Makruhkah Memakai Cincin di Jari Tengah?​


Memakai cincin di jari tengah (juga telunjuk) itu makruh.

Ali Radhiallahu ‘Anhu menceritakan:

«نَهَانِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَخَتَّمَ فِي إِصْبَعِي هَذِهِ أَوْ هَذِهِ»، قَالَ: «فَأَوْمَأَ إِلَى الْوُسْطَى وَالَّتِي تَلِيهَا»

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang saya memakaikan cincin jari saya yang ini atau yang ini. Beliau menunjukkan jari ​tengah​ dan sebelahnya. (HR. Muslim No. 2095)

Apakah yang dimaksud jari sebelahnya? Yaitu jari telunjuk, dijelaskan dalam riwayat lain, dari Ali Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

« نَهَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْ أَتَخَتَّمَ، فِي السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى»

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang memakai cincin di telunjuk dan tengah. (HR. Ibnu Abdil Bar, At Tamhid, 17/112, juga Abu ‘Uwanah No. 8651, dari Idris)

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

وفي حديث علي نهاني صلى الله عليه وسلم أن أتختم في أصبعي هذه أو هذه فأومأ إلى الوسطى والتي تليها وروي هذا الحديث في غير مسلم السبابة والوسطى وأجمع المسلمون على أن السنة جعل خاتم الرجل في الخنصر وأما المرأة فإنها تتخذ خواتيم في أصابع قالوا والحكمة في كونه في الخنصر أنه أبعد من الامتهان فيما يتعاطى باليد لكونه طرفا ولأنه لايشغل اليد عما تتناوله من أشغالها بخلاف غير الخنصر ويكره للرجل جعله في الوسطى والتي تليها لهذا الحديث وهي كراهة تنزيه وأما التختم في اليد اليمنى أو اليسرى فقد جاء فيه هذان الحديثان وهما صحيحان

Dalam hadits Ali: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarangku memakai cincin di jariku yang ini atau yang ini.” Beliau menunjuk jari tengah dan sebelahnya. Hadits diriwayatkan oleh selain Imam Muslim menunjukkan jari telunjuk dan tengah. Kaum muslimin telah ijma’ bahwa sunah memakai cincin bagi laki-laki di jari kelingkingnya. Ada pun wanita memakainya di jari mana pun. Mereka mengatakan, hikmahnya adalah bahwa posisi jari kelingking yang jauh dari pekerjaan yang biasa dilakukan oleh tangan karena kedudukannya di pinggir, juga karena jari kelingking tidak sesibuk jari-jari lain, berbeda dengan jari kelingking. Dimakruhkan bagi kaum laki-laki memakai cincin di jari tengah dan sebelahnya menurut hadits ini, yaitu makruh tanzih. Ada pun memakai cincin di tangan kanan atau kiri, maka keduanya telah ada keterangan dalam hadits yang shahih. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 14/71)

Demikian. Wallahu a’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Memakai Cincin di Jari Tengah (juga telunjuk)


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Apakah benar memakai cincin di jari tengah TDK diperbolehkan Krn tasabuh dgn orang kufar?
Syukron. Pertanyaan member 04

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Memakai cincin di jari tengah (juga telunjuk) itu makruh.
Ali Radhiallahu ‘Anhu menceritakan:

«نَهَانِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَخَتَّمَ فِي إِصْبَعِي هَذِهِ أَوْ هَذِهِ»، قَالَ: «فَأَوْمَأَ إِلَى الْوُسْطَى وَالَّتِي تَلِيهَا»

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang saya memakaikan cincin jari saya yang ini atau yang ini. Beliau menunjukkan jari ​tengah​ dan sebelahnya. (HR. Muslim No. 2095)

Apakah yang dimaksud jari sebelahnya? Yaitu jari telunjuk, dijelaskan dalam riwayat lain, dari Ali Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

« نَهَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْ أَتَخَتَّمَ، فِي السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى»

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang memakai cincin di telunjuk dan tengah. (HR. Ibnu Abdil Bar, At Tamhid, 17/112, juga Abu ‘Uwanah No. 8651, dari Idris)

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

وفي حديث علي نهاني صلى الله عليه وسلم أن أتختم في أصبعي هذه أو هذه فأومأ إلى الوسطى والتي تليها وروي هذا الحديث في غير مسلم السبابة والوسطى وأجمع المسلمون على أن السنة جعل خاتم الرجل في الخنصر وأما المرأة فإنها تتخذ خواتيم في أصابع قالوا والحكمة في كونه في الخنصر أنه أبعد من الامتهان فيما يتعاطى باليد لكونه طرفا ولأنه لايشغل اليد عما تتناوله من أشغالها بخلاف غير الخنصر ويكره للرجل جعله في الوسطى والتي تليها لهذا الحديث وهي كراهة تنزيه وأما التختم في اليد اليمنى أو اليسرى فقد جاء فيه هذان الحديثان وهما صحيحان

Dalam hadits Ali: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarangku memakai cincin di jariku yang ini atau yang ini.” Beliau menunjuk jari tengah dan sebelahnya. Hadits diriwayatkan oleh selain Imam Muslim menunjukkan jari telunjuk dan tengah. Kaum muslimin telah ijma’ bahwa sunah memakai cincin bagi laki-laki di jari kelingkingnya. Ada pun wanita memakainya di jari mana pun. Mereka mengatakan, hikmahnya adalah bahwa posisi jari kelingking yang jauh dari pekerjaan yang biasa dilakukan oleh tangan karena kedudukannya di pinggir, juga karena jari kelingking tidak sesibuk jari-jari lain, berbeda dengan jari kelingking. Dimakruhkan bagi kaum laki-laki memakai cincin di jari tengah dan sebelahnya menurut hadits ini, yaitu makruh tanzih. Ada pun memakai cincin di tangan kanan atau kiri, maka keduanya telah ada keterangan dalam hadits yang shahih. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 14/71)
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

RIYADHUS SHALIHIN (37)​


📕 ​Bab Sabar – Inilah Orang Kuat​

​Hadits:​

وعن أبي هريرةَ – رضي الله عنه – أنّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – ،
قَالَ : لَيْسَ الشَّدِيدُ بالصُّرَعَةِ ، إنَّمَا الشَدِيدُ الَّذِي يَملكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ مُتَّفَقٌ عَلَيهِ .
وَالصُّرَعَةُ : بضَمِّ الصَّادِ وَفَتْحِ الرَّاءِ وأَصْلُهُ عِنْدَ العَرَبِ مَنْ يَصْرَعُ النَّاسَ كَثيراً .

​Artinya:​

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Bukanlah orang yang keras – kuat – itu dengan banyaknya berkelahi, melainkan orang-orang yang keras – kuat – ialah orang yang dapat menguasai dirinya di waktu sedang marah” (Muttafaq ‘alaih)

Ashshura-ah dengan dhammahnya shad dan fathahnya ra’, menurut asalnya bagi bangsa Arab, artinya orang yang suka sekali menyerang atau membanting orang lain (sampai terkapar atau tidak sadarkan diri)

☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian ​AUDIO​ di bawah ini.

DOWNLOAD MP3 KAJIAN KITAB DISINI

Selamat menyimak.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Gakbisa Pake Rok..


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Pertanyaan nya Kalau misal kita ada tuntutan kerja yg harus turun lgsg ke lapangan gmn mbk?
Misalnya ngecek proyek lapangan, kita ngontrol kegiatan sdm lapangannya dlm pembangunan proyek.
Kalau pake rok , kok saya agak susah ya mbak dgn kerjaan begitu, 🅰3⃣3⃣.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🌸.Ukhty fillah sesungguhnya perempuan di dalam islam tidak di wajibkan bekerja, kalaupun akhirnya bekerja itu sifatnya pilihan dan diantara sekian banyak pekerjaan.
Alhamdulillah anti mendapat pekerjaan seperti yang sedang anti geluti. Pertama apapun keadaannya kita harus bersyukur diantara banyak orang yang tidak atau belum punya pekerjaan, hal yang harus anti tanamkan dalam hati adalah semua aturan berpakaian dalam Islam punya tujuan melindungi dan syi’ar. Sulit atau tidak itu sangat tergantung mind set berfikir kita, sahabiyat saja dulu banyak yang ikut jihad ke medan perang, berkuda, atau naik onta, mereka bisa, bayangkan ! Asma binti Abu Bakar wanita hamil 8 bulan bawa logistik untuk Rasul dan ayahnya Abu bakar di gua thsur,

🌸 iya memang kita bukan​ mereka dan belum sesholihah sahabiyat tapi mereka adalah inspirasi kita, kita dengan segala permasalahannya akan menjadi ringan bila mengingat perjuangan sahabiyat.

🌸Ukhty sholihah anti yang tahu medan kerja anti, bagaimana di lapangan anti memodif baju kerja yang tidak melanggar syariat. Islam itu mudah tapi tidak untuk di mudah-mudahkan.

🌸Sebagai penutup ada kisah nyata: seorang ukhty yang bekerja di lapangan bagian mengetes kualitas air di pertambakan, di awal dia bekerja bos nya selalu bertanya “apakah dengan pakaian seperti ini tidak panas”? Ukhty menjawab namanya kerja dilapangan, normalnya panaslah tapi Alhamdulillah dengan pakaian seperti ini kulit saya terlindungi dari sengatan matahari, dari waktu ke waktu banyak teman kantornya terutama yang laki-laki bertanya-tanya tentang Islam, sampai akhirnya di kantornya terbentuk MT kantor. Jadi jangan jadikan busana atau pakaian kerja kita sebagai beban, modif sesuai kebutuhan dan tidak melanggar syariat yang lebih penting dari itu, bagaimana kita bisa tetap menjaga akhlaq sebagai muslimah.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Memuji dan Mengkritik Sesuai Proporsinya & Bahaya Kelezatan Dunia bagi Pemimpin​


Sejarawan Yusuf ibn Taghribirdi mencatat Sultan Mehmed II (Fatih) ibn Murad II sebagai pemimpin yang meneruskan perjuangan ayahnya. Khususnya dalam jihad melawan musuh Kesultanan Turki Utsmani dengan merebut wilayah serta benteng strategis dari lawannya.

Sang ayah, Murad II ibn Mehmed I Çelebi, wafat pada usia menjelang paruh baya (44 tahun). Sebagai sejarawan resmi Kesultanan Mamluk di Mesir, Ibn Taghribirdi menilai Murad II sebagai sultan terbaik di Timur dan Barat. Karakter utamanya adalah sempurna akal, kuat determinasi, penuh energi, lapang pemberiannya, dan adil kepemimpinannya.

مما اشتمل عليه من العقل والحزم والعزم والكرم والشجاعة والسؤْدد

Catatan yang bernada pujian terhadap almarhum Sultan Murad II terus dituliskan oleh penulis kitab an-Nujum az-Zahirah ini: ia yang menghabiskan usianya dalam jihad fi sabilillah, melancarkan banyak ekspedisi militer, banyak menaklukkan lawan, sehingga menguasai berbagai benteng (lawan) yang selama ini tak tertembus. Oleh karenanya berbagai pertahanan serta wilayah kuat milik lawan menjadi terbengkalai (ditinggalkan pemiliknya).

Kemudian, Yusuf ibn Taghribirdi, mulai menyeimbangkan dengan beberapa penilaian terhadap almarhum Sultan Murad II. Beliau mengatakan bahwa “hanya saja sultan terkadang hanyut dalam kelezatan dunia yang seharusnya ia tinggalkan”.

على أنه كان منهمكًا في اللذات التي تهواها النفوس

Dimana hal itu mendorong sebagian pihak untuk “mempertanyakan tentang kualitas agamanya” yang dijawab oleh Yusuf ibn Taghribirdi dengan menukil perkataan langsung almarhum Sultan Murad II ibn Mehmed I sebagai berikut: “aku telah merobek (kesalihan) dengan ma’siat, namun telah kujahit kembali dengan istighfar” sebagai bentuk penyesalannya:

فقال: أمزِّقه بالمعاصي وأرقِّعه بالإستغفار

Kemudian sejarawan kita yang mulia ini menutup paragrafnya dengan mengatakan: beliau lebih pantas mendapatkan ma’af dan penghargaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala karena jasanya yang telah masyhur; yaitu pembelaannya atas Islam serta serangannya kepada lawan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa almarhum Sultan Murad II seperti pagar yang melindungi Islam serta kaum Muslimin:

حتى قيل عنه إنه كان سياحًا للإسلام والمسلمين

Beliau menutup kalimat terakhir itu dengan mendoakan: semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya dengan jasa tersebut serta menggantikan masa muda (yang dihabiskan dalam jihad) di dalam JannahNya.

عفا الله عنه وعوّض شبابه الجنة

​Demikian para ulama generasi kita terdahulu, mereka memuji serta mengritik sesuai proporsinya. Mereka tak lupa mendoakan untuk kebaikannya.​

Agung Waspodo, menikmati pelajaran dari sejarawan Mesir yang bernama Jamaluddin Abil-Mahasin Yusuf ibn Taghribirdi al-Attabiki dalam kitabnya An-Nujum az-Zahira fi Muluk Misri wal-Qahirah, jilid ke-16 halaman 2-3.

Depok yang baru selesai hujannya, 9 November 2017

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Bolehkah Bersalaman dengan Lawan Jenis??


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Ustadz betulkah ada fiqih yg membolehkan bersalaman perempuan dan laki laki krn kedudukan yg lebih misal laki2 itu guru….

Sy seorang guru baru prihatin ada teman sy bahkan guru agama … Beliau rela dicium tangan oleh siswi putrinya…. Katanya Ada kilafiyah masalah tsb…

Sy akan tegaskan dgn tata tertib masih ragu untuk mengingatkan secara tegas pada guru tsb…

Jazakallah khair ustadz..
Jawaban ustadz sangat kami tunggu untuk perbaikan karakter lembaga sekolah kami

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal Hamdulillah..

Berjabat tangan dgn lawan jenis bukan mahram ada 2 pendapat ulama.

1. Terlarang, ini pendapat mayoritas ulama, dgn alasan2 :

– Nabi tidak pernah dibai’at dgn menyentuh tangan wanita, berbeda dgn saat dgn kaum laki2

– Nabi menyebut tertusuk besi neraka lbh dia sukai dibanding bersentuhan dengan wanita. Hr. Ath Thabarani

2. Boleh tp bersyarat, yaitu tdk mengaja mncr kesempatan buat itu, tdk menikmatinya, namun sbaiknya tetap hindari. Ini pendapat Syaikh Al Qaradhawi, Syaikh Abdul Halim Abu Syuqqah, Syaikh TM Hasbi Ash Shidiqiy, dan lainnya.

Alasan pihak yg membolehkan adlh hadits2 yg dijadikan dalil pihak mengharamkan justru tidak tegas. Tidak ad kata2: “Diharamkan .. Atau Nabi melarang ..” dan semisalnya, sbgaimana biasa terjadi pd aktifitas terlarang.

Semua menunjukkan “Nabi tidak melakukan” baik saat bai’at, atau sehari2 .. “.

Tidak melakukan tidak berarti bermakna haram, bs jadi memang nabi tidak menyukainya dan tidak memandang perlu melakukannya.

Ada pun riwayat Ath Thabarani yg menunjukkan “lebih baik tertusuk besi dibanding bersentuhan dgn wanita” bukan menunjukkan makna hakiki .. Tp menunjukkan begitu bencinya nabi dgn hal itu, atau makna bersentuhan disitu adalah hub suami istri ..

Sebab, dalam riwayat Imam Bukhari, nabi pernah dipegang tangannya oleh Jariyah (wanita usia Abg) dan dibawa keliling Madinah dan nabi pun tidak melepaskannya ..

Nabi pun pernah saat muda dicarikan kutu oleh Ummu Haram, seorg wanita yg bukan siapa2nya. Ini alasan2 pihak yg membolehkan.

Ada pun pendapat ulama madzhab, kalangan Syafi’iyah dan Malikiyah menyatakan haramnya bersalaman dengan wanita bukan mahram, baik wanita tua dan muda.

Sedangkan Hanafiyah dan Hanabilah, haram jika bersalaman dengan wanita muda, tapi tidak apa-apa dengan yang sudah tua dan aman dari fitnah/syahwat. ​( ​Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah,​ 9/297)​
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Hidup Ini Indah Jika Kita Pandai Mensikapinya


© Manusia akhirnya kan kesal jika sering diminta….

▪Allah justeru marah jika hambanya jarang meminta….

© Manusia sering marah jika ada orang lain datang minta maaf dan mengakui kesalahan

▪Allah justeru gembira jika ada hamba-Nya akui kesalahan dan mohon ampunan

© Manusia kan lupakan segala kebaikan kita karena akhir sikap kita yang buruk…

▪Allah akan lupakan segala keburukan kita karena akhir sikap kita yang memohon ampunan.

© Bersandar kepada manusia melahirkan keluh kesah

▪Bersandar kepada Allah, lahirkan ibadah…..

© Berharaplah kepada manusia seperlunya,

▪Berharaplah kepada Allah sebesar-besarnya….

——————-
Mama papa minum madu…
Jangan lupa cari ilmu… 🙂

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Arwah Kaum Mu'minin Mendatangi Keluarganya di Malam Jum'at


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Izin bertanya tadz..
Adakah haditsnya kalau arwah orang yg sudah meninggal maka pada malam jum’at pulang untuk meminta do’a dan kiriman bacaan qur’an?Syukron

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Kisah seperti itu tidak kita temukan dalam kitab-kitab hadits standar. Sehingga tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Tapi kita mendapatkan ada dalam kitab para ulama Ahlus Sunnah, seperti Imam Abu Bakar bin Sayyid Syatha As Dimyati Asy Syafi’i dalam ​I’anatuth Thalibin,​ Imam Sulaiman bin Muhammad Umar Al Bujairimi Asy Syafi’i, dalam kitab ​Hasyiyah Al Bujairimi ‘alal Khatib, dll.​

Keyakinan bahwa arwah kaum mu’minin mendatangi keluarganya di malam Jum’at bahkan tiap malam memang ada, dan ini bukan keyakinan para ahli bid’ah, tapi sebagian para ulama Ahlus Sunnah.

Sebagai contoh:

إنَّ أَرْوَاحَ الْمُؤْمِنِينَ يَأْتُونَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ إلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا وَيَقِفُونَ بِحِذَاءِ بُيُوتِهِمْ وَيُنَادِي كُلُّ وَاحِدٍ بِصَوْتٍ حَزِينٍ أَلْفَ مَرَّةٍ يَا أَهْلِي وَأَقَارِبِي وَوَلَدِي يَا مَنْ سَكَنُوا بُيُوتَنَا وَلَبِسُوا ثِيَابَنَا وَاقْتَسَمُوا أَمْوَالَنَا هَلْ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَذْكُرُنَا وَيُفَكِّرُنَا فِي غُرْبَتِنَا وَنَحْنُ فِي سِجْنٍ طَوِيلٍ وَحِصْنٍ شَدِيدٍ ؟ فَارْحَمُونَا يَرْحَمُكُمْ اللَّهُ وَلَا تَبْخَلُوا عَلَيْنَا قَبْلَ أَنْ تَصِيرُوا مِثْلنَا يَا عِبَادَ اللَّهِ إنَّ الْفَضْلَ الَّذِي فِي أَيْدِيكُمْ كَانَ فِي أَيْدِينَا وَكُنَّا لَا نُنْفِقُ مِنْهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَحِسَابُهُ وَوَبَالُهُ عَلَيْنَا وَالْمَنْفَعَةُ لِغَيْرِنَا ؛ فَإِنْ لَمْ تَنْصَرِفْ أَيْ الْأَرْوَاحُ بِشَيْءٍ فَيَنْصَرِفُونَ بِالْحَسْرَةِ وَالْحِرْمَانِ

Sesungguhnya ruh-ruh orang beriman datang setiap malam ke langit dunia mereka berdiri dengan sendal mereka di rumah-rumah mereka. Mereka memanggil seribu kali, masing-masing panggilan dengan suara memilukan: “Wahai keluargaku, kerabatku, anak-anakku, .. Wahai yang menempati rumah-rumah kami, yang memakai pakaian kami, dan membagi-bagikan harta kami. Apakah kalian masih mengingat kami, memikirkan kami, dalam keterasingan kami? Kami di penjara begitu lama dan dijaga begitu kuat, maka kasihanilah kami niscaya Allah akan menyayangi kalian. Janganlah kalian pelit kepada kami sebelum kalian mengalami apa yang kami alami. Wahai hamba Allah …, karunia yang ada pada kalian dulunya adalah milik kami, dan kami tidak menafkahkannya di jalan Allah, tidak menhitungnya, dan tidak peduli kepadanya dan tidak memberikan manfaat kepada selain kami. ” Maka, jika kalian tidak memberikan apa-apa kepada ruh-ruh itu, maka mereka akan kembali dengan menyesal dan kekurangan.

Lihat kitab:

​- Hasyiyah Al Bujairimi ‘Alal Khathib, 6/167​

​- I’anatuth Thalibin, 2/142​

Bukan hanya mereka, Imam Ahlus Sunnah bermadzhab Hambaliy, yg track record-nya “keras” pun menyebutkan datangnya arwah itu saat keluarganya menziarahi kuburnya.

Berikut ini fatwa Beliau ketika ditanya tentang hukum talqin setelah mayit dikubur:

أجاب: هذا التلقين المذكور قد نقل عن طائفة من الصحابة: أنهم أمروا به، كأبي أمامة الباهلي، وغيره، وروي فيه حديث عن النبي – صلى الله عليه وسلم – لكنه مما لا يحكم بصحته؛ ولم يكن كثير من الصحابة يفعل ذلك، فلهذا قال الإمام أحمد وغيره من العلماء: إن هذا التلقين لا بأس به، فرخصوا فيه، ولم يأمروا به. واستحبه طائفة من أصحاب الشافعي، وأحمد، وكرهه طائفة من العلماء من أصحاب مالك، وغيرهم. والذي في السنن «عن النبي – صلى الله عليه وسلم -: أنه كان يقوم على قبر الرجل من أصحابه إذا دفن، ويقول: سلوا له التثبيت، فإنه الآن يسأل» ، وقد ثبت في الصحيحين أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: «لقنوا أمواتكم لا إله إلا الله» . فتلقين المحتضر سنة، مأمور بها. وقد ثبت أن المقبور يسأل، ويمتحن، وأنه يؤمر بالدعاء له؛ فلهذا قيل: إن التلقين ينفعه، فإن الميت يسمع النداء. كما ثبت في الصحيح «عن النبي – صلى الله عليه وسلم – أنه قال: إنه ليسمع قرع نعالهم» وأنه قال: «ما أنتم بأسمع لما أقول منهم» ، وأنه أمرنا بالسلام على الموتى. فقال: «ما من رجل يمر بقبر الرجل كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه إلا رد الله روحه حتى يرد عليه السلام» . والله أعلم

Beliau menjawab: “Talqin seperti itu telah dinukilkan dari segolongan para sahabat bahwa mereka memerintahkan hal ini, seperti Abu Umamah Al Bahili dan selainnya. Dan, diriwayatkan hadits dari Nabi ﷺ tetapi tidak bisa dihukumi shahih, dan perbuatan ini tidak dilakukan banyak sahabat nabi. Oleh karena itu Imam Ahmad dan selainnya dari kalangan ulama mengatakan bahwa talqin seperti ini tidak apa-apa, mereka memberikan keringanan padanya namun tidak memerintahkannya. Ada pun sekelompok Syafi’iyah menyunnahkannya, juga pengikut Ahmad, tetapi dimakruhkan oleh segolongan ulama Malikiyah dan lainnya.

Tertulis dalam kitab-kitab sunah, dari Nabi ﷺ bahwa Beliau berdiri di sisi kubur seorang sahabatnya saat dia dimasukan ke kubur, dan Beliau bersabda: “Berdoalah untuknya keteguhan, karena dia sedang ditanya sekarang.” Telah shahih dalam Shahihain bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Talqinkan orang yang sedang mebghadapi kematian di antara kamu dengan La Ilaha Illallah.” Maka, talqin ketika menghadapi kematian adalah sunah, dan diperintahkan. Telah shahih bahwa seorang yang dikubur akan ditanya dan mengalami ujian, dan dianjurkan untuk mendoakannya. Oleh karena itu, dikatakan bahwa talqin itu bermanfaat baginya, karena mayit mendengarkan panggilan. Sebagaimana hadits shahih: “Sesungguhnya mayit mendengar suara sandal kalian.” Dan hadits lain: “Tidaklah kalian lebih mendengar apa yang aku katakan dibanding mereka.” Serta perintah nabi kepada kita untuk mengucapkan salam kepada mereka. Nabi ﷺ bersabda: ​“Tidaklah seorang laki-laki melewati kubur seorang laki-laki yang dia kenal, lalu dia ucapkan salam, melainkan Allah akan mengembalikan ruhnya sehingga dia menjawab salamnya.”​ Wallah A’lam. ​(Al Fatawa Al Kubra, 3/24)​

Saran saya adalah:

– Bagi yang tidak meyakininya, maka peganglah keyakinan itu, dan jangan menuduh saudara dengan tuduhan bahwa mereka ahli khurafat, tahayul, bahkan Hindu.

– Bagi yang meyakininya, silahkan pegang keyakinan itu, tapi jangan menyerang yang tidak meyakini dengan sebutan Wahabi, dsb. Sebab masalah ini memang khilaf para imam sejak dahulu.

​Musuh satu sudah banyak, kawan seribu masih sedikit.​
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Samudera Hindia di Era Kekhilafahan Turki Utsmani (5/5)​


​​Menulis Kehidupan, Menjadi Saksi Sejarah​​

Setelah ekspedisi kedua dinilai tidak cukup berhasil, maka diutuslah Seydi Ali Reis sebagai admiral pada tahun 1553. Ketika ia sampai ke Basra melalui jalur darat, apa yang dia temukan adalah armada yang terbengkalai. Dengan perbaikan sekadarnya, beliau memutuskan untuk berlayar.

Setelah Selat Hormuz berhasil dikelabuhi, Seydi Ali Reis mengambil jalur pesisir Oman. Pada jalur yang seharusnya aman pun, Seydi Ali Reis sempat dipergoki dan bertempur dua kali dengan patroli kapal perang Portugis. Dengan cekatan ia berlayar menuju Hadhramaut untuk segera menuju pesisir Yaman yang dikuasai kekhilafahan Turki Utsmani.

Namun, qadarulLaah bahwa armada dengan admiral cekatan ini dihantam taifun ganas yang oleh pelaut lokal disebut Tufan al-Fil atau Taufan Gajah. Dari ke-13 kapal yang berangkat dari Basra, hanya 6 galley yang berhasil lolos dari taifun. Keenamnya lolos dari taifun dengan berbalik arah menuju India. Selebihnya terpaksa menepi darurat di berbagai tempat.

Seydi Ali Reis menembus hutan tropis untuk sampai ke ibukota Daulah Mughal. Beliau diterima dengan hormat oleh Pangeran Akbar, putera mahkota berusia 12 tahun, yang kelak menjadi sultan Mughal.

Dari pedalaman India, rombongan Seydi Ali Reis menempuh jalur darat untuk kembali ke İstanbul. Sebuah perjalanan jauh lagi berbahaya karena menembus wilayah Kerajaan Safavi syi’ah yang bermusuhan dengan Khilafah Turki Utsmani. Mereka sampai ke İstanbul setelah Perjanjian Amasya ditandatangani oleh kedua pihak tersebut tahun 1555.

Sekembalinya Seydi Ali Reis, ia menulis kitab Mir’at al-Mamalik tentang riwayat perjalanannya serta kumpulan nasihat bagi para pemimpin pada tahun 1557. Buku ini dipersembahkannya kepada Sultan Süleyman Kanuni.

Agung Waspodo, merasakan betapa ringannya permasalahan yang pernah ia hadapi dibandingkan ummat terdahulu.

Pondokcina, 23 Oktober 2017

🔹Ilustrasi menunjukkan peta perjalanan Seydi Ali Reis serta koin kehormatan yang pernah dicetak Republik Turki untuk tokoh ini.🔸

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Investasi Saham


Assalamualaikum ustadz/ah…
mau tanya dong, kalo kita investasikan uang kita ke suatu PT finance, terus dpt keuntungan (kaya main saham gitu). Itu secara hukumnya apaa yaa? apakah itu samaa dgn judi ? A12

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Saham yg dijalankan secara syariah diperbolehkan. Adapun saham yg tidak syariah, maka bertransaksinya adalah haram, krn mengandung unsur maisir (gambling).

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA