kita menuruti hawa nafsu, kita lebih banyak mendapat madharatnya dari pada manfaatnya. Dan karena itulah Allah Swt menyediakan neraka untuk orang yang tidak mengendalikan hawa nafsunya.

Adik-adik yang dimuliakan Allah swt.
 “Apabila jiwamu mengajak bermaksiat,maka segeralah mengingat Allah. Apabila hati ini belum bisa kembali, maka ingatlah akhlak para ulama dan ingatlah seandainya aib itu diketahui orang lain. Dan jika belum kembali, maka ketahuilah sesungguhnya dirimu saat itu telah berubah menjadi hewan.”
Berubah menjadi hewan di sini maksudnya bukan berubah wujudnya, tetapi berupah dalam artian ia tidak punya akal (tidak menggunakan akalnya). Hewan tidak punya akal. Apabila manusia yang mempunyai akal tapi tidak mempergunakan akalnya untuk mengendalikan hawa nafsu, berarti benar apa yang kadang kita lihat manusia tak ada bedanya dengan hewan.

Kita harus sadar, bahwa selamanya ketika perdebatan, manipulasi pikiran, kontradiksi teori dan tabrakan dogma-dogma dalam pola pikir manusia terus berlangsung, maka jalan menuju insan yang sabar itu tidak mudah untuk ditempuh. Dengan kata lain, akan tersedia banyak tantangan dan godaan.

Saat hawa nafsu mulai mencengkrama diri kita, maka berpikirlah dua kali. Jangan tergesa-gesa karena sikap tergesa-gesa merupakan perilaku setan. Rasulullah Saw: “Sifat terburu-buru datang dari setan dan sifat berhati-hati datang dari Allah SWT”. (HR. Tirmidzi dan ia berkata ini Hadis hasan).
Dari Hadits ini, sudah jelas bahwa kita diperintahkan untuk hati-hati dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Setan akan terus menggoda kita sampai kita masuk perangkapnya. Dan kita harus sadar, bahwa setan itu musuh kita, sebagaimana firman Allah Swt: “Sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Qs. Fathir: 6).

 Jadi, apabila kita mengikuti perintah setan, maka kita termasuk golongannya dan bersiaplah untuk menempati neraka yang menyala-nyala.

Bersambung …

💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Kekuasaan di Hijaz (6)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 12 Safar 1439 / 02 November 2017

📕 Shirah

📝 Kak Siro

📖 Kekuasaan Di Hijaz (6)
==========☆☆☆==========
🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴

*KEKUASAAN DI HIJAZ (Part 6)*

Setelah Qushay meninggal dunia kemenangan ini terus dijalankan anak-anaknya dan tidak ada perselisihan diantara mereka. Tetapi setelah Abdu Manaf meninggal dunia kerabatnya dan keturunannya pamannya mulai mengusik jabatan-jabatan itu. Karena masalah itu pula Quraisy terbagi menjadi dua kelompok dan hampir saja mereka saling berperang tapi mereka segera berdamai dan sepakat untuk membagi jabatan-jabatan tersebut. Akhirnya ditetapkan kewenangan mengurus air minum dan makanan diserahkan kepada keturunan Abdu Manaf sedangkan urusan Darun nadwah panji perang dan hijabah diserahkan kepada keturunan Abdud Dar. Keturunan Abdu Manaf sepakat untuk membuat undian Siapakah yang berhak mendapatkan jabatan tersebut dan akhirnya undian itu jatuh kepada Hasyim bin Abdu Manaf. Dialah yang berwenang menangani penyediaan air minum dan makanan sepanjang hidupnya. Setelah Hasyim meninggal dunia jabatan tersebut digantikan oleh saudaranya AlMutholib bin Abdu Manaf. Setelah itu dilanjutkan Abdul Muthalib Bin Hisyam bin Abdu Manaf kakek Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemudian dilanjutkan anak-anaknya hingga masa Islam yang kewenangan ini ada di tangan Al Abbas bin Abdul Muthalib.

Setelah itu Quraisy masih mempunyai beberapa jabatan lain yang dibagi di antara mereka. Dengan demikian mereka telah membentuk suatu pemerintahan kecil atau lebih tepatnya pemerintahan kecil yang demokratis. Ada pembatasan masa jabatan dan bentuk-bentuk pemerintahan yang mirip dengan sistem pemerintahan pada zaman sekarang yang dikenal dengan istilah parlemen dan majelis parlemen. Berikut ini jabatan-jabatan dimaksud yaitu :

1. *Al – Isar* penanganan tempat api pada berhala untuk pemberian sumpah. Jabatan ini berada di tangan Bani Jumah.

2. *Tahjirul Anwal*  yaitu penanganan korban dan Nazar yang dipersembahkan kepada berhala. Jabatan Ini juga menangani penyelesaian permusuhan dan persekutuan. Bani Sahm memegang jabatan ini

3. *Permusyawaratan* dijabat oleh Bani Asad.

4. *Al Asynaq* Yaitu pengaturan tebusan dan denda jabatan ini jalankan oleh Bani Taim

5. *Hukuman atau pembawa Panji kaum* jabatan ini diberikan kepada Bani Umayyah

6. *Al-Qubah* yaitu penanganan militer dan pasukan kuda urusan ditangani oleh Bani Makhzum

7. *As-Sifarah (kedutaan)* jabatan ini dipegang oleh Bani Adi.

🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tafsir Surat Quraisy

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 14 Shafar 1439 / 04 November 2017

📕 Al-Quran

📝 Ida Farida

📖 Surah Quraisy
==========☆☆☆==========
⛱💦⛱💦⛱💦⛱💦⛱

Surat Makkiyah yang terdiri dari 4 ayat. Allah memerintah orang-orang Quraisy agar menyembah Tuhan mereka, Yang memberi kenikmatan kepada mereka.

لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ. إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ. فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ. ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

_”Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”_ (QS. Quraisy : 1-4)

*Tafsir*

Kita semua tahu bahwa negeri Mekkah dan sekitarnya berupa gurun pasir dan tidak ada tumbuh-tumbuhan

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ

_”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati.”_ (QS. Ibrahim : 37)

Kondisi ini membuat penduduknya memikirkan kehidupan mereka. Mereka menjadi pedagang dan berjual beli ke negeri-negeri tetangga, kebagian utara dan selatan. Di musim dingin mereka ke Yaman dan di musim panas mereka pergi ke Syam.

Oleh karena mereka tuan rumah Baitullah, maka mereka sangat dihormati dan dihargai. Oleh sebab itu, bertambahlah manfaat mereka, semakin luas jangkauan dagang mereka, banyak keuntungan me. Mereka pun membuat perjanjian dagang dengan negeri-negeri tetangga mereka.

Maksud utama dari surat ini, bahwa Quraisy anak cucu An-Nadhar bin Kinanah, tidak menyembah Tuhan mereka karena suatu sebab. Oleh karena itu, hendaknya mereka menyembah Tuhan rumah ini (Ka’bah), karena Dia yang memberikan mereka kebiasaan bepergian pada musim dingin dan musim panas untuk berdagang serta mencari rezeki.

Dengan demikian, mereka menjadi kaya dan merasa aman untuk berpindah-pindah kemana saja yang mereka mau. Itu semua karena kemuliaan Allah yang menjadikan mereka sebagai tetangga rumah-Nya dan pelayan orang-orang yang berhaji.

فليعبدوا رب هذا البيت

_”Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).”_

Karena hanya Allah yang memiliki anugerah dan kemuliaan untuk penduduk Mekkah. Allah sendiri yang menyelamatkannya dari serangan Abrahah agar ia menjadi tempat mulia bagi mereka dan agar mereka tetap bisa berdagang dengan para tetangga mereka.

Allah meluaskan rezeki mereka, membentangkan rasa aman untuk mereka, dan membuat mereka bisa diterima oleh semua orang selaku tuan rumah-Nya dan pelayan para haju-Nya. Dengan demikian mereka berhasil mendapatkan makanan dan keamanan untuk diri dan perdagangan mereka. Maka hendaknya mereka menyembah Allah semata, karena Allah sendirilah yang memberi makan mereka setelah lapar dan memberikan rasa aman setelah ketakutan.

⛱💦⛱💦⛱💦⛱💦⛱

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0cu